Kategori: Edutech

  • Kelas Pintar Terpilih Sebagai Mitra Pembangunan IKM

    Kelas Pintar Terpilih Sebagai Mitra Pembangunan IKM

    Kelas Pintar dipilih menjadi salah satu dari 19 Mitra Pembangunan IKM. Penyedia solusi pendidikan berbasis teknologi ini akan membantu Kemdikbudristek dalam mempercepat, memfasilitasi, dan menguatkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di seluruh wilayah Indonesia.

    Sebagai mitra, Kelas Pintar selanjutnya akan berpartisipasi aktif dalam sosialisasi, pendampingan satuan pendidikan binaan, penyusunan modul dan perangkat ajar, hingga melakukan pengunggahan sumber/bahan ajar pada Platform Merdeka Mengajar.

    “Berbekal pengalaman dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pendidikan berbasis teknologi, kami percaya Kelas Pintar bisa berkontribusi dalam upaya memajukan dunia pendidikan tanah air melalui akselerasi dan penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka,” kata Founder dan CEO Kelas Pintar, Fernando Uffie, melalui keterangan resmi.

    Baca juga: Kelas Pintar Kenalkan Versi Terbaru dari GURU

    Lebih lanjut Uffie juga merinci tentang beragam kegiatan yang sudah dan akan dilakukan oleh Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka.

    Beberapa kegiatan itu, termasuk menggelar webinar dan atau seminar ke satuan pendidikan binaan; melakukan visitasi dan pendampingan satuan pendidikan binaan; menyediakan narasumber untuk berbagai kegiatan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan oleh BPMP, Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan di daerah binaan; dan banyak lagi.

    Adapun alasan terpilihnya Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dikarenakan platform ini memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek, meliputi mandiri dalam hal pendanaan, sudah memiliki sekolah binaan, sudah memiliki MoU dengan Pemerintah Daerah, serta diharapkan sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun, dan memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran.

    Baca juga: Mengenal Fitur Terbaru Koin Virtual Kelas Pintar

    Kelas Pintar juga menjadi satu-satunya perusahaan edukasi teknologi yang menjadi Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka ini.

    Sebagai informasi, Kelas Pintar saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1.000 Sekolah di seluruh Indonesia, dimana 523 Sekolah di antaranya merupakan Sekolah Binaan Implementasi Kurikulum Merdeka.

    Sekolah Binaan Kelas Pintar terdiri dari berbagai jenjang, yaitu 351 sekolah di jenjang sekolah dasar, 146 di jenjang sekolah menengah pertama, dan 26 sekolah di jenjang sekolah menengah atas. Kesemuanya tersebar di beberapa wilayah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

  • Pengguna Ruangguru Diklaim Capai 38 Juta dan Diakses 200 Juta Per Bulan

    Pengguna Ruangguru Diklaim Capai 38 Juta dan Diakses 200 Juta Per Bulan

    Telko.id – Pengguna Ruangguru diklaim mencapai 38 juta dan diakses hingga 200 juta per bulan. Angka tersebut merupakan hasil laporan internal.

    “Ini pencapaian yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Artinya, banyak sekali anak Indonesia yang setiap harinya belajar melalui Ruangguru, baik melalui aplikasi maupun website,” ujar Belva Devara, Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru, dalam konferensi pers virtual, Senin (20/6/2022).

    Capaian tersebut ditunjang oleh meningkatnya jumlah waktu yang dihabiskan oleh pengguna untuk mengakses Ruangguru, yakni sebesar 85%. Menurut Belva, peningkatan itu terjadi berkat fitur Ruangguru yang menghadirkan layanan interaktif sehingga proses pembelajaran tidak hanya bermodalkan video, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para penggunanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan selama proses pembelajaran.

    “Gurunya juga bisa menjelaskan sesuai dengan pertanyaan dari si anak,” jelas Belva.

    Tak hanya memperhatikan pengalaman pengguna, Ruangguru juga mengaku menyelenggarakan berbagai program yang dapat mendorong peningkatan kemampuan tenaga pengajar. Salah satunya yaitu program Indonesia Teaching Fellowship (ITF) yang dijalankan oleh Ruangguru sejak 2018.

    Program ini memberikan pelatihan kepada guru yang berfokus untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan pengembangan diri guru melalui upaya-upaya peningkatan kompetensi guru. Sepanjang 2021, Ruangguru telah mengadakan pelatihan guru di 33 kabupaten/kota di 15 provinsi.

    “Kami juga memberikan modul pelatihan guru gratis. Saat ini sudah mencapai 340.000 guru selama tahun 2021, ini juga angka tertinggi bagi kami,” kata Belva.

    Dia juga menambahkan, bentuk pelatihan yang diberikan kepada guru juga termasuk cara mengajar online. Sebab, transisi mengajar luring ke daring menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi oleh para tenaga pengajar.

    “Banyak sekali yang masih bingung atau belum mengerti cara terbaiknya untuk mengajar secara online,” imbuhnya.

    Melalui ragam pelatihan dari Ruangguru, perusahaan mencatat adanya peningkatan sebesar 71% pada nilai try out Uji Kompetensi Guru.

    “Semoga di tahun 2022 kami juga bisa berkontribusi lebih banyak lagi kepada dunia pendidikan di Indonesia,” tutur Belva. (Icha)

  • Ruangguru Rambah Coding Anak-anak Dengan Akuisisi Startup Kalananti

    Ruangguru Rambah Coding Anak-anak Dengan Akuisisi Startup Kalananti

    Telko.id – Ruangguru baru saja akuisisi Kalananti. Sebuah startup penyedia pelatihan coding untuk anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Tidak dipublikasikan berapa nilai kesepakatan aksi korporasi ini.

    Menurut Co-founder dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara, Kalananti memiliki kurikulum yang bagus. Pelatihan coding Kalananti pun dinilai berhasil mendapatkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi.

    “Jadi kami melihat coding adalah yang belum kami garap di Ruangguru dan itulah akhirnya kami mengakuisisi startup tersebut. Ke depannya, kami akan lebih banyak masuk ke vertikal bisnis lain di bidang pendidikan,” ujar Belva, dalam konferensi pers virtual, Senin (20/6/2022).

    Menilik situs resminya, Kalananti menawarkan tiga program pelatihan coding, yaitu Coding & Innovation, Game Coding Bootcamp, serta Kalananti Holiday Program. Kalananti menggunakan medium video gim sebagai sarana pembelajaran seperti Roblox dan beberapa scratch games.

    Para pengajar menerapkan pendekatan project based learning dalam meningkatkan kemampuan coding dan mengasah logika, serta mendorong anak membuat karya inovasi secara mandiri.

    Akuisisi Kalananti menambah jumlah layanan pendidikan yang telah ditawarkan oleh Ruangguru, antara lain Tryout online (Ruanguji), Belajar privat dengan guru pilihan (Ruangprivat), Kursus online khusus anak usia 4-7 tahun (Ruangguru for kids), Kursus bahasa inggris online (English Academy), Konsultasi online soal pelajaran (Roboguru), Kursus online untuk peningkatan keterampilan kerja (Skill Academy), Aplikasi pelatihan untuk perusahaan dan lembaga (Ruangkerja) dan beberapa lainnya.

    Pihak Ruangguru mengklaim layanannya diakses sebanyak 200 juta kali per bulan. Jumlah pengguna layanan Ruangguru disebut meningkat cukup signifikan, dari 25 juta pengguna pada pertengahan tahun 2021 menjadi 38 juta pengguna.

    Ia pun berharap dengan mulainya anak-anak belajar tatap muka, Ruangguru semakin banyak digunakan. “Walaupun sekarang sekolah sudah tatap muka, Ruangguru banyak digunakan oleh murid yang ingin belajar. Kami pun berharap Ruangguru tetap banyak yang menggunakan karena ke depan akan banyak fitur-fitur baru yang akan kami luncurkan”.

    Dari sisi kinerja keuangan, Ruangguru berhasil meraih profit pada tahun 2020. Total laba yang dibukukan Ruangguru mencapai US$1,8 juta (Rp25 miliar) dengan total pendapatan selama setahun sebesar US$63 juta (Rp893 miliar). (Icha)

  • Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

    Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

    Telko.id – Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel raih Google Play Awards 2021. Mengutip rilis yang disampaikan oleh Google Play, sama seperti di tahun sebelumnya, aplikasi yang berfokus pada personal growth sangat diminati pada tahun 2021.

    Dan aplikasi Kuncie yang juga memiliki fokus pada pengembangan potensi setiap talenta di Indonesia melalui pembelajaran maupun pengembangan keterampilan di berbagai bidang, berhasil meraih yang  terbaik di kategori Best for Personal Growth.

    Sedangkan Fita, sebagai aplikasi yang dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan baik, mendorong masyarakat untuk dapat menerapkan hidup lebih sehat, dinobatkan sebagai Best Hidden Gems.

    “Kami sangat mengapresiasi atas pencapaian Kuncie dan Fita dalam ajang Google Play Awards 2021 ini. Walau belum genap setahun kedua aplikasi tersebut dihadirkan, namun sambutan khususnya dari pengguna OS Android sudah semakin meningkat,” ungkap Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel.

    Tentu penghargaan ini menjadi salah satu pendorong bagi telkomsel untuk membuka lebih banyak peluang kemajuan bagi masyarakat, melalui pemanfaatan solusi berbasis teknologi digital.

    Pencapaian ini juga merupakan hasil dari komitmen Telkomsel dalam mengembangkan dan memperluas portofolio di bisnis digital, sesuai dengan peta jalan transformasi sebagai leading digital telecommunications company.

    Head of Operations Kuncie, Hendra Saputra menambahkan, “Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi tim Kuncie untuk terus membuka lebih banyak pintu peluang bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kemampuan diri sesuai minat mereka”.

    Bagi Aplikasi Kuncie, penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan yang nyata adalah dampak langsung yang dirasakan oleh para pembelajar yang sudah dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan.

    Di Kuncie, ada kurang lebih 100 mentor pilihan yang terdedikasi mencoba menghadirkan lebih dari 1000 pembelajaran dalam format yang mudah dan praktis untuk diikuti, agar dapat diimplementasikan secara nyata oleh para pengguna Kuncie.

    Pada Juli 2021, Telkomsel meluncurkan aplikasi Kuncie, sebuah platform yang dapat meningkatkan keterampilan talenta-talenta di Indonesia dengan belajar langsung dari para praktisi dan ahli di bidangnya. Hingga saat ini, Kuncie telah diunduh lebih dari satu juta kali di Google Play Store, dengan pertumbuhan pengguna aktif rata-rata 45.5% sejak pertama kali diluncurkan, dan menduduki Top-3 aplikasi edukasi di Google Play Store Indonesia.

    Chief Executive Officer Fita, Reynazran Royono menjelaskan, “Aplikasi Fita sejak awal dibentuk memiliki visi membantu masyarakat dalam membangun kebiasaan baik agar tercipta hidup lebih sehat. Tingginya antusiasme terhadap Fita, menandakan bahwa kepedulian masyarakat akan hidup sehat terus semakin meningkat,”.

    Pihak Fita pun menyadari, perjalanan membangun ekosistem kesehatan lengkap dalam sebuah aplikasi masih panjang. Untuk itu, pengembangan produk yang mengedepankan teknologi akan menjadi fokus utama nya di awal 2022 nanti.

    Fita berharap seluruh fitur yang kami sajikan bisa memberi dampak yang bermanfaat, dan Fita menjadi the go-to-app sekaligus partner masyarakat dalam mencapai tujuan kesehatannya.

    Untuk aplikasi Fita sendiri, secara resmi telah diperkenalkan Telkomsel sejak November 2021, dengan keunggulan localized content seputar kesehatan, nutrisi, dan berbagai program olahraga yang telah dikurasi oleh certified coach.

    Saat ini, Fita telah berhasil menduduki peringkat pertama pada kategori Health & Fitness, menandai satu-satunya aplikasi kesehatan lokal di Top 10 Health & Fitness di Google Play Store, yang kini telah diunduh lebih dari 500 ribu kali, dengan pertumbuhan pengguna aktif hingga 10 kali lipat dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

    “Kehadiran aplikasi Kuncie dan Fita merupakan beberapa wujud nyata keseriusan Telkomsel untuk mengembangkan digital trifecta perusahaan yang berfokus pada customer-centricity. Dengan kekuatan digital connectivity yang dimiliki saat ini, kami juga akan terus mengembangkan beragam platform dan layanan digital, yang semakin memperkuat ekosistem digital di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan solusi layanan digital berbasis edu-tech, health-tech, dan financial-tech,” pungkas Hendri.

    Google Play Awards sendiri merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan Google Play sebagai bentuk appresiasi atas kontribusi positif seluruh platform aplikasi dan games yang berada dalam ekosistem platform Google Play. Tahun ini, Google Play Awards memperluas penghargaan untuk aplikasi dan game di tablet, ditambah aplikasi di Wear OS dan Google TV.  (Icha)

  • Indosat Ooredoo Gandeng Funzi untuk Mempercepat Digitalisasi Pendidikan

    Indosat Ooredoo Gandeng Funzi untuk Mempercepat Digitalisasi Pendidikan

    Telko.id – Indosat Ooredoo gandeng Funzi, layanan mobile learning pemenang penghargaan dari Finlandia, untuk mempercepat digitalisasi dalam pendidikan dan menjembatani kesenjangan kualitas pembelajaran di Indonesia.

    Indosat Ooredoo gandeng Funzi ini membuat seluruh masyarakat Indonesia, termasuk pelanggan Indosat Ooredoo, dapat menikmati kursus pelatihan gratis dan terjangkau pada layanan mobile learning Funzi yang dapat diakses dengan mudah kapan pun dan di mana pun mereka berada.

    Layanan Funzi berjalan di browser internet ponsel apa pun dan bekerja dengan lancar di semua jaringan seluler. Funzi menyediakan berbagai kursus pelatihan dan hanya membutuhkan kecepatan internet yang minimal untuk mengaksesnya.

    Kursus yang ditawarkan mencakup topik-topik relevan yang membantu meningkatkan keterampilan penting penggunanya di Indonesia untuk kemajuan karir mereka, meningkatkan kesejahteraan mereka, hidup bahagia dan lebih bermakna. Kursus yang tersedia meliputi komunikasi, pemecahan masalah, kepemimpinan, kewirausahaan, pengembangan karir, keberlanjutan, penjualan, hingga manajemen keuangan.

    Kursus Funzi dirancang dengan pedagogi yang teruji dan terbukti secara ilmiah, serta tidak terikat pada tenggat waktu bagi setiap orang untuk mempelajari keterampilan baru dengan kecepatan mereka sendiri.

    Pedagogi ini akan membantu pelanggan Indosat Ooredoo untuk memahami materi yang dipelajari dengan lebih baik, di mana kursus dipecah menjadi porsi kecil (micro-learning) untuk memungkinkan mereka menyesuaikan sesi pembelajaran dengan waktu luang yang dimiliki, hanya dengan 15 menit sehari.

    Teori yang rumit dibuat mudah untuk dipahami dengan menggunakan bahasa percakapan dan aspirasional yang menunjukkan pencapaian peserta.

    Tak dipungkiri, pandemi COVID-19 telah memberikan pelajaran terbaik, dan telah terbukti bahwa dunia perlu maju lebih cepat dari kemarin. Uuntuk mewujudkannya, setiap orang harus belajar cara-cara baru, hal-hal baru untuk mengimbanginya.

    “Kemitraan kami dengan Funzi adalah langkah baru untuk mendukung semangat kami dalam menyediakan solusi pembelajaran berkualitas di seluruh Indonesia menggunakan teknologi dan memastikan kesetaraan kesempatan mengakses pendidikan untuk semua. Funzi adalah layanan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan yang lebih cerah,” ungkap Ritesh Kumar Singh, Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo.

    Ia pun berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan sepenuhnya kemitraan ini dan nantinya mampu berkontribusi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat serta mempercepat transformasi Indonesia menuju bangsa digital.

    “Kursus pelatihan yang tersedia di layanan Funzi dapat diakses kapan saja, di mana saja di seluruh Indonesia, dan dirancang dengan pedagogi unik untuk membantu pengguna menyesuaikan pembelajaran dengan kehidupan mereka,” ujar Aape Pohjavirta, Founder & President Funzi menjelaskan.

    Dengan Indosat Ooredoo gandeng Funzi ini, pelangganpun dapat menikmati konten pendidikan berkualitas tinggi di layanan Funzi hanya dengan mengeklik banner pemasaran di situs web Indosat Ooredoo dan aplikasi myIM3, yang akan dialihkan ke aplikasi web Funzi dimana pelanggan dapat mengikuti kursus gratis, seperti ‘Bagaimana Mendapatkan Pemahaman Keuangan’yang Lebih Baik, ‘Cara Menulis CV yang Sempurna’, ‘Cara Berkomunikasi dengan Rekan Kerja di Dalam dan di Luar Lingkungan Profesional’, atau ‘Cara Memulai Bisnis Kecil-kecilan’.

    Setelah menyelesaikan kursus gratis, peserta dapat menikmati kursus pelatihan lanjutan berbiaya hemat melalui berbagai saluran pembayaran. Sertifikat Penyelesaian akan diberikan setelah menyelesaikan kursus lanjutan Funzi ditambah kesempatan bergabung dengan komunitas Facebook Funzi untuk menerima kiat karir dan kehidupan, mencari saran, berbagi pengalaman, serta terhubung dan berdiskusi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia.

    “Melalui kemitraan ini, kami berupaya memberikan manfaat berkelanjutan untuk meningkatkan gaya hidup digital dan kualitas hidup pelanggan kami. Kami percaya bahwa inisiatif ini dapat mempercepat digitalisasi dalam dunia pendidikan dan memberikan akses yang lebih mudah ke pembelajaran yang berkualitas dan berdampak bagi jutaan orang di seluruh tanah air,” tutup Ritesh. (Icha)

  • Terampil, Platform Pelatihan Daring Interaktif Gaya Baru

    Terampil, Platform Pelatihan Daring Interaktif Gaya Baru

    Telko.id –  Terampil, platform pelatihan daring dengan metode Hybrid Learning yang menyediakan berbagai macam modul pelatihan on-demand berkualitas tinggi yang disusun berdasarkan kebutuhan dunia industri dan nilai-nilai intrapreneurship yang dikemas dalam modul praktis dan diajarkan oleh trainer terbaik di bidangnya serta bersertifikat, secara resmi diluncurkan hari ini (5/10).

    Platform pelatihan daring ini telah beroperasi secara penuh sejak bulan Juni 2021 lalu dan telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 praktisi dan pakar berpengalaman di bidangnya sebagai trainer.

    “Mimpi kami ketika mendirikan Terampil adalah menjadikannya sebagai Sarana Utama untuk pembelajaran dan peningkatan keahlian untuk para lulusan universitas sebagai persiapan memasuki dunia industri, para profesional muda yang ingin meningkatkan kariernya, dan pelaku usaha (entrepreneur) yang ingin membesarkan usahanya agar bisa bersaing dan bertumbuh di industri yang sangat kompetitif di masa kini dan masa depan,” tutur Amrullah Azmy, Chief Executive Officer (CEO) Terampil.

    Setiap materi pelatihan di platform ini dibuat berdasarkan nilai-nilai dan jiwa intrapreneurship sehingga siapapun yang belajar di Terampil diharapkan mampu memotivasi dirinya sendiri, proaktif, dan berorientasi pada tindakan yang mengambil inisiatif untuk menunjang karir dan masa depannya.

    Untuk memenuhi kebutuhan dari para pembelajar, platform ini menyediakan beragam materi pelatihan yang bisa dipilih pada 7 (tujuh) kategori pelatihan yaitu Personal Foundation, Business Foundation, Marketing & Branding, Sales, Operation & Technology, Finance & Accounting, dan Human Capital.

    Namun untuk pembelajar atau Terampil People yang baru mulai memasuki dunia kerja atau profesional muda yang ingin mengetahui aspek apa yang harus dikembangkan untuk peningkatan karirnya dan ingin mengetahui profil diri secara singkat maka dapat mengambil short assessment secara gratis di Terampil.

    Lalu mengenai metode Hybrid Learning yang dimaksud adalah Intra-Active dan Inter-Active. Metode Intra-Active ini dirancang untuk mendorong pembelajar atau Terampil People untuk lebih aktif dalam meningkatkan kapasitas dirinya, sedangkan Inter-Active adalah metode yang memungkinkan Terampil People untuk berperan secara aktif berinteraksi langsung dengan sesama Terampil People lainnya dan trainer di dalam Forum Diskusi dan Live Q&A (live discussion).

    Forum diskusi berbentuk teks ini terdapat disetiap modul pelatihan sehingga diskusi yang terjadi khusus untuk membahas materi pada modul tersebut. Sedangkan Live Q&A adalah layanan yang memungkinkan Terampil People untuk berinteraksi langsung dengan Trainer dan Terampil People lainnya secara audio.

    Salah satu Trainer yang mengisi layanan Live Q&A ini adalah Coach Yohanes G. Pauly, yang menyediakan waktu secara konsisten dari Senin hingga Jumat, pukul 08.00-08.30 WIB. Layanan ini memungkinkan Terampil People untuk berdiskusi secara mendalam sehingga pemahaman yang didapatkan menjadi lebih baik.

    Metode Hybrid Learning inilah yang membuat platform pelatihan daring ini berbeda sebagai sebuah platform pelatihan daring untuk kalangan profesional yang menyediakan fitur interaktif pertama di Indonesia.

    Para trainer di platform pelatihan daring ini berasal dari berbagai perusahaan kelas dunia dan terbaik di Indonesia seperti Google, DANA Indonesia, Indofood, Halodoc, Xiaomi, Lazada, Bank BCA dan masih banyak lagi sehingga materi yang disampaikan betul-betul praktis dan 100 persen sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

    Sampai sekarang, platform pelatihan daring ini telah memproduksi lebih dari 2.500 video pelatihan berkualitas dengan animasi dan ilustrasi yang menarik dan telah dinikmati oleh lebih dari 10.000 pembelajar di seluruh Indonesia.

    Di akhir materi training, Platform pelatihan daring ini mengadakan post-test untuk menguji pemahaman materi yang dipelajari oleh Terampil People. Apabila nilai tes tersebut sesuai kualifikasi maka Terampil People akan mendapatkan Sertifikat Resmi dari Terampil, sebagai Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang memiliki izin resmi dari pemerintah.

    Sertifikat ini langsung bisa diunduh di platform Terampil dan terdapat barcode untuk mengecek keabsahan sertifikat tersebut. Sertifikat ini dapat digunakan untuk menunjang profil Terampil People menjadi lebih baik dalam berbagai kebutuhan seperti melamar pekerjaan dan peningkatan karir.

    Amrullah menambahkan bahwa setiap orang ingin memiliki masa depan yang cerah, namun tidak semuanya melakukan persiapan sedini mungkin. Oleh karenanya, Terampil membawa tagline “Your Future Starts Now”, yang bisa diartikan sebagai sebuah ajakan bagi generasi muda untuk memulai langkah pertama mempersiapkan masa depannya yang cerah dengan mengembangan diri di Terampil.

    Tagline ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan memacu generasi muda untuk segera mulai mengembangkan dirinya.

    Sesuai visinya, platform pelatihan daring ini ingin “Membangun generasi terampil yang siap bersaing secara Global.” Dengan mempersiapkan generasi yang tangguh dan berani bersaing di era saat ini dan mendatang, maka Terampil turut serta membangun Indonesia, terutama di sisi pendidikan sumber daya manusia (SDM).

    Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP), rata-rata pertumbuhan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2010-2020 hanya sebesar 0,78 persen per tahun dan nilai Indeks Sumber Daya Manusia Indonesia pada tahun 2020 hanya tercatat sebesar 0,54 persen.

    Data tersebut menjadi salah satu alasan terkuat mengapa platform pelatihan pengembangan kualitas diri dan keahlian profesional seperti Terampil dapat menjadi salah satu solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

    Berkaca pada data pengembangan SDM Indonesia tersebut, platform pelatihan daring ini juga berupaya untuk menjadi platform daring terbaik yang fokus menyediakan modul training berkualitas dan bersertifikat yang up-to-date setiap bulannya sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar, baik lokal maupun global dengan metode Hybrid Learning yang menjadi pembeda dan andalan dalam menghasilkan pemahaman yang lebih baik untuk generasi muda yang terampil.

    Selain itu, platform pelatihan daring ini juga memastikan bahwa setiap materi yang disediakan bukan semata teori, melainkan dapat langsung diterapkan secara efektif dan efisien di lingkup profesional maupun bisnis.

    “Kami ingin Terampil bukan sekadar menjadi platform pelatihan online pilihan utama dari masyarakat, namun lebih dari itu kami ingin menjadi selayaknya seorang guru dan orang tua yang bangga apabila anak didik kami sukses meraih cita-citanya dan mendapatkan masa depan yang cerah. Sedangkan di sisi bisnis, kami bermimpi Terampil menjadi salah satu edutech unicorn yang membanggakan Indonesia,” imbuh Amrullah.  (Icha)

  • Kelas Pintar Kenalkan Versi Terbaru dari GURU

    Kelas Pintar Kenalkan Versi Terbaru dari GURU

    Telko.id, Jakarta – Kelas Pintar luncurkan kampanye SIAP PINTAR dan memperkenalkan versi terbaru dari GURU. Adapun GURU adalah layanan kelas online interaktif bersama para Guru Ahli dari Kelas Pintar.

    Melalui versi terbaru dari GURU, para siswa kini bisa langsung bertanya selama sesi Kelas berlangsung melalui teks, foto dan telepon. Tujuannya agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan.

    Selain itu, versi terbaru dari GURU juga menghadirkan materi yang lebih lengkap dan jelas. Para siswa bisa melihat kembali rekaman sesi Kelas yang telah berlangsung dan mendapatkan materi pendukung sesuai dengan topik yang dipelajari.

    Agar proses pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan, materi yang disajikan oleh Guru Ahli dikemas secara bervariasi. Materi juga ditampilkan dengan User Interface menarik yang kaya akan fitur.

    “Berdasarkan riset yang kami lakukan, live teaching atau Kelas Online yang interaktif merupakan salah satu fitur yang paling diminati oleh siswa untuk menunjang pembelajaran yang telah mereka dapat dari sekolah. Ini menjadi salah satu alasan kami untuk meluncurkan versi terbaru dari GURU,” jelas Founder dan CEO Kelas Pintar Fernando Uffie.

    Lebih lanjut, Uffie mengatakan bahwa penyempurnaan GURU tidak sekadar menambahkan layanan live teaching, tapi juga upgrade fitur dan user interface dalam upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan.

    (Baca juga: Mengenal Fitur Terbaru Koin Virtual Kelas Pintar)

    “Kami ingin para siswa merasakan pengalaman belajar layaknya di sekolah. Karena di versi terbaru GURU, para siswa bisa berinteraksi dengan Guru Ahli melalui teks, foto ataupun telepon dalam upaya untuk menguatkan pemahaman mereka terhadap materi yang baru mereka pelajari di sekolah,” ujar Uffie.

    Sebagai informasi, GURU dari Kelas Pintar didesain selaras dengan program semester pada kurikulum nasional, sehingga materi yang diajarkan melalui kelas online sesuai dengan materi yang dipelajari di sekolah.

    Saat ini, GURU dari Kelas Pintar tersedia untuk siswa dari kelas 4 hingga 12. Untuk siswa kelas 4 sampai 6, ada 2 mata pelajaran yang dapat diikuti yakni Matematika dan Tematik.

    Sedangkan untuk kelas 7 sampai 9, ada 5 mata pelajaran yakni Matematika, IPA Terpadu, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan IPS Terpadu. Sedangkan untuk kelas 10 sampai 12 ada 7 mata pelajaran yakni Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Kimia, Matematika, Fisika, Biologi, dan Matematika IPA.

    Setiap sesi dalam GURU akan berlangsung selama 60 menit dan setiap mata pelajaran akan diajarkan 1 kali dalam 1 minggu. Jadi untuk kelas 4-6 akan ada 2 sesi per minggu, kelas 7-9 akan dapat 5 sesi per minggu dan kelas 10-12 akan memperoleh 7 sesi per minggu.

    Setiap harinya, sesi terbagi menjadi tiga waktu yakni pukul 15:00-16:00, lalu pukul 16:30-17:30 dan pukul 19:00-20:00. Sehingga setiap siswa dapat mengikuti sesi sesuai dengan kelas dan mata pelajaran yang sudah dijadwalkan.

    Kampanye SIAP PINTAR

    Dalam kampanye SIAP PINTAR, terdapat 3 pilihan paket berlangganan dengan manfaat yang berbeda-beda yaitu Belajar bareng GURU, Latihan bareng GURU dan GURU.

    Dengan berlangganan paket Belajar bareng GURU, siswa akan mendapatkan kelas online interaktif, materi belajar super lengkap dan 100 KOIN untuk bertanya langsung kepada Guru Ahli.

    Jika berlangganan paket Latihan bareng GURU, siswa akan mendapatkan kelas online interaktif, ribuan soal latihan dengan berbagai tingkat kesulitan dan 100 KOIN untuk bertanya langsung kepada Guru Ahli.

    (Baca juga: Bantu Siswa Persiapkan Ujian, Kelas Pintar Rilis Paket Extra Pintar)

    Dan ketika berlangganan paket GURU, siswa akan mendapatkan kelas online interaktif, video pembelajaran dan belajar terencana sesuai jadwal.

    Selama periode kampanye SIAP PINTAR berlangsung, pada siswa akan mendapatkan penawaran khusus untuk berlangganan 3 pilihan paket tersebut. Paket Belajar bareng GURU bisa dibeli hanya dengan Rp 295ribu/bulan.

    Sedangkan paket Latihan bareng GURU bisa dibeli hanya dengan Rp 205ribu/bulan. Dan paket GURU bisa dibeli hanya dengan Rp 160ribu/bulan.

    Ketiga paket tersebut juga tersedia untuk periode berlangganan selama 12 bulan dengan harga masing-masing Rp 1.470.000 untuk paket Belajar bareng GURU, Rp 1.190.000 untuk paket Latihan bareng GURU dan Rp 1.050.000 untuk paket GURU.

    “Lahir dari riset market membuat GURU dari Kelas Pintar hadir dengan fitur lebih baik dan biaya berlangganan yang lebih kompetitif,” pungkas Uffie.

  • Tahun Ajaran Baru, Sekolah Bareng Pahamify Gratis!

    Tahun Ajaran Baru, Sekolah Bareng Pahamify Gratis!

    Telko.id – Sekolah Bareng Pahamify jadi salah satu cara bagi perusahaan edukasi Pahami Cipta Edukasi untuk ikut berkontribusi ditengah pelaksanaan sekolah yang melanjutkan metode Pembelajaran Jarak Jauh ada semester ini. Hal ini sejalan dengan komitmen Pahamify untuk mendukung pendidikan Indonesia di tengah pandemi COVID-19 secara lebih optimal.

    ‘Sekolah Bareng Pahamify’ merupakan program akses gratis Materi Belajar SMA dari Pahamify untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar antara guru dan siswa di Indonesia. Program ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengajar dan mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran.

    ‘Sekolah Bareng Pahamify’ dapat diakses oleh guru dan siswa kelas X – XII SMA setiap hari Senin hingga Jumat di jam sekolah, yakni pukul 07.00 – 13.00 WIB.

    “Menyambut Tahun Ajaran 2021/2022 bersamaan dengan kebijakan PJJ yang kembali diterapkan, Pahamify memberikan akses gratis bagi guru dan siswa untuk Video Belajar; Bank Soal; Rangkuman; Flash Card; dan Infografis. Hal ini diharapkan dapat turut membantu penerapan metode PJJ secara lebih optimal sehingga nantinya #SemuaBisaSemuaPaham,” urai Syarif Rousyan Fikri, Chief Executive Officer (CEO).

    Setiap guru dan siswa SMA di Indonesia dapat memanfaatkan program ‘Sekolah Bareng Pahamify’ dengan mudah melalui aplikasi Pahamify yang tersedia di Android dan iOS. Cukup dengan mengunggah aplikasi dan melakukan registrasi, program akan otomatis dapat digunakan pada jadwal yang telah ditentukan (Senin – Jumat pukul 07.00 – 13.00 WIB).

    Melalui program ini Pahamify juga mendukung salah satu model belajar arahan Kemendikbud bernama Flipped Classroom yangmengajak siswa untuk mempelajari materi di dalam media belajar lebih dahulu sesuai arahan guru, sebelum kegiatan belajar di kelas berlangsung.

    Dalam Flipped Classroom, guru bertindak sebagai fasilitator bagi siswa untuk berdiskusi bersama terkait materi pelajaran yang sebelumnya telah dipelajari melalui Pahamify. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan inovatif, kolaboratif, serta dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

    Materi Belajar yang tersedia di Pahamify juga dapat digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam pembuatan soal ujian untuk siswa.

    Sebagai informasi, sejak awal pandemi COVID-19 pada Maret 2020 lalu Pahamify telah menjalankan sejumlah inisiatif bagi pendidikan di Indonesia. Antara lain dengan memberikan diskon hingga akses gratis untuk konten belajar; menyelenggarakan program #BelajarJam6Pagi secara gratis untuk persiapan UTBK; hingga berkolaborasi dengan Kemendikbud melalui Gerakan Bersama Hadapi Korona dan menjadi salah satu penyedia konten pada program Belajar Dari Rumah (BDR) di TVRI.

    “Pahamify mendukung kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kami berharap program ‘Sekolah Bareng Pahamify’ menjadi kabar baik bagi para pelajar Indonesia untuk lebih semangat saat belajar di rumah,” ungkap Fikri.

    Ia juga berharap dapat membantu para guru menyampaikan materi belajar dengan lebih mudah agar metode PJJ bisa lebih efektif sehingga #SemuaBisaSemuaPaham. (Icha)

  • Institut Digital Nasional University, Rancangan Kominfo Cetak Talenta Digital

    Institut Digital Nasional University, Rancangan Kominfo Cetak Talenta Digital

    Telko.id – Institut Digital Nasional University atau (IDN-U) merupakan hasil dari rancangan kominfo mengembangkan Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta untuk mencetak talenta digital. Hal itu berdasarkan usulan Menkominfo Johnny G. Plate yang telah disetujui Presiden Joko Widodo.

    Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan, IDN-U merupakan program yang bertujuan untuk mendidik talenta digital Indonesia pada jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, kehadiran IDN-U merupakan angin segar bagi sektor pendidikan di Indonesia.

    “Berita baik untuk Indonesia adalah kita akan segera menyambut Institut Digital Nasional University, universitas ini akan segera diluncurkan pada Tahun 2022 kuartal pertama nanti akan mulai dibuka programnya,” ujarnya.

    Menurut Dedy, IDN-U nantinya tidak hanya dibuka di Yogyakarta, tetapi juga di beberapa kota lainnya, antara lain Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Manado.

    “Ini tentu sebuah angin segar di mana kita memiliki optimisme yang luar biasa, karena tidak hanya pelatihan yang sifatnya nonformal, tetapi kita juga mendorong pendidikan formal untuk mempersiapkan talenta atau kecakapan digital,” jelasnya.

    IDN-U akan memiliki 4 sekolah dengan dipimpin 4 dekan, yaitu Sekolah Komunikasi Digital, Sekolah Bisnis dan Platform Digital, Sekolah Pasca Sarjana Kominfo, dan Sekolah Kebijakan dan Regulasi Digital.

    “Saya pikir ini adalah insitusi pendidikan pertama di Indonesia yang fokus pada kecakapan digital, maka akan terus dikembangkan sehingga kebutuhan talenta digital kita bisa terpenuhi,” tandasnya.

    Jubir Dedy Permadi menegaskan bahwa IDN-U merupakan universitas pertama di Indonesia yang fokus pada kecakapan digital. Oleh karenanya, Kementerian Kominfo berkomitmen untuk terus dikembangkan sehingga kebutuhan talenta digital dapat terpenuhi.

    Menurutnya, IDN-U nantinya akan memiliki tenaga pendidik sebanyak 70% dari kalangan praktisi atau ahli dan 30% dari akademisi. Format pendidikan memiliki jenjang kurikulum dari tingkat dasar, menengah dan lanjutan.

    “Berita baik untuk Indonesia adalah kita akan segera menyambut Institut Digital Nasional University, yang akan hadir pertama di dua kota, Jogja dan Jakarta dan kemudian akan dikembangkan di 8 kota untuk kemudian hari,” ujarnya.

    Dedy juga menjelaskan, IDN-U memiliki tiga program yakni reguler, non-reguler dan riset dan PPM. Untuk reguler meliputi program sarjana dan/atau sarjana terapan dan program pascasarjana terapan.

    “Untuk program non-reguler ada program sarjana terapan, pascasarjana terapan dan program sertifikat. Sedangkan program riset dan PPM meliputi riset terapan di bidang transformasi digital, dan pengabdian pada masyarakat,” jelasnya.

    Menurutnya, IDN-U nanti akan menerima siswa tanpa pembatasan usia peserta didik. Salah satu syaratnya adalah dengan tes standarisasi untuk seleksi penerimaan peserta baru.

    “Program-program sumber daya manusia yang sudah dicanangkan terus bergulir, tidak berhenti walaupun ada pandemi yang melanda, tetapi kita tidak boleh patah semangat. Kita harus optimis dan memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan mengikuti salah satunya program-program SDM bidang digital Kementerian Kominfo,” imbuhnya. (Icha)

  • Indonesia Butuh Laptop Buatan Lokal Dalam Jumlah Banyak!

    Indonesia Butuh Laptop Buatan Lokal Dalam Jumlah Banyak!

    Telko.id – Indonesia perlu laptop buatan lokal dalam jumlah banyak. Hal ini terkait dengan adanya program digitalisasi sekolah untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA pada tahun 2021 ini yang akan mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dengan anggaran Rp1,3 triliun.

    Sebanyak 100% dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop buatan lokal atau produk dalam negeri (PDN) dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Nadiem juga menekankan bahwa Kemendikbudristek akan terus melakukan pembelanjaan PDN di tahun-tahun berikutnya.

    “Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk Dana Alokasi Khusus Pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk pembelian 240.000 laptop. Sehingga kami mendorong komitmen pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk meningkatkan pembelanjaan PDN di bidang pendidikan,” lanjut Nadiem.

    Peluang ini menjadi tantangan bagai pabrikan lokal untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri tersebut, terutama untuk dunia pendidikan. Sehingga Laptop Buatan lokal bisa menjadi tuan di negaranya sendiri.

    Saat ini permintaan produk laptop di Indonesia sekitar 3 juta unit per tahun. Sayangnya, produk lokal atau laptop buatan lokal hanya memenuhi kebutuhan pasar 5% saja. Sisanya adalah produk impor.

    Itu sebabnya, Pemerintah terus mendorong belanja produk dalam negeri (PDN) di sektor pendidikan khususnya produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Saat ini, belanja pemerintah pada bidang TIK masih rendah jika dibandingkan dengan produk impor. Untuk meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri pada bidang pendidikan, pemerintah telah menetapkan target Rp 17 triliun pada tahun 2024.

    “Pemerintah tengah berupaya membangkitkan industri TIK dalam negeri melalui berbagai program, antara lain (1) penyediaan akses pasar, (2) akses permodalan, (3) peningkatan kapasitas SDM, bekerja sama dengan sekolah vokasi dan perguruan tinggi, dan (4) penyerapan PDN melalui pengadaan barang/jasa pemerintah,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

    Luhut menambahkan bahwa pemerintah juga telah menyediakan fasilitas sertifikasi TKDN gratis menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 112 miliar bagi produk dengan proyeksi nilai TKDN diatas 25 persen, dengan maksimal 8 jenis produk per industri.

    “Kita semua harus bangga atas peralatan TIK yang diproduksi oleh anak bangsa. Kita harus menjadi penggerak kemajuan negeri kita sendiri,” pungkas nya.

     Sementara itu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa melalui Merdeka Belajar yang merupakan gerakan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan produk dalam negeri khususnya bidang teknologi pada sektor pendidikan.

    “Kemendikbudristek terus mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri dalam upaya digitalisasi sekolah untuk mewujudkan infrastruktur kelas dan sekolah masa depan. Ini adalah salah satu langkah strategis kami dalam mewujudkan visi Merdeka Belajar, yaitu pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Nadiem.

    Saat ini, beberapa perguruan tinggi juga sedang merancang dan mengembangkan komponen TIK dalam negeri beserta industrinya. ITB, ITS, dan UGM telah membentuk konsorsium dan menjalin kerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk memproduksi laptop buatan lokal yang disebut laptop “Merah Putih”. Kemendikbudristek juga memastikan produsen laptop PDN untuk melibatkan peserta didik SMK dalam praktik perakitan dan menjadi tenaga after sales service TIK PDN.

    Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sampai saat ini produk TIK buatan industri dalam negeri sudah semakin berkembang. Hal ini merupakan hasil dari upaya pemerintah dalam memacu investasi dan mengakselerasi pemanfaatan teknologi terkini sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

    “Kami terus mendorong pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) agar dapat memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, termasuk menggairahkan usaha sektor komponen pendukungnya sehingga memperkuat struktur industri manufaktur di tanah air,” paparnya.

    Agus juga menegaskan, bahwa produk yang memiliki nilai penjumlahan TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) di atas 40%, telah memiliki syarat untuk wajib dibeli, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah, BUMN, BUMD maupun swasta yang menggunakan APBN/APBD atau mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara.

    “Contohnya, untuk notebook, sudah terdapat 14 produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN, diproduksi oleh enam produsen di tanah air, dan delapan produk di antaranya telah memiliki nilai penjumlahan TKDN dan BMP di atas 40%,” tuturnya.

    Selain itu, sudah terdapat 62 produk dalam negeri untuk Komputer Tablet yang memiliki sertifikat TKDN, yang diproduksi oleh 13 produsen lokal. Berikutnya, untuk router, sudah terdapat 4 produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN, diproduksi oleh empat produsen nasional, dan satu di antaranya memiliki nilai penjumlahan TKDN dan BMP di atas 40%. Ada pula desktop PC yang saat ini sudah terdapat tiga produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN, yang diproduksi oleh dua produsen lokal.

    “Tahun ini kami juga memfasilitasi sertifikasi TKDN secara gratis untuk 9.000 produk, dengan minimal TKDN 25%. Satu perusahaan bisa difasilitasi hingga delapan sertifikasi TKDN,” ungkap Agus.

    Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah telah diwajibkan untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJ).

    Menurut Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto, hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Lalu ada Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, dan Peraturan Presiden No 16 Tahun 2018 beserta perubahan serta turunannya .

    Turunannya tersebut adalah Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 24 Tahun 2020 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Surat Edaran Bersama Kepala LKPP dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa dalam Pengelolaan Keuangan Daerah.

    Kemudian ada juga Surat Edaran Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Proses EPurchasing, dan Surat Kepala LKPP kepada Kepala BPKP Nomor 8542/KA/08/2020 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Peningkatan Peran Usaha Kecil dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    Menurut Roni, Data Katalog Elektronik LKPP mencatat hingga 12 Juli 2021, realisasi e-purchasing pada Katalog Elektronik bidang pendidikan tahun anggaran 2021 adalah sebesar Rp3,954 triliun. Dengan realisasi produk lokal yang dibeli sebesar 50,69% atau sebesar Rp2,004 triliun dan produk impor sebesar 49,31% atau Rp1,950 triliun.

    “Sebagai aksi afirmatif untuk mendukung produk dalam negeri dalam katalog elektronik, LKPP dapat memberikan akses kepada pejabat Kemendibud Ristek dan/atau Kemenperin untuk melakukan eksekusi freeze atau unfreeze produk-produk impor yang telah tersubstitusi oleh produk dalam negeri dan/atau apabila kapasitas produksi PDN tidak mencukupi kebutuhan nasional pada Katalog Elektronik bidang Pendidikan.” Pungkas Roni. (Icha)