Kategori: IoT

  • IoT Smart Manufacturing Dukung Digitalisasi Industri Yang Lebih Terjagkau

    IoT Smart Manufacturing Dukung Digitalisasi Industri Yang Lebih Terjagkau

    Telko.id – Indosat Ooreodoo Business baru saja meluncurkan sebuah inovasi IoT (Internet of Things) terbaru yaitu “IoT Smart Manufacturing”. Sebuah layanan yang dapat meningkatkan produktivitas dengan koneksi IoT (Internet of Things) andal bagi seluruh industri bisnis manufaktur.

    Perkenalan IoT Smart Manufacturing ini dibarengi dengan acara Indosat Ooredoo Business Connex Webinar 3 yang bertajuk “Digital Manufaktur : Menjawab Tantangan dan Meningkatkan Daya Saing di Era Paska Pandemi”.

    Dalam diskusi tersebut, Ilham Akbar Habibie, Ketua Tim Pelaksana WANTIKNASdan
    Johnny Darmawan – Ketua Industri Manufaktur APINDOmenyoroti tentang peningkatan kemampuan SDM di Indonesia menghadapi Revolusi Industry 4.0. Pasalnya, menurut keduanya, teknologi gampang dibeli, yang penting adalah tenaga kerja dibalik teknologi itu sendiri. Termasuk di dalam nya juga mereka mengharapkan bahwa kurikulum di sekolah, di perguruan tinggi dapat mengikuti kebutuhan industri sehingga tidak terjadi ‘salah jurusan’.

    IoT Smart Manufacturing

    Dengan berbagai tantangan menuju revolusi industry 4.0 itu sendiri dan untuk dapat bangkit dari keterpurukan industry karena pandemic, Indosat Ooredoo Business pun menawarkan IoT Smart Manufacturing.

    Baca juga : NEXTfleet, IoT Fleet Management Indosat Hadir Di GIICOMVEC 2020

    Pasalnya, selain erat dengan Revolusi Industri 4.0, IoT (Internet of Things) juga dipercaya menjadi salah satu inovasi teknologi yang mampu meningkatkan performa bisnis, termasuk industry manufaktur.

    Terutama di masa pandemi yang masih melanda sampai saat ini, yang memaksa semua sektor industri untuk go digital sehingga membuat para pelaku bisnis memerlukan peran IoT (Internet of Things) untuk menjaga proses produksi dan distribusi agar berjalan lebih efektif dan efisien.

    Kini dengan hadirnya “IoT Smart Manufacturing”, pelanggan pada industri bisnis manufaktur dapat dengan mudah mengelola bisnis, memastikan seluruh alur produksi berjalan dengan optimal, hingga memantau kondisi aset perusahaan secara berkala. Lebih dari itu, dengan menerapkan “IoT Smart Manufacturing” sekaligus diharapkan dapat mengurangi biaya operasional agar lebih terjangkau.

    “Inovasi IoT Smart Manufacturing ditujukan untuk mendukung transformasi digital industri manufaktur, khususnya dalam mengadopsi teknologi baru sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan dan dapat bangkit lebih kuat dari pandemi ini. Kami akan terus berupaya untuk berkontribusi agar bersama-sama dapat menghadapi situasi dengan penuh keterbatasan saat ini, terlebih pada industri bisnis manufaktur agar tetap dapat maju dan memiliki pengelolaan operasional yang lebih baik,” ungkap Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena pada kesempatan yang sama.

    IoT Smart Manufacturing mampu memantau performa mesin produksi secara real-time dan akurat di berbagai industri manufaktur, industri bahan kimia, otomotif, tekstil, obat-obatan, dan lainnya dengan salah satu fitur andalan, yakni “Smart Productivity”.

    Fitur “Smart Productivity” dapat memonitor performa mesin dalam industri manufaktur yang menggunakan aplikasi (AI Dashboard), perangkat keras (hardware), design solution, installation & setup, serta managed service operational.

    Layanan ini akan memberikan manfaat bagi pelaku  bisnis manufaktur untuk dapat memprediksi jika terjadi kerusakan pada mesin, memantau  proses produksi dan kualitas output mesin, hingga dapat menemukan kegagalan produksi dari sebuah mesin.

    Selain itu, Indosat Ooredoo Business juga akan segera memperkenalkan fitur andalan lainnya dari IoT Smart Manufacturing” yang dapat mendukung pemeliharaan dan manajemen aset yang memanfaatkan perangkat seluler dan non selular (BLE, ZigBee, dll) serta web-based platform yang nantinya akan semakin melengkapi inovasi IoT (Internet of Things) terbaru untuk industri bisnis manufaktur.

    Manfaatkan inovasi teknologi IoT Smart Manufacturing untuk kemudahan dalam mengelola bisnis dari mana saja dan dalam kondisi apa pun untuk menyambut Revolusi 4.0 di era digitalisasi. (Icha)

  • Tingkatkan Kualitas Kopi Kini Bisa Pakai Solusi IoT Lho!

    Tingkatkan Kualitas Kopi Kini Bisa Pakai Solusi IoT Lho!

     

    Telko.id – Solusi IoT atau internet of things memang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Salah satu yang dikembangkan oleh XL Axiata adalah di bidang agrikultur untuk meningkatkan kualitas kopi pasca panen.

    Solusi IoT itu diberi nama “Smart Coffee Monitoring” yang dibuat untuk menginisiasi pengukuran dan praktek yang lebih bisa diandalkan dalam proses pasca panen kopi berupa data-data variabel yang berpengaruh dalam proses tersebut.

    Hasilnya, selain mampu meningkatkan kualitas produk kopi, solusi ini juga memberikan manfaat efisiensi karena dalam prakteknya tidak membutuhkan sumber daya tambahan.

    “Sering terjadi inkonsistensi pada cita rasa kopi yang tidak dapat dijelaskan secara pasti oleh petani atau produsen, meski mereka merasa proses produksi yang dilakukan sama saja. Ternyata setelah ditelusuri, petani tidak memiliki dasar atau suatu acuan pasti dalam melakukan setiap proses produksinya, sehingga wajar apabila produk yang dihasilkan memiliki variasi yang lebar,” ungkap Feby Sallyanto, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata.

    Baca juga : Teknologi XL Smart Poultry Terbukti Mampu Tingkatkan Produksi Unggas

    Untuk itu, solusi IoT ini akan berfungsi memonitor sejumlah variabel yang berpengaruh terhadap kualitas kopi dari produk akhir terutama pada proses fermentasi dan proses pengeringan. Menurut berbagai penelitian, kedua proses tersebut berpengaruh besar terhadap kualitas akhir dari biji kopi yang dihasilkan.

    Feby melanjutkan, variabel yang dimonitor pada proses fermentasi adalah variabel kualitas air dari gabah kopi basah yang difermentasi. Pada proses pengeringan, alat ini memonitor variabel kualitas udara di dalam drying house atau tempat pengeringan kopi. Seluruh data direkam untuk dijadikan acuan bagi produksi selanjutnya ketika sudah terbukti bahwa proses tersebut menghasilkan kualitas yang optimal.

    Selain itu solusi ini memungkinkan pengguna dapat mengatur batas atas dan batas bawah di setiap variabel lalu memberikan peringatan jika kondisi lingkungan melewati batas tersebut supaya biji kopi tidak over-processed atau under-processed, terlebih jika terdapat perubahan kondisi iklim dan cuaca. Pengguna pun bisa memonitor data-data tersebut kapan saja dan di mana saja melalui perangkat selulernya.

    Solusi IoT

    Diimplementasikan sejak Desember 2019 di sejumlah petani produsen kopi di Takengon, Aceh Tengah, solusi IoT ini terbukti mampu memberikan hasil berupa konsistensi dan peningkatan kualitas kopi yang selanjutnya berdampak pada meningkatnya harga jual biji kopi.

    Hal itu tidak terlepas dari kemampuan produsen yang dapat menjelaskan kepada pembeli bahwa produk yang dihasilkan sudah melalui proses-proses dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga daya tawar dari produsen bisa lebih tinggi.

    Manfaat lain dari produk ini adalah dapat memetakan dan memperbaiki best practice dari proses produksi kopi di mana setiap daerah akan berbeda satu sama lain. Selain ini, produk ini dapat membedakan juga kualitas raw material dalam hal ini buah ceri (buah kopi yang masih ada kulitnya) yang masuk dalam suatu proses, apakah masih segar atau sudah mengalami degradasi kualitas.

    Dalam konteks riset, produk ini dapat menyediakan data-data dari proses produksi kopi secara unik. Lebih lanjut data tersebut dapat dipakai untuk melakukan penelitian lanjutan dalam berbagai bidang keilmuan pada proses produksi kopi.

    “Smart coffee monitoring ini dapat digunakan oleh pemroses atau produsen kopi sekelas UMKM sampai perusahaan dalam skala industri besar. Solusi ini juga bisa diterapkan di daerah-daerah penghasil kopi yang banyak di antaranya berlokasi jauh di area pelosok,” lanjut Feby.

    Bahkan di area yang keberadaan sinyal seluler kurang bagus, juga masih bisa diterapkan. Seperti di Takengon, karena ada problem ketersediaan sinyal yang kadang hilang, maka kami membuat skema di mana data yang diambil dapat dikumpulkan dahulu dalam suatu device tersendiri.

    Menariknya, solusi ini akan tetap dapat mengumpulkan data walaupun ketika sinyal hilang dan tetap akan dikirim ke cloud ketika sinyal sudah muncul kembali.(Icha)

     

  • 10 Kapal dan Aplikasi Fish-On Diberikan Pada Nelayan Pandeglang

    10 Kapal dan Aplikasi Fish-On Diberikan Pada Nelayan Pandeglang

    Telko.id – 10 Kapal dan Aplikasi Fish-OnDiberikan pada nelayan pandeglang. Bantuan tersebut merupakan program bersama antara Telkomsel dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).

    Pemberian bantuan yang menjadi bagian dari inisiatif corporate social responsibility (CSR) Telkomsel tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat pasca bencana tsunami Pandeglang, di mana masyarakat sekitar banyak yang bergantung pada aktivitas penangkapan ikan. 

    Penyaluran bantuan ini disertai juga edukasi dan sosialisasi aplikasi digital e-LogBook Penangkapan Ikan dari KKP dan Aplikasi Fish-On kepada para nelayan agar mereka dapat terdigitalisasi menjadi nelayan digital, dan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi, sehingga memudahkan dalam menangkap ikan.

    Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, Telkomsel berkomitmen untuk terus bergerak maju dalam menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat Indonesia melalui kegiatan CSR yang berkelanjutan dan seusai dengan kebutuhan masyarakat.

    “Telkomsel percaya bahwa perubahan nyata yang kami hadirkan akan semakin memiliki dampak besar dengan melakukan upaya kolaboratif bersama para pemangku kepentingan lainnya. Maka dari itu, melalui Kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kami juga berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat maksimal untuk membantu para nelayan di wilayah Pandeglang untuk membangkitkan perekonomian setempat, terutama pasca pembangunan kembali wilayah Pandeglang setelah bencana tsunami beberapa waktu lalu dan menghadapi masa sulit seperti saat ini,” tambah Setyanto.

    Bantuan 10 kapal yang diberikan Telkomsel dan diarahkan oleh KKP RI ini, diserahkan secara langsung kepada para nelayan yang berada di wilayah Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. 

    Telkomsel bersama KKP RI juga akan memastikan seluruh bantuan diberikan secara tepat sasaran ke penerima bantuan yang membutuhkan dan memberikan manfaat berkelanjutan dalam jangka waktu panjang. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan kegiatan ini.

    Kabupaten Pandeglang sendiri juga dikenal sebagai wilayah dengan potensi kawasan laut yang luas, khususnya Kecamatan Sumur yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah utara, selatan, dan barat. 

    Oleh karena itu, penyaluran bantuan 10 kapal dan Aplikasi Fish-On dari Telkomsel dan KKP RI diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian lokal melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, ketersediaan kapal penangkap ikan juga dapat dimaksimalkan untuk upaya dalam memastikan menjaga produktivitas para nelayan di tengah situasi penuh tantangan yang dialami bangsa Indonesia terkait dengan pandemi COVID-19.

    Terkait jaringan Telkomsel di wilayah Pandeglang sendiri telah didukung oleh lebih dari 600 BTS yang tersebar hingga wilayah Ujung Kulon. Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaiknya di wilayah ini, sehingga masyarakat secara rata mendapatkan akses komunikasi yang layak.

    “Inisiatif kami untuk para nelayan di Kabupaten Pandeglang merupakan bagian dari perwujudan pilar filantropi di dalam program CSR berkelanjutan yang konsisten kami hadirkan. Selain filantropi, pilar CSR Telkomsel juga meliputi pendidikan, masyarakat, digital, dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, Telkomsel akan terus bergerak maju menciptakan dampak sosial positif melalui implementasi teknologi terdepan di setiap kegiatan operasional perusahaan untuk kemanfaatan masyarakat luas, termasuk di pulau terdepan, terdalam, hingga wilayah perbatasan,” tutup Setyanto. (Icha)

  • Peran Penting IoT Dalam Bangkitnya Perekonomian Indonesia

    Peran Penting IoT Dalam Bangkitnya Perekonomian Indonesia

    Telko.id – Peran penting IoT dalam bangkitnya perekonomian Indonesia akibat terdampak pandemic covid-19. Bagaimana tidak, banyak masyarakat yang kini menjaga jarak dan tidak berpergian untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Membuat banyak perusahaan pun yang mencoba masuk atau tranformasi ke digital sebagai salah satu solusi. Hal ini terungkap dalam webinar yang diselenggarakan oleh Smartfren Business.

    Webinar ini merupakan kali ke dua yang diadakan oleh Smartfren Business. Kali ini mengusung topik “Opportunities & Role of Advanced Technology in New Normal : How to Sustain & Accelerate Business Growth Utilizing Internet of Things (IoT)” pada tanggal 23 Juli 2020 lalu, via Zoom.

    Webinar ini menampilkan pembicara Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya yang memaparkan mengenai peran penting IoT sebagai medium peningkatan bisnis. Selain itu hadir juga CEO Smartfren Business Ranga Kalyanasundaram dan Head of IoT Solutions Smartfren Business Hendra Sumiarsa.

    CEO Smartfren Business Ranga Kalyanasundaram memperkenalkan layanan dan solusi IoT yang tepat untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis, dan Head of IoT Solutions Smartfren Business Hendra Sumiarsa yang berbagi pengetahuan mengenai solusi IoT yang harus diinvestasikan untuk bisnis.

    “Teknologi dapat digunakan untuk membantu kita bertahan dan unggul di era Kebiasaan Baru di Indonesia. Melalui koneksi internet 4G dari Smartfren dan perangkat-perangkat IoT, perusahaan bisa menerapkan otomasi pada berbagai aspek operasional,” ujar Rangga.

    Perangkat tersebut termasuk alat untuk memantau armada, memantau kapasitas penyimpanan, hingga sekadar mengelola pencahayaan di bangunan kantor dan jalan. Otomasi menggunakan IoT tersebut diklaim Rangga mampu menjadikan kinerja lebih efisien dan unggul.

    Smartfren Business menawarkan produk mencakup kebutuhan IoT untuk smart transport dan logistik, peralatan air cerdas, lampu jalan cerdas, dan platform manajemen konektivitas. Hendra juga dalam menjelaskan cara perusahaan telekomunikasi memainkan peranan dalam mendukung implementasi solusi IoT.

    Smartfren Business memungkinkan penyediaan layanan konektivitas terkendali vital untuk digunakan pada semua solusi IoT. Lini bisnis lain Smartfren ini menilai IoT relevan dengan adaptasi kebiasaan baru yaitu less contact economydigital enabled business dan health protocol.

    Baca juga : Smartfren Business dan HPE Kerjasama Bantu Digitalisasi Perusahaan

    Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, industri 4.0 dinilai dimungkinkan oleh beberapa teknologi sekaligus, dari lapis platform, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).

    Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya dalam pemaparannya mengatakan peran penting IoT  dalam membantu bertahan dan bangkitnya industri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

    Peran penting IoT ini akan membantu kualitas digitalisasi perusahaan, sehingga berdampak pada produktivitas. Implementasi IoT diprediksi dapat mempengaruhi berbagai sektor kunci dalam industri di Indonesia.

    Efeknya diperkirakan dapat mendorong produktivitas manufaktur, retail, transportasi, pertambangan, pertanian, telekomunikasi dan kesehatan hingga mencapai nilai USD120 miliar pada 2025.

    “Saat ini kita melihat ada 175 juta rakyat yang siap untuk digitalisasi dan tranformasi ke arah yang lebih baik,” tutur Teguh. Ia menambahkan, untuk menjadi negara yang berdampingan dengan perangkat IoT, ada beberapa unsur yang harus saling bekerjasama.

    1. Pemerintah 

    Lini pertama yang harus menjadi garda terdepan adalah Pemerintah Indonesia. Pasalnya pemerintah bertugas untuk penyedia regulasi yang ada. Selain itu, tugas yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur yang mempuni. Indonesia sampai saat ini diketahui masih dalam tahap pengembangan koneksi 4G yang lebih baik. Namun tidak menutup kemungkinan kalau dalam waktu dekat akan segera mempersiapkan 5G bagi seluruh masyarakat.

    1. Sektor Privat

    Pada lini ini, keberadaan produsen dan provider menjadi kunci untuk ketersediaan produk IoT. Provider dirasa memiliki kewajiban untuk ketersediaan jaringan dengan bandwith yang lebih baik dan merata. Seperti yang kita tahu, produk-produk IoT memerlukan konektivitas yang stabil untuk bisa beroperasi. Sedangkan, merek-merek dagang perangkat IoT harus menyediakan barang yang berkualitas untuk pengguna.

     Publik

    Selanjutnya adalah publik yang berfungsi sebagai pengguna perangkat IoT. Lebih dari itu, publik juga bisa membuat komunitas sebagai bentuk organisasi yang bisa menghubungkan antara pengguna dengan produsen. Dengan begitu, kekurangan-kekurangan yang terjadi pada sebuah produk IoT dapat diminimalisir di kemudian hari.

    1. Akademisi

    Meski sama-sama berada di level pengguna, namun akademisi diharapkan bisa memiliki peran lebih dibandingkan pemakai IoT biasa. Akademisi yang berkompeten pada IoT diharapkan bisa menjadi edukator pada kahalayak awam agar tidak terjadi kesalahan konsep produk.

    1. Media

    Faktor terakhir yang bisa mempercepat IoT di Indonesia adalah media. Teguh menyatakan bahwa media hadir sebagai penyalur antara hasil pemikiran yang ada di masyarakat kepada pemerintah sebagai regulator. Seperti halnya sekarang, dimana marak terjadi pencurian data pribadi. Pemerintah diharapkan agar lebih cepat melakukan pengesahan RUU Pencurian Data Pribadi (PDP).

     

     

  • Ini Dia Strategi AIoT realme Untuk Pasar Indonesia

    Ini Dia Strategi AIoT realme Untuk Pasar Indonesia

    Telko.id – Teknologi Artificial Intelligence of  Things atau dikenal dengan AIoT sudah semakin banyak beredar di pasaran. Realme adalah salah satu pemainnya. Lalu, seperti apa strategi AIoT realme pada semester dua tahun 2020 ini?

    Dalam gelaran Tech Trend Talk pada 17 Juli 2020 secara virtual, realme mengungkapkan strategi ke depan terkait teknologi AIoT ini. Untuk menggapai tujuan menjadi merek AIoT dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia serta merek AIoT Favoritnya Anak Muda, realme berencana membawa lebih banyak produk AIoT ke Indonesia.

    Marketing Director Realme Indonesia, Palson Yi, pun membeberkan jawabannya. Palson mengungkap bahwa strategi AIoT realme ke depan ini disebut dengan “1+4+N”. Apa itu?

    Strategi AIoT realme

    strategi AIoT realme tersebut, menurut Palson akan membantu realme untuk menambahkan portofolio pada produk smartphone dan AloT. Strategi ini memiliki tiga landasan. Pertama adalah 1 Core. Di mana, smartphone akan selalu menjadi inti dari pada portofolio produk yang akan menjadi poin utama dari ekosistem AIoT realme. Jadi, semua produk AloT akan tekoneksi dan diatur dalam realme smartphone. Ditambah dengan aplikasi realme Link, smartphone realme akan menjadi perangkat premium dengan kemudahannya mengatur berbagai produk AIoT.

    Baca juga : Realme Watch, Ini Smartwacth Pertama dari realme

    Kedua adalah 4 Smart Hubs. Ide ini dimunculkan untuk membantu konsumen dalam mengatur dan mengkontrol lebih banyak lagi produk AloT secara bersamaan melalui smartphone. Karena itu, sektor ini telah dibagi menjadi 4 kategori – Smart TV, Smart Earphone, Smart Watch, dan Smart Speaker. realme telah memperkenalkan realme Buds Air, realme Buds Air Neo, realme Buds Q, realme Band dan realme Watch di Indonesia.

    Nantinya, realme akan memperkenalkan produk-produk lain yang tidak kalah luar biasa dalam kategori Smart Speaker, bersama dengan jam tangan pintar yang lebih stylish, TV dengan teknologi tinggi dan ponsel yang lebih pintar. Seperti smartphone, AIoT realme menawarkan banyak portofolio di berbagai segmentasi, mulai dari entry-level hingga flagship level.

    Ketiga adalah Produk N AIoT. ‘N’ disini merepresentasikan komitmen realme untuk memberikan banyak produk baru di sektor AIoT dan lifestyle untuk penggemar realme, termasuk berbagai aksesoris mulai dari charger dalam mobil, tas punggung dengan kapasitas besar yang stylish.

    Pada tahun 2020 ini, realme cukup produktif di pasar Indonesia dengan meluncurkan tujuh smartphone sepanjang semester I tahun 2020 yang disesuaikan dengan kebutuhan anak muda di Indonesia. Mulai dari segmen entry-level hingga flagship level, realme berfokus untuk membawa trendsetting technology dan trendsetting design dengan harga terbaik di seluruh segmennya.

    realme bahkan membuat kejutan dengan meluncurkan realme Narzo, seri terbaru realme yang menargetkan pasar anak muda khususnya Generasi Z yang berfokus pada kebutuhan gaming dan hiburan.

    Tidak hanya itu, pada tahun ini juga, realme juga ingin membangun ekosistem produk AIoT-nya secara cepat dan berkesinambungan. Hingga saat ini, realme telah meluncurkan 5 perangkat AIoT berupa perangkat smart audio dan perangkat smart wearable di Indonesia.

    Kedua kategori produk AIoT realme tersebut dengan cepat disukai oleh pengguna gadget di Indonesia. Contohnya realme Band, secara cepat menjadi produk AIoT dengan Penjualan Terbaik di Shopee melalui flash sale setelah diluncurkan. dan realme Band juga menjadi penjualan Smart Wearable AIoT Brand No. 2 di Shopee. (Icha)

  • Teknologi Wireless Banyak Keunggulannya, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

    Teknologi Wireless Banyak Keunggulannya, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

    Telko.id – Teknologi wireless terus berkembang menghadirkan inovasi-inovasi baru yang siap memberikan berbagai kemudahan untuk para pengguna. Jika pada tahun-tahun sebelumnya teknologi ini hanya dikenal melalui beberapa perangkat saja, seperti wireless microphone dan mouse, kini hadir dalam lebih banyak perangkat seperti smart TV, vacuum cleaner, speaker, hingga smartphone charger.

    Xiaomi, perusahaan teknologi dengan berbagai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT), percaya bahwa ke depannya teknologi ini akan semakin menjadi andalan para pengguna untuk memiliki gaya hidup yang cerdas dan efisien. Berikut empat keunggulan teknologi wireless, versi Xiaomi, yang membuatnya lebih menarik untuk menjadi pilihan pengguna.

    Baca juga : Bisnis IoT dan AI, Kecil Tapi Pasti besar Dikemudian Hari

    Tingkatkan Produktivitas

    Pemanfaatan teknologi ini pada perangkat teknologi mendukung pengguna untuk dapat lebih produktif dalam beraktivitas, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di kesehariannya. Dengan menggunakan smart TV dansmartphone yang mendukung screen mirroring misalnya, pengguna dapat melakukan meeting dengan produktif. Untuk pengguna yang sering bepergian, teknologi wireless seperti speaker dan earphone juga akan mendukung kebutuhan komunikasi dan hiburan dengan efisien di mana saja.

    Hadirkan Ekosistem Yang Nyaman 


    Kombinasi teknologi wireless dan IoT merupakan dua teknologi yang menarik untuk menciptakan ekosistem yang nyaman, khususnya di dalam rumah. Pengguna dapat mengoperasikan smart home appliances berbasis IoT dan wireless seperti robot vacuum melalui smartphone mereka tanpa beranjak dari sofa.

    Tingkatkan Fungsi dan estetika Ruang 


    Bagi pengguna yang memiliki keterbatasan ruang atau menyukai gaya hidup modern dan minimalis, wireless dapat menjadi pilihan untuk memaksimalkan fungsi ruang serta estetikanya. Pengguna tak perlu lagi memiliki banyak konektor listrik dan kabel berlintangan di dalam rumah. 
Selain itu, penempatan perangkat pun dapat semakin disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya meletakkan wireless speaker untuk pojok baca favorit meskipun jauh dari konektor listrik.

    Berikan Kesan Trendy


    Saat ini teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup. Bahkan tak jarang teknologi justru mendukung penampilan pengguna dalam kesehariannya. Teknologi ini pun akan memberikan kesan trendy pada pengguna karena desainnya yang efisien tanpa kabel. Contohnya saat mendengarkan musik sambil berolahraga dengan wireless earphone atau mengisi daya smartphone menggunakan wireless charger.

    Untuk memperingati 10 tahun berinovasi secara global, Xiaomi belum lama ini meluncurkan tiga produk wireless terbaru untuk konsumen Indonesia, yaitu Mi True Wireless Earphones 2, 10000mAh Mi Wireless Power Bank Essential, dan Mi Robot Vacuum-Mop. Selain itu, Xiaomi juga meluncurkan flagship Smartphone Mi 10 yang mendukung pengisian daya ulang tanpa kabel hingga 30W hanya dalam 65 menit untuk mengisi penuh baterai.

    Melalui berbagai teknologi tersebut, Xiaomi berharap lebih banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan gaya hidup cerdas. “Kami percaya teknologi wirelessakan semakin menjadi tren di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Dan Xiaomi akan terus mendukung terciptanya ekosistem wireless melalui berbagai perangkat yang inovatif dan dengan harga sebenarnya,” ujar Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse. (Icha)

     

  • Xiaomi Yakni Corona Cepat Berlalu Dengan Luncurkan 3 Produk

    Xiaomi Yakni Corona Cepat Berlalu Dengan Luncurkan 3 Produk

    Telko.id – Ditengah pandemic Corona di dunia maupun di Indonesia, Xiaomi tetap yakin bahwa bisnis harus tetap berjalan. Tak heran, brand ini pun optimis dengan mengeluarkan tiga produk terbaru nya yakni Mi TV 4, Mi Air Purifier 2H, dan Redmi 8A Pro.

    Xiaomi percaya ketiga produk tersebut akan menjawab kebutuhan pengguna di Indonesia. Dari sisi smart TV misalnya, hasil survei Nielsen Media (Indonesia)yang dirilis pada Maret 2020, menunjukkan adanya peningkatan akses internet melalui smart TVsebanyak 17% pada 2019 dari hanya 7% pada 2017. Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia semakin familiar dengan kegunaan dan keunggulan smart TV.

    “Peluncuran ketiga produk ini memperkuat komitmen Xiaomi untuk menjadi brand gaya hidup yang akan terus menghadirkan perangkat cerdas dan IoT, seperti smartphone dan smart home appliances, untuk mendukung kebutuhan pengguna di Indonesia. Ketiga produk ini memiliki keunggulan di kelasnya masing-masing yang membuatnya menjadi pilihan jelas bagi siapa pun yang ingin menikmati gaya hidup cerdas melalui teknologi inovatif dengan harga sebenarnya,” jelas Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse.

    Baca juga : Samsung Hati-hati! Huawei, Xiaomi, Oppo, Vivo Buat Platform Bersama

    Mi TV 4 55” dan 43”

    Mi TV 4 55” memiliki kualitas gambar 4K UHD yang menampilkan 1,07 miliar warna super cerah dan kaya dengan detail yang jelas. Dilengkapi dengan pengaturan 2 speaker10W dengan sistem refleksi yang mendukung kualitas suara DTS-HD dan Dolby, seri lanjutan dari Mi TV 4A ini menawarkan pengalaman sinematik yang benar-benar mengagumkan. Hadir dengan warna hitam dan penutup belakang logam, Mi TV 4 55” menawarkan desain minimalis yang elegan.

    Meskipun memiliki layar besar, Mi TV 4 55” akan menyatu sempurna dengan dekorasi ruangan, karena ukuran bezel(frame luar) yang begitu tipis, yaitu 11 mm.

    Keistimewaan lainnya dari TV cerdas ini ada pada antarmuka PatchWall 3.0 milik Xiaomi yang dirancang khusus untuk Indonesia. PatchWall 3.0 menyatukan beragam mitra penyedia konten seperti Netflix, Hooq, Vidio, CATCHPLAY+, dan IFlix, menghasilkan lebih dari 700.000 jam tayangan untuk hiburan yang tak terbatas. Pencarian universal PatchWall membuatnya mudah untuk menemukan konten, bersama dengan rekomendasi yang dipersonalisasi dan kategorisasi cerdas.

    Didukung oleh Android TV TM, pengguna juga dapat mengunduh aplikasi dari Google Play Store, menonton video dari YouTube serta memanfaatkan keseluruhan fitur seperti Chromecast yang ada di dalamnya dan Google Voice Search. Mi TV 4 55” juga dilengkapi dengan Smart Control Mi Remote yang menambah kesan minimalis dengan hanya 14 tombol. Mi Remote cocok untuk semua perangkat HDMI yang mendukung CEC (Consumers Electronic Controls), dan dilengkapi dengan Voice Control.

    Penambahan 3 portHDMI (termasuk 1 port ARC), 2 portUSB (2.0) dan portEthernet, juga opsi nirkabel termasuk Wi-Fi, Bluetooth 4.2 untuk menghubungkanspeakernirkabel, headphone, atau perangkat lain seperti pengontrol game, mouse, dan keyboard, membuat seri ini menjadi pilihan yang jelas untuk mendukung kebutuhan hiburan, bahkan aktivitas bisnis seperti presentasi dan virtual meeting.

    Mengusung High Speed Amlogic Quad Core 64 bit Processor dan ruang penyimpanan 8GB eMMC dengan 2GB RAM DDR, membuat Mi TV 4 55” tak hanya tangguh, tetapi juga menawarkan pengoperasian yang cepat dan lancar.

    Mi TV 4 juga hadir dengan pilihan layar 43” lengkap dengan keunggulan yang ada pada Mi TV 4 55”, dengan perbedaan pada pengaturan speaker ganda 8W dengan sistem refleksi yang mendukung kualitas suara DTS-HD dan kapasitas 1GB RAM untuk ruang penyimpanan 8GB eMMC.

    Mi Air Purifier 2H

    Kesehatan kian menjadi elemen penting bagi kehidupan saat ini, terutama karena tingginya kadar polusi di kota besar, seperti Jakarta, yang sempat menjadi kota dengan polusi udara terburuk di Asia Tenggara menurut data 2019 World Air Quality yang diterbitkan IQAir AirVisual.

    Untuk mendukung kebutuhan akan kualitas udara yang lebih baik, Xiaomi menghadirkan Mi Air Purifier 2H. Perangkat ini merupakan pembersih udara yang cerdas dengan performa tinggi untuk menyaring udara kotor di dalam ruangan dan menciptakan kualitas udara yang baik bagi kesehatan.

    Mi Air Purifier 2H memiliki desain minimalis dan elegan dilengkapi True HEPA filter yang dapat mengeliminasi 99.97% partikel halus berukuran 0,3 mikron, termasuk PM2.5 (partikel yang sangat kecil, berukuran hanya 3 persen dari diameter rambut manusia), asap, debu rumah tangga, bulu hewan peliharaan, jamur, serbuk dan partikel berbahaya lainnya.

    Mi Air Purifier 2H memiliki peningkatan CADR (Clean Air Delivery Rate) lebih dari 260 m3 udara bersih per jam, untuk ruangan dengan luas hingga 31 m2. Perangkat ini cocok digunakan di ruang manapun, termasuk kamar tidur, karena memiliki fitur nightmode yang menghasilkan suara sangat pelan sehingga tidak mengganggu kenyamanan tidur.

    Mode otomatis pada Mi Air Purifier 2H berfungsi secara cerdas, yaitu mampu menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis berdasarkan kualitas udara secara real time, dengan dilengkapi sensor suhu dan kelembapan.

    Para pengguna juga akan mendapatkan kemudahan dan kenyaman pengaturan jarak jauh dengan menggunakan smart assistanceyang terkoneksi dengan Mi Air Purifier 2H melalui aplikasi Mi Home yang juga mendukung Google Assistant dan Alexa. Hal ini memungkinkan pengguna langsung merasakan kualitas udara segar ketika memasuki ruangan, karena telah mengaktifkan Mi Air Purifier 2H lebih dahulu sejak dalam perjalanan.

    Redmi 8A Pro

    Xiaomi kembali menambah jajaran smartphoneinovatif untuk seri terlaris Redmi 8 dengan meluncurkan Redmi 8A Pro. Smartphoneini hadir dengan banyak fitur terbaik seperti baterai berkapasitas terbesar di kelasnya, dengan 5000mAh, didukung USB Type-C yang mengakomodir Quick Charge™ 3.0 dengan 18W charger.

    Bagian layar memiliki 6.22” HD+ yang dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 5, dan memiliki 2+1 slot kartu yang memungkinkan untuk menggunakan kartu memori tambahan hingga 512GB.

    Redmi 8A Pro juga memiliki keistimewaan pada fitur kamera dengan menjadi perangkat pertama di jajaran Redmi A Series yang memiliki dua kamera belakang, yaitu sensor utama 13MP dan depth-sensor 2MP yang bekerja bersama untuk menghasilkan foto portraityang memukau. Kedua kamera belakang tersebut didukung dengan fitur AI Scene Detection dan AI Portrait dari Xiaomi.

    Baca juga

    Sementara itu, untuk kamera depan, Redmi 8A Pro dibekali kamera 8MP yang memfasilitasi kebutuhan pengguna dengan teknologi AI Beautify, AI Portrait Selfie, AI Face Unlock, Palm Shutter serta HDR.

    Dapur pacu Redmi 8A Pro ditenagai oleh chipset octa-core Qualcomm® Snapdragon™ 439 yang memiliki keunggulan pada efisiensi daya dan kinerja multitasking yang lebih baik. Dari segi tampilan, Redmi 8A Pro juga tampil memukau dengan tiga pilihan warna yaitu Midnight Grey, Sky White, dan Sea Blue.

    Tak ketinggalan, Redmi 8A Pro memiliki desain dengan ukiran X-line pada coverbelakang dengan sentuhan matte, serta lengkungan 3D untuk memberikan kenyamanan pada saat digenggam. Dengan komitmen garansi suku cadang selama 24 bulan dan sederet keunggulan tersebut, membuat Redmi 8A Pro menjadi pilihan jelas untuk segmen entry-level smartphone.

    Harga dan ketersediaan 

    Xiaomi menawarkan Mi TV 4 55” mulai dari  Rp4,799,000,- dan Mi TV 4 43” dengan harga Rp.3,299,000,-. Untuk Mi Air Purifier 2H dijual dengan harga terjangkau mulai dari, Rp1,799,000,- mendukung semua kalangan masyarakat Indonesia yang mengadopsi gaya hidup sehat.

    Bekerja sama dengan Smartfren, Redmi 8A Pro yang dibanderol mulai dari Rp1,549,000 akan mendapatkan bonus kuota sebesar 41GB/bulan untuk setiap pembeliannya. Berikut harga, tanggal dan channel ketersediaan masing-masing produk:

     

    Tipe Pre Order First Sale Harga Perkenalan Harga offline
    Mi TV 4 55” Online:

    9 – 11 April 2020

    (00:00 WIB)

    Mi.com & Lazada

    Online:

    17 April 2020

    (10:00 WIB)

    Mi.com & Lazada

     

    Offline:

    17 April 2020

    Authorized Mi Store

    Rp4,799,000 Rp4,999,000
    Mi TV 4 43” Online:

    9 – 11 April 2020

    (00:00 WIB)

    Mi.com & Shopee

    Online:

    14 April 2020

    (10:00 WIB)

    Mi.com & Shopee

     

    Offline:

    14 April 2020

    Authorized Mi Store

    Rp3,299,000 Rp3,499,000
    Mi Air Purifier 2H Online:

    8 April 2020 (10.00 WIB)

    Mi.com & JD.id

     

    Offline:

    7 April 2020

    Authorized Mi Store

    Rp1,799,000 Rp1,999,000
    Redmi 8A Pro

    2 GB/32 GB

    Online:

    7 April 2020

    (10.00 WIB)

    Mi.com Lazada Akulaku

     

    Offline:

    14 April 2020

    Authorized Mi Store dan Erafone

    Rp1,549,000 Rp1,599,000
    Redmi 8A Pro

    3 GB/32 GB

    Online:

    7 April 2020

    (10.00 WIB)

    Mi.com, Lazada & Akulaku

     

    Offline:

    14 April 2020

    Authorized Mi Store dan Erafone

    Rp1,649,000 Rp1,699,000

    Disamping itu, kami juga akan menyelenggarakan Mi Fan Festival pada 7-9 April 2020. Miliki kesempatan mendapatkan berbagai produk Xiaomi dengan penawaran, kupon, dan promo menarik lainnya dalam rangka merayakan ulang tahun Xiaomi yang ke-10. (Icha)

     

     

     

     

  • Arti Internet of Things dan Artificial Intelligent di Mata Oppo

    Arti Internet of Things dan Artificial Intelligent di Mata Oppo

    Telko.id – Terkait teknologi Internet of Thing (IoT) dan Artificial Intelligent (AI), Oppo tak mau kalah dengan yang lain. Di mata Oppo yang merupakan produsen smartphone itu merasa sudah saatnya bertransformasi menjadi perusahaan teknologi. Itu sebabnya, teknologi AI dan IoT disentuhnya sudah sejak 2017 lalu. Pasalnya, brand ini melihat pangsa produk dengan teknologi IoT dan AI ini sangat besar di dunia dan tentu saja di Indonesia.

    Berdasarkan data Oppo, pangsa pasar AI yang besar tersebut juga terlihat dari perangkat kamera AI dengan kisaran harga Rp3 juta atau Rp5 jutaan yang dikeluarkan oleh brand ini mampu mengkontribusi 20 persen dari penjualan semua perangkat.

    Baca juga : Bisnis IoT dan AI, Kecil Tapi Pasti besar Dikemudian Hari

    “Fokus teknologi kami ada 3, yakni AI, IoT dan 5G. Untuk itu kami telah mempersiapkan invetasi sampai USD1,43 miliar yang sudah dimulai sejak 2018. Kalau urusan AI, Oppo sudah memiliki nama karena sejak 2017 kami selalu mengeluarkan smartphone dengan kamera berbasis AI. Mulai dari Oppo F5,” ujar Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia dalam sebuah diskusi di Jakarta (10/03/20).

    Sedangkan untuk urusan AI dan IoT, Oppo sudah meluncurkan Breeno, walaupun baru untuk pasar China pada 2018 lalu. Breeno merupakan AI Virtual Assistant besutan Oppo. Selain itu, Oppo juga punya Connection Center Oppo 5G CPE Omni. Ekosistem IoT Oppo yang mulai dipublikasikan pada 2019 lalu telah meliputi beberapa perangkat seperti AR Glass, Oppo Watch, Router 5G dan True Wireless Stereo (TWS).

    IoT Oppo

    “IoT itu kita lihat dari kesiapan keseluruhan, kita gak bisa memaksakan untuk memasarkan produk-produk IoT dari awal ke konsumen, karena masih perlu edukasi ke konsumen apa itu perangkat-perangkat IoT dan bagaimana kita akan memanfaatkan perangkat itu, apakah perangkat itu  nantinya akan berguna untuk mereka atau tidak, kita masih melihat market,” terang Aryo.

    Lebih lanjut, untuk melihat respon market IoT, Aryo mengungkap bakal merilis dua produk IoT di Indonesia, yaitu Enco Free dan Enco Q1.

    “Jadi, kita akan masuknya lewat itu (Enco Free dan Enco Q1) dulu sebelum nanti mulai masuk ke semuanya, entah itu masuk ke 5G Router-nya, AR Glass-nya, yang jelas kita akan lihat repon pasarnya lebih dulu terhadap IoT ini,” tutup nya. (Icha)

  • Bisnis IoT dan AI, Kecil Tapi Pasti besar Dikemudian Hari

    Bisnis IoT dan AI, Kecil Tapi Pasti besar Dikemudian Hari

    Telko.id – Banyak masyarakat yang masih binging tentang Internet Of Things atau IoT dan Artificial Intelligent atau AI. Pasalnya saat ini memang masih belum terasa karena belum banyak berhubungan langsung. Namun, industry sudah banyak yang mempersiapkan diri karena diproyeksikan bisnis IoT dan AI ini pasti akan besar dikemudian hari.

    Hal ini terungkap pada diskusi dalam acara talkshow Tren IoT dan AI yang diadakan Forum Wartawan Teknologi Indonesia (FORWAT ID) di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

    Seperti yang diungkapkan oleh Arief Teguh Hermawan, General Manager Fleet Management Telkomsel. Operator ini diakui oleh Arif baru memulai segmen bisnis Internet of Things (IoT) pada tiga tahun silam. Namun bisnis IoT ini akan menjadi salah satu punggawa diversifikasi revenue perusahaan dalam beberapa waktu mendatang.

    Baca juga : Kini Supir Tanki Pertamina Ngantuk pun Akan Terdeteksi IoT Telkomsel

    “Saat ini revenue kita masih berkisar di US$ 30 juta. Masih sangat kecil ketimbang revenue kita dari legacy business. Namun potensinya besar sekali,” ungkap nya.

    Jika dibandingkan dengan total dari pendapatan Telkomsel secara keseluruhan, segmen IoT hanya berkontribusi kurang dari 5% namun hasil ini dinilainya sangat positif.

    Saat ini saja ada lebih dari satu juta perangkat terkoneksi di platform IoT Telkomsel. Ia memprediksi akan ada ratusan juta perangkat yang akan terkoneksi ke internet di Tanah Air pada 2025.

    “Tahun 2020 kita optimis bisa mencapai puluhan juta device. Bila pemerintah sudah me-roll out, misalkan pemakaian smart meter, itu sendiri bagi Telkomsel sudah bisa capai puluhan juta dalam satu atau dua tahun,” jelasnya.

    Telkomsel fokus menyasar bisnis komersial (B2B) untuk penerapan IoT karena bisnis konsumen, seperti rumah pintar, saat ini belum ditunjang oleh ekosistem yang kuat.

    Saat ini klien terbesar solusi IoT Telkomsel berasal dari perbankan, pertambangan, pabrik, pergudangan, logistik dan supply chain system. Kontribusi yang didapat dari solusi juga cukup baik pada tahun lalu.

    Dia melihat layanan IoT akan menjadi solusi bisnis pilihan di masa mendatang untuk korporasi serta sekaligus menjadi sumber pertumbuhan di era Industri 4.0. Selain itu Telkomsel juga sudah menjalin kerja sama dengan mitra lain seperti penyedia perangkat, platform, system security yang sudah teruji.

    “Di Telkomsel, IoT ini bagian dari enterprise solution, jadi bukan dari retail solution. Kita berkomitmen menjadi bagian dari Revolusi Industri 4.0. Jadi secara value proposition, kita menyasar segmen target industrial atau B2B,” tutup Arief. (Icha)

  • Google Nest Mini Resmi Masuk ke Indonesia Lewat Erajaya

    Google Nest Mini Resmi Masuk ke Indonesia Lewat Erajaya

    Telko.id – Google Nest Mini resmi diboyong ke Tanah Air pada Jumat (28/2/2020). Dalam peluncuran ini, Google menggandeng Erajaya dan Tokopedia untuk memasarkan produk speaker pintar tersebut.

    “Penambahan Google Nest dalam jajaran produk di Erajaya ini sesuai dengan visi Erajaya yang sejak tiga tahun lalu mulai menambah produk internet of things (IoT) dan Ecosytem sebagai fokus baru dalam portfolio jajaran produk yang kami distribusikan,” ungkap Hasan Aula, Chief Executive Officer Erajaya Group.

    Mickey Kim, Director of APAC Business, Google Hardware mengatakan, “Kami sangat senang dapat meluncurkan Google Nest Mini ke Indonesia. Dengan menyatukan kecerdasan buatan, perangkat lunak, dan perangkat keras, Nest Mini diharapkan dapat membantu keseharian masyarakat Indonesia.”

    Mickey mengatakan bahwa bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara pengguna Asisten Google paling aktif di dunia. “Nest Mini di Indonesia merupakan peluncuran pertama di Asia Tenggara dalam bahasa lokal dan suara perempuan dan laki-laki,” lanjut Mickey.

    Google Nest Mini sendiri merupakan speaker pintar yang dirancang untuk mengontrol smart home. Untuk menjalankan fungsinya tersebut, Nest Mini menggunakan bantuan hands-free dari Google Assistant dalam bahasa Indonesia.

    Baca juga: Saat Hari Aman Berinternet Dunia, Google Luncurkan #TangkasBerinternet

    Dengan perangkat ini, pengguna dapat mengontrol ribuan perangkat pintar dari berbagai merek. Mulai dari menyalakan atau mematikan lampu, mengganti warna lampu, menyetel alarm, membuat daftar belanja dan masih banyak lagi dengan menggunakan perintah suara.

    Kim menyebut poduk ini juga didukung audio tuning software yang membuat kualitas suara Nest Mini ini sangat jernih. Selain itu, Google pun telah berpartner dengan penyedia layanan musik dan video streaming antara lain YouTube Music, Netflix, Spotify, dan Joox.

    Menariknya, Nest Mini terbuat dari 100% botol plastik daur ulang. Penggunaan material daur ulang tersebut dilakukan Google agar produk Nest Mini ini menjadi lebih ramah lingkungan.

    Google Nest Mini ini tersedia dalam dua varian warna yaitu Chalk dan Harcoal. Untuk harganya perangkat pintar ini dibandrol sebesar Rp 925.000 dan dapat dibeli di Erafone dan Urban Republic seluruh Indonesia, eraspace.com, serta official store Google di Tokopedia. (Icha)