Telko.id – Harga GPU gaming yang terus menanjak belakangan ini ternyata tidak cukup untuk menghentikan keinginan para gamer membangun PC dengan grafis kuat, seperti yang dilaporkan oleh Jagat Play pada Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan data dari Jon Peddie Research untuk kuartal kedua 2026, pasar justru menunjukkan pertumbuhan GPU PC yang kuat, sekitar 10,4 persen dibanding kuartal sebelumnya, menjadi sekitar 75,5 juta unit.
Laptop Jadi Pendorong Utama, Desktop Justru Melemah
Pertumbuhan penjualan GPU gaming tersebut terutama datang dari kartu grafis untuk laptop, yang pengirimannya melonjak 16,8 persen dibanding kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pengiriman kartu grafis desktop justru turun sekitar 4 persen, menunjukkan bahwa angka pertumbuhan keseluruhan tidak bisa langsung diartikan sebagai gamer PC berbondong-bondong membeli kartu grafis baru. Sementara itu, untuk kartu grafis diskrit, situasinya justru lebih kuat, dengan pengiriman naik 12,2 persen dibanding kuartal lalu dan 14,1 persen secara tahunan.
Sebagaimana dikutip dari TechPowerUp, JPR memperkirakan sekitar 20 juta kartu grafis diskrit dari AMD, Intel, dan Nvidia telah dikirim pada kuartal tersebut. Namun, data ini belum bisa memastikan berapa banyak unit yang benar-benar masuk ke PC gaming, karena GPU diskrit juga digunakan untuk kebutuhan lain.
Krisis Memori Turut Mendorong Kenaikan Harga
Kondisi ini semakin menarik jika ditempatkan dalam konteks krisis memori yang sedang menekan industri PC. Harga komponen meningkat akibat pasokan memori yang ketat, sementara pembangunan infrastruktur AI juga menyerap kapasitas produksi dalam jumlah besar. Dampaknya terasa sampai ke pasar kartu grafis, dengan harga generasi terbaru ikut terdorong naik. Bahkan pasar PC secara keseluruhan mengalami penurunan pengiriman pada kuartal kedua, meski produsen mencoba mengimbanginya dengan menaikkan harga perangkat.
Baca Juga:
- RAIA Grid Bangun Pabrik GPU di Indonesia, Ini Detail Rencana nya!
- GPU Entry-Level Terancam Langka, Harga Diprediksi Makin Mahal
Pasar Enthusiast Masih Hidup
Bagi industri gaming PC, data ini menunjukkan bahwa mahalnya kartu grafis belum otomatis menghancurkan permintaan. Laptop gaming dan perangkat dengan GPU terintegrasi menjadi lebih menarik karena pembeli mendapatkan satu paket lengkap tanpa harus menghadapi harga kartu grafis desktop secara terpisah.
Kenaikan pengiriman kartu grafis diskrit juga menunjukkan bahwa pasar enthusiast masih hidup — AMD bahkan mencatat kenaikan pangsa pasar kartu grafis konsumen dari 14 persen menjadi 21 persen secara tahunan, sementara Nvidia berada di 23 persen jika seluruh kategori GPU konsumen dihitung.
Pada akhirnya, kenaikan pengiriman kartu grafis di tengah harga yang semakin tinggi bukan berarti kondisi pasar sedang sehat sepenuhnya. Angka tersebut justru memperlihatkan bagaimana permintaan pasar sedang bergeser menuju notebook dengan GPU terintegrasi, terutama karena penjualan paket notebook gaming terkadang mampu menekan harga produksi dibandingkan membangun PC sendiri.


