Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Chery Jual Robot Humanoid Mornine M1 ke Publik

    Chery Jual Robot Humanoid Mornine M1 ke Publik

    Telko.id – Produsen otomotif asal China, Chery, mulai memasarkan robot humanoid buatannya ke publik, menandai langkah baru industri otomotif yang mulai merambah ke teknologi robotika berbasis AI.

    Robot ini tidak lagi sekadar konsep, tetapi sudah ditawarkan secara komersial dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.

    Dilansir dari Carnewschina, Kamis (16/4), robot manusia tersebut diberi nama Mornine M1. Penjualan dibuka secara daring melalui toko resmi ‘AiMoga Intelligent Robot’ di JD.com mulai bulan ini.

    Robot humanoid Chery dirancang untuk dapat berinteraksi langsung dengan manusia, termasuk berjalan, mengenali suara, serta merespons perintah sederhana.

    Robot ini juga dibekali sistem kecerdasan buatan yang memungkinkan adaptasi terhadap lingkungan sekitar, sehingga bisa digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari layanan pelanggan hingga asisten pribadi.

    Baca Juga:

    Mornine M1 dibanderol 285.800 yuan atau sekira Rp 716 jutaan. Menurut rencana, unitnya baru tersedia mulai akhir bulan depan. Selain robot humanoid, AiMoga juga menawarkan robot anjing Argos X1 dengan harga 15.800 yuan atau Rp 39 jutaan.

    Mornine M1 punya ukuran penuh. Tingginya 167 cm dengan bobot 70 kg dan memiliki 40 derajat kebebasan gerak di seluruh tubuh. Robot ini mampu berjalan hingga 1 m/s dan membawa beban di ujung lengan hingga 1,5 kg. Sumber dayanya berasal dari baterai 0,7 kWh yang bisa digunakan selama dua jam dalam kondisi penuh.

    Untuk mendukung kemampuan navigasi dan interaksi, M1 dibekali sensor lengkap seperti 3D LiDAR, dua kamera depth, satu kamera wide-angle, serta empat radar ultrasonik.

    Laporan TrendForce bahkan menyebut industri robot humanoid global akan memasuki fase komersialisasi penting pada paruh kedua 2026.

    China diprediksi menjadi pemain dominan dengan lonjakan produksi hingga 94% secara tahunan. Beberapa nama seperti Unitree Robotics dan Zhiyuan Robotics disebut bakal menguasai sebagian besar pasar.

    Namun, langkah Chery ini menunjukkan tren yang semakin jelas di industri teknologi, di mana batas antara otomotif, AI, dan robotika mulai semakin kabur.

    Perusahaan otomotif tidak lagi hanya fokus pada kendaraan, tetapi juga mulai mengembangkan ekosistem teknologi cerdas yang mencakup robot dan perangkat AI lainnya.

    Kehadiran robot humanoid komersial ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan teknologi di kehidupan sehari-hari, meski adopsinya kemungkinan masih terbatas dalam waktu dekat karena faktor harga dan kemampuan yang masih berkembang.

  • Elon Musk Siapkan XChat, Tantang WhatsApp

    Elon Musk Siapkan XChat, Tantang WhatsApp

    Telko.id – Elon Musk kembali membuat gebrakan dengan memperkenalkan XChat, aplikasi pesan instan baru yang digadang-gadang menjadi pesaing langsung WhatsApp.

    Aplikasi ini dijadwalkan rilis pada 17 April 2026 dan menjadi bagian dari ekspansi ekosistem platform X (sebelumnya Twitter) ke ranah komunikasi pribadi.

    Melansir 9to5Mac, daftar aplikasi perpesanan tersebut di App Store menampilkan pratinjau desainnya, termasuk ikon yang detail, serta tanggal rilis 17 April.

    XChat akan memungkinkan pengguna untuk “bercakap-cakap dengan siapa pun di X dalam ruang pribadi yang dirancang khusus untuk percakapan,” menurut deskripsi aplikasi tersebut.

    XChat tidak akan menampilkan iklan atau fitur pelacakan, dan pesan-pesan yang dikirimkan dienkripsi secara end-to-end.

    Cuplikan aplikasi ini menampilkan berbagai fitur, seperti kemampuan untuk memblokir tangkapan layar, mengirim pesan yang menghilang, mengadakan obrolan grup, dan melakukan panggilan video.

    Baca Juga:


    Aplikasi ini telah menjalani tahap pengujian sejak tahun lalu. XChat dapat dipesan terlebih dahulu melalui App Store menjelang peluncurannya pada Jumat ini.

    Beberapa fitur tambahan yang disiapkan mencakup disappearing messages (pesan otomatis hilang), kemampuan mengedit dan menghapus pesan, serta fitur keamanan seperti blokir screenshot untuk menjaga privasi percakapan.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa XChat tidak hanya meniru fitur aplikasi chat yang sudah ada, tetapi juga mencoba menonjolkan aspek keamanan dan kontrol pengguna sebagai nilai utama.

    Musk sebelumnya juga sempat menyindir aplikasi perpesanan milik Meta itu. Dalam sebuah cuitan di X, Musk menanggapi berita mengenai gugatan terhadap WhatsApp yang dituduh dapat mengakses pesan pribadi tanpa persetujuan pengguna.

    “Tidak bisa percaya WhatsApp,” cuit Musk, melansir Mashable.

    Meski tuduhan tersebut telah dibantah oleh pihak WhatsApp, langkah Musk tetap menunjukkan ambisi untuk menghadirkan alternatif komunikasi yang lebih berfokus pada keamanan data pengguna.

    kehadiran XChat menandai persaingan baru di pasar aplikasi pesan instan yang selama ini didominasi oleh WhatsApp dan platform besar lainnya.

    Aplikasi ini berpotensi menawarkan pilihan baru dengan fokus pada privasi dan integrasi dengan ekosistem X. Namun, keberhasilannya masih akan sangat bergantung pada adopsi pengguna dan seberapa kuat ekosistem yang dibangun di sekitarnya.

  • OpenAI Turunkan Harga ChatGPT Pro di Indonesia

    OpenAI Turunkan Harga ChatGPT Pro di Indonesia

    Telko.id – OpenAI melakukan penyesuaian harga layanan ChatGPT Pro di Indonesia, yang kini menjadi lebih murah dibanding sebelumnya. Langkah ini membuat akses ke fitur AI premium menjadi lebih terjangkau bagi pengguna di dalam negeri, sekaligus memperluas adopsi teknologi AI di berbagai kalangan.

    Jika sebelumnya paket ChatGPT Pro dibanderol 200 dollar AS atau sekitar Rp 3,4 juta per bulan, kini OpenAI merilis opsi baru dengan harga 100 dollar AS per bulan, setara sekitar Rp 1,7 juta. Dengan harga yang lebih rendah, paket ini tetap menawarkan keunggulan untuk penggunaan fitur agen AI coding, Codex.

    Berdasarkan pengumuman OpenAI di platform X, paket Pro versi lebih murah tersebut menyediakan dukungan Codex hingga lima kali lebih banyak dibanding ChatGPT Plus.

    OpenAI menyebut ChatGPT Plus masih menjadi pilihan ideal untuk kebutuhan harian yang stabil. Namun, paket Pro 100 dollar AS ini disebut sebagai opsi yang lebih mudah dijangkau bagi pengguna dengan kebutuhan coding yang lebih berat setiap hari.

    Baca Juga:

    Dengan kehadiran paket baru ini, pilihan langganan ChatGPT untuk pengguna individu kini bertambah menjadi lima, yakni versi gratis, Go, Plus, serta dua varian Pro.

    Di pasar Tanah Air, paket Pro dipatok sekitar Rp 1.889.000 per bulan, sedangkan paket Pro versi lain dibanderol sekitar Rp 3,5 juta.

    Selain menawarkan kuota penggunaan Codex yang lebih besar dibanding ChatGPT Plus, paket baru ini juga memberi akses lebih awal ke sejumlah fitur ChatGPT yang masih dalam tahap pengembangan oleh OpenAI. Beberapa fitur yang ditawarkan untuk paket ChatGPT Pro versi yang lebih terjangkau:

    • Kuota penggunaan hingga 5 kali lebih besar dibandingkan ChatGPT Plus,
    • Akses ke model AI unggulan milik OpenAI
    • Akses ke Codex,
    • Akses awal ke fitur-fitur eksperimental ChatGPT sebelum dirilis lebih luas.

    Dalam laporan CNBC, peluncuran paket ChatGPT Pro ini juga disebut sebagai langkah OpenAI untuk memperkuat persaingan dengan Anthropic yang telah meluncurkan agen coding Claude Code pada Mei 2025, sementara OpenAI merilis Codex pada April di tahun yang sama.

    Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari strategi OpenAI untuk menyesuaikan biaya langganan dengan kondisi pasar global dan daya beli di masing-masing negara. Dengan skema baru, pengguna di Indonesia bisa menikmati layanan ChatGPT Pro dengan harga yang lebih kompetitif tanpa mengurangi fitur utama yang ditawarkan.

  • ITSEC Asia IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

    ITSEC Asia IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

    Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) merayakan ulang tahun ke-16 dengan meluncurkan IntelliBron Aman Enterprise.

    Solusi keamanan siber mobile buatan Indonesia ini dirancang untuk melindungi perangkat pribadi karyawan, siswa, dan aparatur pemerintah di dalam suatu institusi tanpa biaya pribadi.

    Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan peluncuran ini mewujudkan visi perusahaan bahwa keamanan siber yang kuat tidak hanya untuk organisasi besar.

    “Selama 16 tahun terakhir, ITSEC tumbuh seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

    IntelliBron Aman Enterprise menjawab celah keamanan organisasi dari perangkat mobile pribadi yang digunakan sehari-hari. Ancaman seperti malware, penipuan berkedok bank, pencurian data finansial, hingga aplikasi judi online semakin nyata di Indonesia.

    Satu perangkat yang tidak terlindungi dapat menjadi pintu masuk ancaman ke sistem organisasi.

    Solusi ini menggunakan model berlangganan institusi. Sekolah, instansi pemerintah, atau perusahaan yang berlangganan akan mendapatkan kode aktivasi khusus untuk dibagikan kepada anggotanya.

    Setiap individu dapat mengunduh aplikasi melalui platform resmi dan mengaktifkannya tanpa biaya. Perlindungan dari berbagai ancaman digital langsung aktif setelah diaktifkan.

    Content image for article: ITSEC Asia Luncurkan IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

    Patrick Dannacher menekankan urgensi solusi ini. “Ancaman yang dihadapi masyarakat Indonesia di ponsel mereka saat ini bukanlah abstraksi teknis. Tapi merupakan penipuan finansial yang dapat mengosongkan rekening bank, malware yang membajak dompet digital dan platform yang mengeksploitasi pengguna yang rentan,” jelasnya.

    “IntelliBron Aman Enterprise adalah jawaban kami: institusi Anda melindungi Anda, dan tidak dipungut biaya apa pun,” ujar nya menambahkan.

    Produk ini merupakan pengembangan dari IntelliBron Aman versi individu yang sudah tersedia untuk masyarakat luas. Versi enterprise ini disebut sebagai solusi pertama buatan Indonesia yang mampu berjalan di dua skala sekaligus: individu berlangganan mandiri dan institusi melindungi anggota secara kolektif.

    Pencapaian ini dibangun di atas fondasi bisnis yang matang. Pada 2025, ITSEC mencatatkan pendapatan Rp527,1 miliar, tumbuh sekitar 62 persen secara tahunan.

    Laba bersih perusahaan mencapai Rp65,4 miliar, menandai transformasi menjadi bisnis keamanan siber yang terukur dan berkelanjutan.

    Content image for article: ITSEC Asia Luncurkan IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

    Didirikan pada 2010 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023, ITSEC Asia kini memiliki operasi di Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius. Perusahaan didukung lebih dari 400 profesional dan telah menyelesaikan lebih dari 7.000 proyek keamanan siber. Klien aktifnya mencakup sektor layanan keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.

    Selain peluncuran produk, ITSEC Asia juga terus berfokus pada pengembangan talenta keamanan siber lokal. Pada 2025, perusahaan mendirikan ITSEC Cyber dan AI Academy sebagai inisiatif strategis menjawab kesenjangan talenta di Indonesia.

    Academy ini berfokus pada penguatan kapabilitas praktis institusi dalam manajemen risiko siber, tata kelola, dan adopsi AI.

    Patrick Dannacher menutup pernyataannya dengan komitmen jangka panjang. “Masa depan digital Indonesia adalah milir seluruh masyarakat Indonesia dan keamanan sibernya juga harus demikian. Selama enam belas tahun kami telah membangun keahlian teknologi dan fondasi organisasi untuk menjalankan tanggung jawab ini. IntelliBron Aman Enterprise adalah cara kami mewujudkannya.”

    Peluncuran IntelliBron Aman Enterprise menandai babak baru ITSEC Asia dalam memperkuat ketahanan digital Indonesia di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor. (Icha)

  • Anthropic Kaji untuk Kembangkan Chip AI Sendiri

    Anthropic Kaji untuk Kembangkan Chip AI Sendiri

    Telko.id – Perusahaan AI Anthropic dilaporkan tengah mengkaji kemungkinan untuk mengembangkan chip AI (AI chip) sendiri sebagai respons terhadap kelangkaan pasokan semikonduktor global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat infrastruktur komputasi yang dibutuhkan dalam pengembangan model AI skala besar.

    Rencana ini dilaporkan masih berada pada tahap awal, di mana perusahaan pada akhirnya mungkin tetap memutuskan untuk hanya membeli cip AI dan tidak merancangnya.

    Hal tersebut disampaikan oleh dua orang yang mengetahui masalah tersebut dan satu orang yang diberi pengarahan tentang rencana perusahaan.

    Seperti dikutip Reuters (10/04/2026), manuver eksplorasi ini berbanding lurus dengan permintaan untuk model AI Claude yang terus mengalami akselerasi sepanjang tahun 2026.

    Baca Juga:

    Awal pekan ini, pihak Anthropic menyatakan bahwa tingkat pendapatan tahunan (run-rate revenue) perusahaan rintisan (startup) tersebut kini telah melampaui angka US$30 miliar, melonjak dari sekitar US$9 miliar pada akhir tahun 2025.

    Selama ini, pengembangan AI sangat bergantung pada chip dari vendor seperti NVIDIA, yang mendominasi pasar GPU untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi model AI.

    Namun, tingginya permintaan membuat pasokan menjadi terbatas dan biaya semakin meningkat, sehingga mendorong perusahaan seperti Anthropic untuk mencari alternatif yang lebih mandiri.

    Meski masih dalam tahap kajian awal, langkah ini mencerminkan tren besar di industri AI, di mana perusahaan mulai mengintegrasikan software dan hardware dalam satu ekosistem. Strategi ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh perusahaan teknologi lain untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga sekaligus meningkatkan kontrol terhadap performa produk mereka.

    Diskusi internal Anthropic mengenai perancangan cip ini nyatanya mencerminkan upaya serupa yang sedang berlangsung di perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Meta dan OpenAI.

    Meski menggiurkan untuk kemandirian ekosistem, ambisi pembuatan cip AI tingkat lanjut dapat menelan biaya sekitar setengah miliar dolar, menurut sumber industri.

    Hal ini mengingat perusahaan perlu mempekerjakan barisan insinyur yang sangat terampil serta mengalokasikan pengeluaran ekstra untuk memastikan proses manufaktur tidak memiliki cacat produksi (defects).

    Secara teknologi, pengembangan chip sendiri memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan hardware sesuai kebutuhan model AI mereka, baik dari sisi efisiensi, performa, maupun konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, sistem AI dapat berjalan lebih optimal dibandingkan menggunakan chip umum yang diproduksi massal.

  • Nvidia & MediaTek Kembangkan Chip N1, Setara RTX 5070!

    Nvidia & MediaTek Kembangkan Chip N1, Setara RTX 5070!

    Telko.id – NVIDIA bekerja sama dengan MediaTek untuk mengembangkan chip baru bernama N1, sebuah system-on-chip (SoC) yang dirancang khusus untuk laptop generasi berikutnya.

    Chip N1 ini digadang akan memiliki performa grafis setara dengan RTX 5070. Chip ini menjadi langkah Nvidia untuk masuk ke pasar prosesor laptop yang selama ini didominasi oleh Intel, AMD, dan Apple.

    Bocoran wujud asli perangkat keras ini muncul melalui daftar penjualan di platform barang bekas asal China, Goofish, yang menampilkan unit motherboard purwarupa. Dilansir dari Detik iNET, papan sirkuit tersebut sempat ditawarkan seharga 1.400 dolar AS atau sekitar Rp 22,4 juta sebelum akhirnya dihapus oleh penjual.

    Secara teknologi, chip N1 menggabungkan CPU berbasis ARM, GPU, dan NPU (AI processor) dalam satu paket terpadu. Pendekatan ini memungkinkan perangkat memiliki performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik, mirip dengan strategi yang digunakan Apple pada chip seri M.

    Baca Juga:

    Data spesifikasi menunjukkan chip N1 dikelilingi oelh delapan modul memori SK Hynix LPDDR5X dengan total kapasitas mencapai 128GB.

    Komponen utama in imemerlukan pasokan daya tinggi yang didukung oleh pengaturan daya masih serta ruang khusus untuk sistem pendingin kipas pada perangkat laptop atau tablet.

    Berdasarkan keterangan CEO Jensen Huang, chip N1 berbagi pondasi silicon yang sama dengan perangkat GB10 Superchip. Prosesor tersebut mengandalkan 20 inti CPU berbasis Arm rancangan MediaTek yang terbagi dalam dua kluster khusus untuk mengoptimalkan pemrosesan.

    Chip ini juga dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi modern, termasuk AI, gaming, dan pembuatan konten. Dengan integrasi GPU berbasis arsitektur terbaru Nvidia, performanya diklaim mampu menyaingi kelas GPU diskrit tertentu, namun dengan konsumsi daya yang lebih rendah sehingga cocok untuk laptop tipis dan ringan.

    Pada sektor visual, chip ini mengintegrasikan GPU berarsitektur Blackwell yang memiliki 6.144 inti CUDA di dalamnya. Kekuatan grafis bawaan yang sangat tinggi ini diklaim mampu menyaingi performa kartu grafis kelas atas untuk menangani beban kerja berat dan kebutuhan gaming.

    Papan sirkuit purwarupa tersebut juga dilengkapi berbagai konektivitas modern seperti port HDMI, USB Type-A, USB-C, serta dua slot M.2. Selain itu, terdapat antena terintegrasi untuk mendukung jaringan nirkabel pada perangkat yang menggunakan modul sampel engineer Nvidia N1 AI Book ini.

    Beberapa produsen seperti Dell dan Lenovo disebut sudah mulai menguji perangkat berbasis chip ini, dengan target peluncuran di sekitar tahun 2026, kemungkinan bertepatan dengan ajang teknologi seperti Computex.

    Langkah ini menunjukkan arah baru industri laptop, di mana arsitektur ARM mulai semakin kompetitif dibandingkan x86. Jika berhasil, chip N1 berpotensi mengubah pasar dengan menghadirkan laptop yang lebih ringan, baterai lebih awet, namun tetap mampu menjalankan tugas berat seperti AI dan gaming.

  • Waspadalah Modus Juice Jacking, Data Bisa Dicuri dari Charger

    Waspadalah Modus Juice Jacking, Data Bisa Dicuri dari Charger

    Telko.id – Munculnya modus kejahatan siber bernama juice jacking menjadi ancaman baru bagi pengguna smartphone, terutama saat mengisi daya di fasilitas umum. Teknik ini memanfaatkan port USB publik yang telah dimodifikasi untuk mencuri data atau menyisipkan malware ke perangkat tanpa disadari pengguna.

    Dilansir dari laman American Association of Retired Persons, Juice jacking adalah istilah untuk modus kejahatan siber yang memanfaatkan port USB publik sebagai celah untuk menyerang perangkat pengguna.

    Modus ini dikhawatirkan terjadi saat seseorang mengisi daya ponsel, tablet, atau perangkat lain di stasiun pengisian daya umum yang tersedia di bandara, hotel, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lain. Dalam skenario ini, port USB yang tampak seperti charger biasa ternyata juga bisa dipakai untuk mentransfer data, bukan sekadar menyalurkan listrik.

    Ancaman ini biasanya ditemukan di tempat umum seperti bandara, stasiun, hotel, atau pusat perbelanjaan yang menyediakan fasilitas charging gratis. Karena terlihat normal, banyak pengguna tidak menyadari bahwa port tersebut bisa saja telah disusupi perangkat berbahaya.

    Istilah ini kembali ramai dibahas setelah FBI melalui kantor lapangan Denver pada April 2023 mengingatkan masyarakat agar menghindari penggunaan stasiun pengisian daya gratis di tempat umum.

    Baca Juga:

    FBI menyebut pelaku kejahatan siber telah menemukan cara untuk memakai port USB publik guna menyisipkan malware dan perangkat lunak pemantau ke perangkat korban. Peringatan serupa juga pernah diperbarui oleh Federal Communications Commission (FCC) yang menyebut juice jacking sebagai salah satu taktik pencurian siber yang perlu diwaspadai.

    Selain pencurian data, juice jacking juga dapat digunakan untuk menanam malware ke dalam smartphone. Malware ini bisa berjalan di latar belakang, memantau aktivitas pengguna, hingga mencuri informasi secara berkelanjutan tanpa terdeteksi.

    Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan langkah sederhana. Pengguna disarankan untuk menggunakan charger pribadi, membawa adaptor sendiri (bukan langsung colok USB publik), atau menggunakan perangkat tambahan seperti USB data blocker yang hanya mengizinkan aliran listrik tanpa transfer data.

    Perkembangan modus seperti juice jacking menunjukkan bahwa ancaman siber kini tidak hanya datang dari internet, tetapi juga dari perangkat fisik di sekitar kita. Seiring meningkatnya ketergantungan pada smartphone, kesadaran terhadap keamanan digital menjadi semakin penting dalam aktivitas sehari-hari.

  • Pasar Smartphone Global Turun 6% di Q1 2026 Akibat Krisis Memori

    Pasar Smartphone Global Turun 6% di Q1 2026 Akibat Krisis Memori

    Telko.id – Pengiriman smartphone global mengalami penurunan 6% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal pertama 2026.

    Penurunan ini didorong oleh kelangkaan komponen memori DRAM dan NAND yang mengganggu pasokan dan meningkatkan biaya produksi, menurut data terbaru dari Counterpoint Research.

    Estimasi awal dari Counterpoint menunjukkan sentimen pasar secara keseluruhan tetap hati-hati. Penyebab utamanya adalah kekurangan komponen memori dan permintaan yang lebih lemah.

    Pusat data AI yang sedang masif dibangun menyerap produk memori dalam jumlah besar, mirip dengan yang terjadi pada GPU, sehingga menyisakan lebih sedikit untuk elektronik konsumen seperti smartphone.

    Analis Senior Counterpoint, Shilpi Jain, mengatakan, “Penurunan pengiriman ini terutama didorong oleh pemain memori yang memprioritaskan pusat data AI daripada elektronik konsumen, meninggalkan OEM dengan margin yang tertekan dan memaksa mereka untuk meneruskan kenaikan biaya Bahan Baku (BOM) langsung ke konsumen.”

    Produsen (OEM) telah menyesuaikan strategi harga dan produksi mereka, seperti menunda produk dan mengurangi peluncuran. Di sisi lain, konsumen menahan pengeluaran di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

    Beberapa OEM justru melakukan pengiriman lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga komponen dan biaya logistik yang lebih mahal, yang ternyata meredam penurunan pengiriman yang lebih besar.

    Dalam peringkat OEM, Apple meraih kemenangan dengan memimpin pasar untuk pertama kalinya di kuartal pertama. Pangsa pasarnya mencapai 21% dengan pertumbuhan 5% YoY.

    Berkat posisi premium dan rantai pasokannya yang sangat terintegrasi, Apple disebut sebagai merek yang paling tahan terhadap krisis memori. Faktor pendukung lainnya adalah popularitas seri iPhone 17, program tukar-tambah yang agresif, dan ketergantungan ekosistem yang mendorong pertumbuhan volume meski lingkungan makro lebih lemah.

    Apple juga menikmati pertumbuhan yang lebih kuat di beberapa pasar kunci Asia-Pasifik, seperti China, India, dan Jepang.

    Samsung kurang beruntung dengan penurunan pengiriman 6% YoY di Q1 dan pangsa pasar 20%. Merek ini mengalami permintaan yang lebih lemah di segmen pasar massal dan penundaan peluncuran seri Galaxy S26, meski laporan mencatat momentum awal seri S26 tetap kuat.

    Untuk mengurangi tekanan biaya yang meningkat, Samsung menyesuaikan portofolio produknya dengan menyederhanakan opsi entry-level dan menekankan konfigurasi tier yang lebih tinggi, yang efektif menaikkan harga awal sekaligus memperkuat posisi premium perangkatnya.

    Xiaomi di posisi ketiga mengalami penurunan tertinggi di antara lima merek teratas, yaitu 13% YoY. Counterpoint menyebutkan, karena terekspos berat pada segmen entry-level yang sensitif harga, Xiaomi menjadi sangat rentan terhadap kenaikan biaya memori. OPPO dan vivo menempati posisi keempat dan kelima, dan keduanya juga mengalami penurunan pengiriman.

    Lebih jauh di peringkat, Google dan Nothing disebutkan meraih kemenangan. Google berhasil mencatatkan pertumbuhan pengiriman 14% YoY.

    Counterpoint mengatakan jajaran Pixel “memperkuat kehadirannya di pasar matang kunci, dengan kemampuan AI tepi, fotografi komputasi, dan perangkat lunak yang bersih serta ramah pengguna membantu merek mendapatkan pangsa.”

    Nothing menikmati pertumbuhan 25% YoY, karena “terus mendapat manfaat dari desainnya yang khas, posisi ceruk, dan kesadaran konsumen yang tumbuh, mendorong adopsi kuat di segmen targetnya.”

    Shilpi Jain menambahkan, “Sementara pasokan tetap terbatas, kenaikan harga energi, biaya logistik yang lebih tinggi, dan ketidakpastian ekonomi yang didorong oleh ketegangan di Timur Tengah membuat sentimen konsumen untuk perangkat baru tetap rendah, mendorong permintaan untuk perangkat refurbished dan semakin menekan pengiriman”.

    Ia juga menambahkan bahwa kekurangan chip memori dan kenaikan biaya paling berdampak pada segmen yang sensitif harga, seperti perangkat entry dan mid-range, yang paling terpapar tekanan permintaan dan pasokan seperti itu.

    Outlook dan Perbedaan Pandangan

    Prospek Counterpoint untuk sisa tahun ini tetap lemah, karena diperkirakan krisis memori mungkin berlangsung hingga akhir 2027. Diharapkan OEM akan memprioritaskan nilai daripada volume, pembaruan konfigurasi, memotong model bermargin rendah, dan lebih banyak bergerak di perangkat refurbished untuk mempertahankan pangsa pasar kelas bawah.

    “Dengan premiumisasi yang tetap stabil tetapi margin di bawah tekanan, merek akan semakin mengandalkan perangkat lunak, ekspansi ekosistem, dan layanan untuk pertumbuhan di kuartal-kuartal mendatang,” simpul laporan tersebut.

    Namun, pendapat terbagi mengenai waktu spesifik dampak krisis memori terhadap pasar smartphone. Menurut angka Omdia untuk periode yang sama, pasar smartphone global justru tumbuh 1% YoY.

    Omdia menegaskan ini belum mencerminkan dampak penuh dari kenaikan biaya di sisi pasokan karena “pengisian inventaris vendor di saluran sementara mendukung pengiriman.”

    Omdia memperkirakan harga DRAM dan NAND seluler naik sekitar 90% secara kuartalan (QoQ) di Q1 dan mengharapkannya meningkat 30% lagi di Q2.

    Runar Bjorhovde, Analis Utama di Omdia, mengatakan, “Yang terburuk masih di depan karena tekanan yang digerakkan oleh biaya membebani rantai nilai smartphone. Dalam jangka pendek, harga yang lebih tinggi menciptakan guncangan permintaan, dengan konsumen menunda pembelian, sebelum secara bertahap beradaptasi saat harga stabil. Pada saat yang sama, ketidakpastian seputar harga dan ketersediaan mendorong beberapa mitra saluran untuk meningkatkan inventaris, yang sementara mendukung pengiriman.”

    Dia menambahkan bahwa ini akan menunda daripada mengimbangi dampak bagi vendor, dengan tekanan diperkirakan semakin intens seiring berjalannya tahun. Qualcomm sebelumnya juga telah memperingatkan dampak krisis memori terhadap kinerja kuartalan.

    Omdia mengharapkan pasar smartphone global semakin miring ke sisi negatif pada 2026, dengan pengiriman kemungkinan turun sekitar 15% di tengah biaya yang meningkat dan volatilitas makro.

    Tren ini mengonfirmasi prediksi sebelumnya tentang penurunan pasar smartphone pada tahun ini, meski sebelumnya sempat ada pertumbuhan di kuartal III 2025.

    Bagaimanapun, selama permintaan untuk membangun pusat data tidak surut, tekanan pada komponen yang menyertainya akan tetap ada.

    Strategi vendor seperti Samsung yang mungkin fokus pada inovasi bentuk faktor, seperti smartphone trifold, dan penyesuaian portofolio akan menjadi kunci dalam menghadapi lingkungan pasar yang menantang ini. (Icha)

  • TCL A400 Pro TV Eksklusif Hadir di INFORMA, Desain Seperti Lukisan

    TCL A400 Pro TV Eksklusif Hadir di INFORMA, Desain Seperti Lukisan

    Telko.id – TCL secara resmi meluncurkan televisi estetik TCL A400 Pro NXT VISION TV di Indonesia melalui kemitraan eksklusif dengan INFORMA Electronics.

    TV dengan teknologi QD-Mini LED ini hadir dengan desain ultra-tipis dan layar matte anti-pantulan, dirancang untuk menyatu sempurna dengan dinding layaknya sebuah karya seni.

    Kolaborasi ini menegaskan posisi INFORMA Electronics sebagai destinasi utama produk teknologi terkini. Bertha Hapsari, Vice President of Marketing Communication INFORMA Electronics, menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat kini berkembang tidak hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada produk yang mampu menyatu dengan gaya hidup dan estetika hunian.

    “Melalui kehadiran TCL A400 Pro secara eksklusif di seluruh toko kami, INFORMA Electronics ingin menghadirkan nilai tambah dan pengalaman baru dalam menciptakan ruang yang nyaman,” ujarnya.

    Evan Tang, CEO TCL Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau konsumen yang mengapresiasi perpaduan teknologi flagship dan gaya hidup.

    “Melalui fitur QD-Mini LED, kami memastikan kualitas gambar tetap menjadi yang utama, sementara desain ‘Fit Everywhere’ memastikan TV ini menjadi pusat perhatian yang artistik di dalam ruangan,” kata Tang.

    TCL A400 Pro diklaim sebagai televisi artistik pertama di Indonesia yang mengusung teknologi flagship QD-Mini LED.

    Teknologi ini menghasilkan tingkat kecerahan tinggi, kontras tajam, dan akurasi warna presisi untuk pengalaman menonton film, olahraga, atau bermain game yang lebih optimal. Performa visual tersebut didukung oleh sistem audio premium dari ONKYO.

    Content image for article: TCL A400 Pro TV Eksklusif Hadir di INFORMA, Desain Seperti Lukisan

    Fitur unggulan utama TV ini adalah mode Art Gallery dan layar matte. Saat tidak digunakan untuk menonton, layar dapat menampilkan lukisan digital atau foto keluarga dengan tampilan seperti kanvas asli, bebas dari pantulan cahaya yang mengganggu.

    Desain ultra-slim dan opsi pemasangan Seamless Wall-mount memungkinkan TV terpasang rapat di dinding.

    INFORMA Electronics menjadi satu-satunya retailer di Indonesia yang menyediakan varian ukuran terbesar, yaitu 75 inci, secara eksklusif di semua gerainya.

    Selain ukuran 75 inci, seri TCL A400 Pro juga tersedia dalam pilihan ukuran 32, 43, 55, dan 65 inci untuk menyesuaikan berbagai kebutuhan ruang.

    Fleksibilitas penempatan menjadi poin penting. Selain dapat dipasang di dinding, TV ini juga mendukung penggunaan mobile floor stand untuk kemudahan memindahkannya antar ruangan sesuai keinginan pengguna.

    Kehadiran TCL A400 Pro memperkaya pilihan TV premium di pasar Indonesia yang semakin mengedepankan desain. Tren integrasi perangkat elektronik dengan interior rumah kini semakin kuat, di mana perangkat tidak hanya berfungsi tetapi juga menjadi elemen dekorasi.

    Peluncuran produk eksklusif melalui jalur retail tertentu, seperti yang dilakukan TCL dengan INFORMA, menjadi strategi umum untuk membangun positioning produk.

    Konsumen dapat mengunjungi gerai INFORMA Electronics terdekat untuk melihat dan merasakan langsung fitur TCL A400 Pro.

    INFORMA Electronics juga menawarkan kemudahan pembelian dengan cicilan 0% hingga 24 bulan, termasuk opsi tanpa kartu kredit. Informasi produk dan pembelian dapat diakses melalui INFORMA Mobile App atau platform omnichannel Ruparupa dari Kawan Lama Group.

    Inovasi pada televisi terus berkembang, tidak hanya pada kualitas gambar tetapi juga pada integrasi dengan ekosistem rumah pintar. Sebelumnya, Samsung memperkenalkan TV Micro RGB 130 inci yang menawarkan teknologi layar terbaru.

    Sementara itu, perangkat pendukung seperti WiZ TV Sync Lights juga hadir untuk menciptakan pengalaman hiburan rumah yang lebih imersif. (Icha)

  • Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

    Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

    Telko.id – Meta secara resmi mengumumkan Muse Spark, model kecerdasan buatan (AI) pertama dalam seri large language models (LLMs) baru yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs.

    Langkah ini merupakan bagian dari perjalanan perusahaan menuju personal superintelligence, yaitu asisten AI yang dapat membantu pengguna dalam berbagai hal penting.

    Muse Spark dirancang khusus untuk produk-produk Meta. Model AI ini akan membuat Meta AI menjadi lebih cerdas dan cepat, sekaligus menghadirkan fitur-fitur baru yang menampilkan rekomendasi dan konten dari Instagram, Facebook, dan Threads.

    Model ini menjadi fondasi kuat untuk generasi AI berikutnya yang sudah dalam tahap pengembangan.

    Selama sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun kembali AI stack Meta dari nol dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan siklus pengembangan sebelumnya.

    Muse Spark adalah model pertama dalam seri Muse terbaru yang menggunakan pendekatan terencana berbasis ilmiah untuk menjalankan model AI dalam skala besar.

    “Setiap generasi divalidasi dan menjadi dasar bagi generasi berikutnya sebelum melangkah ke skala yang lebih besar,” jelas Meta dalam pengumuman resminya.

    Model ini dirancang agar cepat dan efisien, sehingga andal untuk menjawab pertanyaan kompleks di bidang sains, matematika, dan kesehatan.

    Content image for article: Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

    Saat ini, Muse Spark telah mendukung asisten Meta AI di aplikasi Meta AI dan situs web meta.ai. Model ini dirancang khusus untuk mendukung penalaran kompleks dan tugas multimodal, yang menjadi tren dalam pengembangan model AI mutakhir.

    Aplikasi Meta AI dan situs web meta.ai mendapatkan pembaruan signifikan hari ini, lengkap dengan tampilan baru.

    Meta AI kini mampu menangani pertanyaan singkat sekaligus persoalan kompleks yang memerlukan penalaran kuat. Pengguna dapat beralih antarmode sesuai kebutuhan.

    Teknologi baru ini memungkinkan Meta AI menjalankan beberapa subagents secara paralel untuk menyelesaikan satu pertanyaan.

    Misalnya, saat merencanakan liburan keluarga ke Florida, satu agen dapat menyusun rencana perjalanan, agen lain membandingkan destinasi, dan agen ketiga mencari aktivitas ramah anak—semua dilakukan bersamaan untuk jawaban yang lebih cepat dan komprehensif.

    Content image for article: Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

    Kemampuan multimodal menjadi salah satu pilar utama Muse Spark. Meta membangun kemampuan ini agar Meta AI dapat melihat dan memahami apa yang dilihat pengguna, bukan hanya membaca teks yang diketik.

    “Inilah kemampuan sesungguhnya dari AI yang dapat melihat dunia bersama pengguna,” tulis Meta.

    Sebagai contoh, pengguna dapat mengambil foto beberapa camilan di bandara, dan Meta AI dapat mengidentifikasi serta memberi peringkat camilan dengan kandungan protein tertinggi tanpa perlu membaca label satu per satu. Kemampuan memindai produk dan membandingkannya dengan alternatif lain juga menjadi fitur unggulan.

    Kemampuan multimodal Muse Spark sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan. Meta AI kini dapat membantu memahami pertanyaan seputar kesehatan dengan respons yang lebih rinci, termasuk gambar dan grafik.

    Meta telah bekerja sama dengan tim dokter untuk mengembangkan kemampuan ini agar dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

    Content image for article: Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

    “Topik kesehatan merupakan salah satu alasan utama orang menggunakan AI,” ungkap Meta. Pengembangan ini sejalan dengan upaya berbagai perusahaan teknologi untuk menghadirkan AI gambar dan analisis visual yang canggih.

    Muse Spark juga unggul dalam pemrograman visual. Pengguna dapat membuat situs web dan mini game secara custom langsung dari sebuah prompt.

    Fitur ini memungkinkan pembuatan dashboard untuk merencanakan pesta kejutan, arcade game bergaya retro, atau simulator penerbangan yang unik, lalu membagikannya kepada teman.

    Dalam hal personalisasi, Meta AI kini dapat membantu pengguna memilih outfit, menata interior ruangan, atau menentukan hadiah untuk seorang teman.

    Mode belanja memanfaatkan inspirasi gaya dan narasi merek yang sudah banyak muncul di seluruh aplikasi Meta, menampilkan ide dari para kreator dan komunitas yang diikuti pengguna.

    Untuk pencarian lokasi atau topik tren, Meta AI kini menampilkan konteks yang kaya dan relevan langsung di dalam percakapan.

    Pengguna dapat men-tap suatu lokasi untuk melihat unggahan dari warga setempat, atau menanyakan tren untuk mendapatkan rekomendasi lengkap yang diambil dari konten komunitas.

    Rilis Muse Spark ini menunjukkan model AI dari Meta terus berkembang secara konsisten. Perusahaan juga sedang mengembangkan model AI yang lebih besar sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

    Langkah ini terjadi di tengah persaingan ketat di industri AI, termasuk isu-isu terkait pelatihan AI dan hak cipta.

    Aplikasi Meta AI dan meta.ai akan menghadirkan pengalaman yang ditingkatkan dengan mode Instant dan Thinking di seluruh wilayah yang saat ini mendukung fitur tersebut. Kedua fitur ini sudah mulai diluncurkan di Amerika Serikat.

    Dalam beberapa pekan ke depan, Meta akan menghadirkan mode dan kemampuan baru ini ke lebih banyak negara di mana Meta AI sudah banyak digunakan.

    Integrasi akan meluas ke Instagram, Facebook, Messenger, WhatsApp, dan kacamata AI Meta, sehingga kemampuan multimodal menjadi semakin kuat.

    Meta juga membuka akses ke teknologi dasar Muse Spark, yang akan ditawarkan kepada mitra-mitra terpilih melalui private preview bersama API. Perusahaan menyatakan harapannya untuk membuka sumber versi model berikutnya di masa depan.

    “Langkah ini baru permulaan,” tegas Meta. Dengan perluasan fitur, pengguna bisa mendapatkan hasil yang lebih kaya dan visual yang lebih bagus, lengkap dengan Reels, foto, dan format unggahan lainnya yang terintegrasi langsung ke dalam jawaban dari model AI, dengan atribusi bagi para kreator konten.

    Meta berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai perlindungan keamanan dan privasi seiring dengan peningkatan model AI. Perlindungan ini dimulai dengan kerangka risiko yang diperkuat dan perlindungan lainnya yang dibagikan hari ini.

    Masa depan Meta AI, menurut perusahaan, berakar pada hubungan dan konteks yang sudah menjadi inti kehidupan pengguna. Meta siap bergerak maju menuju personal superintelligence, yaitu AI yang tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi benar-benar memahami dunia pengguna.(Icha)