Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Siapa Bilang Pemindai Sidik Jari Paling Aman? Ini Alasannya

    Siapa Bilang Pemindai Sidik Jari Paling Aman? Ini Alasannya

    Telko.id – Semakin populernya pemindai sidik di jari, dimana hampir semua smartphone flagship kini telah dilengkapi oleh fitur canggih tersebut, mau tidak mau membuat banyak vendor bersaing untuk menghasilkan teknologi terbaik di sektor ini. Mereka mengklaim bahwa sensor biometrik tak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga keamanan perangkat mobile. Tapi apakah itu benar?

    Ternyata tidak sepenuhnya. Sebagai permulaan, sensor ini tidaklah sempurna. Pemindai kapasitif model lama sulit untuk mengenali sidik jari yang basah, dan dalam kebanyakan kasus sering kali tidak bekerja pada upaya pertama. Jadi jika tangan Anda berkeringat saat musim panas atau sehabis berolahraga, kemungkinan besar smartphone Anda tidak berfungsi karena tidak mengenali sidik jari Anda.

    Bekas luka, goresan dan cacat kulit lainnya juga menurunkan kualitas pemindaian. Selain itu, masih banyak sensor yang belum dapat membedakan  antara jari yang asli dengan jari hasil cetakan – dan ini adalah sebuah celah yang sangat besar dalam hal keamanan.

    Beberapa permasalahan ini mungkin dapat terselesaikan ketika Qualcomm meluncurkan sensor ultrasonik, yang menggunakan ultrasound untuk memindai gambar 3D jari Anda. Sensor tidak akan tertipu dengan hasil cetakan dari jari Anda. Selain itu, sensor ultrasonik baru ini akan tetap bekerja bahkan jika jari Anda kotor atau basah. Namun ancaman lain masih tetap ada.

    Teknologi baru selalu rentan – dikarenakan mereka masih baru. Tidaklah cukup hanya dengan memuncukan inovasi terbaru lainnya – yang benar adalah teknologi baru seharusnya diimplementasikan dengan cara yang aman, dan tidak semua vendor mampu melakukan hal itu. Kalaupun mereka mampu mengatasi permaslahan ini, mereka pasti tidak akan melakukannya untuk satu versi.

    Sebagai informasi, pada Agustus 2015 sebuah cara baru untuk mencuri sidik jari ditemukan – secara jarak jauh dan dalam skala besar.

    Selain itu, kebanyakan smartphone memiliki sensor yang tidak terenkripsi, sehingga memungkinkan malware mendapatkan gambar langsung dari pemindai sidik jari. Yang menarik, smartphone Apple ternyata cukup aman, karena mereka mengenkripsi data sidik jari dari pemindai.

    Beberapa vendor ada juga yang menggunakan teknologi ARM TrustZone untuk melindungi data pada perangkat mereka. Teknologi ini bekerja dengan gambar sidik jari yang berada pada  “dunia” virtual khusus, yang tidak dapat diakses oleh OS utama. Akibatnya, data penting (seperti sidik jari) tidak dapat bocor dan digunakan oleh aplikasi pihak ketiga. Sayangnya, tergantung pada model implementasi, teknologi ini juga bisa cacat.

    Ketika Anda mendengar bahwa sidik jari bukanlah sebuah kata sandi, dan pemilik perangkat tidak bisa berbagi dengan orang lain, lupa atau bahkan akhirnya menunjukkannya kepada orang lain – jangan mudah percaya. Tahun ini, para peneliti menunjukkan betapa mudahnya untuk mencuri sidik jari dari jarak jauh, bahkan tanpa kontak tatap muka. Seseorang dapat melakukannya hanya dengan foto jari korban yang berkualitas. Kamera SLR dengan lensa zoom yang baik atau bahkan sebuah foto majalah yang dicetak dalam resolusi tinggi sudah cukup.

    Sebagai informasi, metode yang sama dapat juga digunakan untuk memalsukan iris mata.

    Ketika kata sandi Anda bocor, Anda dapat mengubahnya dalam beberapa menit, tetapi Anda harus hidup dengan sidik jari Anda selama sisa hidup Anda. Bagaimana jika mereka dicuri? Inilah sebabnya mengapa Anda tidak harus sepenuhnya percaya janji-janji pemasaran dari para vendor populer. Jika Anda memiliki smartphone dengan sensor sidik jari built-in, kami sarankan Anda untuk mengikuti tiga aturan sederhana berikut ini.

    1. Meskipun dengan janji-janji dari para vendor bahwa perangkat Anda aman, jangan pernah menggunakan pemindai sidik jari untuk melakukan otentikasi ke PayPal dan jasa keuangan lainnya. Ini tidak aman. Saat ini mungkin saja smartphone berada di tangan Anda, namun siapa tahu di kemudian hari smartphone Anda dicuri. Seorang pencuri dapat dengan mudah menyalin sidik jari Anda langsung dari permukaan smartphone dan menggunakannya untuk membeli sesuatu.
    2. Biasanya orang memilih jari telunjuk atau ibu jari sebagai login biometrik mereka dengan alasan kenyamanan, tapi tidak benar, karena kedua jari ini adalah jari yang paling sering kita gunakan dengan smartphone. Itulah mengapa sangat mungkin untuk menemukan cetak utuh kedua jari ini padasmartphone apapun dan membuat salinan palsu untuk menerobos perlindungan pada perangkat Anda – terutama dengan ada banyaknya manual untuk melakukan hal seperti ini di Internet. Jadi lebih baik untuk menggunakan jari kelingking atau jari manis pada tangan kiri untuk pengguna tangan kanan dan sebaliknya untuk pengguna tangan kiri / kidal.
    3. Sebuah pemindai sidik jari tidak cukup untuk melindungi data pribadi Anda. Jika Anda peduli tentang privasi, pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi khusus. Sebagai contoh, Kaspersy Internet Security for Android yang memiliki fungsi Anti-theft and Personal Contacts di dalamnya. Kedua fungsi ini dapat membantu Anda melacak telepon yang dicuri, dari jarak jauh Anda dapat menghapus semua data dari perangkat atau menyembunyikan riwayat pesan teks dan daftar kontak dari para pencuri.

    Secara umum, pemindai sidik jari merupakan inovasi besar, yang lebih banyak kegunaannya, daripada bahayanya. Tetapi jangan juga terlalu bergantung dengan hal itu – menggunakan teknologi baru dengan bijaksana dan tidak mengabaikan kata sandi, otentikasi dua faktor serta langkah-langkah keamanan lainnya.

  • Trend Mobile Data di Gedung Bakal Meningkat Hingga 600% di 2020

    Trend Mobile Data di Gedung Bakal Meningkat Hingga 600% di 2020

    Telko.id – Trafik mobile data saat ini mulai banyak dilakukan dalam ruangan. Bukan hanya di luar ruang saja. Fenomena ini ke depan akan semakin meningkat lagi. Bahkan pada 2015 lalu, trafik WiFi dari perangkat mobile meningkat terus melalui jaringan 4G. Namun, pada 2018, trafik data via WiFi akan melebih Itu trafik gabungan seluler 2G, 3G dan 4G. Itu sebabnya, teknologi WiFi menjadi penting untuk dapat mengakomodir kebutuhan tersebut.

    Pada penelitian ABI Research, adopsi 4G dan WiFi akan mendorong trafik di bangunan menjadi 53 exabyte per bulan pada tahun 2020. “Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh operator jaringan Mobile, penyedia host netral, bangunan, perusahaan dan tempat pemilik. Baik melalui jaringan 4G maupun WiFi,” kata Nick Marshall, Direktur Riset di ABI Research.

    Marshall juga menjelaskan bahwa trafik konten Video akan melesat, melebihi semua jenis konten lain. Proyeksinya, bisa tumbuh hingga sepukuh kali lipat antara tahun 2015 hingga 2020 nanti. Lokasi yang diperkirakan trafiknya tinggi adalah di gedung perkantoran dan komersial, tempat olahraga, transportasi dan kesehatan. Kemudian diikuti pada posisi ke dua adalah pusat perbelanjaan dan perhotelan.

    Laporan tersebut menunjukan bahwa kawasan Asia Pasifik akan terus mengkonsumsi data secara wireless. Setidaknya, setengah dari konsumsi dunia. Wilayah ini menjadi populasi kedua terbesar dan paling agresif membangun jaringan WiFi dan 4G.

    “Dengan kondisi 80% trafik data berasal dari dalam ruangan, maka distribusi system antenna harus bisa mengakomodir trafik data yang berasal dari mobile dan WiFi,” ujar Marshall menjelaskan. Perusahaan yang bermain di DAS atau Distributed Antenna System serta vendor peralatan mobile akan diuntungkan dengan adanya ledakan trafik data ini.

    Di Amerika Utara sudah menunjukan bahwa belanja DAS terus meningkat. Diikuti oleh wilayah Asia-Pasific dan kemudian Eropa. Perusahaan yang memimpin DAS ini termasuk Alcatel-Lucent, Cobham, Cisco, CommScope, Corning, Dali Wireless, Ericsson, JMA Wireless, Nokia Networks, Wireless Telecom Group dan Zinwave. Perusahaan tersebut, maupun perusahaan lainnya akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan DAS ini. Termasuk juga para mobile operator yang akan memenuhi lonjakan trafik tersebut. (Icha)

  • Terkait Data Pribadi, Cuma 18% Orang Eropa Percaya Operator

    Terkait Data Pribadi, Cuma 18% Orang Eropa Percaya Operator

    Telko.id – Fenomena big data tampaknya belum sepenuhnya dianggap sebagai solusi yang baik oleh kebanyakan orang. Tak terkecuali mereka yang berada di negara-negara maju. Di Eropa misalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh TNS Infratest atas nama Vodafone Institute belum lama ini mengungkap betapa big data masih menjadi tanda tanya tersendiri bagi pengguna.

    Menurut studi tersebut, kurang dari sepertiga (32 persen) orang Eropa percaya bahwa big data memiliki keuntungan. Kedua, hanya sekitar 26 persen dari pengguna digital di Eropa percaya bahwa perusahaan menghormati privasi data pribadi mereka, sementara 29 persen diantaranya merasa memiliki kontrol atas informasi yang dikumpulkan tentang mereka.

    Terkait jenis perusahaan yang dipercaya orang Eropa menangani data pribadi mereka dengan benar, operator telekomunikasi dipercaya oleh hanya 18 persen responden, sedikit lebih baik di atas perusahaan media sosial, yang mengantongi angka 11 persen, serta penyedia messaging dan perusahaan mesin pencari yang masing-masing dipercaya oleh 14 persen dan 16 persen orang Eropa.

    Semantara bank dan lembaga kesehatan yang terpercaya menempati posisi teratas dalam hal menjaga kepercayaan konsumen dengan masing-masing menorehkan angka 36 persen dan 33 persen. Demikian dilaporkan Telecompaper, Kamis (21/1).

    Temuan lain yang ikut terungkap dalam laporan mengenai pandangan publik tentang big data dan privasi ini termasuk fakta bahwa 55 responden mengatakan bahwa mereka akan lebih memilih untuk membayar layanan daripada memberikan data pribadi mereka sebagai ganti untuk layanan internet gratis, sementara 53 persen mengatakan bahwa mereka takkan keberatan jika datanya dianalisis untuk membantu mereka ataupun orang lain meningkatkan kesehatannya.

    Studi yang dilakukan atas 8000 responden di delapan negara Eropa ini menyimpulkan bahwa pengguna begitu skeptis terhadap fenomena Big Data karena organisasi publik dan swasta gagal untuk menjelaskan secara jelas bagaimana dan mengapa data mereka dianalisis, dan tidak memberi mereka kontrol yang memadai atas bagaimana data mereka sedang digunakan. Terkait hal itu, hanya 20 persen responden mengatakan bahwa mereka tahu di mana dan bagaimana data pribadi mereka dikumpulkan dan disimpan.

     

  • Inilah Prediksi Cloudera Tentang Big Data di Tahun Ini

    Inilah Prediksi Cloudera Tentang Big Data di Tahun Ini

    Telko.id – Kita menyaksikan transformasi besar dalam teknologi informasi (TI) tahun lalu, karena banyak perusahaan ingin jadi lebih efektif dalam mengelola dan memanfaatkan data mereka untuk mengambil keputusan. Fokus pada inisiatif kota pintar yang mendorong tren seperti peningkatan konektivitas, lebih mendorong pentingnya data untuk bisnis, baik besar maupun kecil.

    Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id,  tahun 2016 kita akan menyaksikan pergeseran yang lebih luas karena data akan lebih terintegrasi ke dalam proses pengambilan keputusan dalam bisnis dan industri. Pengambil keputusan bisnis akan menginginkan inisiatif yang didorong untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dan berperan dalam konektivitas dunia.

    Hal ini menjadi tak terelakkan bagi sektor bisnis karena budaya data sudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, aplikasi ponsel pintar yang menganalisis data lalu lintas dan menyarankan rute terbaik pada pengguna di sekitar kota, perangkat pelacak kebugaran yang membantu pengguna memantau dan menjalani gaya hidup yang lebih aktif, dan lain-lain.

    Berikut adalah prediksi Cloudera mengenai perkembangan Big Data di tahun 2016.

    Dimana bisnis dan teknologi bertabrakan
    Lebih dari sebelumnya, perusahaan akan memberi perhatian kepada teknologi dan data untuk memecahkan masalah bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat penggunaan populer dari pelayanan pelanggan holistik untuk membangun aliran pendapatan, mendorong efisiensi dalam produk dan pelayanan, serta mengelola risiko, kepatuhan dan keamanan siber.

    Tahun ini, perusahaan akan melihat melebihi teknologi dan melihat nilai bisnis dari penggunaan ini. Mereka akan menyadari arti sebenarnya dari mengubah data menjadi dolar. Sekarang, organisasi akan memperoleh nilai tambah yang lebih besar dengan menyelaraskan data dan teknologi untuk tujuan bisnis.

    Modernisasi perusahaan tradisional
    Semakin banyak perusahaan tradisional mulai berperilaku seperti perusahaan modern, menjadi lebih terbuka untuk menjadi data-sentris dan informasi-driven. Perusahaan tradisional ini akan mengatasi tantangan dari sistem silo yang berbeda yang sudah lama mereka miliki dengan bantuan dari platform analitis manajemen data modern yang tersedia. Mereka akan terus menjadi perusahaan dengan aplikasi minimum dan proses-sentris, sehingga memiliki keunggulan kompetitif yang lebih tinggi untuk produk atau jasa mereka, terlepas dari skala atau tahap pertumbuhan bisnis mereka.

    Data sebagai Keterampilan
    Sementara tren untuk memanfaatkan big data untuk informasi telah berkembang dengan cepat di seluruh dunia, kesadaran umum dari nilai yang bisa diambil dari data masih rendah di kawasan Asia Pasifik. Saat ini karena perusahaan di semua pasar semakin banyak menggunakan teknologi untuk mengambil nilai dari big data, jelaslah ini mendorong permintaan akan keterampilan terkait. Dengan demikian, akan terjadi kekurangan profesional di bidang pengelolaan data. Kesenjangan ini hanya dapat diisi dengan pendidikan dan pelatihan—sekolah-sekolah yang akan mengajarkan analisis dan ilmu pengetahuan data, dan perusahaan swasta yang memimpin peningkatan keterampilan profesional. Industri akan bersama-sama menumbuhkan generasi baru profesional IT yang akan mengisi kesenjangan keterampilan bagi pengusaha di bidang tersebut.

    Internet of Things
    Berbicara mengenai big data, industri manufaktur layak mendapatkan perhatian khusus. Kita telah melihat munculnya Internet of Things (IOT) dalam beberapa tahun terakhir, tetapi di bidang manufaktur, baik untuk kendaraan, ponsel, maupun peralatan rumah tangga, kita akan semakin banyak melihat aplikasi yang dijalankan dengan sensor yang akan memungkinkan pemeliharaan prediktif. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menjadi fitur-fitur yang mengirimkan informasi kembali ke produsen produk,  sehingga memungkinkan teknisi untuk memprediksi dan memperbaiki masalah secara cepat atau engineeruntuk mengembangkan produk generasi berikutnya dengan lebih baik. Kita akan melihat evolusi peningkatan kualitas berkat teknologi data.

    Industri lain juga akan terus berkembang melalui evolusi data. Institusi kesehatan, misalnya, akan dapat belajar lebih banyak tentang pasien mereka melalui data dan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah medis dan menjaga kesehatan pasien dengan cara lebih efektif. IOT akan terus mengubah industri pada tahun 2016.

    Kepercayaan pada Open Source
    Tahun ini, kepercayaan perusahaan terhadap Open Source semakin meningkat karena ini menjadi komponen IT yang semakin penting. Manajemen dataopen source bersifat fleksibel, terjangkau dan hemat biaya, sehingga ideal untuk perusahaan dengan jumlah data yang besar. Dalam jajak pendapat terbaru untuk pelaku industri, 83 persen responden mengatakan mereka menggunakan Open Sourcesecara terbatas saat ini, dan 91 persen mengatakan mereka telah menggunakan Open Source atau berencana untuk mengadopsi teknologi Open Sourcepada tahun 2020. Hal ini tidak mengherankan karena sistem Open Source telah menjadi lebih aman dengan enkripsi data, otentikasi pengguna atau teknik otorisasi, dan banyak lagi.

  • Ericsson Beberkan 10 Tren Konsumen Terhangat di 2016

    Ericsson Beberkan 10 Tren Konsumen Terhangat di 2016

    Telko.id – Ericsson mengawali 2016 dengan kembali merilis laporan tren tahunannya. Dalam edisi kelima ini, perusahaan asal Swedia itu menemukan beberapa hal menarik terkait teknologi yang dianggap konsumen akan menjadi tren tahun ini. Pun demikian beberapa tahun ke depan.

    Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan – yang konon akan memungkinkan interaksi dengan obyek tanpa membutuhkan layar smartphone lagi – dipercaya konsumen akan menjadi salah satu diantaranya, selain dari teknologi terhubung yang juga akan bergerak sangat cepat.

    “Beberapa tren ini mungkin terlihat sangat futuristik, namun diharapkan hal ini dapat mendorong pengembangan teknologi. Di Indonesia sendiri, harapannya sih akan dapat membantu pengembang dalam melihat tren konsumen global di masa mendatang,” kata Hardyana Syintawati, Vice President Marketing and Communications Ericsson Indonesia, dalam presentasinya terkait laporan tersebut hari ini, Selasa (19/1).

    trend ericsson
    Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 10 tren konsumen teknologi terhangat dari Ericsson Consumer Lab. Secara umum, tren ini diwakili oleh 1 miliar orang yang tersebar di 24 negara, sementara secara khusus, riset ini diwakili oleh 46 juta pengguna smartphone urban di 10 kota besar, diantaranya Tokyo, Shanghai, Singapura, Korea, dan Mexico City.

    1. The Lifestyle Network Effect

    Menurut laporan, 4 dari 5 orang saat ini merasa dapat mengambil banyak manfaat dari layanan online. Secara global, 1 dari 3 pengguna sudah berpartisipasi dalam berbagai bentuk ekonomi berbagi (sharing economy).

    2. Streaming Natives

    Disebut Hardyana sebagai salah satu tren yang akan berkembang di Indonesia, bahkan mulai tahun ini, streaming native akan menjadi sesuatu yang akan sangat digemari oleh generasi muda ke depannya. Menurut laporan, para remaja menonton konten video YouTube tiap hari lebih dari kelompok umur lain. 49% dari remaja usia 16-19 tahun menonton YouTube satu jam atau lebih tiap harinya.

    3. Artificial Intelligence ends the screen age

    Semakin berkembangnya AI akan semakin mengurangi penggunaan layar smartphone. Hal ini dikarenakan masing-masing perangkat nantinya akan dapat didukung oleh kecerdasan buatan yang membuatnya semakin pintar. Menurut riset, 1 dari 2 pengguna smartphone memprediksi bahwa smartphone akan menjadi sesuatu yang kuno dalam lima tahun mendatang.

    4. Virtual gets real

    Pengguna menginginkan teknologi virtual untuk aktivitas sehari-hari, seperti menonton pertandingan sepakbola dan melakukan panggilan video. 44% bahkan ingin mencetaj makanannya sendiri.

    5. Sensing Homes

    Tak hanya smartphone, bahkan rumah pun akan menjadi pintar. Menurut penelitian, 55% pengguna smartphone percaya jika batu bata yang digunakan untuk membuat rumah pat menghadirkan sensor yang dapat memonitor jamur, kebocoran dan masalah listrik di lima tahun mendatang. Akibatnya, konsep smart home pun menjadi sesuatu yang harus dipikirkan lebih dini.

    6. Smart Commuters

    Layanan komuter yang pintar disebut-sebut menjadi salah kebutuhan konsumen, khususnya mereka yang berada di kota besar. Komuter ingin menggunakan waktunya secara efisien dan tidak merasa sebagai obyek pasif saat transit. 68% dari responden ingin menggunakan lyanan komuter yang terpersonalisasi jika ada.

    7. Emergency Chat

    Melalui studi ini diketahui bahwa jaringan sosial menjadi cara yang lebih digemari untuk menghubungi layanan emergency. 6 dari 10 konsumen juga tertarik dengan aplikasi yang memberi informasi tentang bencana alam.

    8. Internables

    Kita telah mendengar banyak hal tentang wearable gadget. Kali ini, giliran internables. Ya, sensor internal disebut-sebut juga menjadi tren yang paling menarik perhatian konsumen dalam beberapa tahun ke depan. 8 dari 10 pengguna mungkin menggunakan teknologi untuk meningkatkan ssensor penglihatan dan kemampuan kognitif seperti penglihatan, memori dan pendengaran.

    9. Everything Gets Hacked

    Perkembangan teknologi, tak luput dari beragam celah kejahatan. Hal ini dipahami betul oleh orang-orang yang menjadi responsen dalam laporan ini. Mereka percaya bahwa hacking dan virus akan terus menjadi masalah. Sebagai efek yang positif, 1 dari 5 orang mengatakan bahwa mereka menjadi lebih percaya dengan organisasi yang pernah di-hack, namun kemudian berhasil memecahkan masalahnya.

    10. Netizen Journalists

    Orang-orang akan lebih sering berbagi dari sebelumnya, terutama dalam hal informasi. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan pengaruh mereka pada masyarakat. Sepertiga orang percaya bahwa membocorkan kondisi perusahaannya di sosial media menghasilkan dampak lebih besar daripada melapor ke pihak berwenang.

     

  • Apakah Internet Indonesia Perlu diatur?

    Apakah Internet Indonesia Perlu diatur?

    Telko.id – Hari ini (19/1) bertempat di ruang serbaguna gedung Kominfo, Jakarta, diadakan kuliah umum yang bertajuk ‘Digital Policy At The Start From 2016, A View From Indonesia’. Kuliah umum ini dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait seperti APJII dan beberapa komunitas TIK, Kementrian Luar Negeri, serta para peserta yang berkecimpung di dunia IT.

    Seperti diketahui, pemanfaatan TIK saat ini semakin penting dan menjadi kebutuhan mendasar pada berbagai sektor sehingga memerlukan perhatian besar dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

    Ketua Umum APJII, Jamalul Izza mengungkapkan,”pengguna internet di Indonesia sudah mencapai lebih dari 20 juta pengguna, dibandingkan dengan 20 tahun lalu semua telah bertransformasi dan internet sangat berdampak kepada seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia,”ucapnya pada sesi keynote speech.

    Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah internet perlu diatur? Melihat penggunaan serta keberadaanya yang juga bisa mengancam kedaulatan sebuah negara.

    Berbicara mengenai hal ini, Dirjen APTIKA, Bambang Heru Tjahjono mengungkapkan, “Kita saat ini sedang menyusun panel untuk evaluasi sebuah konten dan tidak langsung melakukan blokir terhadap suatu konten, dan apakah internet perlu diatur, dan sebenarnya bukan diatur namun akan diselaraskan dengan dengan multistakeholder dari panel ini,” tuturnya.

    Beliau juga menyebutkan, “Teknologi itu sifatnya sangat dinamis, hanya tinggal  bagaimana para generasi muda bisa berperan dalam pemanfaatan internet dan bagaimana bisa menyelaraskan dengan ideologi di Indonesia,”sebutnya.

    Model tata kelola internet sendiri bisa dibilang kompleks, karena tentunya hal ini melibatkan banyak isu serta pelaku serta adanya kemungkinan yang dapat mempercepat proses perubahan sert sederet tantangan yang menentukan tujuan dari kebijakan tersebut.

    Sekedar informasi, saat ini banyak sekali informasi atau konten yang tersebar melalui jaringan internet yang  berdampak buruk bagi perkembangan generasi muda. Seperti hadirnya konten berbau pornografi, konten terorisme, bahkan di situs youtube, tidak jarang juga banyak tersedia berbagai film layar lebar dan menjadi sebuah pembajakan dengan versi baru.

    Isu pembajakan juga menjadi salah satu dampak negatif dari hadirnya internet. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, banyak film-film box office yang sedang tayang di bioskop tapi sudah tersedia di berbagai situs download film secara gratis.

    Belum lagi sosial media, sudah bukan rahasia umum lagi jika banyak kejahatan dan penipuan dihasilkan dari sosial media seperti facebook. Tanpa disadari, informasi pribadi diri kita pun bisa tercuri oleh orang lain diluar sana melalui sosial media.

    Sejatinya masih banyak kasus serta dampak buruk dari hadirnya sebuah teknologi yang bernama internet. Namun, tetap kita tidak boleh melupakan bagaimana dampak positif dari internet ini.

    Dengan internet, peluang menuju kesuksesan pun juga terbuka lebar, banyak juga para pelaku usaha kecil yang bisnisnya bertumbuh dengan memanfaatkan internet, serta peran Internet Of Things juga sangat membantu menggerakan perekonomian sebuah negara. Bahkan, saat ini masyarakat Indonesia pun seakan kecanduan dengan kecepatan internet dan selalu menuntut internet yang cepat dan stabil kepada para operator.

    Well, apakah internet perlu diatur? Sejatinya pertanyaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Kominfo selaku pihak regulasi, namun pertanyaan ini juga ditujukan kepada anda selaku pengguna yang senantiasa memanfaatkan internet.

  • Brazil Terus Alami Penurunan Jumlah Pelanggan Ponsel

    Brazil Terus Alami Penurunan Jumlah Pelanggan Ponsel

    Telko. id – Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, Brazil tak bisa dipungkiri lagi telah sejak bertahun-tahun lalu menjadi negara dengan potensi pasar yang sangat besar, khususnya di sektor telekomunikasi. Pada akhir tahun 2008 saja, jumlah pengguna ponsel di negara tersebut telah menembus angka 150 juta, meningkat 24,52 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2007. Sementara pada akhir Juni 2009, jumlah pengguna mencapai hampir 160 juta. Nah, bagaimana dengan sekarang?

    Menurut angka yang diterbitkan oleh Badan telekomunikasi Nasional (Anatel), Brazil mengakhiri November 2015 lalu dengan 269.59 juta pengguna selular aktif dan tingkat penetrasi 131,5 persen. Ini merupakan penurunan 1,53 persen dari bulan Oktober dan 3,87 persen dibanding bulan November 2014.

    Dilansir dari Telecompaper, Kamis (14/), ini adalah bulan keenam berturut-turut negara tersebut mengalami penurunan dalam jumlah pengguna ponsel. Alasannya adalah, banyak operator telah memperketat kebijakan kredit mereka dan memutus pengguna tidak aktif atau mereka yang tidak membayar.

    Dari total pelanggan, 196.61 juta adalah pelanggan prabayar (72,93%) dan 72.98 juta adalah pasca bayar (27,07%). Vivo (Telefonica Brasil), dalam hal ini tetap bertahan sebagai pemimpin pasar dengan 79.49 juta pelanggan atau 29,49 persen dari total (dibandingkan dengan 29% pada bulan Oktober). Di posisi kedua, TIM Brasil unjuk gigi dengan 69.3 juta dan 25,7 persen pangsa pasar (26,26%). Diikuti oleh Claro (kelompok America Movil) yang memiliki jumlah pelanggan 67.37 juta dan 24,99 persen pangsa (25,2%), Oi dengan jumlah pelanggan 49.2 juta dan 18,25 persen pangsa, serta Nextel yang memiliki 2,5 juta pelanggan dan 0,93 persen pangsa pasar (0,9%).

    Dalam hal teknologi akses, 2G/GSM turun dari 77,0 juta pengguna pada bulan Oktober menjadi 76.26 juta pada bulan November; 3G juga turun dari 159.4 juta pengguna pada bulan Oktober menjadi 156.4 juta pada bulan November; sedangkan 4G/LTE tumbuh dari 20.45 juta pengguna pada bulan Oktober menjadi 22.58 juta pada bulan November.

  • Jejaring Sosial Jadi Target Spammer Untuk Dapatkan Nomor Telepon

    Jejaring Sosial Jadi Target Spammer Untuk Dapatkan Nomor Telepon

    Telko.id – Apa yang terlintas di benak Anda ketika Anda lagi-lagi menerima spam atau pesan phishing pada ponsel? Kemungkinan besar kalimat yang pertama kali terlontar dari mulut Anda adalah, “Siapa sih nih orang? Dan dapat dari mana mereka nomor gue?

    Pada awalnya, kecurigaan Anda akan mengarah pada toko pulsa, tempat dimana Anda mungkin pernah membeli pulsa. Namun, tidak jarang juga bagi spammer dan penjahat siber menggunakan database yang mereka dapatkan dari jejaring sosial dengan menggunakan software khusus, daripada menggunakan database pelanggan ponsel yang “bocor”.

    Para pakar keamanan informasi, termasuk Kaspersky Lab, selama bertahun-tahun mengingatkan bahwa penjahat dunia maya dapat menggunakan informasi apapun tentang diri Anda yang Anda publikasikan pada jejaring sosial. Namun, sejumlah besar pengguna tetap tidak menghiraukan dan terus saja berbagi berita dan sejumlah besar informasi pribadi dengan teman-teman virtual mereka dan juga para pengguna lainnya.

    Hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak menyenangkan dan bahkan tak terduga. Untuk menunjukkan bahwa hal ini bukan hanya keresahan semata-mata, Ruslan Stoyanov selaku Head of Investigation Unit, Kaspersky Lab memberikan salah satu contoh kegiatan terbaru dari tim investigasi kejahatan siber di Kaspersky Lab.

    Aksi kejahatan siber run-of-the-mill

    Akhir tahun lalu, tim investigasi kejahatan siber Kaspersky Lab membantu lembaga penegak hukum untuk menghentikan kegiatan geng kecil penjahat siber Rusia yang mengkhususkan diri dalam penyebaran malware Android dan mencuri uang dari rekening perbankan online. Rencana jahat kelompok itu cukup sederhana: mereka menggunakan database nomor ponsel yang mereka miliki untuk mengirimkan pesan singkat (SMS) yang berisi link ke Trojan perbankan. Jika infeksi berhasil, perangkat mobile akan menjadi bagian dari botnet, dan Trojan mulai mencari informasi tentang layanan perbankan apapun yang digunakan oleh korban, mengumpulkan data yang diperlukan untuk mengaksesnya. Kemudian tugas mereka selanjutnya relatif sederhana yaitu mentransfer uang korban ke rekening mereka sendiri.

    Namun, ada hal yang sangat menarik untuk diperhatikan disini, yaitu tidak satupun anggota di geng penjahat siber ini yang merupakan seorang programmer profesional. Ketika orang berbicara tentang hacker dan pencurian uang, maka gambaran yang muncul dalam pikiran kita adalah beberapa programmer korup yang menuliskan kode berbahaya dan kemudian menggunakannya untuk menginfeksi perangkat pengguna tanpa mereka disadari. Sayangnya, kali ini kami tidak berbicara tentang para profesional dengan pendidikan dan pengalaman yang relevan. Sebaliknya, kita perkirakan anggota geng kriminal siber ini hanya menghabiskan waktu yang cukup lama di forum hacking umum untuk mengumpulkan informasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan kejahatan dunia maya.

    Negara-negara di luar Rusia

    Salah satu alat yang mereka gunakan yang dikhususkan untuk kepentingan tertentu adalah program parser yang mengumpulkan nomor ponsel dari profil publik di jejaring sosial populer di Rusia, VKontakte. Dengan bantuan alat ini, para penjahat dunia maya ini membuat database nomor ponsel yang kemudian mereka gunakan untuk mengirimkan pesan berbahaya. Sejauh yang kami ketahui, jejaring sosial adalah satu-satunya sumber informasi dari mana penjahat siber ini mendapatkan data-data mereka.

    Forum kejahatan siber Rusia (terutama forum terbuka yang sering dikunjungi oleh penipu amatir) memiliki banyak iklan yang menawarkan perangkat lunak jenis ini untuk dijual atau disewakan. Peralatan ini mampu mengumpulkan dan menyusun semua informasi berharga tentang pengguna, termasuk nama pertama dan terakhir mereka, semua data kontak yang diposting dan pengaturan profil – jadi bukan hanya nomor ponsel. Namun, ada juga penawaran di hacking forum ini untuk alat serupa yang dirancang mengumpulkan data dari jejaring sosial lainnya, termasuk Facebook dan Instagram.

    Ketersediaan informasi ini menawarkan penjahat siber banyak kesempatan untuk melakukan penipuan. Aksi kejahatan yang paling jelas adalah data yang dikumpulkan tersebut dapat digunakan untuk mengirimkan spam (termasuk iklan dan spam berbahaya), mencuri uang melalui layanan SMS premium, dan menciptakan kartu SIM palsu. Namun, dalam hal ini bukanlah jumlah uang yang dicuri yang menjadi permasalahan utamanya, melainkan jumlah kelompok penjahat siber non-profesional sejenis yang melakukan aktivitas serupa. Dilihat oleh banyaknya jumlah keluhan pengguna yang diposting pada forum dukungan perbankan online, maka tampak jelas bahwa ada puluhan kelompok penjahat siber yang sedang beroperasi.

    Fakta bahwa kegiatan penipuan ini sebagian besar mengambil tempat di Rusia dan negara-negara tetangga bukan berarti tidak ada yang perlu ditakutkan oleh orang-orang yang tinggal di negara-negara lainnya. Sangat mungkin bahwa skema serupa yaitu memanfaatkan data yang dikumpulkan dari sumber-sumber publik sudah muncul di luar negara-negara bekas Uni Soviet, atau ada kemungkinan muncul dalam waktu dekat.

    Negara-negara paling berisiko termasuk negara dimana yang lazim menggunakan telepon pra-bayar serta berbagai layanan SMS populer, termasuk yang memungkinkan kartu bank beroperasi melalui SMS.

    Apa yang harus dilakukan?

    Singkatnya, ada baiknya jika pengguna mempublikasikan sedikit informasi tentang diri mereka sendiri di jejaring sosial. Khususnya, tidak mempublikasikan nomor ponsel Anda, atau menghapusnya jika Anda sudah posting. Hal ini tentu saja tidak akan sepenuhnya menghilangkan aksi penjahat siber yang mencuri informasi pribadi pengguna dari jejaring sosial, tapi setidaknya hal itu mencegah cara termudah bagi penjahat siber untuk mencuri uang Anda.

    Jika Anda atau keluarga dan teman-teman Anda menggunakan layanan mobile banking, Anda juga harus menerapkan langkah-langkah keamanan dasar berikut ini:

    • Blok instalasi aplikasi dari pihak ketiga pada perangkat Android yang Anda gunakan untuk melakukan mobile banking;
    • Menetapkan batas penarikan untuk rekening bank Anda;
    • Membatasi atau menonaktifkan pengiriman pesan teks ke nomor premium-rate;
    • Menggunakan solusi keamanan yang handal yang mampu melindungi perangkat Anda dari infeksi.

    Jika Anda telah menjadi korban serangan dan uang Anda dicuri, hubungilah lembaga penegakan hukum. Hal ini penting untuk Anda lakukan, karena kita melihat sebuah tren berbahaya sedang berkembang: ketersediaan luas berbagai alat, termasuk yang berbahaya, dan perasaan anonimitas kejahatan siber telah menciptakan rasa aman palsu bagi para penjahat siber, dan diperparah lagi oleh sikap pasif para korban. Hal ini mendorong peningkatan jumlah orang untuk mulai bertindak sebagai penjahat siber dengan harapan mendapatkan keuntungan yang mudah.

    Semakin banyak penjahat siber ditangkap karena kegiatan illegal ini, maka semakin jelas pula bahwa kejahatan siber  bukanlah lahan yang menguntungkan dan bagi mereka yang berniat untuk melakukan aksi serupa akan mengurungkan niat untuk mulai melakukan kejahatan di dunia maya. Hal ini akan sangat membantu menjadikan dunia maya sebagai tempat yang lebih aman.

  • Netflix Hadir di Indonesia, TV Berbayar Terancam Lesu

    Netflix Hadir di Indonesia, TV Berbayar Terancam Lesu

    Telko.id – Salah satu penyedia layanan streamingvideo populer, Netflix, resmi menginjakan kakinya di Indonesia pada Kamis, 7 Januari 2016. Hal tersebut tentunya akan semakin memanjakan para penikmat siaran televisi di Indonesia.

    Menurut The New York Times, kehadiran Netflix di Indonesia merupakan salah satu strategi ekspansi bisnis perusahaan.

    Selain Indonesia, perusahaan yang berbasis di Los Gatos, California AS tersebut akan melakukan ekspansi ke banyak negara lain. Tercatat mereka akan menghadirkan layanan streaming mereka di 130 negara lagi dengan total negara saat ini telah mencapai 190 negara.

    “Hari ini Anda akan melihat kelahiran jaringan TV internet global baru. Dengan peluncuran ini, konsumen di seluruh dunia, dari Singapura sampai ke St Petersburg, dari San Francisco ke Sao Paulo bisa menikmati acara TV dan film secara bersamaan tanpa harus menunggu lama,” kata Co-founder and Chief Executive Netflix, Reed Hastings di sesi presentasinya yang diadakan di CES 2016, Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat.

    Yang menjadi permasalahannya adalah, Hadirnya TV Streaming ini apakah akan mengganggu bisnis TV berbayar di Indonesia. Pasalnya, Netflix dianggap  sebagai alternatif para pencinta film untuk menyaksikan tayangan kesayangan mereka dan tak perlu lagi mengandalkan konten dari televisi berbayar. Inilah yang dianggap bakal mengancam bisnis televisi berbayar di Indonesia.

    Terlebih, Untuk pelanggan Indonesia Netflix akan memberikan masa percobaan selama satu bulan gratis. Kegiatan promosi ini disinyalir akan meraup banyak subscriber sekaligus menjadi pilot project mereka di Indonesia.

    Koneksi internet yang semakin baik menjadi salah satu alasan hadirnya raksasa streaming ini di Indonesia. Namun, berbicara mengenai regulasi, sejatinya Menkominfo Rudiantara belum mengetahui apakah Netflix masuk kedalam kategori OTT (Over The Top) atau bukan.

    “Belum tahu, makanya nanti lihat. Bisa jadi OTT harus lihat servernya di mana dan lainnya,” tutur Rudiantara. Terlebih, ia tidak mau menyamakan Netflix dengan OTT seperti Youtube, walaupun sama-sama menghadirkan konten video.

    “Kalau (Netflix) ini soal film dan payable (bisa berbayar)Itu larinya ke mana, dari sisi pelanggan kan bayarnya langsung ke Netflix, tapi datanya bayar ke operator,” tandas pria yang kerap disapa Chief R.A ini.

    Berbicara mengenai persaingan denganTV berbayar atau Bioskop, Rudiantara mengungkapkan, “Sekarang di Indonesia itu bukan seribu layar lagi, tapi dengan adanya 4G pada perangkat pelanggan, hasilnya jutaan layar pengganti bioskop, tapi, pelanggan kita belum biasa, Coba deh, nanti kalau ke depannya bagus, itu akan jadi killer applications,” ungkapnya.

  • KuangChi Cloud Resmi di Terbangkan

    KuangChi Cloud Resmi di Terbangkan

    Telko.id – Produk KuangChi Cloud resmi diterbangkan di Dongguan Eco Park. Penerbangan produk hasil karya dari KuangChi Science ini disaksikan oleh ratusan orang yang sedang mendaki di lokasi tersebut, termasuk juga disaksikan oleh Walikota Dongguan, Yuan Liu Baosheng dan ketua Kuangchi Ruopeng. Produk ini merupakan hasil dari komersial kontrak sebesar 180 juta HK$.

    Penerbangan ini merupakan milestone untuk urban space technology. Dengan produk sepanjang 48 meter dan tinggi sekitar 20 meter mampu terbang 300 meter di atas tanah dengan menggunakan bahan bakar helium. Produk ini akan menyediakan komunikasi, akses internet serta mengkoleksi data dan analisa nya secara terintegrasi.

    Dengan lisensi yang dimiliki untuk terbang di Eco Park, Cloud ini menjadi menara komunikasi tertinggi atau satelit yang terbang rendah. Cloud ini disambungkan dengan kabel sintetis ke tanah yang juga berfungsi sebagai portal untuk mengakses pusat prosesing data. Produk ini juga tahan air dan dirancang anti petir dan adanya perubahan tekanan dan temperature. Untuk menerbangkan pesawat ini dibutuhkan waktu 3 jam. Pesawat cloud ini mampu menahan angin kecepatan 20 meter per detik dan diterbangkan pada 25 meter per detik saat didaratkan.

    “Sistem pada KuangChi Cloud ini dapat digunakan untuk survey geographic, traffic, pemantauan api, bencana alam dan misi penyelamatan,” ujar Luan Lin, Chief Technology Officer of KuangChi Science.

    Teknologi dan peralatan yang digunakan dalam Cloud ini akan membantu menyelamatkan kehidupan Tian Zeming, yang selamat dari kecelakaan longsor dahsyat di Guangming, Shenzhen. Resolusi tinggi monitor multi-fungsi dari Cloud membantu menemukan bangunan terkubur di tanah longsor dan menyimpan catatan dari penggalian. Dengan bantuan monitor dan mini Cloud – versi kompak dari Cloud digunakan dalam keadaan darurat, tim penyelamat yang teridentifikasi lanjut Top 22 lokasi untuk penggalian. Tian ditemukan di sebuah bangunan di lokasi bernomor 1.

    Cloud ini aman, hemat biaya dan ramah lingkungan. Bahkan, Cloud ini dapat naik hingga ketinggian antara 1.000 dan 2.000 meter di atas tanah yang membawa muatan 400 kilogram. Pesawat ini pun dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. Seperti, payload yang mencakup wireless base station, peralatan super Wi-Fi, TV dan radio transmitter, serta mampu digunakan dalam berbagai misi seperti telekomunikasi, perencanaan kota dan manajemen, pemantauan polusi udara dan pengawasan maritim.

    Pada ketinggian tertentu, pesawat Cloud ini dapat mencakup jangkauan yang lebih luas dan lebih baik daripada mengirim sinyal ke sistem tanah. Dalam kasus di Dongguan ini, kapasitas system komunikasi Wi-Fi dapat mencakup radius 30 kilometer, dan total area yang tercakup bisa mencapai 3.000 kilometer persegi yang dikombinasikan dengan relay tanah.

    Teknologi ini menggunakan Cloud yang mirip dikembangkan oleh Raytheon Company, kontraktor pertahanan AS. Namun, Raytheon adalah teknologi terbatas yang dipergunakan untuk kebutuhan militer. Sedangkan Cloud adalah yang pertama beroperasi didaerah sipil.

    Selama test peluncuran di Shenzhen pada bulan Februari, Cloud berhasil melakukan tugasnya dalam cakupan komunikasi Wi-Fi, ground monitoring, dan pengumpulan data pemantauan maritime.

    Dengan fungsi dan kinerja yang lebih stabil, sistem yang digunakan di Dongguan akan membantu memonitor PM 2,5 tingkat di udara, menjaga keamanan di daerah ramai dan pemantauan lalu lintas di perkotaan. Internet of Things dan cakupan Wi-Fi disediakan oleh sistem sehingga akan membuat hidup lebih mudah dan lebih baik bagi warga Dongguan.

    Global Community of Innovation menyatakan bahwa inisiatif dari Cloud KuangChi ini merupakan upaya lain untuk membawa teknologi Sci-Fi yang membuah hasil. Para mitra GCI ini termasuk Martin Jetpack, Near Space Traveller, Space Levitation Station, Solarship, Zwipe, HyalRoute Broadband, Parallel World, iPhoton, Super WiFi dan Smart Structure. (Icha)