Kategori: Operator

  • Axiata dan Sinarmas, Teken MoU Di Hadapan PM Malaysia dan Presiden RI

    Axiata dan Sinarmas, Teken MoU Di Hadapan PM Malaysia dan Presiden RI

    Telko.id – Axiata Group Berhad (“Axiata”) dan Sinar Mas (“Sinar Mas”) bersama-sama mengumumkan penandatanganan dua (2) Nota Kesepahaman untuk menjajaki dan meningkatkan berbagai kolaborasi strategis.

    Acara ini yang dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur.

    Nota kesepahaman pertama menjadi landasan bagi diskusi lanjutan terkait proyek dan inisiatif khusus yang mendorong kolaborasi terkait sinergi potensial di Malaysia, Indonesia, dan kawasan Asia Tenggara.

    Dengan memanfaatkan ekosistem telekomunikasi masing-masing pihak, Axiata dan Sinar Mas berupaya menjajaki peluang untuk menghadirkan nilai lebih.

    Baca juga : Sttt, Ini Usulan Axiata dan Sinar Mas Terkait Dewan Direksi XLSmart

    Mulai dari penyediaan solusi 5G mutakhir, layanan untuk bisnis, infrastruktur digital, hingga inovasi di bidang teknologi finansial (fintech) pada wilayah- wilayah yang tengah bertumbuh, yang pada akhirnya kemajuan ini akan bermuara pada dukungan inisiatif transformasi digital di kawasan.

    “Nota Kesepahaman dengan Sinar Mas ini merupakan langkah penting dalam memajukan kerja sama regional untuk membentuk gelombang transformasi digital berikutnya di Asia Tenggara dan memajukan layanan di wilayah-wilayah yang tengah bertumbuh,” kata Vivek Sood, Group Chief Executive Officer of Axiata Group menjelaskan.

    Menurutnya, dengan memperdalam dan menegaskan kembali kemitraan Axiata yang telah terjalin dengan Sinar Mas, merupakan upaya untuk mendayagunakan potensi transformatif dari jaringan 5G, solusi bisnis, dan infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjembatani ketimpangan digital di Malaysia, Indonesia, dan sekitarnya.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan kuat Pemerintah Malaysia dan Indonesia, yang telah meletakkan dasar yang kuat untuk kemitraan ini melalui kebijakan konektivitas dan inklusivitas yang berwawasan ke depan,” ujar Viviek menjelaskan.

    Viviek juga menambahkan bahwa melalui penyelarasan ambisi bersama dalam agenda ekonomi digital nasional dan regional.

    “Kami meletakkan dasar bagi ekosistem digital dinamis dan inklusif yang memberikan layanan transformatif, pemberdayaan usaha, dan peningkatan kualitas kehidupan bagi masyarakat,” ujar nya menjelaskan.

    Dalam Nota kesepahaman pertama yang pertama, Axiata dan Sinarmas akan melaksanakan analisis pasar secara mendalam, mengevaluasi lanskap kompetisi, dan mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi pada pasar prioritas.

    Kedua entitas akan mengevaluasi kompetensi inti dalam ekosistem masing-masing untuk memprioritaskan peluang dan menentukan model operasi yang optimal untuk menangkap potensi pasar secara efektif.

    Kedua belah pihak juga memfasilitasi kemitraan strategis dalam ekosistem yang dimiliki untuk menginkubasi bisnis-bisnis baru dan mendorong inovasi demi menjamin keselarasan antara agenda ekonomi digital nasional hingga regional.

    “Dua nota kesepahaman yang ditandatangani bersama Axiata hari ini mewakili sebuah babak baru yang menggembirakan dalam visi bersama mengakselerasi transformasi digital Malaysia dan Indonesia,” ujar Franky Oesman Widjaja, Chairman of Sinar Mas Telecommunications and Technology.

    Ia pun percaya kemampuan kedua entitas yang bersinergi akan memberikan nilai lebih jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, dan memberikan kontribusi bermakna terhadap ekonomi digital kawasan dengan memperkuat konektivitas, mendorong inovasi, dan membantu memberdayakan bisnis serta komunitas di kawasan.

    “Sinar Mas ingin bekerja sama dengan Axiata untu mengeksplorasi berbagai peluang inovatif baru sambil mendukung visi ekonomi digital yang berkembang di Malaysia dan Indonesia. Bersama kita dapat menciptakan tolak ukur kolaborasi regional, menciptakan masa depan yang semakin terhubung dan sejahtera,” ujar Franky.

    Nota Kesepahaman yang kedua bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen Axiata dan Sinarmas yang tertuang dalam Perjanjian Definitif yang diumumkan bersama pada tanggal 11 Desember 2024 untuk memajukan rencana merger PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telcom membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”) di Indonesia.

    Nota Kesepahaman yang ditandatangani menegaskan kembali niat bersama kedua pihak dalam transaksi penting ini, yang akan memberikan XLSmart nilai gabungan perusahaan pra-sinergi sebesar lebih dari Rp 104 triliun (~US$6.5 juta) dan estimasi pendapatan proforma sebesar Rp 45.4 triliun.

    Nilai itu sebagai perlambang komitmen kolektif mendorong inovasi, memperbaiki kualitas pelayanan pelanggan, dan meningkatkan konektivitas digital di Indonesia sekaligus berkontribusi kepada pasar telekomunikasi yang lebih sehat dan kompetitif.

    Nota kesepahaman ini menegaskan keinginan kedua belah pihak untuk bekerja sama dengan niat baik untuk memenuhi berbagai ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Definitif, memastikan transaksi yang dilaksanakan berjalan dengan lancar.

    Kesepakatan ini juga menggaris bawahi tujuan bersama untuk meningkatkan dan melihat sinergi potensial dari penggabungan usaha masing-masing pihak.

    Selain itu, kedua belah pihak juga ingin mendukung XLSmart dalam menjajaki pendekatan strategis yang optimal untuk integrasi, termasuk strategi “tahan dan tumbuh”, mengadopsi model “asset-right/light”, dan mencari peluang potensial berbagi jaringan untuk memaksimalkan nilai dan efisiensi operasional.

    Proses merger masih bergantung pada persetujuan pemerintah sebagai regulator dan pemegang saham, serta pemenuhan syarat-syarat umum lainnya.

    Apabila seluruh persyaratan dan kondisi telah terpenuhi, penyelesaian merger diharapkan akan terjadi pada paruh pertama tahun 2025.

    Seluruh pembaruan material penting terkait proses merger akan disampaikan melalui saluran resmi, termasuk pengumuman bursa, pengungkapan peraturan, dan situs web masing-masing perusahaan. (Icha)

  • Sttt, Ini Usulan Axiata dan Sinar Mas Terkait Dewan Direksi XLSmart

    Sttt, Ini Usulan Axiata dan Sinar Mas Terkait Dewan Direksi XLSmart

    Telko.id – Akhirnya, Axiata Group Berhad (“Axiata”) dan Sinar Mas mengumumkan penunjukan usulan dewan direksi untuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”).

    Pengumuman ini merupakan capaian penting dalam langkah merger yang historis antara PT XL Axiata Tbk (“XL Axiata”), PT Smartfren Telecom Tbk (“Smartfren”), dan PT Smart Telcom (“SmartTel”).

    Penunjukan Dewan Direksi ini menjadi tahapan penting bagi XLSmart dalam perjalanannya bertumbuh, berkolaborasi dan berinovasi menuju pemimpin kelas dunia di bidang telekomunikasi, serta mendorong akselerasi ekonomi digital Indonesia.

    Usulan ini masih menunggu persetujuan pemerintah sebagai regulator. Dan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Yang rencananya untuk RUPS akan digelar pada Maret atau paling lambat April 2025.

    Baca juga : XL Axiata dan Smartfren Merger, Jadi XLSmart Bernilai Rp.104 Triliun

    Rajeev Sethi diusulkan sebagai CEO terpilih. Rajeev bergabung dari Axiata, dengan membawa pengalaman yang luas dan pemahaman mendalam di bidang telekomunikasi.

    Setelah mendapatkan persetujuan yang diperlukan, Rajeev akan memimpin Dewan Direksi terpilih mulai dari Legal Day-1 untuk memimpin kelangsungan operasional, menyelaraskan tujuan organisasi, dan memanfaatkan sinergi antar organisasi menuju perusahaan yang lebih kuat dan inovatif.

    Usulan Dewan Direksi mencakup:
    JabatanNama
    President Director & Chief Executive OfficerRajeev Sethi
    Director & Chief Financial OfficerAntony Susilo
    Director & Chief Technology OfficerShurish Subbramaniam
    Director & Chief Commercial OfficerDavid Arcelus Oses
    Director & Chief Regulatory OfficerMerza Fachys
    Director & Chief Information OfficerYessie D. Yosetya
    Director & Chief Enterprise and Strategic RelationshipsAndrijanto Muljono
    Director & Chief Strategy and HomeFeiruz Ikhwan
    Director & Chief Human Resources OfficerJeremiah Ratadhi

    Sosok dalam jajaran direksi membawa pengalaman luas dalam beragam peran pada sektor industri, termasuk telekomunikasi, dengan rekam jejak yang teruji pada posisi kepemimpinan strategis serta  pelaksanaan tata kelola perusahaan.

    Pihak Axiata maupun Sinar Mas sendiri tidak terlalu ambil resiko dalam susunan direksi ini. Pasalnya, kebanyak berasal dari jajaran yang telah ada sebelumnya.

    “Dewan Direksi yang baru ini kebanyakan berasal dari jajaran yang telah ada sebelumnya, sehingga memiliki pengalaman relevan. Dengan penunjukan ini, kami percaya bahwa XLSmart berada di arah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan solusi inovatif, serta teknologi terbaru kepada seluruh pelanggan kami yang terus bertambah,” kata Vivek Sood, Group Chief Executive Officer dari Axiata Group menjelaskan dalam keterangakn tertulisnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Franky Oesman Widjaja, Chairman dari Sinar Mas Telecommunications and Technology.

    “Dewan direksi yang baru ditunjuk memiliki pengalaman dan visi yang luas, sesuatu yang dibutuhkan dalam menavigasi periode transisi ini, sekaligusdan memastikan XLSmart dapat terus berkembang di tengah kompetitifnya pasar telekomunikasi lokal maupun regional,” ujar Franky menjelaskan.

    Sebagai tambahan, I Gede Darmayusa juga telah diusulkan untuk menjadi pelaksana tugas Chief Integration and Network Integration Officer. akan memimpin “Tim Integrasi” untuk menyusun rencana integrasi dan transisi dengan memanfaatkan secara optimal sinergi antara XL Axiata dan Smartfren.

    Walaupun sebenarnya, I Gede Darmayus sendiri sudah menyatakan mengundurkan diri dari XL Axiata. Namun akan berlaku efektid pada saat aksi korporasi merger perseroan dinyatakan efektif.

    Seperti dikutip dari situs keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang disampaikan oleh Corporate Secretary PT XL Axiata Tbk Ranty Astari Rachman pada Rabu, 8 Januari 2025 lalu.

    Rencananya susunan direktur terbaru ini bakal diajukan dapat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) EXCL. Sekaligus, menyetujui pengunduran diri dari sejumlah direksi EXCL. 

    Ternyata, semua yang masuk dalam usulan direksi ini, kini sudah memiliki tugas, diluar dari tugas yang memang masih melekat karena kedua perusahaan yang akan merger ini harus berjalan as usual.

    Apa tugasnya? Menurut Merza, yang kini masih menjabat sebagai Director at PT Smartfren Telecom, semua yang berada dalam usulan dewan direksi itu memiliki tugas untuk membuat rencana, program kerja XLSmart nanti nya ketika sudah diresmikan pada saat RUPS.

    “Jadi kita kerja double saat ini,” kata Merza.

    Tugas ini juga termasuk bagaimana XLSmart akan memanfaatkan frekuensi yang dimiliki saat ini agar ke depan bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan solusi inovatif, serta teknologi terbaru kepada seluruh pelanggan nya yang terus bertambah. (Icha)

  • XL Axiata dan Smartfren Merger, Jadi XLSmart Bernilai Rp.104 Triliun

    XL Axiata dan Smartfren Merger, Jadi XLSmart Bernilai Rp.104 Triliun

    Telko.id – Akhirnya, PT XL Axiata Tbk (“XL Axiata”), PT Smartfren Telecom Tbk (“Smartfren”), dan PT Smart Telcom (“SmartTel”)  mengumumkan bahwa kedua nya sudah resmi merger dengan nilai Rp.104 Triliun atau setara US$6,5 Miliar.

    Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”), sebuah kekuatan baru di sektor telekomunikasi hasil penggabungan kekuatan operator bereputasi di Indonesia untuk mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.

    Pemain Lokal yang Lebih Kuat

    Merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia.

    XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

    Baca juga : Merger XL Axiata dan Smartfren Diharapkan Selesai Akhir Tahun

    “Kami sangat yakin bahwa konsolidasi industri ini membuka jalan bagi Indonesia dan ASEAN yang lebih terkoneksi, serta membantu mengurai permasalahan kesenjangan digital dalam menciptakan masa depan yang inklusif bagi seluruh komunitas maupun bisnis agar dapat berkembang,” kata Vivek Sood, Group Chief Executive Officer, Axiata Group.

    “Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan menyediakan platform yang dapat berkembang yang akan meningkatkan cakupan dan kualitas layanan, berbagai pilihan produk menarik, dan perbaikan kualitas jaringan,” ungkap Vivek.

    Sinergi yang dihasilkan oleh merger ini pun menurut Vivek, akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan sebagian akan digunakan untuk menangkap peluang pertumbuhan masa depan.

    Menurut Vivek, Axiata memiliki keahlian dalam mengeksekusi merger yang sukses dan memberikan nilai bagi para pemegang saham, dan bersemangat membawa keahlian ini ke XLSmart, menggabungkan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki posisi unik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang di seluruh segmen utama.

    Ia pun berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk konsumen kami, para mitra, karyawan, dan pemerintah Indonesia, atas partisipasinya dalam tonggak sejarah ini serta dukungannya terhadap masa depan digital Indonesia.

    Detil Utama Merger

    XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. 


    Axiata Group Berhad (“Axiata”) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8% saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan. Sisanya, sebesar 30,4% merupakan saham publik.

    Pada saat selesainya transaksi, pemerataan kepemilikan saham akan menghasilkan Axiata menerima hingga senilai US$475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$400 juta, beserta tambahan US$75 juta di akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat- syarat tertentu. 


    XLSmart akan memanfaatkan jaringan, keahlian, dan sumber daya dari para pemegang saham untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. 


    “Merger ini adalah upaya penting yang kami lakukan untuk memberikan nilai tambah yang besar kepada seluruh pemangku kepentingan melalui layanan yang prima, konektivitas digital, dan inovasi, termasuk untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi digital,” ungkap Franky Oesman Widjaja, Chairman, Sinar Mas Telecommunication and Technology.

    “Hal ini sejalan dengan prinsip bersatu untuk tujuan bersama yang lebih besar; seperti kata pepatah, ‘If you want to go fast, you go alone; if we want to go far, we go together’. Di Sinar Mas, kami selalu mengatakan, ‘Together, we go far, fast, and beyond’. Hal ini lah yang akan memberi nilai tambah bagi seluruh pelanggan dan karyawan, serta ikut mendukung upaya digitalisasi yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia,” ujar Franky. 


    Ia pun sangat mengapresiasi dukungan dari Pemerintah, serta dedikasi dari seluruh karyawan, mitra dan rekanan, dan tentunya kepercayaan seluruh investor sehingga merger ini dapat terwujud, di mana XLSmart dapat berkontribusi lebih besar dalam melayani masyarakat dan mendukung ekonomi digital Indonesia.


    Alasan Strategis Merger

    XLSmart memanfaatkan kombinasi kekuatan dari XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel untuk memberikan konektivitas yang lebih baik kepada pelanggan, baik pada level individu, korporasi, hingga sektor publik.

    Melalui investasi ulang pada perluasan 5G, peningkatan jaringan, dan inovasi produk, XLSmart berupaya mendorong kemajuan teknologi dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

    Selain itu, merger XL Axiata dan Smartfren ini diharapkan menghasilkan sinergi biaya yang signifikan, dengan estimasi sinergi sebelum pajak sebesar USD 300-400 juta setelah selesainya proses integrasi jaringan strategis serta optimalisasi sumber daya.

    Kolaborasi ini menempatkan XLSmart sebagai kekuatan transformatif di industri telekomunikasi, yang membuka jalan bagi pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan di sektor ini.

    Skala dan Kekuatan Finansial

    Dengan total pelanggan seluler gabungan sebanyak 94,5 juta dan pangsa pasar 27%, XLSmart akan menghasilkan pendapatan proforma sebesar IDR45,4 triliun (USD 2,8 miliar) dan EBITDA senilai lebih dari IDR22,4 triliun (USD1,4 miliar).

    Fondasi keuangan yang kokoh ini memungkinkan perusahaan untuk berinovasi, tumbuh, dan memberi penghargaan kepada investor.

    “Dengan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan posisi pasar, kami akan meningkatkan daya saing, mendorong inovasi, dan membuka peluang pertumbuhan baru untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama,” ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO, XL Axiata.

    Ia menambahkan bahwa merger XL Axiata dan Smartfren ini tidak hanya menggambarkan komitmen untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia, tetapi juga menunjukkan dedikasi untuk menjembatani kesenjangan digital, memperluas akses layanan telekomunikasi yang dapat diandalkan, serta menghasilkan masyarakat digital yang inklusif.

    “Dengan visi yang sama dan kerja kolektif, kami yakin untuk mampu memberikan manfaat kepada para pemegang saham, mendukung aspirasi kemajuan teknologi Indonesia, dan menciptakan sebuah standar baru industri telekomunikasi,” ungkap Dian.

    Manfaat Bagi Pemangku Kepentingan

    Merger ini mendukung visi Indonesia untuk masa depan digital yang inklusif dengan mempercepat implementasi 5G, kecerdasan buatan, komputasi awan, ketahanan siber, meningkatkan kualitas jaringan, dan mendorong persaingan yang berkelanjutan.

    Konsolidasi strategis ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memastikan alokasi spektrum yang efisien dan menciptakan struktur pasar yang lebih sehat dan bermanfaat kepada seluruh masyarakat.

    Karyawan dari seluruh entitas yang bergabung akan memperoleh akses ke berbagai peran dan peluang baru yang menarik dalam rangka pengembangan karir profesional mereka.

    Dengan mendorong kolaborasi dan memanfaatkan praktik terbaik, perusahaan yang bergabung akan memprioritaskan pengembangan karir karyawan sembari memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan serta menciptakan lingkungan kerja yang suportif.

    Kepada para konsumen, merger ini akan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik. Pelanggan akan menikmati konektivitas yang lebih baik, internet lebih cepat, dan jangkauan layanan yang lebih luas.

    Kombinasi portofolio produk kedua perusahaan yang lebih luas dapat melayani baik konsumen individu maupun bisnis, menawarkan solusi inovatif yang didesain untuk mendukung UMKM maupun perusahaan.

    Konsumen juga mendapatkan harga yang lebih kompetitif maupun akses kepada layanan digital yang lebih canggih sebagai hasil dari penggabungan sumber daya dan keahlian XLSmart.

    “Merger ini adalah langkah strategis yang dipertimbangkan dengan matang untuk menciptakan manfaat signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan yang mencerminkan komitmen kuat kami dalam memberikan layanan yang prima, meningkatkan konektivitas digital, dan mendorong inovasi di industri telekomunikasi,” ungkap Merza Fachys, Direktur Utama Smartfren.

    Ia pun menyatakan bahwa dengan menyatukan semua usaha ini akan memperkuat komitmen jangka panjang bersama untuk Indonesia, memberikan kekuatan dan skala untuk berkontribusi secara berarti terhadap ambisi digital Indonesia.

    Apalagi, menurut Merza, terdapat peluang yang terbuka lebar untuk berperan lebih besar lagi dalam perjalanan penting untuk negara.

    Ia pun percaya melalui XLSmart, akan mampu melanjutkan komitmen bersama kepada pelanggan dan komunitas di seluruh Indonesia.

    Langkah Berikutnya

    Rencana merger telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel namun masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham, serta ketentuan penutupan tertentu.

    Apabila semua persetujuan dan ketentuan terpenuhi, penyelesaian proses merger diharapkan dapat terlaksana pada paruh pertama 2025.

    Selama proses integrasi berjalan, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk memastikan transisi yang lancar bagi karyawan, pelanggan, dan mitra serta memberikan pembaruan secara rutin untuk meminimalkan gangguan.

    CIMB dan J.P. Morgan bertindak sebagai penasihat keuangan untuk entitas tertentu di bawah Sinar Mas. Deutsche Bank dan Maybank bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Axiata. Citibank bertindak sebagai penasihat keuangan untuk XL Axiata.

    Semua informasi terbaru terkait merger akan dikomunikasikan melalui saluran resmi, termasuk pengumuman bursa, keterbukaan sesuai regulasi, dan juga melalui situs web masing-masing perusahaan. (Icha)

  • ATSI Kritisi Keberadaan Satelit Starlink Di Indonesia

    ATSI Kritisi Keberadaan Satelit Starlink Di Indonesia

    Telko.id – ATSI mengkritisi kehadiran Starlink boleh dibilang sangat mulus ke Indonesia, tidak banyak ini dan itu tetiba sudah diberikan ijin oleh Pemerintah untuk memberikan layanannya. Memang saat ini baru pada tahap kerjasama dengan Telkomsat untuk Backhaul dan untuk layanan corporate.

    Namun kedepan, layanan satelit milik Elon Musk ini bakal memberikan layanan Direct to Cell, langsung pada masyarakat Indonesia. Ini bakal membuat industri telekomunikasi Indonesia pun akan terganggu.

    Tentu ini membuat operator juga gundah gulana. Pasalnya, operator seluler sudah merasa melakukan investasi banyak, bahkan setiap tahunnya harus membayar regulator charging yang begitu besar pada negara.

    Tapi layanan satelit LEO (Low Earth Orbit) ini dikabarkan hanya dikenakan Ijin Stasiun Radio yang notabene, ijin ini cocok nya untuk layanan satelit GEO yang memiliki satu satelit untuk coverage yang luas.

    Baca juga : Starlink Masuk, Proses Merger Smartfren dan XL Axiata Jalan teruss!

    Sedangkan satelit LEO, terutama Starlink, di atas Indonesia saja kini sudah ada satelit yang jumlah nya ratusan. Ini yang menjadi perhatian dari ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) mengingat setiap teknologi harus ada aturan dan ijin tersendiri.

    “Kita pengin itu diatur. Izin dia Jartup dan Vsat dan ISP, kok bisa masuk direct-to-cell? ini harus diatur kita minta diatur,” kata Sekjen ATSI Marwan O Baasir, Senin (10/6/2024).

    Dia mengingatkan harus ada konsultasi publik saat membuat sebuah aturan. Semua pihak yang terlibat harus memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

    “Kalau bikin aturan harus ada public consultation, setelah itu tanggapan semua pihak. Ini kan industri ratusan triliun bukan industri yang ecek-ecek dibangun puluhan tahun,” ungkap dia.

    Sebagai informasi Direct-to-Cell memungkinkan pengguna bisa melakukan layanan langsung di HP. Mulai dari berkirim pesan, telepon, hingga berselancar internet.

    Elon Musk, bos SpaceX yang memiliki layanan Starlink, menjelaskan Direct-to-Cell menyediakan konektivitas di lokasi manapun di Bumi. Dukungan bandwidth hanya 7 mb per pancaran sinyal.

    Perangkat dengan dukungan jaringan 4G LTE bisa langsung terhubung Direct-to-Cell. Pengguna juga tak perlu menambahkan aksesoris tambahan, firmware, atau aplikasi khusus.

    “Direct-to-Cell bisa bekerja dengan HP LTE yang ada saat ini di mana saja Anda bisa melihat langit,” tulis informasi di website resmi SpaceX.

    Musk berusaha menenangkan pemain seluler jika layanannya bukan untuk mengalahkan mereka. Menurutnya Direct-to-Cell tak akan mampu bersaing dengan operator.

    “Jadi walaupun ini adalah solusi luar biasa untuk lokasi tanpa konektivitas seluler, [Direct-to-Cell] tidak akan mampu bersaing dengan jaringan seluler terestrial yang sudah ada,” kata Musk.

    ATSI sendiri mengusulkan, salah satunya adalah Starlink itu diberikan Ijin Pita Frekuensi Radio. Di mana, setiap satelit Leo milik Elon Musk itu, kena biaya.

    “Seharusnya ijin yang diberikan adalah ijin pita Frekuensi Radio bukan Ijin Stasiun Radio,” ujar Marwan menambahkan.

    “Selain itu juga masalah TKDN, dulu kita akan gelar 4G, pemerintah bisa tuh minta kita untuk semua peralatan disesuaikan dengan peraturn TKDN. Sekarang juga dong,” ujar Marwan.

    Lalu, masalah kualitas service. Ini juga perlu perhatian. Ya, sekarang layanannya masih bagus karena penggunanya belum banyak. Bagaimana nanti kalau sudah banyak.

    “Kita di operator ada standar kualitas layanan, plus ada juga kewajiban pembangunan dan itu semua perlu effort, bukan hanya tenaga tetapi juga investasi lho!,” sahut Marwan. (Icha)

  • Starlink Masuk, Proses Merger Smartfren dan XL Axiata Jalan teruss!

    Starlink Masuk, Proses Merger Smartfren dan XL Axiata Jalan teruss!

    Telko.id – Proses merger Smartfren dan XL Axiata yang saat ini sedang berlangsung due diligence, sebagai tahap awal tidak akan terpengaruh dengan hadirnya Starlink ke pasar ritel internet Indonesia.

    Padahal, kehadiran starlink ini membuat banyak pihak yang gelisah, karena akan mempengaruhi industry telekomunikasi secara keseluruhan di Indonesia.

    “Merger jalan terus bahwa evaluasi go or no go-nya kan kita belum tahu. Tapi, evaluasi due diligence ini jalan terus,” ujar Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren, Jumat (7/6/2024).

    Sebagai informasi, para pemegang saham Smartfren dan XL Axiata, yakni PT Wahana Inti Nusantara, PT Global Nusa Data dan PT Bali Media Telekomunikasi (Sinar Mas) dan Axiata Group Berhad (Axiata), sepakat untuk memasuki babak baru rencana merger atau penggabungan kedua anak perusahaannya.

    Baca juga : Merger XL Axiata dan Smartfren Diharapkan Selesai Akhir Tahun

    Adapun kedua para pemegang saham Smartfren dan XL Axiata itu sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bersifat tidak mengikat, pada Rabu (15/5).

    “Soal merger itu prosesnya panjang. Ini sudah ditandatangani MoU, mereka pemegang sepakat untuk mulai melakukan penjajakan menuju konsolidasi atau penggabungan. Nah, ini due diligence ini masih berlangsung, jadi belum ada satu kesimpulan,” tuturnya.

    Merza tidak mengungkapkan secara rinci kapan penjajakan merger ini berakhir.

    “Mari kita tunggu sampai mereka sudah betul-betul menyatakan bahwa due diligence ini sudah siap dan cukup, masing-masing ketemu lagi untuk melakukan perundingan lebih lanjut. Masih di situ prosesnya, belum macem-macem, wah gimana nanti strukturnya, siapa mayoritas, belum sampai situ,” pungkas Merza.

    Namun, Axiata Group Bhd berharap rencana merger antara anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya di Indonesia, PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk, anak perusahaan PT Sinar Mas, dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

    Hal itu sempat disampaikan oleh CEO dan direktur pelaksana grup Axiata Group Bhd, Vivek Sood beberapa waktu lalu. (Icha)

  • Merger XL Axiata dan Smartfren Diharapkan Selesai Akhir Tahun

    Merger XL Axiata dan Smartfren Diharapkan Selesai Akhir Tahun

    Telko.id – Axiata Group Bhd berharap rencana merger antara anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya di Indonesia, PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk, anak perusahaan PT Sinar Mas, dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

    CEO dan direktur pelaksana grup, Vivek Sood, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman masa lalu, grup tersebut optimis mengenai jangka waktunya, namun pelaksanaan merger biasanya memakan waktu karena kedua belah pihak perlu mengetahui lebih banyak tentang mitra masa depan mereka.

    “Kami masih harus bekerja sama dengan pihak lain lebih detail dalam hal struktur kerja, proposisi nilai kerja, sinergi dan lain-lain. Itu fase yang sedang kami lalui, termasuk due diligence mempersiapkan struktur organisasi,” ungkap Vivek, seperti dikutip dari thestar.

    “Seiring dengan perkembangannya, kami hampir menandatangani perjanjian definitif mengenai transaksi tersebut. Kami akan memberikan rincian lebih lanjut (dalam waktu dekat),” katanya kepada wartawan setelah rapat umum tahunan (RUPST) ke-32 kelompok tersebut di sini hari ini,” ujar nya menambahkan.

    Baca juga : PDKT Smartfren dan XL Axiata Semakin Serius, Akankah Berakhir Merger?

    Vivek juga mengatakan Axiata terus melanjutkan transformasi struktural di Indonesia, mempercepat transformasi XL Axiata menjadi ServeCo yang terkonvergensi dan Link Net menjadi FibreCo yang murni, dan memanfaatkan sinergi antara kedua operasi tersebut.

    Baru-baru ini, grup tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tidak mengikat dengan PT Sinar Mas untuk saling menjajaki rencana merger XL Axiata dan Smartfren Telecom untuk membentuk entitas baru (MergeCo).

    XL Axiata adalah aset terbesar Axiata dalam portofolionya di Indonesia dan merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga di negara ini dengan 58 juta pelanggan.

    Usulan penggabungan XL Axiata dan Smartfren diharapkan dapat menyatukan gabungan skala, kompetensi, keuangan dan keahlian telekomunikasi yang mendalam dari Axiata serta skala lokal dan pengetahuan pasar Sinar Mas untuk menghasilkan nilai yang signifikan, katanya dalam sebuah pernyataan. Tujuannya untuk menciptakan penyedia layanan telekomunikasi yang lebih kuat di Indonesia.

    Sementara itu, dipandu oleh “5 strategi portofolio dan 5 prioritas strategis” Axiata, Vivek mengatakan Axiata siap untuk memperkuat portofolionya, membuka nilai dan meraih peluang baru untuk mendorong keseimbangan antara pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan profitabilitas dengan tujuan memberikan dividen berkelanjutan kepada pemegang sahamnya.

    “Axiata dengan cepat menerapkan strategi kami melalui serangkaian latihan korporasi pada tahun finansial yang berakhir pada 31 Desember 2023 (FY2023) dan berlanjut hingga FY2024. Perusahaan asosiasi utama kami, CelcomDigi, menyelesaikan tahun penuh pertamanya sebagai perusahaan hasil merger dan mencapai hasil yang diharapkan. memproyeksikan sinergi merger, memberikan kontribusi laba RM530,6 juta untuk FY2023.

    “Fokusnya sekarang adalah mempercepat sinergi dari biaya pasca integrasi dan memanfaatkan manfaat konsolidasi pasar dan kepemimpinan pasar kami,” katanya.

    Di pasar terdepannya, Vivek mengatakan Axiata telah memimpin konsolidasi industri di Sri Lanka, dengan perusahaan operasinya (OpCo), Dialog, mengakuisisi 100 persen saham pesaingnya yang lebih kecil, Airtel Lanka.

    Pasca integrasi, katanya Dialog diharapkan menghasilkan pertumbuhan topline yang lebih tinggi, memperluas margin dan meningkatkan profitabilitas, dengan peluang untuk mendapatkan dividen yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan pengembalian nilai yang lebih tinggi kepada pemegang saham.

    “Pada kuartal keempat tahun 2023, kami juga menyelesaikan keluarnya kami dari Nepal melalui penjualan OpCo lokal kami, Ncell, di tengah lingkungan operasi yang semakin menantang,” ujarnya.

    Dalam bisnis infrastruktur, Vivek mengatakan EDOTCO melakukan ekspansi di Filipina dengan mengakuisisi 2.710 menara dari PLDT dan juga berhasil membiayai kembali utang jangka pendek sebesar US$700 juta dengan pinjaman jangka panjang.

    EDOTCO juga menandatangani perjanjian pembelian saham untuk menjual operasinya di Myanmar pada April 2024.

    “Seiring dengan fokus kami pada penciptaan nilai bagi pemegang saham kami, prioritas kami adalah terus memanfaatkan peluang yang diciptakan melalui portofolio dan strategi bisnis 5-by-5 ​​serta mengembangkan portofolio pertumbuhan dan profitabilitas yang seimbang,” tambahnya. (Icha)

  • PDKT Smartfren dan XL Axiata Semakin Serius, Akankah Berakhir Merger?

    PDKT Smartfren dan XL Axiata Semakin Serius, Akankah Berakhir Merger?

    Telko.id – Rumor bahwa Smartfren dan XL Axiata akan merger sudah melanglang buana di dunia telekomunikasi sejak beberapa tahun belakangan.

    Akhirnya, 15 Mei 2024, terjadi kesepakatan tidak terikat dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding) untuk menjajaki rencana penggabungan usaha (merger).

    Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Axiata Group Berhad (Axiata atau the Group) dan PT Wahana Inti Nusantara (WIN), PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), secara kolektif disebut sebagai Sinar Mas (Axiata dan Sinar Mas).

    “Hari ini mengumumkan telah memasuki babak baru dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) tidak mengikat untuk menjajaki rencana merger antara XL Axiata dan Smartfren (Rencana Transaksi) dalam rangka menciptakan entitas baru (MergeCo),” tulis manajemen XL Axiata, Rabu (15/5/2024).

    Baca juga : Merger XL Axiata dan Smartfren, Diskusi Masih Alot!

    Rencana transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi pemegang saham pengendali dari MergeCo.

    MergeCo diharapkan dapat memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen di sektor telekomunikasi dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham, melalui sinergi dari penggabungan operasional XL Axiata dan Smartfren.

    “Indonesia merupakan pasar yang penting sekaligus kunci bagi inisiatif strategis perusahaan. XL Axiata merupakan aset terbesar Axiata Group, dan dari sisi portofolio, Indonesia merupakan penghasil nilai tertinggi, di mana perusahaan menjalankan lima bisnis utama, yaitu XL Axiata, Link Net, EDOTCO, Boost, dan ADA,” demikian keterangan resmi Axiata Group, Rabu, 15 Mei 2024.

    President Director Smartfren Merza Fachys mengatakan, pihaknya berharap proses due diligence antara kedua entitas tersebut bisa segera rampung, sembari berharap proses merger kedua perusahaan bisa terjadi.

    “Kita harapkan jangan lama-lama juga, udah pengen, iya kan. Kalau saya kan, enggak ikut campur dalam itu. Cuman kita harapkan, yah tentu saja, mereka berdua pemegang saham sudah melihat semua sisi positif yang dilihat sepanjang due diligence itu, atau uji tuntas, yah tentu mudah-mudahan jadi nikah. Cuman MoU ini tidak ada jaminan bahwa pernikahan akan terjadi,” kata Merza di Jakarta, Kamis (16/5/2024), seperti dikutip dari Investor.id.

    Menurut Merza, dalam proses penjajakan due diligence tersebut, para shareholders saling menjajaki potensi dan peluang dari masing-masing entitas. Artinya, kedua entitas saling melihat dan membeberkan kelebihan dan kemampuan dari masing-masing entitas.

    “Iya, itu untuk menjajaki, kita akan nikah apa enggak? makanya berikutnya due diligence kan. Due diligence adalah untuk saling buka-bukaan. Saling melihat, apa isi perutnya masing-masing. Dari situ nanti baru oh ternyata cantik juga. Ok deh, gitu kan,” ungkap Merza.

    Merza juga mengungkapkan, dalam proses tersebut, pihaknya juga sudah menginformasikan kepada regulator di Tanah Air, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

    “Yah ini kan baru penjajakan. Tetapi kita kita informasikan ke Kemenkominfo, bahwa sedang terjadi proses ini. kalau saya sih dengan senang hati (merger secepatnya),” imbuh Merza. (Icha)

  • Ini Manfaat, 4 Operator Indonesia Hadirkan Layanan API GSMA Open Gateway

    Ini Manfaat, 4 Operator Indonesia Hadirkan Layanan API GSMA Open Gateway

    Telko.id – Empat operator Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), XL Axiata, dan Smartfren mengumumkan peluncuran tiga layanan Application Programming Interface (API) sebagai bagian dari penerapan inisiatif global GSMA Open Gateway demi memberikan peningkatan keamanan dan pengalaman pelanggan.

    Tiga layanan Application Programming Interface (API) tersebut antara lain Number Verify, SIM Swap, dan Device Location.

    Inisiatif GSMA Open Gateway merupakan sebuah kerangka kerja API jaringan umum yang dirancang untuk memberikan akses universal kepada perusahaan developer ke jaringan operator.

    Standarisasi ini akan membantu developer untuk mempercepat pertumbuhan layanan digital dan aplikasi bagi pelanggan dengan memastikan sistem jaringan API mereka dapat berfungsi dengan lancar ke jaringan operator di Indonesia dan ratusan operator lainnya di seluruh dunia.

    Baca juga : Digitalisasi Indonesia, GSMA Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Usaha

    ’Upaya bersama ini selaras dengan semangat Telkomsel yang terinspirasi dari semangat Indonesia untuk dapat bersama-sama menciptakan terobosan melalui inovasi pemanfaatan teknologi terkini yang semakin berkembang dalam mendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia dan kemajuan ekonomi berbasis teknologi,” kata Soon Nam, Direktur Planning and Transformation Telkomsel.

    Inisiatif antara perusahaan telekomunikasi Indonesia ini jug bertujuan untuk membangun interkoneksi antar operator yang dapat memberikan dampak kemajuan industri telekomunikasi, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui platform dan layanan digital yang akan semakin mendorong kemajuan bangsa.

    “Inisiatif bersama ini juga sekaligus menandai komitmen kami dalam memberikan pengalaman digital yang lebih baik kepada pelanggan, serta mendorong transformasi digital lintas industri yang merupakan salah satu faktor penentu dalam membantu pelaku bisnis untuk menjadi lebih produktif, efisien, dan aman,” ujar Soon menambahkan.

    Senada dengan itu, Chief Digital Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Sanjeev Rawat, mengatakan, kolaborasi ini merupakan contoh konkrit dari komitmen operator telekomunikasi di Indonesia untuk menggerakkan kemajuan ekonomi di Indonesia dari sektor teknologi dan digitalisasi.

    “Hal ini sejalan dengan semangat Indosat Ooredoo Hutchison untuk bergotong royong dalam mewujudkan tujuan besar menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” kata Sanjeev.

    Sementara itu, Director & Chief Enterprise Business & Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya, menambahkan, ‘’Harmonisasi Telco API dicapai melalui kerja yang cepat dan tangkas dengan dukungan dokumentasi yang mudah dipahami pengembang”.

    Menurut Yessie, CAMARA memungkinkan akses yang terstandarisasi mudah dan lancar dengan penyederhanaan kompleksitas jaringan telekomunikasi melalui Telco API dan membuat Telco API tersebut tersedia di berbagai jaringan telekomunikasi dan negara.

    Chief of New Business Development Smartfren for Business, Hermansyah menambahkan, “Kolaborasi ini mencerminkan semangat kami untuk bersama-sama menjalankan inovasi yang dapat mendukung kemajuan dan digitalisasi di Indonesia”.

    API tersebut akan sangat memudahkan interoperabilitas antar sistem, karena pelanggan perorangan atau perusahaan cukup menggunakan satu antarmuka untuk terhubung ke sistem operator-operator di tanah air.

    Mats Granryd, Director General GSMA, menyampaikan, sangat antusias melihat Indonesia, salah satu pasar seluler terbesar di dunia, mendorong inovasi digital melalui inisiatif GSMA Open Gateway.

    “Langkah ini akan menghadirkan layanan digital terkini dan teknologi yang memukau pasar dengan lebih cepat, dan juga akan membantu develover aplikasi dan komunitas teknologi di negara ini untuk mengakses pasar baru serta menawarkan layanannya kepada pelanggan di seluruh dunia,” sahut Mats menjelaskan.

    Para operator telekomunikasi di Indonesia akan menghadirkan tiga layanan API, pertama Number Verify, di mana layanan ini bertujuan untuk mempermudah verifikasi nomor ponsel pengguna, memastikan otentikasi yang kuat dan memberikan pengalaman yang lancar, serta dapat mengatasi masalah seperti kegagalan pengiriman SMS atau tantangan teknologi pengguna.

    Kemudian, SIM Swap yang dapat mendeteksi perubahan terbaru pada kartu SIM atau nomor ponsel, di mana sangat penting dalam mencegah pengambilalihan akun, terutama selama transaksi keuangan.

    Selanjutnya, Device Location yang memungkinkan sebuah organisasi untuk mengonfirmasi lokasi spesifik suatu perangkat, meningkatkan deteksi penipuan dan akurasi untuk layanan seperti aplikasi pengiriman, yang juga dapat mencegah manipulasi GPS dan aktivitas penipuan.

    Pemanfaatan inisiatif GSMA Open Gateway ini sangat berguna untuk mengembangkan berbagai solusi. Dengan hadirnya kolaborasi bersama ini, seluruh operator diharapkan dapat berkontribusi mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia secara berkelanjutan, serta mampu menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui beragam solusi yang lebih cepat, aman, dan mudah dalam mendukung gaya hidup digital serta adopsi teknologi terkini.

    Inisiatif GSMA Open Gateway diluncurkan pada Februari 2023 oleh industri operator seluler dan GSMA – sebuah asosiasi global yang menyatukan operator seluler, perusahaan teknologi, dan industri terkait.

    Sebanyak 42 kelompok operator seluler di seluruh dunia, mewakili 237 jaringan seluler dan 65% koneksi seluler global, kini menjadi bagian dari inisiatif GSMA Open Gateway.

    Kerangka open-source ini memastikan akses yang konsisten dan dapat dioperasikan ke jaringan seluler melalui repositori CAMARA berbasis standar, sebuah proyek Linux Foundation yang bertujuan untuk mendefinisikan, mengembangkan, dan menguji API.

    Upaya kolaboratif ini oleh operator Indonesia bertujuan untuk memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada kemajuan ekosistem digital nasional. (Icha)

  • Done, Teleglobal dan Kacific Selesaikan Mobile Backhaul Berbasis Satelit

    Done, Teleglobal dan Kacific Selesaikan Mobile Backhaul Berbasis Satelit

    Telko.id – Akhirnya, Teleglobal dan Kacific bisa menyelesaikan penyediaan mobile backhaul service berskala besar untuk operator telekomunikasi yang memiliki jangkauan luas di Indonesia.

    Kerjasama ini berhasil menghubungkan ratusan lokasi di seluruh wilayah Indonesia, untuk layanan 4G pada satelit Ka-Band high-throughput milik Kacific selama setahun terakhir.

    Besarnya kebutuhan akan layanan mobile backhaul didorong oleh tujuan Pemerintah untuk menghubungkan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bersama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melakukan tender kepada perusahaan telekomunikasi besar untuk membangun hampir 8.000 BTS pada akhir tahun 2022.

    “Industri telekomunikasi di Indonesia sedang memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas untuk memenuhi permintaan data Pemerintah dan secara umum yang berkembang pesat dari masyarakat Indonesia,” kata Candra Bramono Indianto selaku Direktur Teleglobal.

    Candra melanjutkan, dengan teknologi satelit mutakhir Kacific, Teleglobal dapat menghubungkan BTS dengan sangat cepat untuk memasok perusahaan telekomunikasi. Pasokan ini diiringi dengan volume bandwidth yang besar dan ketersediaan yang lebih tinggi dalam hal kualitas layanan dengan biaya yang kompetitif.

    Kacific menawarkan fleksibilitas kepada Teleglobal untuk memindahkan kapasitas di berbagai cakupan area (beam) dan menyebarkan kapasitas berdasarkan kebutuhan dengan jaringan yang berbeda. Kecepatan yang dihasilkan mencapai 85Mbps dapat dicapai menggunakan terminal VSAT kecil yang terintegrasi ke dalam jaringan seluler telekomunikasi.

    “Kami terkesan dengan tim Kacific, yang telah memberikan integrasi jaringan yang sangat kompleks dan memastikan proses berjalan dengan lancar,” tambah Candra Indianto.

    Satelit Kacific1 menyediakan jangkauan yang luas di seluruh Indonesia dari ujung Sumatera hingga Papua Barat. Banyak perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang bergabung menggunakan mobile backhaul service Kacific, termasuk di Papua Nugini dan Kiribati.

    “Bekerja dengan Teleglobal memungkinkan kami memanfaatkan keahlian mereka di Indonesia untuk menghubungkan lebih banyak orang di daerah pedesaan melalui mobile backhaul service kami,” kata Brandon Seir selaku Chief Commercial Officer Kacific.

    Teleglobal, dijelaskan Brandon, menggunakan layanan satelit Ka-Band throughput tinggi Kacific untuk memenuhi permintaan dari pemerintah sebagai penyetaraan akses konektivitas yang andal antar warga.

    Indonesia adalah salah satu pasar ponsel dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada awal tahun 2022, terdapat sekitar 370 juta sambungan seluler di Indonesia atau setara dengan 133 persen dari total populasi. Banyak orang menggunakan ponsel untuk keperluan pekerjaan dan pribadi, oleh karena itu jumlah koneksi sering kali lebih tinggi daripada total populasi.

    Total waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk aplikasi ritel telah meroket dari 2 miliar jam pada 2019 menjadi hampir 5,6 miliar jam pada 2021, atau meningkat 180 persen. Waktu yang dihabiskan di 20 aplikasi streaming video teratas juga melampaui 27 miliar jam pada tahun 2021, atau meningkat 93 persen sejak 2019. (Icha)

    Untuk memastikan pemerataan akses wilayah 3T di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Informasi dan Aksesibilitas Indonesia (BAKTI) telah menyalurkan dana kepada operator seluler untuk menggelar BTS 4G di pedesaan. (Icha)

  • Ini Operator Seluler Indonesia Yang Jadi Global Rising Star versi OpenSignal!

    Ini Operator Seluler Indonesia Yang Jadi Global Rising Star versi OpenSignal!

    Telko.id – OpenSignal baru saja mengeluarkan laporannya dalam Global Mobile Network Awards 2022. Dari deretan operator dunia, ada operator seluler di Indonesia yang masuk menjadi Global Rising Star.

    Global Mobile Network Awards 2022 dari OpenSignal itu membandingkan secara langsung kualitas pengalaman jaringan seluler operator yang ada di seluruh dunia.

    Dari laporan tersebut, OpenSignal membuat 6 katagori yakni pengalaman video, pengalaman game, pengalaman aplikasi suara, pengalaman kecepatan unduh, pengalaman kecepatan unggah, dan pengalaman ketersediaan 4G.

    Lalu ada Global Winners dan Leaders, kemudian ada Global Rising Star. Dalam Global Winners, operator yang mendapat predikat adalah :

    Pengalaman Video – T-Mobile Netherlands dan KPN Pengalaman Game – LG U+ dan SK Korea Selatan
    Pengalaman Aplikasi Suara – LG U+, SK Telecom, dan Vodafone Republik Ceko
    Pengalaman Kecepatan Unduh – SK Telecom
    Pengalaman kecepatan Unggah – 3 Denmark
    Pengalaman Ketersediaan 4G – LG U+ Korea Selatan

    Yang menarik adalah pada Global Rising Star. Pasalnya, dalam 30 deretan operator yang ada dalam setiap katagori, muncul operator Indonesia.

    Dalam katagori Pengalaman Video, muncul operator Smartfren, XL Axiata dan Indosat. Lalu pada katagori Pengalaman Game, nama Smartfren muncul lagi. Begitu juga pada katagori Pengalaman Aplikasi Suara dan Pengalaman Kecepatan Unduh.

    Kemudian pada Pengalaman kecepatan Unggah, Smartfren juga muncul lagi, bersanding dengan Telkomsel. Sedangkan pada katagori Pengalaman Ketersediaan 4G, tidak ada operator Indonesia yang muncul.

    Menurut OpenSignal, Smartfren dinilai sebagai peringkat ke-2 di kawasan Asia Pasifik dengan peningkatan kualitas video (18%) dan Pengalaman Game (26.9%).

    Smartfen juga dinilai sebagai operator peringkat ke-3 di kawasan Asia Pasifik dengan peningkatan tertinggi pada kualitas Aplikasi Suara (5.3%) dan peringkat ke-5 untuk Pengalaman Kecepatan Unggah (45.9%).

    Selain itu, Telkomsel mewakili Indonesia yang masuk dalam kategori Pengalaman Kecepatan Unggah. Kualitas unggah Telkomsel meningkat 35%.

    Adapun, Indosat Ooredoo Hutchison mewakili Indonesia untuk kategori pengalaman video, di mana kualitas streaming video meningkatn 8,7%.

    Sebagi informasi, Global Rising Star ini merupakan yang pertama kali dilaporkan oleh OpenSignal. Dan ada 30 operator teratas di seluruh dunia di mana pengguna OpenSignal telah melihat peningkatan terbesar di paruh kedua seluler mereka tahun 2020 dan periode yang sama pada tahun 2021. (Icha)