spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Warga AS Gelar Tolak Pembangunan Data Center AI

Telko.id – Gelombang penolakan terhadap pembangunan pusat data (data center) kecerdasan buatan (AI) semakin meluas di Amerika Serikat. Warga menggelar aksi demonstrasi serentak di 142 lokasi pada Sabtu (18/7) sebagai bentuk protes terhadap pesatnya pembangunan fasilitas AI yang dinilai mulai mengganggu lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Kelompok HumansFirst mengoordinasikan aksi tersebut. Kelompok ini didirikan bersama oleh Amy Kremer, mantan pemimpin gerakan Tea Party modern.

Kremer membandingkan meningkatnya penolakan terhadap data center dengan gerakan populis sayap kanan yang muncul pada 2009 untuk memprotes kebijakan yang dianggap membebani masyarakat melalui pajak berlebihan dan campur tangan pemerintah.

Para demonstran memprotes pembangunan data center yang disebut HumansFirst sebagai pembangunan yang tidak akuntabel dan sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kebebasan mereka.

Di Fredericksburg, Virginia, seorang pemuda membawa poster bertuliskan, “Kami hidup dari air, bukan data.”

Sementara itu, sejumlah kecil demonstran di Atlanta membawa poster bertuliskan, “Georgia tidak pernah memilih data center AI hyperscale.”

Chris Barron, Presiden Right Turn Strategies yang menangani hubungan media HumansFirst, mengatakan jumlah demonstran secara nasional maupun di masing-masing kota belum dapat segera dipastikan.

Baca Juga:

Sejumlah pengorganisasi aksi mengatakan jumlah peserta di beberapa wilayah pedesaan dan kota besar seperti Atlanta berada di bawah perkiraan. Meski demikian, HumansFirst tetap memuji aksi para aktivis komunitas.

“Kami sangat senang dengan jumlah peserta yang hadir,” kata Barron, dikutip dari Reuters, Selasa (21/7/2026).

Penolakan juga muncul karena sebagian masyarakat merasa pembangunan data center lebih menguntungkan perusahaan teknologi dibandingkan warga sekitar.

Meski proyek-proyek tersebut menjanjikan investasi dan lapangan kerja, banyak warga menilai manfaat ekonominya tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang harus mereka tanggung.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos pada Juni, hanya sekitar sepertiga warga AS yang menyetujui laju pembangunan data center di negara tersebut.

Bahkan, hanya 14% responden yang mendukung pembangunan data center di komunitas mereka untuk menopang proyek AI perusahaan teknologi seperti Meta, Alphabet, Amazon, Microsoft, dan xAI milik Elon Musk.

Meningkatnya protes ini menunjukkan bahwa perlombaan membangun infrastruktur AI kini tidak hanya menghadapi tantangan teknologi dan investasi, tetapi juga persoalan sosial serta lingkungan. Di tengah lonjakan kebutuhan kebutuhan komputasi AI, perusahaan teknologi dituntut mencari cara agar pembangunan data center dapat berjalan lebih berkelanjutan dan mendapat dukungan dari masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU