Telko.id – Pemerintah China kembali menunjukkan ambisinya di industri luar angkasa dengan meluncurkan roket komersial Smart Dragon-3 (SD-3) dari platform laut di lepas pantai Yangjiang, Provinsi Guangdong, pada Minggu, 11 April 2026 pukul 19.32 waktu Beijing, yang dirancang khusus untuk kebutuhan peluncuran satelit skala kecil hingga menengah.
Roket ini menjadi bagian dari strategi China untuk memperkuat posisi di pasar commercial space yang kini semakin kompetitif.
Peluncuran strategis ini dilakukan sebagai langkah konkret China dalam memperkuat posisi di arena persaingan teknologi internet satelit global.
Salah satu keunggulan utama dari Smart Dragon-3 adalah fleksibilitas peluncuran. Roket ini dapat diluncurkan dari platform laut (sea-based launch), yang memberikan efisiensi biaya, meningkatkan keamanan, serta memungkinkan penyesuaian lokasi peluncuran sesuai kebutuhan misi.
Baca Juga:
- Dominasi Nvidia di China Mulai Tergerus Chip Lokal
- China Uji Robot Terintegrasi di Metro Berbasis AI
Pendekatan ini juga membantu China mempercepat frekuensi peluncuran tanpa terlalu bergantung pada fasilitas darat.
Pengembangan Smart Dragon sendiri difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar satelit komersial yang terus meningkat, termasuk untuk kebutuhan internet satelit, pemantauan Bumi, hingga jaringan komunikasi global.
Satelit yang dibawa dalam misi SD-3 dirancang khusus untuk memvalidasi berbagai teknologi komunikasi berbasis orbit. Fokus utama pengembangan ini adalah menciptakan alternatif bagi layanan internet satelit komersial seperti Starlink milik perusahaan SpaceX.
Dalam beberapa misi terakhir, roket ini digunakan untuk mengirim beberapa satelit sekaligus ke orbit, menunjukkan kemampuannya dalam mendukung deployment konstelasi satelit.
Melansir dari Asatunews, para peneliti China juga melaporkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan dalam pengujian koneksi laser berkecepatan tinggi melalui satelit geostasioner.
Eksperimen terpisah yang dilakukan di observatorium Lijiang pada Maret lalu menunjukkan kemampuan pengiriman sinyal dari ketinggian 36.000 kilometer ke Bumi.
Langkah ini menegaskan bahwa China tidak hanya fokus pada misi luar angkasa berskala besar, tetapi juga serius menggarap sektor komersial yang kini menjadi medan persaingan global.
Kehadiran roket seperti Smart Dragon membuka peluang peluncuran satelit dengan biaya lebih efisien dan fleksibel.
Dampaknya mungkin belum terasa langsung, tetapi dalam jangka panjang bisa mempercepat hadirnya layanan seperti internet satelit yang lebih luas dan terjangkau.


