spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Firmus Gandeng Nvidia Bangun AI Factory Raksasa di Batam

Telko.id – Indonesia kembali menjadi tujuan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global. Perusahaan asal Australia, Firmus Technologies, menggandeng Nvidia dan operator pusat data asal Singapura DayOne untuk membangun kampus pusat data AI (AI Factory) berkapasitas 360 megawatt di Batam.

Proyek ini diperkirakan akan menjadi salah satu fasilitas AI terbesar di kawasan Asia Tenggara dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027 dan diharapkan akan menghasilkan kesepakatan pembelian senilai hingga USD$30 miliar dalam enam tahun pertama.

Meskipun proyek-proyeknya di Australia berfokus pada pelanggan hyperscaler — istilah yang digunakan untuk menggambarkan perusahaan komputasi awan terbesar — ​​proyek Batan akan menjadi proyek multi-tenant untuk pelanggan yang berfokus pada AI, kata Co-Chief Executive Officer Firmus, Tim Rosenfield, dalam sebuah wawancara.

Fasilitas tersebut sedang dibangun oleh DayOne dan dijadwalkan akan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027, katanya.

Firmus akan dapat mengakses infrastruktur Nvidia untuk pelanggan melalui perjanjian bagi hasil dan dukungan kredit, yang mencakup hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia hingga tahun 2027 dan 2028, kata perusahaan tersebut.

Firmus memperkirakan akan mendapatkan $25 miliar hingga $30 miliar dari perjanjian pembelian yang telah disepakati selama enam tahun pertama kemitraan dengan Nvidia, tambahnya.

Baca Juga:

Kekhawatiran atas permintaan chip telah menciptakan lingkungan yang bergejolak bagi saham AI dalam beberapa minggu terakhir, tetapi sentimen pasar tersebut “sebagian besar tidak relevan” dengan bagaimana Firmus membangun bisnisnya, kata Rosenfield.

“Kami membangun bisnis kami berdasarkan permintaan yang kami lihat dari pelanggan dan kontrak yang kami selesaikan,” katanya. “Pendanaan dan modal tetap sangat kuat, saat ini.”

Pusat data ini akan menggunakan platform Nvidia DSX AI Factory, sebuah infrastruktur yang dirancang khusus untuk melatih dan menjalankan model AI berskala besar.

Berbeda dengan pusat data konvensional yang melayani berbagai kebutuhan komputasi, AI Factory difokuskan untuk menangani beban kerja AI seperti pelatihan model bahasa besar (LLM), AI Generatif, hingga layanan inferensi bagi perusahaan.

Menurut Firmus, proyek ini merupakan konsep multi-talent, sehingga kapasitas komputasinya dapat digunakan oleh banyak perusahaan sekaligus.

Pendekatan ini berbeda dengan proyek Firmus di Australia yang lebih banyak melayani pelanggan hyperscaler.

Dengan model tersebut, perusahaan yang ingin mengembangkan AI tidak perlu membangun pusat data sendiri, melainkan cukup menyewa kapasitas komputasi yang tersedia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU