Kategori: IoT

  • Bisnis IoT, Potensial Revenue Baru Operator, Seberapa Besar?

    Bisnis IoT, Potensial Revenue Baru Operator, Seberapa Besar?

    Telko.id – Bisnis IoT atau Internet of Things di Indonesia memiliki potensi sangat besar. Bahkan diprediksi akan menjadi penyumbang revenue baru yang cukup menggiurkan bagi operator. Terlebih penetrasinya bisa ke berbagai sektor industri seperti manufaktur, kesehatan, agrikultur, retail, sektor publik, dan lain sebagainya, termasuk sector telekomunikasi dan media.

    Ditunjang juga dengan kondisi pasar aplikasi dan platform IoT di Indonesia juga terus berkembang. Kebutuhan setiap tahunnya meningkat signifikan dan berpotensi naik hingga 78% di tahun 2025.

    Implementasi IoT juga memiliki potensi yang besar pada efisiensi biaya, jaminan pertumbuhan pendapatan, mempermudah quality control sesuai standar yang ditetapkan, keamanan lebih tinggi dan keselamatan yang lebih terjaga.

    Bisnis IoT sendiri menduduki urutan pertama dari 4 industri teknologi teratas selain Artificial intelligence, Cloud Infrastructure, dan Big Data / Analytics yang memberi dampak berdasarkan survei dari Deloitte. Industri ini bahkan tidak terpengaruh oleh pandemi yang terjadi sekarang. Melihat potensi dan perkembangannya ke depan, dapat dikatakan bahwa IoT berpeluang cukup tinggi sebagai salah satu pemasok pendapatan bagi operator.

    “Konsolidasi Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia tentu akan memperkuat mereka untuk bertarung di bisnis IoT. Dengan semua infrastruktur yang dimiliki paling tidak mereka berada di urutan kedua teratas,” ungkap Teguh Prasetya, Founder Asosiasi IoT Indonesia pada Diskusi Masa Depan Industri Telekomunikasi Indonesia yang digelar oleh Indonesia Technology Forum (ITF) pada Rabu, 3 Novermber 2021.

    Teguh mengungkapkan bahwa pada tahun 2019, baru sekitar 1,5 juta rumah di Indonesia yang berstatus smarthome. Artinya rumah-rumah ini telah memiliki akses internet dan berbagai aktivitas di rumah telah menggunakan digital. Situasi pandemic Covid-19 mendongkrakkan jumlah smarthome menjadi sekitar 6,5 juta.

    Menurut ICT Expert yang juga paham tentang marketing industry telco dan digital ini, tahun 2021 bukan tidak mungkin akan mencapai 12,5 juta smarthome. Potensi IoT di rumah-rumah juga masih sangat besar. Ia melihat masih ada 60 juta rumah lagi yang potensial.

    Teguh berpendapat bahwa pasca-merger membuat operator akan berbenah. Paling tidak ada tiga aspek yang akan dilakukan oleh operator konsolidasi untuk bersiap di industri IoT, antara lain;

    Konsolidasi alat produksi, mulai BTS dan infrastruktur lain sehingga operator dapat menyajukan jaringan dan gateway yang dibutuhkan untuk solusi IoT.

    Optimalisasi solusi dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis (korporasi) dan non-bisnis (retail), di mana hadir beragam pilihan.

    Pengelolaan platform yang terdiri dari manajemen perangkat, sistem keamanan bagi user maupun korporat, kemampuan analitik dan sebagainya.

    Dan, beberapa hal inilah tulang punggung dari terlaksananya IoT yang dianggap mampu menjadi motor dari transformasi digital di Indonesia. (Icha)

  • Gojek dan Gogoro Kolaborasi, Siapkan Motor Listrik Buat Mitra

    Gojek dan Gogoro Kolaborasi, Siapkan Motor Listrik Buat Mitra

    Telko.id – Gojek dan Gogoro berkolaborasi untuk mempercepat pengadopsian kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Kolaborasi strategis ini menyatukan dua perusahaan teknologi paling inovatif di Asia yang fokus pada sustainability dan berkomitmen untuk menghadirkan era baru moda transportasi di perkotaan.

    Kemitraan Gojek (perusahaan GoTo Group) dan Gogoro, perusahaan teknologi global terdepan di ekosistem baterai swap yang mendukung mobilitas perkotaan secara berkelanjutan saat ini mencakup dua bidang kerja sama utama. Pertama, investasi GoTo Group di Gogoro melalui skema Private Investment in Public Equity (PIPE), kedua, kerja sama Gojek, Gogoro, dan Pertamina melalui skema percontohan baterai swap dan uji coba kendaraan Gogoro Smartscooter di Jakarta.

    “Salah satu tantangan terbesar di Indonesia dan di seluruh dunia dewasa ini adalah upaya mentransformasi moda transportasi perkotaan ke moda transportasi generasi baru, yang memanfaatkan kendaraan listrik roda dua yang cerdas, berkelanjutan, serta dapat diakses dan diterima oleh masyarakat luas,” ungkap Horace Luke, pendiri dan CEO Gogoro.

    Horace menambahkan bahwa dengan bekerjasama dengan Gojek dan melalui dukungan pemerintah Indonesia, perusahaannya itu sudah berada di jalur yang tepat.

    “Baterai swap dari Gogoro merupakan inovasi terkini pada pengisian bahan bakar listrik. Kami menghadirkan platform terbuka untuk mendukung produsen kendaraan roda dua dalam memperkenalkan kendaraan listrik yang dapat melakukan pengisian bahan bakar secara cepat, aman, dan mudah digunakan,” ujar Horace menambahkan.

    “Kemitraan antara Gojek dan Gogoro menyatukan dua perusahaan dengan visi dan pemikiran yang sama untuk pengadopsian kendaraan listrik sebagai pilihan moda transportasi di Indonesia. Ambisi ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kemitraan seperti ini sangat penting, jika ingin mewujudkan tujuan kita untuk menata kembali moda transportasi dalam kota,” ujar Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek.

    Dengan menggabungkan jangkauan luas Gojek di Indonesia serta kemampuan Gogoro, Kevin menyakini bahwa dapat mempercepat perubahan dan berbagi manfaat kendaraan listrik kepada lebih banyak mitra driver dan konsumen. Ini merupakan langkah nyata Gojek untuk menjadi platform karbon-netral dan mentransisi 100% kendaraan listrik roda dua di tahun 2030.

    Uji coba Gojek x Gogoro

    Berbasis di Jakarta, uji coba Gojek dan Gogoro akan menghadirkan 250 Gogoro Smartscooter dan empat stasiun baterai swap GoStation yang akan berlokasi di SPBU Pertamina. Bersama-sama, kedua perusahaan berencana untuk meningkatkan uji coba menjadi 5.000 kendaraan listrik roda dua dan menghadirkan lebih banyak stasiun baterai swap.

    Gogoro telah menjadi pemimpin inovasi global dalam compact electric propulsion, desain baterai, baterai swap, dan layanan advanced cloud yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola ketersediaan dan keamanan baterai. Inti dari ekosistem Gogoro adalah Jaringan Gogoro (Gogoro Network), platform baterai swap yang sangat efisien dan diakui oleh Guidehouse Insights sebagai perusahaan baterai swap terkemuka untuk kendaraan ringan (lightweight) perkotaan di dunia.

    Dengan lebih dari 400.000 pengendara dan 2.100 stasiun baterai swap, jaringan Gogoro telah melayani 270.000 baterai swap harian dengan lebih dari 250 juta total baterai swap hingga saat ini.

    Selain Gogoro Network, pada tahun 2015 Gogoro juga meluncurkan Gogoro Smartscooter, pemenang penghargaan kendaraan listrik roda dua pintar pertama di dunia.

    Pada tahun 2019, Gogoro Network mengembangkan Powered by Gogoro Network Program (PBGN) yang memberikan akses kepada mitra produsen kendaraan Gogoro ke inovasi-inovasi yang dimiliki oleh Gogoro termasuk intelegence drivetrain dan pengontrolnya, komponen dan smart systems, sehingga mereka dapat mengembangkan dan meluncurkan kendaraan listrik yang unik dan terintegrasi dengan jaringan Gogoro baterai swap.

    Uji coba Gojek dan Gogoro juga sejalan dengan tujuan sustainability Gojek dan upaya berkelanjutan untuk mengurangi jejak karbon. Pada bulan April tahun ini, Gojek meluncurkan Sustainability Report pertama, yang juga memaparkan target Gojek untuk mencapai Nol Emisi pada tahun 2030, termasuk rencana mentransisi 100% armada roda duanya ke kendaraan listrik.

    Sebagai bagian dari rencana ini, Gojek secara aktif mencari cara untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif, dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hambatan pada penggunaan yang dihadapi mitra driver dan memastikan konsumen memperoleh pengalaman yang optimal.

    Investasi GoTo di Gogoro

    Pada September 2021, GoTo berinvestasi dalam pendanaan PIPE sehubungan dengan kombinasi bisnis yang dilakukan Gogoro dan Poema Global Holdings Corp. Transaksi ini ditargetkan selesai pada awal 2022.

    GoTo adalah grup teknologi terbesar di Indonesia dan ekosistem “go-to” untuk kehidupan sehari-hari yang terdiri dari platform on-demand terbesar (Gojek), platform e-commerce terbesar di Indonesia (Tokopedia), dan layanan pembayaran dan keuangan terkemuka (GoTo Financial). (Icha)

  • Kembangkan IoT di Jaringan 5G, XL Axiata Gandeng 2 Perguruan Tinggi

    Kembangkan IoT di Jaringan 5G, XL Axiata Gandeng 2 Perguruan Tinggi

    Telko.id – Kembangkan IoT di jaringan 5G tidak bisa sendirian. Itu sebabnya XL Axiata gandeng 2 perguruan tinggi untuk mengembangkan solusi digital dengan platform Internet of Things (IoT) yang dijalankan di jaringan 5G untuk memenuhi kebutuhan kalangan industri.

    Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilaksanakan pada Rabu (25/8), yang sekaligus menandai 25 tahun XL Axiata hadir melayani masyarakat Indonesia dalam upaya Membangun Indonesia Digital.

    “Pekan lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah menyatakan bahwa XL Axiata lolos Uji Laik Operasi untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia. Karena itu kami akan mempercepat pengembangan ekosistem 5G, selaras dengan spirit untuk terus berinovasi dan selalu adaptif terhadap setiap perkembangan teknologi telekomunikasi secara global,” ungkap I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata.

    Gede menambahkan, keberadaan jaringan 5G diharapkan dapat membuka jalan bagi para pelaku industri untuk melakukan banyak efesiensi proses melalui transformasi digital dengan memanfaatkan infrastuktur cerdas IoT. Menurutnya, dengan kemampuan akses internet yang lebih cepat dan stabil, tersedianya jaringan 5G diperkirakan akan menjadi penggerak utama industri berbasis internet.

    Kerja sama XL Axiata dengan kedua kampus akan berlangsung selama dua tahun ke depan. XL Axiata melalui laboratorium pengembangan IoT X-Camp bersama kedua perguruan tinggi tersebut akan bersama-sama berbagi pengetahuan dan keahlian guna meningkatkan kompetensi agar mampu menyediakan platform berbasis IoT di jaringan 5G guna memenuhi kebutuhan dunia usaha, khususnya sektor pertanian dan manufaktur. 

    IPB dikenal luas sebagai center of execelence di bidang pertanian yang memiliki sumber daya melimpah dalam menjawab tantangan industri pertanian. Indonesia dengan lahan pertanian dan komoditi sumber daya alam yang melimpah membuka peluang penerapan teknologi guna menjawab kebutuhan atas penyediaan dan pemanfaatan data agrikultur yang presisi. Apalagi IPB juga sudah mulai mengembangkan beberapa alat produksi pertanian berbasis kecerdasan buatan.

    Sementara itu, sejumlah riset menyatakan bahwa digitalisasi infratruktur di Indonesia akan banyak diterapkan di sektor manufaktur. Polman Astra akan menjadi mitra yang tepat dalam menyediakan solusi dengan industri manufaktur, termasuk smart factory. Ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi institusi pendidikan yang turut mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem 5G di Indonesia.

    “Karena setiap pelaku industri memiliki kekhasannya masing-masing, maka solusi yang diberikan harus benar-benar menjawab kebutuhan yang terkadang sangat spesifik. Untuk itu kami merasa perlu untuk menggandeng lembaga riset seperti kampus dalam rangka bersama-sama mengeksplorasi problem dan solusi yang tepat guna,” lanjut Gede.

    Salah satu IoT service solution yang sedang dikembangkan bersama IPB dan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) antara lain Melon Harvesting Robot, yaitu solusi untuk penentuan waktu panen secara akurat dengan image processing. Implementasi 5G XL Axiata untuk mendukung real-time communication antara robot dengan cloud/server. Pengembangan selanjutnya adalah pembuatan robot prototype kedua untuk pruning daun melon. 

    Sementara itu, Polman Astra dan X-Camp akan turut menerapkan 5G pada Quality Auto Inspection, yaitu solusi terkait quality control barang hasil produksi yang berbasis pada image processing, dilanjutkan dengan part delivery dengan drone hingga Auto Transfer – AGV (Automated Guided Vehicle). Use case tersebut akan diterapkan di PT Akebono Brake Astra Indonesia. Selain itu, turut pula dikembangkan mesin CNC (Computer Numerical Control) yang akan didukung dengan konektivitas 5G sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh secara presisi.

    Untuk pengembangan solusi digital berbasis IoT, XL Axiata melalui X-Camp telah bekerja sama dengan beberapa kampus guna menyediakan solusi untuk  beberapa industri seperti pertanian, logistik, hingga smart building. Dengan hadirnya jaringan 5G, diharapkan pengembangan perangkat yang sudah dilakukan akan mengarah kepada solusi yang lebih advance dan benar-benar menjawab kebutuhan dunia industri yang semakin kompleks karena membutuhkan kecepatan transmisi yang tinggi.

    Perluasan Jaringan 5G 

    Setelah berhasil menggelar jaringan 5G di lima kota, yaitu Depok, Jakarta Selatan, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, XL Axiata secara bertahap terus memperluas jaringan 5G ke kota-kota lainnya. Medan, Banjarmasin, dan Makassar akan menjadi kota 5G XL Axiata berikutnya, ditargetkan akan siap pada pertengahan September 2021. Kota-kota ini dipilih berdasarkan kesiapan infrastruktur jaringan yang ada untuk penggelaran 5G. Pelanggan dan masyarakat di ketiga kota tersebut akan dapat mencoba akses layanan 5G di masing-masing XL Center. 

    Perluasan jaringan 5G ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyiapan ekosistem yang diperlukan, seperti fiberisasi jaringan di semua wilayah operasi, kolaborasi dengan penyedia perangkat dalam penyediaan perangkat smartphone 5G agar mudah didapatkan pelanggan dan masyarakat, penyediaan dari sisi sumber daya manusia, hingga edukasi untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi 5G guna mendukung kehidupan sehari-hari.

    Saat ini XL Axiata memiliki lebih dari 56 juta pelanggan, yang ditopang lebih dari 156 ribu BTS, termasuk lebih dari 65 ribu BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

    XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

  • 70Mai Dash Cam Pro Plus, Teman Canggih Anda Di Kendaraan

    70Mai Dash Cam Pro Plus, Teman Canggih Anda Di Kendaraan

    Telko.id – 70Mai Dash Cam Pro Plus, sebuah kamera mobil atau biasa disebut sebagai dashboard camera (dashcam) yang bukan hanya sekedar perangkat untuk mempercantik tampilan mobil saja.

    Banyak sekali manfaat bagi pemilik mobil karena dapat merekam berbagai macam peristiwa yang sekiranya dapat merugikan pihak pemilik kendaraan seperti bukti kecelakaan lalu lintas, membantu menindak pelanggar lalu lintas, bukti asuransi, hingga mengawasi mobil.

    Menyadari pentingnya dashcam ini, perusahan berbasis di Cina, 70mai yang juga merupakan ekosistem dari Mi yang fokus pada smart car elektronik, kembali merilis  perangkat Dashcam terbaru yaitu  70Mai Dash Cam Pro Plus. Di Indonesia device ini didistribusikaan oleh PT. Invens Sukses Indonesia.

    Jerry Su, Regional Manager PT. Invens Sukses Indonesia mengatakan bahwa Dashcam ini dilengkapi dengan built-in LCD Display dan 5 MP Camera.

    “Device ini memiliki kualitas yang tidak tanggung-tanggung dengan detailed-image yang cemerlang bahkan saat malam hari.  70Mai Dash Cam Pro Plus juga dilengkapi dengan fungsi Defog yang membantu pengendara mendapatkan gambar yang jelas dalam berbagai kondisi cuaca baik saat terjadi kabut atau salju, dan supernight vision meminimalkan kebisingan dalam gelap,” ungkap Jerry Su.

    Selain itu  lanjut Jerry device ini juga memiliki wide viewing angle dari lensa 140 derajat yang memungkinkan pengendara bisa  menangkap kedua jalur jalan.

    Kualitas Kamera Memuaskan 

    Perangkat ini sangat mudah untuk diaplikasikan dan dengan adanya sensor Sony IMX355 yang sangat sensitive dapat menjamin detail yang sangat baik pada hasilnya. Kamera ini dapat menangkap video dengan resolusi 2592×1994 piksel pada 30 frame per detik.

    70mai DVR dilengkapi dengan modul GPS sehingga dapat secara terus menerus menentukan koordinat dan kecepatan mobil dan melengkapi urutan video dengan informasi tersebut. Dashcam ini berfokus pada berbagai macam hal penting, salah satunya, dilengkapi dengan sensor kejut, mengenali potensi situasi darurat seperti akselerasi, pengereman hingga guncangan.

    Selain dipergunakan untuk merekam video mengemudi, DVR juga dapat membantu pengemudi menghindari kesalahan  dan mencegah kecelakaan. Perangkat ini memiliki sistem peringatan tabrakan, yang memberi tahu pengendara jika berada sangat dekat dengan kendaraan di depannya, dan juga memperingatkan pengendara jika menginggalkan jalur yang seharusnya dilewati.

    Selain hal tersebut, pengendara juga dapat melihat rekaman langsung diperangkat menggunakan layar LCD 2 inci. Penanyangan video juga tersedia melalui aplikasi seluler milik  70Mai.

    Program ini menyediakan kemampuan konfigurasi DVR yang luas dan memungkinkan pengendara menyalin rekaman video untuk berbagi rekaman dengan peserta lain, pengemudi pun tidak perlu terlalu khawatir soal baterai karena  70 Mai Car Dash Camera Pro ini memiliki baterai mencapai 5000 mAh dengan maximal memory card capacity mencapai 128 GB.

    Dengan beragam fitur canggih yang dimiliki, 70Mai Car Dash Pro Plus dibanderol dengan harga Rp. 1.299.000 dan dijual secara online di  e-commerce. (Icha)

  • Penjualan Drone Naik Signifikan Saat Pandemi

    Penjualan Drone Naik Signifikan Saat Pandemi

    Telko.id – Penjualan drone di Indonesia naik signifikan saat pandemic. Hal ini terlihat dari penjualan di outlet milik peritel Erajaya Group. Setidaknya, diakui oleh Djohan Sutanto, Direktur Erajaya terdapat kenaikan 30-40% pada tahun 2020 lalu.

    Puncaknya, Djohan melanjutkan, adalah musim liburan pada Desember 2020 silam. ”Kunjungan ke pusat perbelanjaan berkurang, sementara kegiatan outdoor meningkat. Konsumen butuh cara untuk mengekspresikan diri. Salah satunya lewat hobi seperti drone. Dibanding tahun sebelumnya, kenaikan penjualan drone Erajaya pada 2020 mencapai 30-40 persen,” ungkapnya saat peluncuran DJI Air 2S secara virtual, Jumat (16/4/2021).

    ”PSBB dan WFH memaksa orang di rumah. Tidak banyak yang dilakukan. Jadi banyak yang mencoba hobi baru. Selain drone, gimbal untuk smartphone di harga Rp2 juta-Rp3 jutaan juga bagus sekali penjualannya,” ujar Djohan menambahkan.

    Menurut Djohan, Drone yang paling laris direntang harga dibawah Rp.10 jutaan. Di angka itu, ada DJI Mini 2 hingga DJI Mavic Air.

    Djohan juga menyatakan drone DJI Air 2S merupakan produk yang sangat ditunggu oleh para konten kreator. Hal itu dibuktikan dari fitur yang mudah dioperasikan dan peningkatan pada teknologi DJI sebelumnya.

    “Tak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini drone merupakan teknologi inklusif makin dicari masyarakat. Kemudahan pengoperasian, resolusi kamera yang terus meningkat, umur batere yang membaik, ukuran produk yang makin ringan dan compact membuatnya menjadi salah satu opsi spesial bagi pengguna para pembuat konten,” ujar Djohan.

    Selain itu, Djohan juga menyebutkan bahwa penggunaan drone saat ini semakin meluas. Selain untuk tujuan personal atau hobi, ada juga profesional yang serius, serta bisnis. ”Perubahan tren yang terjadi adalah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fotografi dan video. Sementara di sektor bisnis, perusahaan pertanian, perkebunan, serta pertambangan juga sudah menggunakan drone,” ungkapnya.

    Djohan berharap dengan semakin luasnya distribusi vaksin dan longgarnya PSBB, perekonomian semakin membaik dan masyarakat mulai kembali traveling.

    Yang unik, penjualan drone rata-rata dilakukan oleh pembeli melalui jalur offline. Mungkin karena baru akan membeli sehingga membutuhkan touch and feel saat memilih dan memutuskan untuk membeli. Apalagi kalau membeli di jaringan peritel Erajaya Group ini, pembeli dapay mencoba, melihat dan menggenggam barang yang dibeli. Seperti di gerai UrbanRepublic. Selain itu juga ada staff yang berpengalaman yang akan membantu untuk melakukan setting drone nya.

    Itu sebabnya, Erajaya terus mendorong mendorong penjualan O2O (online to offline) atau multichannel.

     ”Konsep O2O sudah terintegrasi dengan baik di Erajaya,” ujar Djohan. ”Konsumen bisa bayar online, lalu diambil ke toko. Bisa juga datang ke toko untuk transaksi langsung di online, misalnya, karena tidak ingin mengantre. Ada yang datang ke gerai offline untuk beli secara online karena ternyata untuk saudaranya yang ada di daerah. Bagaimana konsumen mengadopsi penjualan O2O ini beragam sekali tapi sangat positif. Banyak yang merasa terbantu,” ungkapnya.

    Lalu apa keunggulan dari DJI Air 2S yang baru saja diluncurkan itu?

    Salah satu keunggulan dari DJI Air 2S adalah kameranya yang didukung sensor CMOS 1 inci beresolusi 20 MP dengan ukuran piksel 2,4 mikrometer. Sensor tersebut lebih besar dibanding sensor 0,5 inci beresolusi 48 MP yang tersemat di Mavic Air 2, di mana ukuran pikselnya 0,8 mikrometer.

    Selain itu, fitur videonya sudah lengkap dan mumpuni karena mampu membuat perekaman hingga video hingga resoulusi 5,4K (5.472 x 3.078) pada 24/25/30 fps. Drone ini juga memungkinkan perekaman video 4K maksimal 60 fps seperti kamera profesional.

    DJI Air 2S juga menekankan segi warna dalam video dengan tiga profil warna, yakni Normal 8-bit, D-Log 10-bit, dan HLG 10-bit. Sementara itu dari segi desain, DJI Air 2S memiliki bentuk dan lekuka hampir sama dengan pendahulunya.

    Namun, DJI Air 2S terlihat lebih ramping namun berbobot lebuh berat dari mode sebelumnya. Bobot yang lebih berat ini disebabkan karena dua sensor tambahan di bagian depan.

    Fitur dua sensot tersebut memiliki kemampuan “binacular zooming”, yang artinya drone bisa melihat rintangan dari jarah jauh pada kecepatan yang lebih tinggi.

    Kemampuan navigasinya pun tak kalah bagus. Drone ini bisa mengindari rintangan dari empat sisi, yakni maju, mundur, ke bawah, dan ke atas. Tidak ada sensor untuk menghindari rintangan ke kiri dan ke kanan.

    DJI Air 2S juga bisa melakukan MasterShot, yang memadukan seluruh trik penangkapan gambar yang telah diprogram sebelumnya dalam satu bidikan. DJI Air 2S turut dibekali baterai berkapasitas 3.500 mAh.

    Erajaya selaku peritel resmi untuk DJI, memberikan penawaran spesial untuk menyambut momen Idul Fitri. Secara khusus, Erajaya group memberikan penawaran spesial di salah satu outeltnya di Jakarta.

    DJI Air 2S telah tersedia hari ini dengan dua pilihan Combo. Yang pertama adalah Standard Combo dibanderol seharga Rp 15.999.000, sudah termasuk drone, pengendali jarak jauh, satu buah baterai serta semua kabel dan bagian yang diperlukan.

    Combo yang kedua adalah Fly More Combo yang dijual dengan harga Rp 20.999.000, mencakup drone, pengendali jarak jauh, tiga buah baterai, filter ND, hub pengisian daya, dan tas bahu. (Icha)

  • Dji Air 2S Hadir Exclusive di Jaringan Outlet Erajaya Group

    Dji Air 2S Hadir Exclusive di Jaringan Outlet Erajaya Group

    Telko.id – Dji Air 2S hadir dilengkapi dengan teknologi kamera kreatif. Perangkat ini tersedia exclusive di jaringan outlet Erajaya Group melengkapi portofolio produk personal drone yang ada.

    Dji Air 2S, drone kamera portabel ini adalah solusi drone all-in-one, dengan kinerja penerbangan yang kuat, menggunakan sensor 1” untuk pengambilan gambar 20 megapiksel dan video 5,4K. Peningkatan kualitas kamera serta cara baru dalam menerbangkan dan memvisualisasikan gambar, produk terbaru Dji ini telah membuat tolak ukur yang baru dalam memberikan pengalaman menerbangan drone.

    “Tak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini drone merupakan teknologi inklusif makin dicari masyarakat. Kemudahan pengoperasian, resolusi kamera yang terus meningkat, umur batere yang membaik, ukuran produk yang makin ringan dan compact membuatnya menjadi salah satu opsi mengabadikan momen spesial bagi pengguna individu maupun para pembuat konten (content creator),” ungkap Djohan Sutanto, Direktur Erajaya Group.

    Djohan menambahkan, “Khusus menyongsong momen Lebaran tahun ini, Erajaya group menghadirkan drone terbaru dari Dji yaitu Dji Air 2S, dan memberikan penawaran khusus untuk setiap pembelian. Kami mengundang pencinta drone dan produk Dji untuk dapat mengunjungi outlet Dji di Mal Grand Indonesia lantai 3A untuk melihat produk eksklusif ini”.

    Dji Air 2S telah tersedia hari ini dengan 2 (dua) pilihan Combo. Yang pertama adalah Standard Combo yang dibanderol seharga Rp 15.999.000, sudah termasuk drone, pengendali jarak jauh, satu buah baterai serta semua kabel dan bagian yang diperlukan.

    Combo yang kedua adalah Fly More Combo yang dijual dengan harga Rp 20.999.000, mencakup drone, pengendali jarak jauh, tiga buah baterai, filter ND, hub pengisian daya, dan tas bahu.

    Setiap pembelian Dji Air 2S pada tanggal 16 April hingga 18 April 2021 di Dji Authorized Reseller Store Grand Indonesia dan di beberapa jaringan outlet Urban Republic (UR) pilihan, akan mendapatkan hadiah langsung SanDisk Extreme 128GB secara gratis.

    Hadiah langsung ini juga bisa didapatkan melalui pembelian di official store DJji e-commerce marketplace Tokopedia untuk 100 orang pembeli pertama.

    Selain itu, pelanggan Urban Republic bisa memperoleh cashback hingga Rp 400.000* dan cicilan 0% hingga 18 bulan dengan menggunakan Kartu Kredit Bank BCA dan Mandiri. Produk ini juga akan segera tersedia di beberapa jaringan outlet iBox dan Erafone tertentu. (Icha)

  • Besok, Huawei Band 6 Siap Meluncur Di Pasar Indonesia

    Besok, Huawei Band 6 Siap Meluncur Di Pasar Indonesia

    Telko.id – Huawei Band 6 siap hadir di Indonesia dengan tampilan layar lebih besar dan performa yang lebih baik.  Smart band terbaru ini menghadirkan evolusi terbaik bagi keluarga produk wearable terlaris milik Huawei.

    Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan perangkat wearable di pasar Indonesia meningkat dengan pesat. Bagi Huawei, hal ini dibuktikan dengan pencapaian terakhirnya sebagai produk wearable terlaris nomor satu selama Shopee 4.4 Mega Shopping Day dan Lazada Birthday Sale pada Maret lalu.

    Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk wearable baik dari sisi fitur kesehatan, untuk memantau dan menjaga kondisi tubuh dengan mudah, maupun untuk membangun ekosistem digital pribadi yang terkoneksi dengan berbagai perangkat ataupun sebagai pelengkap gaya hidup sehari-hari.

    Sebagai merek yang terus mengembangkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan menyediakan fitur yang memberikan manfaat bagi pengguna, Huawei akan meluncurkan produk terbaru untuk mendukung kesehatan dan produktivitas pengguna. Guna memperluas portofolio perangkat wearable-nya, Huawei akan memperkenalkan HUAWEI Band 6 di Indonesia pada 16 April besok.

    “Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melihat peningkatan minat gaya hidup yang lebih aktif serta sehat, dan smart band telah menjadi salah satu pilihan populer bagi konsumen untuk mendukung hal tersebut. Produk yang ringan dan mudah digunakan menjadi daya tarik utama, tapi HUAWEI Band 6 hadir untuk meningkatkan pengalaman konsumen dengan menyediakan smartband yang berbeda dan dilengkapi dengan teknologi pendukung kesehatan yang telah kami kembangkan beberapa tahun terakhir,” ungkap Patrick Ru, Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia menjelaskan.

    Pengalaman nyaman dalam menggunakan produk yang ringan dan mudah digunakan serta beragam fungsi praktis yang ditawarkan, menjadikan smartband sebagai produk yang sangat di cintai oleh konsumen selama bertahun-tahun.

    Smartband Huawei lebih menonjol dari merek-merek lain karena fitur profesionalnya di bidang olahraga dan kesehatan. Pada 2019, Huawei meluncurkan HUAWEI Band 4, dengan tampilan memukau yang memberi pengguna pengalaman interaktif yang lebih baik. Produk ini juga menampilkan banyak fungsi olahraga dan kesehatan untuk membantu pengguna merasakan keunikan dari Seri Band HUAWEI.

    Pada tahun 2021, Huawei Band 6 mendefinisikan kembali kategori fitness tracker. Sebagai penerus Huawei Band 4, Band 6 akan menghadirkan beragam pengembangan mulai dari desain hingga fitur. Salah satunya adalah perubahan tampilan yang signifikan.

    Meskipun biasanya smartband memiliki tampilan yang ramping dan kecil, Band 6 hadir dengan full-view display yang jarang kita lihat pada produk lain di kategori yang sama. Layar yang lebih besar berarti kontrol yang lebih mudah dengan lebih banyak data, serta menciptakan interaksi smartphone di pergelangan tangan pengguna.  

    Huawei Band 6 hadir dengan fitur pemantauan kesehatan yang telah diperbaharui. Produk ini tidak hanya memantau detak jantung sepanjang hari, SpO2, pemantauan tekanan darah dan kualitas tidur, serta pengingat untuk berdiri, namun juga termasuk siklus menstruasi dan pengingat bagi pengguna wanita. Fitur kebugaran Huawei Band 6 juga menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna dengan 96 mode workout yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

    Produk smartband Huawei merupakan salah satu produk pelacak kebugaran yang terpercaya. Peluncuran baru Huawei Band 6, diharapkan dapat semakin meningkatkan kebugaran & kesehatan pengguna melalui smartband yang juga menghadirkan kualitas smartwatch.

    “Kami tidak sabar untuk menghadirkan HUAWEI Band 6 bagi konsumen Indonesia. Fitur-fitur baru serta peningkatan yang lebih baik akan memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna dalam menjaga kesehatan dan kebugaran mereka, terutama di masa seperti saat ini dimana kondisi tubuh yang prima menjadi hal yang paling penting,” tutup Patrick. (Icha)

  • Urban Urban Republic Optimis Langsung Buka Outlet Langsung Dua

    Urban Urban Republic Optimis Langsung Buka Outlet Langsung Dua

    Telko.id – Masa pandemic ternyata tidak menyurutkan Urban Republic atau UR, merek ritel dari Sinar Eka Selaras yang juga merupakan anak perusahaan dari Erajaya Group ini untuk membuka outlet. Bukan hanya satu, sekaligus dua outlet yang diresmikan secara serentak.

    Yang pertama di wilayah Urban Republic di Summarecon Mall Bekasi Lantai 2 Unit 2F, yang merupakan outlet UR ke-10 yang berada di wilayah Jabodetabek. Sedangkan outlet UR yang berlokasi di Mall Centre Point Lantai LG No. 37 merupakan outlet pertama yang berada di luar Jabodetabek, dan pertama di luar pulau Jawa, serta pertama di kota Medan, Sumatera Utara.

    Menurut Djohan Sutanto, Direktur Erajaya Group, masa pandemic ini masyarakat banyak yang di rumah saja. Namun, untuk kebutuhan gadget, device atau produk IoT, masyarakat masih tetap ingin mencoba, merasakan, sehingga akhir nya memutuskan untuk membeli. Itu sebabnya, Urban Republic optimis bahwa dengan membuka dua outlet nya ini dapat melayani konsumen dengan lebih baik dan lebih dekat.

    “UR membawa konsep jaringan ritel yang menyediakan gadget terkini dengan teknologi terbaru dan mengutamakan pengalaman berbelanja di lokasi di pusat kota atau dekat pusat kegiatan urban. Dan kali ini kami mendekatkan diri ke fans kami di kota Bekasi dan Medan” ungkap Djohan Sutanto, Direktur Erajaya Group.

    “Semua toko kami menghadirkan produk yang dapat di pegang, dicoba, di-test secara langsung, dengan dipandu oleh staf yang telah mendapatkan training mendalam untuk memberikan penjelasan produk dan keunggulannya dengan akurat dan layanan customer service yang prima.” tambahnya.

    Ekspansi jaringan ritel ini juga dilakukan dalam rangka memperkuat lini bisnis IoT (Internet of Things) dan ekosistem teknologi informasi. Toko UR adalah sebuah gadget dan lifestyle store di mana konsumen bisa mendapatkan produk IoT, aksesoris, gaming, wearables, smart home terkini untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi dalam kehidupannya.

    Djohan juga menambahkan bahwa staff UR berpengalaman dan knowledgeable akan memberikan pengalaman berbelanja yang mengesankan serta membantu konsumen mendapatkan produk yang dibutuhkan.

    Urban Republic sendiri merupakan revolusi konsep ritel modern di Indonesia yang hadir untuk memenuhi segala kebutuhan gaya hidup masyarakat urban dengan menyediakan berbagai macam produk lifestyle dengan model terkini, produk berbasis Internet of Things (IOT) serta aksesoris pendukungnya.

    UR juga memberikan pengalaman berbelanja yang menyiapkan live demo units berbagai produk beserta konsultan UR Trainer yang siap membantu memberikan penjelasan agar konsumen dapat membeli gadget lifestyle sesuai dengan kebutuhan.

    Plus, demi kenyamanan masyarakat, UR juga memiliki jaminan layanan purna jual (after sales) yang terjamin karena memiliki kemitraan dan lisensi langsung dari pemegang merek ternama untuk semua produk yang dijual. (Icha)

  • Keren, Puluhan Prototipe Solusi IoT Berhasil Dibuat Pelajar Madrasah

    Keren, Puluhan Prototipe Solusi IoT Berhasil Dibuat Pelajar Madrasah

    Telko.id – Puluhan Prototipe Solusi IoT (Internet of Things) berhasil tercipta dari tangan para pelajar madrasah peserta program inkubasi Akademi Madrasah Digital 4.0. Ini merupkan hasil para pelajar ikut inkubasi selama tujuh bulan di bawah bimbingan XL Axiata  dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag). 

    Dalam inkubasi tersebut, para pelajar diberikan pengetahuan dan keahlian mengenai pemanfaatan teknologi digital yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab problem sosial di masyarakat serta meningkatkan produktivitas dunia usaha.

    “Melalui program ini, para pelajar mendapatkan materi dari para para ahli mengenai dinamika industri sesuai yang ada saat ini di mana pemanfaatan teknologi digital semakin luas di berbagai bidang. Mereka juga mendapatkan bimbingan tentang bagaimana menelurkan ide, mendesain suatu perangkat, hingga pengetahuan dasar teknik perancangan IoT. Pastinya semua materi itu adalah hal baru bagi peserta, tetapi ternyata mereka bisa menyerapnya dengan cepat,” ungkap Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communication XL Axiata.

    Keterangan : Acara inkubasi Akademi Madrasah Digital 4.0 yang diadakan secara virtual

    Tri Wahyuningsih menambahkan, inkubasi yang dilaksanakan sejak Juli 2020 tersebut diikuti oleh 110 pelajar dari 22 Madrasah Aliyah. Para pengajar merupakan ahli dari Laboratorium IoT X-Camp milik XL Axiata. 

    Baca juga : Tingkatkan Kualitas Kopi Kini Bisa Pakai Solusi IoT Lho!

    Guna menyesuaikan dengan protokol kesehatan terkait Covid-19, program ini dilaksanakan secara daring. Para peserta mengikuti dari rumah atau sekolah masing-masing yang tersebar di 22  kota/kabupaten, di 10 provinsi. Karena itu, proses ini cukup menantang karena idealnya inkubasi dilaksanakan dalam satu lokasi sehingga proses bimbingan bisa berjalan secara intensif.

    Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, A. Umar menyebut, program Akademi Madrasah Digital adalah bentuk respon untuk melakukan proses transformasi digital di madrasah. Hadirnya program ini menjadi momentum bagi siswa-siswi madrasah untuk unjuk kemampuan di Bidang Teknologi. Konsep pembelajaran yang diberikan kepada siswa siswi madrasah melalui Akademi Madrasah Digital yaitu pembelajaran soft skill dan pendampingan pengembangan prototipe

    Ada lebih dari 1.300 peserta dari 250 Madrasah Aliyah mengirimkan makalah tentang IoT. Seleksi dilakukan untuk mengetahui tingkat keseriusan peserta, aspek originalitas, dan seberapa realistis ide-idenya dapat diwujudkan. Hasilnya, terpilih 22 kelompok peserta, yang terdiri dari 110 pelajar untuk mengikuti inkubasi di dalam program Akademi Madrasah Digital tersebut.

    Dengan disiplin yang ketat, program ini bisa selesai tepat waktu dan berhasil mendukung para pelajar menciptakan puluhan prototipe solusi IoT. Total tercipta sebanyak 22 prototipe solusi IoT dengan ide yang sangat beragam, sesuai dengan kebutuhan aktual di masyarakat sekitar mereka, baik terkait dengan persoalan social, maupun kebutuhan usaha atau bisnis. Misalnya adalah terkait dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, penanganan sampah dan limbah, pencegahan penularan Covid-19, pencegahan kebakaran, penghematan energi, hingga penjernih udara.

    Dari semua karya prototipe solusi IoT para pelajar, terpilih tiga karya terbaik, yaitu solusi IoT bernama “Skyrone” untuk pemantauan lahan jagung, karya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia dari Tanah Laut, Kalimantan Selatan, meraih predikat sebagai The Most Innovative. 

    Selanjutnya, “Mustech” sebagai solusi monitoring suhu dan kelembaban jamur tiram karya MAN 2 Majalengka, sebagai The Most Marketable. Terakhir, “Aquiots” berupa solusi sistem aquatiponik bagi urban farming, karya MA Darussalam Jombang sebagai The Most Applicable.

    Selain itu, terpilih juga dua solusi terbaik lainnya yang mendapatkan predikat Top Contender, yaitu “E-Clear” untuk monitoring dan pemilahan sampah menggunakan teknologimachine learning, karya MAN 2 Nganjuk. Satu lagi adalah “Medi Gate”, solusi untuk membantu pembatasan jumlah pengunjung di suatu tempat guna mencegah penyebaran Covid-19, karya MAN 2 Kudus.

    Ketiga pemenang kategori terbaik berhak mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing Rp 15 juta dari Kementerian Agama dan modem berserta paket data sebesar 20 GB selama 1 tahun dari XL Axiata. Untuk dua pemenang Top Contender masing-masing berhak mendapatkan uang tunai Rp 10 juta dari Kemenag dan modem serta paket data XL sebesar 20 GB selama 1 tahun.

    Bagi 17 kelompok peserta lainnya tetap akan memiliki kesempatan meraih predikat The Most Attractive Idea untuk 5 kelompok, yang masing-masing akan mendapatkan hadiah Rp 5 juta dari Kementerian Agama dan modem berserta paket data sebesar 20 GB selama 1 tahun.

    Secara umum, program Akademi Madrasah Digital dirancang secara khusus dengan melihat kebutuhan para pelajar Madrasah Aliyah di Indonesia. Program menyediakan serangkaian pelatihan online melalui http://madrasah.elearn.id/ dan offline yang diisi dengan sederet materi pendukung. XL Axiata memberikan dukungan berupa antara lain menyediakan karyawan dengan keahlian khusus dan berpengalaman sebagai pengajar dan pembimbing. (Icha)

  • Strategi realme Untuk Jadi Nomor 1 Untuk Penjualan AIoT

    Strategi realme Untuk Jadi Nomor 1 Untuk Penjualan AIoT

    Telko.id – Strategi realme untuk jadi nomor satu pilihan masyarakat ketika membutuhkan produk artificial intelligence of things (AIoT) dijabarkan perusahaan ini saat menggelar realme AIoT Open Day. 

    Acara ini dibuat khusus oleh realme untuk membahas ekosistem AIoT miliknya, termasuk tren dan strategi di tahun 2021 dengan para pemimpin industri, pengguna, dan realme Fans, sekaligus menjadi diskusi AIoT pertama yang diprakarsai oleh sebuah merek smartphone. 

    realme sendiri mengungkapkan ambisinya menjadi No. 1 AIoT Choice di Indonesia pada tahun 2021, dan tiga strategi utama untuk mencapai visi besar mereka: No.1 AIoT branding, No. 1 AIoT product, No. 1 AIoT channel.

    Meski digelar secara online melalui live streaming, realme AIoT Open Day menghadirkan acara yang meriah, menyenangkan dan informatif sehingga banyak anak muda yang tertarik untuk berpartisipasi. Banyak dari mereka yang bertanya dan ingin tahu lebih banyak tentang seperti apa realme AIoT nantinya dan apa yang diharapkan di tahun 2021. realme sendiri juga menjelaskan secara detail apa saja pencapaian AIoT mereka di tahun 2020 sehingga mereka percaya diri untuk berambisi menjadi No. 1 AIoT Choice “Beli AIoT, Pilih realme.”

    “Kami sangat senang bisa memberikan acara spesial ini untuk para pecinta gadget dan realme Fans di Indonesia yang ingin mengetahui lebih banyak tentang realme AIoT. Di tahun 2020, kami berhasil membangun fundamental ekosistem AIoT dan mendapat banyak pengakuan dari lembaga penelitian, serta realme Fans. Berdasarkan hal tersebut, kami merumuskan strategi realme baru yang terbagi dalam tiga pilar, yaitu brand, product dan channel untuk mencapai tujuan kami menjadi No. 1 AIoT Choice di tahun 2021 Beli AIoT, Pilih realme,” ujar Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia.

    Pada acara tersebut Palson menyebutkan bahwa 2020 adalah tahun yang luar biasa bagi realme terutama untuk ekosistem AIoT miliknya. Namun, realme sendiri dapat meluncurkan perangkat realme AIoT berupa smart audio, smart wearable dan smart TV dengan tetap mengusung trendsetting technology dan trendsetting design. 

    Semuanya mendapat sambutan hangat di kalangan anak muda dan diakui oleh media teknologi terkemuka di Indonesia sebagai pilihan produk terbaik untuk dibeli bagi para pembacanya. 

    Counterpoint juga memberikan julukan baru untuk realme sebagai ‘kuda hitam tahun 2021 untuk kategori perangkat wearable’ dengan masuk ke dalam top 10 TWS brands pada laporan pengiriman untuk Q3 2020.

    Tentunya realme tidak berpuas diri dan berhenti dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh produk AIoT miliknya. Faktanya, realme akan melaju lebih cepat untuk menciptakan ekosistem AIoT yang lebih matang di tahun 2021 dan menjadi No. 1 AIoT Choice dengan membuat strategi baru dan berpegang teguh pada tiga pilar utama: Brand, Product dan Channel.

    Untuk strategi realme terhadap Brand, branding realme AIoT bertujuan untuk memperkenalkan trendsetting AIoT Tech Lifestyle kepada para penggemarnya, memberikan kesempatan untuk mereka menggunakan produk AIoT dan merasakan gaya hidup teknologi trendi yang terkoneksi dengan produk AIoT mereka sendiri. 

    Lebih jauh, realme akan menerapkan trendsetting marketing strategy yang lebih dekat dengan anak muda. Di tahun 2021, realme akan menyuarakan trendsetting tech lifestyle, bekerja sama dengan Global Brand Ambassador dan lebih banyak aktivitas experience lainya dalam bentuk beberapa program skenario pengguna yang dijalankan realme di media sosial.

    Berbicara tentang strategi Product, realme akan menghadirkan produk AIoT dan membuat perangkat tersebut dapat memberikan solusi yang berguna untuk multi-skenario. realme juga membagikan Smart Connectivity dan Smart Price dari strategi produk AIoT miliknya, di mana Smart Scenarios sendiri akan menghadirkan Smart Health untuk perangkat wearable, serta Smart Entertainment untuk smart audio dan smart TV. 

    Untuk Smart Connectivity, realme akan tetap berpegang pada strategi 1+4+N. Dalam arti kata lain, smartphone realme akan tetap menjadi hub untuk 4 kategori perangkat pintar, sedangkan ‘N’ di sini mewakili komitmen realme untuk menghadirkan beragam aksesoris lainnya. 

    Untuk Smart Price, realme akan menghadirkan lebih banyak segmen harga di setiap produk utama AIoT sehingga anak muda dapat memiliki lebih banyak pilihan produk di kelas entry-level, mid-range, dan high-end.

    Terakhir namun tak kalah pentingnya, realme akan memperkuat strategi Channel mereka sebagai strategi paling utama pada tahun ini. Agar perangkat realme AIoT dapat diakses oleh anak muda di Indonesia, realme memperkuat kehadirannya di berbagai channel e-commerce ternama di Indonesia. 

    Untuk channel offline, realme Official Store di Indonesia memiliki misi untuk menciptakan pengalaman hands-on yang langsung dan nyata bagi para penggemar dan pelanggan realme di Indonesia. realme berencana untuk membuka lebih dari 100 realme Official Store pada tahun 2021 agar semua orang dapat merasakan dan menggunakan produk realme, memastikan bahwa produk tersebut sempurna dan sesuai untuk mereka.

    Dengan tiga pilar dari strategi 2021, misi dan tujuan utama realme adalah memberikan pengalaman teknologi mutakhir bagi anak muda, menjadi No. 1 AIoT Choice, dan membuat anak muda berpikir bahwa Beli AIoT, Pilih realme. Mengusung semangat khas realme ‘Dare to Leap’, realme akan memberikan generasi muda Indonesia teknologi terdepan yang mereka impikan, seperti hal-nya True Wireless Buds dan smart wearable dari realme yang selalu dilengkapi dengan teknologi terkini dan harga yang terjangkau. (Icha)