Telko.id – Xiaomi kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Qualcomm dan MediaTek untuk urusan chipset ponselnya, seperti yang dilaporkan oleh Sumeks.co pada Rabu, 9 September 2026. Xiaomi kini sudah mampu membuat prosesor untuk ponsel mereka sendiri, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan perangkatnya lebih sering dan lebih leluasa ke depannya.
Lewat chipset baru ini, Xiaomi ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal seperti Qualcomm dan MediaTek yang selama ini menjadi andalan utama industri smartphone Android.
XRING 03, Chipset Buatan Sendiri di Ponsel Lipat Xiaomi 18 Fold
Langkah kemandirian ini diwujudkan Xiaomi lewat penyematan chipset buatan sendiri, XRING 03, pada ponsel lipat terbarunya, Xiaomi 18 Fold. Selain tampil ramping dan mewah dengan pilihan warna merah yang menawan, “otak” dari perangkat ini pun tak kalah cerdas berkat XRING 03 yang dibangun di atas proses fabrikasi 3-nanometer.
Baca Juga:
- Xiaomi Debut di IFA 2026, Pamerkan Ekosistem Human × Car × Home
- REDMI 17 Hadirkan Baterai 7500mAh Kuat Menyala
“Otak”ini diklaim memiliki performa multi-core yang mampu menyaingi Apple A19 Pro, sekaligus menjadi yang pertama di industri seluler dalam mendukung jenis memori LPDDR6.
Kemiripan dengan Strategi Apple
Kemiripan Xiaomi 18 Fold dengan iPhone tidak hanya terletak pada penggunaan chipset buatan sendiri, tetapi juga pada desain passport-style yang lebar dan ringkas. Ponsel lipat ini diluncurkan pada awal September 2026, bertepatan dengan jadwal Apple Event yang dirumorkan akan memperkenalkan perangkat lipat pertama mereka.
Perangkat Fold terbaru ini sendiri telah resmi diperkenalkan dalam ajang IFA di Berlin, Jerman, dan tampaknya berbagai perusahaan ponsel kini berlomba menyalip Apple lebih dulu di segmen smartphone lipat, mengingat rumor perangkat lipat Apple sudah beredar cukup lama.
Dengan kemampuan membuat chipset sendiri melalui XRING 03, Xiaomi menempatkan diri sejajar dengan raksasa teknologi lain yang telah lebih dulu mandiri dalam hal produksi prosesor, seperti Apple dengan chip seri A dan M-nya, maupun Samsung dengan Exynos.
Langkah ini berpotensi memberi Xiaomi kendali lebih besar atas performa, efisiensi, dan jadwal peluncuran produk-produk masa depannya, tanpa harus terlalu bergantung pada roadmap chipset dari Qualcomm maupun MediaTek.


