Telko.id – Samsung Electronics kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu merek paling bernilai di dunia. Dalam daftar “Best Global Brands 2026” yang dirilis konsultan merek global Interbrand,
Samsung menempati peringkat No. 5 dengan nilai merek mencapai USD105,2 miliar. Posisi tersebut dipertahankan Samsung selama tujuh tahun berturut-turut.
Pencapaian ini sekaligus menjadikan Samsung satu-satunya perusahaan asal Asia yang konsisten berada di lima besar merek global setiap tahun sejak 2020. Hasil tersebut dirilis langsung oleh Samsung Electronics melalui siaran pers resminya.
Interbrand menilai Samsung berdasarkan sejumlah faktor. Di antaranya rekod pendapatan yang didorong investasi strategis pada semikonduktor AI, peningkatan daya saing teknologi AI di Divisi Device eXperience (DX), serta strategi merek yang berorientasi pada pelanggan melalui pendekatan “One Samsung”.
Semikonduktor AI dan HBM4 Jadi Motor Pertumbuhan
Di sektor semikonduktor, Divisi Device Solutions (DS) Samsung terus memperkuat pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pasokan produk memori bernilai tinggi. Langkah ini untuk memenuhi permintaan yang semakin besar seiring perkembangan AI.

Samsung juga mempertahankan kepemimpinan teknologinya melalui produksi massal dan pengiriman komersial HBM4, yang menjadi yang pertama di industri. Posisi ini memperkuat lini bisnis komponen yang menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.
Di sisi lain, Divisi Device eXperience (DX) terus menghadirkan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari melalui pengalaman AI yang lebih personal dan konektivitas lintas perangkat.
Cakupannya meliputi smartphone, televisi, hingga peralatan rumah tangga. Pendekatan ini memungkinkan Samsung mengembangkan pengalaman yang lebih terhubung dan relevan dengan kebutuhan pengguna di berbagai aspek kehidupan.
Baca Juga:
Galaxy Z Fold8 Perluas Daya Tarik ke Generasi Muda
Pada 2026, Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold8, generasi kedelapan dari lini smartphone lipat Galaxy. Perangkat ini menghadirkan desain baru dengan rasio layar 4:3 yang memberikan pendekatan berbeda terhadap pengalaman menggunakan perangkat lipat.
Desain tersebut mendapat respons positif dari konsumen yang lebih muda sekaligus memperluas daya tarik perangkat bagi berbagai generasi pengguna. Langkah ini memperlihatkan upaya Samsung menjaga relevansi lini perangkat lipat di tengah persaingan yang ketat.
Meski demikian, pasar smartphone global sendiri tengah menghadapi tekanan. Laporan sebelumnya menyebut pasar smartphone global turun 6 persen pada kuartal pertama 2026 akibat krisis memori. Kondisi ini menjadi konteks tersendiri bagi strategi Samsung yang tetap fokus pada nilai merek dan inovasi AI.
Di segmen perangkat lain, Samsung juga aktif memperluas jajaran produknya. Baru-baru ini, Galaxy Tab S12 Ultra dan Tab S12+ resmi meluncur dengan baterai tahan 23 jam. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan menjaga ekosistem perangkat yang saling terhubung.
Sebagai salah satu konsultan merek dengan pengalaman panjang di industri, Interbrand mengevaluasi nilai merek setiap tahun melalui analisis menyeluruh terhadap kinerja dan prospek keuangan perusahaan. Penilaian juga mencakup pengaruh merek terhadap keputusan pembelian serta daya saing merek.
Selain itu, Interbrand mempertimbangkan strategi, empati terhadap pelanggan, diferensiasi, keterlibatan pelanggan, konsistensi, dan kepercayaan. Kombinasi faktor inilah yang menempatkan Samsung di jajaran lima besar merek global.
Posisi Samsung di pasar smartphone global sendiri sempat menjadi sorotan. Sebelumnya, Apple sempat menggeser Samsung sebagai raja smartphone global 2025.
Persaingan di segmen ini pun masih berlangsung ketat, dengan iPhone 16 tercatat sebagai smartphone terlaris global pada kuartal III 2025.
Kendati demikian, pengakuan Interbrand menegaskan bahwa nilai merek Samsung tetap kokoh. Investasi pada semikonduktor AI dan pengalaman AI lintas perangkat menjadi fondasi yang menopang posisi perusahaan di jajaran merek paling bernilai dunia.
Pencapaian ini juga memperlihatkan bahwa strategi “One Samsung” dan pendekatan berorientasi pelanggan turut diperhitungkan dalam penilaian global. Bagi Samsung, konsistensi tujuh tahun di lima besar menjadi indikator stabilitas merek di tengah dinamika industri teknologi yang bergerak cepat.


