Kategori: Edutech

  • BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi Sains

    BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi Sains

    Telko.id – BINUS University secara resmi meluncurkan program doktor terbaru, Doctor of Accounting Science (DAS).

    Peluncuran program yang berfokus pada integrasi teknologi dan kecerdasan buatan ini digelar di kampus BINUS @Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/4). Program ini dirancang untuk menyiapkan pemimpin riset dan transformasi bisnis di era digital.

    Rektor BINUS University Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menegaskan komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan unggul.

    “Program Doctor of Accounting Science ini adalah wujud komitmen BINUS University dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul secara akademik dan mampu memberdayakan masyarakat melalui riset yang berdampak,” ujarnya dalam sambutan.

    Ia menambahkan, program ini bertujuan melahirkan pemimpin pemikiran yang mampu menjawab tantangan global.

    Acara peluncuran juga dihadiri oleh Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, serta Head of Department DAS Prof. Toto Rusmanto.

    Turut hadir Dr. Selvia Vivi Devianti dari Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

    Prof. Ang Swat Lin Lindawati menyampaikan bahwa program DAS dirancang untuk menjawab kebutuhan riset akuntansi yang semakin kompleks. Fokusnya adalah pada pengembangan peneliti dan profesional yang mampu mengintegrasikan teori, teknologi, dan praktik bisnis.

    “Program ini menghasilkan riset yang kuat secara metodologis dan relevan dengan kebutuhan industri global,” jelasnya.

    Content image for article: BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi Sains

    Talkshow bertajuk ‘The Future of Accounting Research and Practice in the Age of AI’ menjadi salah satu rangkaian acara. Diskusi ini mengupas transformasi profesi akuntansi di era kecerdasan buatan.

    Para pakar seperti Dr. Selvia Vivi Devianti, Prof. Gatot Soepriyanto, dan Prof. Dr. Sani Muhamad Isa hadir sebagai pembicara untuk menyoroti pentingnya adaptasi teknologi.

    Prof. Toto Rusmanto, selaku Head of Department, mengungkapkan keunikan utama program ini. “Salah satu keunikan utama program ini terletak pada fokus pada accounting analytics sebagai fondasi pengambilan keputusan berbasis data,” paparnya.

    Program ini dirancang agar ilmu akuntansi berperan sebagai alat strategis berbasis data dan teknologi. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan riset yang berdampak dan aplikatif.

    Kurikulum program Doctor of Accounting Science dirancang komprehensif dengan bobot 42 SKS. Materi dapat diselesaikan dalam enam semester. Kurikulum tersebut mengintegrasikan fondasi teoritis, metodologi riset, serta pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan pembelajaran berorientasi pada riset.

    Program doktoral ini menghadirkan berbagai bidang riset yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Cakupannya meliputi akuntansi, kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan teknologi informasi.

    Bidang riset spesifik yang ditawarkan antara lain Financial Accounting and Capital Market, Sustainability Business, Corporate Governance, dan ESG.

    Bidang lainnya adalah Taxation, Fraud, Auditing, Accounting Education, serta Management Accounting and Business Transformation berbasis teknologi.

    Beragam pilihan ini memungkinkan mahasiswa mendalami spesialisasi yang sesuai dengan tren industri dan kebutuhan pasar. Program ini juga didukung fasilitas modern dengan infrastruktur digital lengkap.

    Dukungan jejaring akademik dan industri global menjadi salah satu keunggulan program. Jejaring ini membuka peluang kolaborasi riset dan akses data industri bagi mahasiswa.

    Sejak awal masa studi, mahasiswa sudah didorong untuk menghasilkan publikasi ilmiah sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset.

    Lulusan program Doctor of Accounting Science diproyeksikan memiliki prospek karier yang luas. Mereka dapat berkarier sebagai akademisi, peneliti, konsultan bisnis dan pajak, hingga auditor senior. Peluang lain termasuk menjadi business transformation specialist dan Chief Financial Officer (CFO).

    Peluncuran program ini menjadi langkah strategis BINUS University dalam memperkuat kontribusi terhadap pengembangan ilmu akuntansi di tingkat global.

    Program ini juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan sumber daya manusia unggul di era transformasi digital yang terus bergerak cepat. Inisiatif ini sejalan dengan upaya BINUS dalam mendorong literasi pasar modal dan keuangan.

    Transformasi pendidikan tinggi, khususnya di bidang akuntansi, semakin penting seiring dengan disrupsi teknologi. Program DAS hadir sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut.

    Integrasi AI dan data analytics dalam kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks bisnis nyata.

    Komitmen terhadap riset aplikatif menjadi ciri khas program ini. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dari dunia industri, akan memperkaya pengalaman belajar.

    Pendekatan ini mirip dengan semangat kolaborasi dalam kursus pajak intensif yang digelar institusi lain, yang juga berfokus pada keterampilan praktis.

    Dengan durasi enam semester, program ini menawarkan intensitas belajar yang tinggi. Fokus pada penelitian diharapkan dapat menghasilkan kontribusi baru bagi tubuh ilmu pengetahuan akuntansi. Publikasi ilmiah menjadi tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran.

    Program Doctor of Accounting Science BINUS University kini terbuka untuk pendaftaran. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan mekanisme seleksi dapat diakses melalui kanal resmi universitas. Peluncuran program ini menandai babak baru dalam pendidikan akuntansi tingkat doktoral di Indonesia. (Icha)

  • SIS & Inspirasi Schools Pamer Model Pendidikan Terjangkau di EdTech Summit 2025

    SIS & Inspirasi Schools Pamer Model Pendidikan Terjangkau di EdTech Summit 2025

    Telko.id – SIS & Inspirasi Group of Schools menampilkan model pendidikan terjangkau dan berkualitas dalam EdTech Asia Summit 2025 di Singapura.

    Forum bergengsi ini menghadirkan pemimpin pendidikan, investor, dan pembuat kebijakan untuk membahas inovasi memperluas akses pendidikan berkualitas.

    Pendiri SIS & Inspirasi Group of Schools, Jaspal Sidhu, menjadi pembicara dalam sesi “Capital and Curriculum: Strategies for Access and Affordability”.

    Ia memaparkan visi “Affordable Excellence” yang menghadirkan pendidikan berstandar internasional dengan biaya terjangkau. “Kami membawa sistem pendidikan Singapura — yang diakui terbaik di dunia — ke negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan model yang menggabungkan ketegasan akademik, relevansi, dan keterjangkauan,” ujar Jaspal.

    Model pendidikan ini mendapat pengakuan global melalui penghargaan dari World Bank Group untuk inovasi Half-Fees Model. Pendekatan ini menurunkan biaya sekolah hingga setengah setiap kali membuka kampus baru di kota berbeda, memastikan inklusivitas dan dampak sosial nyata.

    Teknologi digital menjadi tulang punggung ekosistem pendidikan mereka. Seluruh kampus SIS dan Inspirasi di Indonesia terhubung melalui sistem digital terpadu untuk kolaborasi kurikulum dan pemantauan kualitas berkelanjungan.

    Pendekatan ini sejalan dengan berbagai inisiatif digitalisasi pendidikan yang sedang berkembang di Indonesia.

    Jaspal juga memperkenalkan EFFECTOR Model, kerangka pengembangan guru berbasis riset yang dikembangkan bersama Deloitte Singapore. Model ini mengadopsi praktik terbaik dari 25 perusahaan global dan mengidentifikasi delapan atribut utama efektivitas pengajaran.

    “Kunci keberhasilan kami sederhana: rekrut guru dengan sikap yang benar, lalu latih keterampilannya,” tambah Jaspal.

    “Di kota-kota kecil, guru kami berasal dari komunitas yang mereka layani — motivasi mereka sangat personal,” ujar Jaspal menjelaskan.

    Cambridge secara resmi menetapkan SIS dan Inspirasi Schools sebagai tolok ukur global baru untuk pendidikan internasional berkualitas.

    Pengakuan ini berdasarkan studi independen yang menilai kemampuan mereka menyeimbangkan ketegasan akademik, kesejahteraan siswa, dan keterjangkauan biaya.

    Dukungan kebijakan pemerintah Indonesia menjadi faktor penting kesuksesan model ini. Jaspal menekankan bahwa desentralisasi pendidikan dan filosofi Kurikulum Merdeka justru menjadi katalis pertumbuhan.

    “Kebijakan di Indonesia bukan penghalang, melainkan katalis,” jelasnya. “Pendekatan Merdeka mendorong kami lebih transparan, inklusif, dan relevan dengan konteks lokal.”

    Kolaborasi lintas sektor menjadi poin penutup presentasi Jaspal. Ia menyerukan kerja sama lebih kuat antara sektor publik, swasta, dan filantropi untuk memperluas dampak pendidikan inklusif.

    “Pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada satu sumber pendanaan. Gelombang baru keterjangkauan akan datang dari blended capital — perpaduan antara tujuan sosial, kebijakan pemerintah, dan investasi swasta,” tegasnya.

    Partisipasi SIS dan Inspirasi Schools dalam EdTech Asia Summit 2025 menegaskan reputasi mereka sebagai contoh nyata inovasi inklusif.

    Model pendidikan mereka membuktikan bahwa kualitas dan keterjangkauan dapat berjalan beriringan ketika dirancang dengan tujuan jelas. Inisiatif semacam ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk penyedia layanan telekomunikasi yang turut mendukung akses pendidikan digital.

    Keberhasilan model pendidikan terjangkau ini juga menginspirasi kolaborasi serupa di institusi pendidikan lainnya, menunjukkan tren positif dalam transformasi pendidikan Indonesia.

    Dengan pendekatan terpadu antara teknologi, kurikulum berkualitas, dan model bisnis inovatif, pendidikan berkualitas semakin terjangkau bagi masyarakat luas. (Icha)

  • Coursera Perluas Konten AI dan Gandeng Mitra Baru, Ini Targetnya!

    Coursera Perluas Konten AI dan Gandeng Mitra Baru, Ini Targetnya!

    Telko.id – Coursera, platform pembelajaran online terkemuka, mengumumkan perluasan konten berbasis AI dan kemitraan baru untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia.

    Langkah ini diumumkan pada acara Coursera Connect Regional 2024 di Jakarta pada 15 Oktober 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu pelajar dan institusi di Indonesia dalam menghadapi kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang, sejalan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

    Coursera juga memperkenalkan program gelar baru, delapan Sertifikat Profesional, dan 20 Spesialisasi Generative AI (GenAI) untuk mendukung kemampuan pelajar di Indonesia dalam bidang seperti AI, analisis data, keamanan siber, dan pemasaran digital.

    Salah satu program unggulan adalah gelar International Foundation Programme (IFP) dari University of London di bidang Ilmu Komputer. Program ini terbuka bagi semua pelajar, tanpa memandang latar belakang akademis atau profesional.

    Baca juga : Knowledge Power Up, Inisiatif Telkom Akselerasi Budaya Belajar Karyawan

    Raghav Gupta, Managing Director Coursera untuk Asia Pasifik, mengatakan, “Upaya pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan tenaga kerja menghadapi era digital sangat menginspirasi kami. Coursera berkomitmen untuk menjadi mitra utama dalam mencapai tujuan ini.”

    Langkah ini diharapkan dapat membantu generasi muda Indonesia siap beradaptasi dengan dunia kerja yang terus berubah.

    Salah satu aspek penting dari inisiatif ini adalah kemitraan Coursera dengan Prakerja, yang bertujuan untuk membekali pelajar muda dengan keterampilan yang relevan.

    Keterampilan seperti AI, komputasi awan, dan keamanan siber menjadi fokus utama dalam pelatihan yang ditawarkan.

    Melalui kerja sama ini, Coursera dan Prakerja berupaya memberikan solusi pelatihan yang efektif sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

    Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Prakerja, juga menekankan pentingnya adaptasi keterampilan di era digital.

    “Tantangan terbesar kami adalah mengenali perubahan kebutuhan keterampilan dan menemukan penyedia pelatihan yang sesuai. Dengan kolaborasi ini, kami yakin dapat mengatasi tantangan tersebut dan membangun masa depan yang lebih inklusif dan tangguh untuk semua.”

    Selain itu, Coursera juga menjalin kemitraan baru dengan universitas dan perusahaan terkemuka seperti Saïd Business School – University of Oxford, IMD Business School, Airbus Beyond, dan Amazon.

    Coursera juga perluasan kemitraan dengan Prakerja , Bank Danamon, DANA Indonesia, BCA Bank, Indonesia Cyber Education (ICE) Institute, Universitas Pembangunan Jaya and University of Surabaya (Ubaya)”

    Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses ke konten pembelajaran berkualitas tinggi yang relevan dengan dunia kerja.

    Inisiatif ini juga mencakup peningkatan Coursera Coach, yang didukung oleh teknologi AI. Coach ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan interaktif dalam skala besar.

    Dengan fitur-fitur seperti Coach for Career Guidance, pengguna dapat dengan mudah menjelajahi jalur karier yang sesuai dengan keterampilan dan tujuan mereka.

    Coursera juga menggandakan jumlah kursus yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Sekarang, ada lebih dari 4.700 kursus yang diterjemahkan sepenuhnya, meningkat dari 2.000 kursus tahun sebelumnya.

    Hal ini akan memudahkan pelajar di Indonesia untuk mengakses berbagai pelatihan digital yang relevan dalam bahasa mereka sendiri. (Icha)

  • Transaksi Naik 3,5x Di 2023, kuncie Siap

    Transaksi Naik 3,5x Di 2023, kuncie Siap

    Telko.id – Di tengah iklim industri edutech yang makin menantang, di 2023 Kuncie mampu catatkan pertumbuhan nilai transaksi hingga 3,5 kali lipat dan peningkatan pendapatan perusahaan hampir 2 kali lipat y.o.y.

    Pertumbuhan bisnis Kuncie pada tahun 2023 disumbang oleh kinerja positif di segmen pelanggan korporasi melalui program Corporate Training Solutions, beragam pembelian modul video belajar, dan rangkaian kelas belajar self-paced yang dipersonalisasi.

    Sementara itu, program yang dikhususkan untuk individu juga mencatatkan kinerja positif bagi perusahaan, seperti program Kuncie Executive yang merupakan hasil kolaborasi bersama institusi pendidikan ternama seperti SBM ITB (School of Business Management Institut Teknologi Bandung) dan UGM (Universitas Gadjah Mada). 

    “Keberhasilan kami untuk bertumbuh di tengah kondisi industri yang menantang ini menunjukkan bahwa Kuncie berhasil menghadirkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama bagi kalangan profesional,” kata Hendra Saputra, CEO Kuncie.

    Baca juga : Pekerjaan Masa Depan Harus Adaptif Dengan AI Generatif

    Hendra menambahkan bahwa pencapaian tersebut bukan hanya mencerminkan pertumbuhan finansial yang solid, tetapi juga sebagai validasi terhadap value yang dihadirkan oleh Kuncie sebagai platform yang meningkatkan kompetensi dan kapasitas para penggunanya.

    “Capaian ini juga menjadi pondasi kuat bagi kami untuk terus memperkuat eksistensi di industri edutech serta terus memberikan pengalaman pembelajaran eksklusif dan berkualitas kepada berbagai lapisan masyarakat di Indonesia,” ujar Hendra menambahkan.

    Pada 2024 ini, Kuncie akan fokus mengintegrasikan layanannya dengan aset komersial Telkomsel, seperti layanan Halo+, Ilmupedia, dan Indihome. Integrasi aset Telkomsel tersebut akan mendorong pengembangan inovasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis Kuncie ke depan. 

    Ke depan, Kuncie juga akan menghadirkan lebih banyak kelas Kuncie Executive yang bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan ternama di Indonesia seiring dengan kesuksesan program ini pada tahun lalu.

    Selain itu, Kuncie juga akan lebih intensif dalam memperluas kemitraan bisnis yang kuat dengan lebih banyak perusahaan di Indonesia untuk mendukung kemajuan berbagai industri melalui peningkatan potensi dan produktivitas karyawan. 

    “Meskipun industri edutech dinilai akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks ke depannya, namun kam yakin bahwa edutech masih memiliki prospek cerah, utamanya yang menyasar segmen kalangan profesional, ” ujar Hendra optimis.

    Ia pun menjelaskan bahwa Kuncie sudah menyiapkan berbagai langkah strategis dan fokus di 2024 ini dan juga optimis bahwa Kuncie akan mampu bertahan dan tumbuh di tahun ini.

    “Inovasi-inovasi ini juga kami lakukan untuk mewujudkan inklusivitas akses pendidikan yang sesuai dengan berbagai lapisan masyarakat di Indonesia,” tutup Hendra. (Icha)

  • Pekerjaan Masa Depan Harus Adaptif Dengan AI Generatif

    Pekerjaan Masa Depan Harus Adaptif Dengan AI Generatif

    Telko.id – Udemy, baru saja merilis laporan Global Learning & Skills Trends 2024, laporan ini mengidentifikasi tema-tema utama serta keterampilan paling diminati yang diprediksi akan membentuk masa depan pekerjaan di tahun 2024 dan di masa depan termasuk yang berkaitan dengan AI Generatif.

    Didasarkan pada data 15.000 lebih pengguna Udemy Business, laporan tahunan ini menyoroti investasi penting yang diperlukan oleh organisasi dalam mempersiapkan tenaga kerja di masa mendatang.

    Beberapa aspek yang disoroti termasuk pergeseran menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), penerimaan AI generatif (Generative AI), dan peningkatan fokus pada pengembangan kepemimpinan.

    “Para pemimpin saat ini berupaya mendorong kinerja bisnis di era yang terus berubah dengan memprioritaskan peningkatan keterampilan,” ujar Stephanie Stapleton Sudbury, President of Udemy Business.

    Baca juga : Udemy, ChatGPT keterampilan Yang Paling Diminati

    Menurut Stephanie, berdasarkan data Udemy, menunjukkan bahwa organisasi sedang melakukan investasi yang substansial untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam bidang AI generatif guna meningkatkan produktivitas, memperkuat keterampilan teknis, dan mengembangkan kepemimpinan yang lebih tangguh.

    Hal ini dilakukan karena mereka terus mengemban perubahan menuju organisasi yang berbasis keterampilan, yang mengadopsi potensi kecerdasan buatan.

    Seiring kecepatan inovasi yang semakin meningkat, banyak organisasi menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan yang semakin besar. Diperkirakan hal ini akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja hingga 85 juta orang pada tahun 2030.

    Untuk membantu mengatasi kesenjangan ini serta membentuk tenaga kerja yang lebih adaptif, Udemy menyoroti tiga bidang investasi penting yang perlu difokuskan oleh perusahaan saat merencanakan strategi bisnis tahun depan.

    • Kemampuan menavigasi perubahan keterampilan (skill) yang cepat. Keterampilan yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan meningkat sekitar 10% setiap tahunnya dan ini menyebabkan banyak keahlian yang dianggap penting pada tiga tahun lalu kini menjadi tidak relevan.

    Ini mendorong banyak pemimpin bisnis untuk beralih ke strategi yang lebih praktis dengan penekanan pada pengembangan dan validasi keterampilan, bukan hanya bergantung pada gelar atau pengalaman kerja sebelumnya.

    Akibatnya, banyak perusahaan kini mengalokasikan investasi besar dalam pelatihan dan pengembangan, seperti yang terlihat dari Udemy yang mencatat 10 juta pembelajar baru dengan lebih dari 134 juta kursus yang dipelajari dalam 12 bulan terakhir.

    • Beradaptasi dengan kemajuan AI generatif. Para ahli memperkirakan bahwa AI generatif dapat menggantikan hingga 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030 dan berpotensi menghemat $243,5 miliar dalam kapasitas produksi di negara ini.

    Selain itu, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi baru ini dan efisiensi yang dihasilkannya, AI generatif diperkirakan akan menciptakan hingga 23 juta pekerjaan baru pada tahun 2030 di Indonesia.

    Oleh karena itu, banyak perusahaan berusaha melatih karyawan untuk menggunakan AI generatif, mengintegrasikan teknologi ini ke dalam rutinitas kerja sehari-hari.

    Ini tercermin dalam lonjakan sebesar 60% dalam pelatihan terkait AI di platform Udemy dalam satu tahun terakhir, serta peningkatan peserta kursus di ChatGPT sebanyak lebih dari 4.419% pada kuartal pertama 2023.

    • Mengembangkan pemimpin yang kuat. Tenaga kerja saat ini mengalami tekanan yang sangat besar akibat perubahan yang konstan, mulai dari semakin permanennya pekerjaan hybrid hingga munculnya AI generatif dan kesenjangan keterampilan yang semakin besar, sehingga lebih dari separuh karyawan merasa kelelahan.

    Dengan biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang tidak berkomitmen (disengaged worker) melebihi $8,8 triliun pada tahun 2022, sangat penting bagi organisasi untuk berinvestasi dalam pengembangan kepemimpinan – terutama untuk manajer mid-level – untuk menghindari risiko transformasi digital organisasi mereka.

    Selama setahun terakhir, Udemy telah melihat peningkatan investasi dalam topik pengembangan kepemimpinan, seperti komunikasi, dasar-dasar manajemen, kecerdasan emosional, dan transformasi digital.

    Kursus coaching, khususnya, mengalami lonjakan sebesar 177% YoY di antara para manajer dan tim kepemimpinan.

    “Lingkungan pekerjaan Indonesia terus berkembang menghadapi perubahan yang cepat akibat inovasi-inovasi revolusioner seperti AI generatif. Hal ini mengubah cara kita bekerja secara mendasar dan membentuk kembali lingkungan profesional kita,” ujar Giri Suhardi, Head of Indonesia di Udemy.

    Itu sebabnya, sangat penting bagi para pemimpin untuk mendukung tim melalui transformasi ini melalui peluang pembelajaran yang fleksibel.

    “Oleh karena itu, memperkuat efisiensi operasional dan memiliki keterampilan baru menjadi kunci utama agar tenaga kerja kita tidak hanya dapat beradaptasi, tetapi juga terus berkembang di tengah era yang terus berevolusi ini,” ujar Giri menambahkan.

    Keterampilan dengan Pertumbuhan Tercepat

    Laporan tahun ini juga menyoroti keterampilan yang menunjukkan tingkat pertumbuhan yang paling signifikan. Beberapa di antaranya adalah keterampilan yang belum begitu banyak digunakan pada tahun sebelumnya seperti ChatGPT.

    Sementara, keterampilan yang lain yang tumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun seperti strategi periklanan, semuanya mengalami lonjakan besar dalam penggunaannya selama satu tahun terakhir.

    Dengan laju perubahan yang membutuhkan peningkatan keterampilan dan adaptasi yang lebih cepat dari sebelumnya.

    Berikut adalah 10 keterampilan yang sedang naik daun yang perlu dikuasai oleh para profesional, yang perlu dipersiapkan untuk tahun 2024:

    • ChatGPT dari OpenAI (4.419%) 

    • Environmental, Social, and Governance / ESG (3.128%) 

    • Sertifikasi Google Professional Cloud DevOps Engineer (1.454%) 

    • Ekonomi perilaku (Behavioral economics) (1.326%) 

    • Strategi periklanan (1.118%) 

    • Persiapan ujian sertifikasi dan perangkat lunak (1.044%) 

    • Microsoft Azure Synapse Analytics (799%) 

    • Autodesk 3ds Max (780%) 

    • DevSecOps (730%) 

    • Desain perangkat lunak (624%) 


    Metodologi

    Untuk laporan ini, Udemy menganalisis data dari ribuan pengguna di seluruh dunia. Total konsumsi dikalkulasikan dari pengguna Udemy Business yang mengakses berbagai topik kursus dari 1 Juli 2022 hingga 1 Juli 2023.

    Pertumbuhan persentase konsumsi dihitung dengan membandingkan data dari periode 1 Juli 2021 hingga 1 Juli 2022. Data mengenai pengguna baru dan pendaftaran kursus di platform Udemy, yang melibatkan pembelajar perorangan maupun perusahaan, juga diambil dalam rentang waktu yang sama.

    Penyesuaian rentang waktu dilakukan untuk beberapa pengambilan data, terutama terkait penggunaan ChatGPT, mengingat beberapa topik baru muncul setelah periode tersebut. (Icha)

  • Kelas Pintar Update Tampilan UI dan Fitur Point System

    Kelas Pintar Update Tampilan UI dan Fitur Point System

    Telko.id, Jakarta – Kelas Pintar di tahun ajaran baru 2023-2024 melakukan update tampilan antarmuka atau User Interface (UI), serta menghadirkan fitur Point System dengan berbagai hadiah menarik.

    Melalui acara Media Talkshow Study Life Balance Kelas Pintar di Jakarta pada Selasa (22/08/2023), Head of Marketing Kelas Pintar, Ellenduani Aprilia mengatakan kalau bahwa layanan Kelas Pintar hadir dengan tampilan yang lebih baru. Dengan begitu tampilannya lebih segar dibandingkan dengan versi sebelumnya.

    “Antarmuka terbaru dari Kelas Pintar ini dihadirkan sebagai upaya kami untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dalam belajar, dan juga memberikan experience yang lebih modern dibandingkan antarmuka yang sebelumnya,” jelas perempuan yang akrab disapa Duan ini.

    Perubahan tampilan ini diharapkan Duan dapat menjadikan proses belajar menjadi lebih menyenangkan, serta membawa pengalaman yang menyenangkan.

    “Diharapkan sistem antarmuka terbaru ini bisa menjadikan belajar bukan hanya sebagai kebutuhan atau menuruti perintah dari orang tua bagi anak, namun menjadikan belajar sebagai suatu hal yang menyenangkan dan bahkan sebagai kebutuhan bagi anak,” tambah Duan.

    Baca Juga: Cara Kelas Pintar Ajak Siswa Terapkan Study-Life Balance

    Bersamaan dengan itu, demi meningkatkan keinginan belajar para siswa, Kelas Pintar menghadirkan fitur Point System yang bisa memotivasi para pelajar. Pasalnya dengan semakin banyak belajar para siswa akan memiliki poin yang semakin banyak. Hal ini diklaim menjadikan belajar menjadi lebih menyenangkan.

    Point system merupakan sebuah bentuk apresiasi Kelas Pintar kepada para siswa yang melakukan perjalanan akademisnya dengan Kelas Pintar. Para siswa akan mendapatkan poin untuk setiap aktivitas yang mereka lakukan.

    Selanjutnya, poin tersebut akan terlihat dalam leaderboard, dimana siswa yang berada pada posisi tertinggi di setiap bulannya akan mendapatkan hadiah untuk membantu mengeksplorasi potensinya.

    “Kami juga membawa kesenangan para siswa ke dalam aktivitas di Kelas Pintar dengan meluncurkan point system. Tujuannya untuk mendekatkan para siswa pada impian yang ingin mereka capai melalui perjalanan akademis yang lancar atau tanpa hambatan,” ungkap Duan.

    Hadiah yang sangat beragam. Mulai dari gadget, smartphone hingga hadiah utama liburan ke Jepang. Beragam hadiah tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengguna untuk mengembangkan hobi dan cita-cita mereka.

    “Hadiah yang kami siapkan cukup beragam, mulai dari yang terkait dengan hobi, cita-cita, hingga pengalaman hidup. Jadi, jika ada siswa yang bermimpi jadi YouTuber, Gamers, Beauty Blogger dan lain sebagainya, dapat terfasilitasi oleh Kelas Pintar. Dan puncaknya adalah paket liburan GRATIS di penghujung tahun ajaran,” pungkas Duan.

    Update UI dan Point System di Kelas Pintar sudah tersedia di platform tersebut baik dalam versi aplikasi atau website.

  • Kelas Pintar Beri Tips ke Ortu Agar Anak Bisa Study-Life Balance

    Kelas Pintar Beri Tips ke Ortu Agar Anak Bisa Study-Life Balance

    Telko.id, Jakarta – Kelas Pintar mengkampanyekan konsep Study-Life Balance kepada para siswa atau anak, tetapi hal tersebut baru bisa terjadi apabila didukung oleh peran orang tua atau ortu demi menjaga emosional dan mental anak.

    Study-Life Balance merupakan konsep yang mengacu pada keseimbangan antara waktu untuk kegiatan pribadi, keluarga dan rekreasi. Sayangnya di masa sekarang ini, terkadang anak-anak sulit melakukannya karena mereka dituntut oleh orang tua untuk belajar demi meraih nilai tinggi di sekolah.

    “Keseimbangan antara kehidupan belajar dan kehidupan pribadi itu penting, supaya anak bisa menemukan apa yang mereka sukai baik di dalam maupun di luar sekolah,” jelas CEO Kelas Pintar, Fernando Uffie.

    Senada dengan itu Psikolog Anak, Caesilia Ika menjelaskan apabila anak belajar secara berlebihan, maka dikhawatirkan mereka tidak hanya mengalami kelelahan fisik melainkan juga mental bahkan menjurus ke depresi.

    “Anak-anak yang mengalami tekanan berlebihan dalam belajar tanpa cukup waktu untuk beristirahat dan bermain, mungkin mengalami kelelahan fisik dan mental. Keseimbangan yang buruk tersebut dapat berdampak ada stres, kecemasan, penurunan motivasi belajar hingga depresi,” kata Psikolog Pendidikan, Caesilia Ika.

    Oleh karenanya dalam media Talkshow bertema Study-Life Balance pada Selasa (22/08/2023), disebutkan kalau orang tua berperan penting dalam mendukung Study-Life Balance dengan menerapkan beberapa tips berikut ini.

    Baca Juga: Cara Kelas Pintar Ajak Siswa Terapkan Study-Life BalanceCara Kelas Pintar Ajak Siswa Terapkan Study-Life Balance

    Pertama ciptakan komunikasi 2 arah yang nyaman antara anak dan orang tua. Dengan begitu, orang tua bisa lebih memahami apa yang diinginkan oleh anaknya.

    “Ciptakan rasa aman, nyaman dan mengalir. Pahami apa yang menjadi pikiran, perasaan, emosi dan keinginan anak,” ungkap Caesilia.

    Kedua dorong anak menjadi pribadi yang bisa mengatur kegiatan sehari-hari atau self-management. Tujuannya agar anak menjadi mandiri dan bertanggung jawab atas yang dikerjakan.

    Ketiga pastikan anak untuk belajar secara efektif, atau kegiatan belajar yang mendekatkan anak pada prestasi serta hal yang disukai. Keempat latih anak untuk tidak hanya memikirkan kompetisi, dalam menghadapi sesuatu melainkan juga kolaborasi.

    “Setiap hari lebih baik dari hari kemarin, sehingga ajak anak untuk lebih banyak berkolaborasi dan bukan sekedar berkompetisi,” terang Caesilia.

    Adapun yang kelima atau terakhir yaitu latih resiliensi anak, sehingga anak bisa tahap terhadap godaan, terhadap keinginan sesaat sehingga anak belajar untuk mengalami keberhasilan dan juga kegagalan.

    Sebagai informasi, Kelas Pintar juga akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan #StudyLifeBalance dan mengedukasi para siswa maupun stake holder terkait akan pentingnya kesimbangan antara kehidupan belajar dengan kehidupan pribadi.

  • Cara Kelas Pintar Ajak Siswa Terapkan Study-Life Balance

    Cara Kelas Pintar Ajak Siswa Terapkan Study-Life Balance

    Telko.id, JakartaStudy-life balance adalah konsep penting yang mengacu pada mencari keseimbangan antara waktu yang dihabiskan untuk belajar atau akademis dengan waktu untuk kegiatan pribadi, keluarga, dan rekreasi. Oleh karenanya Kelas Pintar berusaha supaya siswa bisa menerapkan Study-Life Balance untuk kehidupan sehari-hari.

    “Keseimbangan antara kehidupan belajar dan kehidupan pribadi itu penting. Karena menjadi seorang siswa bukanlah status melainkan sebuah fase. Fase di mana anak-anak memerlukan kebebasan untuk menjelajahi kehidupan dan menemukan apa yang mereka sukai baik di dalam maupun di luar sekolah,” jelas Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar saat membuka media Talkshow dengan tema Study Life Balance di Jakarta pada Selasa (22/08/2023).

    Namun faktanya, jumlah waktu yang harus dihabiskan para siswa untuk belajar di sekolah dan di rumah menjadi masalah, mereka menjadi lelah dan juga memerlukan lebih banyak waktu untuk menjelajahi apa yang mereka sukai di luar aspek akademis.

    “Anak-anak yang mengalami tekanan berlebihan dalam belajar tanpa cukup waktu untuk beristirahat dan bermain, mungkin mengalami kelelahan fisik dan mental.

    Keseimbangan yang buruk tersebut dapat berdampak pada stres, kecemasan, penurunan motivasi dalam belajar, hingga depresi,” terang Caesilia Ika W, S.Psi., M.Psi – Psikolog Pendidikan – Konselor Anak dan Remaja.

    Baca Juga: Lewat PTN, Kelas Pintar Bantu Siswa Biar Gak “Salah Jurusan”

    Di sisi lain, orang tua dan guru kadang-kadang tidak dapat memberikan anak-anak cukup kebebasan dan peluang untuk menjelajahi potensi-potensi lain karena mereka khawatir bahwa waktu yang dihabiskan anak-anak untuk belajar masih belum cukup untuk membuat mereka unggul dalam hidup.

    Untuk itu, penting bagi anak untuk bisa belajar dengan efektif dan efisien, sehingga mereka tidak harus menghabiskan seluruh waktu mereka hanya untuk belajar.

    “Ketika anak-anak dapat berhasil dalam studi mereka, maka orang tua dan guru akan membiarkan mereka menjelajahi kehidupan dengan bebas, pada saat itu dapat dikatakan bahwa mereka mencapai keseimbangan antara kehidupan belajar dan pribadi,” ucap Ellenduani Aprila – Head Of Marketing Communication Kelas Pintar.

    Menurut wanita yang akrab disapa Duan ini, tugas penyedia solusi berbasis teknologi seperti Kelas Pintar adalah bagaimana membantu siswa untuk bisa belajar secara efektif dan efisien, sehingga bisa meminimalisir kelelahan dikarenakan waktu belajar yang berlebih.

    “Kami di Kelas Pintar terus berinovasi, salah satunya adalah dengan menghadirkan antarmuka baru yang didesain untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” terang Duan.

    Dengan pembaruan antarmuka, Kelas Pintar berharap bisa membuat proses pembelajaran di Kelas Pintar menjadi lebih efektif dan efisian, baik secara upaya maupun waktu.

    “Selanjutnya adalah bagaimana kami membawa kesenangan para siswa ke dalam aktivitas di Kelas Pintar. Salah satunya adalah dengan meluncurkan point system, dalam upaya mendekatkan para siswa pada impian yang ingin mereka capai melalui perjalanan akademis yang lancar atau tanpa hambatan,” ujar Duan.

    Point system sendiri pada prinsipnya merupakan sebuah bentuk apresiasi Kelas Pintar kepada para siswa yang melakukan perjalanan akademisnya dengan Kelas Pintar. Para siswa akan mendapatkan poin untuk setiap aktivitas yang mereka lakukan. Selanjutnya, poin tersebut akan terlihat dalam leaderboard, dimana siswa yang berada pada posisi tertinggi di setiap bulannya akan mendapatkan hadiah untuk membantu mengeksplorasi potensinya.

    “Hadiah yang kami siapkan cukup beragam, mulai dari yang terkait dengan hobi, cita-cita, hingga pengalaman hidup. Jadi, jika ada siswa yang bermimpi jadi YouTuber, Gamers, Beauty Blogger dan lain sebagainya, dapat terfasilitasi oleh Kelas Pintar. Dan puncaknya adalah paket liburan GRATIS di penghujung tahun ajaran,” pungkas Duan.

    Sebagai informasi, Kelas Pintar juga akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan #StudyLifeBalance dan mengedukasi para siswa maupun stake holder terkait akan pentingnya kesimbangan antara kehidupan belajar dengan kehidupan pribadi.

  • Udemy, ChatGPT keterampilan Yang Paling Diminati

    Udemy, ChatGPT keterampilan Yang Paling Diminati

    Telko.id – Udemy, perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pembelajaran online, telah merilis Workplace Learning Index Q1 2023.

    Laporan yang diterbitkan setiap tiga bulan ini menyoroti keterampilan teknis dan profesional yang sedang tren di kalangan para profesional saat ini. Tujuannya adalah untuk membantu mereka mengikuti perkembangan inovasi dan mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

    Menurut temuan laporan tersebut, ChatGPT saat ini menjadi keterampilan yang paling diminati di dunia kerja secara global.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari hampir 14.400 pelanggan Udemy Bisnis di seluruh dunia, ChatGPT menjadi topik yang paling banyak dikonsumsi pada kuartal pertama tahun 2023. Konsumsi kursus ChatGPT meningkat secara signifikan sebesar 4.419% dari kuartal sebelumnya.

    Baca juga : Waspada, Banyak Penipuan yang Mengatasnamakan ChatGPT

    Selain itu, hampir 470 kursus baru yang berkaitan dengan ChatGPT ditambahkan ke platform Udemy selama kuartal tersebut, dan jumlah pendaftaran kursus mencapai lebih dari 420.000 per tanggal 31 Maret 2023.

    Para pembelajar Udemy Bisnis memanfaatkan ChatGPT terutama untuk meningkatkan efisiensi kerja mereka dan membantu pembuatan copywriting untuk meningkatkan SEO. Selain itu, ChatGPT juga digunakan untuk menghasilkan ide-ide yang dapat meningkatkan presentasi visual, serta pembuatan email berskala besar guna meningkatkan produktivitas.

    Permintaan akan kursus ChatGPT terus tinggi di kalangan pembelajar di platform Udemy, dan para instruktur dengan cepat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan ini. Hingga pertengahan Maret 2023, telah ada lebih dari 4.500 pendaftaran dari Indonesia khusus untuk kursus ChatGPT. Jumlah tersebut melampaui angka di beberapa negara- negara maju seperti Australia, Jepang, dan Korea.

    Workplace Learning Index ini juga menunjukkan bahwa bahasa pemrograman Dart merupakan keterampilan teknis yang paling banyak diminati di Indonesia, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 161%, diikuti oleh Google Flutter sebesar 127%. Keterampilan teknis lainnya yang melonjak adalah Microsoft Certification (83%), Agile (67%), dan Android Development (64%).

    “Kami sangat senang melihat pertumbuhan yang sangat tinggi untuk topik AI secara global, dan di Indonesia pada khususnya. Hal ini menunjukkan bahwa para profesional di Indonesia memiliki motivasi yang tinggi untuk mempelajari AI, tidak kalah dari negara-negara maju. Ini merupakan perkembangan yang positif bagi negara ini dalam merangkul teknologi yang sedang tren untuk tetap kompetitif dan inovatif,” kata Giri Suhardi, Head of Indonesia Market di Udemy.

    Giri menambahkan bahwa seiring dengan semakin pentingnya penggunaan AI generatif di dunia kerja, penting bagi para profesional untuk memiliki akses ke sumber belajar yang berkualitas tinggi dan terkini.

    Udemy berkomitmen untuk mendukung para profesional di Indonesia dengan menyediakan lebih dari 210.000 kursus yang dapat membantu mereka meningkatkan berbagai keterampilan, termasuk yang terkait dengan AI, dan menjadi yang terdepan di industri masing-masing.

    Giri menjelaskan bahwa Udemy tidak hanya menyediakan kursus AI dan ChatGPT kepada publik, tetapi juga mengadopsi AI ke dalam platformnya untuk mengoptimalkan pengalaman belajar bagi individu, organisasi, dan instruktur.

    Udemy baru-baru ini meluncurkan sebuah alat yang didukung AI untuk membantu instruktur dalam membuat latihan coding. Hanya dengan memberikan deskripsi tugas, instruktur dapat mengandalkan AI untuk menghasilkan kode pendukung yang diperlukan untuk mengimplementasikan latihan coding.

    Udemy juga akan merilis kemampuan baru berbasis AI yang merekomendasikan video kursus kepada pembelajar yang dipersonalisasi berdasarkan tujuan karir mereka.

    Pada tahun 2030, diprediksi akan terjadi kekurangan lebih dari 85 juta orang yang memiliki keterampilan, sehingga berinvestasi dalam peningkatan keterampilan (upskilling) dapat membantu organisasi untuk menutup kesenjangan tersebut, tetap berada di garis depan dalam kemajuan teknologi, dan tetap mampu bersaing di pasar yang kompetitif.

    Giri mengatakan, “Kami juga memanfaatkan kekuatan AI untuk membantu organisasi memahami kesenjangan keterampilan (skill gaps) di dalam tenaga kerja mereka, dan mendukung karyawan untuk tumbuh secara efektif dan strategis. Perkembangan AI akan memberikan dampak yang signifikan pada hampir semua area fungsional dan sektor bisnis.”

    Metodologi

    Udemy Workplace Learning Index menggunakan data dari ribuan pelanggan Udemy Business di seluruh dunia. Data lokasi berdasarkan pada negara yang terkait dengan perusahaan. Data keterampilan membandingkan konsumsi kursus dalam koleksi Udemy Business antara Q4 2022 dan Q1 2023.

    Kursus-kursus ini terkait dengan satu atau beberapa topik, dengan maksimal lima topik per kursus. Keterampilan yang sedang tren yang terlihat dalam laporan ini didasarkan pada topik-topik tersebut. Jika sebuah kursus mencakup beberapa topik, waktu konsumsi dibagi rata ke semua topik yang terkait dengan kursus tersebut. (Icha)

  • Kolaborasi WIR Group dan Bahaso, Belajar Gunakan Metaverse

    Kolaborasi WIR Group dan Bahaso, Belajar Gunakan Metaverse

    Telko.id – WIR Asia berkolaborasi dengan Bahaso, perusahaan edutek untuk mengintegrasikan dua ekosistem Metaverse dalam membangun ekosistem pendidikan digital di Indonesia.

    Penandatanganan kerjasama ini diresmikan oleh Gupta Sitorus, Chief of Marketing and Sales WIR Group, dan Allana Abdullah, Direktur Utama dan CEO dari Bahaso, di kantor pusat WIR Group, di Sequis Tower, Jakarta Selatan.

    Kolaborasi dua perusahaan anak bangsa ini diharapkan menjadi kolaborasi platform Metaverse pertama di Indonesia yang juga selaras dengan visi dan misi kedua perusahaan yakni memberikan inovasi pengalaman belajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    Bahaso yang sudah bergerak dari tahun 2015 di bidang edukasi teknologi saat ini tengah membangun Metaverse berbasis Blockchain dan AI untuk menjadi marketplace pendidikan serta professional training center.

    Baca juga : WIR dan DANA, Kolaborasi Tingkatkan Literasi Digital Era Web 3.0

    Bahaso akan menghadirkan layanan ini pada ekosistem Metaverse agar dapat memberikan manfaat serta implementasi nyata bagi pendidikan bangsa Indonesia.

    Kerjasama WIR Group dan Bahaso akan menjajaki potensi menggabungkan dua dunia Metaverse yang berbeda agar dapat meningkatkan pengalaman belajar pengguna serta memperkuat infrastruktur teknologi pada ekosistem pendidikan digital besutan Bahaso.

    Bahaso melihat potensi Metaverse dalam bidang pendidikan terutama dalam menciptakan platform yang lebih imersif dan interaktif.

    “Untuk itu, kami menggabungkan ekosistem metaverse dengan WIR Group untuk memperkuat platform Metaverse kami agar lebih solid dan terintegrasi,” kata Allana.

    Dengan demikian, para pengguna dapat merasakan experience belajar yang menarik dengan berkeliling kesana kemari dari satu dunia metaverse ke dunia metaverse lainnya.

    “Seperti layaknya bermain game, hal ini dapat meningkatkan motivasi pengguna untuk terus belajar,” kata Allana menambahkan.

    Teknologi web 3.0 melalui ekosistem Metaverse dengan dukungan blockhain dan AI memungkinkan siswa dapat menjelajahi lingkungan virtual dan berinteraksi dengan objek dan simulasi yang mungkin tidak dapat dilakukan di dunia fisik.

    Hal ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep kompleks dan membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.

    Platform Metaverse juga dapat memperkuat interaksi di antara guru dan murid di mana hal ini akan meningkatkan kualitas kegiatan belajar dan mengajar.

    “Sebagai penggerak dari teknologi web 3.0, kami melihat ekosistem yang interaktif serta imersif dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi siswa dalam mengakses serta mengaplikasikan pelajaran,” ujar Gupta.

    Transisi dunia pendidikan dari teknologi web 2.0 menjadi web 3.0 akan menjadi momentum yang krusial bagi sistem pendidikan di Indonesia.

    Kolaborasi dari dua pemain teknologi Indonesia ini akan memberikan dukungan yang signifikan bagi pembangunan ekosistem pendidikan digital Indonesia melalui teknologi interaktif agar aktivitas belajar dan mengajar lebih menarik.  

    “Sistem pembelajaran dengan menggunakan teknologi web 3.0 akan menjadi lebih personal bagi pengguna di mana metode ini akan bermanfaat dalam meningkatkan keinginan belajar siswa.  Kami harap kerjasama yang dijajaki WIR Group dan Bahaso dapat memberikan kebermanfaatan pada inovasi pendidikan di Indonesia,” tutup Gupta. (Icha)