spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Meta Klaim AI Watermelon Hampir Setara Model OpenAI

Telko.id – Chief AI Officer Meta sekaligus pimpinan Meta Superintelligence Labs, Alexandr Wang, mengklaim model keceradasan buatan (AI) terbaru perusahaan dengan kode nama Watermelon telah mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan.

Menurutnya, model tersebut kini mulai mendekati performa model unggulan milik OpenAI dan menjadi bukti bahwa investasi besar Meta di bidang AI mulai membuahkan hasil.

“Watermelon, model kami berikutnya setelah Avocado, saat ini sedang dalam tahap pelatihan,” kata Wang dalam pertemuan internal perusahaan, seperti dikutip dari Business Insider, Senin (6/7).

Ia menjelaskan, Watermelon dilatih menggunakan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan Avocado, nama internal untuk Muse Spark, model AI Meta yang dirilis pada April lalu.

Watermelon juga dilatih menggunakan sumber daya komputasi yang jauh lebih besar dibanding pendahulunya untuk meningkatkan kemampuan penalaran, pemrograman, dan tugas berbasis AI agent.

Baca Juga:

Selain peningkatan performa, Wang mengisyaratkan bahwa Meta akan segera menghadirkan pembaruan besar pada model AI-nya, terutama untuk kemampuan coding dan AI agent.

Ia bahkan menyebut Meta semakin dekat untuk menyamai kemampuan model Claude Opus milik Anthropic dalam bidang pemrograman.

Klaim tersebut menunjukkan ambisi Meta untuk kembali menjadi salah satu pemimpin di industri AI setelah sebelumnya tertinggal dari OpenAI, Google dan Anthropic.

Perkembangan ini tidak terlepas dari strategi agresif CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang dalam setahun terakhir menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data AI, membeli lebih banyak chip, serta merekrut talenta AI dari berbagai perusahaan.

Meta diperkirakan mengalokasikan belanja modal hingga USD$125-145 miliar pada 2026 untuk memperkuat infrastruktur AI dan mempercepat pengembangan model generasi berikutnya.

Meski demikian, klaim Wang masih berasal dari evaluasi internal dan belum diverifikasi secara independen. Hingga saat ini Watermelon juga belum dirilis ke publik sehingga kemampuan sebenarnya baru dapat dinilai setelah model  tersebut tersedia secara luas.

Namun, jika klaim tersebut terbukti, persaingan antara Meta, OpenAI, Google dan Anthropic diperkirakan akan semakin ketat dalam memperebutkan posisi terdepan di Industri AI.

Perkembangan ini berpotensi menghadirkan layanan AI Meta yang lebih pintar di berbagai platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan perangkat wearable perusahan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU