Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Kenalkan ‘Nemo’, Alat Uji 3 Carrier Aggregation dan LTE Cat 9

    Kenalkan ‘Nemo’, Alat Uji 3 Carrier Aggregation dan LTE Cat 9

    Telko.id – Dalam mengakses internet berkecepatan tinggi, bukan saja dari sisi jaringan yang memang mengadopsi teknologinya. Tetapi dari sisi handset juga harus memiliki kemampuan untuk membaca jaringan tersebut. Keduanya harus jalan seiring.

    Banyak operator di dunia menggunakan beberapa frekuensi untuk melayani pelanggannya akan kebutuhan akses data secara cepat. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang namanya Carrier Aggregation (CA) yang mampu bekerja dalam kombinasi band spectrum yang berbeda untuk membentuk saluran yang lebih besar dalam pengiriman data. Teknologi terkini di CA adalah 3-Carrier Aggregation. Dari sisi handset, perlu dilengkapi dengan Category 9 agar dapat membaca 3-carrier aggregation yang dimiliki oleh operator.

    Nah, Anite, perusahaan global yang bergerak dibidang pengujian teknologi jaringan tanpa kabel mengumumkan bahwa mereka meluncurkan produk yang mampu melakukan pengujian terhadap jaringan yang menggunakan 3-Carrier Aggregation dan Category 9. Produk terbarunya, yakni Nemo Outdoor, Nemo Handy, dan Nemo Walker Air. Ketiga produk tersebut dapat bekerja baik di jaringan yang menggunakan 3 Carrier Aggregation (CA) dan Category 9. Pengujian dilakukan menggunakan smartphone terbaru Samsung yakni Samsung Galaxy S6 Edge+ dan Samsung Galaxy Note 5.

    “Penting bagi operator yang mengimplementasikan teknologi seperti 3-carrier aggregation juga diadopsi oleh smartphone terkini. Untuk itu kami melakukan pengujian untuk mengakomodir kebutuhan para operator. Bukan hanya downlink dan uplink, tapi kami juga menguji untuk semua range radio,” ujar Kai Ojala, CTO Network Testing Business Anite menjelaskan.

    Lebih lanjut Kai juga menyebutkan bahwa hasil yang diperoleh sesuai dengan yang pelanggan inginkan. Data pengukuran yang diperoleh bahwa produk besutan dari Anite tersebut dapat mengukur data kecepatan yang dapat diberikan oleh teknologi baru tersebut. Seperti apa produk yang dikeluarkan oleh Anite ini?

    Nemo Outdoor adalah solusi test drive berbasis laptop untuk pengujian jaringan nirkabel yang mendukung semua teknologi jaringan utama dan lebih dari 300 terminal. Selain itu mampu melakukan scanning dari semua range frekuensi yang digunakan oleh operator.

    Nemo-Outdoor

    Sementara Nemo Walker Air adalah alat portabel untuk benchmarking dalam ruangan dan pengukuran multi-teknologi. Ini adalah sistem perbandingan dalam “ruangan” berbasis Android yang memungkinkan melakukan pengukuran disinkronisasi luas. Ini terdiri dari tablet induk dan sampai tujuh terminal uji terhubung melalui Bluetooth. (Icha)

    Walker Air backpack_open_web

    Sedangkan Nemo Handy adalah handheld yang paling banyak digunakan untuk menguji interface yang sesuai dengan kebutuhan para pelanggan, terutama dalam kecepataan realtime dengan menggunakan handheld yang beredar di pasar.

    Nemo Handy

  • Gunakan Bola Lampu, LiFi 100 Kali Lebih Cepat dari WiFI

    Gunakan Bola Lampu, LiFi 100 Kali Lebih Cepat dari WiFI

    Telko.id – Alternatif super cepat untuk WiFi yang dikenal dengan sebutan ‘LiFi’ telah melewati proses penelitian di laboratorium dan akan masuk ke dunia nyata setelah startup asal Estonia, Velmenni mulai menawarkan secara komersial teknologi ini.

    Velmenni  menggunakan LiFi untuk mengirim data hingga 1Gbps – lebih dari 100x lebih cepat daripada teknologi WiFi saat ini. Untuk menerapkan ini dalam dunia nyata, Anda dapat mengharapkan untuk mengunduh film definisi tinggi hanya dalam hitungan detik.

    Manfaat utama dari LiFi adalah peningkatan privasi dan keamanan. Data dikirim pada kecepatan tinggi menggunakan Visible Light Communication (VLC) yang tidak dapat menembus dinding dan karena itulah kurang berisiko atas penyadapan serta menderita akibat interferensi dari perangkat lain.

    LiFi dikembangkan oleh seorang Profesor bernama Harald Haas dari Universitas Edinburgh dan dalam kondisi laboratorium yang terkontrol peneliti telah mencapai kecepatan yang luar biasa, yakni 224Gbps.

    “Kami sedang melakukan beberapa proyek percontohan dalam industri yang berbeda dimana kita dapat memanfaatkan teknologi VLC,” ungkap Deepak Solanki, CEO Velmenni, “Saat ini kami telah merancang solusi pencahayaan cerdas untuk lingkungan industri dimana komunikasi data dilakukan melalui cahaya. Kami juga melakukan proyek percontohan dengan klien swasta dimana kami menyiapkan jaringan LiFi untuk mengakses internet di ruang kantor mereka.”

    Menggunakan bola lampu di sekitar rumah atau tempat kerja, LiFi dapat memberikan transmisi data kecepatan tinggi untuk akses internet atau penyebaran IOT. Tantangan terbesar bagi Velmenni, dan juga vendor-vendor lainnya yang ingin memanfaatkan teknologi LiFi, adalah menemukan cara untuk retrofit perangkat yang ada dengan teknologi baru untuk mencegah pembuatan infrastruktur baru.

    “Yang perlu kita lakukan adalah memasukkan microchip kecil untuk setiap perangkat pencahayaan potensial dan ini kemudian akan menggabungkan dua fungsi dasar: pencahayaan dan transmisi data nirkabel,” kata Haas. “Di masa depan kita tidak akan hanya memiliki 14 miliar bola lampu, kita mungkin memiliki 14 miliar LiFi yang dikerahkan di seluruh dunia untuk masa depan yang lebih bersih, lebih hijau dan lebih cerah.”

  • Lewat D-MIMO, ZTE Ingin Tingkatkan Kecepatan Data

    Lewat D-MIMO, ZTE Ingin Tingkatkan Kecepatan Data

    Jakarta – Pembuat peralatan telekomunikasi asal Tiongkok, ZTE, baru-baru ini telah melakukan terobosan signifikan dalam penelitian pada jaringan akses radio generasi berikutnya. Perusahaan ini mengumumkan telah berhasil menguji dan mendistribusikan terobosan pra komersil pertama di dunia dari teknologi Multiple Input Multiple Output (D-MIMO).

    Dalam uji lapangan diketahui bahwa ada peningkatan kecepatan data hingga sembilan kali lipat di tepi sel. Hal ini dicapai dengan menggunakan teknologi D-MIMO berdasarkan proprietary sistem Cloud Radio milik ZTE.

    Pengujian ini tak hanya mengeksplor dua skenario yang digunakan, baik single user maupun multi user, ini juga memberitahu kita mengenai efek dari BTS yang tumpang tindih. Pengujian sendiri dilakukan dengan menggunakan terminal perangkat mobile yang tersedia secara komersial.

    Dilansir dari Telecoms, Senin (16/11), tes menegaskan bahwa teknologi koherensi dari Join Transmission (JT) yang digunakan dalam sistem D-MIMO baru ZTE dipercaya dapat membuat sinkronisasi fase penuh antara BTS.

    Sebagai hasil dari sinkronisasi ini, sinyal ditransmisikan secara bersamaan dan diperkuat ke tingkat maksimum saat mereka tiba di antena dari terminal pengguna, yang meminimalkan gangguan dengan terminal lain. Jumlah ini tambahan 3 dB pada antena di terminal si pengguna bila dibandingkan dengan teknologi JT non-koheren. Hal ini juga menghindari kontrol antena terminal pengguna lain yang juga membantu untuk meminimalkan gangguan sinyal dan menciptakan dasar yang jauh lebih baik untuk multi-user Joint Tranamission (MU-JT).

    Teknologi ini akan menurunkan gangguan dan sinyal terdegradasi di tepi sel, sebuah efek samping yang sampai sekarang tak terelakkan setiap kali ada beberapa BTS. Hasilnya adalah bahwa terobosan baru ini akan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik untuk ponsel pintar dan pelanggan mobile broadband, menurut ZTE.

    Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi operator seluler karena teknologi D-MIMO dapat meningkatkan kecepatan data di tepi sel dengan sangat besar. [ak/if]

     

  • 87% Smartphone Android Rentan akan Virus

    87% Smartphone Android Rentan akan Virus

    Jakarta – Seperti diketahui sebelumnya, platform Android memang menjadi platform mobile yang sangat rentan terhadap peretasan data. Namun berdasarkan survey terbaru di lapangan mengungkapkan bahwa sebanyak 87 % smartphone Android yang ada di pasaran saat ini tidak aman.

    Para ilmuwan Inggris membuktikan bahwa perangkat Android sangatlah berbahaya bila ditinjau dari segi keamanan data. Penelitian mendalam yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge pada beberapa perangkat dan menganalisis lebih dari 20.000 smartphone dari berbagai merek dan menemukan bahwa 87,7% perangkat Android yang diteliti dikategorikan rentan terhadap paling tidak satu jenis kerentanan yang kritis.

    Penelitian ini dilakukan dengan bantuan para penggguna smartphone. Para peserta menyetujui penggunaan aplikasi khusus bernama Device Analyzer dari Google Play. Aplikasi ini membantu untuk mengetahui seberapa tahankah smartphone terhadap serangan yang berdampak luas dengan cara mengirimkan data ke perangkat lunak di masing-masing perangkat.

    Dari kesemuanya ada 32 jenis smartphone yang kritis, namun hanya 11 bug yang bisa diterapkan ke semua perangkat, dan diperhitungkan sepanjang percobaan untuk menghasilkan hasil yang adil.

    Berdasarkan data dari Securelist.com, dalam jangka waktu 4 tahun (dari Juli 2011 hinga 2015), tingkat mean dari indeks FUM untuk seluruh perangkat Android mengalami penurunan yang mengerikan, – 2,87 dari 10. Smartphone yang paling aman, seperti diperkirakan, adalah Google Nexus. Hal ini tentunya tidaklah mengherankan mengingat Google memperhatikan patching terhadap perangkatnya sendiri.

    Platform Android merupakan sistem yang sangat rentan. Kecuali Google merubah OS serta model distribusi untuk memungkinkan adanya mekanisme update yang simultan, regular serta vendor-agnostic untuk memudahkan pengguna dalam pengurusan keamanan perangkat mereka.

    Beberapa tips untuk mengatasi kerentanan tersebut diantaranya:

    •  Pasang pembaharuan sistem sesegera mungkin bila sudah tersedia. Jangan menunda apalagi mengabaikannya.
    • Unduh aplikasi yang berasal dari sumber terpercaya dan berhati – hatilah terhadap situs yang nakal. Hal ini tidak menjamin Anda terhindar dari masalah keamanan, namun cara tersebut merupakan salah satu cara untuk menghindari beberapa ancaman tertentu.
    •  Gunakan solusi keamanan – bila vendor smartphone Anda lambat dalam melakukan patch keamanan serta menyelamatkan penggunanya dari eksploitasi, perusahaan antivirus mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik.
    • Cobalah untuk tetap mendapatkan informasi terbaru: bacalah berita – berita mengenai keamanan. Jika tidak, maka Anda tidak akan pernah tahu, sebagai contoh, lebih baik menonaktifkan pengunduhan MMS standar untuk menghindari masalah yang terkait dengan kerentanan Stagefright.
  • Malware Ini Sukses Sembunyikan Diri di Play Store

    Malware Ini Sukses Sembunyikan Diri di Play Store

    Jakarta – Sepertinya tidak berlebihan jika platform Android disebut-sebut sebagai salah satu platform yang paling rentan terhadap serangan malware. Pasalnya, bukan hanya tak sedikit kasus pencurian data yang menimpa pengguna Android di luar sana, toko aplikasi platform ini pun diketahui manjadi tempat bersembunyinya malware.

    Seperti diketahui, aturan umum bagi pengguna Android adalah bahwa mereka yang tetap dengan Play Store Google akan aman dari malware dan bahaya lainnya. Namun, beberapa pengecualian tampaknya terjadi baru-baru ini.

    Ghost Push, misalnya, malware trojan ini berhasil menyembunyikan dirinya di dalam aplikasi populer dan telah membuat jalan ke pasar aplikasi resmi Play Store.

    Kode berbahaya ini ditemukan oleh Cheetah Ponsel pada 18 September lalu, dimana sampai saat ini malware tersebut berhasil menginfeksi 900.000 perangkat.  Angka ini termasuk smartphone dan tablet dari berbagai pasar dan produsen.

    Dilansir dari Androidauthority (13/10), selain melewati langkah-langkah keamanan yang ditetapkan oleh Play Store dan pasar lain di Google, Ghost push mampu mendapatkan inti dan kontrol smartphone dan tablet secara penuh. Hal ini membuat malware ini sulit disingkirkan dari perangkat pengguna.

    Beberapa aplikasi yang terinfeksi meliputi versi palsu dari Kalkulator, Smart Touch, Assistive Touch, Talking Tom 3, Easy Locker,  Privacy Lock dan lain-lain.

    Setelah mendapatkan kontrol penuh atas perangkat, hacker China menjalankan operasi dengan mendorong instalasi aplikasi tanpa persetujuan pengguna dan itu bukanlah aplikasi gratis. Cheetah Ponsel memperkirakan bahwa Ghost telah mendapatkan penghasilan dari kejahatannya tersebut sekitar USD 4.050.000 per hari.

    Saat ini, tak banyak yang mengkhawatirkan tentang hal ini, karena semua aplikasi berbahaya akan langsung diturunkan dari Google Play Store.

    Seperti telah disebutkan di atas, ini adalah virus yang sangat jahat yang menempel pada ponsel internal pengguna. Kebanyakan perangkat lunak anti-virus bahkan tidak akan bekerja, akan tetapi Cheetah Mobile telah menciptakan alat khusus untuk membunuh Ghost Push. Aplikasi tersebut adalah Ghost Push Trojan Killer yang sudah tersedia di playstore.

    Aplikasi ini juga bisa mendeteksi malware, sehingga Anda harus menjalankannya jika Anda telah memperhatikan aktivitas aneh pada smartphone Anda, atau jika Anda kebetulan telah mengunduh salah satu aplikasi yang terdaftar.

     

  • IoT dan M2M Kunci Utama Perkembangan Jaringan Mobile

    IoT dan M2M Kunci Utama Perkembangan Jaringan Mobile

    Jakarta – Internet of Things dan teknologi M2M disebut-sebut sebagai dua hal yang akan memiliki pengaruh paling signifikan pada perkembangan jaringan mobile. Demikian diungkankan sebuah survei yang dilakukan oleh Telecoms.com Intelligence belum lama ini.

    Menurut laporan, sekitar 41,1% dari audiens yang berjumlah 400 orang menyebut teknologi komunikasi berbasis mesin sebagai masalah keamanan utama dalam membangun jaringan di masa depan. Kemungkinan ini telah secara khusus diidentifikasi karena volume koneksi IoT yang sedikit. Sebelumnya, laporan yang juga difokuskan pada IoT mengidentifikasi bahwa tantangan keamanan menjadi isu terbesar dalam pembangunan infrastrukutr IoT di masa depan.

    Sementara itu, IoT juga disebut-sebut sebagai fitur lain yang diinginkan oleh responden ketika jaringan 5G sudah mulai diadaptasi nantinya. Sebanyak 23,7% responden mengatakan IoT adalah jaringan yang paling penting atau fitur teknologi yang diperlukan ketika mengembangkan 5G. Di atas IoT, efisiensi spektrum mendapatkan presentasi sebanyak 28,5% dari pilihan responden. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa meskipun ada janji untuk menghadirkan teknologi baru dan fungsionalitas, namun itu tidak lebih penting dari jaminan ketersediaan spektrum meskipun sumber daya terbatas.

    Selain itu, 34,4% juga percaya munculnya IoT dan peningkatan komunikasi M2M adalah pendorong utama untuk jaminan jaringan masa depan, yang hadir sebagai terobosan baru untuk perkembangan industri mobile.

    Temuan lain mengungkapkan tingkat keragu-raguan seputar teknologi high-definition calling, dimana sebanyak 34,1% responden tidak yakin kapan mereka akan meluncurkan VoLTE, dan dengan 56,9% lokasi tetap konsisten dengan warisan jaringan 2G dan 3G adalah tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam menggelar VoLTE. [AK/IF]

  • Cegah Masuknya Malware Dengan Cara Ini

    Cegah Masuknya Malware Dengan Cara Ini

    Jakarta – Kejahatan siber dirasa semakin mengkhawatirkan saja. Hal ini tak hanya ditandai dengan semakin getolnya para penjahat di ranah ini dalam melancarkan aksinya, tetapi juga dukungan teknologi yang dibawanya, yaang semakin canggih saja. Kini, aksi pencurian identitas pun telah berevolusi seiring dengan berkembangnya teknologi.

    Tanpa disadari, para penjahat siber melancarkan aksinya secara bergerilya di bawah tanah dan dengan keji memperjual belikan hasil pencurian data yang mereka peroleh kepara kompetitor ataupun meminta para korban untuk memberikan sejumlah uang. Lebih ironis lagi, para korban “terusir” dan memiliki akses yang terbatas pada perangkat mereka sendiri.

    Beberapa data hasil rampasan tersebut diantaranya berupa email, data pribadi di sosial media, game online, serta informasi akun online banking milik nasabah. Bagi mereka, akun milik korban laksana ladang emas yang siap mereka eksploitasi.

    Saat ini, bukan hanya perusahaan besar saja yang menjadi incaran para cracker, melainkan banyak juga perusahaan ritel yang menjadi korban dari para penjahat siber ini. Perusahaan yang menyediakan jasa kepada para konsumen pun tak luput dari pengawasan para penjahat internet ini. Pun demikian UKM, pernah merasakan keganasan dari serangan para penjahat dunia maya tersebut.

    Seperti diketahui, saat ini jenis malware pun beragam adanya. Bahkan para cracker telah menyediakan malware khusus untuk para targetnya.

    Andreas Ananto Kagawa mengungkapkan, “Saat ini cybercrime itu real dan targeted. Jadi para cracker sudah menargetkan para korbannya dan menciptakan virus khusus untuk menembus sistem keamanan dari target mereka.” Banyaknya virus khusus yang dibuat ini berakibat pada munculnya banyak malware baru.

    Cara Malware datang dan pergi

    Dalam konteks penetrasi, banyak cara ditempuh penjahat siber untuk memasuki sistem keamanan perusahaan dan menyuntikkan malware. Tend Micro membaginya ke dalam beberapa langkah. Dan ini wajib Anda ketahui.

    1. Intelligent Gathering

    Para penjahat siber akan memilih seseorang di perusahaan untuk menjadi target mereka. Karyawan perusahaan yang dipilih para cracker ini adalah mereka yang memiliki akses banyak ke perusahaan tersebut dan memiliki tingkat kelengahan yang tinggi. Disamping tentunya, cenderung tidak menyadari bahwa mereka sedang dijadikan alat untuk menyerang. Biasanya karyawan seperti ini adalah Sekrertaris dari CEO di perusahaan tersebut. Seperti di ketahui, seorang Sekretaris CEO memiliki akses yang banyak dan luas di sebuah perusahaan tempat dia bekerja.

    2. Point of Entry

    Langkah kedua yang dilakukan adalah dengan memberikan email palsu kepada Sekretaris tersebut dan memasukan malware tanpa diketahui oleh si Sekretaris. Selain menggunakan cara tersebut, mereka bisa langsung membobol server perusahaan, jika perusahaan tersebut tidak melakukan patch di server mereka. Langkah ini lebih dikenal dengan nama Spear Phising.

    3. Command and Control Communication

    Layakya sebuah operasi penyerangan yang tergorganisir, ketika sudah memasuki bagian dalam sebuah perusahaan para penjahat ini memberikan laporan kepada kawan mereka untuk melakukan hal yang lain. Pada tahap ini, para hacker sudah masuk ke sistem perusahaan.

    4. Data Discovery

    Mencari data yang mereka inginkan di dalam sistem dan server perusahaan tersebut. Cara mencuri tersebut bisa secara langsung atau bisa tanpa diketahui dan bersembunyi selama berbulan-bulan tidak terdeteksi dan mencuri data secara berkala.

    Sebagai informasi, tren BYOD menjadi salah satu cara bagi malware untuk masuk ke dalam sistem perusahaan. Para karyawan perusahaan yang bebas menggunakan perangkat mereka untuk keperluan pekerjaan sangat rentan sekali dihinggapi oleh malware dan langsung masuk menuju server perusahaan tersebut.

    Malware boleh saja memiliki caranya sendiri untuk masuk dan menjangkiti sebuah sistem, namun itu tidak berarti tidak ada jalan keluarnya. Paling tidak, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Dalam hal ini, Trend Micro memberikan berbagai tips terkait pencegahan ini sehingga perusahaan tidak terkena serangan malware. Tips tersebut diantaranya:

    1. Teknologi penting yang harus dimiliki

    Dalam hal ini, Trend Micro memiliki Thread intelligent. Fitur ini sejatinya sama seperti bank data yang setiap harinya memiliki 150 juta sensor dan menemukan 16 miliar malware. Tentunya para pengguna harus terus melakukan update agar lebih mengenal malware terbaru.

    2. Cara menghadapi spear phising

    Perusahaan harus memiliki teknologi penting untuk melihat sebuah email memiliki malware atau tidak. Hal ini dapat dilihat dari keanehan dan ketidakcocokan dari si pengirim dan konten email yang dikirimkan. Jika dirasa ada ketidakcocokan, email tersebut akan dikarantina dan disimpan ke kotak ‘kirim’ (sent box) box dan akan diketahui email tersebut malware atau bukan. Dan jika itu adalah malware, sent box mereka mengetahui dimana markas dari malware tersebut.

    3. Lakukan Pengamanan Sampai ke tingkat Server

    Banyak penjahat siber yang memanfaatkan kerentanan dari software yang ada. Software tersebut memberikan patch untuk menutupi kerentanan tersebut. Sayangnya ada beberapa perusahaan yang lama dalam menghadirkan patch tersebut. Salah satu teknologi dari Trend Micro adalah automatic ongoing securuty patching. Ini adalah patching yang diberikan oleh Trend Micro ketika perusahaan belum mengeluatkan patch. Hal ini tentu akan mengurangi kerentanan yang terjadi di server perusahaan tersebut.

  • Pendapatan Pengguna Twitter Bisa Dilihat Lewat Perilaku Mereka

    Pendapatan Pengguna Twitter Bisa Dilihat Lewat Perilaku Mereka

    Jakarta – Jejaring sosial Twitter menjadi salah satu jejaring sosial yang sangat diminati saat ini. Bagaimana tidak, semenjak kehadirannya di dunia maya, jejaring sosial berlogo burung ini mampu menghipnotis masyarakat dunia maya untuk sekedar “berkicau” disana.

    Di Indonesia sendiri, jumlah pengguna Twitter sudah menyentuh angka 50 juta pengguna, seperti yang diungkapkan oleh CEO Twitter, Dick Costolo ketika ia berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Angka tersebut nampaknya akan terus bertambah seiring dengan perkembangan teknologi jaringan internet yang semakin cepat dan menjangkau semua wilayah di Indonesia.

    Uniknya, dari perilaku pengguna Twitter dapat di ketahui berapa jumlah pendapata mereka. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh beberapa peneliti dari University of Pensilvania dan beberapa universitas terkemuka di Eropa baru-baru ini merilis jumlah perilaku dan juga pendapatan si pengguna Twitter tersebut.

    Saat ini para ilmuwan dari University of Pensilvania dan beberapa ilmuwan lain telah melakukan sebuah kemajuan besar lewat penelitian mereka. Mereka menghubungkan lebih dari 5.000 perilaku pengguna Twitter  untuk mereka golongkan dalam beberapa pendapatan. Mereka mempublikasikan hasil mereka di jurnal PLoS ONE.

    Daniel Preotiuc-Pietro, seorang peneliti pasca-doktoral di Pusat Psikologi Penn di Sekolah Seni & Sciences yang memimpin penelitian ini, berkolaborasi dengan Svitlana Volkova dari Johns Hopkins University, Vasileios Lampos dan Nikolaos Aletras dari University College London dan Yoram Bachrach dari Microsoft Research.

    Dilansir dari Phys.org, Tim ilmuwan mengambil pendekatan yang berlawanan dengan apa yang psikolog dan ahli bahasa lakukan secara historis. Pendekatannya ialah mereka tidak mengajukan pertanyaan secara langsung, para ilmuwan melihat tulisan media sosial peserta, dan penuh dengan rincian yang mendalam.

    Para ilmuwan berniat untuk menjadikan sosial media sebagai pendukung dari sebuah peneitian, dan ke depannya mereka juga berniat untuk menjadikan sosial media sebagai alternatif baru dari sebuah penelitian yang selama ini tergolong cukup mahal dan cukup terbatas.

    Untuk memulai penelitian ini, para ilmuwan mengambil bahan mengenai data pekerjaan dari si pengguna Twitter tadi sebelum mengelompokkannya berdasarkan “kicauan” mereka. Di Inggris, para peneliti menentukan pendapatan rata-rata untuk setiap kode, kemudian dicari sampling wakil dari setiap kode tersebut. Dibtuhkan total 5.191 pengguna Twitter dan lebih dari 10 juta tweet untuk menganalisis dan mengelompokkan kecenderungan tersebut.

    twitterbehav

    Dari sana, mereka menciptakan algoritma pengolahan bahasa statistik yang menarik dalam kata-kata yang digunakan. Kebanyakan orang cenderung menggunakan kata-kata yang sama atau mirip, sehingga tugas dari algoritma tersebut adalah untuk “memahami”  hal yang paling prediktif untuk masing-masing kelas.

    Beberapa hasil yang sudah diketahui divalidasi dan memberikan hasil bahwa kata-kata seseorang dapat mengungkapkan usia dan jenis kelamin, dan bahwa ini terkait dengan pendapatan.

    Tapi Preotiuc-Pietro mengatakan, ada juga beberapa kejutan; misalnya, mereka yang berpenghasilan cenderung mengekspresikan ketakutan dan kemarahan di Twitter. Optimis dirasakan mereka yang rata-rata memiliki penghasilan lebih rendah. Teks dari mereka yang berpendapatan rendah lebih banyak mengumpat. sementara mereka yang berpendidikan tinggi lebih sering membahas politik, perusahaan dan dunia nirlaba.

    Temuan tersebut akan bertindak sebagai dasar untuk setiap pekerjaan di masa depan, beberapa di antaranya akan menyelidiki bagaimana persepsi tentang pengguna dan pendapatan yang sejalan dengan realitas. Bukan tidak munkin ke depannya pihak HRD akan melihat kepribadian seseorang yang melamar pekerjaan dari perilaku mereka di dunia maya.


  • GSM dan CDMA, Serupa Tapi Tak Sama

    GSM dan CDMA, Serupa Tapi Tak Sama

    Jakarta – Dua SimCard atau karti SIM yang saat ini ada dan ramai di pasaran adalah jenis GSM dan CDMA. Namun hanya sedikit dari pengguna yang mengetahui perbedaan jelas dari keduanya.

    GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access) adalah dua teknologi yang memiliki  radio berbeda namun melakukan fungsi dasar yang sama, yaitu mengirimkan suara, data, dan teks secara nirkabel dari dan ke telepon Anda. Meski tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

    GSM misalnya, merupakan jaringan komunikasi yang mengirimkan data pengguna berdasarkan paket waktu yang dikenal dengan istilah timeslot. Sebenarnya, GSM ini menggunakan system TDMA, yaitu Time Division Multiple Access. TDMA bekerja dengan cara sewa waktu. Artinya, bila pengguna yang satu sedang menggunakan sistem tersebut,  maka pengguna yang lain pun secara tidak langsung tidak dapat mengaksesnya.

    Namun ada banyak keuntungan yang didapat dari kartu GSM, diantaranya adalah kenyamanan saat berhubungan. Karena sudah disewa satu orang, maka orang lain tidak akan mampu menyewanya. Suara yang dihasilkan dari jaringan GSM juga cenderung lebih nyaring dan jelas dibanding CDMA.

    Kekurangan, sistem informasi di GSM mudah bocor, karena menggunakan timeslot secara bergantian dan tanpa kode khusus. Orang bisa dengan mudah mendapatkan informasi Anda sebelumnya.

    Sementara itu, CDMA menggunakan metode yang sama dengan namanya, yaitu CDMA (Code Division Multiple Access). Dengan metode ini, setiap ponsel yang hendak melakukan sambungan dapat mengirim data CDMA kapan saja. Sebagai pembeda, setiap ponsel memiliki kode unik untuk mengatur paket data CDMA yang dikirimnya dalam sambungan telepon. Nantinya, pihak penerima sambungan telepon itu juga hanya akan menerima data yang menggunakan kode yang sama dengan kode yang digunakan oleh pengirim itu.

    Akses jaringan CDMA ibarat sebuah bus yang ditumpangi banyak orang. Masing-masing memiliki kodenya sendiri, yang berbeda dengan yang lain. Nah, bila ingin berhubungan, kode tersebut akan mengirimkan akses. Karena kode tiap orang berbeda, maka pengguna pun bebas melakukan komunikasi dengan yang lain.

    Kekurangan CDMA dibanding GSM terletak dalam hal kelancaran komunikasi. Karena digunakan bersama-sama dengan orang lain, maka komunikasi memiliki potensi terhambat. Akibatnya pengguna CDMA sering merasa kurang nyaman karena suara tidak jelas.

    CDMA biasanya hanya dipasang di kota-kota besar. alhasil, jaringannya kurang luas sehingga kurang tepat bila digunakan untuk komunikasi jarak jauh (dengan daerah pedesaan). Meski demikian, tarif CDMA untuk telepon dan internet relatif lebih murah dibanding GSM.

    Jaringan CDMA memiliki beberapa keuntungan teknis dibandingkan dengan GSM. Mereka mendukung lebih banyak koneksi bersamaan, yang secara teoritis dapat mengurangi traffic yang terjadi di menara sel. Dan teknologi yang mendasari lebih aman.

    Penetrasi di Indonesia

    Di Negara kita, GSM sangat populer, terlihat dari banyaknya operator yang menyelenggarakan jaringan ini. Menyinggung mengenai kecenderungan masyarakat kita yang saat ini lebih sering menggunakan akses data ketimbang voice, GSM bisa menghadirkan kecepatan 3.5G dengan stabil di sini. Walaupun 4G sudah masuk dan mulai diimplementasikan di Indonesia, namun frekuensi 900Mhz masih cenderung menyulitkan para operator GSM dalam menghadirkan layanan 4G yang stabil.

    Sementara untuk CDMA, tercatat hanya ada satu operator CDMA yang masih bertahan di bisnis ini. Untuk urusan data, operator tunggal CDMA ini unggul dibandingkan dengan tiga operator GSM besar di Indonesia. Kecepatan LTE Advance yang digunakan operator tersebut di gadang-gadang dapat menyentuh angka 300 Mbps.

    Teknologi carrier agregation yang di aplikasikan oleh operator CDMA ini menjadikan LTE Advance bukanlah sebuah impian. Operator CDMA ini memanfaatkan frekuensi 2.300 MHz dengan teknologi TDD (Time Division Duplex) dan 850 MHz yang mengandalkan teknologi FDD (Frequency Division Duplex).

    Nah, demikianlah perbedaan singkat dari kedua jenis jaringan komunikasi ini. Jika Anda memiliki pengetahuan lain terkait artikel ini, silahkan berikan informasi Anda pada kolom komentar di bawah ini. [AK/IF]

  • Lakukan Ini ketika Anak Anda Hobi Bermain Internet

    Lakukan Ini ketika Anak Anda Hobi Bermain Internet

    Jakarta – Perkembangan internet yang sangat cepat seakan merubah pola fikir serta kebiasaan setiap orang di dunia. Tak terkecuali anak kecil, jika melihat pada beberapa tahun silam, anak kecil yang berusia 8 hingga 12 tahun lebih suka bermain bersama teman mereka ketimbang duduk manis di depan layar komputer. Namun saat ini, kebiasaan anak tersebut menjadi berubah dan mereka cenderung lebih betah berlama-lama di dunia maya dan berselancar dengan menggunakan akses internet.

    Sejumlah orang tua pun mengizinkan jika anaknya sering bermain internet dan cenderung memberikan kebebasan kepada mereka. Namun sayang, kebebasan yang diberikan itu tidak diiringi dengan pengetahuan yang cukup mengenai keamanan berinternet.

    Tanpa orang tua sadari, sebenarnya banyak sekali bahaya yang mengintai anak mereka ketika bermain internet seprti, cyber bullying, mengakses konten yang berbau kekerasan, pornografi serta SARA dan propaganda, bahkan sang anak juga dapat disusupi oleh Hacker yang mencoba meretas IP Adress dari komputer si anak.

    Untuk menghindari anak dari bahaya internet, berikut adalah beberapa tips untuk memberikan internet sehat kepada anak.

    • Memberikan edukasi kepada sang anak tetang bahaya online
    • Gunakan perangkat lunak Parental Control untuk membuat batasan mengenai apa saja yang diperbolehkan, berapa lama waktu (dan kapan) yang mereka bisa habiskan untuk online, konten apa saja yang diblokir serta jenis kegiatan apa yang harus diblokir (chat room, forum, dan lain-lain). Filter Parental Control dapat dikonfigurasi dengan profil komputer yang berbeda-beda, dan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan filter bagi anak-anak Anda yang berbeda usia.
    • Lindungi komputer Anda dengan menggunakan perangkat lunak keamanan Internet.
    • Menetapkan dasar aturan yang jelas tentang apa yang mereka bisa dan tidak bisa lakukan ketika online dan menjelaskan mengapa Anda memberlakukan hal tersebut kepada mereka. Anda juga harus meninjau ulang kembali aturan ini kepada anak Anda ketika mereka beranjak dewasa.
    • Jangan lupa dengan smartphone anak Anda. Perangkat ini adalah komputer canggih dan bukan sekadar telepon saja. Kebanyakan smartphone kini disertai dengan fitur Parental Control dan penyedia perangkat lunak keamanan yang dapat menawarkan aplikasi untuk menyaring konten tidak pantas, pengirim pesan SMS gangguan, dan lain-lain.

    Demikianlah beberapa tips yang kami hadirkan untuk Anda, bagi anda yang mempunyai tips lain atau pengalaman tentang bahaya internet, silahkan memberikan komentar pada artikel ini. (AK/HZ)