Kategori: IoT

  • Keren, Solusi Agritech Dari Indico Hasilkan 200 Ton Gabah

    Keren, Solusi Agritech Dari Indico Hasilkan 200 Ton Gabah

    Telko.id – Indico, anak perusahaan Telkomsel yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital, menuai hasil perdana pada penerapan solusi digital contract farming di sektor teknologi pertanian (agritech).

    Melalui platform Digital Food Ecosystem (DFE), Indico dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil meraih hasil panen sebanyak 200 ton gabah padi dari 40 hektar lahan sawah.

    Keberhasilan penerapan digitalisasi pertanian tersebut membantu sekitar 50 petani dalam menghasilkan komoditas pertanian yang lebih berkualitas sekaligus meningkatkan nilai komersial hasil pertanian mereka.

    “Kami senang bisa turut berkontribusi dalam menghasilkan kualitas gabah yang lebih sehat melalui penerapan teknologi Telkomsel Internet of Things atau IoT dan digitalisasi pertanian dalam budidaya pertanian yang dilakukan tiga bulan terakhir,” kata Andi Kristianto, CEO Indico mengatakan.

    Baca juga : EdenFarm dan INDICO, Kolaborasi Untuk Digitalisasi Agritech

    Di samping itu, menurut Andi, melalui mekanisme digital contract farming, Indico juga membantu petani untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari penjualan hasil panen tersebut.

    “Upaya kami dalam pilot project ini menjadi langkah awal strategis dalam memberdayakan sektor agritech yang akan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” kata Andi menambahkan.

    Digital contract farming mengkombinasikan metode pertanian presisi melalui digitalisasi pertanian dengan jaminan bagi petani untuk memastikan hasil panen terserap dengan harga jual yang lebih tinggi daripada harga pasar.

    Ada pun solusi digitalisasi pertanian yang Indico lakukan mulai dari tahap persiapan lahan sampai proses budidaya tanaman meliputi pemanfaatan sensor IoT untuk mengukur kadar Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dalam tanah, drone untuk penyiraman lahan menggunakan pupuk dan pestisida, dan aplikasi my.dfe.farm untuk mencatat perkembangan proses budidaya.

    Dalam menjalankan seluruh prosedur operasional aktivitas budidaya tersebut, petani dipandu dan didampingi oleh agronomis berpengalaman.

    Metode pertanian presisi dalam digital contract farming yang Indico implementasikan bersama Gapoktan Tani Makmur menghasilkan gabah padi dengan jumlah rata-rata per ubinnya lebih tinggi sekitar delapan persen dibandingkan hasil panen tanpa metode pertanian presisi.

    Selanjutnya hasil panen tersebut akan disalurkan melalui mitra Indico untuk pemasaran dan penjualan lebih lanjut.

    Pada musim tanam yang dimulai pada April 2023, petani yang bergabung dalam digital contract farming sempat mengalami kekurangan pasokan air untuk penyiraman lahan.

    Indico mengidentifikasi kendala tersebut dan membangun sumur irigasi sebagai solusi. Hasilnya petani bisa melakukan panen padi sesuai waktu yang telah diprediksi sebelumnya.

    Untuk mengantisipasi terjadinya kondisi serupa di masa mendatang, Telkomsel sebagai induk usaha Indico berinisiatif memberikan bantuan sumur irigasi kepada Gapoktan Tani Makmur yang akan dibangun dalam waktu dekat.

    “Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) Soil Sensor & Precision Farm Management System dari Telkomsel dan kolaborasi dengan mitra dan stakeholders, Indico sebagai anak usaha Telkomsel yang kini mengusung solusi DFE telah membuktikan kapabilitas digitalnya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian Gapoktan Tani Makmur di Wonogiri,” kata Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel.

    Dengan solusi pertanian presisi berbasis teknologi digital yang mencakup keseluruhan proses on-farm ke off-farm, kami berharap DFE dapat terus memperluas kontribusi digitalisasi untuk pemberdayaan petani, dengan konsisten mendampingi bagi petani hingga proses pascapanen, membuka akses pasar, serta memperluas cakupan lahan yang digarap.

    Semoga ke depan, sinergi Telkomsel dan Indico melalui DFE semakin memperkuat ekosistem digital yang lebih inklusif, serta mengakselerasi pertumbuhan perekonomian bangsa, terutama bagi masyarakat petani secara berkelanjutan.”

    Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyambut baik inisiatif Telkomsel dan Indico dalam membantu petani di Kabupaten Wonogiri. “Kami berterima kasih kepada Telkomsel dan Indico yang sudah menghadirkan solusi bagi petani untuk bisa meningkatkan kualitas hasil pertanian sekaligus kesejahteraan petani. Kami berharap semakin banyak petani di Kabupaten Wonogiri yang memperoleh manfaat dari kehadiran platform DFE,” jelas Setyo.

    Keberhasilan panen hasil pertanian ditentukan oleh banyak faktor yang tidak bisa dikontrol petani, terutama harga jual yang tidak bisa diprediksi.

    Digital contract farming membuat petani bisa mendapatkan jaminan harga jual yang lebih tinggi rata-rata sekitar dua puluh persen daripada harga pasar. Kepastian inilah yang petani butuhkan agar tetap bisa menjalankan budidaya pertanian di setiap musim tanam dengan lebih tenang. Terima kasih, Telkomsel dan Indico,” ungkap Bambang Setiyadi, Ketua Gapoktan Tani Makmur Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

    Melalui platform DFE, Indico berencana memperluas lahan untuk implementasi solusi on-farm menjadi 1.000 hektar di wilayah Jawa Tengah hingga akhir tahun ini.

    Untuk mengembangkan platform DFE, ke depannya Indico akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti penyedia sarana produksi (saprodi), pemerintah daerah, institusi akademik dan pusat penelitian, serta startup agritech lainnya. (Icha)

  • XL Axiata Terapkan Solusi Smart Water Meter Di Gili Terawangan

    XL Axiata Terapkan Solusi Smart Water Meter Di Gili Terawangan

    Telko.id – XL Axiata melalui XL Axiata Business Solutions menerapkan Smart Water Meter, yaitu solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengakomodir para pelaku usaha dari berbagai segmen.

    Smart Water Meter NB-IoT adalah salah satu solusi berbasis IoT terbaru dari XL Axiata Business Solutions yang diterapkan bersama  PT Berkat Air Laut (BAL) untuk memonitor distribusi air bersih bagi warga yang tinggal di area Gili Terawangan dan juga Gili Meno, Lombok Utara.

    “Smart Water Meter NB-IoT  akan membantu PT BAL yang selama ini melakukan monitor air bersih secara manual dengan mencatat distribusi air bersih ke rumah-rumah,” kata Feby Sallyanto, Chief Enterprise Business Officer XL Axiata.

    Dengan teknologi NB-IoT, monitoring bisa dilakukan secara real time, dan efisien. Seperti yang kita tahu bahwa Gili Terawangan dan Gili Meno merupakan salah satu daerah pariwisata yang cukup dikenal hingga manca negara.

    Baca juga : Smart Water Meter, Teknologi IoT Telkom Untuk Perumda AM Padang

    “Untuk itu, kami berharap XL Axiata Business Solutions dapat menjadi preferred ICT Solutions provider yang mampu memberikan solusi ICT terbaik dalam mendukung pelaku industri pariwisata setempat,” ujar Feby menambahkan.

    Hingga saat ini di Gili Terawangan dan Gili Meno masih kesulitan mendapatkan pasokan air tawar bersih. Seluruh sumur yang ada di sana tidak memiliki air tawar, bahkan tingkat keasinannya sama dengan air laut. PT BAL merupakan satu-satunya perusahaan pemasok air tawar bersih disana.

    Smart Water Meter with NB-IoT berupa alat meteran air yang di dalamnya terdapat kartu SIM NB-IoT dari XL Axiata untuk mengirimkan data-data yang di butuhkan dari meteran air ke server dan dashboard yang dioperasikan PT BAL.

    NB-IoT merupakan bagian dari teknologi Low Power Wide Area Network (LPWAN) berlisensi yang memang didesain khusus untuk komunikasi IoT dengan cakupan jaringan yang lebih luas dan daya tahan baterai hingga 10 tahun.

    Mekanisme kerja Smart Water Meter NB-IoT adalah air bersih yang dihasilkan dari proses desalinasi air laut dan ditampung pada reservoir, kemudian dialirkan ke para pelanggan melewati Smart Water Meter dengan NB-IoT XL sebagai alat pengukur dan pemantau penggunaan air.

    Selanjutnya, petugas PT BAL bisa mematikan dan menghidupkan distribusi air cukup menggunakan aplikasi pada dashboard, yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh petugas pencatat meter yang berkeliling ke ribuan titik.

    Manfaat lain yang bisa didapatkan oleh PT BAL melalui penerapan solusi ini di antaranya real time monitoring penggunaan air, serta billing yang transparan dengan akurasi tagihan yang lebih tepat.

    Hal itu bisa mempermudah pihak bank dalam menilai atau memperhitungkan cash flow PT BAL jika ada rencana kebutuhan pinjaman kredit investasi.

    Selain itu, biaya perawatan yang lebih murah karena jadi lebih mudah dan cepat dalam mendeteksi kebocoran saluran pipa air atau penggunan tidak wajar. (Icha)

  • Olike Bakal Luncurkan 6 Produk IoT Dengan Inovasi Baru

    Olike Bakal Luncurkan 6 Produk IoT Dengan Inovasi Baru

    Telko.id – Olike memasuki tahun 2023 ini memiliki slogan baru yakni “Make Things Better”, sekaligus juga meluncurkan 6 produk inovasi terbarunya.

    Seperti yang kita ketahui, dunia digital terus berevolusi diikuti dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

    Khususnya dalam sektor IoT, banyak pakar teknologi yang memprediksikan bahwa di tahun 2023 akan semakin banyak produk-produk berbasis IoT yang akan dikeluarkan untuk mendukung gaya hidup masyarakat.

    Olike sebagai perusahan yang terus berinovasi dengan mengembangkan produk IoT mutakhir, aksesoris smartphone berkualitas tertinggi serta mainan edutech dengan harga terjangkau pun terus berjalan maju seiring dengan perkembangan dari inovasi teknologi yang kini terjadi.

    Di tahun 2023, produsen ini pun akan mengeluarkan rangkaian produk terbarunya, dimana rangkaian produk terbaru ini dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 25 Maret 2023. 

    “Di tahun 2023 Olike hadir dengan memperkenalkan slogan terbaru yaitu “Make Things Better” dimana Olike kini hadir dengan perubahan dan terobosan terbaru, dimana perubahan tidak hanya terlihat dari segi desain tampilan produk yang lebih menarik, namun dari segi performa pun terjadi peningkatan,” kata Indra Daniel Mawu selaku Public Relations of Olike Indonesia.

    Tak hanya itu dengan banyaknya peningkatan kualitas produk yang kami lakukan produk Olike tetap dapat dibeli dengan harga yang tetap terjangkau.

    Dalam acara peluncuran produk terbaru nanti, akan meluncurkan 6 kategori produk, yaitu: Speaker, TWS, Power Bank, Photo Printer, Data Cable, Earphone dan Smartwatch.

    Setiap produk di masing-masing kategori tersebut semakin disempurnakan dengan berbagai keunggulan seperti warna yang lebih stylish dan waktu penggunaan hingga 23 jam untuk produk TWS.

    Sedangkan untuk produk speaker terbaru nanti, produk akan disertai dengan 6 mode efek lampu yang dapat berganti serta batre yang bertahan lebih lama hingga 10 jam. 

    Menurut informasi dari American Code Lab mengenai perkembangan IoT di dunia, disebutkan bahwa lebih dari 43 miliar perangkat diperkirakan akan terhubung ke Internet pada tahun 2023.

    Dengan terjadinya perkembangan ini, maka akan mempermudah setiap orang bahkan pelaku bisnis untuk membuat, berbagi dan mengumpulkan data dengan mudah dan fleksibel.

    Inovasi ini pun dikembangkan, dimana salah satu produk yang akan dirilis nanti yaitu Olike Smartwatch W12C memiliki fitur unggul Health Indicator dan terkoneksi dengan Bluetooth.

    Keunggulannya antara laindapat mendeteksi detak jantung, tekanan darah dan oksigen, memonitor temperatur tubuh serta memonitor kualitas tidur setiap penggunanya, dan semuanya terintegrasi dengan aplikasi Olike Active. 

    Selain mengembangkan kualitas di setiap produknya, inovasi lainnya yang dilakukan Olike tahun ini adalah dengan mengeluarkan koleksi terbaru dengan berkolaborasi dengan salah satu ikon animasi yang sangat terkenal di dunia.

    Olike menjadi smart accessories brand pertama dan satu-satunya yang memiliki lisensi dengan karakter animasi ini, dimana pengumumannya pun akan disampaikan pada acara peluncuran produk baru di tanggal 25 Maret mendatang. 

    “Kami terus berkomitmen untuk dapat memperlengkapi kebutuhan masyarakat melalui produk-produk teknologi kami, karena bagi kami setiap pengguna Olike berhak mendapatkan produk dengan desain yang lebih baik, kinerja yang lebih kuat, dan kualitas yang terjamin,” ujar Indra.

    Hal itu sejalan dengan misi Olike yakni tetap melayani setiap pengguna brand Olike dengan hati kami dan terus berinovasi untuk membuat hidup mereka lebih mudah dan lebih bahagia. (Icha)

  • Smart Water Meter, Teknologi IoT Telkom Untuk Perumda AM Padang

    Smart Water Meter, Teknologi IoT Telkom Untuk Perumda AM Padang

    Telko.id – Smart Water Meter, diimplementasikan Telkom menggunakan teknologi IoT atau Internet of Things untuk mendukung digitalisasi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang.

    Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanannya dalam pengukuran dan pemantauan konsumsi air untuk mendapatkan data yang jauh lebih akurat.

    Solusi IoT Smart Water Meter dengan Valve ini memiliki fungsi yang meliputi pencatatan kubikasi pada meter air pelanggan secara digital. Parameter yang dapat dicatat dalam hal ini adalah kubikasi akhir di meter pelanggan melalui data yang diambil dari pulse meter air.

    Selain itu, membuka atau menutup valve juga dapat dilakukan secara digital dari jarak jauh. Piloting Smart Water Meter dengan Valve ini berencana akan diterapkan di 100 titik yang terbagi ke dalam dua fase yang masing-masing fase akan dipasang sebanyak 50 titik.

    Direktur Digital Bisnis Telkom Fajrin Rasyid, menyampaikan, Smart Water Meter dengan Valve dari Antares menghadirkan berbagai manfaat dalam proses operasional maupun kepada pelanggan.

    Perumda AM Kota Padang kini bisa melakukan pembacaan meter pelanggan secara konsisten pada tanggal yang sama sehingga mengurangi potensi bill shock tagihan kepada pelanggan secara signifikan.

    Pemanfaatan Smart Water Meter dengan Valve juga meminimalisir risiko kenaikan tagihan yang disebabkan oleh meter tidak terbaca, kesalahan pencatatan, fraud, maupun perbedaan ekspektasi dengan pelanggan juga berkurang cukup besar.

    Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan Perumda AM Kota Padang dapat jauh lebih meningkat, terutama dari sisi transparansi pemakaian air pelanggan sehingga mengurangi potensi munculnya keluhan.

    “Smart Water Meter dengan Valve yang menggunakan IoT Antares ini juga membuat pelanggan mendapatkan tagihan pada periode yang konsisten dengan informasi yang akurat dan terpercaya. Pelanggan juga dapat melihat konsumsi air secara periodik melalui aplikasi secara online sehingga meningkatkan transparansi pemakaian air,” ujar Fajrin.

    Manager IT Perumda AM Kota Padang Dheny Skylab, mengungkapkan sebelum menggunakan teknologi IoT dari Antares, perusahaannya kerap menghadapi sejumlah kendala. Seperti halnya, penagihan pelanggan yang tidak tercatat, dan sulitnya mendapat izin masuk ke lokasi tertentu. Selain itu, memutus aliran air di lapangan juga membutuhkan biaya, bahkan terkadang harus berhadapan dengan warga.

    “Dengan adanya Smart Water Meter ini kita tidak perlu manual turun ke lapangan untuk memutus aliran air, pelaksanaan pemutusannya pun tidak memerlukan waktu yang lama, dan juga menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dengan warga,” ungkap Dheny.

    “Sejauh ini kami sudah bisa memantau penggunaan air dari pelanggan setiap hari, di mana sebelumnya kami hanya bisa memantau satu kali dalam sebulan. Dan kedepannya kita harapkan jika ada pelanggan yang menunggak, bisa langsung kita putus secara mobile,” lanjut Dheny.

    Selain itu, melalui pemanfaatan teknologi IoT Antares, pelanggan turut diberikan estimasi tagihan bulanan berjalan melalui aplikasi mobile sehingga pelanggan dapat memprediksi total tagihan di akhir bulan.

    Perumda AM Kota Padang juga dapat menerapkan sistem isolir (buka tutup valve) jika pelanggan menunda tagihan. “Kami berharap teknologi IoT Smart Water Meter yang dibawa oleh Antares dari Leap-Telkom Digital membuat Perumda AM Kota Padang menjadi lebih baik lagi, serta dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” kata Fajrin.

    Pada prosesnya, alur integrasi data tersebut akan menjadi basis dari tagihan kepada pelanggan. Antares IoT merupakan bagian dari Leap-Telkom Digital sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia.

    Dengan adanya Antares IoT dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. (Icha)

  • Telkom dan Cisco Jalin Kerjasama Strategis IoT

    Telkom dan Cisco Jalin Kerjasama Strategis IoT

    Telko.id – Telkom Indonesia anak perusahaannya NeutraDC yang juga dikenal sebagai Telkom Data Ekosistem (TDE) meresmikan kolaborasi bersama Cisco terkait IoT (Internet of Things).

    Kolaborasi ini diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh CEO NeutraDC Andreuw Th A.F. dan Country Director of Service Provider Business Cisco di Indonesia Meygin Agustina.

    Tujuan kerjasama ini mencakup penggunaan Data Center untuk Cisco Platform Mobile IoT (Control Center) dan pengembangan lebih lanjut terkait infrastruktur jaringan Data Center Telkom menggunakan teknologi Software Define Network (SDN) serta membantu dalam percepatan adaptasi teknologi 5G dan digitalisasi di Indonesia dan wilayah ASEAN.

    Sejalan dengan arahan Menteri BUMN RI, Telkom sebagai tulang punggung digitalisasi di Indonesia turut berupaya untuk membantu percepatan digitalisasi di dalam negeri hingga ke wilayah ASEAN.

    Kemitraan antara NeutraDC dan Cisco bertujuan untuk memberikan manfaat layanan IoT dan teknologi Software Define Network (SDN) untuk dapat digunakan oleh masyarakat. Platform IOT control center Cisco akan tersedia pada fasilitas data center NeutraDC yang berlokasi di wilayah Asia Pasifik dengan perkiraan kapasitas 5 juta koneksi.

    Lebih dari itu, kemitraan ini juga akan memacu lebih banyak pengembangan layanan Internet of Things (IoT) untuk bisnis di seluruh industri service provider di Indonesia termasuk Telkomsel yang telah memberikan layanan digital IoT Control Center untuk pelangan perusahaan nya.

    “Kami telah melihat permintaan yang signifikan untuk layanan IoT dari smart energy, smart building, dan smart city serta consumer electronics. Sebagai pemimpin pasar IoT global, Cisco IoT Control Center adalah platform tata kelola konektivitas IoT yang dipilih oleh lebih dari 14.000 perusahaan di seluruh dunia,” ujar Andreuw Th A.F., CEO NeutraDC.

    Dengan IoT Control Center memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk meluncurkan, mengelola, dan memonetisasi layanan IoT mereka, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi bisnis untuk meningkatkan layanan IoT mereka di Indonesia/negara ASEAN  untuk memenuhi perubahan kebutuhan dan harapan pelanggan.

    Teknologi SDN, virtualisasi dan otomatisasi jaringan yang akan memainkan peran penting dalam cetak biru strategis penyedia layanan, menciptakan jaringan DC yang mendukung layanan baru dalam operasi yang cepat gesit.

    “Service provider harus dapat menyebarkan layanan berdasarkan kebutuhan bisnis mereka, bukan keterbatasan teknologi mereka. Kemitraan Cisco dengan Telkom akan meningkatkan penciptaan layanan dalam domain IoT dalam pertumbuhan serta pendapatan bisnis di dalam negeri” kata Meygin Agustina, Country Director of Service Provider Business Cisco di Indonesia.

    Seiring dengan transformasi menjadi perusahaan digital telco, Telkom serta anak perusahaannya menerapkan strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi pada pelanggan.

    Menyambut kolaborasi ini, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono menyampaikan bahwa, Telkom dan Cisco akan menciptakan sinergi yang baik melalui kemitraan ini.

    Penyediaan layanan IoT Control Center yang menggunakan data center NeutraDC serta Teknologi Software Define Network (SDN) akan memberikan efektivitas dalam menjalankan proses bisnis dan memberikan customer experience terbaik bagi pelanggan. (Icha)

  • Sukses di G20, Body Worn Camera Bakal Dipakai di Jakarta dan Surabaya

    Sukses di G20, Body Worn Camera Bakal Dipakai di Jakarta dan Surabaya

    Telko.id – Teknologi Body Worn Camera, ternyata digunakan saat pengamanan KTT G20 lalu di Bali. Ini merupakan hasil kerjasama antara XL Axiata dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI).

    Kolaborasi yang dilakukan XL Axiata adalah dengan menyediakan jaringan 4G yang prima dan simcard yang dipakai di dalam device Body Worn Camera. Kolaborasi ini merupakan salah satu komitmen XL Axiata mendukung pemerintah dalam mensukseskan gelaran event internasional KTT G20 2022. 

    Body Worn Camera yang dipakai oleh Polri dan team pengamanan KTT G20 ini berupa kamera yang menempel pada jaket atau rompi.  Body Worn Camera telah dipakai oleh tim pengamanan antara 1-18 November 2022 lalu, yang tersebar di area-area utama.

    Antara lain Bandara Internasional Ngurah Rai, Hotel Apurva Nusa Dua, pergerakan personel polisi antara bandara sampai dengan Nusa Dua ITDC, Lapangan Renon dalam acara gelar pasukan, dan simulasi penanganan terorisme di Kuta Bali.

    Sumber : mediaindopos.com

    “Melalui XL Axiata Business Solutions (XLABS), kami menyediakan konektivitas IoT yang cepat dan stabil pada perangkat body worn camera serta dashboard monitoring untuk memudahkan Polri dalam memonitor dan memastikan semua perangkat berjalan baik,” kata Feby Sallyanto, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata.

    Feby menambahkan, body worn camera tersebut menggunakan solusi IoT berbasis GSM.  Selain itu, XL Axiata juga memberikan dukungan konektivitas yang dipakai pada HT Push To Talk untuk Command Center di Polda Bali, Mobile Command Center di Nusa Dua dan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, dan bantuan operasional Command Center untuk Divisi TIK Polri selama bertugas di KTT G20 Bali.

    Body Worn Camera ini merupakan kamera pengawas yang memiliki sejumlah fitur selain merekam aktifitas.  Kamera ini memiliki memori 32 GB yang bisa merekam nonstop selama 20 jam, kapasitas baterai sampai 8 jam nonstop, Global Positioning System (GPS), bisa untuk live streaming dan terhubung ke petugas command center dengan menggunakan koneksi jaringan XL Axiata 4G.

    Kamera tersebut dilengkapi fitur inframerah, berguna merekam kondisi lapangan saat malam hari. Ada pula fitur tombol darurat (panic button) yang bisa digunakan petugas saat situasi darurat. Saat tombol tersebut ditekan, maka alarm akan berbunyi di command center serta kamera tersebut secara otomatis mengirim koordinat petugas yang menekan panic button.

    Body worn camera ini dipakai oleh petugas Korlantas, Brimob, Divisi TIK Polri dan Densus 88 pada saat pengamanan KTT G20 Bali. Total ada 200 device yang dipakai pada saat pengamanan.

    Dengan suksesnya kerjasama pengamanan KTT G20 Bali tersebut, XL Axiata dan Polri akan memperluas jangkauan pemanfaatan teknologi body worn camera ini. Kedua pihak berencana menerapkan teknologi ini di Jakarta dan Surabaya, dengan jumlah sekitar 1.300 unit device.

    Trafik Data Selama  KTT G20 Bali

    XL Axiata mencatat peningkatan trafik penggunaan data di sepanjang pelaksanaan KTT G20 Bali, 11 – 17 November 2022. Data dari Customer Experience & Service Operation Center yang berada di XL Axiata Tower, Jakarta, menunjukkan terjadinya kenaikan trafik layanan data sebesar 15%-20% lebih tinggi dibandingkan dibandingkan hari-hari normal di lokasi-lokasi event G20.

    Lonjakan terutama terjadi di area Nusa Dua, Jimbaran, Sanur, dan Kuta, termasuk Bandara  Internasional Ngurah Rai, dan khusus di ITDC dan Apurva kenaikan trafik mencapai lebih dari 80%.

    XL Axiata secara khusus memastikan kualitas jaringan data di sejumlah kawasan yang menyangga event prestisius ini.

     Jaringan XL Axiata untuk area seluruh Bali ditopang lebih dari 5.800 BTS, termasuk lebih dari 3.300 BTS 4G. Layanan 5G yang disediakan oleh XL Axiata di 17 titik, antara lain Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Apurva Kempinski, dan Pantai Sanur.

    Peningkatan trafik jaringan data XL Axiata antara lain terlihat dari meningkatnya penjualan kartu Perdana XL dan AXIS.  Selama penyelenggaraan rangkaian kegiatan KTT G20, penjualan produk prabayar XL Axiata meningkat jumlahnya lebih dari 14% dari hari biasa.  (Icha)

  • XLFL National Conference 2022, Ada 16 AIoT Project

    XLFL National Conference 2022, Ada 16 AIoT Project

    Telko.id – XLFL National Conference 2022 kembali digelar. Ada sebanyak 138 mahasiswa awardee yang telah menyelesaikan program XL Axiata Future Leaders (XLFL) Batch 9 selama dua tahun penuh akan diwisuda.

    Mereka berasal dari 52 kampus yang berada di 6 provinsi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan lain sebagainya.

    Acara wisuda akan dilakukan oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mewakili manajemen XL Axiata. Selain itu, hadir juga Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Prof Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., PhD, CEO & CoFounder Kata.ai, Irzan Raditya, Manager Connectivity Program – Meta APAC, Vinod Samarawickrama dan Head of Permanent Committee for Tech and Informatics KADIN, Noudhy Valdryno.

    Dalam acara XLFL National Conference 2022 yang digelar di XL Axiata Tower pada Jumat-Minggu, 25-27 November 2022 itu pula, awardees akan menampilkan dan mempresentasikan solusi digital berbasis paduan antara Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dipersiapkan sebagai use case di era 5G mendatang. AIoT Project Exhibition ini adalah bagian dari syarat kelulusan para awardee.

    “Tugas pembuatan proyek berbasis AI dan IoT diberikan kepada pada XLFL awardees sebagai bentuk respon dari masifnya kemajuan teknologi,” kataDian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

    XL Axiata berharap program ini dapat membentuk kemampuan awardees untuk mensistematisasi penyelesaian masalah yang umumnya dimiliki manusia ke dalam bentuk model yang bisa diimplementasikan oleh komputer yang menerapkan pengambilan keputusan berbasis data tanpa intervensi manusia.

    Dian menambahkan, tahun ini teknologi ‘AI’ turut disertakan ke dalam proyek yang harus dibuat oleh mahasiswa XLFL. Penambahan unsur AI ini dilatarbelakangi oleh adanya tantangan dari operator telekomunikasi dalam menghadapi era 5G.

    Selain itu, adanya kebutuhan industri dalam hal pengambilan keputusan berbasis data tanpa intervensi manusia. Selanjutnya, produk inovatif berbasis AI disinyalir akan menjadi trend di masa yang akan datang.

    Penting bagi generasi muda untuk memahami dan menguasai kompetensi digital, dan peserta XLFL juga dituntut untuk bisa mengerti, memahami, dan menguasai perkembangan digital tersebut.

    AIoT Project Exhibition

    Dalam acara ekshibisi tersebut, terdapat total sebanyak 16 proyek AIoT yang ditampilkan dimana karya tersebut merupakan ide yang diproduksi dan dikembangkan oleh para awardee XL Axiata Future Leaders (XLFL) berdasarkan riset pasar yang mereka lakukan.

    Selama proses pengembangan project, setiap kelompok akan mendapatkan pendampingan dari Lab IoT milik XL Axiata, yaitu XCamp melalui program AI Maker Development Program. Pendampingan yang diberikan berupa pengenalan IoT dan AI, Business Model Development, hingga pembangunan prototype produk.

    Belasan proyek tersebut berfokus untuk menjawab kebutuhan digitalisasi pada 6 sektor, yaitu agrikultur, smart city, manufaktur, pertanian dan perikanan, utilitas dan energi, serta kesehatan.

    Adanya penetrasi digitalisasi yang belum maksimal di sektor tersebut membuat peluang penciptaan produk otomasi semakin terbuka untuk memudahkan proses kerja dan potensi bisnis yang besar.

    Selain itu, keenam sektor tersebut juga memiliki peluang besar dan kemampuan penyerapan yang tinggi untuk beradaptasi dengan teknologi AI dan IoT.

    Seluruh produk AIoT buatan mahasiswa tersebut akan dinilai secara langsung oleh para juri. Mereka adalah I Gede Darmayusa selaku Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, Vinod Samarawickrama selaku Manager Connectivity Program–Meta APAC, serta Noudhy Valdryno selaku Head of Permanent Committee for Tech and Informatics KADIN.

    Penilaian dari para juri akan menghasilkan lima project terbaik dari 4 kategori. Keempatnya yaitu Most Innovative, Most applicative, Most Marketable, dan Most Favorite. Para pemenang akan mendapatkan hadiah dalam bentuk dana.

    Selain itu, XL Axiata juga membuka kesempatan bagi 5 project terbaik untuk menjadi partner bisnis XL Axiata dalam pengembangan produk AIoT untuk memenuhi kebutuhan pasar.

    Dan sebagai bentuk keberlanjutan, tidak menutup kemungkinan bagi XL Axiata untuk melanjutkan pengembangan berbagai ide tersebut melalui XCamp untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar dari berbagai sektor bisnis yang akan dimonetisasi oleh tim Business Solutions XL Axiata.

    Tahun ini, program XLFL memasuki tahun ke 9. Sebanyak total 1.290 wisudawan pernah mendapatkan program beasiswa ini. Mereka berasal dari 92 kampus yang tersebar di berbagai provinsi Indonesia.

    Berbekal keahlian soft skill dari XLFL, para alumni kini berkiprah di berbagai bidang, baik di lembaga negara dan pemerintah, swasta, NGO, hingga sebagai wirausahawan yang membuka lapangan kerja. (Icha)

  • IoT Hub Innovation XL Axiata Lahirkan Xinergis, Apa itu?

    IoT Hub Innovation XL Axiata Lahirkan Xinergis, Apa itu?

    Telko.id – Xinergis, solusi yang baru dilahirkan oleh Laboratorium Internet of Things (IoT) milik XL Axiata. Sebuah solusi yang berfungsi mempercepat proses efisiensi energi.

    Melalui XL Axiata Business Solutions, Xinergis sudah siap untuk dimanfaatkan oleh pengelola gedung perkantoran hingga pabrik yang memerlukan solusi tersebut. Pengembangan solusi ini juga sejalan dengan program sustainability development yang sedang dilakukan oleh XL Axiata dalam hal penghematan sumber daya energi.

    “Pada mulanya solusi ini kami gunakan sendiri untuk memonitor pemakaian energi di lokasi shelter pemancar jaringan seluler atau Base Transceiver Station (BTS). Solusi ini kemudian dikembangkan pemanfaatannya untuk memantau besaran konsumsi energi listrik, penggunaan air serta konsumsi pemakaian bahan bakar untuk genset di gedung-gedung atau fasilitas bangunan milik XL Axiata,” kata Feby Sallyanto, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata.

    Feby menambahkan, solusi IoT untuk kalangan industri ini ditujukan bagi pengelola fasilitas gedung baik perkantoran, pabrik maupun kawasan industri yang ingin memiliki informasi secara real time serta data-data terkait penggunaan energi listrik, pemakaian air maupun bahan bakar genset.

    Selain itu, solusi IoT untuk industri dari XL Axiata ini juga dapat memberikan notifikasi jika terjadi suatu masalah atau anomali. Tidak kalah penting lagi, selain berguna untuk reporting, data-data yang dikumpulkan solusi ini dapat menjadi referensi terkait tren penggunaan energi dan estimasi biaya operasional yang diperlukan.

    Pada Xinergis, yang merupakan produk IoT inovatif XL Axiata ini, berbagai jenis sensor dipasang untuk menghasilkan data yang dibutuhkan, seperti pemakaian listrik, tegangan listrik, dan debit air. Sensor juga diterapkan untuk pengukuran penggunaan bahan bakar genset, yaitu menggunakan flow meter ditambah dengan sensor untuk mengukur ketinggian isi bahan bakar di dalam tangki (level sensor).

    Seluruh data yang dihasilkan oleh solusi IoT untuk industri tersebut kemudian dikirimkan ke cloud platform untuk diolah menjadi informasi yang dapat ditampilkan user interface (dashboard) dalam bentuk website dan aplikasi mobile.

    Hasilnya, perusahaan telah mampu memantau penggunaan energi, baik listrik, air, hingga solar. Tidak hanya itu, perusahaan pun dapat mendeteksi jika ada penggunaan energi yang tidak wajar.

    Hingga saat ini, solusi IoT Xinergis telah diterapkan di sejumlah kantor regional milik XL Axiata yang terletak di area Jabodetabek dan Bandung. Secara bertahap solusi ini juga terus diterapkan di semua kantor regional yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi website khusus laboratorium IoT XL Axiata di x-camp.id, akun instagram @xlaxiata_iot, atau akun YouTube di X-Camp Rumah IoT Indonesia.

    Teknologi Internet of Things merupakan salah satu bagian dari kerangka yang tidak dapat dipisahkan dari Industry 4.0.

    Selain fungsi otomasi dan memudahkan pengaturan dari jarak jauh, beberapa manfaat pada penerapan sistem IoT di antaranya adalah dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kebutuhan proses manual, meningkatkan efisiensi, hingga mengurangi biaya operasional.

    Data yang dihasilkan pun dapat diolah menjadi masukan bagi pengguna dalam membantu suatu pengambilan keputusan atau untuk analisa data untuk keperluan perencanaan. (Icha)

  • IoT Creation 2022, Majukan Industri IoT Dalam Negeri

    IoT Creation 2022, Majukan Industri IoT Dalam Negeri

    Telko.id – Gelaran IoT Creation tahun ini telah memasuki tahun keempatnya. Pada Kamis (3/11/2022), di Jakarta, ajang yang digagas Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, bekerjasama dengan Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) ini pun telah sampai di tahap akhir.

    Agritronz, platform Smart of Things (IoT) pada bidang pertanian hortikultura yang mengintegrasikan platform New Renewable Energy berbasis Solar Cell System dengan platform Internet of Things dan sistem manajemen data, berhasil menjadi pemenang untuk kategori Smart Solution Hunts.

    Sementara di kategori Hands on Workshop, solusi E-Kamling dari NSC Tech, yang merupakan sistem elektronik keamanan lingkungan yang terintegrasi dengan IoT, berhasil menjadi juara pertama.

    Hadirnya IoT Creation 2022 digagas dengan tujuan menumbuhkembangkan inisiatif dan kreativitas anak bangsa dalam menghadapi transformasi digital, khususnya dalam pengembangan solusi teknologi IoT. Hal ini tak lepas dari besarnya potensi pemanfaatan teknologi IoT di tengah geliat transformasi digital dan perwujudan Indonesia 4.0.

    Menurut Google, Bain, dan Temasek, pada 2021 lalu, valuasi ekonomi digital Indonesia sendiri tercatat sebesar nilai 70 miliar dolar AS. Nilai valuasi ini diprediksi akan meningkat, pada 2025 yaitu mencapai 146 miliar dolar AS. Nilai ini pun berkontribusi 40 persen pada total valuasi ekonomi digital di Asia Tenggara.

    Pemerintah Indonesia telah menargetkan sektor digital untuk menyumbang 18 persen dari total PDB Indonesia pada 2030. Beberapa sektor prioritas untuk mendukung terwujudnya target tersebut dalam kerangka peta jalan Indonesia digital 2021-2024, adalah sektor perindustrian, pertanian dan perikanan, real estate dan perkotaan, dan lembaga pemerintahan.

    Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail, dalam sambutannya menyampaikan, tren percepatan digitalisasi ini membuka peluang untuk reorientasi pertumbuhan sektor-sektor tersebut menjadi lebih efisien dan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

    “Peran konektivitas data berbasis internet kecepatan tinggi (broadband) telah banyak mengubah cara berbisnis para pelaku usaha dewasa ini. Termasuk di sektor perindustrian,” ujarnya.

    Revolusi Industri 4.0 yang terus melaju saat ini, telah mendorong peningkatan kebutuhan terhadap proses bisnis dan proses produksi yang semakin terotomatisasi, antara lain melalui penerapan teknologi IoT, antarmuka mesin-ke-mesin dan manusia-ke-mesin, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Big Data Analytics, dan berbagai teknologi canggih lainnya.

    Menurut Ismail, pemanfaatan IoT secara masif ini, akan membuka peluang bagi karya anak bangsa untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Solusi IoT karya anak bangsa diharapkan terus mendominasi sehingga mampu bersaing dengan aplikasi dari luar Indonesia.

    Kehadiran ruang digital saat ini pun harus dimanfaatkan secara produktif. “Internet of Things merupakan teknologi yang sangat applicable untuk diterapkan. Dengan pemanfaatan sensor untuk menangkap data dalam berbagai keadaan, baik itu cuaca, suhu, kecepatan. Kemudian, semuanya akan menjadi modal utama lahirnya solusi terintegrasi untuk mengatasi berbagai permasalahan sehari-hari,” ujarnya.

    Ismail menyampaikan, pengembangan ekosistem IoT di Tanah Air saat ini penting untuk terus ditumbuhkembangkan. “Berbagai masalah yang ada di Indonesia, terbilang khas dan memiliki keunikan tersendiri. Hal inilah yang diharapkan akan terus mendorong kreativitas anak bangsa untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, melalui kehadiran solusi teknologi yang nyata,” ia melanjutkan.

    Acara IoT Creation tahun ini memiliki memiliki beberapa kegiatan utama, yaitu seminar untuk transfer knowledge yang terbuka untuk umum. Kemudian, Hands-on Workshop IoT Creation yang mengajak para pegiat mengikuti sejauh mana teknologi bisa menjadi solusi dengan memanfaatkan modul Long Range (LoRA) dan platform cloud sebagai solusi IoT.

    Kegiatan ketiga, Smart Solutions Hunt Competition yang mencari solusi atau perangkat bagi start up dan perusahaan berbadan hukum yang memiliki solusi berbasis IoT. Peserta mendapatkan beberapa sesi khusus untuk mentoring dengan para pakar dan praktisi seperti kelas mentoring bisnis, teknis, regulasi dibidang IoT bagi 10 tim terbaik.

    Ketua Asosiasi IoT Indonesia (Asioti), Teguh Prasetya menjelaskan, sejak mulai di kick off lima bulan lalu, baik secara daring maupun luring, peminat yang tertarik mengikuti acara ini terus meningkat.

    “Kegiatan ini hadir untuk menggali potensi dari anak bangsa agar terus berinovasi dan mengedepankan solusi yang bisa menecahkan masalah yang ada di sekeliling kita. Beragamnya solusi IoT yang ada, ditambah mulai berakhirnya pandemi, membuat IoT menjadi solusi andalan yang dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sehari-hari,” ujarnya.

    Teguh juga mengungkapkan harapannya, agar kegatan ini dapat makin mendukung industri IoT dalam negeri. Termasuk dengan lahirnya beragam solusi, baik dari komunitas, pegiat, sekolah, periset, usaha rintisan, hingga perusahaan yang ada di Indonesia.

    “Berbagai upaya kontribusi ini diharapkan akan makin mendukung transformasi digital yang berujung pada pemulihan ekonomi ke depan,” Teguh melanjutkan.

    Setelah pengumuman dilakukan, ASIOTI juga akan memberikan panduan unuk para pemenang untuk bisa disertifikasi. Dengan demikian, berbagai inovasi yang dilahirkan para pemenang ini, akan bisa dilakukan komersialisasi secara langsung.

    Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri, dimana diprediksikan industri IoT akan mencapai nilai 40 miliar dolar AS atau sekitar 550 trliun rupiah. Dengan jumlah perangkat mencapai 678 juta di 2025. (Icha)

  • Jakarta Intip Plat Nomor Kendaraan Gunakan Jaringan 5G XL Axiata

    Jakarta Intip Plat Nomor Kendaraan Gunakan Jaringan 5G XL Axiata

    Telko.id – Intip plat nomor kendaraan di Jakarta nantinya akan menggunakan jaringan 5G XL Axiata lho! Ini merupakan hasil kerjasama antara XL Axiata dan Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), yang merupakan anak usaha dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

    Keduanya bersepakat melakukan penelitian dan pengembangan 5G use case berbasis artificial intelligent (AI) dan internet of things (IoT). Salah satunya adalah intip plat nomor kendaraan yang melintas di wilayah Jakarta atau solusi digital untuk License Plate Recognition (LPR) atau sarana pengenal nomor kendaraan bermotor.

    Melalui kerja sama guna mendukung Jakarta sebagai Smart City ini, XL Axiata akan turut membantu program digitalisasi Pemprov DKI Jakarta di berbagai aspek yang lebih luas, antara lain transportation management, waste management, hingga smart building.

    Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) dilakukan oleh Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dan Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Araf  Anbiya di Jakarta.

    “Kerja sama dengan JIP sekaligus menjadi pembuktian bagi XL Axiata dalam hal kemampuan menghadirkan berbagai solusi digital, termasuk di jaringan 5G, untuk membantu penanganan berbagai kebutuhan pemerintah daerah, termasuk salah satunya menyangkut pengaturan kendaraan bermotor,” ungkap I Gede Darmayusa.

    I Gede Darmayusa, menambahkan, solusi digital yang dibangun oleh XL Axiata untuk LPR yang dapat intip nomor plat kendaraan ini akan lebih customize, terotomasi, real time, akurat, efektif serta efisien.

    LPR atau intip nomor plat ini akan menjadi use case pertama yang dikembangkan menggunakan artificial intelligence berbasis computer vision dalam merealisasikan program kolaborasi ini. Nantinya seiring dengan hadirnya use case sejenis, kebutuhan akan koneksi pita lebar dengan latensi rendah yang ada pada 5G menjadi sangat penting.

    LPR sendiri berfungsi untuk mengenali, mengidentifikasi, dan melacak objek, dalam hal ini plat nomor kendaraan yang bergerak dengan bantuan kamera pengintai (CCTV) di jalan. LPR ke depannya juga diharapkan mampu mengidentifikasi jenis kendaraan dan umur kendaraan.

    Dengan kemampuan mendeteksi plat nomor kendaraan yang sistematis, banyak hal yang bisa dilakukan seperti, analisa trafik, perencanaan penempatan kantong parkir, dan juga tentunya untuk penegakan kebijakan lalu lintas, yakni sistem ERP dan ganjil genap. 

    Dengan penempatan perangkat edge computing di dekat CCTV, algoritma AI dalam menterjemahkan data eksternal akan lebih cepat diproses. Namun seiring waktu, algortima di perangkat tersebut harus senantiasa menyesuaikan dengan dinamika data dari CCTV.

    Jadi untuk kebutuhan ini,  koneksi 5G yang andal dari sisi latency dan bandwidth antara edge computing dengan server pemodelan yang biasanya ditempatkan secara terpusat, menjadi jawabannya.

    Selain itu, dengan kemampuan network slicing yang ada pada teknologi 5G, perangkat edge computing dapat dimanfaatkan untuk keperluan layanan lain di luar LPR. Misalnya untuk keperluan deteksi kecepatan, muatan kendaraan, tingkat polusi udara, dan lain sebagainya.

    Araf Anbiya, mengatakan, ”PT JIP sangat menyambut baik kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mewujudkan ‘Kota Jakarta yang Cerdas’ dengan lebih efisien dan efektif. XL Axiata merupakan mitra strategis JIP dalam jangka panjang terkait penyediaan konektivitas 5G, sekaligus mewujudkan transformasi digital di Jakarta maupun di Indonesia”. 

    Araf menegaskan, “Kami yakin, sinergi dan kolaborasi dengan mitra strategis, yang pada kesempatan ini diperkuat bersama XL Axiata, JIP sebagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dapat turut mengakselerasi program digitalisasi kota yang sudah dicanangkan pemerintah, menuju Jakarta Smart City dengan memaksimalkan pelayanan publik yang lebih baik”.

    Araf menambahkan, ke depannya JIP akan terus mendorong terobosan penguatan ekosistem layanan berbasis teknologi 5G untuk di berbagai sektor, industri, korporasi, maupun institusi pemerintahan, termasuk pengembangan smart city.

    Penelitian dan pengembangan 5G use case berbasis artificial intelligent (AI) dan internet of things (IoT) merupakan salah satu langkah awal, melalui pilot project solusi digital untuk License Plate Recognition (LPR) atau sarana pengenal nomor kendaraan bermotor, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menganalisa trafik kendaraan maupun mangatur kebijakan lalu lintas di Jakarta.

    Program kerja sama dalam mendukung Jakarta sebagai Smart City ini akan dimulai pada pertengahan Oktober 2022 dan berlangsung selama dua tahun, kerja sama dapat diperpanjang menyesuaikan kebutuhan ke depan.

    Tahap pertama pelaksanaan proyek, akan dilakukan tahap uji coba lapangan (proof of concept) pada pertengahan November 2022 mendatang, dan terus dilakukan secara bertahap hingga LPR atau intip nomor plat kendaraan siap digunakan secara menyeluruh. Untuk memastikan kerja sama ini dapat berjalan, XL Axiata akan memberikan dukungan penuh melalui jaringan dan pengembangan perangkat LPR berbasis AI.

    Guna memfasilitasi penelitian dan pengembangan suatu perangkat dan sistem digital, XL Axiata memiliki laboratorium pengembangan solusi berbasis IoT dan AI  bernama “X-Camp”. Di tempat ini kebutuhan para klien sebagai pengguna akan dituangkan menjadi suatu perangkat berbasis IoT dan AI yang bisa dioperasikan sesuai dengan yang diharapkan.

    Setiap perangkat IoT dibangun di atas platform “flexIoT” milik XL Axiata. Platform ini merupakan unified full-stack platform yang dapat diintegrasikan dengan mudah dengan sistem lain dan memberikan keutuhan dalam layanan.

    Selama berdiri, Laboratorium IoT X-Camp telah menghasilkan lebih dari 40 produk IoT dan kini sedang mengembangkan 16 solusi berbasis AI yang akan memanfaatkan jaringan 5G Use Case. Solusi tersebut mencakup berbagai aspek bisnis seperti, transportation, logistic, energy, smart city, agriculture/farming, aquaculture, building, healthcare, termasuk juga solusi digital bagi kalangan UMKM.

    Melalui perangkat atau sistem yang telah digitalisasi, beragam solusi dan platform digital dari XL Axiata akan mendorong produktivitas efisiensi para pelaku usaha Indonesia. (Icha)