Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Diprotes, Stiker LGBT Versi Line Dicabut

    Diprotes, Stiker LGBT Versi Line Dicabut

    Telko.id – Siapa yang tidak mengenal LINE? Apliksi yang memiliki beberapa icon boneka ini memang cukup digemari oleh masyarakat Indoesia. LINE juga merupakan aplikasi chatting yang menhadirkan stiker di dalam perpesanan mereka.

    Namun, karena stiker itulah, LINE juga mendapat teguran adri berbagai pihak. Stiker yang dikeluarkan oleh LINE ternyata menunjukan beberapa indikasi adanya pasangan sesama jenis yang tentunya hal tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat. Sebuah ajakan untuk pemboikotan akun LINE dikeluarkan oleh salah seorang pemuka agama yakni Abdullah Gymnastiar. Pria yang kerap disapa aa Gym ini mengajak masyarakat untuk memboikot LINE karena dianggap mendukung kaum LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender).

    Teddy Arifianto, selaku Head of Public Relation LINE menyebutkan bahwa pihaknya telah menarik stiker yang menjadi permasalahan tersebut. “LINE menyanyangkan kejadian beberapa stiker yang dianggap sensitif oleh banyak orang telah menyebabkan timbul rasa kurang nyaman dari para pengguna dan pemerhati,” ujar Teddy (10/2).

    Dia menambahkan, saat ini timnya sedang berusaha untuk menghapus stiker-stiker yang menjadi bahan permasalahan tersebut,dan LINE berpegang pada acuan global untuk melakukan penyaringan/filter terhadap konten-konten yang sensitif dari perspektif budaya lokal.

    “LINE menghargai seluruh masukan dari para pengguna dan pihak-pihak lain terkait produk dan fitur kami dan kami menyadari betapa sensitifnya hal ini dan akan berupaya keras agar hal seperti ini tidak terulang kembali.”tambahnya.

    Sekedar informasi, JIka Line dianggap mendukung LGBT, sejatinya bukan hanya LINE yang ‘Mendukung’ kaum LGBT. Di awal tahun lalu, Apple juga meluncurkan sekumpulan emoticon baru. Beberapa diantaranya menunjukkan pasangan sejenis.Emoticon tersebut juga sebenarnya dapat ditemukan pada WhatsApp. Facebook juga menyediakan filter warna pelangi yang merupakan bukti nyata dukungan atas kaum LGBT.

    LGBT sendiri merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Beberapa orang mungkin masih awam dengan istilah ini, namun kaum LGBT bisa dikatakan ada hampir disetiap daerah/kota, terutama kota-kota besar di Indonesia. Tentunya di negara ini gerakan LGBT tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

  • Amerika Canangkan Cybersecurity National Action Plan

    Amerika Canangkan Cybersecurity National Action Plan

    Telko.id – Baru saja, Amerika dikejutkan oleh terbukanya data hampir 29 ribu karyawan FBI. Itu merespon itu, Barack Obama akan menginvestasikan 19 miliar US$ untuk memperketat Cyber Security negaranya. Lebih tinggi 35% ketimbang investasi yang dilakukan pada tahun lalu. Dan menghimbau Chief Information Security Officer atau CISO untuk mengawasi semua proses upgrade infrastruktur yang usang dan tidak aman. CISO ini adalah posisi yang pertama kali dibentuk oleh Amerika.

    Jumlah insiden keamanan informasi tumbuh lebiih dari 11 kali lipat antara tahun 2006 dan 2014. Dari 67 kasus menjadi 168 kasus dan serangan yang berasal dari negara lain pun meningkat.

    Agar tidak terjadi lagi, Obama pun mengumumkan Cybersecurity National Action Plan yang diharapkan dapat membendung serangan digital. Selain itu juga akan dilakukan modernisasi jaringan digital milik pemerintah. Langkah ini dilakukan bukan hanya untuk memperkuat keamanan tetapi juga mendidik para ahli yang diperlukan untuk memastikan perbaikan yang sedang berlangsung berjalan lancar. Adapun Cybersecurity National Plan yang dicanangkan oleh Obama tersebut ada 9 poin yakni:

    1. Akan mengalokasikan dana sebesar 3.3 miliar US$ untuk upgrade infrastruktur yang sudah usang dan sulit untuk pengamanan digital.
    1. Menunjuk Chief Information Security Officer atau CISO untuk mengawasi proses upgrade. Pekerjaanya akan meliputi mengembangkan, mengelola dan mengkoordinasikan strategi cybersecurity, kebijakan, dan operasional antar federal di pemerintahan.
    1. Membentuk “Komisi Nasional Peningkatkan Cybersecurity. Komisi ini akan berisi orang-orang yang memiliki kemampuan strategi, bisnis dan teknik yang berasal dari luar pemerintahan. Termasuk beberapa anggota yang dipilih oleh kongres. Komisi ini akan merekomendasikan aksi yang akan terjadi pada 10 tahun ke depan sehingga mampu memperkuat keamanan digital baik untuk public maupun swasta sekaligus melindungi privasi. Termasuk di dalamnya menjaga keamanan publik dan keamanan nasional dan ekonomi, membina penemuan dan pengembangan solusi teknis baru; dan memperkuat kemitraan antara Federal, Negara, dan pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pengembangan, promosi dan penggunaan teknologi cybersecurity, kebijakan, dan praktik terbaik. Kelompok ini akan didukung oleh National Institute of Standards and Technology (NIST).
    1. Melakukan modernisasi IT Pemerintah dan mengubah bagaimana pemerintah berhasil mengatur cybersecurity dengan menggunakan dana modernisasi teknologi informasi sebesar $ 3,1 miliar, yang akan memungkinkan melakukan pensiun, penggantian, dan modernisasi IT yang ada. Langkah tersebut tidak mudah dan membutuhkan dana yang besar. Itu sebabnya ada formasi baru dalam pemerintahan yakni Federal Chief Information Security Officer yang akan mendorong perubahan ini di pemerintahan.

    Memberdayakan masyarakat untuk mengamankan akun online mereka dengan                tidak mengandalkan password saja, tetapi juga menambahkan lapisan keamanan            lain. Seperti menggabungkan antara password yang kuat dengan faktor                              tambahan, seperti sidik jari atau kode penggunaan tunggal yang dikirimkan                      melalui pesan teks. Dengan demikian akan lebih aman.

    Masalah multi-factor authentication ini akan masuk dalam kampanye nasional                tentang Cybersecurity yang dikeluarkan oleh National Cyber ​​Security Alliance                  yang didesain sangat simple dan dapat ditindaklanjuti untuk melindungi diri dari            dunia digital yang semakin meningkat.

    National Cyber ​​Security Alliance akan bermitra dengan perusahaan-perusahaan              teknologi terkemuka seperti Google, Facebook, Dropbox, dan Microsoft untuk                  memudahkan jutaan pengguna untuk mengamankan akun online mereka, dan                jasa keuangan perusahaan seperti MasterCard, Visa, PayPal, dan Venmo yang                  akan membuat transaksi lebih aman.

    Pemerintah juga akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi data                       pribadi dalam transaksi online antara warga dan pemerintah, termasuk melalui               rencana aksi baru untuk mendorong adopsi dan penggunaan pemeriksaan                         identitas yang efektif dan metode otentikasi multi-faktor yang kuat dan review                 yang sistematis sehingga Pemerintah Federal dapat mengurangi ketergantungan             pada nomor Jaminan Sosial sebagai pengenal warga.

    1. Investasi 19 miliar US$ untuk keamanan cyber adalah bagian dari Fiskal Presiden Tahun anggaran 2017. Ini menggambarkan peningkatan lebih dari 35 persen dari Fiskal tahun anggaran 2016 sumber keseluruhan sumber dana Federal untuk keamanan cyber, demi kepentingan keamanan Amerika di masa depan. (Icha)
  • Tahun 2020, pasar Router Inti Akan Meningkat tajam

    Tahun 2020, pasar Router Inti Akan Meningkat tajam

    Telko.id – Jumlah permintaan dari penyedia layanan pasar router inti diperkirakan akan meningkat menjadi $ 3,4 miliar pada tahun 2020 mendatang, dengan pengiriman port 100 GE memacu pertumbuhan, menurut Dell’Oro Group.

    Penyebaran dari port 100 GE yang signifikan ini didorong oleh peningkatan lalu lintas IP dan ketersediaan kapasitas line cards yang lebih tinggi. Sementara itu, harga dari 100 GE menurun secara signifikan pada tahun 2015 karena adanya pergeseran campuran dalam jenis router untuk 100 port GE yang terpasang.

    Alam Tamboli, analis senior di Dell’Oro Group, mengatakan: “Sebelumnya, 100 GE terutama diinstal pada router inti high-end dan sekarang lebih sedang diinstal pada router yang relatif lebih rendah dari router sebelumnya,” seperti dikutip dari TelecomLead (9/2).

    Bukan hanya itu, laporan ini juga menyebutkan bahwa optik canggih di CFP2 dan CPAK telah diturunkan harganya pada port 100 GE dan akan menyebabkan penurunan pada harga jual 100 GE dengan harga per bit ditransmisikan di bawah 10 GE pada tahun 2018 mendatang.

    Sementara itu, industri telekomunikasi global mengharapkan bahwa port 100 GE akan bergeser dari penyebaran backbone inti dan menjadi penyebaran inti metro, hal ini juga ikut mendorong permintaan pasar dengan patokan harga untuk produk ini menjadi lebih terjangkau.

    Dell’Oro Group sebelumnya juga meramalkan bahwa pasar Mobile Backhaul Transportasi, yang terdiri dari sistem backhaul nirkabel dan serat / tembaga, akan mendorong pertumbuhan sebesar $ 5,3 miliar per tahun selama lima tahun ke depan sebagai kenaikan jangka pendek dalam peralatan backhaul nirkabel akan memberikan energi ke pasar peralatan transmisi Microwave.

    Kemudian, Small cell backhaul akan memberikan kontribusi sekitar 25 persen dari pendapatan Mobile Backhaul Transportasi pada tahun 2020. Permintaan untuk Microwave Transmission transceiver radio yang biasa digunakan dalam sejumlah aplikasi termasuk radio mobile juga diperkirakan akan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 8 persen hingga tahun 2020.

  • Panggilan VoLte Bisa Berkali Lipat Dari Voice 2G?

    Panggilan VoLte Bisa Berkali Lipat Dari Voice 2G?

    Telko.id – Jumlah panggilan melalui VoLte bisa empat sampai lima kali lebih tinggi dari panggilan pada 2G atau 3G, hal tersebut seperti yang diungkapkan pada penelitian oleh Amdocs.

    Namun, kualitas layanan VoLTE kemungkinan akan kurang stabil dibandingkan dengan layanan suara tradisional seperti 2G dan 3G.

    Dilansir dari Telecom lead (9/2), Laporan tersebut mengatakan ada kebutuhan bagi tiap operator telekomunikasi untuk pertimbangan dalam hal mengoptimalkan radio akses jaringan (RAN) mereka.

    Penelitian tentang VoLTE ini didasarkan pada analisis di lebih dari 25 juta koneksi suara dan data yang dihasilkan oleh 80 operator jaringan yang berbeda di seluruh dunia dalam 12 bulan terakhir.

    Sementara itu, volume penggunaan data mobile tumbuh sekitar 60 persen secara year-on-year. Dengan hanya 5 sampai 15 persen lalu lintas Wi-Fi melalui perangkat mobile yang mampu secara akurat digambarkan sebagai Wi-Fi offload, selain itu, penyedia layanan harus menyediakan lebih banyak lalu lintas dari jaringan selular ke jaringan Wi-Fi.

    Selama lonjakan traffik, pengguna dalam ruangan menghadapi peningkatan sebanyak 25 persen dalam masalah jaringan dibandingkan dengan pengguna di luar ruangan. Operator telekomunikasi secara efektif dapat menargetkan upaya optimalisasi jaringan di daerah-daerah masalah ini untuk memberikan kualitas pengalaman jaringan yang konsisten kepada pengguna mereka.

    Riset ini juga menyebutkan bahwa SMS masih menjadi aplikasi pembunuh dengan rata-rata 70 persen dari penonton di acara konser atau acara olahraga mengirimkan setidaknya satu pesan teks selama acara berlangsung, tentunya hal ini dapat menyebabkan lonjakan pada penggunaan jaringan. Hal ini juga menjadikan kebutuhan untuk mengelola kapasitas jaringan selama acara, dengan sel jaringan sekitar lokasi acara ini membawa sekitar 50 persen lalu lintas lebih dari sel-sel di dalam stadion. Sementara itu, roaming internasional juga meng-upload hampir 50 persen lebih banyak data sementara pada event tersebut ketimbang non-roaming.

    Terlepas dari kenyataan bahwa roaming internasional dapat menawarkan operator telekomunikasi pendapatan lebih besar dari penggunaan berbasis lokal, pengalaman jaringan mereka juga bisa menurun dan sampai 25 persen lebih buruk.

    Lalu, apa solusi yang disarankan oleh Amdocs? Ann Hatchell, kepala pemasaran jaringan di Amdocs, mengatakan, dengan memanfaatkan software RAN, penyedia layanan mendapatkan efisiensi operasional dan meningkatkan kelincahan layanan dengan pendekatan vendor secara netral dan terpusat. Hal ini memungkinkan perusahaan telekomunikasi untuk mengoptimalkan kualitas pengalaman, bahkan pada saat terjadi “kemacetan” jaringan.

    Amdocs sendiri merupakan perusahaan IT yang berfokus pada layanan billing system dan CRM asal Israel. Perusahaaan IT ini juga sempat membuat heboh Indonesia ketika mereka menjalin kerjasama dengan Telkomsel. Seperti diketahui, saat itu Indonesia tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel.

  • Mengandung Ad Fraud, Google Hapus Banyak Aplikasi di Play Store

    Mengandung Ad Fraud, Google Hapus Banyak Aplikasi di Play Store

    Telko.id – Google akhirnya kembali menghapus lebih dari 200 aplikasi yang tersedia di Play Store. Dihapusnya aplikasi tersebut dikarenakan adanya skema penipuan berbasis aplikasi mobile yang dioperasikan melalui MoPub.

    Sekedar informasi, MoPub merupakan platform iklan mobile yang dimiliki oleh Twitter. Aplikasi tersebut dapat menghasilkan pemasukan lebih dari $ 250 ribu pada setiap harinya melalui penipuan iklan.

    Peneliti di perusahaan keamanan Sentrant Security yang menginvestigasi skema aplikasi mobile ad fraud ini mengidentifikasi sebanyak 247 aplikasi yang mengandung ad fraud. Aplikasi tersebut tersedia untuk diunduh di Google Play Store seperti dilansir dari laman IBTimes (9/2).

    Diperkirakan, aplikasi ad fraud ini telah ter-install sebanyak 282.998 hingga 1.193.665 kali oleh pengguna. Sementara itu pihak Sentrant telah memberitahu Google untuk menghapus aplikasi penipu tersebut dari Play Store.

    “Dalam reaksi untuk komunikasi kami dengan Google, semua aplikasi telah dihapus dari Play Store. Namun, aplikasi yang telah terpasang di perangkat pengguna tidak akan menginfeksi karena pengguna perlu melakukan uninstall aplikasi oleh mereka sendiri,” jelas Hadi Shiravi, Co-Founder of Sentrant Security.

    Ia mengatakan, aplikasi ad fraud ini merupakan skema yang canggih aplikasi ini juga menargetkan aplikasi mobile di ratusan ribu perangkat. Kabarnya, skema iklan penipuan ini dikembangkan dan dioperasikan oleh perusahaan aplikasi mobile, Academ Media.

  • Gandeng Qualcomm, Deutsche Telekom Ujicoba LTE LAA

    Gandeng Qualcomm, Deutsche Telekom Ujicoba LTE LAA

    Telko.id – Qualcomm dan operator Jerman Deutsche Telekom mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan apa yang mereka sebut sebagai ujicoba pertama “over-the-air” di dunia yakni akses LTE license-Assisted Access (LAA).

    Selama uji coba yang dilakukan tahun lalu, perusahaan menggunakan alat uji LAA yang dikembangkan oleh Qualcomm Research untuk memvalidasi teknologi ini.

    Dilansir dari Telecom Asia, Deutsche Telekom menyediakan spektrum LTE berlisensi sebagai jangkar ditambah dengan spektrum tak berlisensi di band 5-GHz.

    Dari hasil demonstrasi jaringan menunjukkan penambahan cakupan LAA dan peningkatan kapasitas jaringan memanfaatkan spektrum tak berlisensi dibandingkan dengan Wi-Fi.

    Screenshot_2016-02-07-10-08-49_1

    Sekedar informasi, alat uji coba LAA yang digunakan dalam percobaan tersebut sesuai dengan rilis pembangunan dari 3GPP yang memenuhi 13 standar saat ini dan dirancang untuk memenuhi peraturan band berlisensi global yang termasuk batas hunian channel dan fitur listen-before-talk.

    CTO Qualcomm Matt Grob berkomentar bahwa ujicoba ini merupakan tonggak penting yang menunjukkan bagaimana dunia teknologi LAA akan segera memberikan manfaat yang meningkat untuk kebutuhan pengguna.

    Sementara itu, pengembangan teknologi yang menyediakan jaringan LTE di frekuensi unlicensed menggunakan milik Steamin APAC sebagai cara operator untuk memenuhi lonjakan permintaan untuk lalu lintas data.

  • 5 Trend Keamanan Identitas di 2016

    5 Trend Keamanan Identitas di 2016

    Telko.id – Pada era Internet of Things, banyak data yang ‘seliweran’ di dunia maya dan ‘berlabuh’ di berbagai perangkat. Tentu, tidak mudah untuk melakukan pengamanan agar identitas diri pun terjaga. Jika disimpulkan, ada 5 trend keamanan identitas yang akan terjadi pada 2016 ini.

    “Berdasarkan pengalaman HID Global, perusahaan akan semakin menginginkan keamanan identitas yang komprehensif untuk para pelanggan atau penggunanya. Hal ini menjadi dasar terbentuknya solusi yang lebih fleksibel dan sesuai dalam era baru identitas digital yang saling terhubung dan Internet of Things,” ujar Stefan Widing, Presiden dan CEO HID Global.

    Kelima  trend yang dilihat oleh HID Global, sebagai perusahaan solusi keamanan identitas yang akan terjadi pada 2016 ini  berdasarkan pada pemahaman terhadap para pelanggan dari berbagai bidang, dan dengan berbagai percobaan serta penyebarluasan solusi-solusi mutakhir yang dimiliki perusahaan dengan bekerja sama dengan beberapa mitra dan perusahaan end-user di seluruh dunia.

    Adapun, trend 2016 yang dimiliki oleh HID Global lebih terfokus kepada pengalaman pengguna yang lebih mobile dan terhubung, serta perbaikan yang berkelanjutan terkait perlindungan hak pribadi konsumen dan layanan terbaik.

    Tren #1: “Memobilisasi” keamanan akan menjadikannya lebih luas dan personal

    Gaya hidup identitas baru yang lebih aman akan tercipta dalam lingkup perangkat mobile yang telah ada saat ini. Fitur masuk ke komputer dan jaringan serta akses Driver License dan aplikasi lainnya akan terhubung dengan fungsi keamanan pada ponsel, tablet dan laptop. Begitupun dengan perangkat wearable dan ponsel yang terhubung dengan RFID untuk menambah keamanan dan kepercayaan terhadap IoT.

    Tren #2: Keamanan akan lebih terfokus kepada pengalaman pengguna

    Langkah ini akan menghilangkan kesenjangan antara perencanaan dan kepatuhan (compliance), serta memastikan bahwa keamanan dapat beradaptasi dibandingkan dengan menentukan kebutuhan para pengguna dan gaya hidup mereka.

    Cara lama untuk memberikan otentikasi akan digantikan oleh alternatif lain yang lebih baik.

    Tren #3: Aman, identitas yang saling terhubung akan lebih efisien dan inovasi kerja kami adalah belanja dan bermain

    Industri ini akan memasuki babak berikutnya dalam identitas terhubung, menggunakan strategi keamanan berlapis yang mencakup biometrik untuk menghubungkan identitas kepada masing-masing pemilik.

    Tren #4: Akan ada lebih banyak perhatian pada hak pribadi seiring meningkatnya konektivitas and mobilisasi

    Identitas akan lebih diperluas tidak hanya tentang manusia dan identitas pribadi mereka terhadap identitas objek dan otentikasi, tapi juga memperhatikan kebutuhan akan perlindungan informasi pribadi di setiap perangkat, layanan dan aplikasi yang saling terhubung.

    Tren #5: Kebijakan keamanan dan praktik terbaik akan sama pentingnya dengan kemajuan teknologi

    Industri ini akan lebih terfokus tidak hanya pada apa yang harus disebarluaskan, tapi juga tentang bagaimana (cara menyebarluaskannya) – dari driver license digital pertama di Amerika Serikat hingga sistem manajemen terpadu agar perusahaan-perusahaan dapat lebih holistik dalam memberikan keamanan fasilitas dan informasi. Daripada hanya terfokus kepada cara untuk mencegah pelanggaran, industri juga dapat melakukan yang terbaik untuk mengendalikan apa yang akan terjadi berikutnya, sehingga identitas yang dicuri tidak akan dapat digunakan oleh si pencuri. (Icha)

  • Pengguna Internet Mobile di India Diprediksi Capai 317 Juta

    Pengguna Internet Mobile di India Diprediksi Capai 317 Juta

    Telko.id – Jumlah pengguna internet mobile di India diperkirakan akan mencapai 371 juta pada Juni 2016, demikian bunyi sebuah laporan di New Delhi baru-baru ini. Peningkatan ini didorong oleh adopsi yang lebih tinggi di daerah pedesaan.

    Laporan berjudul “Mobile Internet in India 2015” ini dirilis oleh Internet and Mobile Association of India (IAMAI) dan IMRB Internasional.

    “Ada 306 juta pengguna internet mobile di India pada bulan Desember 2015. Dari 306 juta pengguna Internet, 219 juta pengguna dari perkotaan India, yang mencatat pertumbuhan tahun-ke-tahun 71 persen, sedangkan basis pengguna di pedesaan India naik sebesar 93 persen dari Desember 2014, mencapai 87 juta pada bulan Desember 2015,” kata laporan itu.

    Dilansir dari NDTV, Jumat (5/2), laporan itu mengatakan pangsa Internet mobile menghabiskan rata-rata tagihan bulanan, meningkat menjadi 64 persen pada 2015, dibandingkan dengan 54 persen pada tahun 2014.

    Tagihan bulanan rata-rata telah dikurangi ke tingkat 18 persen dibandingkan tahun lalu.

    “Untuk pertama kalinya ‘komunikasi online’ telah melampaui ‘website media sosial’ untuk menjadi yang teratas dalam daftar akses internet mobile. Delapan puluh persen dari pengguna perkotaan menggunakan internet mobile untuk komunikasi sedangkan akses situs jejaring sosial 74 persen menggunakan internet mobile mereka,” kata laporan itu.

    Namun, lebih lanjut menurut laporan itu, di pedesaan India, sebagian besar pengguna mengakses internet mobile untuk hiburan.

  • Lalu Lintas Data Mobile Tembus 30,6 exabyte per Bulan di 2020

    Lalu Lintas Data Mobile Tembus 30,6 exabyte per Bulan di 2020

    Telko.id – Sebuah laporan terbaru dari Cisco menyebutkan bahwa lalu lintas data mobile global akan tumbuh dua kali lebih cepat dibanding lalu lintas IP tetap dalam lima tahun mendatang, yakni mencapai 30,6 exabyte per bulan pada tahun 2020, dari 3,7 exabyte pada tahun 2015. Perusahaan memprediksi lalu lintas data global tahunan mobile akan mencapai 366,8 exabyte pada tahun 2020, lebih dari delapan kali dibanding tahun 2015, dengan angka 44,2 exabyte dan 120 kali dibanding 10 tahun sebelumnya pada tahun 2010.

    Pengguna ponsel yang semakin banyak disebut-sebut menjadi pendorong pertumbuhan lalu lintas data mobile, disamping perangkat ‘pintar’ dan koneksi M2M, serta video. Cisco memperkirakan lebih dari 75 persen lalu lintas data mobile dunia akan berupa video pada tahun 2020. Demikian diwartakan Telecompaper, Kamis (4/2).

    Permintaan untuk video resolusi tinggi, lebih banyak bandwidth dan kecepatan pemrosesan juga akan meningkatkan penggunaan perangkat 4G dengan kecepatan lebih cepat. Penggunaan data 4G diperkirakan akan melampaui 2G tahun 2018 dan 3G pada tahun 2020, dan 4G akan mewakili lebih dari 70 persen dari semua lalu lintas mobile pada akhir periode perkiraan, dibandingkan dengan 47 persen tahun lalu.

    Pada saat yang sama, Cisco memperkirakan pangsa lalu lintas data mobile diturunkan untuk meningkatkan jaringan tetap, dari 51 persen total lalu lintas pada tahun 2020 menjadi 55 persen pada tahun 2020. Hal ini akan mendorong peningkatan tujuh kali lipat di hotspot Wi-Fi, termasuk rumah-rumah, menjadi 432 juta pada tahun 2020 dari 64 juta pada tahun 2015.

    Pada tahun 2015 lalu, lalu lintas Wi-Fi bulanan naik (3,9 exabyte) melebihi lalu lintas mobile/seluler bulanan (3,7 exabyte) untuk pertama kalinya. Pada tahun 2020, 38,1 exabyte lalu lintas Wi-Fi akan dihasilkan setiap bulan, terus melebihi lalu lintas bulanan mobile/seluler (30,6 exabyte).

    Meningkatnya jumlah hotspot dan perkembangan teknologi Wi-Fi juga akan menyebabkan peningkatan tajam dalam layanan voice over Wi-Fi. VoWi-Fi diperkirakan akan melebihi VoLTE tahun ini dalam hal jumlah menit per tahun dan diperkirakan akan melampaui VoIP pada 2018. Pada tahun 2020, menit voice over Wi-Fi akan mencapai lebih dari setengah (53%) dari semua lalu lintas mobile VoIP.

  • Siapakah Operator Nirkabel Tercepat Di Amerika Serikat?

    Siapakah Operator Nirkabel Tercepat Di Amerika Serikat?

    Telko.id – Siapakah operator nirkabel tercepat di Amerika Serikat saat ini? Perusahaan pengujian OpenSignal memiliki beberapa jawaban dengan hasil mengejutkan untuk tempat teratas.

    Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh OpenSignal, T-Mobile menempati peringkat tertinggi dan yang pertama pada pengujian ini. T-Mobile berhasil membawa pulang penghargaan untuk kecepatan dan latency dari jaringan 3G-nya. Sementara berbicara mengenai 4G, Verizon lebih unggul dalam hal cakupan. Namun, untuk segi kecepatan, baik Verizon dan T-Mobile memiliki kecepatan yang sama.

    Hal berbeda terjadi pada AT&T. Berdasarkan pengujian tersebut, operator terbesar kedua di Amerika Serikat ini tidak mendapatkan penghargaan apapun. Berbanding terbalik dengan Sprint yang unggul dari segi latency untuk jaringan 4G.

    Dilansir dari laman CNET, (4/2), tes ini semakin kritis dan menjadikan konsumen lebih cerdas dan mengetahui banyak hal tentang layanan yang mereka gunakan, dengan setiap operator menawarkan beberapa diskon atau promosi untuk “memancing” mereka. Hasil ini juga menjadi modal dari setiap operator untuk mengiklankan produknya kepada konsumen.

    Dalam konteks skema, OpenSignal mengumpulkan data dari para pengguna yang mengunduh aplikasi seperti speedtest dari Ookla dan mengumpulkan data dari 180.000 peserta. Sekedar informasi, data tersebut berbeda dengan data yang dikumpulkan dari tes drive, di mana perusahaan mengirim “driver” untuk memantau perangkat yang menggunakan jaringan yang berbeda, seperti studi yang dilakukan oleh RootMetrics.

    Jaringan T-Mobile berada pada kecepatan rata-rata 12,3 megabit per detik, atau hanya terpaut 0,3 megabit dari kecepatan rata-rata yang dihasilkan oleh Verizon, yakni 12 megabit per detik. Tetapi karena sedikit perbedaan, OpenSignal menyatakan kedua operator menjadi juara dalam hal kecepatan 4G. Perusahaan juga mencatat bahwa kecepatan T-Mobile bersaing sengit dengan Verizon di 11 kota terbesar di Amerika Serikat.

    “Kuncinya di sini adalah bahwa tahun terakhir ini telah menjadi tahun pertumbuhan cakupan bagi kami,” kata juru bicara T-Mobile.

    Sementara itu, Verizon tampak meremehkan metodologi tes, dengan menyebutkan, “Studi yang menggunakan data yang bersumber dari pengguna ini terdengar bagus, tetapi mereka dapat dengan mudah menyesatkan, ketika Anda tidak dapat mempercayai seseorang terhubung ke jaringan, maka cara tersebut tidak dapat mengukur performa atau kecepatan,” kata seorang juru bicara.

    Berbeda dengan Sprint, mereka lebih cenderung menunjuk penelitian lain yang dilakukan oleh Nielsen, juru bicara mereka mengungkapkan, “Kami akan terus bekerja keras untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami, tapi kami juga tahu bahwa perbedaan kinerja jaringan sering dapat dibedakan untuk sebagian besar pelanggan di sebagian besar pasar,” kata perusahaan itu.

    Sementara seorang juru bicara dari AT & T tidak bersedia untuk mengeluarkan komentar.

    Sekedar informasi, hasil ini merupakan angka rata-rata berdasarkan sampling data, sehingga cakupan dan kecepatan akan bervariasi tergantung pada tempat Anda tinggal.

    Secara keseluruhan, OpenSignal juga menyimpulkan bahwa operator AS telah kehilangan “taring” mereka di seluruh dunia, dengan banyak penyedia layanan di luar negeri yang menawarkan jaringan lebih cepat.

    “Amerika Serikat berada jauh di belakang negara lain secara global dalam kecepatan LTE,” kata studi tersebut.

    Kecepatan rata-rata internet di Amerika Serikat adalah 9,9 megabit per detik, sementara banyak negara lain menawarkan koneksi yang konsisten dengan kecepatan dua kali lipat dibandingkan negeri Paman Sam.