spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Google Batalkan AI Studio Mobile, Fitur Dipindah ke Gemini

Telko.id – Google memutuskan menghentikan layanan Google AI Studio meski platform tersebut sempat menarik sekitar 800.000 pengguna bahkan sebelum dirilis secara luas. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan ekosistem AI dan memusatkan berbagai fitur ke dalam layanan Gemini.

Keputusan tersebut diumumkan langsung melalui akun resmi Google AI Studio di platform X (dulu Twitter). Google menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme pengguna terhadap aplikasi AI Studio.

“Terima kasih kepada sekitar 800.000 dari kalian yang telah melakukan pra-pemesanan aplikasi mobile kami di iOS dan Android. Ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik membangun perangkat lunak saat bepergian,” tulis Google.

Sebagai gantinya, Google akan menghadirkan kemampuan utama AI Studio langsung ke aplikasi Gemini sehingga pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi terpisah.

“Kami memutuskan mengambil pendekatan yang benar-benar berbeda. Aplikasi (AI Studio) akan hadir secara alami dalam percakapan sehari-hari dengan Gemini,” tulis Google.

Aplikasi ini sebelumnya dikembangkan sebagai platform untuk membantu pengguna membangun aplikasi berbasis AI dengan lebih mudah.

Berkat antarmuka yang sederhana dan dukungan model Gemini, layanan ini cepat menarik minat pengembang maupun pengguna yang ingin bereksperimen dengan AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam.

Baca Juga:

Meski mengumpulkan ratusan ribu pengguna, Google menilai pengembangan AI Studio sebagai layanan terpisah tidak lagi sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.

Google menyebut pihaknya kini telah bekerja sama dengan tim Gemini untuk menghadirkan pengalaman tersebut di perangkat mobile maupun desktop.

Dengan demikian, kemampuan utama AI Studio nantinya akan tersedia melalui aplikasi Gemini, meski Google belum mengungkap jadwal peluncuran resminya.

Perusahaan juga menegaskan bahwa timnya kini sedang “bekerja keras untuk mewujudkan hal ini” dan akan membagikan informasi lebih lanjut di kemudian hari.

Google menegaskan bahwa penutupan ini bukan disebabkan oleh rendahnya minat pengguna, melainkan bagian dari upaya menyatukan produk AI yang sebelumnya tersebar di berbagai platform.

Langkah tersebut juga diharapkan mempermudah pengguna dalam mengakses fitur AI melalui satu ekosistem saja.

Google sendiri pertama kali mengumumkan versi mobile pada Mei 2026.

Saat itu, perusahaan mengatakan aplikasi tersebut akan memungkinkan pengembang (developer) membangun, mengembangkan (iterate), menguji, hingga memublikasikan aplikasi berbasis AI langsung dari smartphone.

Aplikasi ini juga sebelumnya disebut akan membawa sejumlah fitur, seperti app remixing dan sinkronisasi proyek lintas perangkat (cross-device project syncing). 

Namun semua rencana tersebut resmi dibatalkan sehingga pengguna yang telah melakukan PO aplikasi tidak akan menerima aplikasi mandiri seperti yang sebelumnya dijanjikan. Meski membatalkan aplikasi versi mobilenya, Google menjanjikan bahwa mereka akan terus berinvestasi mengembangkan versi webnya, sebagaimana dihimpun dari Android Authority.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU