Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Dipuji Dunia, Ojek Online Dilarang di Negeri Sendiri

    Dipuji Dunia, Ojek Online Dilarang di Negeri Sendiri

    Jakarta – Menteri Perhubungan Ignatius Jonan resmi mengeluarkan surat pemberitahuan yang melarang ojek dan taksi berbasis aplikasi online untuk beroperasi. Surat pemberitahuan tersebut ditujukan untuk Korps Lalu Lintas Polri, para Kapolda dan Gubernur di seluruh Indonesia sebagai landasan untuk menertibkan beroperasinya ojek dan taksi online yang menggunakan kendaraan pribadi.

    “Grab Taxi atau apapun namanya boleh saja, sepanjang kendaraannya memiliki izin sebagai transportasi umum, termasuk harus di KIR,” kata Menteri Perhubungan Ignatius Jonan di Jakarta, Kamis (17/12/2015).

    Bagi Gojek, Grabbike, dan layanan ojek lainnya, pernyataan tersebut sama artinya dengan memberangus layanan ojek online dari bumi pertiwi. Mengingat izin transportasi umum hanya berlaku untuk kendaraan minimal roda tiga, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

    “Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/12).

    Pendapat berbeda dilontarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurut Ahok, sapaan Basuki, Gojek tidak bisa diberantas seperti halnya ojek konvensional. Keberadaan keduanya membantu mobilitas masyarakat.

    “Anak sendiri tidak mau diakui, itu aja masalahnya. Faktanya ada ojek (konvensional) enggak? Bisa tidak diberantas? orang mau hidup kaya gitu gimana?,” ujar Ahok di Museum Fatahillah Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015.

    Asalkan tidak melanggar aturan lalu lintas, kata Ahok, pihaknya tidak akan menindak Gojek maupun ojek konvensional.

    “Yang penting, ojek jangan melanggar aturan. Yang naik pakai helm, kan orang-orang ketolong pakai ojek. Kami si harus ikut aja. Kami enggak akan tindak kalau enggak salah. Itu saja,” ucap Ahok seperti dikutip dari viva.co.id.

    Ahok sendiri bukan tokoh pertama yang melihat ojek online dari sisi kemanfaatannya. Sebelumnya, presiden Joko Widodo pernah menyatakan dukungannya terhadap aplikasi ojek online. Menurutnya, inovasi seperti ojek online juga harus dikembangkan kepada industri kecil lainnya agar dapat bersaing di pasar global. Jokowi bahkan pernah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pendiri GoJek, Nadim Makarim, yang berhasil mengubah skema transportasi berbasis aplikasi di smartphone.

    Hal senada juga pernah dilontarkan oleh Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde. Menurutnya, model bisnis transportasi sepeda motor yang berbasis manajemen teknologi informasi adalah sebuah usaha inovatif yang digerakkan oleh semangat kreatif anak muda.

    Lalu apa alasan Kementrian Perhubungan mengeluarkan regulasi dengan syarat yang mustahil untuk dipenuhi oleh Ojek Online?

    Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata, pelarangan tersebut murni karena pertimbangan safety atau keselamatan transportasi.

    Pendapat tersebut berbeda dengan pandangan pengguna layanan ojek online ataupun para pengemudinya. Menurut salah seorang Netizen dalam akun media sosial Facebook, ojek online justru telah mengajarkan bagaiamana sebuah transportasi umum memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpangnya. Mulai dari memberikan penutup kepala, helm, masker hingga jas hujan. Dan yang terpenting, mereka merasa aman menumpang ojek online karena perusahaan ojek online lebih ketat dalam mendata para pengemudinya.

    Tak heran jika banyak kalangan yang mempertanyakan maksud “baik” kementrian perhubungan menertibkan layanan ojek ataupun taksi online. Terlebih disaat kementrian perhubungan dianggap tidak mampu menyediakan transportasi umum yang mudah, aman dan nyaman bagi masyarakat.

    Apa kabar dengan kasus perkosaan di kendaraan umum? Apa kabar dengan pengemudi bus yang ugal-ugalan? Apa kabar dengan jumlah armada yang tidak memadai? Apa kabar dengan kendaraan umum yang sudah tidak laik jalan?

    Well, kita tunggu saja kebijakan susulan yang akan dikeluarkan Kementrian Perhubungan. Semoga Mentri Jonan dan jajarannya sudah menyiapkan solusi transportasi umum yang lebih baik.

  • Kualitas Pendidikan Bisa di Upgrade Dengan IT

    Kualitas Pendidikan Bisa di Upgrade Dengan IT

    Telko.id – Saat ini, Indonesia membutuhkan sebanyak 58 juta tenaga kerja baru dari 55 juta juta tenaga kerja yang ada. Kualitas yang dibutuhkan adalah 65% diatas dari yang ada saat ini. Artinya, kualitas pendidikan yang dibutuhkan juga harus meningkat. Salah satu cara yang dapat mendorong adalah dengan kehadiran teknologi informatika atau IT dalam pendidikan.

    “Kami menyadari bahwa pendidikan merupakan dasar untuk memajukan bangsa. Evercoss mempersembahkan perangkatperangkat yang dapat dimanfaatkan anak bangsa untuk menjangkau berbagai informasi dan ilmu pengetahuan dengan mudah,” ujar Ricky Tanudibrata, Chief Marketing Officer Evercoss menjelaskan.

    Kondisi tersebut yang membuat Evercoss merilis Tablet Winner Tab S3. Di mana tablet ini dapat memuat ECBook. Sebuah aplikasi yang dapat memudahan siswa untuk mendownload buku pelajaran secara gratis. Baik SD, SMP, SMA dan SMK. Aplikasi ini sudah pre-installed di Winner Tab S3 dan dapat pula di download di Playstore.

    Sebenarnya, masyarakat Indonesia sudah memiliki kebutuhan akan data yang cukup tinggi. Terbukti, di jaringan Telkomsel saat ini ada 56 juta pelanggan yang menggunakan smartphone. Hal ini merupakan indikasi yang positif bahwa kebutuhan akan data sudah menjadi keharusan demi menunjang kegiatan keseharian para pelanggan Telkomsel.

    Jadi, secara keseluruha, kondisi ini mencerminkan bahwa peningkatn jumlah smartphone dan trafik di jaringan in-line dengan pemerataan pendidikan. Karena, smartphone ini sekarang banyak digunakan untuk pencarian informasi. “Ke depan, yang perlu dilakukan adalah percepatan di sisi konten pendidikan yang menjadi trobosan baru,” ujar Basuki Ebtayani, GM Device Bundling and Custumization Strategy menjelaskan.

    Winner Tab S3 adalah tablet cerdas berlayar 7inch di dukung oleh prosesor Intel Atom X3-C3230RK Quadcore 1.0 GHz, OS Android Lollipop 5.1, RAM 1 GB, ROM 8GB, kamera belakang 3 MP, kamera depan 1,3 MP, layar Multitouch 5 Point 1024×600, dan dual-SIM. Selain itu juga dilengkapi dengan fitur Smart Access yang berfungsi untuk melakukan akses cepat ke berbagai fungsi. (Icha)

  • Small Cell, Solusi Praktis Untuk “Memacu” Kecepatan Data

    Small Cell, Solusi Praktis Untuk “Memacu” Kecepatan Data

    Jakarta – Saat ini, kecepatan internet dan kemudahan akses data di berbagai negara maju telah mencapai puncaknya. Perkembangan internet ini juga merubah pola fikir pengguna yang lebih tertarik menggunakan jalur internet (data) ketimbang jalur voice.

    Perubahan ini tidak berbeda dengan kecenderungan para pengguna di Indonesia. Bahkan saat ini pengguna mobile broadband di Indonesia lebih tinggi ketimbang versi desktop nya. Permasalahan di Negara kita adalah dari kecepatan internet yang masih tergolong loyo dan memiliki cukup banyak blank spot.

    Pemerintah bersama dengan para penyedia jaringan telah memperbaiki permasalahan tersebut. Hasil kerja keras mereka pun nampaknya cukup sukses dengan menghasilkan coverage yang jauh lebih banyak ketimbang beberapa tahun kebelakang. Namun, permasalahan internet yang masih lambat pada beberapa titik pun belum terselesaikan. Nah, bagaimanakah solusinya?

    Small Cell, adalah salah satu solusi untuk memperbaiki kecepatan dan kualitas jaringan di Negeri Ibu Pertiwi ini. Walaupun saat ini coverage jaringan sudah tergolong baik, namun tidak demikian dengan kapasitas dari jaringan itu sendiri.

    Hal ini sejatinya dapat dirasakan di beberapa pusat perbelanjaan, gedung-gedung perkantoran dan juga tempat ramai lainnya. Pada lokasi-lokasi tersebut para pengguna memang sukar mengakses internet walaupun pada bar jaringan di smartphone mereka terlihat cukup banyak sinyal di daerah tersebut.

    Pengertian Small Cell

    Small Cell sendiri merupakan sebuah perangkat yang tertanam di setiap BTS ataupun antenna pada gedung-gedung perkantoran, dan tempat ramai lainnya. Perangkat ini akan membagi-bagi kapasitas dari jaringan internet di suatu lokasi yang tentunya akan menghasilkan kapasitas yang lebih besar di setiap lokasinya.

    20130218-VS_Metro_3_V2_800Small Cell memiliki teknologi yang terhubung dengan core frekuensi yang dimiliki operator yang diusungnya, bukan merupakan perpanjangan sinyal dari BTS. Bahkan small cell tidak akan menginterferensi frekuensi lain karena teknologinya memang dibuat khusus untuk memberikan sinyal langsung kepada user yang dituju.

    Dari segi efisiensi, Small Cell juga menawarkan efisiensi karena perangkat ini terintegrasi dengan perangkat lain seperti BTS Indoor ataupun perangkat wifi, ketimbang para operator membangun jaringan konvensional yang baru, yang notabene lebih membutuhkan biaya serta waktu pengerjaan yang jauh lebih lama.

    Uniknya, menurut Gunadi Dwi Hantoro, selaku Sekjen perkumpulan Small Cell Indonesia, perangkat ini memungkinkan untuk menggabungkan teknologi FDD dan TDD. Dengan hadirnya LTE yang mengusung kedua teknologi tersebut, bukan tidak mungkin kecepatan internet di Indonesia akan lebiih baik lagi.

    Untuk sasarannya sendiri, penyedia Small Cell di Indonesia lebih memfokuskan diri di beberapa kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat traffik yang tinggi. Beberapa kota tersebut diantaranya, Jakarta, Bali, Medan, Surabaya, dan Makassar.

    Pengimplementasian Small Cell di Indonesia

    Untuk di Indonesia, sejatinya belum ada pengimplementasian yang nyata terhadap teknologi ini. Namun di beberapa negara Asia Tenggara, teknologi ini sudah berhasil diimplementasikan. Sebut saja, Singapura, Thailand serta Malaysia tengah mengimplementasikan teknologi ini. Sama halnya dengan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris serta Australia.

    Di Indonesia, penetrasi saat ini baru pada tahap inisiasi serta perkenalan kepada publik dan para pemangku kepentingan terkait. Namun, Sekjen Small Cell Indonesia megklaim bahwa para operator seluler telah tertarik dan setuju untuk mengaplikasikan teknologi ini yang tentunya bertujuan untuk memberikan pelayanan yang semakin baik bagi para pelanggan.

    Regulasi

    Sampai dengan saat ini, belum ada reulasi jelas yang mengatur mengenai teknologi ini. Namun, Taufik Hasan, perwakilan dari BRTI yang ditemui pada saat peresmian Small Cell di Jakarta mengungkapkan, untuk membangun jaringan yang lebih baik tidak ada salah nya bekerjasama dengan Small Cell. Kami juga menghimbau agar para operator ikut bekerjasama dengan Small Cell guna memberikan layanan yang lebih baik dan cakupan yang lebih luas dengan tujuan untuk lebih memanjakan para pengguna.

    Bukan hanya itu, jika mengacu pada pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sebelumnya, pemerintah akan mengupayakan segala hal demi kelancaran dan efisiensi pada industri telekomunikasi Indonesia.

    Sebagai informasi, perangkat ini juga mendukung infrastructure sharing yang sedang digaungkan oleh Menkominfo dan para operator jaringan di Indonesia.

    Nah, kita tunggu saja mengenai pengimplementasian dari peangkat ini kedepannya. Semoga bisa memperbaiki kualitas internet Indonesia dan tentunya lebih efisien. (AK/HZ)

     

  • 2016, Peningkatan Keamanan Mendesak Seiring Menggilanya Serangan Cyber

    2016, Peningkatan Keamanan Mendesak Seiring Menggilanya Serangan Cyber

    Telko.id – Penjahat cyber saat ini cukup terampil dan memiliki sumber daya yang memadai untuk memiliki kegigihan dan kesabaran dalam melancarkan serangan dengan tingkat keberhasilan tinggi kepada konsumen, perusahaan dan pemerintahan di seluruh dunia. Upaya-upaya tersebut telah mengubah kejahatan cyber menjadi bisnis besar dengan pencurian informasi pribadi dalam skala yang sangat besar.

    Tahun 2015, Symantec melihat betapa kepercayaan konsumen digoyahkan dengan sejumlah pelanggaran yang mengekpos identitas jutaan orang. Semisal Ashley Madisson, situs perselingkuhan ini tercuri data penggunanya dan mewajibkan pengguna untuk membayar tebusan sejumlah uang.

    Berdasarkan keterangan tertulis yang kami terima, Jumat (11/12), tim intelijen keamanan Symantec telah mengumpulkan prediksi-prediksi keamanan  teratas untuk tahun depan dan seterusnya. Berikut adalah ringkasan prediksi Symantec untuk tahun 2016:

    Kebutuhan untuk Peningkatan Keamanan di Perangkat IoT Akan Menjadi Semakin Mendesak

    Karena konsumen semakin banyak membeli jam tangan cerdas, pelacak aktivitas, holographic headset, dan perangkat Internet of Things (IOT) lainnya, kebutuhan untuk meningkatkan keamanan pada perangkat ini akan menjadi semakin mendesak.

    Berdasarkan laporan Gartner bertajuk Agenda Overview for the Internet of Things, mendekati tahun 2020, sekitar 30 miliar perangkat yang terhubungkan akan digunakan di berbagai industri dan IoT akan menyentuh setiap peran dalam perusahaan. Tidak ada keraguan bahwa pasar untuk perangkat yang kompatibel dengan Internet of Things sedang berkembang, tetapi ini masih sangat terfragmentasi dengan keragaman yang besar dalam platform hardware dan sistem operasi berbiaya rendah.

    Ketika pemimpin pasar bermunculan dan ekosistem-ekosistem tertentu tumbuh, serangan terhadap perangkat-perangkat ini pasti akan meningkat, seperti yang telah kita lihat pada serangan platform Android. Kabar baiknya adalah bahwa pembuat OS, khususnya Apple, mengambil langkah-langkah baik dalam meningkatkan keamanan di ekosistem yang mereka dukung, seperti HomeKit.

    Selain itu, konsep berkembang dari “care is everywhere” melihat bahwa keamanan perangkat medis akan menjadi topik utama di tahun 2016. Secara luas diketahui bahwa perangkat penopang hidup seperti alat pacu jantung atau pompa insulin dapat disusupi. Untungnya, sampai saat ini, tidak ada kasus seperti itu telah dilaporkan di luar penelitian keamanan proof-of-concept. Namun, potensi dampaknya tetap tinggi. Di bawah payung yang berkembang dari kesehatan mobile, atau mHealth, model pelayanan perawatan yang baru akan memindahkan perangkat ke rumah pasien. Ini akan menempatkan perangkat medis pada jaringan publik, menyediakan aplikasi medis melalui perangkat konsumen seperti smartphone, dan mengaitkan data pribadi dengan informasi klinis.

    Dengan perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat ini, regulasi mungkin dipaksa untuk mengejar teknologi di tahun 2016. Kita mungkin menemukan bahwa beberapa negara atau industri akan mulai mengembangkan pedoman untuk mengatasi risiko baru dari penggunaan informasi, kepemilikan data, dan persetujuan yang disajikan oleh perangkat IoT.

    apple device

    Peluang Penjahat Cyber untuk Menyusupi Perangkat Apple akan Tumbuh

    Perangkat Apple semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Menurut IDC, perusahaan tersebut kini menyumbang 13,5 persen dari pengiriman smartphone global dan 7,5 persen dari pengiriman PC global. Peningkatan penggunaan ini mendapatkan perhatian dari penyerang.

    Meskipun jumlah ancaman yang menargetkan sistem operasi Apple masih cukup rendah bila dibandingkan dengan pesaing utama perusahaan tersebut (Windows di desktop dan Android pada ponsel), jumlah ancaman yang terungkap tumbuh  dengan stabil dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan ini, tingkat infeksi malware yang berkaitan dengan  Apple  telah melonjak, terutama dalam 18 bulan terakhir.

    Peneliti keamanan juga telah memberikan fokus lebih besar pada kerentanan dalam software Apple, dengan sejumlah celah profil tinggi yang ditemukan pada tahun lalu. Broker zero-day telah mulai menawarkan uang tebusan untuk kerentanan-kerentanan Apple, dengan nilai US$1 juta yang baru-baru ini dibayarkan untuk jailbreak iOS 9.1.

    RansomwarePertempuran Antara Geng Ransomware dan Jaringan Distribusi Malware Akan Memanas

    Dari permulaan awal munculnya di negara-negara yang berbahasa Rusia, ransomware juga telah berkembang dan menyebar ke Eropa Barat, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Eropa dan Asia. Sangat mungkin bahwa beberapa kelompok ini yang bertanggung jawab atas ransomware asli tersebut adalah bagian dari ekspansi ini, tetapi kelompok kriminal lainnya juga ikut terlibat. Nampak jelas bahwa penipuan ini menguntungkan bagi para penjahat dan ada kecenderungan  akan meningkat.

    Ada kemungkinan kelompok-kelompok ransomware akan berkonflik dengan lebih banyak penyebar malware tradisional di tahun 2016. Infeksi ransomware bersifat terbuka dan jelas, sementara sebagian besar infeksi malware lainnya tertutup dan tidak disadari. Kehadiran ransomware pada komputer biasanya akan meminta pemilik komputer untuk membersihkan komputer secara menyeluruh, menghapus malware apapun. Ketika ransomware mungkin telah diinstal oleh bagian yang terpisah dari malware, malware lainnya juga akan dihapus, memangkas model bisnis operator malware.

    Pada tahun 2016, semakin banyak jaringan distribusi malware mungkin menolak mendistribusikan malware yang nampak jelas, sehingga memaksa kelompok ransomware untuk mengembangkan metode distribusi mereka sendiri (seperti yang telah dilakukan Trojan.Ransomlock.G dan Trojan.Ransomlock.P).

    Karena kesadaran terhadap aksi penipuan meningkat, para penyerang dan malware mereka cenderung berkembang dan menggunakan berbagai teknik yang lebih canggih untuk menghindari deteksi dan mencegah penghapusan. “Ransom letter” mungkin juga akan berkembang dan para penyerang akan menggunakan umpan yang berbeda untuk menipu pengguna yang tidak bersalah.

    Serangan Cyber dan Pelanggaran  Data  Akan Meningkatkan Kebutuhan akan Asuransi Cyber

    Ketika kita melihat pengadopsian pesat asuransi cyber, ada dua faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini: peraturan baru yang mewajibkan perusahaan untuk merespon pelanggaran informasi; dan peningkatan penjahat cyber yang menggunakan  informasi yang dicuri untuk penipuan pembayaran, pencurian identitas, dan kejahatan lainnya.

    Serangan-serangan cyber dan pelanggaran data menyebabkan kerusakan reputasi dan gangguan bisnis, tapi yang paling penting, semuanya ini menghabiskan biaya besar. Mengandalkan pertahanan IT saja bisa menciptakan rasa aman yang palsu; namun, tidak ada organisasi yang kebal dari risiko. Pada tahun 2016 banyak perusahaan akan beralih ke asuransi cyber sebagai lapisan perlindungan lain, terutama karena serangan cyber mulai meniru serangan dunia nyata.

    Risiko Serangan yang  Serius ke Infrastruktur Penting  Akan Meningkat

    Kita telah melihat serangan terhadap infrastruktur dan pada 2016 kita bisa melihat peningkatan dalam hal tersebut. Motivasi dari serangan infrastruktur penting adalah politik dan pidana, dengan negara-negara dan organisasi politik menjalankan kampanye  perang cyber, dan penjahat yang  menyerang untuk mendapatkan keuntungan atau tebusan. Industri IOT menjadi lebih terhubungkan karena persyaratan dan permintaan untuk pelaporan dan peningkatan fungsi melalui konektivitas dengan layanan tambahan. Perubahan-perubahan ini memperkenalkan permukaan serangan yang lebih besar ke perangkat keras yang lebih tradisional untuk mengamankan lingkungan.

    EnkripsiKebutuhan Enkripsi Meningkat

    Enkripsi dengan cepat menjadi mantra industri teknologi dimana-mana. Dengan begitu banyak komunikasi dan interaksi antar manusia dan sistem yang terjadi melalui jaringan yang tidak aman dan rentan seperti Internet, enkripsi yang kuat untuk data dalam transit telah dikenali dengan baik selama beberapa waktu dan umumnya diterapkan.

    Sayangnya banyak perangkat dan aplikasi baru memiliki implementasi buruk, yang menyebabkan kerentanan yang memungkinkan penyerang yang fokus untuk mendapatkan akses ke komunikasi. Sebagai contoh, perangkat mobile telah menjadi pusat kehidupan sebagian besar orang untuk kepentingan komunikasi, penyimpanan data dan interaksi teknologi umum. Ini merupakan target bernilai tinggi untuk penjahat cyber, yang ingin mengeksploitasi hal tersebut. Pembuat OS mobile terus melakukan peningkatan terhadap enkripsi produk mereka untuk mengisi kekurangan dari aplikasi dan pembuat layanan. Sementara tren enkripsi yang lebih banyak merupakan tindakan baik untuk melindungi data pengguna dari penjahat cyber, hal ini juga telah membangkitkan kemarahan pemerintah yang percaya ini menjadi rintangan bagi penegakan hukum. Tampaknya perang crypto yang pernah terjadi di tahun 90-an akan terulang dalam dua tahun ke depan.

    Titik Kritis untuk Keamanan Biometric Mendekat

    Selama dua tahun terakhir terlihat peningkatan yang signifikan dalam penggunaan biometrik. Ini diharapkan akan tumbuh secara signifikan dengan pemain industri besar yang menerapkan kemampuan-kemampuan baru baik dengan sensor baru dalam perangkat dan dengan pengadopsian kerangka otentikasi biometrik seperti FIDO dan TouchID. Hal ini memudahkan keamanan penyimpanan perangkat informasi biometrik (seperti sidik jari) serta interoperabilitas antara aplikasi dan sistem. Hal ini berarti bahwa biometrik akhirnya bisa menjawab pertanyaan “apa untungnya bagi saya” yang ditanyakan oleh konsumen, saat mengganti password dengan otentikasi PKI tradisional yang kuat dilindungi oleh sensor biometrik. Konsumen mendapat keamanan yang lebih baik dengan kemudahan yang ditingkatkan secara signifikan untuk melakukan unlocking perangkat, pembelian dan pembayaran. Hal ini juga menyebabkan perusahaan mengadopsi biometrik sehingga mungkin mulai terlihat penurunan dalam ketergantungan pada password.

    Keamanan Gamification dan Simulasi Akan Mengatasi Tantangan Kesadaran Keamanan

    Keamanan internet bergantung pada unsur manusia sebanyak ketergantungannya pada teknologi. Jika manusia lebih terampil, mereka bisa membantu mengurangi risiko yang dihadapi. Ini seperti yang terjadi ketika konsumen menghindari penipuan, sama seperti pegawai pemerintah yang menghindari  engineering sosial dalam serangan yang ditargetkan.

    Dalam konteks ini, gamification keamanan akan digunakan untuk mengubah “keinginan saat ini” menjadi perubahan perilaku yang abadi dengan memberikan penghargaan secara psikologis dan kepuasan instan dari permainan komputer sederhana. Gamification Keamanan dapat digunakan untuk, misalnya, melatih konsumen untuk waspada terhadap phishing email atau untuk membuat, mengingat, dan menggunakan password yang kuat. Symantec melihat peluang pasar yang besar dan kebutuhan besar untuk jenis pelatihan ini pada tahun 2016.

    Perusahaan juga akan berinvestasi lebih banyak dalam bersiap untuk menghadapi pelanggaran keamanan dan memahami pertahanan mereka lebih baik dengan menggunakan simulasi dan keamanan “game perang.” Dengan memperluas pengujian penetrasi konvensional menjadi respon simulasi dan fase pemulihan, perusahaan dapat melatih karyawan mereka dan meningkatkan kesiapan mereka. Pesan ini juga disampaikan kepada pemerintah. Pada bulan Januari 2015, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden AS Barack Obama setuju untuk melaksanakan serangan cyber “game perang” kepada satu sama lain. Perusahan-perusaaan dapat mencontoh simulasi mereka di tahun 2016.

  • Rajai Proyek Telko di Indonesia, Huawei Sepelekan Tenaga Lokal

    Rajai Proyek Telko di Indonesia, Huawei Sepelekan Tenaga Lokal

    Telko.id – Permasalahan Huawei mengenai tenaga kerja seakan tidak ada habisnya. Setelah beberapa tahun silam mereka terganjal mengenai legalitas pekerja asingnya, dan beberapa hari lalu dihebohkan dengan pengrebekan karyawan ilegal mereka, Huawei kembali dengan sebuah kontroversi baru.

    Menurut data, Huawei memiliki banyak proyek dengan para operator di Indonesia pada tahun 2015 ini. Huawei juga mendominasi pengerjaan infrastruktur telekomunikasi dari empat operator di Indonesia.

    Keempat operator tadi ialah XL Axiata, Huchtison 3, Indosat Ooredoo serta Telkomsel. Huawei menjadi vendor bagi infrastruktur keempat operator tersebut dari Sabang sampai dengan Merauke.

    Berkaca dari hal ini, bisa dibayangkan berapa pundi-pundi uang yang dihasilkan oleh vendor asal Tiongkok tersebut dari tanah Indonesia. Lantas bagaimana dengan karyawan lokal yang bekerja disana?

    Berdasarkan laporan dari tenaga lokal yang bekerja disana, mereka tidak diperlakukan secara baik oleh pihak management Huawei. Bahkan, mereka merasa terjadi ‘barrier’ antara pekerja lokal dan pekerja asal Cina. Mulai dari penghasilan sampai dengan sarana antar jemput.

    Terlebih, setiap tahun managemen HR Huawei memberlakukan sebuah policy yang mengharuskan mereka memberhentikan karyawan mereka sebanyak 20% dan menggantinya dengan yang baru.

    Policy ini nampaknya tidak bersahabat dengan tenaga lokal Indonesia. Pasalnya, mayoritas yang diberhentikan oleh Huawei adalah karyawan lokal.

    Apalagi jika berkaca dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan perihal Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing menyebutkan, “Pemberi kerja TKA (Tenaga Kerja Asing) yang memperkerjakan 1 (satu) orang TKA harus menyerap TKI sekurang-kurang nya 10 (sepuluh) orang pada perusahaan pemberi kerja TKA.”

    Huawei sejatinya tidak melakukan hal ini. Menurut karyawan lokal tadi, Jumlah karyawan Huawei saat ini mencapai lebih dari 4000 karyawan, namun hanya sekitar 2.500 karyawan lokal yang ada di perusahaan tersebut dan 70-75 % dari mereka ialah karyawan kontrak atau outsoursing.

    Melihat kejadian ini, bukan hanya mereka tidak mengindahkan peraturan keimigrasian saja, melainkan mereka juga tidak mematuhi peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

    Padahal, jika dilihat dari proyek mereka, tercatat XL Axiata, Huchtison 3 serta Indosat Ooredo menjadi pelanggan paling besar mereka.

    Terutama bagi XL, sekitar 90% proyek infrastruktur mereka di Indonesia di kerjakan oleh Huawei. Bisa dihitung seharusnya berapa banyak tenaga kerja Indonesia yang mampu diserap jika berkaca pada peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

    Belum lagi apabila nanti XL menang dalam proyek Palapa Ring yang digelar pemerintah. Tentunya akan semakin banyak uang yang dihasilkan oleh Vendor China ini di bumi Ibu Pertiwi.

    Lantas, Siapa yang harus dipersalahkan? Apakah Pemerintah sebagai regulator? Ataukah operator sebagai Pelanggan mereka? Atau justru masyarakat kita yang tidak mampu bersaing dengan tenaga Asing? Itu semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihat kasus ini.

  • Kini Saatnya Smartphone Anda di Asuransikan

    Kini Saatnya Smartphone Anda di Asuransikan

     

    Telko.id – Anda pernah kehilangan smartphone? Entah dicuri atau ketinggalan disuatu tempat sehingga tidak kembali? Pasti, kondisi ini membuat kesal. Bagi Anda yang rajin menyimpan data di cloud mungkin tidak masalah. Data dengan cepat dapat kembali ke smartphone yang baru. Tapi jika tidak maka data contact hingga berbagai jenis file lainnya akan lenyap. Yang lebih mengesalkan lagi kalau lagi punya dana untuk membeli smartphone baru. Duh, rasanya pengen marah dan kesel. Tenang, kini masalah itu bisa diselesaikan dengan membeli smartphone di Erajaya.

    Erafone Artha Retailindo atau lebih dikenal dengan Erafone membuat perusahaan join venture dengan Amtrust Mobile Solutions Singapore (AmTrust). Perusahaan tersebut diberi nama AmTrust Mobile Solutions Indonesia dan akan bergerak dalam bidang penyediaan jasa mobile device protection programmes, yang menjadi bagian dari layanan solusi value added perangkat bergerak (mobile device).

    Salah satu layanannya adalah Program mobile protection yang ditawarkan oleh AmTrust Mobile Solutions Indonseia adalah TecProtec, yaitu sebuah program perlindungan perangkat bergerak (mobile device) yang meliputi perlindungan terhadap kehilangan dan kerusakan (Accidently Damage and Liquid Damage – ADLD). Kehadiran TecProtec akan melengkapi Garansi Resmi yang disediakan oleh principal brand yang meng-cover jenis kerusakan dari pabrik. Dengan demikian, Konsumen akan mendapatkan peace of mind dalam selama penggunaan gadget-nya.

    “Kami sangat gembira bisa membentuk Joint Venture dengan AmTrust yang telah berpengalaman sebagai value added service solution provider di kawasan regional. Kami berharap Perusahaan Joint Venture ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, mengingat pasar mobile device terutama smartphone terus tumbuh pesat di Indonesia,” ujar Jeremy Sim, Vice President Director PT Erafone Artha Retailindo menjelaskan.

    “Dengan meningkatnya pangsa pasar smartphone di Indonesia, permintaan perlindungan kerugian akibat perampokan dan kerusakan fisik juga semakin tinggi. Konsumen telah menginvestasikan sebagian besar dari pendapatan mereka untuk membeli smartphone canggih dan biaya perbaikan akan menelan anggaran yang besar dan terkadang berkualitas rendah. Program mobile protection adalah solusi yang terjangkau bagi Konsumen yang memberikan peace of mind bila terjadi perampokan atau kerusakan,” ujar Mark Simmons, Managing Director, AmTrust Mobile Solutions Singapore menjelaskan.

    Program mobile protection yang ditawarkan oleh AmTrust Mobile Solutions Indonesia adalah TecProtec, yaitu sebuah program perlindungan perangkat bergerak (mobile device) yang meliputi perlindungan terhadap kehilangan dan kerusakan (Accidently Damage and Liquid Damage – ADLD). Kehadiran TecProtec akan melengkapi Garansi Resmi yang disediakan oleh principal brand yang meng-cover jenis kerusakan dari pabrik. Dengan demikian, Konsumen akan mendapatkan peace of mind dalam selama penggunaan gadget-nya.

    Dalam acara penandatanganan Kerjasama, AmTrust Mobile Solutions Indonesia juga mengumumkan diluncurkannya program perlindungan gratis untuk semua produk Samsung selama 6 bulan dengan Tecprotec, eksklusif untuk Konsumen Erafone di seluruh Indonesia. Program ini menjamin konsumen terlindungi dari kerusakan fisik seperti kaca retak atau terjatuh. Ke depan, AmTrust Mobile Solutions Indonesia akan bekerjasama dengan berbagai principal lain untuk meluncurkan program eksklusif bundling melalui berbagai channel penjualan (retail outlet, e-commerce, distribusi, corporate) dengan coverage nasional. (Icha)

  • Alasan Huawei Pekerjakan Tenaga Asing Asal China

    Alasan Huawei Pekerjakan Tenaga Asing Asal China

    Telko.id – Perkembangan teknologi dan tumbuhnya kebutuhan akan berbagai layanan seolah memaksa operator seluler untuk terus meremajakan infrastruktur jaringannya. Inilah mengapa vendor jaringan seperti Huawei, ZTE atau bahkan Ericsson seolah tak pernah sepi order.

    Khusus untuk vendor asal China seperti Huawei dan ZTE, mereka adalah primadona bagi para operator seluler di Indonesia. Sebagai contoh, pada saat proses refarming di frekuensi 1800 Mhz saja, kedua Vendor asal Tiongkok ini menjadi vendor yang mendominasi proyek tersebut.

    Salah satu alasan mengapa para operator lebih memilih vendor asal China ketimbang Vendor Eropa disinyalir karena hal efisiensi dan juga waktu pengerjaan.

    Sebagai informasi, dalam setiap tender yang digelar oleh tiap operator, setidaknya terdapat tiga poin penting yakni, ‘Cost, Time and Quality’.

    Vendor Eropa seperti Ericsson dan NSN menawarkan kualitas yang sangat baik namun untuk Cost dan juga waktu pengerjaan akan jauh melambung.

    Sementara vendor asal Tiongkok menyediakan harga yang rendah serta waktu pengerjaan yang relatif lebih singkat dari vendor asal Eropa. Lalu, bagaimana dengan kualitas? Well, tergantung siapa yang menjawabnya, tapi logikanya kualitas cenderung inline dengan harga.

    Sebuah pertanyaan kembali terselip, bagaimana para vendor asal China bisa melakukan pekerjaan dalam sekejap dan biaya yang lebih murah?

    Salah seorang tenaga profesional yang bekerja di Huawei menuturkan kepada tim Telko.id bahwa banyaknya karyawan Huawei asal China menjadikan mereka bisa mengerjakan proyek dengan lebih cepat.

    Hal ini juga sekaligus menjawab pertanyaan mengapa Huawei sangat menyukai para pekerja asal China dengan atau tanpa memperdulikan persyaratan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

    Ia juga membeberkan, para pekerja dari RRC tidak kenal waktu, untuk weekday saja mereka bisa bekerja hingga 10-11 jam perhari. Selain itu, mereka juga bekerja pada akhir pekan.

    Sementara untuk para pekerja lokal, akhir pekan biasanya digunakan untuk istirahat dan berkumpul dengan keluarga atau teman. Sementara pekerja asal RRC memiliki teman yang bekerja di perusahaan yang sama yang tentunya membuat para pekerja asal Negeri Tirai Bambu ini seakan tidak memerlukan waktu libur. Dengan demikian, pihak management akan lebih untung jika banyak karyawan asal China bekerja di Perusahaan mereka karena akan menambah waktu pengerjaan dengan biaya yang sama.

    Hal ini yang tidak bisa dimiliki oleh vendor asal Eropa. Para vendor asal Eropa sejatinya lebih bersahabat dan menghargai budaya Indonesia yang memiliki sanak family yang cukup banyak.

    Namun, sangat disayangkan karena pihak operator seluler sebagai pengguna jasa vendor asal China ini seakan tutup mata terhadap formula yang dilakukan oleh Huawei, terutama dalam hal ketenagakerjaan.

    Operator cenderung tidak memperhatikan mengenai waktu pengerjaan yang cepat dan harga murah yang dideliver oleh Huawei sejatinya tidak menghormati peraturan ketenagakerjaan di Indonesia dan cenderung mengabaikan budaya Tanah Air yang memiliki ‘extended family’.

    Di sisi lain, pola bisnis yang dilakukan Vendor jaringan asal China sejatinya berimbas ke industri turunannya. Misal sub kontraktor dan pekerjanya. Tuntutan untuk mengerjakan projek secara cepat dengan harga yang cenderung terus menurun, seolah menggiring industri telko ke sistem perbudakan.

    Yup, sekarang seperti sudah jadi hal lazim jika seorang pekerja telko yang tengah berjuang membangun jaringan, di pelosok-pelosok negri, justru belum mendapatkan gajinya hingga berbulan bulan. Belum lagi masalah standar gaji kecil untuk pekerja lapangan, atau beragam jenis penalty yang siap membebani jika projek tidak selesai pada waktunya.

    Ini adalah persoalan tersendiri di industri telekomunikasi, tapi sama seperti masalah work permit, perlu ada kesungguhan dari seluruh stake holder telekomunikasi untuk menciptakan ekosistem yang nyaman untuk pekerja. Tidak hanya perkeja lokal tapi juga pekerja asing.

     

  • Dark Web, ‘Lapak’ Jual Beli Data Curian

    Dark Web, ‘Lapak’ Jual Beli Data Curian

    Telko.id – Jika dianalogikan, dunia Internet layaknya Gunung Kratau yang berada di Selat Sunda. Kita hanya bisa melihat ukuran gunung bagian atas nya saja yang terlihat kecil, namun ternyata memiliki permukaan yang sangat besar di dalam laut.

    Sama halnya seperti Internet, sebagian besar pengunjung hanya berselancar pada surface web saja, namun mereka tidak mengetahui bahkan tidak mampu masuk ke dalam deep web serta dark web.

    Sebagian besar orang mengasosiasikan Dark Web adalah sebuah lokasi di dunia maya di mana para pengunjungnya dapat dengan mudah membeli atau menjual berbagai macam barang ilegal. Seperti halnya obat-obatan, paspor palsu serta dark web juga menjadi pasar transaksi bagi si pencuri data korban di surface web.

    Berbagai data yang dicuri seperti informasi perbankan untuk kredensial online streaming, dilihat juga dari sejauh mana data pribadi yang tersedia serta data keuangan lainnya dan hal tersebut biasanya ditujukan untuk para ‘broker’ di dark web.

    Berdasarkan data yang diterbitkan oleh McAfee Labs bertajuk ‘The Hidden Data Economy’ memaparkan jumlah harga yang biasanya menjadi standar untuk membeli berbagai data di dark web dengan beragam pilihan harga serta data yang diperoleh.

    Laporan tersebut merujuk pada tarif untuk login perbankan dan berikut adalah rinciannya:

    Diperkirakan, harga rata-rata untuk data kartu kredit dan debit yang berhasil dicuri berkisar antara $5 sampai $30 di Amerika Serikat, $20 sampai dengan 35 $ di Inggris, $20 sampai $40 di Kanada, $21 sampai $40 di Australia dan $25 sampai dengan $45 untuk kawasan Uni Eropa.

    Untuk Bank Login kredensial dengan saldo sekitar $2.200 dihargai pada kisaran $190.

    Untuk Bank Login kredensial plus dana siluman dari berbagai rekening di Amerika Serikat dihargai $500 untuk sald balance $6000 dan $1200 untuk saldo balance $20000.

    Sementara untuk Bank Login kredensial plus dana siluman dari berbagai rekening di Inggris, berkisar dari $ 700 untuk saldo rekening $ 10.000 dan $ 900 untuk saldo rekening $ 16.000.

    Sedangkan untuk Login kredensial layanan online paymen, dihargai antara $20 hingga $50 untuk akun balance $400 hingga $1000, sementara untuk saldo $5000 hingga $8000 dibanderol pada kisaran $200 hingga $300.

    Yang menarik adalah bagaimana harga dari kartu kredit yang dicuri akan meningkat setiap tambahan mengenai informasi kartu yang disediakan.

    Beberapa informasi diantaranya nama lengkap pemilik, alamat penagihan, tanggal kadaluarsa, nomor pin, nomor jaminan sosial, nama ibu kandung dan tanggal lahir.

    Dilansir dari bgr.com, laporan ini juga menyoroti bahwa dark web menjadi pasar di mana pengunjung dapat menikmati layanan streaming Netflix, termasuk juga layanan premium dan saluran olah raga secara real time.

    Namun, yang paling membahayakan dari data ya h dicuri di dark web adalah pencurian identitas secara penuh.(ak/Icha)

  • Anonymous Teror ISIS dengan Obat Kuat

    Anonymous Teror ISIS dengan Obat Kuat

    Telko.id – Sekelompok Hacker yang berafiliasi pada Anonymous telah melepaskan serangan baru dan melakukan perang perkataan kepada ISIL (Islamic State in Iraq and the Levant) atau yang juga dikenal dengan nama ISIS.

    Para hacker menyerang situs propaganda dari organisasi ‘Jihad’ tersebut dengan memberikan sebuah iklan viagra dan prozact serta memberitahu di situs mana pengguna harus membelinya.

    Dilansir dari Telegraph, Minggu (29/11), GhostSec yakni nama dari kelompok hacker tadi menyerang situs rekrutmen untuk kelompok teroris di Dark Net, kemudian menggantinya dengan sebuah iklan untuk CoinRX, sebuah toko farmasi online yang menerima mata uang digital seperti Bitcoin dan litecoin dan digunakan untuk membeli obat resep tanpa resep.

    Bukan hanya menghadirkan iklan, para hacker juga menambahkan pesan di web tersebut yang bertuliskan, ‘Tingkatkan ketenangan Anda’.

    “Terlalu Banyak ISIS. Tingkatkan ketenangan Anda. Terlalu banyak orang yang ada di dalam ISIS,” tulis pesan tersebut. “Silakan lihat iklan yang indah ini sehingga kami dapat meng-upgrade infrastruktur kami untuk memberikan semua konten ISIS yang Anda inginkan,” menunjukkan bahwa iklan itu sebagai pendanaan GhostSec.

    Sebagai informasi, situs ini merupakan bagian dari Dark Web, yakni sebuah lokasi tersembunyi dari browser tradisional dan mesin pencari, dan hanya dapat diakses melalui jaringan Tor dan hanya berlaku pada pekan lalu sebelum dibajak oleh GhostSec.

    Dark Web sendiri sangat sulit dilacak oleh polisi, karena identitas yang disembunyikan oleh jaringan virtual serta menyembunyikan alamat IP pengguna. Hal ini dapat memberikan sumber daya manusia bagi teroris, serta kegiatan lainnya yang menuntut anonimitas.

    Kelompok ini adalah salah satu bukti perlawanan terhadap ISIL, para hacker kolektif dan terorganisir ini telah berperang dengan digital ISIL, yang jumlahnya meningkat sejak serangan di Paris belum lama ini. [ak/if]

  • BCC Research: Pertumbuhan Device dan Chipset IoT Akan Bombastis di 2020

    BCC Research: Pertumbuhan Device dan Chipset IoT Akan Bombastis di 2020

     

    Telko.id – Tahun 2014 memang masih baru untuk IoT. Belum ada revenue yang signifikan diperoleh dari bisnis digital model baru ini. BCC Research menilai bahwa untuk 2014, pertumbuhan device dan chipset yang mengakomodir IoT baru sekitar US$ 4.2 juta. Tapi di tahun 2020 akan langsung melonjak hingga US$ 49.2 juta atau jika dinilai dari compound annual growth rate (CAGR) akan mencapai 49,3%.

    Untuk device saja akan tumbuh dari US$ 4 juta di 2014 akan mendekati angka US$ 48.4 juta atau 49.5% jika dinilai dari CAGR. Sedangkan untuk chipset sedikit lebih rendah yakni sekitar 36.3% CAGR yang disebabkan karena penurunan chipset selama periode proyeksi.

    Iot_Report-7f2488062f8aaea399e08e0f3a2c85ff

    Banyak aspek dari IoT yang sekarang masih diperdebatkan. Namun, dalam upaya mengklarifikasikan, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengeluarkan kertas putih pada Mei 2015, berjudul, “Menuju definisi Internet of Things. Secara sederhana, point dari IoT yang dimaksud oleh IEEE ini adalah termasuk teknologi dan komponen serta mekanisme yang efektif terintegrasi. Sering kali diartikan sebagai network yang mampu berintegrasi dan komponen yang memiliki autonomous sensor ke smartphone.

    Pada tahap awal, IoT diciptakan oleh para ahli untuk membangun kode produk elektronik yang universal menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) system. Kemudian banyak idnustri dan aplikasi yang dapat aktif dengan menggunakan jaringan IT dan komponen yang terintegrasi membuat adanya definisi ulang dari IoT di luar RFID ini. Baik itu machine to machine (M2M) atau teknologi point interconnection. Akhirnya, IoT diartikan sebagai semua yang berkaitan dengan internet, mobile device dan data analytics.

    “Pasar IoT akan booming, namun saat ini arahnya masih belum jelas. Masih banyak perusahaan yang mencoba mencari solusi untuk dapat masuk ke bisnis IoT ini. Pemain top seperti Google, Apple dan Samsung menciptakan produk untuk seperti yang mereka lihat. Terlebih para star-up banyak yang dating dengan ide baru untuk mengadopsi teknologi baru ini. Hal ini menjadi ajang pertandingan bagi vendor. Tapi semua nya akan kembali lagi pada pilihan vendor. “Sifat aplikasi IoT ini hanya dibatasi oleh imajinasi seseorang,” sahut Anand Joshi, analis riset BCC menjelaskan.

    Tahun 2020 menjadi waktu booming dari IoT memang cukup beralasan. Karena IoT akan maksimal bertumbuh ketika 5G mulai diadopsi oleh operator. Di mana, setiap industry yang akan berintegrasi dengan jaringan dapat dilayani lebih maksimal dan efektif oleh jaringan 5G ini. (Icha)