Kategori: Operator

  • Satelit Nusantara 5 Raih Izin Operasi, Siap Perkuat Konektivitas 3T

    Satelit Nusantara 5 Raih Izin Operasi, Siap Perkuat Konektivitas 3T

    Telko.id – Satelit Nusantara 5 (N5) resmi mengantongi izin operasi setelah dinyatakan lulus Uji Laik Operasi (ULO) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada awal Mei 2026.

    Kelulusan ini memastikan infrastruktur satelit berkapasitas 160 Gbps tersebut siap memberikan layanan komersial, khususnya untuk memperkuat konektivitas internet cepat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selaku pemilik satelit mengonfirmasi bahwa N5 telah mendapatkan izin resmi Jaringan Tetap Tertutup (JARTUPSAT) dan VSAT.

    Dengan begitu, satelit yang menempati posisi orbit strategis di 113 derajat Bujur Timur (BT) ini dapat segera beroperasi penuh untuk mendukung berbagai layanan digital di tanah air.

    “Kami bersyukur Satelit Nusantara 5 telah lulus ULO dan siap beroperasi. Ini adalah tonggak penting bagi PSN untuk menghadirkan konektivitas yang merata, terutama di kawasan timur Indonesia yang selama ini masih minim akses internet berkualitas,” ujar perwakilan manajemen PSN dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id.

    Satelit Nusantara 5 merupakan salah satu satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas High Throughput Satellite (HTS) mencapai 160 Gbps. Satelit ini diluncurkan pada 10 September 2025 menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

    Keberadaan N5 diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di Indonesia. Dengan jangkauan yang luas, satelit ini akan mendukung layanan pendidikan daring, telemedicine, serta konektivitas bagi UMKM di pelosok negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku.

    PSN menargetkan bahwa dengan beroperasinya N5, kesenjangan digital antara wilayah barat dan timur Indonesia dapat semakin dipersempit. Selama ini, akses internet berkualitas masih menjadi tantangan besar di daerah 3T akibat keterbatasan infrastruktur serat optik.

    Satelit Nusantara 5 dikelola oleh PT Satelit Nusantara 5, anak usaha dari PSN. Sebelumnya, PSN telah sukses mengoperasikan satelit Nusantara 1 dan Nusantara 2 yang juga melayani kebutuhan komunikasi di berbagai sektor.

    Dengan tambahan kapasitas dari N5, total kapasitas satelit yang dikelola PSN semakin besar, memungkinkan perusahaan untuk menawarkan layanan yang lebih kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam program pemerataan akses internet nasional.

    Selain untuk kebutuhan dalam negeri, N5 juga diproyeksikan dapat melayani kebutuhan konektivitas di kawasan Asia Tenggara. Posisi orbit di 113 derajat BT memberikan cakupan optimal untuk wilayah Indonesia dan negara-negara tetangga.

    Keberhasilan N5 mendapatkan izin operasi juga menjadi sinyal positif bagi industri satelit nasional. Indonesia terus berupaya membangun kemandirian di bidang telekomunikasi melalui pengembangan satelit sendiri, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur asing.

    Dengan beroperasinya Satelit Nusantara 5, masyarakat di daerah terpencil kini memiliki harapan baru untuk menikmati layanan internet cepat. PSN berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur telekomunikasi guna mendukung visi Indonesia Digital.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari ekosistem konektivitas yang lebih luas di Indonesia. Selain satelit, berbagai teknologi lain seperti Koneksi Satelit Huawei juga mulai dikembangkan untuk perangkat konsumen.

    Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong percepatan digitalisasi di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya satelit berkapasitas besar seperti N5, target konektivitas nasional diharapkan dapat tercapai lebih cepat.

    PSN juga tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan pemanfaatan kapasitas N5. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.

    Dalam waktu dekat, PSN akan mengumumkan paket layanan komersial yang ditawarkan melalui N5. Harga dan skema berlangganan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, termasuk opsi terjangkau untuk daerah terpencil.

    Selain N5, industri satelit tanah air juga diramaikan oleh kehadiran layanan lain seperti Internet Merah Putih dari Telkomsat. Persaingan ini diharapkan semakin memacu inovasi dan menekan harga layanan internet satelit.

    Dengan demikian, era baru konektivitas digital di Indonesia semakin dekat. Satelit Nusantara 5 menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan akses internet yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. (Icha)

  • Moratelindo dan MyRepublic Resmi Merger Jadi MoraRepublic

    Moratelindo dan MyRepublic Resmi Merger Jadi MoraRepublic

    Telko.id – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) resmi melebur menjadi satu entitas bernama MoraRepublic. Langkah ini menandai babak baru konsolidasi di industri telekomunikasi tanah air.

    Penggabungan tersebut efektif pada 22 April 2026 setelah mendapatkan restu dari pemegang saham dan regulator. Entitas hasil merger menggunakan nama PT Ekamas Mora Republik Tbk, dengan Moratelindo bertindak sebagai perusahaan penerima merger.

    Direktur Utama MoraRepublic, Timotius M. Sulaiman, menyatakan bahwa merger ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

    “Dengan resminya MoraRepublic, kami membawa visi yang lebih besar untuk menghadirkan konektivitas yang tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga menjangkau lebih luas,” ujar Timotius dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id.

    Sinergi Infrastruktur dan Layanan

    MoraRepublic hadir sebagai hasil penggabungan kekuatan infrastruktur backbone milik Moratelindo dengan layanan broadband ritel MyRepublic. Kombinasi ini menciptakan ekosistem layanan yang lebih terintegrasi, mulai dari jaringan tulang punggung fiber optik hingga layanan Fiber to the Home (FTTH).

    Timotius menambahkan bahwa sinergi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan upaya memperkuat fondasi infrastruktur telekomunikasi nasional.

    Perusahaan baru ini akan fokus pada pengembangan jaringan fiber optik, layanan FTTH, serta solusi digital terintegrasi untuk segmen ritel dan enterprise.

    Dengan kapasitas yang lebih besar, MoraRepublic menargetkan jangkauan yang lebih luas ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya belum terjangkau layanan broadband berkualitas.

    Dorong Ekosistem Digital Nasional

    Merger ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan dan pemerataan transformasi digital nasional. Sinergi kedua perusahaan memungkinkan optimalisasi jaringan, efisiensi biaya, serta penghindaran duplikasi investasi infrastruktur.

    Manajemen MoraRepublic menyebut bahwa integrasi ini akan menciptakan efisiensi operasional yang signifikan.

    Dengan menggabungkan aset dan jaringan, perusahaan dapat menghindari pembangunan infrastruktur yang tumpang tindih dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

    Selain itu, entitas baru ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia yang semakin ramai.

    Kombinasi backbone fiber optik dan layanan FTTH diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat ekspansi bisnis.

    Perkuat Daya Saing Industri

    Dengan skala bisnis yang lebih besar, MoraRepublic diproyeksikan mampu bersaing lebih kuat di industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.

    Langkah ini juga mencerminkan tren konsolidasi di sektor telekomunikasi, di mana efisiensi dan skala menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan kebutuhan konektivitas digital.

    Timotius M. Sulaiman menegaskan bahwa perusahaan akan terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

    “Kami ingin menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.

    Kehadiran MoraRepublic menjadi tonggak baru dalam industri telekomunikasi nasional. Dengan fondasi infrastruktur yang lebih solid dan visi ekspansi yang agresif, perusahaan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak konektivitas digital nasional ke level berikutnya.

    Perusahaan juga akan fokus pada pengembangan solusi digital untuk kebutuhan bisnis, termasuk layanan cloud, data center, dan konektivitas enterprise.

    Hal ini sejalan dengan tren digitalisasi yang semakin masif di berbagai sektor industri di Indonesia.

    Dengan penggabungan ini, MoraRepublic memiliki potensi menjadi pemain yang lebih kuat di industri telekomunikasi.

    Kombinasi backbone fiber optik dan layanan FTTH diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat ekspansi bisnis ke wilayah-wilayah baru.

    Merger ini juga dinilai akan mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Selain memperluas cakupan jaringan, merger juga membantu mengurangi duplikasi investasi dan meningkatkan efisiensi industri secara keseluruhan.

    Timotius menambahkan bahwa sinergi ini akan meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, dan investor.

    Ke depan, MoraRepublic akan memprioritaskan percepatan ekspansi jaringan serta peningkatan kualitas layanan secara terintegrasi. Dengan kapasitas yang lebih besar, perusahaan menargetkan jangkauan yang lebih luas baik untuk segmen ritel maupun enterprise.

    Manajemen menyebut, MoraRepublic akan fokus pada pengembangan jaringan fiber optik, layanan FTTH, serta solusi digital terintegrasi untuk kebutuhan bisnis dan individu. Perusahaan juga akan terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang lebih kompetitif di pasar.

    Langkah ini juga mencerminkan tren konsolidasi industri telekomunikasi yang semakin mengarah pada efisiensi dan skala bisnis.

    Di tengah lonjakan kebutuhan konektivitas digital, perusahaan dengan skala besar dan infrastruktur yang kuat akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

    Dengan fondasi infrastruktur yang lebih solid dan visi ekspansi yang agresif, MoraRepublic diharapkan mampu menjadi motor penggerak konektivitas digital nasional ke level berikutnya.

    Perusahaan ini juga diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang lebih luas, cepat, dan stabil bagi masyarakat Indonesia.

    Kehadiran MoraRepublic menjadi tonggak baru dalam industri telekomunikasi nasional. Dengan sinergi infrastruktur dan layanan, perusahaan ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan merata di seluruh Indonesia. (Icha)

  • SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

    SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

    Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Bina Karya (Persero) untuk mempercepat perencanaan dan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan konektivitas digital yang andal guna mendukung operasional pemerintahan dan kebutuhan publik di ibu kota baru tersebut.

    Kesepakatan yang terjalin pada 11 Februari 2026 ini menjadi langkah konkret dalam agenda transformasi digital nasional. Fokus utama kerja sama meliputi pengembangan jaringan serat optik, akses broadband, serta sistem konektivitas terintegrasi yang dirancang untuk melayani instansi pemerintah, sektor bisnis, hingga kawasan hunian di IKN.

    Presiden Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, menegaskan bahwa IKN bukan sekadar ibu kota baru, melainkan simbol masa depan Indonesia.

    Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem TIK yang tangguh dan berskala luas. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur digital nasional yang menjadi fondasi daya saing negara dalam jangka panjang.

    Layanan Internet Terjangkau untuk Warga IKN

    Sebagai pusat administrasi dan ekonomi baru, Nusantara dirancang dengan konsep kota cerdas yang berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur TIK yang mumpuni menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan visi tersebut, mulai dari pelayanan publik yang efisien hingga tata kelola pemerintahan berbasis digital.

    Content image for article: SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

    Presiden Direktur PT Bina Karya (Persero), Boyke Prasetyanto, mengungkapkan alasan pemilihan SURGE sebagai mitra. Ia merujuk pada arahan Presiden mengenai pentingnya ketersediaan layanan internet yang terjangkau bagi masyarakat. Bina Karya melihat SURGE memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui solusi konektivitas yang efisien.

    Boyke menambahkan bahwa SURGE akan menghadirkan layanan Fixed Wireless Access bernama IRA yang beroperasi di wilayah Jawa, Papua, dan Maluku.

    Sementara untuk wilayah IKN, SURGE diproyeksikan melayani sekitar 25.000 warga ibu kota melalui layanan Fiber to the Home (FTTH).

    Langkah ini memungkinkan masyarakat di sana mengakses internet dengan biaya yang lebih rendah, sekaligus mendukung kemitraan strategis dalam pengembangan teknologi komunikasi.

    SURGE sendiri memiliki rekam jejak dalam pengelolaan infrastruktur digital skala besar, mulai dari perencanaan jaringan hingga operasional. Keahlian teknis ini akan disinergikan dengan peran strategis PT Bina Karya dalam proyek pembangunan nasional.

    Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengeksplorasi adopsi teknologi inovatif guna memastikan sistem digital di Nusantara tetap relevan dengan tuntutan masa depan serta memiliki standar keamanan tinggi.

    Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperluas portofolio proyek strategis SURGE, tetapi juga menciptakan potensi pendapatan berulang yang berkelanjutan bagi perusahaan. Dengan terciptanya lingkungan digital yang terintegrasi, kualitas hidup penduduk, kelancaran bisnis, dan operasional pemerintah di IKN dapat berjalan lebih optimal. (Icha)

  • SURGE Gelar Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu di Jawa hingga Papua

    SURGE Gelar Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu di Jawa hingga Papua

    Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) akan menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi 100 Mbps dengan harga terjangkau Rp 100.000 per bulan.

    Layanan unlimited ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperluas akses broadband inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Presiden Direktur SURGE Yune Marketatmo menjelaskan, Region 1 yang mencakup lebih dari 60% populasi Indonesia menjadi basis strategis pengembangan layanan ini.

    “Dengan backbone fiber yang sudah ada di Jawa, biaya investasi per pelanggan bisa ditekan signifikan. Ini langkah strategis untuk memperluas konektivitas digital berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau – dari Jawa hingga Papua dan Maluku – dengan efisiensi maksimal,” ujar Yune dalam pernyataan resminya.

    Infrastruktur jaringan terintegrasi memungkinkan distribusi bandwidth yang efisien antara wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh Jawa. Konektivitas juga akan diperluas hingga ke wilayah Papua dan Maluku, menjangkau daerah yang selama ini masih mengalami kesenjangan digital.

    SURGE telah memulai fase perencanaan teknis dan implementasi awal untuk optimalisasi cakupan dan kualitas layanan melalui frekuensi 1.4 GHz. Fokus utama pengembangan mencakup layanan fixed wireless broadband dan konektivitas residensial berkecepatan tinggi.

    Dengan efisiensi biaya dan skala pasar Region 1, SURGE diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan akses digital berkecepatan tinggi yang terjangkau secara nasional.

    Perusahaan juga mengundang ISP lokal untuk berkolaborasi dalam memperluas jangkauan layanan internet terjangkau dan akan mengumumkan skema kemitraan komersial terbuka dalam waktu dekat.

    Pencapaian ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap nilai perusahaan SURGE melalui optimalisasi aset spektrum strategis dan monetisasi infrastruktur fiber optik yang sudah ada.

    Cakupan lebih dari 60% populasi Indonesia dan pengelolaan efisien spektrum 1.4 GHz diproyeksikan meningkatkan margin EBITDA Grup secara berkelanjutan.

    Biaya per pelanggan yang lebih rendah dan arus kas positif yang lebih cepat akan memberikan fondasi keuangan yang kuat untuk fase ekspansi nasional berikutnya.

    SURGE memandang inisiatif ini sebagai investasi jangka panjang berisiko rendah dengan pengembalian tinggi, sejalan dengan visi perusahaan menjadi penyedia broadband terintegrasi berbasis infrastruktur terkemuka di Indonesia.

    Pengembangan layanan internet terjangkau ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui kebijakan frekuensi yang dibuka Menkomdigi untuk memperluas akses internet di Indonesia.

    Inisiatif serupa juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah, seperti pengalaman masyarakatakat Jailolo yang menikmati layanan internet BAKTI Komdigi.

    Kehadiran layanan internet rumah yang praktis semakin berkembang di Indonesia, seperti yang ditawarkan melalui XL SATU Lite dengan konsep plug and play untuk keluarga digital.

    Berbagai paket internet menarik juga tersedia, termasuk XL SATU Spesial yang memberikan internet kencang dengan bonus berlimpah.

    Dukungan perangkat terjangkau juga semakin melengkapi ekosistem digital Indonesia. Kombinasi antara infrastruktur, layanan, dan perangkat yang terjangkau diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia. (Icha)

  • Surge Siap Guncang Pasar Broadband Indonesia dengan 5G FWA

    Surge Siap Guncang Pasar Broadband Indonesia dengan 5G FWA

    Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) siap memimpin revolusi penetrasi fixed broadband di Indonesia.

    Kesiapian ini menyusul keberhasilan anak perusahaannya, PT Telemedia, memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz di Regional 1.

    Pencapaian ini, ditambah dengan ekosistem yang matang dan fokus pada layanan terjangkau, diproyeksikan menjadi game changer yang mempercepat pertumbuhan signifikan di sektor ini.

    Shannedy Ong, Direktur Surge, menegaskan potensi pasar yang sangat besar. “Penetrasi fixed broadband di Indonesia termasuk yang terendah di Asia Tenggara.

    Ke depan, kami mengharapkan pertumbuhan yang signifikan dalam lima tahun ke depan. Pemicunya adalah FWA dengan tingkat pertumbuhan 57% (2025–2030), sementara FTTH akan tumbuh sekitar 10%.

    Pasar target kami, Regional 1 — yang mencakup Jawa, Papua, dan Maluku — adalah ‘zona emas’ dengan potensi sangat besar,” ujarnya dalam paparan rencana eksekusi 5G FWA, Selasa (21/10/2025).

    Laporan Deloitte Research 2025 memproyeksikan pasar fixed broadband Indonesia akan mengalami pertumbuhan eksponensial dalam lima tahun ke depan.

    Ini berbeda dengan CAGR yang stagnan di angka 7% pada periode 2020–2024. Proyeksi ini didorong oleh dua faktor utama: 5G Fixed Wireless Access (FWA) dan Proyek Broadband Terjangkau.

    5G FWA diperkirakan tumbuh pesat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 57% hingga 2030. Sementara itu, Fiber-to-the-Home (FTTH) diprediksi tumbuh sekitar 10%. Total basis pelanggan fixed broadband potensial bisa mencapai hampir 40 juta rumah tangga pada 2030.

    Strategi Eksekusi 5G FWA di Regional 1

    Regional 1 (Jawa, Papua, Maluku) menjadi target utama Surge. Wilayah ini mencakup 61% dari 73,9 juta rumah tangga di Indonesia, atau sekitar 45 juta pelanggan potensial. Strategi eksekusi 5G FWA ini dibangun di atas tiga pilar utama.

    Pertama, Surge membangun ekosistem end-to-end pertama di dunia untuk spektrum 1,4 GHz. Mengingat spektrum 1,4 GHz masih baru secara global, Surge telah berkolaborasi selama dua tahun dengan mitra teknologi global untuk mengembangkan ekosistem yang lengkap.

    Kolaborasi ini mencakup Customer Premise Equipment (CPE/Chipset) dengan Qualcomm dan ASR, serta Radio Infrastructure (RAN) dengan vendor global seperti OREX SAI, Nokia, Huawei, Baicells, dan Fiberhome.

    Perangkat radio komersial telah dikembangkan, dan roll out awal dijadwalkan dimulai pada November atau akhir tahun ini. Peluncuran perdana 5G FWA 1,4 di dunia diharapkan dapat terealisasi pada awal tahun depan.

    Kedua, kecepatan pembangunan infrastruktur. Deployment FWA akan memanfaatkan lebih dari 50.000 menara yang sudah ada dari mitra perusahaan menara seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENTRATAMA. Hal ini akan mempercepat kecepatan roll out secara drastis.

    Sifat nirkabel dari FWA menghilangkan kebutuhan instalasi kabel dan perizinan lingkungan (RT/RW), sehingga memungkinkan pencapaian target Home Connect yang lebih cepat.

    Akselerasi infrastruktur semacam ini sejalan dengan upaya akselerasi IPv6 Enhanced Net5.5G untuk mendukung ekosistem IoT di Indonesia.

    Ketiga, proposisi nilai dan target pasar. Surge memposisikan layanan FWA-nya sebagai solusi bernilai tinggi yang terdiferensiasi dengan fokus pada harga terjangkau.

    Perusahaan menawarkan paket FWA 100 Mbps seharga Rp100.000 per bulan, dengan data unlimited dan sewa modem gratis. Paket ini menargetkan 54 juta rumah tangga yang mampu berlangganan.

    Layanan ini juga ditargetkan untuk menjangkau daerah underserved/unserved yang belum tercakup oleh fixed broadband berbasis fiber.

    Selain FWA, Surge terus memperkuat operasi FTTH-nya. Hingga September, Surge mencapai 1,51 juta Home Passes dan 831.000 Home Connects, dengan Take-Up Rate 55%.

    “Target kami akhir tahun 2025 adalah 2,5 juta Home Passes dan 1,5 juta Home Connects dengan Take-Up Rate 60% — ini merepresentasikan pertumbuhan 11,3x dalam Home Pass dan 8,2x dalam Home Connect dibandingkan Desember tahun lalu,” jelas Shannedy.

    Kualitas, Inovasi, dan Target Jangka Panjang

    Deployment dilakukan sesuai standar global NTT East, didukung oleh pusat pelatihan bersama di lima kota di Jawa. Inovasi juga menjadi perhatian utama, ditandai dengan peluncuran teknologi Wi-Fi 7 dan XGS-PON pertama di Indonesia yang mampu memberikan kecepatan hingga 2 Gbps.

    Shannedy menutup dengan menyampaikan tujuan jangka panjang perusahaan. “Tujuan jangka panjang kami adalah mencapai 5 juta Home Connects per tahun mulai 2026, didukung oleh kolaborasi strategis dengan mitra teknologi dan infrastruktur kami.”

    Langkah strategis Surge ini menunjukkan bagaimana sinergi lintas industri menjadi kunci digitalisasi Indonesia. Kolaborasi dengan berbagai pemain global dan lokal, mulai dari vendor perangkat hingga penyedia infrastruktur menara, menciptakan ekosistem yang kuat untuk mendorong penetrasi broadband. Perkembangan ini juga terjadi di tengah dinamika global yang mempengaruhi transformasi digital.

    Dengan strategi yang komprehensif dan ekosistem yang telah disiapkan, langkah Surge di pasar fixed broadband Indonesia diprediksi akan menciptakan persaingan yang lebih sehat dan memperluas akses internet berkualitas bagi masyarakat.

    Inisiatif ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengedepankan solusi nirkabel berkecepatan tinggi. (Icha)

  • Surge (WIFI) Tambah 3 Kode KBLI Baru untuk Perluas Bisnis

    Surge (WIFI) Tambah 3 Kode KBLI Baru untuk Perluas Bisnis

    Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge), emiten dengan kode saham WIFI, secara resmi menambahkan tiga klasifikasi usaha baru atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) dalam portofolio bisnisnya.

    Pengumuman ini disampaikan melalui laporan fakta material bernomor 145/CORSEC/SSD/KI/X/2025 yang diterbitkan pada 20 Oktober 2025.

    Direktur Utama Surge, Yune Marketatmo, menyatakan bahwa penambahan KBLI baru ini bertujuan untuk menunjang dan memperluas kegiatan operasional perusahaan.

    “Dapat disampaikan dengan adanya penambahan KBLI baru akan menunjang dan memperluas kegiatan operasional Perusahaan,” tulis Yune dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Tiga kode KBLI yang ditambahkan mencakup untuk Perdagangan Besar Telekomunikasi, untuk Aktivitas Telekomunikasi Tanpa Kabel, dan untuk Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin, Peralatan dan Barang Berwujud Lainnya.

    Dalam simulasi bisnisnya, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel diproyeksikan menghasilkan nilai kini bersih (NPV) sebesar Rp9,67 triliun dengan tingkat pengembalian internal (IRR) mencapai 58,66%. Sementara itu, periode pengembalian investasi (payback period) diperkirakan sekitar 4 tahun 3 bulan.

    Penambahan KBLI baru ini untuk Aktivitas Telekomunikasi Tanpa Kabel khususnya mengindikasikan rencana perusahaan untuk masuk ke bisnis penyediaan layanan telekomunikasi nirkabel.

    Ekspansi bisnis Surge ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, perusahaan telah mendapatkan suntikan modal signifikan dari NTT Group yang menginvestasikan dana sebesar Rp999,87 miliar.

    Investasi tersebut kini tampaknya mulai diarahkan untuk pengembangan lini bisnis baru di sektor telekomunikasi.

    Perluasan portofolio bisnis Surge ini terjadi di tengah dinamika positif industri telekomunikasi Indonesia.

    Dengan penambahan tiga KBLI baru ini, Surge memposisikan diri untuk mengeksplorasi peluang bisnis di sektor telekomunikasi yang terus berkembang.

    Langkah diversifikasi bisnis Surge ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar digital Indonesia yang semakin kompetitif, sekaligus membuka peluang pertumbuhan revenue stream baru di luar bisnis periklanan yang selama ini menjadi core business-nya.

    Rencana penambahan kegiatan usaha ini sejalan dengan strategi perseroan memperkuat infrastruktur digital dan jaringan konektivitas di Indonesia,” tulis manajemen WIFI dalam keterbukaan informasi.

    Sebelumnya, emiten terafiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memenangkan lelang pita frekuensi 1.4GHzBWA Region 1 (Pulau Jawa, Papua & Maluku) dengan nilai penawaran Rp403,76 miliar.

    Frekuensi ini dialokasikan untuk layanan internet murah dengan kecepatan 100 Mbps di seluruh Indonesia.

    Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) Yune Marketatmo menyatakan, region 1 ini mewakili lebih dari 60 % populasi Indonesia. Dengan backbone fiber kami yang sudah terhubung di Pulau Jawa, biaya investasi per pelanggan dapat ditekan secara signifikan.

    “Ini adalah langkah strategis untuk memperluas konektivitas digital kecepatan tinggi dengan harga terjangkau di Pulau Jawa hingga Papua dan Maluku dengan efisiensi maksimal,” jelas Yune dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, (16/10/2025). (Icha)

  • Telkomsel, IOH, dan XLSMART Luncurkan Aliansi Telco API, Ini Targetnya!

    Telkomsel, IOH, dan XLSMART Luncurkan Aliansi Telco API, Ini Targetnya!

    Telko.id – Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSMART secara resmi meluncurkan inisiatif bersama Aliansi Telco API (Application Programming Interface).

    Kolaborasi ini bertujuan mempercepat standardisasi protokol Telco API di Indonesia dengan mengadopsi standar internasional CAMARA. Langkah ini memungkinkan integrasi lebih mudah, aman, dan inklusif antara ekosistem operator dan berbagai aplikasi di lanskap digital Indonesia.

    Wong Soon Nam, Direktur Perencanaan dan Transformasi Telkomsel, menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital nasional yang kuat dan berkelanjutan.

    “Melalui Aliansi Telco API, Telkomsel konsisten memanfaatkan teknologi terbaru untuk memberikan solusi yang melindungi masyarakat Indonesia dari kejahatan digital,” ujarnya.

    M Danny Buldansyah, Direktur dan Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan kolaborasi ini merupakan bukti nyata kontribusi operator telekomunikasi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui teknologi dan digitalisasi.

    “Ini bagian dari perjalanan IOH untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang memberdayakan masyarakat,” tambahnya.

    Andrijanto Muljono, Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, menekankan bahwa bergabung dengan Aliansi Telco API merupakan langkah penting dalam menghadirkan inovasi digital yang lebih inklusif dan aman.

    “Kolaborasi strategis ini tidak hanya menyediakan konektivitas andal, tetapi juga membangun ekosistem digital yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Enam Solusi Keamanan Digital

    Aliansi Telco API antara Telkomsel, IOH, dan XLSMART akan secara bertahap memperkenalkan enam solusi yang berfokus pada peningkatan perlindungan pelanggan dari peretasan akun atau penipuan. Keenam solusi tersebut adalah:

    • Telco API Active Inactive – Memeriksa status aktif nomor dan pendaftaran pelanggan.
    • Telco API MNV – Memvalidasi perangkat melalui verifikasi nomor dan jaringan.
    • Telco API SIM Swap – Mendeteksi aktivitas mencurigakan pada kartu SIM untuk mencegah perebutan nomor dan pengambilalihan akun.
    • Telco API Device Location – Memverifikasi lokasi perangkat dalam jangkauan geografis tertentu.
    • Telco API Recycle Number – Memverifikasi perubahan kepemilikan untuk mencegah penyalahgunaan nomor daur ulang.
    • Telco API Scam Signal – Menganalisis jaringan data secara real-time untuk mendeteksi potensi penipuan transfer dana dalam transaksi bisnis.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman Aliansi Telco API ini mengikuti inisiatif GSMA Open Gateway yang disepakati Telkomsel, IOH, dan XLSMART pada 21 Februari 2024.

    Inisiatif tersebut memberikan kerangka kerja yang memungkinkan pengembang aplikasi mengakses jaringan operator seluler lebih mudah, mempercepat pertumbuhan dan inovasi layanan digital.

    Keamanan digital menjadi perhatian utama di era transformasi digital yang semakin masif. Kolaborasi tiga operator telekomunikasi terbesar ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih tangguh.

    Inisiatif serupa juga telah dilakukan oleh operator global, seperti kolaborasi SK Telecom dan Verizon dalam pengembangan 5G, yang menunjukkan pentingnya kerjasama dalam menghadapi tantangan teknologi masa depan.

    Selain itu, dukungan terhadap digitalisasi sektor lain, seperti yang dilakukan TelkomMetra untuk ekosistem digital kesehatan, semakin mengukuhkan peran telekomunikasi sebagai tulang punggung transformasi digital.

    Dengan diluncurkannya Aliansi Telco API, industri telekomunikasi Indonesia menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menyediakan infrastruktur, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan dapat diandalkan bagi seluruh pengguna. (Icha)

  • Satelit Nusantara 5 Meluncur, Indonesia Masuki Era Baru Konektivitas Digital

    Satelit Nusantara 5 Meluncur, Indonesia Masuki Era Baru Konektivitas Digital

    Telko.id – Indonesia memasuki babak baru konektivitas digital dengan suksesnya peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat.

    Satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara ini diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan infrastruktur satelit nasional.

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, menegaskan bahwa satelit ini dirancang khusus untuk kepentingan rakyat.

    “Satelit Nusantara 5 adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama,” ujar Meutya dalam pernyataan resminya.

    Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit Nusantara 5 akan menempati slot orbit strategis di 113° Bujur Timur yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

    Posisi ini dikenal sebagai “golden spot” yang mampu memperkuat konektivitas terutama di kawasan timur Indonesia yang selama ini mengalami kesenjangan digital.

    Peluncuran N5 sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi.

    Transformasi digital menjadi program strategis pemerintah agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.

    Kehadiran N5 diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi berbagai sektor, termasuk pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, dan pengembangan UMKM berbasis daring.

    Masyarakat di daerah pelosok yang selama ini sulit terjangkau infrastruktur telekomunikasi konvensional kini dapat mengakses hiburan dan informasi dengan lebih mudah.

    N5 dimiliki oleh PT. Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama global dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Kolaborasi internasional ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengadopsi teknologi satelit terkini untuk kepentingan nasional.

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan registrasi orbit satelit telah dilakukan dengan benar, sekaligus menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit ini.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun infrastruktur “Tol Langit” yang menghubungkan seluruh wilayah Nusantara.

    Peluncuran N5 menjadi tonggak sejarah baru setelah Palapa A1 pada 1976, Nusantara Satu pada 2019, dan SATRIA-1 pada 2023.

    Dengan N5, Indonesia menegaskan diri bukan hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi juga pengelola teknologi satelit yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi rakyat.

    Keberhasilan peluncuran N5 juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik. Inisiatif ini sejalan dengan perkembangan ekosistem satelit Asia Pasifik yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

    Penguatan infrastruktur satelit nasional juga diharapkan dapat mendukung percepatan implementasi jaringan 5G di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan.

    Dengan adanya satelit berkapasitas besar seperti N5, distribusi bandwidth ke daerah-daerah terpencil dapat dilakukan lebih efisien.

    Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur satelit nasional guna mendukung transformasi digital Indonesia. Peluncuran N5 bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju kedaulatan digital yang seutuhnya. (Icha)

  • PSN Siap Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Kapasitas 160 Gbps

    PSN Siap Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Kapasitas 160 Gbps

    Telko.id – Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersiap meluncurkan Satelit Nusantara Lima (N5 atau SNL), satelit komunikasi canggih berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps.

    Satelit ini akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Amerika Serikat pada akhir Agustus atau awal September 2025, setelah mengalami beberapa penundaan.

    Sebagian besar kapasitas satelit akan dialokasikan untuk Indonesia, sementara sisanya menjangkau Malaysia dan Filipina.

    Satelit Nusantara Lima dibangun oleh Boeing menggunakan platform 702MP dan akan ditempatkan di orbit pada posisi 113 derajat Bujur Timur di atas ekuator.

    CEO PSN Group Adi Rahman Adiwoso mengatakan, “PSN adalah perusahaan operator satelit pertama di Indonesia yang memiliki komitmen untuk menghadirkan konektivitas yang inklusif. Satelit Nusantara Lima akan memperkuat kemampuan PSN dalam menyediakan kapasitas nasional untuk memenuhi kebutuhan komunikasi di berbagai sektor, termasuk sekolah, komunitas, dan pelaku usaha.”

    PSN Siap Luncurkan Satelit Nusantara Lima, Kapasitas 160 Gbps

    Kehadiran satelit ini diharapkan dapat memperluas dan memperkuat jaringan komunikasi serta konektivitas internet di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, serta mendukung pasar Asia Tenggara.

    Peluncuran satelit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan swasta dalam meningkatkan infrastruktur digital nasional.

    PSN telah lama menjadi pemain kunci dalam industri satelit Indonesia. Dengan peluncuran Satelit Nusantara Lima, perusahaan ini semakin memperkuat posisinya dalam menyediakan layanan komunikasi berkecepatan tinggi.

    Teknologi VHTS yang digunakan memungkinkan pengiriman data dalam volume besar, yang sangat dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan permintaan internet.

    Selain mendukung konektivitas umum, satelit ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada program-program strategis pemerintah, seperti persiapan hot backup satellite yang menjadi pendamping Satelit SATRIA-1. Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan redundansi dan keandalan layanan satelit nasional.

    Peluncuran satelit komunikasi seperti ini tidak lepas dari tantangan dan dinamika industri. Sebelumnya, sejumlah proyek satelit nasional mengalami penundaan dan penyesuaian, termasuk proyek Satelit SATRIA yang melalui lika-liku panjang sebelum akhirnya diluncurkan.

    Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi pengembangan satelit generasi berikutnya.

    Di sisi lain, keputusan PSN untuk menggunakan jasa peluncuran SpaceX menunjukkan kepercayaan terhadap teknologi roket reusable yang dikembangkan perusahaan Elon Musk tersebut. Falcon 9 telah terbukti andal dalam meluncurkan berbagai muatan ke orbit, termasuk satelit-satelit komunikasi.

    Keberhasilan peluncuran Satelit Nusantara Lima akan menjadi milestone penting bagi Indonesia dalam menguasai teknologi satelit high-throughput.

    Kapasitas 160 Gbps yang ditawarkan jauh lebih besar dibandingkan satelit generasi sebelumnya, menandakan lompatan kemampuan yang signifikan.

    Dengan semakin banyaknya satelit high-throughput yang beroperasi, termasuk satelit HBS yang sempat direncanakan pemerintah, Indonesia diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dalam hal konektivitas digital.

    Satelit-satelit ini tidak hanya berperan dalam layanan internet, tetapi juga mendukung telekomunikasi, siaran televisi, dan aplikasi strategis lainnya.

    PSN menyatakan kesiapan penuh untuk mengoperasikan Satelit Nusantara Lima pascapeluncuran.

    Perusahaan telah menyiapkan infrastruktur ground segment dan tim operasi yang berpengalaman untuk memastikan satelit dapat berfungsi optimal sepanjang masa operasionalnya.

    Peluncuran satelit ini juga membuka peluang kolaborasi dengan operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet di Indonesia.

    Dengan kapasitas yang besar, diharapkan dapat menurunkan biaya akses internet sekaligus meningkatkan kualitas layanan, terutama di daerah-daerah yang masih minim infrastruktur fiber optik.

    Keberhasilan proyek satelit nasional seperti ini menjadi bukti bahwa industri satelit Indonesia terus berkembang. Dukungan pemerintah melalui kebijakan yang kondusif dan investasi swasta yang masif menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur satelit.

    Masyarakat dan pelaku industri telekomunikasi menantikan dampak positif dari kehadiran Satelit Nusantara Lima.

    Dengan tambahan kapasitas yang signifikan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan mengurangi kesenjangan konektivitas antara wilayah di Indonesia. (Icha)

  • Kompetisi TIK Nasional Disabilitas 2025 Resmi Ditutup di Jakarta

    Kompetisi TIK Nasional Disabilitas 2025 Resmi Ditutup di Jakarta

    Telko.id – Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi penyandang disabilitas tingkat nasional resmi ditutup dengan penganugerahan pemenang di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

    Acara yang diselenggarakan oleh BAKTI Komdigi bekerja sama dengan Yayasan Paradifa ini menjadi puncak dari rangkaian Program Inklusi Digital 2025 yang telah berjalan sejak Juni lalu.

    Sebanyak 40 peserta dengan 43 pendamping dari 38 provinsi turut serta dalam kompetisi nasional ini. Mereka adalah perwakilan terbaik yang terpilih melalui seleksi berjenjang di lima regional.

    Untuk memastikan penilaian yang objektif, panitia menyiapkan 15 juri dari latar belakang akademis, praktisi, dan lembaga kemasyarakatan.

    Kompetisi dibagi dalam empat kategori, yaitu Digital Office, Digital Public Relations, Digital Marketing, dan Content Creator.

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dalam kompetisi ini.

    “Ini adalah komitmen kami khususnya BAKTI Komdigi dalam membawa semangat inklusivitas bahwa teknologi ini adalah milik semua, bukan hanya sebagian kelompok,” ujarnya dalam sambutan penutupan.

    Meutya menambahkan, digitalisasi membuka ruang luas bagi penyandang disabilitas untuk berkompetisi secara setara dan menunjukkan potensi terbaik di dunia kerja.

    Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menyambut para finalis dengan bangga. Menurutnya, kehadiran peserta telah memberikan inspirasi dalam hal determinasi dan kompetensi.

    “Dari interaksi intens bersama mereka, kami banyak mendapatkan wawasan tentang inklusi digital yang bermakna dan hakiki. Kami yang lebih banyak belajar dari mereka daripada mereka belajar dari kami,” kata Fadhilah.

    Ia menegaskan, kompetisi ini adalah ajang sumbangsih teman-teman disabilitas dalam memberi warna bagi ekosistem digital Indonesia.

    Content image for article: Kompetisi TIK Nasional Disabilitas 2025 Resmi Ditutup di Jakarta

    Ketua Yayasan Paradifa, Echi Pramitasari, menjelaskan bahwa Program Inklusi Digital bertujuan memastikan penyandang disabilitas dapat mengakses, memanfaatkan, dan berpartisipasi aktif dalam ekosistem digital.

    “Pembangunan akses internet oleh Komdigi sampai di pelosok-pelosok semakin memudahkan rekan-rekan kami untuk berpartisipasi dalam pelatihan,” ujarnya.

    Program ini juga memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja untuk peran sebagai trainer, juru bahasa isyarat, pengelola kelas, dan asesor.

    Selama program berlangsung, tercatat 218 trainer, 110 juru bahasa isyarat, 210 pengelola kelas, dan 83 asesor yang bekerja secara profesional.

    Rangkaian Program Inklusi Digital 2025

    Program Inklusi Digital 2025 meliputi beberapa tahapan yang dimulai sejak Maret 2025. Tahap pertama adalah pengembangan modul, Learning Management System (LMS), dan media pembelajaran pada Maret-April 2025.

    Selanjutnya, diselenggarakan pelatihan untuk guru dan tenaga administrasi SLB/organisasi disabilitas yang diikuti 135 peserta.

    Pada Mei 2025, digelar Digital ICT Camp for Youth with Disabilities yang diikuti 265 peserta disabilitas usia pelajar dan 20 trainer.

    Tahap utama adalah Pelatihan TIK Nasional secara daring bagi penyandang disabilitas pada 24 Juni-12 Juli 2025, yang menjangkau 2.652 peserta usia angkatan kerja dan 190 trainer.

    Content image for article: Kompetisi TIK Nasional Disabilitas 2025 Resmi Ditutup di Jakarta

    Peserta berasal dari berbagai jenis disabilitas, termasuk pendengaran/tuli, disabilitas intelektual, disabilitas mental, disabilitas fisik, disabilitas penglihatan, dan disabilitas ganda.

    Sejak dimulai, program ini telah menghadirkan 190 kelas pelatihan digital daring yang menekankan pengembangan keterampilan TIK secara inklusif.

    Pelatihan dilakukan secara daring menggunakan metode pembelajaran interaktif, didukung pendampingan intensif dan kurikulum yang dirancang khusus ramah disabilitas.

    Proses assessment dilakukan secara berjenjang dari tingkat provinsi, regional, hingga nasional untuk memastikan setiap peserta yang lolos merupakan representasi terbaik dari daerahnya.

    Program sejenis juga pernah digelar oleh perusahaan telekomunikasi seperti XL Axiata melalui Sisternet dengan Kompetisi Modal Pintar 2023, menunjukkan komitmen industri dalam mendukung inklusi digital.

    Dampak dan Harapan Ke Depan

    Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan.

    Selain meningkatkan kompetensi digital penyandang disabilitas, program ini juga menciptakan lapangan kerja bagi ratusan tenaga pendukung.

    Inisiatif seperti ini sejalan dengan perkembangan teknologi inklusif yang semakin mendapat perhatian, seperti pembuatan mobil mainan pintar untuk anak disabilitas yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial.

    Keberhasilan penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan dapat memacu semangat inklusi digital yang lebih luas di masa depan. (Icha)