Kategori: IoT

  • Sidang Akuisisi DycodeX: Kuasa Hukum Sebut Andri Yadi Korban Kriminalisasi

    Sidang Akuisisi DycodeX: Kuasa Hukum Sebut Andri Yadi Korban Kriminalisasi

    Telko.id – Tim Penasihat Hukum Andri Yadi menyampaikan perkembangan terbaru terkait persidangan pidana yang melibatkan kliennya dalam kasus akuisisi PT DycodeX Teknologi Nusantara (DycodeX) oleh PT Multidaya Teknologi Nusantara (MTN) atau eFishery.

    Dalam keterangan resminya, pihak pembela menyoroti kekhawatiran adanya upaya kriminalisasi terhadap profesional teknologi dalam sengketa yang sejatinya merupakan ranah korporasi, dengan melabeli situasi ini sebagai fenomena “Criminalized Technocrat”.

    Persidangan yang terdaftar dengan Nomor Perkara 1137/Pid.B/2025/PN.Bdg ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung.

    Saat ini, proses hukum telah memasuki tahap pembuktian setelah Majelis Hakim menolak eksepsi dari pihak terdakwa melalui putusan sela pada tanggal 8 Januari 2026.

    Sejak pertengahan Januari, agenda sidang berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna menguji dakwaan yang dialamatkan kepada Andri Yadi.

    O.C. Kaligis & Associates, selaku tim hukum yang mendampingi terdakwa, menegaskan pentingnya menjaga objektivitas informasi di tengah bergulirnya kasus ini.

    Mereka menilai bahwa narasi yang berkembang perlu diluruskan, terutama mengenai posisi Andri Yadi yang dianggap hanya sebagai teknokrat yang fokus pada inovasi, namun kini terjerat dalam konstruksi pidana akibat permasalahan internal pasca-akuisisi perusahaan.

    Sengketa Korporasi yang Dipidanakan

    Dalam surat dakwaan, JPU menuduhkan adanya tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan terkait proses transaksi akuisisi DycodeX oleh MTN.

    Selain itu, terdapat pula dakwaan lanjutan mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang. Pihak penuntut umum mendudukkan rangkaian tindakan dalam proses transaksi bisnis dan tata kelola korporasi tersebut sebagai sebuah konstruksi pidana.

    Menanggapi hal tersebut, Tim Penasihat Hukum Andri Yadi membantah keras adanya niat jahat atau mens rea dari kliennya. Prof. Dr. Otto Cornelis Kaligis, S.H., M.H., menyatakan bahwa perkara ini seharusnya dipahami secara proporsional sebagai sengketa korporasi murni.

    Menurutnya, permasalahan yang terjadi merupakan isu internal di tubuh PT MTN yang kemudian dipaksakan masuk ke ranah hukum pidana.

    Pihak pembela menekankan bahwa Andri Yadi tidak memiliki motif untuk melakukan penipuan maupun penggelapan.

    Sebagai salah satu Founder dan Direktur Utama DycodeX sebelum akuisisi, posisi kliennya adalah memastikan integrasi teknologi dan sumber daya manusia ke dalam ekosistem eFishery berjalan lancar.

    Segala keputusan strategis terkait perubahan skema akuisisi pun diklaim bukan keputusan sepihak dari Andri Yadi.

    Perubahan Skema Akuisisi dan Audit FTI Consulting

    Salah satu poin krusial yang diungkapkan oleh tim hukum adalah mengenai perubahan skema akuisisi menjadi acqui-hire. Tim Penasihat Hukum menegaskan bahwa perubahan model transaksi ini justru dilakukan atas permintaan internal dari pihak pembeli, yakni PT MTN.

    Alasannya mencakup mitigasi potensi isu perpajakan di masa depan. Keputusan ini disebut telah melibatkan persetujuan manajemen serta tata kelola korporasi dari pihak pembeli itu sendiri.

    Selain itu, pembelaan juga menyoroti alat bukti yang digunakan dalam persidangan. Narasi yang dibangun oleh JPU dinilai terlalu bertumpu pada Laporan Audit eksternal yang dikeluarkan oleh FTI Consulting (Singapore).

    Tim hukum mempertanyakan validitas hasil audit tersebut jika dijadikan satu-satunya rujukan mutlak dalam pembuktian pidana di Indonesia. Mereka meragukan relevansi metodologi kerja kantor asing tersebut serta kekuatan pembuktiannya dalam konteks sistem hukum nasional.

    Terkait saksi-saksi yang telah diperiksa, Tim Penasihat Hukum menilai bahwa saksi yang dihadirkan JPU sejauh ini bukanlah saksi fakta yang mengalami peristiwa secara langsung.

    Keterangan mereka dikategorikan sebagai saksi de auditu, yang mana informasinya bersumber dari cerita atau kabar pihak lain, bukan berdasarkan penglihatan, pendengaran, atau pengalaman sendiri.

    Posisi Andri Yadi Sebagai Teknokrat

    Andri Yadi sendiri memberikan klarifikasi mengenai batas kewenangannya setelah bergabung dengan PT MTN. Ia menegaskan bahwa kariernya selama ini adalah sebagai engineer dan technologist.

    Pasca akuisisi DycodeX, jabatannya di MTN berfokus pada fungsi Riset dan Pengembangan (R&D) teknologi serta pengembangan produk.

    Hal ini sejalan dengan rekam jejaknya sebagai Penggiat IoT yang telah lama berkecimpung di industri teknologi.

    “Jabatan tersebut bukan organ perseroan dan tidak memberikan kewenangan untuk melakukan pembayaran, memutuskan investasi atau akuisisi, menjalankan operasi pembiayaan, maupun memastikan tata kelola korporasi,” ujar Andri Yadi.

    Ia menolak narasi yang seolah-olah menempatkannya sebagai pengendali keputusan internal pembeli dalam transaksi tersebut.

    Istilah “Criminalized Technocrat” yang diusung oleh tim hukum bertujuan untuk menyuarakan kekhawatiran bahwa sengketa bisnis dapat dengan mudah digeser menjadi pidana bagi para profesional teknologi.

    Hal ini dianggap berbahaya karena fakta hukum belum sepenuhnya diuji, namun reputasi profesional di bidang teknologi sudah terancam.

    Profil DycodeX dan Rekam Jejak Inovasi

    Untuk membantah tuduhan bahwa DycodeX adalah entitas fiktif atau “perusahaan kertas”, tim hukum memaparkan profil lengkap perusahaan tersebut.

    PT DycodeX Teknologi Nusantara adalah perusahaan teknologi AIoT asal Bandung yang telah aktif membangun produk sejak 2015. Perusahaan ini memiliki kapabilitas menyeluruh (end-to-end) yang dibangun secara internal, mulai dari desain perangkat keras, manufaktur, hingga platform aplikasi.

    Portofolio DycodeX mencakup produk komersial seperti SMARTernak dan HeatraX, serta manajemen perangkat untuk implementasi skala besar.

    Kapabilitas ini menunjukkan bahwa DycodeX adalah pemain serius yang berkontribusi pada Potensi IoT di Indonesia, bukan entitas yang dibentuk hanya untuk tujuan transaksi keuangan semata.

    Rekam jejak perusahaan ini juga telah diakui melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

    Sementara itu, Andri Yadi memiliki pengalaman selama 24 tahun di bidang rekayasa perangkat lunak dan keras. Ia merupakan penerima penghargaan Microsoft Most Valuable Professional (MVP) selama lebih dari 18 tahun berturut-turut.

    Kontribusinya bagi ekosistem teknologi nasional juga terlihat dari perannya sebagai Co-founder dan Vice Chairman ASIOTI, serta keterlibatannya dalam komite teknis penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Hal ini menunjukkan urgensi adanya standar yang jelas dan bahkan Laboratorium IoT yang mumpuni di Indonesia, di mana Andri turut berkontribusi.

    Sidang akan terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari JPU sebelum melangkah ke tahapan pembuktian berikutnya.

    Tim Penasihat Hukum berkomitmen untuk menggunakan seluruh hak hukum yang tersedia guna memastikan perkara ini diperiksa secara objektif dan berbasis fakta, serta membuktikan bahwa kasus ini murni sengketa bisnis, bukan kejahatan pidana. (Icha?

  • Indonesia Resmi Luncurkan Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced dan Inovasi Net5.5G

    Indonesia Resmi Luncurkan Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced dan Inovasi Net5.5G

    Telko.id – Indonesia memasuki babak baru transformasi digital melalui peluncuran Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced dan inovasi Net5.5G, yang diumumkan dalam konferensi “IPv6 Enhanced Net5.5G Conference 2025” di Jakarta.

    Inisiatif ini menjadi tonggak strategis menuju terwujudnya Gigabit Indonesia dan mempercepat transformasi digital menuju Visi Indonesia 2045.

    Konferensi ini mempertemukan pemerintah, asosiasi industri, akademisi, operator seluler, hingga penyedia teknologi global untuk merumuskan arah kebijakan konektivitas nasional generasi berikutnya.

    Acara digelar oleh ASIOTI dengan dukungan penuh dari KOMDIGI, BAPPENAS, MASTEL, APJII, Universitas Indonesia, dan Telkom University—menandai kolaborasi multipihak terbesar dalam sejarah pembangunan infrastruktur digital Indonesia.

    Baca juga :

    Whitepaper Nasional: Jalan Tol Konektivitas Berbasis IPv6 & Net5.5G

    Puncak acara ditandai peluncuran whitepaper nasional berjudul “Building Indonesia’s Connection Highway Based on IPv6 and Net5.5G”, sebuah cetak biru bersama antara BAPPENAS dan KOMDIGI yang memuat strategi pembangunan internet masa depan Indonesia.

    Ketua Umum ASIOTI, Teguh Prasetya, menegaskan bahwa dokumen ini menjadi fondasi penting bagi percepatan ekonomi digital nasional.

    “Whitepaper ini bukan sekadar dokumen teknis, tetapi fondasi untuk masa depan konektivitas Indonesia. Integrasi pemerintah, industri, dan penyedia teknologi menjadi kunci menghadirkan jaringan yang tangguh, efisien, dan siap mendukung era IPv6 Enhanced Net5.5G,” ujarnya.

    Saat ini penetrasi IPv6 Indonesia telah mencapai 15,3%–16%, meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk mewujudkan konektivitas miliaran perangkat cerdas, akselerasi modernisasi jaringan menjadi kebutuhan mendesak.

    Whitepaper juga menetapkan timeline nasional 2025–2030:

    • 2025–2027: Akselerasi dual-stack & strategi IPv6
    • 2027–2030: Modernisasi jaringan menuju Net5.5G & otomasi berbasis AI

    Teknologi Kunci: SRv6, 400/800GE, Wi-Fi 7, dan AI Network

    Transformasi menuju Gigabit Indonesia membutuhkan implementasi teknologi baru seperti SRv6 Slicing, 400/800GE Backbone, Wi-Fi 7 dan AI Network Management untuk WAN, campus network, hingga data center.

    Semua teknologi tersebut menjadi pilar utama konektivitas nasional dalam mendukung kota cerdas, industri 4.0, hingga layanan publik digital.

    Dukungan Pemerintah: Pondasi Ekonomi Digital Bernilai Rp6 Kuadriliun

    Dari sisi kebijakan, Deputi BAPPENAS Dr. Vivi Yulaswati menegaskan bahwa migrasi menuju IPv6 Enhanced dan Net5.5G adalah kunci menuju ekonomi digital bernilai tinggi.

    “Transformasi digital merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju Visi 2045. IPv6 Enhanced dan Net5.5G adalah infrastruktur strategis untuk mempercepat produktivitas nasional dan menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi.”

    Indonesia kini menjadi pasar digital terbesar Asia Tenggara dengan proyeksi GMV USD 360 miliar (Rp 6 kuadriliun).

    Namun tantangan masih besar, dimana Literasi digital masih paling rendah di ASEAN (62%), Risiko kebocoran data masih tinggi, Penetrasi 5G baru 4,4% dan masih ada keterbatasan perangkat & alokasi spektrum.

    Komdigi menegaskan bahwa migrasi IPv6 memberikan landasan keamanan yang lebih kuat bagi kedaulatan data nasional.

    Telkomsel, XLSMART, Huawei Luncurkan Whitepaper AI WAN

    Sejalan dengan peta jalan nasional, Telkomsel, XLSMART, dan Huawei berkolaborasi dalam whitepaper “NET5.5G AI WAN: Jaringan Transportasi IP”.

    Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel, menyoroti:

    • Keamanan meningkat melalui IPsec yang menjadi standar wajib IPv6
    • Routing lebih efisien dan terotomasi
    • Mengurangi ketergantungan pada CGNAT sehingga performa meningkat
    • Fondasi IPv6 Telkomsel kini menjadi default di core, transport, dan layanan

    XLSMART menegaskan komitmen mempercepat implementasi dan monetisasi jaringan generasi berikutnya.

    Huawei memaparkan arsitektur AI WAN tiga-lapis (AI router–AI connection–AI brain), yang memampukan operator mengembangkan layanan bernilai tinggi.

    Penghargaan Net5.5G 2025: Indonesia Kian Siap Menuju Era Gigabit

    Sejumlah penghargaan diberikan kepada pemain terbaik Net5.5G di Indonesia:

    • Telkomsel – AI Broadband Network Gateway
    • Indosat Ooredoo Hutchison – Converged IP Network
    • XLSMART – AI WAN
    • Telkom – Autonomous Network
    • Pemkab Sumedang – Governance Implementation
    • Telkom University – Best Campus Implementation
    • APJII – Best Enabler Association
    • Huawei – Best Technology Provider

    Kota Gigabit: Pilar Smart Home, Smart Industry, dan Smart Mobility

    Diskusi menegaskan bahwa IPv6 Enhanced + Net5.5G menjadi katalis tiga sektor prioritas nasional:

    1. Smart Home & Building

    Hunian dan kantor yang otomatis, efisien energi, dan terhubung cloud.

    2. Smart Office & Industry

    Peningkatan produktivitas melalui kolaborasi cloud dan sistem manajemen cerdas.

    3. Smart Mobility & Smart City

    Transportasi cerdas, kendaraan otonom, sistem anti-macet, dan pemantauan lingkungan real-time.

    Indonesia Melangkah Menuju Gigabit Nation

    Dengan diluncurkannya peta jalan IPv6 Enhanced dan inovasi Net5.5G, Indonesia resmi menegaskan komitmen menuju:

    • Infrastruktur digital masa depan
    • Smart city nasional
    • Ekonomi digital bernilai tinggi
    • Akselerasi menuju Visi Indonesia 2045

    Transformasi ini bukan hanya tentang kecepatan internet, tetapi menjadi fondasi menuju masyarakat digital yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing global. (Icha)

  • Akselerasi IPv6 Enhanced Net5.5G Penting Untuk Dukung Ekosistem IoT di Indonesia

    Akselerasi IPv6 Enhanced Net5.5G Penting Untuk Dukung Ekosistem IoT di Indonesia

    Telko.id – Indonesia kini semakin mempercepat transformasi digitalnya melalui kemajuan teknologi jaringan dan adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G.

    Akselerasi IPv6 Enhanced Net5.5G Penting Untuk Dukung Ekosistem IoT di Indonesia

    IPv6 merupakan versi terbaru dari Internet Protocol (IP) yang dikembangkan untuk menggantikan IPv4. Dibandingkan versi sebelumnya, IPv6 memiliki beberapa keunggulan, diantaranya, jumlah alamat IP address yang lebih banyak.

    Selain itu, IPv6 juga memungkinkan manajemen dan delegasi alamat lebih mudah dan lebih baik, dengan kemampuan konfigurasi otomatis.

    Baca juga : Adopsi IPv6: Tawaran Efisiensi dan Terbatasnya Sumber Daya

    Saat ini, pasar global untuk IPv6 diestimasi mencapai 34,3 miliar unit pada 2023 dan diproyeksikan mencapai 127,6 miliar unit pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata per tahun mencapai 20,6 persen dari tahun 2023 hingga 2030.

    Dalam gelaran Indonesia IPv6 Enhanced Net5.5G, Kementerian Komunikasi dan Digital, Bappenas, Lemhannas, Kementerian Pertanian, Badan Siber dan Sandi Negara, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI), APAC IPv6 Council, NIDA(Network Innovation and Development Alliance), WBBA(World Broadband Association), Telkom, XL Axiata, bersama-sama meluncurkan Inisiatif rencana aksi Net5.5G Indonesia.

    Aksi ini menyerukan kekuatan industri untuk mempercepat penerapan komersial Net5.5G di Indonesia dan bersama-sama mempromosikan kemakmuran dan pengembangan Net5.5G.

    Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) Teguh Prasetya mengungkapkan, penetrasi IPv6 di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 16 persen. Jumlah ini meningkat signifikan dari hanya 6 persen pada 2022.

    Namun, Teguh menekankan perlunya akselerasi lebih lanjut untuk mendukung ekosistem IoT di Indonesia yang kini telah mencapai lebih dari satu miliar perangkat. “Kita masih berada di tahap awal,” ujar Teguh, di acara IPv6 Net Enhanced net 5,5G Conference 2024, Kamis (19/12/2024), di Jakarta.

    Menurut Teguh, adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G sangat penting untuk memastikan keamanan platform dan aplikasi, terutama seiring dengan peluncuran 5G. “Ini bukan hanya tentang meningkatkan kapabilitas, tetapi juga mendukung latensi rendah yang krusial untuk teknologi canggih seperti IoT dan kota pintar,” lanjutnya.

    Adapun, inisiatif rencana aksi Net5.5G Indonesia, berisi empat konotasi, yang menyerukan kekuatan industri untuk mempercepat penerapan komersial Net5.5G di Indonesia. Keempat inisiatif tersebut, adalah:

    Mendorong perusahaan untuk meningkatkan investasi R&D dan mempromosikan terobosan dan inovasi dalam teknologi IPv6 dan Net5.5G.

    Mempromosikan pembangunan infrastruktur Net5.5G untuk meningkatkan jangkauan dan kinerja jaringan.

    Memperkuat pembinaan talenta jaringan masa depan dan membina talenta kompleks yang memahami teknologi TIK dan manajemen.

    Mempromosikan konvergensi industri, mempromosikan integrasi mendalam Net5.5G dengan manufaktur, pertanian, mempercepat aplikasi inovatif.

    Pada 2030, Indonesia menargetkan penetrasi IPv6 sebesar 31 persen. Teguh menambahkan, IPv6 Enhanced Net5.5G tidak hanya menciptakan nilai ekonomi tetapi juga membuka peluang untuk memperluas industri lokal dan lapangan kerja.

    Untuk itu, Teguh menekankan, pentingnya peningkatan literasi serta kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk produsen perangkat, operator jaringan, pengembang aplikasi, dan penyedia konten.

    Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widya Sari menjelaskan, adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G diperkirakan menyumbang hingga US$7,9 triliun pada 2026 bagi ekonomi global (sumber: Global IPv6 Development Report 2022, Roland Berger).

    Aju menjelaskan, Indonesia saat ini tengah mempercepat langkah menuju transformasi digital dengan mengadopsi IPv6 Enhanced Net5.5G, yang menjadi teknologi fondasi bagi infrastruktur digital masa depan. “IPv6 Enhanced Net5.5G tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga memberikan manfaat besar dalam tata kelola, keamanan, dan efisiensi di era ekonomi digital,” ujarnya.

    Menurutnya, adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola digital yang lebih aman, efektif, dan efisien.

    Dengan kapasitas alamat yang lebih besar, keamanan yang ditingkatkan, dan keandalan jaringan yang lebih tinggi, IPv6 menawarkan solusi teknis untuk mendukung implementasi teknologi masa depan seperti 5G, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Cloud Computing.

    Meskipun tingkat adopsi IPv6 di Indonesia telah mencapai 15,30 persen pada 2024, dengan total 22.592.465 perangkat yang terhubung, angka ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

    Malaysia, Vietnam, dan Thailand mencatat tingkat adopsi masing-masing sebesar 72,08 persen, 62,94 persen, dan 49,86 persen. Sementara itu, rata-rata adopsi IPv6 di kawasan Asia Tenggara mencapai 31,62 persen, dengan rata-rata global di angka 39,59 persen.

    Aju menekankan, IPv6 Enhanced Net5.5G adalah kunci untuk mendukung integrasi teknologi masa depan dan menciptakan manfaat ekonomi besar, khususnya melalui transformasi digital.

    Untuk bersaing secara global, Indonesia perlu mempercepat adopsi IPv6 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri teknologi, dan masyarakat.

    “IPv6 Enhanced Net5.5G bukan hanya sebuah kebutuhan teknis tetapi juga peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta digital dunia. Dengan upaya kolektif, Indonesia dapat mengakselerasi transformasi digital dan mewujudkan potensi penuh teknologi masa depan,” ujarnya.

    Perkuat Sinergitas

    Dalam kesempatan yang sama ASIOTI juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan Indonesia Digital Test House (IDTH) Komdigi yang bertugas melakukan pengujian perangkat elektronik.

    PKS ini bertujuan memperkuat sinergitas dalam rangka kerjasama teknis dalam pengembangan sumber daya di bidang alat dan perangkat Internet of Things (IoT), penguatan substansi teknis dalam pengujian perangkat, serta keterlibatan bersama forum nasional dan internasional

    Kepala Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi/IDTH Komdigi Syaharuddin menjelaskan, IDTH saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas terkini untuk menguji berbagai fitur perangkat digital, seperti fitur telekomunikasi, radio frekuensi (RF), Electro Magnetic Compatibility (EMC), electrical safety, dan Specific Absorption Rate (SAR).

    Menurutnya, IDTH telah menjadi bagian integral pengembangan ekosistem digital nasional, khususnya dalam bidang pengujian dan kalibrasi dengan metode dan standar internasional.

    “IDTH memiliki sejumlah kegunaan dan peran strategis dalam pengujian perangkat, salah satunya, adalah memastikan keamanannya,” ujar Syaharuddin.

    Net5.5G: Fondasi Teknologi Masa Depan

    Dalam kesempatan yang sama, Yan Jinzi dari Huawei Indonesia memperkenalkan Net5.5G sebagai langkah transformasi dalam membangun infrastruktur jaringan yang lebih tangguh dan terukur.

    Net5.5G mengintegrasikan inovasi seperti akses Wi-Fi 7-based 10Gbps campus network, AI Data Center Network, 400GE SRv6 and Slicing Transport Network, dan network slicing untuk menyediakan bandwidth yang lebih besar, dan latensi yang sangat rendah.

    “Net5.5G adalah kerangka kerja ideal untuk mendorong inovasi teknologi seperti AI, IoT, kota pintar, dan layanan digital canggih,” ujar Yan. Menurutnya, pendekatan yang komprehensif ini selaras dengan ambisi digital Indonesia dan menciptakan infrastruktur yang kokoh untuk masa depan.

    Dampak pemanfaatan IPv6 Enhanced Net5.5G

    Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI, Ferry Preska Wathan, Ph.D menjelaskan, pemanfaatan IPv6 Enhanced Net5.5G  di Indonesia berpotensi memberikan berbagai dampak. Salah satunya, adalah penggunaan data real-time, dan integrasi data untuk menghasilkan kebijakan yang tepat dan cermat.

    “Adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G  dapat membantu mewujudkan ekonomi digital yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. sekaligus memastikan akses internet dan teknologi ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Ferry.

    Pentingnya Adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G

    1. Keterbatasan IPv4

    Alamat IP Terbatas: IPv4 hanya menyediakan sekitar 4,3 miliar alamat IP, yang tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan perangkat yang terhubung ke internet.

    Kebutuhan Alamat Baru: Dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung, seperti smartphone, tablet, dan perangkat IoT, kebutuhan akan alamat IP baru semakin mendesak.

    2. Keunggulan IPv6

    Jumlah Alamat yang Lebih Banyak: IPv6 menyediakan sekitar 340 undecillion (3,4 x 10^38) alamat IP, yang cukup untuk mendukung pertumbuhan internet di masa depan.

    Keamanan yang Lebih Baik: IPv6 memiliki fitur keamanan bawaan seperti IPsec, yang membantu melindungi data dan privasi pengguna.

    Efisiensi Routing: IPv6 dirancang untuk meningkatkan efisiensi routing dan mengurangi ukuran tabel routing di router internet.

    Di sisi lain, pemanfaatan IPv6 Enhanced Net5.5G  juga tak lepas dari pentingnya aspek keamanan siber. Sandiman Ahli Madya pada Dit. Kebijakan Teknologi KSS National Cyber and Crypto Agency (BSSN) Adang Rochiyat, S.Kom., M.Kom menjelaskan, sejalan dengan adopsi IPv6, BSSN juga berupaya memperkuat sistem keamanan siber nasional.

    Salah satu upaya, adalah dengan membangun infrastruktur siber yang kuat dan andal untuk mendukung keamanan nasional. “Selain itu, BSSN juga mengembangkan teknologi keamanan siber yang canggih dan sesuai dengan standar internasional.

    Termasuk juga, meningkatkan kerjasama dengan negara lain dan sektor swasta untuk meningkatkan keamanan siber dan kriptologi,” jelas Adang.

    Apresiasi dari ASIOTI

    Dalam kegiatan  IPv6 Net Enhanced Net 5,5G Conference 2024, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama ASIOTI memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mengadopsi IPv6 Enhanced Net5.5G dalam operasional bisnisnya.

    Para peraih apresiasi, adalah:

    •⁠ ⁠DISKOMINFO TANGSEL, Lembaga yang menginisiasi Implementator IPv6 Enhanced Terbaik Pemerintahan Terbaik 2024 diterima oleh Kepala Dinas KOMINFO Tangsel, TB Asep Nurdin

    •⁠ ⁠Telkom Indonesia, Implementator IPv6 Enhanced Fixed Broadband Terbaik 2024 diterima oleh Executive General Manager, Teuku Muda Nanta

    •⁠ ⁠XL Axiata, Implementator IPv6 Enhanced Mobile Broadband Terbaik 2024 diterima oleh Chief Corporate Affairs, Marwan O Baasir

    •⁠ ⁠Huawei, Inovator Penyedia Perangkat Berbasis IPv6 Enhanced 2024 diterima oleh Kian Chen – VP, Director of Board, Huawei Indonesia

    •⁠ ⁠APJII sebagai lembaga yang menginisiasi Implementator IPv6 Enhanced Terbaik 2024

    (Icha)

  • HydroponiX, Solusi IoT XL Axiata Untuk Pertanian Hidroponik

    HydroponiX, Solusi IoT XL Axiata Untuk Pertanian Hidroponik

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui XL Axiata Business Solutions (XLABS) meluncurkan solusi inovatif terbaru di sektor pertanian, HydroponiX.

    Solusi XL Axiata HydroponiX ini adalah solusi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas budidaya hidroponik. Teknologi ini memudahkan para petani dalam memantau suhu, kelembapan, dan mengatur pemberian nutrisi secara otomatis.

    Solusi HydroponiX pertama kali diperkenalkan pada ajang Temu Bisnis Aksi Afirmasi P3DN yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada September 2024.

    Dalam kesempatan tersebut, XL Axiata menunjukkan bagaimana solusi ini dapat memaksimalkan produksi hidroponik, khususnya pada budidaya melon.

    Baca juga : IoT XL Axiata Kini Rambah Industri Mobil Listrik Nasional

    Chief Enterprise Business Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, menjelaskan bahwa HydroponiX adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertanian digital.

    “Kami ingin mendukung petani hidroponik untuk memaksimalkan hasil panen mereka dengan cara yang lebih efisien. Harapan kami, teknologi ini akan meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman hidroponik di Indonesia,” katanya.

    Feby juga menambahkan bahwa sistem ini menawarkan berbagai manfaat. Selain monitoring otomatis, sistem ini juga mampu memberikan nutrisi secara tepat waktu dengan sistem auto feeding.

    “Dengan solusi HydroponiX, produktivitas rata-rata budidaya hidroponik dapat meningkat lebih dari dua kali lipat. Teknologi ini benar-benar membawa efisiensi dan hasil yang lebih baik untuk petani hidroponik,” jelas Feby Sallyanto.

    Pemantauan terhadap suhu, kelembapan, kadar pH, dan faktor-faktor lain yang krusial dalam hidroponik dilakukan secara real-time dan akurat. Teknologi ini sangat membantu untuk menjaga kondisi lingkungan tanam agar sesuai kebutuhan tanaman.

    Tanpa solusi IoT ini, pengukuran nutrisi dan faktor lingkungan biasanya dilakukan secara manual, yang sering kali kurang akurat dan terlambat. Hasilnya, pertumbuhan tanaman bisa tidak konsisten, yang tentu saja mempengaruhi produktivitas.

    Uji coba terhadap efektivitas teknologi ini telah dilakukan di laboratorium IoT dan AI milik XL Axiata, yaitu X-Camp, dalam berbagai skenario baik indoor maupun outdoor.

    Selain itu, solusi ini sudah diimplementasikan di kebun hidroponik Hidroponikita dan BMH di Bogor, serta kebun milik Pondok Pesantren Tholabie Classic di Malang.

    Saat ini, HydroponiX juga tengah diterapkan di kebun-kebun hidroponik yang dikelola oleh pemerintah daerah.

    Solusi HydroponiX memberikan fleksibilitas bagi penggunanya, baik untuk skala rumah tangga maupun industri.

    Selain itu, petani akan mendapatkan pendampingan dari ahli pertanian untuk membantu mengoptimalkan sistem dan hasil budidaya mereka. HydroponiX diharapkan mampu menjadi solusi masa depan bagi pertanian hidroponik di Indonesia. (Icha)

  • Sinergi Kementerian Kominfo dan ASIOTI Dorong Inovasi IoT di Indonesia

    Sinergi Kementerian Kominfo dan ASIOTI Dorong Inovasi IoT di Indonesia

    Telko.id  — Kementerian Kominfo melalui Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI) mengumumkan kolaborasi strategis untuk mendorong pengembangan teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia.

    Kolaborasi ini ditandai oleh penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kominfo dengan Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia.

    Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem IoT yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Direktorat Standardisasi SDPPI Kominfo sendiri memiliki beberapa rencana spesifik dalam pengembangan teknologi IoT.

    “Kami fokus pada pengembangan inovasi teknologi dan solusi IoT yang dapat diterapkan di berbagai sektor. Selain itu, kami juga menyusun standar teknis yang sesuai dengan kebutuhan nasional serta kompatibel dengan standar internasional untuk memastikan interoperabilitas dan keamanan,” ujar Mulyadi, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kominfo.

    Baca juga : Smartfren dan Alita Kolaborasi, Perkuat Portfolio IoT untuk Transformasi Digital

    Direktorat Standardisasi akan melibatkan sektor swasta dan akademisi melalui berbagai inisiatif seperti seminar, workshop, dan hackathon. “Kami juga mendorong partisipasi sektor swasta dalam proyek-proyek pilot yang dapat menjadi model penerapan teknologi IoT di berbagai sektor. Melalui kolaborasi ini kami berharap industri lokal IoT dapat semakin berperan dalam pengembangan infrastruktur digital di Indonesia,” tambah Mulyadi.

    ASIOTI diharapkan dapat memberikan dukungan dalam riset pasar dan penyusunan white paper mengenai perkembangan IoT di Indonesia. Dukungan ini meliputi penyediaan data industri yang komprehensif, kontribusi dalam penulisan dan review white paper, serta partisipasi dalam diskusi dan seminar yang diadakan selama proses penyusunan.

    “Kami sangat menghargai kolaborasi ini dan berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penyusunan riset pasar dan white paper  yang akan menjadi acuan penting bagi pengambil kebijakan dan pelaku industri IoT di Indonesia,” kata Teguh Prasetya, Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI).

    AIOT Smart Solutions Initiative 2024

    Direktorat Standardisasi PPI melihat AIOT Smart Solutions Initiative 2024 sebagai langkah strategis untuk melanjutkan dan mengembangkan capaian dari kegiatan IOT Makers Creation dan Indonesia Smart Solution Summit yang telah berlangsung sejak 2018 bersama dengan ASIOTI.

    “Inisiatif ini akan memperluas fokus pada solusi yang mengintegrasikan IoT dengan kecerdasan buatan (AIoT) untuk menciptakan solusi yang lebih efisien,” ungkap Bapak Mulyadi.

    Target dari inisiatif ini meliputi peningkatan jumlah startup dan perusahaan yang mengadopsi teknologi AIOT, pengembangan standar teknis baru untuk teknologi AIOT, serta peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang manfaat dan penerapan AIOT di masyarakat.

    “Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi pendorong dalam mengembangkan ekosistem teknologi yang lebih matang dan terintegrasi di Indonesia, dengan terciptanya solusi-solusi cerdas yang dapat meningkatkan efisiensi operasional di sektor-sektor penting seperti transportasi, kesehatan, dan industri manufaktur,” kata Teguh.

    Teguh menambahkan, “AIOT Smart Solutions Initiative 2024 merupakan langkah strategis untuk melanjutkan dan mengembangkan capaian dari kegiatan IOT Makers Creation dan Indonesia Smart Solution Summit. inisiatif ini dapat mendorong inovasi dan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.”

    ASIOTI optimis bahwa AIOT Smart Solutions Initiative 2024 akan membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia.

    “Penandatangan PKS ini sekaligus menjadi kick-off AIOT Smart Solutions Initiative 2024 sebagai salah satu program kolaborasi jangka panjang multi-stakeholder untuk menjadikan solusi pintar sebagai pendukung utama dalam keseharian masyarakat Indonesia di era digital ini, tutup Teguh Prasetya. (Icha)

  • IoT XL Axiata Kini Rambah Industri Mobil Listrik Nasional

    IoT XL Axiata Kini Rambah Industri Mobil Listrik Nasional

    Telko.idInternet of Things (IoT) XL Axiata kini sudah merambah ke industri mobil listrik nasional melalui kerjasama strategis antara XL Axiata Business Solutions (XLABS) dan PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Selain itu juga koneksi tetap (fixed connectivity) bagi salah satu produsen bus listrik nasional tersebut.

    Penandatanganan kesepakatan kerja sama berlangsung di Jakarta (4/5), oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, dan Direktur Utama PT MAB, Kelik Irwantono. Turut menyaksikan penandatanganan ini, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Jenderal TNI Moeldoko.  

    “Kerja sama dengan PT MAB ini sangat strategis bagi XL Axiata, dan menjadi salah satu portfolio proyek XLABS untuk industry electric vehicle (EV) Indonesia yang saat ini tumbuh pesat. Tentu kami tidak ingin melewatkan momentum baik di industri EV ini dengan komitmen dan semangat untuk tumbuh bersama,” kata Dian Siswarini.

    Menurut Dian, kerja sama ini sekaligus menegaskan bahwa XLABS siap mendukung pertumbuhan dan kemajuan industri EV nasional, termasuk siap menyediakan kebutuhan pendukung produk-produk EV yang canggih, juga operasional perusahaan EV.

    Baca juga : XL Axiata Perkenalkan Solusi Smart Manufacture, Apa Manfaatnya?

    Sementara itu, Kelik Irwantono menyatakan, “MoU ini merupakan perwujudan komitmen untuk bersama-sama memajukan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan bekerja sama dengan mitra terhormat seperti XL Axiata kami bertujuan untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan di sektor transportasi.

    Penandatanganan MoU ini menandai langkah signifikan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan, selaras dengan tujuan yang lebih luas yaitu mempromosikan energi ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.”

    Dalam kerja sama ini, XLABS persisnya akan memberikan solusi berupa IoT Connectivity+ yang akan digunakan untuk konektivitas pada EV Bus.

    Dengan layanan ini, pihak pengelola kendaraan listrik produksi MAB bisa melalukan monitoring perangkat krusial kendaraan seperti kondisi baterai, juga lokasinya secara real time. Manfaat dari penggunaan solusi ini antara lain berupa kemudahan dalam operational sehari-hari dan pemeliharaan kendaraan.

    Selain itu, solusi IoT Connectivity+ akan memungkinkan efisiensi biaya operational karena semua hal bisa dikontrol dan dimonitoring dari dashboard. Di tahap awal kerja sama ini, solusi IoT Connectivity+ akan diterapkan pada kendaraan terpilih produksi MAB.

    Sementara itu, solusi Fixed Connectivity akan dipergunakan untuk konektivitas pabrik MAB di Kudus. Kedepannya sangat dimungkinkan untuk penggunaan Solusi-solusi IoT dan ICT di atas konektivitas XL Axiata yang handal yang dapat memberikan manfaat lebih jauh bagi operasional Perusahaan.

    PT MAB merupakan produsen mobil listrik nasional yang didirikan pada tahun  2017. Pabrik perakitan berlokasi di Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini, jenis-jenis kendaraan listrik produksi PT MAB yaitu bis Listrik, truk Listrik dan van Listrik. (Icha)

  • Oppo Siapkan Beragam Perangkat IoT di 2024

    Oppo Siapkan Beragam Perangkat IoT di 2024

    Telko.id – Oppo kembali bakal memperkenalkan sederetan perangkat IoT terbaru nya. Langkah ini merupakan bentuk komitmennya mendukung kesehatan masyarakat Indonesia yang dihadirkan dalam inovasi terdepan.

    Mulai dari perangkat jam pintar, gelang pintar, hingga perangkat portable untuk memantau kesehatan keluarga. Beberapa perangkat tersebut diperkenalkan Oppo mulai tahun 2020 hingga 2023.

    Oppo Watch pertama kali meluncur pada tahun 2020, memperkenalkan inovasi Flexible Dual-Curved Display pertama di industri, kemudian berlanjut dengan gelang pintar pertama Oppo Band yang diperkenalkan tahun 2021 mengunggulkan desain compact dengan fitur olahraga lengkap.

    Selanjutnya perangkat pemantau kesehatan keluarga O-Health H1 yang resmi diperkenalkan kepada dunia melalui ajang Mobile World Congress (MWC) 2022 di Barcelona.

    Baca juga : Oppo Reno11 F 5G Resmi Hadir, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    Melalui deretan perangkat IoT yang diperkenalkan, Oppo bertujuan agar konsumen dapat dengan mudah memantau kesehatan secara lengkap di setiap waktu dan tetap tampil secara stylish.

    Gaya hidup sehat turut dihadirkan Oppo dengan melengkapi fitur monitoring dan mode sport lengkap untuk digunakan saat aktivitas olahraga harian.

    Untuk memberikan pengalaman dan gaya hidup sehat yang baru, Oppo saat ini sedang mempersiapkan perangkat IoT terbaru yang akan segera meluncur di Indonesia dalam di kuartal pertama tahun 2024 ini.

    Kehadiran perangkat ini meneruskan konsistensi dan komitmen Oppo untuk mendukung kebutuhan konsumen yang semakin modern dan kompleks. (Icha)

  • Smart CCTV EZVIZ Kini Berteknologi Smart AI

    Smart CCTV EZVIZ Kini Berteknologi Smart AI

    Telko.id – Memasuki tahun 2024 yang akan menjadi “Tahun AI (Artificial Intelligence), akan ada banyak teknologi baru yang semakin cerdas untuk membantu penggunanya. Salah satunya adalah CCTV cerdas yang siap untuk memberikan perlindungan menyeluruh untuk keluarga dan properti anda.

    Mengawali tahun 2024, EZVIZ meluncurkan Pan & Tilt Smart Home Camera H6c Pro 2K+ yang merupakan kamera pengawas di dalam ruangan yang sudah mengadopsi berbagai teknologi cerdas AI untuk pastikan privasi dan keamanan anda terlindungi 24/7.

    “EZVIZ H6c Pro 2K+ merupakan salah satu smart CCTV EZVIZ yang sudah dilengkapi fungsi cerdas AI. Dilengkapi dengan resolusi 2K+, smart CCTV ini juga memiliki fitur terbaru, yaitu Patrol Mode sehingga penjangkauan area pengawasan semakin maksimal,” kata George Wu, Country Manager EZVIZ Indonesia.

    Smart CCTV H6c Pro 2K+ adalah langkah awal EZVIZ untuk menghadirkan berbagai produk dengan teknologi inovatif. Kedepannya akan banyak produk dengan fungsi automation dan teknologi cerdas yang terintegrasi satu sama lain akan hadir di Indonesia.

    Baca juga : Ezviz Hadirkan Tiga Produk Smart Cleaning

    Perlindungan Menyeluruh Dengan Fungsi AI

    EZVIZ melalui H6c Pro 2K+ menghadirkan kamera dalam ruangan pan & tilt yang dapat mengawasi keluarga dan kediaman Anda secara menyeluruh. Dilengkapi dengan resolusi tinggi, yaitu 2K+, EZVIZ H6c Pro 2K+ menghadirkan kualitas gambar yang lebih jelas dan akurat, bahkan di malam hari dengan adanya smart color night vision.

    EZVIZ meningkatkan level smart CCTV pan & tilt dengan menambahkan fitur Patrol Mode, sehingga kamera akan secara otomatis berputar mengikuti 4 titik yang sudah Anda atur, sehingga tidak ada sudut rumah yang terlewat dari pengawasan.

    Dengan fungsi AI yang semakin cerdas, H6c Pro 2K+ akan secara otomatis mengikuti dan memperbesar objek yang bergerak hingga 4x dengan fitur Auto Zoom Tracking.  Melengkapi fungsi-fungsi cerdas di atas, H6c Pro 2K+ juga punya fitur loud noise detection.

    Fitur ini bisa mendeteksi suara kebisingan, sehingga cocok untuk anda yang punya bayi atau anak kecil. Ketika si kecil mulai berteriak memanggil atau menangis, kini anda bisa langsung memeriksa keadaannya. Selain itu orang di rumah juga dapat melakukan panggilan video call ke aplikasi EZVIZ Anda hanya dengan menekan touch call button yang ada di smart CCTV H6c Pro 2K+.

    Ada beberapa peningkatan fungsi juga yang dihadirkan oleh EZVIZ dalam Pan & Tilt Smart Home Camera H6c Pro 2K+. Seperti fitur Auto Zoom Tracking yang kini lebih akurat diatur sehingga hanya mendeteksi kehadiran manusia.

    Anda akan hanya mendapatkan notifikasi yang penting saja seperti kehadiran manusia yang tidak dikenal di lingkungan hunian. EZVIZ juga melengkapi H6c Pro 2K+ dengan kualitas two-way call yang sangat baik yang mampu meredam berbagai suara bising sehingga anda dapat mendengar lebih jelas.

    Dengan adanya fungsi built in dual antenna,  smart CCTV ini dapat tetap terhubung sepanjang hari melalui koneksi Wi-Fi dual-band 2.4 ataupun 5 Ghz.

    Terkait masalah keamanan data dan penyimpanan, anda tidak perlu khawatir, karena smart CCTV ini sudah mendukung penerapan codec H.265 yang bisa menghemat ukuran file penyimpanan hingga 50%. Smart CCTV ini mendukung kapasitas penyimpanan microSD hingga 512GB, dan jika tidak cukup, anda bisa berlangganan opsi penyimpanan EZVIZ CloudPlay Storage.

    EZVIZ H6c Pro 2K+ dapat Anda beli langsung secara online di EZVIZ Official Store yang ada di Tokopedia, Shopee, Lazada Tik Tok Shop atau EZVIZ Store terdekat. (Icha)

  • Indonesia Smart Solutions Summit 2023, Ajang Penggiat IoT Unjuk Gigi

    Indonesia Smart Solutions Summit 2023, Ajang Penggiat IoT Unjuk Gigi

    Telko.id – Hari ini di Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Bersama dengan Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) menggelar Indonesia Smart Solutions Summit (ISSS) 2023.

    Indonesia Smart Solutions Summit (ISSS) 2023 ini merupakan perayaan lima tahun perjalanan IoT Creation sebagai kolaborasi antara ASIOTI dengan Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, bersama seluruh pemangku kepentingan dan ekosistem IoT.

    Ajang ini dijadikan untuk mengadopsi lebih dalam solusi cerdas berbasis Cloud, IoT dan Artificial Intelligence (AIoT) menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Indonesia.

    Hal ini perlu dilakukan karena digitalisasi telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Di Indonesia, pergeseran menuju ekonomi digital juga semakin penting, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

    Baca juga : XL Axiata Ajarkan Santri Manfaatkan Solusi IoT 

    Salah satu aspek penting dalam digitalisasi adalah Internet of Things (IoT), yang menawarkan potensi besar untuk mengubah lanskap bisnis dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor. ASIOTI mengungkapkan, potensi bisnis IoT di Indonesia sangat cerah di masa depan.

    Pada 2022, ASIOTI mencatat, potensi IoT di Indonesia sudah mencapai 26 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp372 triliun.

    Indonesia Smart Solutions Summit 2023 kali ini mengusung tema “Unleashing the Power of Digital Transformation”, seluruh pihak berkolaborasi dalam kegiatan yang berisi pameran dan peluncuran Indonesia Smart Solutions Catalogue 2023.

    Termasuk juga pemberikan apresiasi, focus group discussion, diskusi panel, dan showoff dari para pemenang 2019-2022 untuk fokus mengembangkan IoT sebagai sarana meningkatkan ekonomi digital Indonesia.

    Dalam kesempatan ini Kementerian Kominfo memberikan apresiasi kepada industri sebagai berikut:

    • Apresiasi Penyedia Jaringan IoT: Indosat Ooredoo Hutchison, diterima oleh Plt. SVP IoT Business, Ibu Sito Dewi Damayanti.
    • Apresiasi Produsen Device Maker IoT: PT Hartono Istana Teknologi (POLYTRON), diterima oleh GM Business Development, Bapak Joegianto.
    • Apresiasi Penyedia Platform Solusi Pintar: PT Multidaya Teknologi Nusantara (E-FISHERY), diterima oleh VP AIoT and Cultivation Bapak Andri Yadi.
    • Apresiasi Penyedia Solusi Pintar: PT Telekomunikasi Selular (TELKOMSEL), diterima oleh Direktur Sales,  Bapak Adiwinahyu Basuki Sigit. 
    • Apresiasi Sistem Integrator Solusi Pintar: PT Alita Praya Mitra (ALITA), diterima oleh Direktur Sales and Marketing, Ibu Martini Soejatno.

    Pendampingan Startup IoT Perlu Terus Dilakukan

    Melalui sambutannya, Dirjen SDPPI Ismail Kementerian Kominfo menyatakan bahwa dukungan pengembangan ekosistem IoT telah dilaksanakan Ditjen SDPPI melalui program IoT Makers dan IoT Creation yang telah diselenggarakan 2019 hingga 2022.

    “Rangkaian program tersebut telah berhasil menghasilkan inovasi-inovasi yang menjadi solusi dan mampu untuk bersaing dalam dunia industry IoT”, sambungnya dalam Acara Indonesia Smart Solutions Summit (Rabu, 8/10/2023).

    Kegiatan hari ini juga diharapkan sebagai upaya kita bersama untuk mengapresiasi innovator teknologi IoT. “Adanya pengembangan ekosistem IoT merupakan kegiatan marathon yang berkelanjutan dan bukan kegiatan sprint lari cepat, pendampingan dan edukasi terus dilakukan agar startup IoT bisa segera komersialiasasi”, tegas Ismail.

    Senada, Ketua Umum ASIOTI Teguh Prasetya menjelaskan ajang ISSS 2023, menghadirkan seluruh pemangku kepentingan bersama ekosistem IoT untuk membawa adopsi solusi pintar berbasis internet of things, cloud, dan AI.

    “Lebih dalam lagi guna menjadi bagian dari solusi keseharian kegiatan masyarakat Indonesia yang diperkirakan pada tahun 2045 nanti rata-rata akan memiliki 22 perangkat IoT untuk setiap Masyarakat Indonesia” ujarnya.

    Teguh menjelaskan selama ini pengembangan IoT dimulai dari fokus pada pengenalan, sosialisasi, pengembangan ekosistem dan edukasi di tahun pertama, ditingkatkan dengan kompetisi dan pembuatan standarisasi untuk level pemula hingga engineer IoT “Dan terus meningkat hingga program pendampingan, sertifikasi perangkat serta pembuatan standarisasi nasional indonesia,” tegasnya.

    Dalam paparannya, VP of IT Enterprise & B2B Indosat Ooredoo Hutchison, Supriyadi mengatakan IoT merupakan salah satu faktor penting dalam Visi Digital Indonesia 2045, salah satunya pada fase akselerasi digital yang akan dimulai pada 2025.

    Fase tersebut melalui Pengembangan dan penerapan Teknologi infrastruktur next-gen, 5G, IOT, Big Data, Cloud & AI; Pemanfaatan teknologi IOT, Big Data, Cloud computing dan AI untuk menunjang ekonomi digital di sektor pemerintah dan masyarakat; Penerapan Teknologi AI dan IOT untuk mendukung sistem pemerintahan, untuk pelayanan publik yang aman, cepat dan transparan.

    “Indosat Business OOTB platform, membantu pengembangan bisnis dari eksplorasi sampai go to market melalui eksplorasi bisnis, kemasan produk dan pemasaran, serta manajemen produk dan transaksi,” ujarnya.

    Rangkaian ISSS

    ISSS merupakan gerakan bersama untuk mendorong pengembangan dan implementasi teknologi IoT yang terintegrasi dengan AI dan teknologi lainnyadi berbagai bidang.

    Rangkaian kegiatan Indonesia Smart Solutions Summit 2023 dimulai dengan kegiatan Road to Indonesia Smart Solutions Summit 2023 di tiga kota besar, yaitu Semarang, Bandung, dan Malang.

    Kegiatan Road to Indonesia Smart Solutions Summit 2023 di Semarang berfokus pada solusi pintar yang sudah diimplementasikan secara luas dan komersial di masyarakat bidang smart home, building, dan warehouse.

    Adapun pembahasan mengenai perkembangan komersialisasi AIoT bidang Kesehatan dan wearable devices menjadi topik bahasan kegiatan di Bandung, disusul dengan ulasan mendalam terkait solusi pintar bidang transportasi dan logistik di Malang. (Icha)

  • GoRide Transit, Gojek-KRL-Gojek Langsung Cus Sampai Ditempat

    GoRide Transit, Gojek-KRL-Gojek Langsung Cus Sampai Ditempat

    Telko.id – GoRide Transit merupakan layanan baru yang ditawarkan oleh Gojek, ‘mengawinkan’ layanan ride-hailing dan transportasi publik dalam satu transaksi.  

    “Ini merupakan solusi layanan multimoda pertama di dunia, yang menintegrasikan layanan ride-hailing dengan transportasi publik,” kata Catherine Hindra Sutjahyo, Presiden Unit Bisnis On-Demand Services GoTo menjelaskan pada peluncuran GoRide Transit pada momentum pameran transportasi dan travel fair Hub Space X KAI Expo 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2023 di Jakarta.

    Solusi ini lahir, menurut Catherine karena 1 dari 4 perjalanan di Gojek ini merupakan ke dan dari publik transport, sehingga Gojek pun memberikan layanan ini agar memberikan kemudahan dan kenyaman bagi para pengguna Gojek.

    Dengan GoRide Transit, pengguna melakukan dalam satu transaksi mulai dari memesan GoRide  menuju stasiun, membeli tiket layanan transportasi publik (KRL Commuterline) dan melanjutkan perjalanan dari stasiun ke tujuan akhir dengan GoRide.

    Baca juga : Tiga Strategi Utama Gojek Untuk 2023

    GoRide Transit membuat biaya perjalanan lebih hemat, mudah, dan cepat. GoRide Transit saat ini dapat melayani pengguna di 82 stasiun KRL Jabodetabek.

    Ya, pada tahap awal, layanan baru dari Gojek ini baru melayani KRL Jabodetabek dan Yogya Solo. Tapi ke depan, Catherine menyebutkan sedang melakukan perbincangan dengan transportasi publik lainnya seperti MRT, LRT, KCIC Jakarta Bandung, maupun perusahaan transportasi publik lainnya.

    “Keberadaan GoRide Transit sejalan dengan strategi Grup GoTo dalam menghadirkan variasi produk untuk menjangkau kelompok konsumen yang lebih luas lagi, sehingga produk Gojek dapat semakin dimanfaatkan oleh seluruh segmen konsumen, khususnya di kalangan pengguna transportasi publik,” kata Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo.

    Lewat GoRide Transit, Patrick juga menyebutkan sebagai dukungan pada upaya pemerintah tingkatkan penggunaan layanan transportasi publik dengan memberikan pengalaman mobilitas yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih hemat.

    “Kami berharap kehadiran GoRide Transit  dapat mendorong penggunaan transportasi publik lebih jauh serta membantu mewujudkan mobilitas ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan Komitmen Three Zeros Grup GoTo,” ujar Patrick menambahkan.

    Layanan GoRide Transit menawarkan tiga manfaat sekaligus yang dapat dirasakan pengguna:

    Lebih Hemat

    Biaya perjalanan dapat lebih hemat untuk perjalanan jauh dari wilayah sub-urban seperti Bogor, Bekasi, Tangerang menuju pusat bisnis di Jakarta maupun sebaliknya.

    Penelitian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (PUSTRAL UGM) mengungkap, pengguna yang memanfaatkan GoRide Transit dapat berhemat hingga 27% per-perjalanan dibanding pola perjalanan sebelum mereka menggunakan GoRide Transit.

    Selain itu, biaya perjalanan semakin murah dengan memasukkan kode promo GOSTASIUN yang Gojek berikan khusus untuk perjalanan dari dan menuju stasiun. 

    Lebih Cepat

    Perjalanan semakin cepat berkat pemesanan layanan transportasi first-mile dan last-mile GoRide yang dilakukan dalam satu transaksi sekaligus dengan pembelian tiket transportasi publik.

    Dalam penelitian PUSTRAL UGM, dengan melakukan perjalanan multimoda waktu tempuh perjalanan berkurang 15% dibanding pola perjalanan sebelum menggunakan GoRide Transit.

    Lebih Mudah

    Manfaat efisiensi yang didapat dari menghemat biaya dan waktu, dapat diakses dengan mudah dalam satu transaksi. Tak hanya terintegrasi dengan pembayaran nontunai, fitur ini juga terintegrasi dengan journey planner atau panduan perjalanan lengkap bagi pengguna mulai dari estimasi waktu perjalanan, rekomendasi rute dan lokasi stasiun yang dilalui, hingga panduan untuk mengakses layanan last-mile GoRide. 

    Sebelumnya, penelitian PUSTRAL UGM juga mengungkapkan solusi multimoda Gojek mendorong naiknya minat masyarakat menggunakan transportasi publik secara mudah dan murah. Riset menunjukkan peningkatan perpindahan pengguna layanan Gojek ke KRL sebesar 38,3%, dari pola perjalanan sebelum menggunakan solusi multimoda Gojek.

    Di sisi lain dengan, kombinasi perjalanan seperti ini berkontribusi mengurangi emisi penggunaan kendaraan bermotor pribadi hingga 5.057 ton sepanjang 2022. (Icha)