Telko.id – ManageEngine, divisi dari Zoho Corporation, mengumumkan pembaruan besar pada Log360, platform keamanan sibernya. Pembaruan ini menghadirkan kemampuan Native SOAR (Security Orchestration, Automation and Response) yang terintegrasi langsung, memungkinkan perusahaan mendeteksi, menyelidiki, hingga merespons ancaman siber secara otomatis dalam satu platform terpadu.
Pembaruan ini hadir di tengah meningkatnya volume ancaman siber dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri. Di Indonesia, kebutuhan terhadap sistem keamanan digital yang lebih cepat dan terintegrasi semakin mendesak, terutama di sektor perbankan, telekomunikasi, manufaktur, hingga pemerintahan yang kini bergantung pada sistem digital dan cloud.
Menurut data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia mencatat 5,5 miliar upaya serangan siber sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan rata-rata tahunan antara 2020 hingga 2024. Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kerugian mencapai Rp 8,2 triliun akibat penipuan siber dan keuangan antara Januari hingga November 2025.
“Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan lebih banyak tools keamanan, tetapi solusi yang mampu menghubungkan proses deteksi, investigasi, dan respons ancaman dalam satu sistem yang mudah digunakan,” ujar Manikandan Thangaraj, Vice President ManageEngine. “Dengan menggabungkan AI, otomatisasi, dan sistem respons dalam satu platform, perusahaan dapat mempercepat penanganan ancaman sekaligus mengurangi beban operasional tim IT dan keamanan.”
Di banyak organisasi, sistem keamanan yang digunakan masih berjalan secara terpisah. Akibatnya, tim IT dan keamanan harus memantau ribuan alert dari endpoint, identitas digital, aplikasi bisnis, hingga infrastruktur cloud secara manual. Proses investigasi dan respons yang terfragmentasi membuat waktu penanganan ancaman menjadi lebih lambat dan berpotensi mengganggu operasional bisnis.
Melalui kemampuan Native SOAR di Log360, berbagai proses manual kini dapat diotomatisasi dalam satu alur kerja. Ketika sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan, platform dapat langsung memutus akses perangkat yang terinfeksi, menonaktifkan akun yang dicurigai diretas, memperkaya investigasi dengan threat intelligence, membuat tiket penanganan insiden, hingga mengirim notifikasi ke tim keamanan secara otomatis.
Kapabilitas Baru Log360
Pembaruan Log360 kali ini menghadirkan sejumlah kapabilitas baru yang dirancang untuk memperkuat pertahanan siber perusahaan. Pertama, expert playbooks yang siap pakai sejak hari pertama. Library template otomatisasi yang tersedia secara instan memungkinkan perusahaan langsung menjalankan workflow keamanan tanpa perlu membangun sistem dari nol. Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, alur kerja dapat disesuaikan melalui Zoho Qntrl, Python, atau Deluge.
Kedua, respons otomatis terintegrasi di seluruh sistem keamanan. Dalam satu workflow, perusahaan dapat mengisolasi perangkat yang terinfeksi, menonaktifkan akun yang disusupi, membuat tiket penanganan insiden, hingga menjalankan tindakan respons di berbagai sistem keamanan tanpa proses manual antar tim.
Ketiga, respons insiden yang lebih memahami konteks ancaman. Playbook di Log360 dapat memperkaya alert dengan threat intelligence dan konteks aset perusahaan. Tim keamanan dapat menilai risiko lebih cepat dan memprioritaskan insiden secara lebih efektif.
Keempat, perlindungan endpoint yang menghubungkan seluruh sistem. Aktivitas endpoint, identitas pengguna, dan lingkungan cloud kini dapat dipantau dalam satu dashboard terpusat. Perusahaan dapat melacak dan menangani ancaman secara lebih efisien dan komprehensif.
Selain itu, pembaruan ini juga menambahkan tujuh integrasi baru dengan berbagai vendor keamanan dan manajemen identitas global. Integrasi ini memungkinkan organisasi membangun proses respons insiden yang lebih terhubung tanpa harus berpindah-pindah platform atau melakukan investigasi secara terpisah.
Mengapa Otomatisasi Keamanan Menjadi Prioritas
Permintaan terhadap otomatisasi keamanan terus meningkat seiring kompleksitas ancaman siber dan perluasan permukaan serangan. Menurut ManageEngine, kemampuan mempercepat respons ancaman akan menjadi pembeda utama bagi perusahaan yang ingin memperkuat ketahanan bisnis dan menjaga kepercayaan pelanggan di era digital.
Ancaman siber yang semakin canggih membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih proaktif dan terintegrasi. Perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan proses manual yang lambat dan rentan terhadap kesalahan manusia. Otomatisasi keamanan memungkinkan tim IT dan keamanan untuk fokus pada investigasi ancaman yang lebih kompleks, sementara tugas-tugas rutin ditangani secara otomatis oleh sistem.
Di Indonesia, sektor perbankan dan keuangan menjadi salah satu yang paling rentan terhadap serangan siber. Kasus pembobolan rekening dan penipuan keuangan digital semakin marak, mendorong regulator dan pelaku industri untuk meningkatkan standar keamanan siber. Solusi seperti Log360 dengan kemampuan Native SOAR dapat menjadi jawaban bagi perusahaan yang ingin memperkuat pertahanan siber tanpa harus menambah beban operasional tim IT.
ManageEngine juga menyediakan free trial Log360 yang dapat diakses di www.mnge.it/soar. Perusahaan dapat mencoba langsung fitur-fitur baru, termasuk Native SOAR, sebelum memutuskan untuk mengadopsi secara penuh.
Informasi lebih lanjut mengenai Log360 dan pembaruan terbaru tersedia di ManageEngine Log360 dan halaman LinkedIn ManageEngine.
Bagi perusahaan yang ingin memperkuat tim keamanan sibernya, program pelatihan seperti Telkom Cyberfest Vol.2 yang melatih 50 talenta muda juga menjadi langkah strategis untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.


