Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Wi-Fi Alliance Luncurkan Solusi Low Power Wi-Fi untuk IoT

    Wi-Fi Alliance Luncurkan Solusi Low Power Wi-Fi untuk IoT

    Telko.id – WiFi adalah salah satu yang dimanfaatkan untuk tumbuh kembang nya Internet of Things. Dan baru saja Wi-Fi Alliance meluncurkan solusi daya rendah Wi-Fi yang disebut dengan Wi-Fi Halow. Wi-Fi HaLow ini didesain untuk dapat berkoneksi dengan teknologi IEEE 802.11ah.

    Aliansi Wi-Fi ini mengatakan solusi akan Memanfaatkan frekuensi spektrum bawah 900 MHz untuk memungkinkan konektivitas daya rendah. Dengan menggunakan spectrum ini akan lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan spectrum tradisional di 2.4 GHz dan 5 GHz. Terutama lebih efektif ketika berada di dalam gedung atau ruangan.

    Wi-Fi Halow diharapkan memiliki range yang lebih luas untuk membuat flexible IoT. Mulai dari smart homes, koneksi di kendaraan, digital healthcare, retail, agriculture, Smart City dan industry yang mengembangkan Internet of Things.

    “Wi-Fi Halow cocok untuk memenuhi kebutuhan yang unik untuk smart home, smart city dan pasar industry karena memungkinkan beroperasi dengan daya rendah, mampu menembus dinding dan dapat beroperasi lebih lama ketimbang Wi-Fi yang sekarang ini,” ujar Edgar Figueroa, President and CEO WiFi Alliance menjelaskan.

    Lebih lanjut, Edgar juga menyebutkan bahwa WiFi HaLow merupakan pengembangan dari Wi-Fi yang ada saat ini yang memungkinkan mengaktifkan aplikasi yang dioperasikan dengan menggunakan baterai dalam device yang kecil hingga skala yang lebih besar untuk indutsri.

    Banyak perangkat yang mendukung Wi-Fi HaLow dan juga dapat beroperasi di 2.4 GHz dan 5 GHz, sama baik nya dengan di spectrum 900 MHz. Hal ini membuat device dapat berkoneksi dengan ekosistem Wi-Fi yang saat ini sudah ada di 6.8 miliar perangkat.

    Seperti juga pada device berWi-Fi lainnya, perangkat Wi-Fi HaLow juga mendukung konektifitas IP-based yang mampu menghubungkan dengan Cloud dan akan mendorong potensial IoT lebih baik lagi. Kelebihan lain dari Wi-Fi HaLow adalah mampu melakukan konektifitas pada ribuan perangkat melalui single access point.

    Teknologi ini disebut dapat mengakomodir multi-vendor interoperability dengan menggunakan Wi-Fi protocol yang sudah ada. Serta compatible dengan semua produk yang bersertifikat WiFi Alliance. Aliansi ini juga menyebutkan bahwa teknologi ini sama dengan level keamanan pemerintah dan sangat mudah untuk setup solusi Wi-Fi ini.

    Pada saat peluncuran, organisasi ini juga mengumumkan katagori keanggotaan baru untuk memperluas konektifitas untuk banyak perangkat tradisional dengan teknologi rendah seperti pembersih vakum dan tombol-tombol pintu. (Icha)

  • Roadmap Microsoft Untuk BizTalk dan Azure di 2016

    Roadmap Microsoft Untuk BizTalk dan Azure di 2016

    Telko.id – Microsoft baru saja menjabarkan stratregi 2016 khusus untuk Cloud dan server intergration nya. Termasuk di dalamnya adalah aplikasi BizTalk – integration server, Azure Stack dan Logic Apps technologies yang merupakan bagian dari Azure App Service.

    Munculnya Cloud memang mengubah cara perusahaan dalam mengintegrasikan system yang ada karena harus mensinergikan berbagai system dari multi vendor.

    “Biasanya, integtasi yang dilakukan pada system lokal adalah menggunakan system EAI atau (Enterprise Application Integration) or business to business (B2B), typically using EDI protocols such as EDIFACT or ANSI X12. Saat ini, banyak perusahaan yang berharap dapat melakukan integrasi dengan baik di luar firewall perusahaan, di mana sering kali Saas-based, API-centric provider menangani semua nya. Mulai dari data penjualan, invoice, email, social media.

    Sayangnya, integrasi modern yang ada, sering kali tidak mengikut sertakan system computer perusahaan, tetapi hanya melalui devices. Memang meningkatkan mobilitas, tetapi ternyata membutuhkan pendekan yang berbeda. Perubahan tersebut menggunakan APIs yang express, ringan, modern, HTTP/REST – based protocol menggunakan JSON.

    Microsoft berencana untuk meluncurkan release ke 1 dari BizTalk Server pada kuartal keempat 2016. Sebelum itu, di Q2 tahun 2016, Microsoft akan memperkenalkan BizTalk Server 2016. Diikuti dengan versi beta pada kuartal tiga. BizTalk Server ini mampu bekerja baik dengan Windows Server 2016 yang rencananya akan diluncurkan juga pada kuartal tiga. Kemudian juga dapat bekerja baik dengan SQL 2016, Office 2016 dan Visual Studia dengan versi terbaru. BizTalk yang diuncurkan tersebut juga akan mendukung SQL 2016 yang AlwaysOn di group dengan baik seperti dengan Azure.

    Microsoft juga berencana untuk memperat integrasi antara BizTalk Server dan beragam konektor aplikasi interface program, seperti dengan slaesforce.dom dan office 365 untuk meningkatkan hybrid on-prem atau scenario Cloud. Selain itu, sebagai bagian dari Host Integration Server 2016, Microsoft juga merencanakan untuk memperbaharui dan meningkatkan kemampuan BizTalk untuk Informix, MQ dan DB2, serta perbaikan untuk intefrasi PowerShell.

    Microsoft juga merencanakan untuk menyelenggarakan integration summit, yang akan disebut sebagai “Integrate 2016” pada kuartal dua 2016, seperti yang pernah di lakukan pada 2014 lalu.

    Pada kuartal satu 2016, Microsoft akan meluncurkan preview dari Logic Apps Update. Dan, pada kuartal dua, Logic Apps akan tersedia untuk umum. Dan Microsoft juga akan meluncurkan preview Enterprise Integration Pack. Untuk preview Azure Stack dengan AppService akan dilakukan pada kuartal tiga ketika Enterprise Integration Pack sudah tersedia untuk umum. Dan Azure Stack sendiri baru akan tersedia pada kuartal empat 2016.

    Azure Stack adalah kombinasi dari berbagai fitur pada Azure, termauk IaaS dan PaaS, Azure Pack dan Azure Service Fabric. Hal itu akan membawa Azure menjadi data center yang melayani pengguna secara privat. Microsoft juga akan meluncurkan persyaratan hardware yang dapat digunakan untik Azure Stack. (Icha)

  • 6 Poin Penting Dalam Sertifikasi Kompetensi Pekerja Telko

    6 Poin Penting Dalam Sertifikasi Kompetensi Pekerja Telko

    Telko.id – Tiga atau empat tahun yang lalu saat awal-awal Floatway berdiri, banyak sekali yang menanyakan apakah setelah mengikuti training-training Floatway dapat mengikuti sertifikasi resmi yang diakui oleh pasar. Ataukah ada sertifikasi resmi yang diakui oleh semua pihak untuk profesi engineer di jaringan selular seperti drivetester, OSS, RNO dll.

    Secara yakin kami jawab tidak ada dan vendor-vendor besar seperti Huawei, Ericsson dan Nokia pun tidak menyediakan training resmi yang dapat diakses oleh pihak publik. Tidak seperti di dunia jaringan IT dengan adanya CCNA, CCNP dll, training-training jaringan seluler bersifat terbatas dan hanya dapat diakses oleh karyawan internal dan customer dari vendor-vendor tersebut (operator seluler). Saat itulah kami membuka kelas training 2G, 3G, 4G RNO yang bisa diikuti oleh siapa saja.

    Setelah 5 tahun Floatway memberikan layanan training, di akhir tahun 2015 kami diundang oleh Kemnaker (Kementerian Tenaga Kerja) untuk membuat sertifikasi. Kebetulan sekali pada saat itu Kemnaker memiliki budget untuk pembuatan sertifikasi dari 9 bidang industri.

    Saat diundang kami bertemu dengan beberapa orang dari Industri lain antara lain dari perhotelan, otomotif, TKI dll. Dalam pertemuan tersebut kami dikenalkan dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Kami juga dijelaskan tentang bagaimana menyusun SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

    Berikut adalah poin-poin penting terkait dengan perumusan SKKNI.

    • SKKNI dirumuskan oleh 10 orang tim perumus. Seharusnya bisa lebih tapi budget yang disediakan oleh Kemnaker terbatas 10 orang. Tim perumus terdiri dari unsur praktisi (industri), akademisi, asosiasi dan regulator dalam hal ini regulator kita adalah Kominfo.
    Siklus Pembuatan atau Pengembangan SKKNI
    Gambar 1. Siklus Pembuatan atau Pengembangan SKKNI
    • Siklus pembuatan dan pengembangan SKKNI dijelaskan pada gambar 1. Dalam Prakonvensi dan Konvensi kami diharapkan untuk dapat mengundang pakar, unsur praktisi (industri), akademisi, asosiasi dan regulator. Untuk Prakonvensi ada 40 undangan dan Konvensi 60 undangan. Tantangan bagi tim perumus adalah disini agar peserta Konvensi dan Prakonvensi dapat mencapai kuorum karena dengan kesibukan masing-masing setiap tamu undangan sehingga belum tentu dapat hadir di tanggal yang telah ditetapkan untuk Konvensi dan Prakonvensi. Gambar 2 saat berlangsungnya Prakonvensi untuk RSKKNI Optimalisasi Jaringan Selular dan Gambar 3 saat berlangsungnya Konvensi.
    Gambar 2. Prakonvensi RSKKNI yang diadakan di Hotel Ibis Cawang pada tanggal 23 November 2015
    Gambar 2. Prakonvensi RSKKNI yang diadakan di Hotel Ibis Cawang pada tanggal 23 November 2015
    Gambar 3
    Gambar 3. Konvensi RSKKNI yang diadakan di Hotel Maharadja pada tanggal 19 Desember 2015
    • Beberapa prinsip SKKNI dijelaskan dalam Gambar 4. SKKNI disini bersifat Akseptabel yang artinya dapat diterima dan digunakan oleh pemangku kepentingan, yang juga dapat diartikan SKKNI tidak boleh hanya menguntungkan pihak tertentu saja.
    Gambar 4. Prinsip Pengembangan SKKNI
    Gambar 4. Prinsip Pengembangan SKKNI
    • Kemudian yang paling menarik disini adalah kata-kata Kompetensi. Apa yang dimaksud dengan kompetensi adalah Sinergitas antara Skill, Knowledge dan Attitude dalam pelaksanaan pekerjaan. Sebelum diundang oleh Kemnaker kebetulan saya mengikuti training pembuatan SKKNI dalam training tersebut saya diajarkan oleh Ibu Woro yang sudah bersertifikasi Master Assesor. Beliau menceritakan dimana dalam pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan memang benar-benar diajarkan bagaimana agar peserta benar-benar kompeten setelah selesai pelatihan. Misalnya dalam pelatihan pembuatan web, dalam pelatihan setiap peserta memang diharuskan untuk dapat membuat web secara individual dan belum boleh selesai dari pelatihan apabila web nya belum jadi.
    Gambar 5. Komponen Kompetensi
    Gambar 5. Komponen Kompetensi
    • Bagaimana membuat sebuah SKKNI? Karena SKKNI adalah standar yang digunakan dan diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia ada format penulisan yang harus dipatuhi secara garis besar tim perumus adalah membuat : Tujuan Utama, Fungsi Kunci, Fungsi Utama, Fungsi Dasar dan Unit-unit Kompetensi seperti ditunjukkan pada Gambar 6 dibawah. Dan contoh peta kompetensi untuk Optimalisasi Jaringan Seluler Subsistem Radio Akses berdasarkan format SKKNI ditunjukkan pada Gambar 7 dibawah. Kumpulan semua SKKNI yang sudah ditetapkan dapat dilihat di http://indonesiaskills.org/
    Gambar 6. Pemetaan Kompetensi
    Gambar 6. Pemetaan Kompetensi
    • Kemudian apa gunanya ada sertifikasi, SKKNI? Meskipun ini program resmi dari pemerintah Indonesia dan juga semua negara, masih banyak yang mempertanyakan mengenai hal ini. Tujuan sertifikasi ini antara lain adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Indonesia, mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dan kegiatan pasar bebas lainnya, dan agar adanya link and match antara dunia pendidikan, pelatihan dan industri. Link berikut dapat menjelaskan bahwa SKKNI adalah salah satu strategi dari beberapa industri dan kementrian untuk menghadapi MEA. ( Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5, Link 6 )

    Selamat bersertifikasi!

  • IDC: 3.2 Miliar Orang Terhubung ke Internet Pada 2016

    IDC: 3.2 Miliar Orang Terhubung ke Internet Pada 2016

    Telko.id – Sebuah laporan terbaru dari IDC mengungkapkan bahwa lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia akan menggunakan perangkat mobile untuk terhubung ke Internet pada tahun 2016. Negara-negara seperti India, China dan Indonesia disebut-sebut akan memimpin di baris terdepan.

    Secara keseluruhan, sekitar 3,2 miliar orang (atau 44 persen dari populasi dunia) akan memiliki akses ke Internet pada 2016, ungkap IDC dalam sebuah pernyataan.

    “Pertumbuhan akses Internet berlangsung di seluruh dunia, namun beberapa negara memperlihatkan pertumbuhan yang cepat. China, India, dan Indonesia memimpin jalan dan akan mencapai hampir setengah dari keuntungan dalam akses secara global selama lima tahun ke depan,” tambah IDC.

    IDC menambahkan, kombinasi perangkat berharga murah dan jaringan nirkabel yang tidak lagi mahal membuat aksesibilitas menjadi mudah di negara-negara dengan populasi yang sebelumnya tidak bisa membelinya.

    Menurut Internet and Mobile Association of India (IAMAI), India diperkirakan mencapai 402 juta pada Desember 2015, mencatat pertumbuhan 49 persen lebih tahun 2014. Sekitar 306 juta dari jumlah tersebut diharapkan mengakses internet dari perangkat mobile mereka.

    IDC mengatakan userbase Internet mobile global diperkirakan akan tumbuh dua persen per tahun sampai tahun 2020 kecuali metode baru yang signifikan dari akses internet diperkenalkan.

    Seperti diketahui, Google, SpaceX, dan Facebook adalah beberapa perusahaan yang hingga saat ini masih terus mengupayakan cara untuk membuat Internet tersedia bagi 4 miliar orang yang tersisa di dunia, entah itu melalui pesawat di awang-awang, balon, ataupun satelit. Meski masih belum jelas akan seberapa sukses usaha ini dan kapan mereka akan beroperasi.

    “Selama lima tahun ke depan, pertumbuhan global dalam jumlah orang yang mengakses internet secara eksklusif melalui perangkat mobile akan tumbuh lebih dari 25 persen per tahun, sementara jumlah waktu yang kita keluarkan untuk mereka terus bertambah. Perubahan dalam cara kita mengakses Internet ini memicu pertumbuhan eksplosif dalam mobile commerce dan mobile advertising,” ungkap Scott Strawn, Program Director Strategic Advisory Service seperti dilansir dari EtTech, Senin (4/1).

    Studi ini menemukan bahwa lebih dari satu miliar orang menggunakan internet untuk bank online, untuk streaming musik, dan untuk mencari pekerjaan.

    Lebih dari dua miliar menggunakan untuk email dan membaca berita online dan lebih banyak orang daripada sebelumnya melakukan pembelian secara online, tambahnya.

  • Waspada! Begini Tren Kejahatan Siber di Tahun 2016

    Waspada! Begini Tren Kejahatan Siber di Tahun 2016

    Telko.id – Laporan terbaru Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa di tahun 2016 Advanced Persistent Threats (APT) akan menghilang dan digantikan oleh ancaman yang lebih berbahaya lagi dan bahkan semakin sulit untuk dideteksi dan ditelusuri kembali ke asal muasal pelaku dari serangan tersebut.

    Dalam Prediksi 2016 ini, para ahli mengungkapkan bahwa ‘Ancaman’ masih tetap ada, tetapi konsep ‘Advanced’ dan ‘Persistent’ akan hilang untuk mengurangi jejak yang tertinggal di sistem terinfeksi. Para penjahat siber juga akan lebih mengandalkan off-the-shelf malware untuk meminimalkan biaya yang harus mereka keluarkan.

    Prediksi 2016 Kaspersky Lab ini disusun oleh 42 pakar keamanan yang berasal dari Global Research and Analysis Team (GReAT), dan tersebar di seluruh dunia. Masing-masing anggota berkontribusi memberikan keahlian mereka yang unik dan pada tahun 2015 saja, wawasan serta kecerdasan mereka menghasilkan laporan publik terperinci mengenai 12 aktor APT, yang “berbicara” dalam berbagai macam bahasa, diantaranya Perancis, Arab, Cina, Rusia, Inggris.

    cybercrime1

    Para ahli Kaspersky Lab memprediksi di tahun 2016, kita akan melihat:

    1. APT menghilang, diganti Ancaman yang lebih berbahaya dan sulit terdeteksi. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa akan ada perubahan dramatis dalam struktur serta cara beroperasi dari APT.
    2. Tindak kejahatan melalui smartTV dan/atau mesin pembuat kopi.          Popularitas ransomware akan semakin meningkat dengan penggunaan Trojan perbankan dan diprediksi akan semakin meluas ke area yang baru seperti perangkat OS X, dimana perangkat ini kebanyakan dimiliki oleh para target yang dianggap kaya sehingga akan lebih menguntungkan penjahat siber. Selain itu perangkat mobile dan Internet-of-Things juga dijadikan target.
    3. Model Pembayaran Terbaru.                                                                                  Sistem pembayaran alternatif seperti ApplePay dan AndroidPay, serta bursa saham akan menjadi target empuk bagi serangan cyber keuangan dan akan terus dikembangkan oleh para penjahat siber.
    4. Membocorkan Kehidupan Pribadi.                                                                          Pada 2015 kita melihat kenaikan jumlah DOXing, serangan berupa public shamingserta pemerasan, semua orang mulai dari Hactivists hingga negara menggunakan strategi penyebarluasan foto-foto pribadi, informasi, daftar pelanggan, dan kode untuk mempermalukan target mereka. Sayangnya, Kaspersky Lab melihat bahwa praktek seperti ini masih akan terus meningkat secara eksponensial pada tahun 2016.

    “Di 2016 kita akan melihat evolusi yang signifikan dari keahlian tradecraft dalam spionase cyber, dimana para aktor ancaman canggih ini berupaya meminimalkan biaya dengan memanfaatkan kembali malware yang tersedia secara komersial dan menjadi lebih mahir dalam menyembunyikan peralatan canggih, infrastruktur, serta identitas mereka dengan cara menghilangkan sifat terus-menerus (persistence),” ungkap Juan Andrés Guerrero-Saade, Senior Security Expert, Global Research and Analysis Team, Kaspersky Lab melalui keterangan resminya, (3/1).

    Ia menambahkan, bahwa di tahun 2016 akan ada lebih banyak lagi pemain yang masuk ke dunia kejahatan siber. Keuntungan yang didapatkan dari serangan siber tidak bisa terbantahkan dan semakin banyak orang yang menginginkan bagian dari keuntungan tersebut.

    Dengan banyaknya para pemain baru, sebuah industri outsourcing yang rumit juga mulai bermunculan untuk memenuhi permintaan jenis malware baru dan bahkan untuk melakukan keseluruhan aksi serangan. Hal ini menimbulkan skema baru yaituAccess-as-a-Service, yaitu menawarkan akses ke target yang telah terinfeksi kepada penawar tertinggi.” ujar Juan Andrés Guerrero-Saade.

    Prediksi jangka panjang dari Kaspersky Lab meliputi hal-hal berikut:

    Evolusi serangan APT – Access-as-a-Service.

    Bisa dipastikan akan lebih banyak lagi pendatang baru yang bergabung ke dunia APT. Tentara bayaran siber akan bertumbuh karena semakin banyak pihak-pihak yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari serangan online. Mereka pastinya akan menawarkan keahlian serangan kepada siapa pun yang bersedia membayar, dan juga untuk menjual kepada pihak ketiga yang tertarik terhadap akses digital ke korban berprofil penting, hal seperti ini biasa disebut dengan penawaran ‘Access-as-a-Service’.

    Pemecah-belahan Internet.

    Munculnya Internet yang terpecah-belah, terbagi-bagi sesuai negara. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka ketersediaan internet di wilayah manapun akan dapat dengan mudah dikendalikan dengan cara melakukan serangan pada titik-titik layanan yang dapat menyediakan akses di seluruh area yang berbeda-beda. Lanskap seperti ini bahkan bisa menyebabkan pasar gelap untuk konektivitas. Sama halnya, dengan teknologi yangmenggerakkan internet secara rahasia terus mendapatkan perhatian banyak orang dan di adopsi secara luas, parapengembang yang memiliki kepentingan di pasar, pertukaran, dan forum gelap juga akan terus mengembangkan teknologi yang lebih baik lagi untuk menjaga hal yang rahasia ini tetap menjadi rahasia.

    “Di tahun yang baru, perkembangan menantang sudah menanti para pelaku industri keamanan IT di depan. Kami percaya bahwa berbagi wawasan dan prediksi dengan rekan-rekan kami di seluruh industri serta dengan pemerintah, penegak hukum, dan organisasi di sektor swasta akan mendorong kolaborasi yang diperlukan untuk secara proaktif menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan kita.” tambah Juan Andrés Guerrero-Saade.

    Di bawah ini beberapa cara agar perusahaan dan individu dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko kejahatan siber di masa depan:

    Perusahan harus sesegera mungkin mengambil tindakan berikut ini:

    • Berfokus pada pendidikan keamanan siber bagi para staf.
    • Gunakan perlindungan endpoint yang terpercaya dan berlapis-lapis dengan lapisan ekstra yang proaktif.
    • Patch kerentanan secepat mungkin, sering melakukan patch, dan otomatisasi proses tersebut.
    • Perhatikan segala sesuatu yang berbentuk mobile.
    • Terapkan enkripsi untuk komunikasi dan data yang sensitif.
    • Lindungi semua elemen infrastruktur – gateway, e-mail, collaboration.

    Perusahaan dapat melakukan tindakan ini setelahnya:

    • Membuat dan menerapkan strategi keamanan yang lengkap – mulai dari Prediksi kemungkinan bahaya dan risiko hingga Tindak Pencegahan terhadap ancaman yang sedang berlangsung, kesemuanya itu perlu didukung dengan Deteksi yang efektif dan Reaksi yang efisien.
    • Keamanan siber terlalu rumit dan serius untuk dicampuradukkan dengan IT secara umum. Pertimbangkan untuk membuat sebuah Pusat Operasi yang terdedikasi khusus untuk keamanan.

    Lalu bagaimana dengan individu?

    • Berinvestasi dalam solusi keamanan yang kuat untuk semua perangkat
    • Mengeksplorasi dan memanfaatkan opsi tambahan yang biasanya disertakan dalam solusi perlindungan Anda, sepertiDefault Deny Execution Controls, Whitelisting, Encryption, dan Automated Backups.
    • Mempelajari dasar-dasar kemanan siber dan ajarkan juga kepada teman Anda.
    • Beralihlah ke komunikasi terenkripsi.
    • Pertimbangkan baik-baik untuk merubah kebiasaan online Anda serta informasi apa yang Anda bagikan. Setelah meng-upload, informasi itu akan tetap berada di internet untuk selamanya dan dapat digunakan untuk melawan Anda atau bahkan perusahaan Anda.
  • Teknologi Digital ‘Paksa’ Industri Perbankan Bertransformasi

    Teknologi Digital ‘Paksa’ Industri Perbankan Bertransformasi

     

    Telko.id – Industri perbankan adalah salah satu industry yang cukup serius terdampak karena adanya transformasi digital. Bagaimana tidak? Sekarang, untuk melakukan transaksi atau menyimpan alat tukar, bisa menggunakan lembaga lain selain perbankan.

    Tekanan tersebut membuat industry perbankan melakukan investasi untuk modernisasi infrastruktur digital pada 2015. Seperti yang dilakukan oleh beberapa bank di Inggris. Selain itu juga mulai fokus memberikan jasa melalui saluran digital. Lalu apa yang akan terjadi pada industry perbankan pada 2016?

    Tekanan Pada Industri Perbankan Semakin Kuat

    Di 2016, tekanan pada industry perbankan juga semakin meningkat. Sudah bukan rahasia bahwa bisnis perbankan mulai di ‘gerogoti’ oleh perusahaan raksasa internet seperti Apple, Google, Facebook dan Amazon. Secara bisnis, perusahaan raksasa internet tersebut sudah memiliki hubungan yang sangat baik dengan para consumer nya karena memang sering digunakan fasilitas nya. Nah, 2016, hubungan dengan para penggunanya ini akan lebih ditingkatkan lagi dengan masuk ke kegiatan pembayaran.

    Sebut saja Apple yang akan meluncurkan layanan mobile payment pada tahun 2016. Kemudian Samsung di bulan September lalu sudah mensasar segmen yang sama dengan Apple.

    “Google, Facebook, Apple dan lainya merupakan pesaing dengan ekosistem yang besar. Dan jika mulai mendorong ke layanan keuangan untuk basis pelanggan sendiri saja, maka ekosistem tersebut berpotensi dapat mengambil pelanggan dari bank,” ujar Alessandro Hatami, mantan Digital Payments and Innovation Director di Bank Lloyds UK.

    Memang untuk menggantikan menjadi bank tidak akan terjadi, namun raksasa teknologi sangat sesuai untuk membangun solusi teknologi front end user friendly. Dan itu menjawab tuntutan konsumen akan pembayaran yang nyaman,” ujar Philippe Gelis, CEO P2P Currency Exchange Kantox.

    Bermuncul Blockchain dan Bitcoin Baru

    Blockchain pada 2015 lalu mampu memberikan bunga besar dan tahun 2016 diproyeksikan akan terus berlanjut. Beberapa bank sudah mulai melakukan investigasi untuk mengetahui bagaimana aplikasi blockchain ini dapat ‘dimanfaatkan’ untuk bisnis perbankan. Langkah ini juga dibantu oleh Microsoft untuk dapat merealisasikan dalam bisnis secara nyata. Pada saat yang sama, ekosistem starups juga tumbuh dan mendorong untuk menggunakan layanan diluar industry perbankan.

    Menurut Jeremy Millar, partner di Magister Advisors, M & A penasihat untuk industri teknologi, tahun depan akan munculnya setidaknya lima blockchain bitcoin dan bisnis dengan valuasi lebih dari $ 1 miliar.

    Valuasi tersebut akan membangun kesempatan untuk menjual produk dan service ke dalam industry yang lebih besar dan sangat menguntungkan di dunia. Bukan untuk subsidi layanan ke konsumen untuk mengadopsi atau pun membangun komunitas menghasilkan uang melalui iklan. Bahkan perusahaan baru tersebut akan memiliki real value yang abadi. Bukan dongen yang akan memudar.

    Sektor Keuangan akan Menuai Keuntungan dari IoT

    Dengan berkembangnya IoT maka yang pertama terpikir adalah jasa keuangan. Laporan dari Deloitte menunjukan bahwa peningkatan jumlah perangkat yang mudah terkoneksi dengan interent menjadi bahan penting untuk menentukan keputusan ke mana industry perbankan akan dibawa.

    Ketika IoT sudah terhubung dengan keuangan maka akan terjadi ledakan data yang begitu besar. Hal ini menjadi sangat menarik, bagaimana menggunakan efek yang demikian besar tersebut. Khususnya bagaimana untuk menjadikan semua itu di monetize. Kondisi ini juga akan mendorong terbentuk nya perusahaan baru.

    Dengan perkembangnya teknologi digital, maka sangat penting bagi perbankan untuk memilih dan memilah saluran digital baru mana yang sesuai sehingga dapat dijadikan strategi terpadu yang berkembang dari generasi pertama ke generasi kedua perbankan digital.

    “Proses reengineering untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan disesuaikan dengan bisnis perbankan bukan persoalan yang mudah. Namun, perbankan digital harus dilakukan agar tetap kompetitif dan relevan,” ujar Balazs Vinnai, general manager, Digital Channels menjelaskan. (Icha)

  • Mengoptimalkan Komunikasi Perangkat Internet of Things

    Mengoptimalkan Komunikasi Perangkat Internet of Things

    Telko.id – Pemanfaatan Internet of Things (IoT) oleh pemerintah di Indonesia tidak hanya untuk mempermudah akses layanan publik ke masyarakat, tetapi bahkan untuk melindungi mereka dari bencana – seperti contoh sistem peringatan dini. Namun, seiring dengan meningkatnya pemanfaatan IoT dan semakin terintegrasinya suatu kota dengan sistem jaringan, tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah dan penyedia layanan dapat memastikan kelancaran akses dan keamanannya sistem mereka walaupun dibanjiri oleh transaksi komunikasi yang berlimpah – baik komunikasi antar sensor, sistem, hingga pengguna. Jika hal ini tidak ditangani dengan benar, maka akan berdampak buruk bagi masyarakat. Sebagai contoh bayangkan apa yang terjadi jika layanan publik menjadi tidak bisa diakses atau lebih buruk lagi mengalami kebocoran data, hingga keterlambatan sistem peringatan dini dalam memberikan sinyal darurat ke pengendali bencana.

    Kelancaran transaksi komunikasi antar perangkat, sistem, menjadi hal yang krusial dalam pemanfaatan IoT untuk pelayanan publik hingga pemerintahan. Bagaimana memastikan kelancaran komunikasinya?

    Pada dasarnya perangkat IoT terdiri dari dua komponen utama, yaitu perangkat keras dan aplikasi di dalamnya. Aplikasi di dalamnya inilah yang menjadi jiwa dari sebuah perangkat, yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar perangkat, sistem, hingga pengguna. Aplikasi yang dimaksud tidak sekedar aplikasi yang pengguna lihat di layar komputer atau smartphone, tetapi juga seluruh aplikasi yang memungkinkan terjadinya penyimpanan data, pengiriman & penerimaan data, query, hingga pemrosesan data.

    Aplikasi dapat berkomunikasi karena mereka memiliki jalur komunikasi tersendiri. Jika pada suatu waktu karena banyaknya data yang dialirkan hingga melonjaknya jumlah pengguna dalam satu waktu bisa membuat sistem tidak dapat diakses, lamban hingga tidak aman.

    Agar aplikasi bisa menampilkan performa yang bagus dan bisa diandalkan, maka pengirimannya harus dilakukan dengan cepat dan aman dan mampu memastikan ketersedian aksesnya. Tantangan untuk mewujudkan hal itupun muncul, salah satunya karena kini ada beragam platform yang dimanfaatkan untuk penerapan aplikasi, yakni on premise, cloud dan hybrid. Ditambah lagi, tujuan pengiriman aplikasi, tidak hanya sebatas satu jenis perangkat, namun juga smartphone, tablet, hingga berbagai perangkat yang terhubung dengan internet. Tak pelak, proses pengiriman aplikasi sudah tidak lagi sama dibandingkan sebelumnya, di mana sebelumnya aplikasi hanya diterapkan di data center on premise dan tujuan pengirimannya hanya ke komputer lain.

    Ilustrasi 1: Evolusi pengiriman aplikasi
    Ilustrasi 1: Evolusi pengiriman aplikasi

    Pekerjaan rumah penyedia layanan tak hanya harus menjawab tantangan itu, namun juga tantangan akan meningkatnya kebutuhan dan harapan pengguna seiring dengan makin meningkatnya adopsi perangkat yang terkoneksi dengan internet. Menurut data IDC (International Data Corporation) di Asia Pasifik dalam kurun waktu 2015 hingga 2020 akan terjadi peningkatan perangkat IoT menjadi 8,6 miliar perangkat. Adapun saat ini perangkat yang ada adalah sebesar 3,1 miliar.

    Strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan serta pengiriman aplikasi, dan komunikasi antar perangkat, sistem, hingga pengguna adalah dengan menerapkan strategi yang berpusat pada aplikasi. Melalui strategi, ini perusahaan mampu untuk memegang kontrol penuh atas aplikasi mereka di manapun diterapkan dan dikirimkan dengan memanfaatkan application service.

    Apa itu application service? Ibarat jam tangan yang menampilkan waktu dengan akurat berkat berbagai komponen yang bekerja di dalamnya, aplikasi juga membutuhkan ‘komponen’ untuk bisa berjalan dengan baik. Di sini, application service-lah komponennya yang terdiri dari serangkaian teknologi atau layanan yang meningkatkan ketersediaan, keamanan dan performa dari sebuah aplikasi. Application service juga harus mampu melekat kepada aplikasi di manapun aplikasi tersebut diterapkan. dan dikirimkan. Alhasil, perusahaan bisa menjaga kinerja dan keamanan aplikasi di manapun aplikasi itu diterapkan dan dikirimkan.

    Dengan strategi yang berpusat pada aplikasi serta pemanfaatan application service, pemerintah dan penyedia layanan bisa mengoptimalkan dan memastikan kelancaran komunikasi antar perangkat, dan sistem IoT, hingga pengiriman informasi kepada pengguna, demi membantu mereka untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. F5 adalah ahli di bidang penyediaan application service yang memungkinkan pengiriman aplikasi secara cepat, aman dan memastikan tingginya tingkat ketersediaan aplikasi tersebut.

    3

     

    Robert Healey adalah F5 Marketing Solutions Director, APAC & Japan . Robert bertanggung jawab dalam menangani penjualan, manajemen produk dan pengembangan bisnis perusahaan.

     

     

     

     

     

     

     

  • Seberapa Serius Ancaman Ad Blocking?

    Seberapa Serius Ancaman Ad Blocking?

    Telko.id – Fenomena ad blocking atau pemblokiran iklan terjadi dengan cepat dan dampaknya sama besar dengan fenomena video streamingPara pelaku industri di Asia Pasifik berpendapat bahwa, meskipun jumlah pengguna yang menginstal ad blocker terus meningkatpemasar dan pengiklan tidak terlalu khawatir tentang hal ini. Benarkah pemasar tidak perlu khawatir dengan fenomena ini?

    Industri periklanan tengah menghadapi krisis akibat kemunculan ad blocking.

    Banyak dari kita mungkin masih ingat tentang Netflix yang kemunculannya tidak dianggap serius oleh kompetitornya. Namun, kita bisa lihat betapa sukses Netflix sekarang. Di Indonesia ada iFlix, perusahaan yang memposisikan dirinya sebagai “Netflix-nya Asia Tenggara”, kehadirannya bisa jadi akan mengguncang dunia industri. Intinyaindustri periklanan perlu menanganggapi ad blocking dengan serius dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang akan hilang begitu saja.

    Beberapa orang berpendapat “kalau tidak rusak, mengapa diperbaiki?”. Seperti kita tahu, saat ini konsumen banyak mengkonsumsi konten digital melalui mobile (khususnya aplikasi mobile) dimana software ad blocking tidak berfungsi, sehingga publisher tidak akan terpengaruh. Namun, ini adalah pemikiran jangka pendek dan logika di balik pendapat ini masih dipertanyakan. Manusia tidak akan pernah puas, dan teknologi terus berkembang. Pengguna tentu akan mencari pengalaman yang berbeda dari cara-cara yang gencar dilakukan publisher yang terus berusaha mengambil keuntungan dari ad inventory.

    Mengedukasi konsumen/pengguna bisa menjadi solusi untuk masalah tersebut. Jika pengguna mengerti sisi ekonomis dari web dan melihat iklan sebagai bagian dari transaksi yang mendukung terciptanya konten, mereka akan berhenti menginstal ad blocker. Meskipun hal ini terlihat baik secara teori, namun pada kenyataannya hal ini tidak bekerja sebaik yang diharapkan. Banyak orang, termasuk istri saya (yang menjadi konsumen reguler) merasa seolah-olah mereka membayar untuk konten web. Sulit untuk membuat pengguna menaruh simpati pada publisher, terutama ketika mereka diserbu iklan secara terus-menerus.

    Bagaimanapun, fenomena ad blocking ini nyata dan kita harus bisa menanganinya sebaik mungkin. Dan semoga kita bisa memberikan pengalaman yang lebih baik kepada para konsumen.

    Seiring dengan meningkatnya popularitas fenomena ad blocking, akan muncul pemenang dan juga pecundang. Publisher yang paling rentan adalah mereka yang memiliki konten komoditas(hardsell), kurang bermakna, berkualitas rendah dan konteksnya tidak relevan.

    Mereka yang ingin menang harus lebih berfokus pada pengalaman pengguna. Walaupun sebenarnya hal ini tidak serta merta membuat masalah ad blocking menghilang. Mereka yang cukup beruntung karena memiliki konten bernilai dan relevan bahkan bisa konsumen rela membayar untuk bisa mengakses konten tersebut. Kita bisa lihat dari jumlah publisher yang memasang iklan pada konten berbayarSedangkan, mereka yang kurang beruntung terpaksa merelakan sebagian pendapatan mereka untuk memberikan user experience yang lebih baik.

    Roopal Julka, Head of Accuen Malaysia, divisi programatik Omnicom, baru-baru ini mengatakan bahwa ad blocking bisa menjadi kesempatan bagi pasar untuk memahami nilai tambah yang sebenarnya dari iklan native. Pada akhirnya, bentuk iklan nantinya tidak akan terlalu mengganggu dan akan ada lebih banyak publisher yang mengadopsi iklan native. Hal ini penting untuk dilakukan dengan konten yang relevan. Misalnya, ada konten tentang perangkat mobile, disponsori oleh brand teknologi dan disajikan secara programatik, maka konten ini tidak akan menciptakan respon yang baik dari audience yang sedang mengumpulkan informasi soal liburan. Contoh-contoh semacam ini banyak dijumpai di web.

    Iklan yang tidak tersaring serta retargeting yang sistematik adalah salah satu kunci kenapa sejumlah audience menggunakan ad blocker. Meski “retargeting” untuk mengirimkan pesan berurutan itu masuk akal, kita perlu berpikir tentang bagaimana membuatnya lebih relevan dan tidak berulang-ulang. Contohnya, menyajikan konten yang sama kepada audience yang berada dalam platform e-commerce tanpa membedakan di situs mana mereka berada, adalahpenggunaan teknologi yang kurang optimal dan cenderung menganggu.

    Bagaimanapun juga, dengan kemunculan ad-tech, kemampuan untuk menyasar audience yang spesifik berdasarkan atribut dan ketertarikan mereka menjadi lebih penting daripada konteks yang Anda ingin tuju ke audience. Kita harus mengoreksi hal itu. Fokus pada konteks, yang sempat menjadi hal terpenting di bisnis periklanan, telah hilang.

    Jadi, meski kemunculan ad blocking menjadi ancaman yang sangat serius dan menyita banyak perhatian dari industri kita, hal ini juga menjadi kesempatan besar untuk mengkoreksi adanya ketidakseimbangan. Konteks dan pola pikir orang saat mereka datang ke situs Anda memiliki arti yang sama besarnya denganjati diri mereka. Publisher yang mampu mencapai keseimbangan ini akan berhasil meraih kesuksesan.

  • PANDI Sukses Tambah 150 Ribu Lebih Domain.id Tahun Ini

    PANDI Sukses Tambah 150 Ribu Lebih Domain.id Tahun Ini

    Telko.id – Pengelola Nama Domain .id atau PANDI telah menyelesaikan tugas mereka di tahun 2015 ini, dalam hal penyebaran penggunan domain .id di Indonesia. Tahun ini sendiri menjadi salah satu tahun kesuksesan mereka dengan berhasil meningkatkan pendaftaran nama domain .id sebanyak 60 ribu domain.

    Sampi dengan saat ini, total PANDI telah berhasil mendaftarkan nama domain .id sekitar 151. 987 domain (sampai November di tahun ini). Namun, terdapat sekitar 30 ribu nama domain yang tidak diperpanjang bahkan dihapus penggunannya di tahun ini.

    “Pencapaian di tahun 2015 ini ternyata cukup baik, jadi ada penambahan jumlah domain sebanyak 64 ribu selama sebelas bulan, tapi ternyata domain yang tidak diperpanjang dan dihapus juga mengalami peningkatan. sekitar 30 ribu nama domain yang dihapus, sehinga total penigkatan tahun ini hanya sekitar 30 ribu domain .id dan hal ini akan menjadi PR buat kami dari PANDI kemudian temen-teman registrar sebagai tonggak pemasaran untuk memperbaiki agar tahun depan lebih baik lagi,” ucap Sigit widodo, Direktur Operasional PANDI.

    Dari total nama domain yang berhsil terdaftar di tahun ini, yang paling dominan sampai dengan saat ini adalah domain co.id dengan 66.700 pengguna, disusul oleh web.id dengan 23.111 pengguna, kemudian anythings.id dengan 19.781 pengguna dan sch.id dengan 14.860 pengguna. 9 nama domain sisa tidak menembus angka 10 ribu user di masing-masing domain dan total sampai dengan saat ini, PANDI sudah mendaftarkan sekitar 151.987 di tahun 2015.

    Sejatinya PANDI tidak sendirian dalam menyebarkan nama domain .id, mereka dibantu oleh 12 regitrar yang senantiasa membantu mereka menyebarkan nama domain.id.

    Sebagai informasi, Dari 12 registrar, sekitar 4 registrar yang sangat aktif dalam mendaftarkan nama domain, dari total 4 registrar tersebut setidaknya mereka menyumbang lebih dari 60% dari total keseluruhan pendaftaran nama domain di tahun ini. Registrar saat ini sudah terdftar sejak tahun 2012 lalu dan PANDI merasa sudah waktunya untuk membuka registrar baru pada awal februari mendatang.

    Untuk tahun ini juga PANDI sedang mempersiapkan program sejuta nama domain mereka yang di gagas bersama dengan Kementrian Kounikasi dan Informasi. Program tersebut baru akan dimulai pada awal tahun depan, dengan bulan Januari sebagai awal pendaftaran dan mereka menargetkan pada bulan Februari atau Maret sudah ada sekitar 25 hingga 35 ribu nama domain .id yang terdaftar dan pada akhir tahun mencapai 300 ribu nama domain. [ak/if]

  • Duh Bangganya, Anak-anak Kecil Ini Sudah Bisa Buat Aplikasi

    Duh Bangganya, Anak-anak Kecil Ini Sudah Bisa Buat Aplikasi

    Telko.id – Ketika anak-anak ini naik kepanggung, rasanya hati ini bangga. Ternyata, Indonesia punya calon-calon ‘Mark Zuckerberg’. Masih muda-muda dan celoteh di atas panggung menandakan mereka masih anak-anak. Ya, mereka itu adalah para pemenang dari IWIC ke 9 yang diadakan oleh Indosat Ooredoo.

    Ada 26 pemenang dari berbagai kategori dengan berbagai karya aplikasi mobile yang memberikan manfaat tinggi bagi masyarakat dan memperkaya layanan content aplikasi karya anak negeri sendiri.

    “IWIC merupakan salah satu program penting kami sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem digital Indonesia. Lahirnya para developer muda dengan karya aplikasi mobile lokal yang baru, spektakuler dan bernilai manfaat tinggi akan memperkaya dunia digital Indonesia. Indosat Ooredoo saat ini tengah bertransformasi menuju Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan meyakini bahwa Indonesia memiliki generasi muda penuh talenta dan ide kreatif dalam bidang aplikasi mobile nantinya akan mempercepat terwujudnya masyarakat digital Indonesia yang dibesarkan oleh anak negeri sendiri,” demikian disampaikan President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli.

    “Indonesia sendiri akan mencanangkan program 1000 Aplikasi. Rencanya akan dilakukan tahun 2016. Kami ingin ada facebook, twitter atau WhatsAp asli buatan Indonesia,” ujar Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

    Alexander Rusli juga menambahkan bahwa dengan IWIC sebagai salah satu inisiatif, untuk dunia digital itu lebih dari sekadar konektivitas. Dunia digital harus bersahabat, simple, dan mudah diakses. Oleh karena itu pada acara perubahan identitas perusahaan kemarin, Indosat Ooredoo mengusung tema #IndonesiaDigitalNation. Berharap dunia digital membawa sebanyak-banyaknya manfaat dan kesempatan kepada banyak orang.

    Pemenag untuk IWIC ke 9 ini adalah

    Kids Category (SD)

    Ideas : Charigvity karya Nisrina Khansa Izzati

    Apps : Belajar membaca metode Dia tampan karya M. Hikam Assyifa alfath

    Teens Category (SMP & SMA)

    Ideas : Look-lock karya Bayu Eka Sanktiaji

    Apps : Escape from the prison karya Shaquille Shiddiq P

    University Students and Public

    Ideas : adawifiga karya Sandy Colondam

    Apps : Temu jasa karya Hardian Prakasa

    Developers Category

    Apps : yukmart karya Dimas Anugrah Wicaksono

    Mobile Web : Kazir karya Zaenal Arifin

    Special Category

    Apps for Women : Baby Recipe karya Ade Rifaldi

    Apps for Supporting Inbound Tourism : ayojelajah.in karya Bagja Gumelar

    Pemenang Campus Innovation Award : Universitas Tanjungpura, Pontianak

    Adapun idea dan apps untuk bidang :

    • Communication, Lifestyle &Education
    • Multimedia & Games
    • Utility (Tools, Security, Ideas/apps for disabled)

    Mudah-mudahan, tahun depan akan semakin banyak yang bermunculan para entrepreneur muda Indonesia. (Icha)