Kategori: IoT

  • ASIOTI Gelar ‘IPv6 Switch ON’ Summit Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

    ASIOTI Gelar ‘IPv6 Switch ON’ Summit Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

    Telko.id – IPv6 Switch ON Summit baru saja selesai digelar oleh Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI). Seperti nama dari event ini, Indonesia pun diharapkan sudah mulai menerapkan IPv6 enhaced seperti yang digaungkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

    Dengan berbagai keunggulannya, IPv6 akan menjadi fondasi kuat bagi infrastruktur TIK untuk menunjang era Smart City dan Internet of Things termasuk untukpembangunan Ibu Kota Nusantara yang cerdas dan percepatan transformasi digital yang ditopang oleh perkembangan teknologi TIK.

    Untuk itu, segenap pemangku kepentingan dalam ekosistem digital perlu bersama-sama mempercepat peralihan teknologi digital yang memungkinkan pengembangan ke depan, seperti pengiriman paket data dalam jumlah besar yang lebih optimal, penomoran protokol yang menyediakan lebih banyak fitur dan lebih cepat, serta membangun infrastruktur jaringan yang lebih aman.

    Dalam gelaran ‘IPv6 Switch ON’ yang diselenggarakan di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, penerapan teknologi IPv6 Enhanced kembali digaungkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia didukung oleh seluruh ekosistem digital dari perwakilan asosiasi industri, operator, provider teknologi dan academia.

    Seperti Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), Indosat Ooredoo Hutchison, Telkom Indonesia, Telkomsel, XL Axiata, Smartfren, Huawei, Alita, dan Telkom University.

    Momentum peralihan dari teknologi IPv4 ke IPv6 Enhanced ini diharapkan menandai percepatan perkembangan aplikasi dan perangkat berbasis IPv6 yang mendukung lompatan-lompatan transformasi digital ke depan di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi. 

    “Tren transformasi digital telah berlangsung dan akan meningkat secara eksponensial di berbagai sektor. Oleh karena itu perlu dukungan kuat dan melibatkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi industri dan operator,” kata Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, dalam IPv6 Switch ON’ Summit yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (10/10).

    Ismail pun percaya inisiatif ini akan memberikan keyakinan kita untuk menghadapi tantangan dan mengarahkan pada strategi transformasi digital yang lebih baik.

    Gelaran konferensi IPv6 Switch On ini yang di inisiasi oleh ASIOTI (Asosiasi IoT Indonesia) dengan menampilkan demo live jaringan IOH (Indosat Ooredoo Hutchison) dan edukasi IPv6 enhance yang didukung oleh Huawei.

    Senada, Aju Widya Sari, S.T., Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo RI, menegaskan, “Kesiapan infrastruktur TIK didukung dengan implementasi teknologi dan ekosistem yang mutakhir merupakan kunci kesuksesan transformasi digital”.

    Aju pun melihat bahwa konferensi ini menjadi tonggak penting kolaborasi antar pemangku kepentingan yang mendukung IPv6 Switch On yang akan memberikan dampak pada user experience yang lebih baik.

    Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), menambahkan, “Kesiapan ekosistem industri TIK merupakan syarat fundamental bagi transformasi digital. Melek digital sekaligus user experience menjadi pendorong utama bagi layanan digital yang berdampak bagi akselerasi ekonomi digital”.

    “Apalagi ada live demo dari IOH dan Huawei yang telah memungkinkan kita semua menyaksikan secara langsung bagaimana IPv6 Enhanced dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan keyakinan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan konektivitas yang masif dan cerdas di masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Sarwoto menambahkan.

    Apalagi, saat ini ekosistem industri telah siap dengan sejumlah perangkat IOT telah memenuhi standar IPv6 dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu.

    “Infrastruktur TIK yang siap IPv6 akan menciptakan kesempatan lebih banyak dan masif untuk transformasi digital di masa mendatang. Dalam gelaran ini, kami menampilkan demo pengalaman nyata IPv6 Enhanced berkat dukungan IOH dan Huawei demi memberikan user experience yang lebih baik,” ujar Teguh Prasetya, Ketua Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI),

    Sementara, Muhammad Arif, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), menegaskan bahwa penetrasi internet menjadi target utama dan prasyarat dasar bagi individu, korporasi dan sektor industri. Konektivitas akan meluas dan masif melampaui populasi menuju perangkat-perangkat cerdas yang terhubung dengan internet.

    “Teknologi menjadi faktor untuk memenuhi prasyarat dan penggelaran IPv6 Switch On sebagai momentum kesiapan ekosistem,” ujar Muhammad.

    Ya, adopsi IPv6 adalah tren global yang tidak bisa dihindari. Banyak negara yang mendorong pengembangan IPv6. IPv6 Enhanced adalah salah satu landasan utama yang akan membantu digitalisasi pada semua sektor industri dan mendorong perkembangan ekonomi digital.

    IPv6 tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pentingnya IPv6 semakin dipahami negara-negara di dunia, yang kemudian mendorong dirumuskannya kebijakan-kebijakan terkait.

    Aliansi ETSI IPE yang aktif menyerukan pengembangan dan inovasi di bidang IPv6 ini telah memiliki lebih dari 90 anggota. Tahun 2021, IPE menjajaki kegunaan IPv6 Enhanced di teknologi 5G, cloud, dan pusat data.

    “Saat ini, ETSI telah mendirikan kelompok kerja IPE untuk melakukan riset terkait penguatan teknologi berbasis IPv6. Diharapkan pemerintah Indonesia, operator, akademisi, pelaku industri OTT, pabrikan terminal dan pemangku kepentingan lainnya bergabung dalam kelompok kerja IPE untuk bersama-sama menuntun arah teknologi digital di masa depan,” kata Latif Ladid, Ketua IPv6 Enhanced (IPE).

    Menurut Gustiansyah Wilson, Head of Core Planning & Engineering Indosat Ooredoo Hutchison, “Perkembangan dan permintaan pelanggan semakin meningkat dengan beragam layanan digital, kami memberikan kepuasan pelanggan yang prima dengan didukung infrastruktur TIK yang handal. IPv6 Switch On summit ini menjadi momentum bersama mendukung dan mempersiapkan perkembangan kebutuhan ke depan yang semakin terkoneksi dan cerdas”.

    Dengan demoshow ini dapat memberikan gambaran peningkatan layanan digital yang semakin baik, yang kemudian dilanjutkan dengan tutorial kepada peserta terhadap IPv6 Enhanced. Sehingga pada kesempatan ini mendapatkan pengalaman yang lengkap terhadap teknologi dan edukasi terhadap IPv6 enhanced tersebut.

    “IPv6 Enhanced menjadi faktor kunci untuk memperkuat konektivitas, kecerdasan dan reliabilitas dari infrastruktur TIK untuk bisa menyajikan pengalaman layanan digital yang lebih baik. Pada konferensi IPv6 Switch On ini, Huawei berkomitmen untuk siap mendukung implementasinya melalui teknologi yang dimiliki. Kami percaya bahwa momentum kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini akan membawa manfaat bagi industri TIK Indonesia untuk mempercepat ekonomi digital di saat ini maupun di masa mendatang,” kata Mohamad Rosidi, Director of ICT Strategy & Business, Huawei Indonesia.

    Konferensi IPv6 juga menghadirkan pembicara dalam diskusi panel, termasuk Gustiansyah Wilson, Head of Core Planning & Engineering Indosat Ooredoo Hutchison, Abdi Mulyanta Ginting, Ketua Satuan Tugas IPv6 dan EGM Digital Connectivity Service Telkom Indonesia, Indra Mardiatna, VP Technology Strategy Telkomsel, Merza Fachys, President Director of Smartfren yang juga merupakan Wakil Ketua Umum ATSI, I Gede Darmayusa, CTO of XL Axiata, dan Dr. Nyoman Bogi Aditya Karna, S.T. , M.T., Telkom University. (Icha)

  • Mushtech, Solusi IOT dari XL Axiata Untuk Petani Jamur

    Mushtech, Solusi IOT dari XL Axiata Untuk Petani Jamur

    Telko.id – Mushtech merupakan solusi Internet of Things (IoT) yang dikembangkan dalam Lab IoT X-Camp milik XL yang secara khusus ditujukan untuk para petani pembudidaya jamur tiram di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil.

    Ide yang mendasari pembangunan IoT ini datang dari program inkubasi Akademi Madrasah Digital (AMD) yang diprakarsai XL Axiata dan Kementerian Agama RI.  

    “Layaknya teknologi lain yang dibuat untuk memberi kemudahan bagi penggunanya, Mushtech ini pun dikembangkan dengan tujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen jamur tiram,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata.

    Yang dipantau adalah pada kumbung jamur tradisional, pemantauan kondisi lingkungan di dalam kumbung dan penyiraman biasanya dilakukan secara manual baik melalui metode pengamatan secara langsung maupun berdasarkan kebiasaan pola pemeliharaan yang dilakukan oleh petani.

    Gede menambahkan, Mushtech merupakan solusi yang hadir dengan latar belakang masalah yang dihadapi petani atau pembudidaya jamur tiram dalam mengelola dan memantau kumbung jamur. Dengan solusi digital ini, kondisi lingkungan kumbung bisa dijaga seperti kondisi suhu dan kelembapan udara dalam kondisi yang optimal untuk proses penumbuh kembangan jamur tiram.

    Dengan kemampuan yang dimiliki Mushtech, petani tidak perlu lagi melakukan pengkondisian lingkungan di dalam kumbung jamur secara manual. Di dalam kumbung ditempatkan berbagai jenis sensor dan aktuator yang dapat menjaga kondisi lingkungan, seperti kelembapan, suhu udara dan intensitas cahaya yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram.

    Proyek pengembangan solusi Mushtech ini pun secara langsung melibatkan Madrasah Aliyah Negeri 2 Majalengka, peserta AMD asal Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, yang mencetuskan ide pertama kali.

    Dalam proses pengembangan selanjutnya, para siswa itu secara langsung mengumpulkan problem statement dari pembudidaya jamur tiram. Data dan informasi yang mereka dapatkan menjadi rujukan dalam proses inkubasi di X-Camp, mulai dari prototyping produk hingga menjadi solusi yang bisa diterapkan oleh para petani hingga industri terkait.

    “Secara umum Mushtech dapat digolongkan sebagai teknologi yang mendukung Precision Agriculture, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya tani yang memerlukan keakuratan kondisi lingkungan. Desain dari Mushtech secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil usahanya melalui bantuan teknologi khususnya dengan menggunakan teknologi IoT”, lanjut Gede.

    Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan talenta-talenta muda madrasah yang mampu mewujudkan transformasi digital di tengah-tengah pusaran bisnis Internet of Things dan Industri 4.0. Keberhasilan menciptakan karya inovasi solusi digital ini sebagai wujud kemandirian dalam berprestasi bagi anak-anak madrasah.

    “Kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan khususnya madrasah menjadi segitiga emas pendidikan yang berkesinambungan. Apa yang dilakukan Direktorat KSKK Madrasah bersama XL Axiata merupakan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menginvestasikan sumber daya manusia unggul bidang sains, teknologi dan solusi digital bagi masa depan bangsa ini melalui Program Akademi Madrasah Digital”, tambahnya.

    Saat ini, Mushtech sudah digunakan oleh petani jamur di Majalengka, Jawa Barat. Selama kurang lebih 3 bulan, hasil dari penerapan teknologi IoT ini mendapat apresiasi positif dari para petani yang menggunakan.

    Selain bertani jamur, para petani dapat melakukan aktivitas yang lain. Melalui solusi ini, petani tersebut juga dapat memantau situasi kumbung jamur dari tempatnya bekerja serta memastikan suhu dan kelembapan kumbung jamur terjaga melalui handphone yang mereka miliki.

    Dari sisi teknikal, Mushtech terdiri dari berbagai komponen seperti hardware, firmware, IoT platform dan software. Bagian hardware ini berfungsi untuk mendapatkan data-data sensor atau untuk menjalankan aktuator tertentu, seperti mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan air melalui nozzle. Sensor yang digunakan untuk solusi Mustech ini terdiri dari sensor temperatur, sensor kelembapan serta sensor intensitas cahaya.

    Data dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan selular 4G ke platform IoT milik XL Axiata yang dikenal dengan FlexIoT. Selain berfungsi untuk menyimpan data-data sensor dalam sebuah database, FlexIoT juga berfungsi sebagai penyedia protokol IoT hingga menyediakan fitur keamanan jaringan serta manajemen perangkat.

    Data yang berasal dari sensor tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang dapat ditampilkan pada user interface berupa dashboard. Dashboard berfungsi menampilkan berbagai informasi yang diolah berdasarkan data-data dari sensor.

    Lebih jauh, di dalam dashboard yang dapat berbentuk website atau aplikasi mobile ini nantinya disertakan juga fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengontrol aktuator. Data atau informasi yang dihasilkan ini nantinya dapat diolah lebih lanjut untuk kebutuhan analisa, tren dan pengamatan pola yang dapat digunakan oleh para petani untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien. (Icha)

  • Immersive Tech Luncurkan 20 Produk Smart Home Sekaligus

    Immersive Tech Luncurkan 20 Produk Smart Home Sekaligus

    Telko.id – IT atau Immersive Tech meluncurkan 20 produk smart home sekaligus. Ini menunjukan optimisme brand milik Erajaya Group ini bahwa pasar IoT khususnya smart home sangat menjanjikan.

    Wajar IT begitu optimis dengan pasar IoT smart home ini, pasalnya, berdasarkan pemaparan Teguh Prasetya, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia yang mengutip dari We Are Society yang diterbitkan pada Februari 2022 lalu, pasar IoT Smart home di Indonesia sudah mencapai 7,28 juta perangkat. Meningkat pesat jika dibandingkan dengan sebelum pandemic Covid-19 di tahun 2019 yang hanya 1,5 juta perangkat saja.

    “Awalnya kami underestimate soal pertumbuhan IoT di Indonesia. Tetapi setelah melihat datanya ternyata berpotensi bagus. Ditambah pula dengan 5G, pasar IoT bakal tumbuh lebih besar,” jelas Teguh saat diskusi pada peluncuran 20 produk smart home IT, Selasa (31/08) di Jakarta.

    Tak heran juga, IT sangat optimis. “Sekarang pun kami terus mendevelop produk-produk IoT kami. Sampai akhir tahun akan ada 5 produk baru lagi. Dan pada akhir tahun 2023 akan menyumbangkan revenue yang lebih signifikan pada revenue holding,” ungkap Andre Tanudjaja, Project Director IT (Immersive Tech).

    Andre juga menambahkan bahwa teknologi yang makin user friendly, didukung oleh serta konektivitas internet yang meluas dan membaik akan mempercepat adopsi perangkat seperti ini di Indonesia. Termasuk juga Interoperability cross brand dan cross device juga akan meningkatkan minat masyarakat.

    “Produk IT sekarang sudah dapat di kontrol lewat asisten virtual seperti Siri dan Google Assistant seperti IT Smart Robot Vacuum Cleaner dan IT Smart Power Socket,” ungkap Andre.

    Melalui 20 produk smart home yang diluncurkan hari ini, pengguna IT dapat menjadikan rumahnya lebih aman dengan IT Smart WiFi Doorlock X3, bebas dari rasa khawatir karena bisa mengakses kondisi rumah dan keluarga tercinta secara langsung dengan berbagai pilihan IT Smart CCTV, dan mendapatkan rasa tenang melalui sensor IT Smart Alarm Gas Detector serta IT Smart WiFi Door Window Sensor S02.

    Anda juga bisa merasakan rumah yang memudahkan dengan IT Smart Curtain MT750 untuk membuka atau menutup tirai secara otomatis yang dikendalikan melalui aplikasi.

    Dengan IT Smart Power Socket, pengguna bisa mengendalikan perangkat konvensional dari jarak jauh, begitu pula dengan IT Smart WiFi Universal IR Remote S06 untuk menyalakan atau mematikan perangkat berbasis infrared dari jarak jauh.

    IT juga menghadirkan produk yang mendukung rumah yang bersih dan nyaman melalui IT Smart Robot Vacuum Cleaner GS01 yang bisa membersihkan lantai rumah secara mandiri dan terjadwal. Tidak ketinggalan IT Smart Air Purifier bisa memastikan kualitas udara untuk menjamin kesehatan anggota keluarga.

    Yang menarik, untuk mengoperasikan semua produk IT smart home, cukup menggunakan satu aplikasi saja yakni IT Smart. Ini yang membedakan dengan produk-produk lain yang sekarang sudah banyak beredar di pasar. (Icha)

  • Telkomsel Meluncurkan IoT Smart Manufacturing, Apa Keunggulannya?

    Telkomsel Meluncurkan IoT Smart Manufacturing, Apa Keunggulannya?

    Telko.id – Telkomsel meluncurkan IoT Smart Manufacturing. Sebuah solusi digital bagi industri manufaktur yang bergerak menuju digitalisasi.

    Yang diunggulkan dari IoT Smart Manufacturing ini adalah dengan connected sensor dan collected data dalam data platform sebagai pengumpulan data yang dianalisa untuk melakukan pengambilan keputusan cepat dan tepat yang meliputi seluruh rantai suplai yang ada di perusahaan seperti produksi, quality, maintenance dan warehouse.

    End-to-end solution terintegrasi yang dihadirkan oleh Telkomsel IoT Smart Manufacturing ini memungkinkan terciptanya industri manufaktur yang berkelanjutan (sustainable manufacturing), dengan mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas, hingga keamanan pada setiap proses operasional perusahaan melalui analisis data akurat.

    “Dengan dukungan layanan IoT Smart Manufacturing, Telkomsel menghadirkan solusi digital terintegrasi pada rantai manufaktur yang sejalan dengan roadmap para pelaku industri Tanah Air dalam ekosistem yang mendukung komitmen Making Indonesia 4.0,” kata Wong Soon Nam, Direktur Planning & Transformation Telkomsel menjelaskan dalam peluncuran Telkomsel IoT Smart Manufacturing secara virtual, Kamis (9/6).

    Ia juga menyebutkan bahwa langkah ini sekaligus mempertegas kembali komitmen Telkomsel yang mendukung pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu unsur perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030 melalui percepatan transformasi Industri 4.0.

    Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin RI Heru Kustanto, “Kemenperin mengapresiasi Telkomsel sebagai salah satu solution provider  yang komprehensif dan terbaik di sektor manufaktur sebagai partner industri dalam bertransformasi menuju Industri 4.0 di Indonesia. Kami akan terus memberikan dukungan kepada solution enabler seperti Telkomsel yang membangun sinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan Indonesia 4.0.”

    Menurut Soon Nam, Telkomsel IoT Smart Manufacturing merupakan solusi end-to-end yang terintegrasi. Tidak hanya akan memberikan peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan, namun juga mendukung terciptanya industri manufaktur yang ramah lingkungan, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia dan PBB untuk membangun industri yang mengedepankan aspek inklusi sosial dan kelestarian lingkungan hidup.

    Solusi terintegrasi dari Telkomsel IoT Smart Manufacturing memungkinkan terciptanya industri manufaktur yang berkesinambungan, karena produksi produk manufaktur dilakukan melalui proses terintegrasi yang lebih ekonomis sehingga dapat meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan melalui konservasi energi dan sumber daya alam.

    Dengan memanfaatkan keunggulan ekosistem digital Telkomsel, IoT Smart Manufacturing hadir sebagai one stop solution yang mampu mentransformasi rantai suplai perusahaan dari hulu ke hilir (end-to-end supply chain) menjadi terintegrasi, sehingga akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keamanan operasional untuk stabilitas bisnis yang lebih memadai.

    Solusi digital terbaru dari Telkomsel IoT ini membuka peluang bagi segmen enterprise untuk mendapatkan dukungan yang lebih komprehensif, mulai dari konsultasi, ketersediaan device dan software, sistem terintegrasi, data analisis, pengamanan siber, konektivitas, hingga after sales services terdepan. Dukungan ini diberikan sebagai upaya Telkomsel untuk memberikan kemudahan bagi segmen enterprise dalam mengadopsi teknologi IoT Smart Manufacturing.

    Soon Nam lebih lanjut menjelaskan, layanan Telkomsel IoT ini menyediakan solusi yang lebih menyeluruh karena di dalamnya mencakup production control & monitoring, overall equipment efficiency (OEE), quality control using computer vision, traceability, warehouse management, manufacturing execution system (MES) dengan menyediakan data platform.

    Selain itu, solusi digital ini dapat dikombinasikan dengan solusi Telkomsel IoT lainnya, seperti IoT Energy Monitoring solution, IoT Asset Performance Management untuk kebutuhan warehousing, IoT Manage SD-WAN 5G untuk solusi konektivitas berbasis cloud yang andal dan aman, IoT Fleetsight untuk monitoring aset, serta IoT Control Tower untuk order management untuk membangun smart industrial ecosystem yang semakin terintegrasi.

    Saat ini, solusi digital yang dihadirkan oleh Telkomsel IoT pun telah diimplementasikan oleh PT. Akebono Brake Astra Indonesia sebagai brake manufacturer terbesar di Indonesia.

    Melalui kolaborasi ini, solusi Telkomsel IoT ini diimplementasikan untuk memberikan solusi atas permasalahan warehouse management system dan part pulling system yang masih menjadi kendala bagi perusahaan tersebut dalam mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas karena belum terintegrasi sepenuhnya. (Icha)

  • Ini Alasannya UMKM Perlu Masuk Ekosistem IoT

    Ini Alasannya UMKM Perlu Masuk Ekosistem IoT

    Telko.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah waktunya masuk dan mengadopsi teknologi dan masuk dalam ekosistem IoT (internet of things) untuk mengembalikan perannya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

    Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika Mulyadi menyampaikan bahwa UMKM perlu dipersiapkan untuk memasuki era digital agar tidak tertinggal di masa depan dan masuk dalam ekosistem IoT.

    ”IoT merupakah salah satu teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha UMKM yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya,” ujarnya dalam Seminar Solusi Internet of Things untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan di Yogyakarta.

    Setiap UMKM memiliki karakteristik dan masalah sendiri, sehingga sebelum menerapkan IoT, penting bagi pelaku UMKM dan penyedia solusi IoT untuk dapat mengenali masalah dan kebutuhan sehingga dapat menghasilkan solusi IoT yang tepat guna.

    I Wayan Mustika, Pakar IoT Universitas Gadjah Mada mengatakan implementasi IoT bagi UMKM sudah menjadi kebutuhan, apalagi dari sisi biaya saat ini tidak akan menjadi masalah karena banyak solusi IoT untuk UMKM di berbagai sektor yang dibuat oleh pelaku usaha IoT di level UMKM.

    UMKM Penyedia Solusi IoT

    Agung Kurniawan, General Manager Business Development & SCM PT E-T-A Indonesia, salah satu pemenang kompetisi IoT Creation 2021 mengatakan peluang bisnis bagi UMKM sebagai penyedia solusi IoT sangat besar terutama untuk perangkat, dimana saat ini sebagian besar masih impor. Para makers juga bisa menjadi UMKM yang menyediakan solusi bagi UMKM.

    “Paling penting di konsep bisnis yang dapat diterima oleh pasar. Saat ini UMKM tidak perlu berivestasi di teknologi dalam jumlah besar karena mereka bisa menggunakan model bisnis sewa, membayar sesuai dengan manfaat teknologi yang dinikmati,” ujarnya.

    Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia Teguh Prasetya menambahkan UMKM ke arah digital dengan pemanfaatan teknologi industri 4.0, salah satunya internet of things.

    Solusi IoT bagi UMKM memiliki dua peluang. Pertama, peluang menjadi UMKM penyedia solusi IoT. Kedua, peluang bagi UMKM untuk mengadopsi solusi IoT sehingga bisnisnya bisa berkembang lebih cepat dengan efisiensi yang diperoleh setelah implementasi solusi IoT. (Icha)

  • IoT Creation 2022, Cari 100 Solusi IoT Buatan Anak Negeri

    IoT Creation 2022, Cari 100 Solusi IoT Buatan Anak Negeri

    Telko.id – IoT Creation 2022 bertema Recover Stronger, Collaboration Beyond Borders akan diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Asosiasi IoT Indonesia (Asioti).

    Program yang sudah memasuki penyelenggaraan tahun ke-4 ini digelar untuk mempercepat implementasi solusi berbasis Internet of Things (IoT) dengan edukasi kepada potensi pasar dan masyarakat, kompetensi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang IoT.

    “IoT Creation ini merupakan sebuah program yang kita lakukan dalam rangka pencarian, pembekalan, hingga mendorong terbentuknya startup lokal yang fokus mengembangkan perangkat dan solusi IoT,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemenkominfo Ismail dalam konferensi pers secara daring, Selasa (12/4/2022).

    Ismail menyampaikan, pengembangan IoT menjadi salah satu fokus Kemenkominfo lantaran IoT merupakan sebuah solusi yang mengintegrasikan perangkat-perangkat dan aplikasi untuk menyelesaikan masalah khas yang dihadapi masyarakat di Indonesia.

    “IoT memiliki kekhususan dibandingkan teknologi lain, karena membutuhkan sentuhan kustomisasi lokal. Jadi ketika misalnya kita bicara tentang solusi permasalahan pertanian, mungkin banyak solusi IoT yang sudah dikembangkan di banyak negara,” kata Ismail.

    Namun, lanjut Ismail, pertanian Indonesia pasti memiliki kekhususan, sehingga solusi IoT untuk pertanian Indonesia juga membutuhkan kustomisasi. “Demikian juga untuk permasalahan logistik, industri keuangan, manufaktur, dan lainnya,” tegasnya.

    Latar belakang itu pula yang membuat Kemenkominfo dan Asioti antusias menggelar IoT Creation untuk mengembangkan ekosistem IoT.

    Di tahun 2022 ini, kegiatan IoT Creation akan meliputi banyak hal, mulai dari rangkaian seminar di lima kota dengan lima tema berbeda, kegiatan hands-on workshop di lima kota dengan target 20 tim per kota, kompetisi bagi 100 tim peserta workshop, kompetisi IoT Solution bagi perusahaan penyedia solusi IoT yang sudah memiliki badan hukum, dan banyak kegiatan lainnya.

    Lima kota tersebut yaitu Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Program IoT Creation ini juga didukung oleh Polytron. General Manager Business Development Polytron Joegianto menyampaikan, dukungan ini merupakan bentuk komitmen industri untuk membantu para developer lokal mengembangkan solusi IoT.

    “Untuk tahun ini, kita akan bagikan 100 modul komunikasi LoRa yang dinamakan Garuda L76G kepada teman-teman, dengan harapan dapat menghasilkan berbagai macam solusi yang dapat berguna. Sebab ada banyak segmen yang menjadi perhatian kita untuk ditransformasikan ke dunia IoT, baik dari industri, pertanian, transportasi dan banyak hal lagi,” kata Joegianto.

    Ketua Umum Asioti Teguh Prasetya menambahkan, melalui kegiatan IoT Creation, harapannya akan segera tercipta solusi-solusi IoT yang siap untuk diserap dan diimplementasikan di pasar.

    “Oleh sebab itu, pemenangnya sudah kita lengkapi dengan sertifikasi, kemudian bimbingan mulai dari bimbingan teknis, bisnis dan inkubasi, sehingga dengan demikian di ujungnya nanti akan ada business matching. Dari situ diharapkan solusi tersebut dapat segera bisa diadopsi,” kata Teguh. (Icha)

  • Telkomsel IoT Sphere, Bikin Aset Perusahaan Makin Aman

    Telkomsel IoT Sphere, Bikin Aset Perusahaan Makin Aman

    Telko.id – Telkomsel IoT Sphere baru saja diluncurkan Telkomsel. Sebuah smart security solustions yang akan menguatkan proteksi dari potensi ancaman siber. Hal ini juga untuk memberi perlindungan optimal pada jaringan pelanggan dari segala ancaman dan eksploitasi secara komprehensif yang dapat menjaga kinerja dan produktivitas perusahaan.

    Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel yang terus berupaya menghadirkan solusi digital yang lebih komprehensif dan aplikatif di berbagai sektor melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan.

    Telkomsel sendiri sudah melihat banyak perusahaan yang saat ini semakin mengadopsi beragam teknologi komunikasi berbasis digital sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan produktivitas di tengah kondisi yang begitu menantang. Salah satunya dengan mengimplementasikan teknologi IoT.

    “Dengan menghadirkan Telkomsel IoT Sphere, kami berupaya membuat aset IoT yang dimiliki perusahaan tetap terjaga dan aman dari berbagai potensi ancaman seperti virus maupun gangguan berbahaya lainnya dengan mekanisme yang praktis, karena dilengkapi dengan sistem mitigasi yang dapat mendeteksi potensi ancaman secara otomatis dan real-time,” ungkap Alfian Manulang, Vice President Internet of Things Telkomsel.

    Telkomsel IoT Sphere hadir untuk ‘Make IoT Asset Secure, safe, and yet simple’ dengan berbagai fitur unggulannya yang berfokus dalam menjaga keamanan aset IoT perusahaan. Berbagai fitur unggulan tersebut meliputi Just on Click, Security and Threats protection, Device Agnostic, dan Routing & Filtering.

    Fitur Just on Click membuat platform mudah dikonfigurasi dengan akses visual interaktif yang sederhana dan didukung sistem monitoring ancaman yang mendetail. Security and Threats protection merupakan database berisikan berbagai jenis virus dari seluruh dunia, malware, maupun ancaman lainnya yang telah diintegrasikan sehingga memungkinkan platform secara otomatis melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

    Device Agnostic yang memungkinkan platform dapat diaplikasikan ke semua perangkat maupun aplikasi, dan didukung dengan End Device Protection serta sistem monitoring ancaman yang non-intrusif.

    Kemudian Routing & Filtering yang memungkinkan pengguna memiliki fleksibilitas dalam mengatur koneksi data dengan segmentasi yang komprehensif dan filtering system yang kuat sehingga keamanan koneksi data tetap terjaga.

    “Hadirnya sistem keamanan terintegrasi ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam menghadirkan solusi digital Telkomsel IoT yang lebih menyeluruh, sehingga konsumen di segmen enterprise dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis tanpa adanya kekhawatiran serangan siber yang dapat merusak aset dan mengganggu produktivitas perusahaan,” jelas Alfian.

    Berbekal fitur dan keunggulan yang dimiliki, layanan Telkomsel IoT Sphere menjadi layanan smart security solutions yang dapat diaplikasikan untuk beragam kebutuhan keamanan oleh lintas sektor industri.

    Sektor perbankan dapat memanfaatkan konektivitas VPN Telkomsel IoT Sphere untuk melindungi jaringan mesin ATM dari serangan siber seperti phishing maupun ancaman lainnya, kantor pelayanan publik seperti Samsat juga dapat mengoptimalkan sistem keamanan cloud Telkomsel IoT Sphere untuk menjaga keamanan data pengguna layanan dan aplikasi yang sangat sensitif, hingga startup dompet digital untuk meningkatkan pengamanan transaksi konsumen melalui mesin Electronic Data Capture (EDC).

    Telkomsel IoT Sphere menjadi smart security solutions yang dihadirkan untuk melengkapi ekosistem Telkomsel IoT Smart Connectivity yang terdiri dari IoT Control Center, IoT Managed Service Connectivity, NB-IoT, IoT Managed SD-WAN, IoT Managed CCTV, dan IoT NTrance, untuk mendukung kebutuhan teknologi perusahaan akan otomasi, keamanan jaringan, hingga meningkatkan produktivitas secara menyeluruh.

    Ke depan, Telkomsel akan terus menghadirkan lebih banyak layanan berbasis IoT yang berpusat pada prinsip customer-centricity agar dapat memberikan layanan terintegrasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan pelanggan, khususnya di segmen enterprise, serta mengakselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia untuk meningkatkan perekonomian bangsa. (Icha)

  • Filogic 130 dan 130A, Kawinkan Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2

    Filogic 130 dan 130A, Kawinkan Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2

    Telko.id – Filogic 130 dan Filogic 130, merupakan solusi chip tunggal yang baru saja diluncurkan oleh MediaTek. keduanya mengintegrasikan mikroprosesor (MCU), mesin AI, subsistem Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2, dan unit manajemen daya (PMU) menjadi chip tunggal.

    Filogic 130A juga mengintegrasikan prosesor sinyal audio digital yang memberikan pembuat perangkat menambahkan asisten suara dan layanan lain dengan mudah ke produk mereka.

    Solusi all-in-one ini menyediakan konektivitas hemat energi, andal, dan berkinerja tinggi dalam desain “small form factor” (istilah untuk komponen komputer yang dirancang lebih kecil dari ukuran biasanya) yang ideal untuk berbagai perangkat IoT.

    “Di tahun-tahun mendatang, teknologi konektivitas canggih seperti Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.2 akan menjadi keharusan bagi perangkat rumah pintar, dengan meningkatnya kebutuhan akan kekuatan pemrosesan AI, efisiensi energi, dan keamanan yang kuat. Solusi Filogic 130 dan Filogic 130A dari MediaTek menawarkan kombinasi fitur sempurna guna membantu mendorong transisi ini,” kata Alan Hsu, Corporate Vice President & General Manager, Intelligent Connectivity Business Unit MediaTek.

    Alan juga menambahkan bahwa setiap solusi yang memiliki desain terintegrasi yang tinggi mengemas teknologi pemrosesan on-chip dan manajemen daya terbaru ke dalam desain sangat kecil yang tidak lebih besar dari ukuran ibu jari.

    Filogic 130 dan Filogic 130A keduanya mendukung konektivitas 1T1R Wi-Fi 6 dan dual-band 2,4GHz dan 5GHz, bersama dengan fitur Wi-Fi canggih seperti target waket time (TWT), MU-MIMO, MU-OFDMA, kualitas layanan (QoS ), dan keamanan Wi-Fi WPA3. Untuk memastikan bahwa konektivitas Wi-Fi pengguna tetap andal, bahkan ketika perangkat Bluetooth digunakan pada saat yang sama, solusi tersebut mendukung koeksistensi Wi-Fi dan Bluetooth yang canggih.

    Kedua solusi chip tunggal mengintegrasikan mikrokontroler Arm Cortex-M33 yang didukung oleh RAM tertanam dan flash eksternal dan modul front-end terintegrasi (iFEM) yang mendukung fungsionalitas low noise amplifier (LNA) dan power amplifier (PA). Filogic 130A juga mengintegrasikan HiFi4 DSP terintegrasi untuk pemrosesan suara jarak jauh yang lebih akurat, kemampuan mikrofon yang selalu aktif dengan deteksi aktivitas suara dan dukungan kata pemicu.

    Filogic 130 dan Filogic 130A dirancang untuk memaksimalkan efisiensi daya dalam bentuk terkecil dan daya terendah, yang memungkinkan perangkat mencapai peringkat dan sertifikasi Energy Star dan Green Appliance.

    Solusi ini juga mendukung boot aman dan mesin perangkat keras kripto untuk kemampuan keamanan yang kuat, dan mendukung berbagai antarmuka termasuk tujuan umum IOs seperti SPI, I2C, I2S, input IR, UART, AUXADC, PWM, dan antarmuka GPIO untuk membuat proses desain lebih mudah . (Icha)

  • XL Axiata dan RS MMC, Terapkan IoT Wearable Device

    XL Axiata dan RS MMC, Terapkan IoT Wearable Device

    Telko.id – XL Axiata dan RS MMC (Metropolitan Medical Center, menerapkan internet of things wearable device. Khususnya untuk memantau kebugaran secara cepat dan tepat.

    Memang, dipasaran, wearbel device memang banyak. Dan sangat mudah untuk membelinya. Namun, yang ditawarkan oleh XL Axiata dan RS MMC ini sebuah solusi. Jadi apa pun yang tercatat di perangkat IoT itu dapat dipantau dan dianalisa karena kerja sama ini bukan semata-mata device saja.

    “Komitmen untuk terus menghadirkan beragam solusi IoT untuk seluruh sektor industri terus kami lakukan, termasuk juga untuk menjalin kerjasama dengan industri teknologi kesehatan. XL Axiata Wearable Device ini bisa menjadi perangkat cerdas yang akan membantu RS MMC mengukur kondisi pengguna secara cepat dan tepat,” ungkap Feby Sallyanto, Chief of Enterprise & SME Officer XL Axiata menjelaskan.

    XL Axiata Wearable Device merupakan perangkat yang mengukur kondisi kebugaran tubuh seperti detak jantung, EKG, pola pernafasan, suhu tubuh, langkah, dan kalori pada saat yang bersamaan.

    Semua sinyal tersebut secara terus menerus dan instan diukur kemudian dianalisa dengan platform terintegrasi IoT XL Axiata, sehingga dapat memberikan report analisa kebugaran penggunanya dari waktu ke waktu.

    Kelebihan lainnya dari perangkat XL Axiata Wearable Device ini adalah adanya notifikasi yang dapat diatur untuk memberikan peringatan apabila ada perubahan tertentu yang terjadi. Perangkat canggih ini akan sangat membantu dan memudahkan pengguna yang ingin memperbaiki kebugarannya atau pun untuk deteksi dini masalah jantung dan pernapasan.

    Dr. Roswin Rosnim Djaafar, MARS, mengatakan, “Kami di RS MMC selalu berusaha untuk menghadirkan value tambahan bagi seluruh pasien, yaitu salah satunya dengan solusi Internet of Things (Iot) yang saat ini sudah tersedia, bekeja sama dengan XL Axiata Business Solutions.

    Dengan adanya perangkat IoT Wearable Device atau Smart Healthcare di Wellness Centre RS MMC, diharapkan pasien akan lebih peduli pada kondisi tubuhnya masing-masing karena saat ini sudah dapat mengukurnya secara realtime. Dengan demikian, saat ini para pasien di Wellness Centre dapat rekondisi tubuh, meningkatkan kebugaran, serta meningkatkan derajat kesehatan.”

    Dr. Roswin menambahkan, selaras dengan motto utama RS MMC yaitu mengutamakan mutu dan pelayanan yang berfokus pada pasien, kerjasama pengembangan solusi Internet of Things (IoT) bersama XL Axiata Business Solutions ini diharapkan bisa memberikan pelayanan dan pengalaman kepada para pasien secara lebih komprehensif.

    Pasien nantinya akan merasakan pelayanan yang lebih lengkap bukan hanya dilengkapi fitur Smart Healthcare yang dapat mengukur dan mendeteksi kebugaran pasien, namun juga pendampingan langsung oleh dokter spesialis RS MMC.

    Perangkat Smart Healthcare ini akan hadir pada Wellness Centre RS MMC, yang merupakan layanan baru. Selanjutnya perangkat cerdas ini akan digunakan oleh tim Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga saat mengontrol dan melakukan rekondisi pada pasien.

    Berbeda dengan pusat kebugaran pada umumnya, selain tersedia fasilitas yang serupa dengan gym dan outdoor jogging track, Wellness Centre disertai pula dengan pendampingan dan pemantauan langsung oleh tim Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga.

    Terkait keberlanjutan kolaborasi antara XL Axiata Business Solutions dengan RS MMC, menurut Feby, tidak hanya pada penyediaan solusi XL Axiata Wearable Device untuk pusat kebugaran, namun juga bagi layanan lainnya.

    Menurutnya, RS MMC adalah pelanggan korporat yang telah menerapkan beberapa solusi ICT lain dari XL Axiata Business Solutions untuk mendukung operasional. Antara lain konektivitas layanan internet dedicated corporate dan access point, serta komunikasi bisnis.

    “Ke depan, kami berharap akan bisa terus mengembangkan solusi berbasis IoT untuk sektor teknologi kesehatan serta memperkaya insight yang didapat. Kami akan memperluas kerjasama dengan sejumlah pusat kesehatan dan juga pusat kebugaran,” imbuh Feby.

    Saat ini, pelanggan XL Axiata Business Solutions telah mencapai lebih dari 3.000 perusahan yang terdiri dari firma skala besar dan UKM. Mereka bergerak di lebih dari 330 sektor industri.

    Selain itu, XL Axiata Business Solutions memiliki berbagai layanan yang berkaitan dengan konektivitas internet korporat, layanan pendorong produktifitas perusahaan, dan juga Internet of Things beserta layanan konsultasi eksklusif lainnya. (Icha)

  • Erajaya Optimis, 4 Outlet Urban Republic pun Dibuka Serentak!

    Erajaya Optimis, 4 Outlet Urban Republic pun Dibuka Serentak!

    Telko.id – Erajaya sangat opimis dengan bisnis Internet of Things di Indonesia. Tak heran, distributor besar ini pun ‘rajin’ buka outlet baru. Dibawah naungan Erajaya Active Lifestyle (EAL), 4 outlet Urban Republic pun dibuka serentak.

    Ke 4 outlet Urban Republic itu berlokasi dalam pusat perbelanjaan yang berada di pusat kegiatan bisnis, keempat outlet terbaru ini merupakan yang pertama di kota Surabaya, Malang, Depok dan Makassar.

    Outlet UR yang berada di Makassar sekaligus merupakan outlet UR pertama di pulau Sulawesi. Dengan diresmikannya ke-4 outlet ini, jaringan ritel Urban Republic telah mencapai 16 outlet yang tersebar di 9 kota.

    Minat masyarakat Indonesia akan produk Internet of Things (IoT) dan ekosistemnya terus meningkat. Perluasan jaringan 5G dipercaya akan pula mengakselerasi adopsi perangkat IoT dan nilainya di proyeksikan akan mencapai nilai USD$40 milyar di tahun 2025, menurut riset Asosiasi IoT Indonesia.

    Urban Republic memiliki posisi unik karena menawarkan koleksi produk terlengkap dan terkini dari 6 kategori utama: wearables, gaming, smarthome, camera, audio dan electrical, dengan pendekatan immersive retail experience.

    Dengan pembukaan outlet- outlet ini, kami menjemput bola dan membawa konsep ritel ini ke 4 kota baru, termasuk lokasi di luar pulau Jawa, sebagai bagian dari strategi perluasan footprint dan bentuk keyakinan kami akan bisnis ritel modern dan produk IoT,” ungkap Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle.

    Optimisme EAL ini tergambar dari kenaikan permintaan pada produk IoT pada masa pandemic ini. Sayang, tidak dirinci seberapa besar kenaikannya, tetapi inilah yang menjadi salah satu alasan, pembukaan outlet Urban Republic ini sangat gencar.

    “Dengan banyak bekerja di rumah, sekolah di rumah, ini membuat kebutuhan akan perangkat yang mendukung pun meningkat penjualannya. Bahkan termasuk juga perangkat smart home,” ungkap Andre Tan, Director – Deputy CEO of Erajaya Active Lifestyle.

    Tak heran, dalam tahun ini saja sudah ada 6 outlet Urban Republic baru yang dibuka. Sebelum di 4 kota ini, EAL sudah membuka di 2 kota lain yakni di Bekasi dan Medan. Pembukaanya pun serentak agresif kan!

    Uniknya, di outlet Urban Republic ini, produk yang dapat di pegang, dicoba, di-test secara langsung, dengan dipandu oleh staf yang telah mendapatkan training mendalam untuk memberikan penjelasan produk dan keunggulannya dengan akurat dan layanan customer service yang prima. (Icha)