spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Spotify Siapkan Remix AI, Bisa Remix Lagu Secara Legal

Telko.id – Spotify tengah menyiapkan fitur Remix AI yang memungkinkan pengguna membuat versi remix dari lagu favorit menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Berbeda dengan layanan AI generatif lainnya, fitur ini dikembangkan dengan mengutamakan izin dan kendali dari para pemilik hak cipta serta musisi.

Melalui Remix AI, pengguna nantinya dapat mengubah gaya musik, tempo, instrumen atau nuansa sebuah lagu tanpa menghilangkan karakter utama karya aslinya.

Namun, remix hanya dapat dibuat jika artis atau pemegang hak cipta memberikan persetujuan untuk penggunaan lagunya dalam fitur tersebut.

Dalam panggilan earnings kuartal kedua pada Selasa (22/7/2025), Spotify mengumumkan bahwa Merlin, mitra lisensi untuk label dan distributor independen, telah bergabung dengan Universal Music Group (UMG) dalam upaya musik AI ini.

Kesepakatan ini membawa lebih dari 30.000 label dari jaringan Merlin ke produk yang memungkinkan penggemar membuat cover dan remix dari artis yang setuju berpartisipasi. Langkah ini menjadi pembeda signifikan dari startup musik AI kontroversial yang selama ini digunakan untuk membuat lagu sepenuhnya artifisial.

Baca Juga:

Co-CEO Spotify, Gustav Söderström, menegaskan kepada investor bahwa produk musik AI perusahaan akan berfokus pada “artis sungguhan, bukan artis palsu”. Pernyataan ini menegaskan posisi Spotify di tengah maraknya konten AI yang membanjiri layanan streaming musik.

Apa perbedaan Remix AI milik Spotify dengan AI sejenis?

Co-CEO Spotify lainnya, Alex Norström, menjelaskan bahwa mereka ingin artis memberikan persetujuan untuk menambahkan karya mereka ke dalam katalog ini. Dengan begitu, pengguna dapat bermain-main dengan cover dan remix berdasarkan karya seni para artis tersebut.

“Kami juga tentu ingin memberi mereka kredit. Dan yang terakhir namun tidak kalah pentingnya… kami tidak hanya memiliki persetujuan dan memberikan kredit, tetapi kami juga mendorong kompensasi untuk ini. Jadi, sungguh, kita sedang berbicara tentang cara legal pertama untuk mengambil bagian dalam dorongan AI yang kami lihat datang untuk musik interaktif,” ujar Norström.

Pendekatan ini menjadi sangat relevan mengingat maraknya musik AI yang membanjiri layanan streaming. Music streamer Deezer baru-baru ini mencatat bahwa lebih dari 50% unggahan trek harian dihasilkan dengan AI, meningkat dari 10% pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan betapa cepatnya konten AI menguasai industri musik digital.

Hingga saat ini, Spotify belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun negara yang akan menjadi lokasi uji coba pertama. Perusahaan masih bekerja sama dengan label rekaman dan pemegang hak cipta untuk memastikan implementasi fitur berjalan sesuai dengan aturan dan tetap melindungi hak para kreator.

Jika berhasil diterapkan, Remix AI akan berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan musik. Tidak hanya mendengarkan lagu, pengguna juga dapat berpartisipasi dalam proses kreatif secara legal, sementara artis tetap memperoleh kendali dan manfaat secara ekonomi dari karya mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU