Kategori: Operator

  • Starlink Buka Pendaftaran Lagi Setelah Upgrade Kapasitas

    Starlink Buka Pendaftaran Lagi Setelah Upgrade Kapasitas

    Telko.id – Starlink sebuah produk layanan internet berbasis satelit milik SpaceX kini telah kembali tersedia dan dapat dipesan kembali oleh masyarakat Indonesia yang berminat.

    Sebelumnya sempat terjadi pemberhentian layanan Starlink di Indonesia karena terbatasnya kapasitas layanan pada 12 Juli lalu.

    Hal ini mencakup menghentikan penerimaan pelanggan baru dan aktivasi perangkat Starlink di Indonesia.

    Mengutip dari KompasTekno, Informasi mengenai kembalinya ketersediaan layanan Starlink di Indonesia disebar melalui e-mail promosi dari perusahaan milik Elon Musk tersebut.

    Dalam e-mail tersebut berisikan informasi bahwa Starlink kini sudah menerima pesanan dan aktivasi baru di Indonesia.

    “Starlink sekarang dibuka kembali untuk pelanggan baru di Indonesia,” tulis Starlink dalam e-mail yang diterima.

    Baca juga:

    Pihak Starlink juga telah menghapus pengumuman stop layanan yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

    Pengumuman ini diunggah beberapa minggu lalu di blog resmi Starlink. Laman tersebut kini hanya menampilkan status “404: Halaman ini tidak dapat ditemukan”.

    Dengan kembalinya layanan ini, pengguna bisa membeli layanan dan perangkat untuk mendapatkan koneksi internet dimanapun mereka berada.

    Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) juga menanggapi penghentian penerimaan pelanggan baru Starlink.

    Menurut Komdigi , Starlink berencana menambah kapasitas melalui frekuensi E-band. Sebelumnya, Starlink sendiri menjelaskan bahwa mereka menghentikan penerimaan pelanggan baru karena kapasitas layanan di Indonesia yang sudah habis.

    Pita frekuensi E-band sendiri dalam konteks komunikasi nirkabel mengacu pada rentang frekuensi radio antara 70/80 GHz. Pita frekuensi ini menawarkan bandwidth yang luas, memungkinkan throughput data yang lebih tinggi dibandingkan pita frekuensi tradisional.

    Pita ini dikenal karena kemampuannya menyediakan kapasitas tinggi sehingga sering digunakan untuk koneksi backhaul nirkabel dan koneksi satelit.

    “Starlink berencana menambah kapasitas jaringannya dengan menambah frekuensi baru di sisi gateway-nya. Saat ini sedang dalam proses evaluasi oleh Komdigi sesuai ketentuan regulasi yang berlaku,” kata Wayan seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (16/7/2025).

    Untuk pasar Indonesia, Starlink (PT Starlink Services Indonesia) telah mengantongi izin bisnis penyedia internet (ISP), izin jaringan tertutup (VSAT), hingga izin untuk membuka operasi pusat jaringan (NOC) di pasar lokal.

    Kecepatan internet yang ditawarkan diklaim mencapai lebih dari 220 Mbps, dan ini bergantung pada lokasi serta tingkat kepadatan pengguna Starlink di suatu area.

    Di Tanah Air, layanan Starlink bisa didapatkan dengan harga termurah Rp 479.000 per bulan untuk tipe pelanggan rumahan alias residensial. Harga tersebut belum termasuk perangkat atau kit Starlink yang dibebankan kepada pengguna Ketika pembayaran pertama.

    Harga kit Starlink termurah adalah Rp 4,75 juta untuk versi “Mini” dan Rp 5,9 juta untuk versi “Standar”. Perbedaan kedua versi ini terletak di bobot dan besar perangkat, konsumsi daya, hingga performa internet. (Icha)

  • NTT Group Resmi Masuk ke Surge (WIFI), Investasi Rp999,87 Miliar

    NTT Group Resmi Masuk ke Surge (WIFI), Investasi Rp999,87 Miliar

    Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge mengumumkan masuknya NTT eAsia Pte. Ltd., bagian dari NTT Group asal Jepang, sebagai pemegang saham anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Investasi strategis ini bernilai Rp999,87 miliar untuk kepemilikan 49% saham IJE.

    Direktur Surge Shannedy Ong menjelaskan, transaksi ini resmi disahkan melalui Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 12 tertanggal 17 Juli 2025.

    NTT eAsia mengakuisisi 685,78 juta saham IJE, sementara sisanya dipegang oleh PT Jaringan Infra Andalan (711,65 juta saham) dan PT Lintas Maju Maxima (2,12 juta saham).

    “Bergabungnya NTT eAsia akan memperkuat operasional IJE, mengingat mereka adalah perusahaan multinasional di bidang telekomunikasi,” ungkap Ong dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/7/2025).

    Target Akses Internet Terjangkau 40 Juta Rumah Tangga

    President Director & CEO Surge Yune Marketatmo menyatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal perluasan skala bisnis. “Dengan menggabungkan infrastruktur Surge dan keunggulan operasional NTT, kami menargetkan akses broadband ‘Internet Rakyat’ untuk 40 juta rumah tangga di Indonesia,” jelasnya.

    NTT eAsia merupakan anak perusahaan Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East), grup yang dikenal sebagai pionir inovasi sosial di Jepang. Investasi ini sebelumnya telah disetujui dalam RUPSLB Surge pada 30 Juni 2025 dan diumumkan ke BEI sejak 5 Juni 2025.

    Detail Transaksi dan Rencana Ke Depan

    NTT eAsia membeli saham IJE dengan harga Rp1.458 per lembar, lebih tinggi dari nilai nominal Rp1.000. Total transaksi mencapai Rp999,87 miliar.

    Langkah ini sejalan dengan upaya Surge memperluas jaringan broadband terjangkau, terutama di daerah tertinggal.

    Dengan dukungan NTT Group, Surge berpotensi mengakselerasi penetrasi internet di Indonesia, termasuk mendukung program pemerintah seperti pengentasan stunting melalui digitalisasi.

  • Starlink Hentikan Pendaftaran di Indonesia, Komdigi Buka Suara

    Starlink Hentikan Pendaftaran di Indonesia, Komdigi Buka Suara

    Telko.id – Starlink milik Elon Musk yang merupakan layanan internet berbasis satelit ini mengungkapkan bahwa secara sementara menghentikan pendaftaran pelanggan baru di Indonesia. Keputusan itu dikonfirmasi oleh pihak Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    “Keputusan untuk menghentikan sementara layanan bagi pelanggan baru sepenuhnya merupakan keputusan dari Starlink,” kata Dirjen Infrastruktur Digital, Wayan Toni.

    Wayan juga menjelaskan bahwa alasan dibalik menghentikan layanan karena kapasitas jaringan yang disediakan untuk penggunaan di Indonesia telah penuh.

    “Alasan mereka menghentikan sementara layanan bagi pelanggan baru tersebut adalah karena kapasitas jaringan Starlink yang tersedia untuk Indonesia saat ini telah penuh untuk pelanggan eksisting,” jelasnya.

    Starlink juga tengah memproses untuk menambah kapasitas jaringannya. Penambahan dilakukan dengan pita frekuensi E-band untuk komunikasi dari gateway ke satelit layanan.

    Wayan juga mengatakan bahwa industri telekomunikasi dalam negeri sudah cukup untuk melengkapi kebutuhan tanpa ketergantungan dengan Starlink.

    “Konektivitas digital di Indonesia tidak hanya bergantung pada satu atau dua pihak saja. Indonesia saat ini memiliki beberapa satelit nasional yang beroperasi, serta telah mengizinkan pula sejumlah satelit asing untuk memberikan layanannya di Indonesia.”

    Baca juga:

    Dalam situs resminya, Starlink mengumumkan menutup pendaftaran pengguna baru di Indonesia. Pembelian melalui retail atau penjual pihak ketiga juga ditutup sementara.

    “Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitas yang terjual habis di Seluruh Indonesia,” kata Starlink.

    Masyarakat yang ingin segera membeli perangkat dan menikmati layanan Stalink ini bisa masuk daftar tunggu hingga layanan tersedia kembali. Namun tidak ada informasi kapan layanannya akan tersedia kembali untuk pengguna baru di Indonesia.

    Dalam keterangannya, Starlink mengatakan tengah bekerjasama dengan pihak lokal agar dapat membuka layanannya kembali secepat mungkin.

    Wayan Toni mengatakan, infrastruktur digital yang ada saat ini bisa diberdayakan untuk menunjang konektivitas jaringan telekomunikasi nan memadai ke berbagai kawasan di Tanah Air.

    Pengguna internet di Indonesia, kata dia, juga masih memiliki banyak pilihan yang paling sesuai dengan kondisi daerahnya masing – masing.

    “Satelit nasional serta satelit asing yang memberi layanannya di Indonesia, dapat menjadi pilihan supply konektivitas jaringan untuk memenuhi demand di pasar Indonesia. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga seterusnya,” ucap Wayan Toni. (Icha)

  • ATSI Usul Frekuensi Internet Cepat Dibagi Rata ke Tiga Operator

    ATSI Usul Frekuensi Internet Cepat Dibagi Rata ke Tiga Operator

    Telko.id – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengusulkan agar alokasi pita frekuensi radio untuk internet cepat dibagi merata ke tiga operator seluler yang tersisa: Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XL Smart.

    Usulan ini disampaikan menyusul rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka seleksi frekuensi 700 MHz, 1,4 GHz, dan 2,6 GHz.

    Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menegaskan, pembagian frekuensi tanpa lelang lebih adil mengingat jumlah operator yang tersisa hanya tiga.

    “Saya sih setuju dibagi saja,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/7/2025). Ia menambahkan, sistem lelang berisiko menciptakan duopoli jika hanya dua operator yang mendapat frekuensi 5G.

    Menteri Kominfo Meutya Hafid sebelumnya menyatakan, pembukaan frekuensi bertujuan meningkatkan kecepatan internet dan pemerataan koneksi di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Pemerintah juga berencana melibatkan swasta dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

    Marwan memperingatkan, biaya regulasi telekomunikasi yang mencapai lebih dari 12% sudah tidak sehat.

    Jika seleksi frekuensi tetap dilakukan, ATSI meminta Kominfo mempertimbangkan harga spektrum yang realistis. ATSI sebelumnya juga menegaskan pentingnya regulasi yang pro-konsumen, termasuk masa aktif kuota internet.

    Isu ini muncul di tengah protes ATSI terhadap pembongkaran menara telekomunikasi di Bali dan perdebatan regulasi untuk pemain baru seperti Starlink. ATSI dan APJII telah mengusulkan kerangka regulasi khusus untuk layanan satelit. (Icha)

  • XLSmart Resmi Merger, Ini Komitmennya Ke Pemerintah

    XLSmart Resmi Merger, Ini Komitmennya Ke Pemerintah

    Telko.id – Akhirnya, setelah melalui proses 6 bulan, XLSMART mendapatkan restu juga dari pemerintah.

    Namun, bukan tanpa komitmen. Penggabungan tiga operator besar Indonesia yakni PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telekom Tbk, dan PT Smart Telekom Tbk ini memberikan janji-janji atau komitmen juga pada pemerintah hingga kini siap menghadirkan layanan yang lebih baik dengan sejumlah komitmen konkret.

    Bagaimana dampaknya bagi pelanggan dan industri telekomunikasi nasional?

    Menurut  Menkomdigi Meutya Hafid, XLSMART menyampaian dokumen dan verifikasi memakan waktu hingga tiga bulan sebelum akhirnya Komdigi memberikan persetujuan resmi.

    “Kami memastikan semua aspek teknis dan regulasi terpenuhi sebelum memberikan restu,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Kamis (17/4/2025).

    Baca juga : XLSMART Resmi Hadir: Transformasi Digital Indonesia Dimulai

    Dengan restu ini, XLSMART tidak hanya menjadi operator baru, tetapi juga membawa sejumlah janji yang harus dipenuhi dalam beberapa tahun ke depan. Apa saja komitmen tersebut, dan bagaimana mereka akan mengubah lanskap digital Indonesia?

    Komitmen XLSMART: Kecepatan Internet hingga Pembangunan BTS

    Meutya menegaskan bahwa persetujuan Komdigi tidak diberikan begitu saja. XLSMART harus memenuhi beberapa komitmen penting, salah satunya peningkatan kecepatan unduh hingga 16% pada 2029. “Ini bukan sekadar janji, tapi target yang harus dicapai,” tegasnya.

    Content image for article: XL Smart Resmi Merger: Komitmen Baru untuk Telekomunikasi Indonesia

    Selain itu, XLSMART juga berkomitmen membangun 8.000 BTS baru untuk memperluas jangkauan jaringan, terutama di daerah yang masih minim akses internet.

    Langkah ini diharapkan bisa mendorong pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia.

    Dampak Langsung bagi Masyarakat

    Implementasi merger ini tidak hanya berdampak pada pelanggan XL Axiata, Smartfren, atau Axis, tetapi juga pada sektor publik.

    Meutya menyebutkan bahwa XLSMART akan meningkatkan akses layanan digital di lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan.

    “Ini adalah langkah besar untuk mendukung transformasi digital Indonesia,” tambahnya. Namun, Meutya juga mengingatkan bahwa Komdigi akan mengawasi ketat pelaksanaan komitmen ini.

    Jika XLSMART gagal memenuhi target, sanksi administratif seperti denda hingga pencabutan izin bisa diterapkan.

    Masa Depan Operator Gabungan

    Meski telah bergabung, XLSMART tidak akan menghapus merek masing-masing operator. Pelanggan XL Axiata, Smartfren, dan Axis tetap bisa menggunakan layanan seperti biasa tanpa perubahan signifikan.

    “Ini adalah strategi untuk mempertahankan basis pelanggan sambil memperkuat infrastruktur bersama,” jelas Meutya.

    Untuk memastikan transparansi, Komdigi juga membuka layanan aduan bagi pelanggan yang mengalami kendala.

    “Kami mengajak media dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi kinerja XLSMART,” pungkasnya.

    Dengan merger ini, industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru. Apakah XLSMART bisa memenuhi harapan? Waktu yang akan menjawabnya. (Icha)

  • XLSMART Resmi Hadir: Transformasi Digital Indonesia Dimulai

    XLSMART Resmi Hadir: Transformasi Digital Indonesia Dimulai

    Telko.id – Hari ini,  XLSMART, hasil penggabungan XL Axiata, Smartfren, dan Smart Telecom, resmi berdiri sebagai kekuatan baru di industri telekomunikasi Indonesia.

    Dengan lebih dari 94,5 juta pelanggan dan proyeksi pendapatan Rp45,8 triliun, langkah ini bukan sekadar merger—ini adalah lompatan besar menuju masa depan digital yang lebih inklusif dan terhubung.

    Penggabungan ini terjadi di tengah percepatan transformasi digital Indonesia, di mana kebutuhan akan konektivitas yang andal dan terjangkau semakin mendesak.

    XLSMART hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut, dengan janji untuk menghadirkan layanan yang lebih cerdas, luas, dan berpusat pada pelanggan.

    Baca juga : XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger, Ini Susunan Komisaris dan Direksi nya!

    CEO Rajeev Sethi menegaskan, “Ini adalah babak baru bagi ekosistem digital Indonesia.”

    Lalu, apa yang membuat XLSMART berbeda dari operator telekomunikasi lainnya? Bagaimana perusahaan ini berencana memenuhi harapan jutaan pelanggannya? Mari kita telusuri lebih dalam.

    Kekuatan Baru di Industri Telekomunikasi

    XLSMART bukan sekadar nama baru. Ini adalah simbol penyatuan tiga perusahaan dengan portofolio pelanggan yang saling melengkapi.

    Dengan pangsa pasar gabungan 25%, XLSMART kini menjadi salah satu pemain utama di industri telekomunikasi Indonesia.

    “Kami menyatukan yang terbaik dari XL Axiata dan Smartfren untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih baik,” ujar Rajeev Sethi.

    Content image for article: XLSMART Resmi Hadir: Transformasi Digital Indonesia Dimulai

    Struktur baru ini juga mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang seimbang. Susunan direksi dan dewan komisaris yang baru telah resmi menjabat, menggabungkan kepemimpinan dari kedua organisasi pendahulu.

    Hal ini diharapkan dapat mendorong inovasi yang berorientasi pada pelanggan dan pertumbuhan jangka panjang.

    Komitmen untuk 94,5 Juta Pelanggan

    Dengan basis pelanggan yang masif, XLSMART menargetkan menjadi perusahaan telekomunikasi paling dicintai di Indonesia pada 2027.

    Fokus utamanya jelas: meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan jaringan, dan menghadirkan solusi digital yang lebih terintegrasi.

    “Kami membangun perusahaan yang lebih mendengarkan dan lebih gesit dalam melayani,” tegas Rajeev.

    Baik di kota besar maupun daerah terpencil, XLSMART berkomitmen untuk memastikan setiap orang Indonesia memiliki akses terhadap teknologi yang bermakna.

    Identitas Baru, Visi yang Lebih Besar

    XLSMART memperkenalkan identitas korporat barunya dengan logogram “Infinity World”, yang melambangkan konektivitas tanpa batas.

    Tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas” menjadi ajakan bagi pelanggan dan mitra untuk bergerak maju bersama.

    “Identitas ini mencerminkan ambisi kami untuk membangun Indonesia yang unggul di era digital,” jelas Rajeev. (Icha)

  • XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger, Ini Susunan Komisaris dan Direksi nya!

    XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger, Ini Susunan Komisaris dan Direksi nya!

    Telko.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang menyetujui penggabungan usaha antara XL Axiata, PT Smartfren Telecom Tbk (SF), dan PT Smart Telecom.

    Sebagai akibat dari merger ini, perusahaan akan berganti nama menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.

    RUPSLB juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi pasca-merger, dengan masa jabatan efektif hingga RUPST tahun buku 2029. 

    Baca juga : XL Axiata dan Smartfren Merger, Jadi XLSmart Bernilai Rp.104 Triliun

    Berikut susunan Dewan Komisaris yang baru:

    Presiden Komisaris: M. Arsjad Rasyid P.M.

    Komisaris: Vivek Sood

    Komisaris: L. Krisnan Cahya

    Komisaris: Nik Rizal Kamil

    Komisaris: Sean Quek, David R. Dean

    Komisaris Independen: Retno Lestari Priansari Marsudi

    Komisaris Independen: Robert Pakpahan

    Komisaris Independen: Willem Lucas Timmermans

    Sementara susunan Direksi baru sebagai berikut:

    Presiden Direktur: Rajeev Sethi

    Direktur: Antony Susilo

    Direktur: David Arcelus Oses

    Direktur: Andrijanto Muljono

    Direktur: Feiruz Ikhwan

    Direktur: Shurish Subbramaniam

    Direktur: Yessie D. Yosetya

    Direktur: Merza Fachys

    Direktur: Jeremiah Ratadhi

    Selain itu, Rapat menyetujui perubahan pengendali Perseroan sebagai akibat dari merger ini, dari semula Axiata Group Berhad (“AGB”) sebagai pengendali Tunggal menjadi AGB dan PT Wahana Inti Nusantara (“WIN”), PT Global Nusa Data (“GND”) dan PT Bali Media Telekomunikasi (“BMT”) sebagai pengendali bersama, sebagaimana dijelaskan dalam Rancanangan Penggabungan Usaha.

    Perubahan pengendali Perseroan tersebut berlaku efektif sejak tanggal Efektif Penggabungan, masing-masing AGB, WIN, GND, dan BMT sebagai pengendali bersama memiliki kewenangan untuk menentukan atau mengganti seluruh anggota direksi dan anggota dewan komisaris Perseroan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (“XL Axiata”), PT Smartfren Telecom Tbk (“Smartfren”), dan PT Smart Telcom (“SmartTel”)   kedua nya sudah resmi merger dengan nilai Rp.104 Triliun atau setara US$6,5 Miliar.

    Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”).

    XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. 


    Axiata Group Berhad (“Axiata”) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8% saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan. Sisanya, sebesar 30,4% merupakan saham publik.

    Pada saat selesainya transaksi, pemerataan kepemilikan saham akan menghasilkan Axiata menerima hingga senilai US$475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$400 juta, beserta tambahan US$75 juta di akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat- syarat tertentu. (Icha)

  • Uji Jaringan Tiga Operator di Kota Solo, Bagaimana Hasilnya?

    Uji Jaringan Tiga Operator di Kota Solo, Bagaimana Hasilnya?

    Telko.id – Hyper Tech di bawah naungan Technologue.id yang kali ini berkolaborasi dengan media online seperti TeknoBuzz.id, Telko.id, dan GetPost.id menggelar program uji jaringan (Drive Test Mobile Network) bertajuk “Mudik Digital Nyaman Total” dari Jakarta menuju kota Solo, Jawa Tengah.

    Selama perjalanan menuju kota Solo, tim Hyper Tech menggunakan mobil Toyota Yaris Cross HEV.

    Solo menjadi tujuan akhir dari pengujian jaringan ini karena Kota Solo memikat dengan keindahan budaya dan destinasi wisata, seperti Solo Technopark, Solo Safari, dan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta. Tim Hyper Tech juga mengunjungi tiga destinasi di kota Solo tersebut untuk melakukan uji jaringan di sana. 

    Solo Technopark adalah pusat pengembangan teknologi dan inovasi yang berlokasi di Solo, Surakarta, Jawa Tengah. Solo Technopark berfungsi sebagai ekosistem industri, pendidikan, dan riset yang mendukung pengembangan usaha rintisan (startup), pelatihan keterampilan, serta kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan para pelaku industry teknologi.

    Baca juga : Uji Jaringan Tiga Operator Seluler di Jalur Mudik Jakarta – Solo

    Solo Technopark juga menawarkan berbagai fasilitas seperti inkubasi bisnis, coworking space, serta pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

    Sementara Solo Safari destinasi wisata edukasi satwa di Surakarta, Jawa Tengah, yang dikelola oleh Taman Safari Indonesia sejak 27 Januari 2023. Dengan luas 13,9 hektar, para pengunjung tidak hanya akan mengenal lebih dekat satwa endemik Indonesia, tetapi juga bisa berbagi keceriaan di berbagai area hiburan yang tersedia.

    Sedangkan Masjid Sheikh Zayed Solo, Surakarta atau lebih dikenal dengan Masjid Sheikh Zayed adalah sebuah kompleks masjid bersejarah yang berada di kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 2021, dan merupakan replika dari Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. 

    Masjid Sheikh Zayed ini merupakan hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab kepada Pemerintah Indonesia. Masjid ini kemudian dirancang mirip aslinya dengan empat menara menjulang, satu kubah utama, dikelilingi 81 kubah-kubah kecil, dan ornamen bangunan Timur Tengah.

    Diresmikan pada 14 November 2022 lalu oleh Presiden JokoWidodo dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan, masjid ini menggunakan karpet bermotif batik serta tembok di dekat imam bertuliskan Asmaul Husna.

    Dalam uji jaringan kali ini, Hyper Tech bekerjasama dengan 3 operator seluler yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata, dan sekaligus menguji ketiga jaringan tersebut.

    Pengujian ini dilakukan menggunakan aplikasi nPerf dan Speedtest by Ookla yang dapat diunduh di Google Play Store. Dalam pengujian tersebut, ada beberapa hal yang dipantau seperti kecepatan download, upload, tes browsing, hingga tes streaming.

    Uji Jaringan Tiga Operator di Kota Solo

    Setelah melalui perjalanan panjang, hingga tiba di Solo, tes jaringan pertama kami dimulai dari Solo Technopark pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 12.17 WIB siang.

    Pengujian pertama di Solo Technopark menggunakan aplikasi Speedtest, Telkomsel mencatat kecepatan download 20,4 Mbps dan upload 13,7 Mbps untuk jaringan 5G.

    Sementara ketika menggunakan aplikasi nPerf di lokasi yang sama, Telkomsel meraih skor 73.712 dengan kecepatan download 20,05 Mb/s dan upload 19,10 Mb/s untuk jaringan 5G. 

    Selanjutnya, Indosat di Solo Technopark ini menorehkan skor 90.627 dengan kecepatan download 122,51 Mb/s dan upload 43,78 Mb/s setelah diuji menggunakan aplikasi nPerf untuk jaringan 4G.

    Kini giliran XL Axiata yang diuji jaringan menggunakan aplikasi nPerf. nPerf mencatat skor 47.991 dengan kecepatan download 10,45 Mb/s dan upload 8,55 Mb/s dari XL Axiata. Sedangkan di Speedtest, terpantau XL Axiata memiliki kecepatan download 23,8 Mbps dan upload 11,4 Mbps.

    Tes jaringan berikutnya kami lakukan di Solo Safari pada pukul 13.48. Telkomsel mengantongi skor 78.603 dengan kecepatan download 54,48 Mb/s dan upload 21,32 Mb/s, setelah diuji menggunakan nPerf. Sementara di Speedtest, terpantau Telkomsel memiliki kecepatan download 73,9 Mbps dan upload 25,1 Mbps.

    Selanjutnya, Indosat mencatat skor 27.930 dengan kecepatan download 34,99 Mb/s dan upload 15,96 Mb/s setelah diuji menggunakan aplikasi nPerf. Masih di lokasi yang sama, Speedtest mencatat hasil tes Indosat dengan kecepatan download 13,6 Mbps dan upload 26,9 Mbps.

    Masih di Solo Safari, XL Axiata mendapatkan skor 83.712 dengan kecepatan download 92,04 Mb/s dan upload 36,45 Mb/s di aplikasi nPerf. Sedangkan di Speedtest, XL Axiata meraih kecepatan download 109 Mbps dan upload 21,8 Mbps.

    Pengujian jaringan terakhir kami lakukan di Masjid Sheikh Zayed Solo sekitar pukul 15.29 WIB sore. Telkomsel mengantongi skor 75.017 dengan kecepatan download 18,36 Mb/s dan upload 20,63 Mb/s, setelah diuji menggunakan nPerf. Sementara di Speedtest, terpantau Telkomsel memiliki kecepatan download 44 Mbps dan upload 18,4 Mbps.

    Selanjutnya, Indosat menunjukkan skor 93.043 dengan kecepatan download 88,71 Mb/s dan upload 28,22 Mb/s setelah diuji menggunakan aplikasi nPerf. Masih di lokasi yang sama, Speedtest mencatat hasil tes Indosat dengan kecepatan download 82,9 Mbps dan upload 41,4 Mbps.

    Sementara XL Axiata memperoleh skor 76.318 dengan kecepatan download 76,12 Mb/s dan upload 24,55 Mb/s di aplikasi nPerf. Sedangkan di Speedtest, XL Axiata meraih kecepatan download 88,1 Mbps dan upload 49,5 Mbps.

    Selain uji jaringan, kami juga melakukan pekerjaan rutin di dalam mobil menggunakan laptop ASUS Zenbook 14X OLED. Mulai dari mengetik dokumen, browsing internet, email, sosial media, streaming dan kegiatan lainnya.

    Kami juga menggunakan ketiga provider tersebut untuk browsing internet, email, sosial media, streaming dan gaming melalui laptop ASUS Zenbook 14X OLED. Hasilnya, semua kegiatan internet lancar.

    Uji jaringan yang kami lakukan ini juga sekaligus memantau kesiapan jalur mudik dan kestabilan jaringan XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison dan Telkomsel.

    Drive Test Mobile Network Lebaran 2025 bertema “Mudik Digital Nyaman Total” yang digelar oleh Hyper Tech ini disponsori oleh ASUS, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison dan Telkomsel. (Red)

  • Uji Jaringan Tiga Operator Seluler di Jalur Mudik Jakarta – Solo

    Uji Jaringan Tiga Operator Seluler di Jalur Mudik Jakarta – Solo

    Telko.id – Mudik lebaran selalu menjadi tradisi yang kerap dilakukan sebagian besar masyarakat muslim Indonesia setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan untuk merayakan Idul Fitri.

    Kelancaran perjalanan jauh salah satunya didukung oleh kesiapan fasilitas telekomunikasi. Bila sinyal ponsel lelet, pemudik tidak akan bisa mengakses internet secara maksimal sepanjang perjalanan.

    Padahal mereka biasa memanfaatkan internet untuk saling kirim pesan WhatsApp, memantau peta digital, streaming video hingga bermain game online untuk menghilangkan rasa jenuh di perjalanan.

    Kami berkesempatan melakukan uji jaringan dari Jakarta ke Solo untuk memeriksa kesiapan jaringan telekomunikasi jelang Ramadan 2025 dari tiga operator utama di Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3, dan XL Axiata.

    Uji kecepatan internet ini menggunakan tiga smartphone berbeda dengan spesifikasi yang sama.

    Baca juga : Indosat Luncurkan Program Simpelnya IM3 di Bulan Ramadan, Apa Benefitnya?

    Lalu untuk menguji kinerja jaringan, tim menggunakan aplikasi nPerf dan Speedtest by Ookla yang dapat diunduh di Google Play Store. Dalam instrumen pengujian tersebut, ada beberapa hal yang dites oleh nPerf seperti kecepatan download, upload, tes browsing, hingga tes streaming.

    Sementara itu, paket data yang dipakai diantaranya Telkomsel Paket Super Seru 50GB 30 Hari, IM3 Paket Freedom Internet 28GB 30 Hari, dan XL Axiata Paket Xtra Combo VIP Plus 20GB 30 Hari.

    Tes tersebut telah dilakukan ke berbagai daerah, yaitu di titik perjalanan mudik seperti ruas tol Jakarta-Solo, rest area, hingga destinasi wisata di Solo yang ramai dikunjungi wisatawan saat Lebaran.

    Berikut hasil Uji Jaringan tiga oeprator seluler di jalur mudik Jakarta – Solo jelang Lebaran 2025:

    Hasil pengujian tiga operator di meeting point TIS Square Tebet, Jakarta Selatan

    Perjalanan dimulai dari kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB. Tim melakukan uji jaringan pertama dari ketiga operator seluler tersebut. Saat itu, nPerf mencatat kecepatan download IM3 193.73Mbps dan kecepatan upload 10.74Mbps.

    Lalu untuk Telkomsel tercatat kecepatan download mencapai 67.90Mbps dan kecepatan upload 20.47Mbps. Di sisi lain, XL Axiata menghasilkan kecepatan download 29.01Mbps dan kecepatan upload 18.19Mbps di nPerf.

    Dua jam kemudian, tim tiba di pemberhentian pertama yaitu Rest Area KM57 Jakarta- Cikampek. Pengujian jaringan internet kembali dilakukan.

    nPerf mencatat kecepatan download IOH mencapai 164.80Mbps dan kecepatan upload 48.62Mbps. Saat digunakan untuk browsing dan streaming, tak ada kendala apapun.

    Berikut hasil tes jaringan tiga operator melalui dua aplikasi berbeda. Yaitu nPerf dan Speedtest by Ookla.

    Hasil pengujian tiga operator di Rest Area KM57 tol jakarta – Cikampek

    Percobaan selanjutnya kami lakukan di ruas tol Cikopo – Palimanan (Cipali). Saat itu kecepatan download Telkomsel terdeteksi sebesar 154.05Mbps dan kecepatan upload 50.85Mbps. Streaming dan browsing bisa dilakukan dengan baik.

    Lalu untuk IM3 tercatat kecepatan download mencapai 32.20Mbps dan kecepatan upload

    9.23Mbps. Di sisi lain, XL Axiata menghasilkan kecepatan download 4.72Mbps dan kecepatan upload 12.71Mbps di nPerf.

    Hasil pengujian tiga operator di Rest Area tol Cikopo – Palimanan (Cipali)

    Selanjutnya, kami berhenti di Rest Area KM379A tol Semarang-Batang. Kami mencoba melakukan uji jaringan pada pukul 21.00WIB pada operator Telkomsel, XL Axiata dan IOH. Saat itu, nPerf mencatat kecepatan download 93.24Mbps dan kecepatan upload 33.00Mbps pada XL Axiata.

    Lalu untuk IM3 tercatat kecepatan download mencapai 122.51Mbps dan kecepatan upload 43.78Mbps. Tak mau ketinggalan, Telkomsel menghasilkan kepatan download mencapai 237.35Mbps dan kecepatan upload 44.84Mbp.

    Hasil Pengujian Tiga Operator di Rest Area KM379A tol Semarang-Batang

    Di hari kedua, tim kemudian melakukan penjelajahan di dalam kota Solo. Kami mengunjungi destinasi wisata yang diprediksi bakal ramai pengunjung.

    Drive Test Mobile Network Lebaran 2025 ini disponsori oleh Asus, Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XL Axiata, serta didukung oleh Toyota. (red)

  • Tingkatkan Kecepatan Bandwidth, Biznet Targetkan Tambah 30% Pelanggan

    Tingkatkan Kecepatan Bandwidth, Biznet Targetkan Tambah 30% Pelanggan

    Telko.id – Biznet meningkatkan kecepatan bandwidth untuk menambah jumlah pelanggannya di tahun 2025. Targetnya, bisa menambah 30% jumlah pelanggan barunya, terutam di segmen B2B.

    “Saat ini Biznet sudah mencapai 700 ribu pelanggan dengan yearly growth hingga 25% dan target kita tahun 2025 ini sampai 30%,” ucap Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo di Jakarta pada Kami (20/02).

    Ia menjelaskan, dari total 700 ribu pelanggan Biznet, sekitar 70 persen adalah pelanggan Business to Consumer (B2C). Sementara untuk pelanggan Business to Business (B2B) masih sekitar 30 persen.

    Biznet sendiri lebih memilih untuk memprioritaskan kualitas dan kecepatan dibandingkan dengan harga. Apalagi, saat ini kebutuhan internet masyarakat Indonesia sangat tinggi. Pasalnya, menurut Adri, masyarakat harus memahami apa yang mereka bayarkan harus sesuai dengan apa yang mereka dapatkan.

    Baca juga : Opensignal: Biznet Pimpin Kecepatan Internet di Indonesia

    Salah satu provider wifi di Indonesia ini juga menyadari bahwa produk mereka kini banyak digunakan oleh Gen-Z. Dimana Gen-Z yang memerlukan internet cepat untuk kebutuhan kesehariannya.

    Bermodalkan ping kecil dan bandwidth yang kencang, Biznet membantu masyarakat dengan menunjang semua aktivitas digital dengan lebih efektif dan lancar dengan koneksi internet yang handal, memiliki bandwidth besar, upload download yang simetris serta didukung oleh teknologi canggih dan terkini.

    Pelanggan Gen-Z Biznet sendiri saat ini sebesar 20% dari total pelanggannya merupakan para gamers yang notabene membutuhkan bandwidth besar untuk mendukung kinerja mereka, terlebih dalam kancah professional.

    “Kita (gamers) butuh internet yang kencang dan juga stabil, agar bisa bersaing dengan player – player lain dan hal ini dipenuhi oleh Biznet.” Tutur Lemon, salah satu Pro-Player Mobile Legend.

    Itu sebabnya, Biznet pun mensasar segmen tersebut dengan meluncurkan kampanye Biznet Home Gamers 3D. Di mana, Layanan ini terkhususkan untuk para gamers dengan kecepatan bandwidth hingga 400 Mbps.

    Layanan ini menggunakan server yang lebih private dengan uplink dan downlink yang lebih stabil dan simetris.

    Teknologi terbaru dari Biznet kini terkoneksi langsung dengan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System -1 (BNCS-1) dan sudah menghubungkan pulau – pulau di Indonesia seperti Jawa – Bali – Sumatra (Sumatra Selatan & Lampung) – Bangka – Batam.

    Internet yang handal didukung dengan infrastruktur yang mumpuni, Biznet memahami bahwa kebutuhan internet saat ini tidak hanya untuk update disosial media, namun juga untuk kepentingan lain seperti bermain game, membuat konten, belajar, bekerja hingga live selling bagi pelaku bisnis online.

    “Upaya Biznet untuk meningkatkan kehandalan layanan ini, kami juga memiliki dan mengoperasikan infrastruktur digital kami yang canggih, yang dapat memastikan setiap pelanggan terkoneksi dengan layanan Internet Biznet yang lebih cepat dan stabil dalam kondisi apapun. Jadi, pelanggan dapat menikmati pengalaman Internet yang lebih optimal dengan pake Biznet,” ujar Adri.

    Selain itu, untuk memastikan baik setiap individu maupun bisnis merasakan manfaat dari koneksi Internet handal Biznet. “Kami juga akan terus melakukan ekspansi untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia,” lanjut Adri.

    Biznet memperkuat jaringan infrasturktur di Indonesia melalui pembangunan kabel bawah laut milik Biznet yang dilanjutkan di tahun ini, yang akan menghubungkan konektivitas antara pulau Jawa ke Bali hingga ke Kalimantan melalui Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).

    Biznet mulai bulan Februari 2025 juga meningkatkan kehandalan infrastruktur layanannya dengan menambah kapasitas jaringan Fiber Optic melalui Kabel Bawah Laut di Kota Cirebon (200 Gbps), Semarang (200 Gbps) serta di kota Surabaya hingga 400 Gbps. (AGI/Icha)