spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Bronyx AI, Pentest Otomatis, Rampung Secepat Kilat!

Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk resmi meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia.

Solusi ini diklaim mampu menyelesaikan proses pengujian keamanan siber hanya dalam hitungan jam, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang biasanya memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Bronyx AI hadir di tengah meningkatnya ancaman siber dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan melakukan pengujian keamanan aplikasi, API, maupun infrastruktur digital secara lebih efisien.

Dengan menggabungkan kemampuan AI dan pengalaman praktisi keamanan siber, Bronyx AI menawarkan solusi yang lebih cepat tanpa mengabaikan akurasi.

“Kami memahami bahwa kecepatan respons terhadap kerentanan sistem sangat krusial di era digital ini. Bronyx AI adalah jawaban atas kebutuhan industri akan proses penetration testing yang efisien namun tetap akurat,” ujar Patrick Dannacher, CEO ITSEC Asia saat Grand Launching Bronyx AI di Jakarta (15/07/2026).

Kecepatan Pengujian yang Revolusioner

Salah satu keunggulan utama Bronyx AI adalah kecepatan proses pengujiannya. Dalam lingkungan laboratorium pengembangan ITSEC Asia, proses Full Scan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 14 menit hingga 4 jam. Durasi ini tergantung pada ruang lingkup dan tingkat kompleksitas sistem yang diuji.

Kecepatan ini memungkinkan perusahaan memperoleh hasil pengujian lebih cepat. Dengan demikian, proses perbaikan terhadap celah keamanan dapat dilakukan lebih dini sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah meningkatnya frekuensi serangan siber terhadap organisasi di berbagai sektor.

Berbeda dengan vulnerability scanner konvensional, Bronyx AI tidak hanya melakukan pemindaian otomatis. Platform ini memanfaatkan agen AI yang secara aktif melakukan network reconnaissance, mengidentifikasi kerentanan (vulnerability assessment), mengevaluasi konfigurasi sistem, menguji web application dan API, serta menyusun Security Assessment Report lengkap dengan skor CVSS dan rekomendasi remediasi.

Human in the Loop: Validasi Pakar Tetap Diutamakan

Meski mengandalkan AI, ITSEC Asia tetap menerapkan pendekatan Human in the Loop (HitL). Artinya, setiap temuan dengan tingkat risiko tinggi maupun kritis akan divalidasi terlebih dahulu oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan akhir diberikan kepada pelanggan.

Pendekatan ini dirancang untuk menjaga akurasi hasil pengujian sekaligus meminimalkan potensi false positive yang masih menjadi tantangan dalam pemanfaatan AI.

Dengan validasi manual dari tenaga ahli, perusahaan dapat lebih percaya diri terhadap hasil pengujian yang diterima.

Bronyx AI dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang ITSEC Asia dalam industri keamanan siber. Saat ini, perusahaan didukung lebih dari 400 profesional keamanan siber dengan pengalaman lebih dari 16 tahun dalam menangani berbagai kebutuhan penetration testing dan keamanan informasi di berbagai sektor industri. Pengalaman tersebut menjadi dasar pengembangan model AI agar mampu mengenali pola ancaman yang semakin kompleks.

Keamanan data pelanggan juga menjadi perhatian utama. ITSEC Asia memastikan seluruh data pelanggan disimpan secara terisolasi. Informasi sensitif seperti keys maupun credentials dienkripsi, dan data hasil pengujian tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan.

Proses pengujian juga hanya dilakukan terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi resmi sesuai ruang lingkup yang disepakati.

Bronyx AI dapat digunakan melalui layanan cloud maupun diimplementasikan langsung pada lingkungan (environment) milik pelanggan. Platform ini mendukung pengujian terhadap web application, API, dan network dengan ruang lingkup yang telah ditentukan.

Dengan fleksibilitas tersebut, perusahaan dapat memilih skema implementasi yang paling sesuai dengan kebutuhan keamanan maupun regulasi internal.

Dengan mengombinasikan otomatisasi berbasis AI dan validasi oleh tenaga ahli, Bronyx AI menawarkan pendekatan yang lebih cepat tanpa mengabaikan aspek akurasi dan kualitas hasil penetration testing.

Di tengah meningkatnya frekuensi serangan siber terhadap organisasi di berbagai sektor, solusi seperti Bronyx AI berpotensi menjadi pilihan strategis bagi perusahaan yang ingin memperkuat keamanan digital sekaligus mempercepat proses mitigasi terhadap potensi kerentanan sistem.

Inovasi ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya sebatas meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu mempercepat proses pengujian keamanan yang selama ini memerlukan sumber daya besar.

Perusahaan yang ingin mengadopsi solusi ini dapat langsung menghubungi ITSEC Asia untuk informasi lebih lanjut mengenai skema implementasi dan biaya.

Untuk konteks yang lebih luas, teknologi baru seringkali memicu tantangan keamanan baru. Oleh karena itu, solusi seperti Bronyx AI menjadi semakin relevan untuk dipertimbangkan oleh para profesional TI dan pemilik bisnis.

Platform Bronyx AI sendiri saat ini sudah dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan layanan penetration testing yang cepat dan akurat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU