spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Jepang Bangun AI Factory Raksasa dengan Dukungan Nvidia

Telko.id – Nvidia bersama perusahaan teknologi baru, Noetra Corp. Untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatam (AI) berksala nasional di Jepang.

Proyek yang disebut sebagai AI factory ini memiliki nilai investasi sekitar 350 miliar yen atua setara Rp 38 triliun dan ditujukan untuk memperkuat pengembangan AI, robotika, serta industri manufaktur pintar di Jepang.

Pabrik AI berkapasitas 140 megawatt ini akan menjadi tulang punggung komputasi bagi program FRONTia milik pemerintah Jepang. Pabrik AI berskala raksasa ini akan beroperasi menggunakan platform pusat data Nvidia DSX dan memanfaatkan rak server Vera Rubin NVL72.

Untuk menangani pelatihan model AI dengan triliunan parameter, fasilitas ini akan dijejali dengan infrastruktur perangkat keras yang sangat masif:

  • Membutuhkan total 27.500 GPU Rubin dan 13.750 CPU Vera.
  • Seluruh komponen tersebut akan didistribusikan ke dalam 382 rak Vera Rubin NVL72 yang saling terhubung melalui jaringan Spectrum-X Ethernet.
  • Setiap rak server tersebut mengintegrasikan secara rapat 72 GPU Rubin dan 36 CPU Vera untuk menghadirkan komunikasi bandwidth tinggi NVLink.
  • Estimasi pasar menunjukkan harga satu sistem VR200 NVL72 berkisar antara USD 5 juta hingga USD 7 juta, yang berarti total nilai perangkat keras raknya saja mencapai USD 1,9 miliar hingga USD 2,7 miliar sebelum menghitung biaya memori dan sistem pendingin.

Sistem berbasis arsitektur chip Rubin ini baru akan memasuki tahap produksi massal pada paruh kedua tahun ini, sehingga pembangunan pabrik AI diprediksi akan berjalan secara bertahap.

Berbeda dengan proyek superkomputer swasta pada umumnya, pabrik AI ini diposisikan sebagai platform penuh yang mencakup chip, jaringan, sistem, dan perangkat lunak untuk melatih model fondasi multimodal terbuka. Model AI ini dirancang khusus agar dapat berinteraksi langsung dengan robot dan sistem fisik, bukan sekadar memproses teks atau gambar.

Baca Juga:

Noetra merupakan perusahaan yang didukung oleh sejumlah raksasa teknologi dan industri Jepang, termasuk SoftBank, Sony, NEC, Honda, Mitsubishi UFJ Finansial Group, dan beberapa perusahaan lainnya.

Langkah ini sejalan dengan Strategi Robotik AI Jepang yang dirilis Maret lalu, yang membidik penguasaan lebih dari 30 persen pasar robotik AI global pada tahun 2040 dengan potensi nilai mencapai USD 133 miliar. Melalui investasi masif ini, pemerintah Jepang menegaskan komputasi AI fisik skala besar sebagai aset nasional yang wajib dikendalikan secara mandiri, demikian dikutip dari Tom’s Hardware, Senin (20/7/2026).

Infrastruktur ini diharapkan dapat digunakan oleh berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, otomotif, telekomunikasi, hingga pengembangan robot cerdas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU