spot_img
Latest Phone

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

ARTIKEL TERKAIT

HP Android Lama Terancam Tak Kebagian Gemini Intelligence

Telko.id – Google menetapkan spesifikasi yang cukup tinggi untuk perangkat Android yang ingin menjalankan fitur AI terbaru mereka, Gemini Intelligence.

Teknologi ini memang menjanjikan pengalaman AI yang jauh lebih canggih dan proaktif, namun di sisi lain membuat banyak smartphone lama berpotensi tidak kebagian fitur tersebut.

Berdasarkan catatan kaki yang tertera di halaman web Gemini Intelligence, terungkap bahwa fitur-fitur eksklusif ini membutuhkan spesifikasi perangkat keras dan lunak yang tidak main-main.

Melansir dari Detik inet, agar sebuah smartphone Android dapat menjalankan Gemini Intelligence, Google menetapkan sejumlah syarat minimum, yang tergolong berat, di antaranya:

  • Ditenagai oleh chipset kelas flagship.
  • Memiliki kapasitas RAM minimal 12GB.
  • Mendukung AI Core dan Gemini Nano v3 (atau versi yang lebih tinggi).
  • Jaminan pembaruan: Produsen harus menjamin minimal 5 kali peningkatan OS Android dan 6 tahun pembaruan keamanan kuartalan.
  • Memenuhi standar kualitas tertentu terkait tingkat crash dan aspek stabilitas perangkat lainnya.

Indikator paling menentukan dari daftar tersebut adalah kewajiban dukungan Nano v3. Berdasarkan halaman developer Google, dukungan Nano v3 saat ini sebagian besar hanya menyasar ponsel yang diluncurkan pada tahun 2026 dan akhir 2025.

Baca Juga:

Beberapa perangkat yang masuk radar dukungan ini antara lain seri Pixel 10 dan seri Samsung Galaxy S26.

Ironisnya, perangkat premium yang lebih tua sedikit seperti Pixel 9 dan Galaxy Z Fold 7 tampaknya belum memenuhi kriteria tersebut.

Meski begitu, ada catatan penting bahwa halaman pengembang Google saat ini masih merujuk pada dukungan API, bukan ketersediaan model Nano v3 itu sendiri.

Hal ini menyisakan secercah harapan bahwa fitur ini bisa saja ditambahkan melalui pembaruan OS di masa mendatang.

Syarat tersebut menunjukkan bahwa Gemini Intelligence bukan sekedar fitur AI biasa.

Google memang sedang mengubah Android menjadi sistem yang lebih berbasis AI Agent, dimana AI dapat memahami konteks layar, berpindah antar aplikasi, hingga menjalankan tugas kompleks secara otomatis tanpa banyak interaksi manual dari pengguna.

Di luar urusan spesifikasi yang berat, Gemini Intelligence memang menjanjikan lompatan fungsionalitas yang luar biasa.

Mengusung konsep mengubah smartphone dari sekedar ‘sistem operasi’ menjadi ‘sistem intelijen’ ini membawa sejumlah fitur menarik, seperti:

Rambler, fitur ini mampu merapikan dikte suara yang kacau atau berantakan menjadi teks tertulis yang terstruktur dengan baik, bahkan jika pengguna mencampuradukkan bahasa saat berbicara.

Isi formulir cerdas, AI dapat membaca informasi dari foto yang tersimpan di ponsel. Misalnya Gemini bisa otomatis mengisi detail penerbangan Anda hanya dengan memindai foto paspor di galeri, tanpa perlu mengetik manual.

Vibe Code, kemampuan untuk menciptakan widget kustom secara instan yang disesuaikan dengan fitur atau informasi apapun yang sedang dibutuhkan pengguna.

Fitur-fitur ini akan dijadwalkan debut pertama kali pada perangkat Pixel dan Samsung Galaxy di akhir tahun 2026.

Kehadiran syarat hardware yang tinggi ini juga memperlihatkan arah baru industri smartphone.

AI kini mulai menjadi inti utama pengalaman perangkat, sehingga kapasitas RAM besar dan chip AI khusus semakin dibutuhkan untuk menjalankan Proses AI langsung di perangkat (on-device AI) tanpa bergantung penuh ke cloud.

Kondisi ini bisa membuat siklus upgrade smartphone menjadi lebih cepat. Jika sebelumnya HP flagship bisa bertahan nyaman selama bertahun-tahun, era AI generatif kemungkinan akan membuat perangkat dengan spesifikasi lama lebih cepat tertinggal karena keterbatasan kemampuan pemrosesan AI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU