spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 8

Intel Project Firefly Siap Hadirkan Laptop Murah

0

Telko.id – Intel memperkenalkan Project Firefly, sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan laptop Windows berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Berbeda dari strategi sebelumnya yang berfokus pada peningkatan performa prosesor, kali ini Intel mencoba merombak cara laptop dirancang dan diproduksi agar biaya bisa ditekan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

Melalui Project Firefly, Intel berusaha menstandardisasi proses desain laptop. Mereka memadukan prosesor terbaru bernama Wildcat Lake dengan sebuah kerangka perangkat keras umum yang dapat langsung diadopsi atau dimodifikasi oleh para produsen laptop.

Dilengkapi dengan dua performance cores dan empat efficiency cores. Chip ini juga membawa Neural Processing Unit (NPU) berukuran kecil dan grafis terintegrasi yang dioptimalkan untuk beban kerja dasar, seperti pemutaran video dan game ringan. Untuk menekan harga jual, Intel menyederhanakan platform ini dengan tata letak single-tile dan motherboard enam lapis.

Tujuannya adalah merombak ekosistem PC entry-level agar laptop terjangkau tidak lagi terasa seperti perangkat yang penuh dengan kompromi pemangkasan kualitas, demikian dikutip dari Techspot, Senin (15/6/2026).

Baca Juga:

Salah satu keunggulan utama Firefly adalah penggunaan komponen yang lebih modular dan terstandardisasi. Intel bahkan memanfaatkan rantai pasok industri smartphone, termasuk penggunaan memori LPDDR5X dan sejumlah komponen yang umum digunakan di perangkat mobile.

Dengan cara ini, biaya riset, pengembangan, hingga manufaktur dapat ditekan secara signifikan. Meski menyasar segmen terjangkau, Intel mengklaim laptop berbasis Firefly tetap akan menawarkan desain premium.

Contoh desain yang dipamerkan memiliki bodi logam tipis sekitar 12,9 mm, tampilan yang lebih bersih, serta dukungan port modern seperti USB-C, USB-A, HDMI, dan Thunderbolt. Intel ingin menghapus stigma bahwa laptop murah identik dengan bodi plastik tebal dan kualitas yang seadanya.

Strategi ini juga menjadi upaya Intel untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar laptop murah, terutama setelah kemunculan MacBook Neo yang menawarkan desain premium dengan harga lebih terjangaku.

Selain itu, Project Firefly juga diposisikan untuk bersaing dengan Chromebook dan laptop berbasis ARM yang semakin populer di kelas entry-level.

Project ini berpotensi menghadirkan laptop Windows yang lebih tipis, modern, dan hemat daya tanpa harus membayar harga premium.

Jika strategi ini berhasil, konsumen bisa mendapatkan perangkat dengan kualitas desain yang lebih baik di kelas harga yang selama ini identik dengan banyak kompromi.

Apple Siapkan Siri AI Berbayar untuk Fitur Premium

Telko.id – Apple dikabarkan tengah menyiapkan skema berlangganan untuk fitur-fitur AI paling canggih di Siri. Mengikuti jejak layanan chatbot kompetitor.

Menurut laporan Bloomberg, fitur dasar Siri akan tetap gratis selamanya. Namun, fitur percakapan tingkat lanjut, pertanyaan berbasis pengetahuan dunia, dan alat generatif diprediksi akan masuk ke balik paywall. Langkah ini mirip dengan strategi yang diterapkan Google pada Gemini di Pixel 10 Pro.

Menurut laporan tersebut, fitur yang kemungkinan masuk ke layanan berbayar mencakup kemampuan percakapan yang lebih natural, pemrosesan pertanyaan kompleks berbasis pengetahuan global, serta berbagai fitur generatif yang membutuhkan komputasi tinggi.

Pendekatan ini mirip dengan strategi yang saat ini diterapkan oleh layanan AI lain seperti ChatGPT, Gemini dan Claude, yang menyediakan fitur dasar secara gratis namun mengenakan biaya yang untuk model yang lebih canggih.

Keputusan ini didorong oleh biaya operasional yang tinggi. Siri AI menggunakan model Gemini dari Google yang dihosting di server Apple.

Laporan menyebut Apple membayar sekitar $1 miliar per tahun untuk teknologi tersebut. Biaya komputasi untuk menjawab pertanyaan generatif dalam skala besar menjadi beban yang cenderung dibebankan kepada pengguna.

Tanda-tanda menuju model berlangganan sebenarnya mulai terlihat. Apple saat ini telah memberikan sejumlah keuntungan tambahan kepada pelanggan iCloud+, termasuk peningkatan batas penggunaan fitur tertentu pada Siri.

Baca Juga:

Banyak pengamat menilai langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi paket langganan AI tersendiri di masa depan.

Dari sisi teknologi, Siri versi terbaru menjadi salah satu proyek AI terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.

Selain kemampuan percakapan yang lebih natural, Siri AI dirancang untuk memahami konteks pribadi pengguna, mengakses informasi dari aplikasi seperti Mail, Kalender, Catatan dan Pesan, serta menjalankan tugas lintas aplikasi melalui perintah suara yang lebih kompleks.

Jika rencana ini benar-benar diwujudkan, Apple akan mengikuti tren industri yang mulai mengubah AI dari sekadar fitur perangkat menjadi layanan berlakngganan.

Bagi pengguna, tantangan utamanya adalah apakah kemampuan Siri AI nantinya cukup unggul untuk membuat mereka bersedia membayar biaya tambahan, terutama ketika alternatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude sudah lebih dulu hadir di pasar.

Nothing Ear (Open) Hadirkan Warna Biru, Keren!

0

Telko.id – Erajaya Digital secara resmi menghadirkan Nothing Ear (Open) Blue di Indonesia. Produk audio terbaru ini hadir dengan desain open-ear yang ringan dan kualitas audio imersif, menargetkan konsumen aktif dan dinamis.

Perangkat ini melengkapi portofolio audio inovatif yang didistribusikan oleh Erajaya Digital, bagian dari Erajaya Group (kode saham: ERAA). Peluncuran ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk teknologi dengan diferensiasi yang jelas.

Joy Wahjudi selaku CEO Erajaya Digital mengatakan, “Sebagai mitra distribusi resmi, kami melihat Nothing terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern. Kehadiran Nothing Ear (Open) Blue memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan produk teknologi dengan diferensiasi yang jelas, baik dari sisi desain maupun pengalaman penggunaan, khususnya bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat audio praktis tanpa mengorbankan kualitas.”

Desain Ringan dan Kenyamanan Maksimal

Nothing Ear (Open) Blue hadir dengan bobot ultra ringan hanya 8,1 gram. Desain ini membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari tanpa menutup telinga sepenuhnya. Teknologi Open Sound memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar, menjadikannya ideal untuk olahraga maupun kegiatan harian.

Perangkat ini juga menawarkan kualitas audio jernih dengan bass yang lebih terasa. Pengalaman mendengarkan menjadi lebih imersif berkat teknologi audio yang dioptimalkan. Untuk menunjang aktivitas aktif, Nothing Ear (Open) dilengkapi silicone ear hook yang aman dan nyaman saat berlari, bersepeda, atau kegiatan olahraga lainnya.

Dari sisi daya tahan, Nothing Ear (Open) mampu bertahan hingga 30 jam dengan bantuan charging case. Fitur fast charging memungkinkan penggunaan hingga 10 jam hanya dengan pengisian selama 10 menit. Produk ini juga memiliki sertifikasi IP54 yang tahan debu dan air serta telah melalui uji ketahanan terhadap keringat (sweat-tested).

Fitur Dual Connection dan Low Latency Mode memungkinkan perpindahan perangkat yang lebih seamless serta pengalaman audio yang lebih responsif. Semua fitur ini menjadikan Nothing Ear (Open) Blue sebagai pilihan tepat bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Harga dan Ketersediaan

Nothing Ear (Open) Blue tersedia mulai tanggal 8 Juni 2026 dengan harga Rp 1.699.000. Konsumen dapat memperoleh produk ini melalui jaringan ritel Erajaya Digital, seperti erafone, iBox, serta kanal online seperti erafone Official Store di Shopee dan iBox Official Store di Lazada dan Shopee.

Produk ini juga tersedia di Nothing Official Store di Tokopedia dan Shopee, serta Eraspace. Ketersediaan di berbagai kanal ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan perangkat audio terbaru dari Nothing.

Peluncuran Nothing Ear (Open) Blue menunjukkan tren perangkat audio open-ear yang semakin diminati. Dengan desain ringan, fitur lengkap, dan harga kompetitif, produk ini siap bersaing di pasar audio Indonesia. Erajaya Digital terus memperkuat posisinya sebagai distributor resmi produk teknologi inovatif, termasuk melalui ekspansi gerai dan layanan purna jual.

Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat mengunjungi gerai Erajaya Digital terdekat atau mengakses kanal online resmi. Kehadiran produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat audio praktis tanpa mengorbankan kualitas suara.

Multi Window Galaxy A57 5G Mudahkan Bikin Scrapbook Digital

Telko.id – Samsung Galaxy A57 5G menghadirkan fitur Multi Window dan Drag & Drop yang dirancang untuk memudahkan proses pembuatan konten, termasuk tren scrapbook digital yang sedang populer di kalangan generasi muda.

Dengan sistem antarmuka One UI 8.5, pengguna bisa membuka dua aplikasi sekaligus dalam satu layar dan memindahkan file antar aplikasi hanya dengan sekali geser.

Fitur ini menjadi solusi bagi para content creator yang kerap kesulitan saat harus berpindah-pindah aplikasi untuk mengedit foto, menulis catatan, hingga mengunggah konten ke media sosial. Proses yang tadinya memakan waktu kini bisa dipangkas secara signifikan.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya ingin kreator muda bisa fokus menikmati momen liburan tanpa terbebani proses kreatif yang rumit.

“Generasi muda hari ini tidak sekadar berlibur, mereka menciptakan cerita yang layak dibagikan. Oleh karena itu, Galaxy A57 5G mengintegrasikan sistem antarmuka One UI 8.5 yang dibekali fitur Multi Window dan Drag & Drop,” ujarnya.

Fitur ini memungkinkan pengguna mencari inspirasi rute perjalanan sambil mengedit foto, lalu langsung memindahkannya ke media sosial dalam sekali geser.

Content image for article: Galaxy A57 5G Bikin Scrapbook Digital Makin Mudah dengan Multi Window
Mempermudah aktivitas vlogging dengan fitur Multi Window pada Samsung Galaxy A57 5G, buka Kamera dan Notes sekaligus di satu layar

Bikin Konten Super Lancar

Selama ini, menyusun draf konten atau membaca panduan video saat di lokasi membutuhkan proses yang repot karena harus berpindah aplikasi.

Pada Galaxy A57 5G, aktivitas tersebut dipangkas menjadi sangat efisien berkat fitur Multi Window yang mampu menampilkan dua aplikasi aktif sekaligus secara bersamaan.

Kemudahan ini akan sangat terasa bagi kamu yang aktif sebagai content creator. Saat ingin memproduksi video di luar ruangan, kamu bisa membuka aplikasi Kamera di layar bagian atas dan notes berisi naskah konten di layar bagian bawah.

Hal ini membuat proses merekam sambil membaca teks menjadi jauh lebih praktis dan efisien tanpa perlu repot berganti aplikasi.

Dalam pengujian, fitur ini bekerja mulus berkat dukungan prosesor Exynos 1680 yang dirancang khusus untuk memberikan performa kencang dan responsif.

Chipset ini juga hemat daya demi kelancaran proses pembuatan konten sepanjang hari. Kamu bisa melihat Spesifikasi Lengkap perangkat ini untuk informasi lebih detail.

Fun Scrapbook ala Gen Z

Satu foto mungkin bisa bercerita, tapi sebuah scrapbook dapat menghidupkan keseluruhan perjalanan. Di tengah feed media sosial yang makin ramai, konten yang personal dan punya sentuhan kreatif justru lebih mudah menarik perhatian. Scrapbook digital adalah jawabannya, dengan format carousel yang kini ramai digunakan di sosial media.

Galaxy A57 5G memungkinkan kamu membuat scrapbook untuk liburan yang estetik langsung dari genggaman, tanpa perlu aplikasi tambahan. Berikut langkah mudah pembuatannya dengan memanfaatkan Multi Window dan Drag & Drop:

Content image for article: Galaxy A57 5G Bikin Scrapbook Digital Makin Mudah dengan Multi Window
Langkah mudah menyusun scrapbook digital secara berurutan dan praktis di layar Samsung Galaxy A57 5G.

Pertama, aktifkan Multi Window dengan menarik Edge Panel di sisi layar Galaxy A57 5G kamu. Buka aplikasi Galeri (atau Kamera) dan Notes secara bersamaan dalam mode split-screen.

Kedua, pilih objek foto terbaik yang sudah kamu ambil selama perjalanan, seperti suasana estetik hotel atau sudut kota yang unik.

Ketiga, gunakan fitur Image Clipper. Cukup tekan dan tahan objek utama pada foto di Galeri untuk otomatis menyeleksi dan memisahkan objek tersebut dari latar belakangnya secara rapi.

Keempat, lakukan Drag & Drop langsung ke Notes. Sambil tetap menahan objek yang sudah terpotong rapi, geser jari kamu ke area aplikasi Notes di sebelahnya dan lepaskan objek tersebut.

Kelima, kreasikan komposisi scrapbook. Atur ukuran, posisi, serta tambahkan teks narasi, coretan kuas digital, stiker, atau catatan perjalanan kamu di Samsung Notes hingga membentuk jurnal perjalanan yang estetik.

Terakhir, ekspor dan bagikan. Setelah selesai, klik menu opsi di kanan atas Samsung Notes, pilih Save as file, lalu simpan dalam format Image File (Gambar). Scrapbook digital kamu kini langsung siap diunggah sebagai konten kreatif di media sosial.

Bagi kamu yang penasaran dengan perbandingan performa, simak artikel tentang Galaxy A57 vs A55 untuk mengetahui keunggulan yang paling terasa.

Performa Tangguh untuk Kreativitas

Seluruh pemrosesan gambar, pemotongan objek foto instan, hingga aktivitas multitasking di atas didukung penuh oleh prosesor terbaru Exynos 1680.

Chipset ini dirancang khusus untuk memberikan performa yang jauh lebih kencang, responsif, dan hemat daya demi kelancaran proses pembuatan konten sepanjang hari.

Aktivitas mengedit visual dan penataan scrapbook juga menjadi sangat nyaman di mata berkat layar luas 6,7 inci FHD+ Super AMOLED+ yang memiliki refresh rate adaptif hingga 120Hz.

Ditambah dukungan teknologi Vision Booster dengan tingkat peak brightness mencapai 1.900 nits, kamu tetap dapat melihat isi layar dengan nyaman, bahkan saat sedang menyusun scrapbook di kafe outdoor luar ruangan.

Galaxy A57 5G hadir dalam berbagai opsi kapasitas ruang penyimpanan yang lega, mulai dari 8/128GB, 8/256GB, dan 12/256GB. Desain mewahnya dibalut dalam empat pilihan warna tren: Awesome Gray, Awesome Navy, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac.

Mulai 1–17 Juni 2026, bawa pulang Galaxy A57 5G dengan total keuntungan hingga Rp5,7 juta, cashback hingga Rp2,2 jutaan, dan jaminan trade-in hingga Rp3,5 juta untuk Galaxy lama kamu, serta bebas biaya admin & processing fee.

Dengan kombinasi fitur canggih dan kemudahan penggunaan, Galaxy A57 5G menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin tetap produktif dan kreatif tanpa ribet.

Proses pembuatan scrapbook digital kini bisa dilakukan dengan cepat dan menyenangkan, langsung dari genggaman. (Icha)

Waze Kini Tampilkan Lampu Lalu Lintas Real-Time

Telko.id – Aplikasi navigasi populer, Waze, akhirnya mulai menguji coba fitur yang sangat dinantikan penggunanya, yaitu informasi lampu lalu lintas langsung di peta navigasi. Fitur ini memungkinkan pengemudi melihat lokasi dan status lampu merah secara real-time, membantu merencanakan rute perjalanan dengan lebih efisien.

Fitur baru ini pertama kali terdeteksi oleh pengguna di beberapa negara, termasuk Brasil, yang merupakan salah satu pasar terbesar Waze. Dengan integrasi ini, Waze tidak hanya memberikan informasi tentang kemacetan atau kecelakaan, tetapi juga menunjukkan di mana tepatnya lampu lalu lintas berada dan kapan akan berubah. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan atau memilih jalur alternatif untuk menghindari berhenti di lampu merah.

Seorang juru bicara Waze mengonfirmasi pengujian ini, mengatakan, “Kami terus berinovasi untuk memberikan pengalaman berkendara terbaik. Fitur lampu lalu lintas ini adalah salah satu dari banyak peningkatan yang kami kerjakan untuk membantu pengemudi tiba di tujuan dengan lebih cepat dan aman.” Fitur ini diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan dan konsumsi bahan bakar, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintas padat.

Fitur ini sebenarnya bukan hal baru di dunia navigasi. Google Maps, yang juga dimiliki oleh induk perusahaan Waze, Alphabet, sudah lama memiliki fitur serupa. Namun, bagi Waze, yang dikenal dengan pendekatan berbasis komunitasnya, ini adalah langkah maju yang signifikan. Sebelumnya, Waze lebih fokus pada laporan langsung dari pengguna tentang kecelakaan, polisi, atau bahaya di jalan.

Content image for article: Waze Akhirnya Hadirkan Informasi Lampu Lalu Lintas di Navigasi
Content image for article: Waze Akhirnya Hadirkan Informasi Lampu Lalu Lintas di Navigasi

Detail Teknis dan Implementasi

Fitur ini saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas. Waze belum mengumumkan jadwal rilis global atau daftar negara yang akan mendapatkan fitur ini. Namun, berdasarkan laporan dari pengguna, informasi lampu lalu lintas muncul sebagai ikon kecil di peta, dan saat pengemudi mendekati persimpangan, aplikasi akan memberikan peringatan suara atau visual tentang status lampu.

Integrasi ini membutuhkan data yang akurat dan real-time. Waze kemungkinan besar menggunakan kombinasi data dari pengguna, sensor kota, dan sumber pihak ketiga untuk memastikan informasi yang diberikan tepat. Ini berbeda dengan Google Maps yang mengandalkan data historis dan sensor dari infrastruktur kota.

Implikasi bagi Pengguna

Bagi pengguna setia Waze, fitur ini bisa menjadi game-changer. Selama ini, Waze unggul dalam memberikan rute tercepat berdasarkan kondisi lalu lintas terkini. Dengan tambahan informasi lampu lalu lintas, aplikasi dapat mengoptimalkan rute tidak hanya berdasarkan waktu tempuh, tetapi juga berdasarkan jumlah perhentian di lampu merah. Hal ini sangat berguna bagi pengemudi yang ingin menghemat bahan bakar atau mengurangi stres berkendara.

Pengemudi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung pasti akan merasakan manfaatnya. Di kota-kota ini, lampu lalu lintas seringkali menjadi titik kemacetan utama. Dengan mengetahui kapan lampu akan berubah, pengemudi bisa mengatur kecepatan agar tidak perlu berhenti total, sehingga lalu lintas menjadi lebih lancar.

Persaingan dengan Google Maps

Keputusan Waze untuk menambahkan fitur lampu lalu lintas ini menarik, mengingat Fitur Waze sebelumnya seringkali lebih inovatif. Google Maps, yang mengakuisisi Waze pada tahun 2013, justru kerap meminjam fitur-fitur populer dari Waze, seperti laporan kecelakaan dan polisi. Kini, Waze yang justru mengadopsi fitur yang sudah lama ada di Google Maps.

Ini menunjukkan bahwa kedua aplikasi terus saling mempengaruhi. Meskipun berada di bawah satu atap, Waze dan Google Maps tetap mempertahankan identitas masing-masing. Waze tetap fokus pada komunitas dan pengalaman berkendara yang interaktif, sementara Google Maps lebih komprehensif dengan integrasi bisnis, transportasi umum, dan penjelajahan.

Prospek ke Depan

Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur lampu lalu lintas akan menjadi standar di Waze. Pengguna bisa berharap fitur ini hadir di Indonesia dalam waktu dekat, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Waze biasanya merilis fitur baru secara bertahap, dimulai dari negara-negara dengan basis pengguna besar.

Sementara itu, pengguna Waze di Indonesia masih bisa menikmati fitur-fitur lain yang sudah ada, seperti laporan kecelakaan, peringatan polisi, dan rute alternatif. Dengan tambahan fitur lampu lalu lintas, Waze semakin lengkap sebagai aplikasi navigasi harian.

Kesimpulan Akhir

Penambahan fitur lampu lalu lintas di Waze adalah langkah maju yang positif. Fitur ini tidak hanya meningkatkan akurasi navigasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengemudi yang ingin perjalanan lebih efisien. Meski masih dalam tahap uji coba, antusiasme pengguna sudah terlihat jelas. Waze kembali membuktikan bahwa mereka serius dalam menghadirkan inovasi untuk pengalaman berkendara yang lebih baik.

Ke depannya, integrasi fitur ini dengan laporan komunitas bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat. Bayangkan, pengemudi tidak hanya tahu di mana lampu merah, tetapi juga bisa melaporkan jika lampu tersebut rusak atau tidak berfungsi. Ini akan membuat data Waze semakin kaya dan bermanfaat bagi semua pengguna.

Bagi Anda yang penasaran dengan perkembangan fitur ini, pantau terus pembaruan dari Waze. Siapa tahu, fitur ini akan segera hadir di ponsel Anda dan mengubah cara Anda berkendara sehari-hari. Sementara itu, Anda bisa membaca artikel terkait lainnya seperti Pengguna Waze Naik 44 Persen saat Ramadhan dan Fitur Waze di Google Maps di berbagai negara.


TECNO POVA 8 5G Hadir dengan Layar 144Hz

Telko.id – TECNO resmi meluncurkan smartphone terbarunya, POVA 8 5G, yang membawa gebrakan di segmen entry-level hingga mid-range. Perangkat ini hadir dengan baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, serta sejumlah fitur kecerdasan buatan (AI) yang praktis untuk pengguna sehari-hari.

Peluncuran ini menegaskan komitmen TECNO dalam menghadirkan inovasi teknologi yang terjangkau, terutama bagi pasar berkembang. Dengan baterai 8.000 mAh, POVA 8 5G diklaim mampu bertahan hingga beberapa hari dalam pemakaian normal, menjadikannya salah satu smartphone dengan kapasitas baterai terbesar di kelasnya.

Layar 144Hz yang disematkan juga menjadi nilai tambah, memberikan pengalaman visual yang lebih mulus saat bermain game atau men-scroll media sosial. TECNO POVA 8 5G ini merupakan penerus dari seri POVA sebelumnya yang juga dikenal dengan daya tahan baterai dan performa gaming-nya.

Spesifikasi Unggulan dan Fitur AI

POVA 8 5G ditenagai oleh chipset yang mendukung konektivitas 5G, memastikan kecepatan internet yang tinggi untuk streaming dan unduhan. Dari segi memori, perangkat ini dibekali RAM besar dan penyimpanan internal yang lega, cocok untuk menyimpan banyak aplikasi dan file.

Salah satu sorotan utama adalah fitur AI yang dibenamkan. TECNO memperkenalkan EllaClaw Beta, sebuah agen AI bertenaga OpenClaw yang dirancang khusus untuk pasar berkembang. Fitur ini membantu pengguna dalam berbagai tugas, mulai dari asisten virtual hingga optimalisasi performa perangkat.

Tidak hanya itu, POVA 8 5G juga dilengkapi dengan berbagai fitur AI praktis lainnya seperti AI Wallpaper Generator yang memungkinkan pengguna membuat wallpaper unik, serta AI Eraser untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto. Fitur-fitur ini menunjukkan upaya TECNO untuk menghadirkan teknologi canggih yang mudah diakses.

Desain dan Harga

Dari segi desain, TECNO POVA 8 5G mengusung tampilan yang futuristik dan agresif, khas lini POVA. Tersedia dalam beberapa pilihan warna yang menarik, perangkat ini dirancang untuk menarik perhatian generasi muda yang aktif.

Sayangnya, informasi detail mengenai harga dan ketersediaan di Indonesia belum diumumkan secara resmi. Namun, melihat tren seri sebelumnya, POVA 8 5G diprediksi akan dibanderol dengan harga yang kompetitif, tetap berada di segmen entry-level hingga mid-range.

Kehadiran baterai 8.000 mAh menjadi pembeda utama di pasar yang didominasi baterai 5.000 mAh. Ini memberikan nilai jual kuat bagi pengguna yang prioritas utamanya adalah daya tahan baterai, seperti para gamer atau pengguna berat.

TECNO juga tampaknya ingin memperkuat posisinya di ekosistem gaming dengan menghadirkan perangkat ini. Sebelumnya, TECNO telah menggelar turnamen e-sport pertamanya, yang menunjukkan keseriusan mereka di segmen ini. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang E-sport Tournament tersebut.

Selain itu, TECNO juga memiliki lini laptop, seperti Tecno MEGABOOK T1, yang menunjukkan ekspansi mereka di berbagai perangkat elektronik.

POVA 8 5G juga bisa menjadi pesaing bagi merek lain yang merilis ponsel dengan baterai besar, seperti Infinix Hot 60i 5G yang memiliki baterai 6000 mAh.

Dengan kombinasi baterai raksasa, layar 144Hz, dan fitur AI yang praktis, TECNO POVA 8 5G menawarkan paket yang menarik di segmen harganya. Perangkat ini siap memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan performa tangguh tanpa perlu khawatir kehabisan daya.

Samsung Rampungkan One UI 8.5 untuk 44 Perangkat

Telko.id – Samsung resmi menyelesaikan peluncuran pembaruan One UI 8.5 untuk seluruh 44 perangkat yang telah dikonfirmasi sebelumnya. Proses rollout yang berlangsung beberapa bulan terakhir akhirnya mencapai garis akhir pada pekan ini, membawa sejumlah fitur baru dan peningkatan keamanan bagi pengguna Galaxy di seluruh dunia.

Keputusan Samsung untuk merampungkan pembaruan ini menandai babak baru dalam ekosistem perangkat lunaknya. Pembaruan One UI 8.5 sendiri pertama kali diperkenalkan melalui program beta pada awal tahun ini. Beberapa laporan sebelumnya sempat menyinggung penundaan jadwal beta, namun kini perusahaan asal Korea Selatan itu berhasil menuntaskan distribusinya tepat waktu.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laporan Nick Papanikolopoulos pada Sabtu (13/6/2026), Samsung menegaskan bahwa seluruh perangkat yang masuk dalam daftar kompatibel kini telah menerima pembaruan. Daftar tersebut mencakup lini flagship Galaxy S, Galaxy Z, Galaxy A, hingga Galaxy Tab.

Salah satu sorotan utama dalam pembaruan ini adalah integrasi asisten virtual terbaru. Samsung sebelumnya telah memperkenalkan asisten Bixby versi anyar melalui One UI 8.5, yang diklaim mampu memberikan kontrol perangkat lebih intuitif. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan ekosistem Samsung dalam aktivitas sehari-hari.

Selain Bixby, pembaruan ini juga menghadirkan peningkatan pada aspek keamanan dan kemudahan navigasi. Samsung Beta One UI 8.5 sebelumnya memang sudah difokuskan pada dua pilar utama tersebut. Kini, pengguna akhir bisa menikmati hasil pengujian yang telah dilakukan selama fase beta.

Proses rollout yang berlangsung bertahap ini sempat menuai pertanyaan di kalangan pengguna. Beberapa perangkat menerima pembaruan lebih awal, sementara yang lain harus menunggu lebih lama. Namun, Samsung memastikan bahwa tidak ada perangkat yang terlewat dari jadwal distribusi.

Daftar Perangkat yang Mendapatkan Pembaruan

Dari total 44 perangkat yang dikonfirmasi, mayoritas adalah smartphone flagship yang dirilis dalam dua tahun terakhir. Beberapa di antaranya termasuk seri Galaxy S25, Galaxy S26, dan Galaxy Z Fold 6. Samsung juga memasukkan sejumlah perangkat kelas menengah seperti Galaxy A37 dan Galaxy A36.

Menariknya, Samsung juga memberikan pembaruan ini untuk beberapa perangkat yang lebih lawas. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperpanjang dukungan perangkat lunak bagi pengguna setianya. Sebagai perbandingan, beberapa merek lain masih membatasi pembaruan besar hanya untuk perangkat yang berusia maksimal dua tahun.

Bagi pengguna Galaxy A37, pembaruan ini menjadi kabar baik. Sebelumnya, perangkat ini sudah dikenal dengan kemampuan Nightography-nya yang mumpuni. Dengan One UI 8.5, pengalaman fotografi malam hari diprediksi semakin optimal berkat peningkatan algoritma pemrosesan gambar.

Fitur Unggulan One UI 8.5

Pembaruan ini membawa sejumlah fitur baru yang patut dicatat. Pertama, peningkatan pada antarmuka pengguna yang lebih bersih dan responsif. Samsung juga menyematkan mode hemat daya yang lebih cerdas, mampu memperpanjang masa pakai baterai hingga 15 persen dalam pengujian internal.

Kedua, fitur keamanan yang diperkuat dengan Knox Matrix terbaru. Sistem ini memberikan perlindungan berlapis untuk data pengguna, termasuk enkripsi end-to-end untuk aplikasi perpesanan bawaan Samsung. Fitur ini menjadi jawaban atas meningkatnya kekhawatiran pengguna terhadap privasi data.

Ketiga, integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem Galaxy. Pengguna kini bisa menghubungkan perangkat Galaxy mereka dengan lebih mulus, termasuk berbagi file, notifikasi, dan kontrol perangkat dari satu hub.

Samsung juga menyertakan pembaruan pada aplikasi Phone bawaan. Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Samsung One UI 9 akan membawa fitur yang paling diinginkan pengguna ke aplikasi Phone. Meski One UI 9 masih dalam tahap pengembangan, One UI 8.5 sudah memberikan gambaran awal tentang arah pengembangan antarmuka Samsung.

Bagi pengguna yang belum menerima notifikasi pembaruan, Samsung menyarankan untuk memeriksa secara manual melalui menu Pengaturan > Pembaruan Perangkat Lunak > Unduh dan Instal. Proses pembaruan membutuhkan ruang penyimpanan sekitar 2-3 GB serta koneksi Wi-Fi yang stabil.

Sementara itu, Samsung juga dikabarkan tengah mempersiapkan One UI 9 yang akan hadir pada akhir tahun ini. Beberapa bocoran menyebutkan bahwa pembaruan besar berikutnya akan membawa perubahan signifikan pada desain dan fungsionalitas. Namun, untuk saat ini, pengguna bisa menikmati dukungan penuh dari One UI 8.5.

Dengan rampungnya rollout ini, Samsung menegaskan posisinya sebagai salah satu produsen yang paling konsisten dalam hal pembaruan perangkat lunak. Langkah ini juga menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mempertimbangkan membeli perangkat Galaxy, terutama dari segi dukungan jangka panjang.

Apple Siapkan iOS untuk iPhone Lipat, Rilis 2027?

Telko.id – Apple dikabarkan tengah mempersiapkan sistem operasi iOS secara diam-diam untuk perangkat lipat pertamanya, yang disebut-sebut akan hadir dengan nama iPhone Ultra. Langkah ini menjadi sinyal paling konkret bahwa raksasa teknologi asal Cupertino itu serius memasuki pasar ponsel lipat.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal yang dekat dengan pengembangan perangkat lunak Apple. Mereka menyebutkan bahwa kode-kode terkait mekanisme lipat dan antarmuka adaptif sudah mulai muncul di dalam build iOS terbaru yang digunakan oleh tim pengembang internal.

“Apple sedang mempersiapkan perubahan fundamental pada iOS untuk mengakomodasi perangkat dengan layar yang bisa dilipat. Ini bukan sekadar percobaan, tapi sudah masuk tahap pengembangan serius,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar setia Apple yang sudah lama menantikan kehadiran iPhone lipat. Selama ini, Apple terlihat begitu hati-hati dan cenderung lambat dalam merespons tren ponsel lipat yang sudah lebih dulu digarap oleh kompetitor seperti Samsung dan Huawei.

Menurut sumber yang sama, Apple menargetkan perangkat ini bisa dirilis pada tahun 2027. Namun, jadwal tersebut masih bisa berubah tergantung pada kesiapan teknologi dan rantai pasokan. Sebelumnya, beredar kabar bahwa produksi percobaan untuk komponen layar lipat sudah dimulai.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Apple adalah menciptakan layar lipat yang benar-benar mulus tanpa lipatan (crease) yang terlihat. Seperti yang pernah dilaporkan sebelumnya, Apple sempat gagal mewujudkan target tersebut dalam beberapa iterasi awal. Kini, mereka disebut-sebut telah menemukan solusi material baru yang lebih tahan lama.

Perangkat yang rencananya akan diberi nama iPhone Ultra ini diperkirakan akan membawa sejumlah perubahan besar. Salah satu yang paling mencolok adalah kemungkinan ditinggalkannya sistem Face ID. Sebagai gantinya, Apple dikabarkan akan mengintegrasikan sensor sidik jari (Touch ID) ke dalam tombol daya. Informasi ini sejalan dengan laporan sebelumnya bahwa iPhone lipat Apple akan menggunakan Touch ID, bukan Face ID.

Keputusan untuk beralih ke Touch ID diyakini karena pertimbangan desain. Menempatkan modul Face ID yang kompleks di perangkat lipat akan sangat menantang dan bisa menambah ketebalan perangkat secara signifikan. Touch ID di tombol daya dianggap sebagai solusi yang lebih praktis dan elegan.

Selain perubahan pada sistem keamanan, iPhone Ultra juga digadang-gadang akan membawa lompatan besar di sektor kamera. Beberapa sumber meyakini Apple sedang menguji sensor 200MP untuk perangkat ini. Meskipun ada kemungkinan sensor tersebut belum siap untuk iPhone 18 Pro, sensor 200MP bisa menjadi fitur andalan yang membedakan iPhone Ultra dari lini iPhone reguler.

Dari segi desain, iPhone Ultra diprediksi akan mengusung konsep layar penuh tanpa bezel (true full-screen). Ini berarti Apple harus menyembunyikan kamera depan dan berbagai sensor di bawah layar. Teknologi ini memang sudah mulai diterapkan oleh beberapa vendor Android, namun Apple diharapkan bisa menghadirkan implementasi yang lebih matang.

Spesifikasi dan Harga yang Dinantikan

Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor yang beredar cukup konsisten. iPhone Ultra diperkirakan akan hadir dengan layar utama berukuran sekitar 7,5 inci saat dibuka, dan layar sekunder di bagian luar sekitar 5,5 inci saat dilipat. Ini akan menempatkannya sebagai pesaing langsung Galaxy Z Fold series dari Samsung.

Soal harga, tentu saja tidak akan murah. Beberapa analis memprediksi iPhone Ultra akan dibanderol mulai dari USD 1.999 atau sekitar Rp 30 jutaan. Harga ini sejalan dengan strategi Apple yang memposisikan perangkat ini sebagai produk premium tertinggi, di atas lini iPhone Pro Max.

Bocoran spesifikasi lain yang sempat terungkap mencakup detail ukuran layar, sensor sidik jari, dan kamera. Seperti yang pernah kami laporkan, bocoran iPhone lipat sebelumnya sudah memberikan gambaran yang cukup jelas tentang apa yang bisa diharapkan konsumen.

Apple dikenal sebagai perusahaan yang tidak terburu-buru merilis produk baru. Mereka lebih memilih menunggu hingga teknologi dianggap matang dan siap memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Pendekatan ini terbukti sukses dengan iPhone, iPad, dan Apple Watch.

Namun, di segmen ponsel lipat, kelambatan Apple bisa menjadi bumerang. Pasar ponsel lipat sudah tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Samsung, misalnya, sudah berada di generasi kelima untuk lini Galaxy Z Fold-nya. Huawei dan Oppo juga terus berinovasi dengan desain yang semakin tipis dan ringan.

Implikasi bagi Pasar dan Pengguna

Kehadiran iPhone Ultra bisa menjadi katalis yang mendorong adopsi ponsel lipat secara lebih masif. Selama ini, salah satu hambatan utama adalah harga yang tinggi dan kekhawatiran akan durabilitas. Jika Apple berhasil menghadirkan perangkat lipat yang kokoh dengan ekosistem iOS yang mulus, ini bisa mengubah persepsi publik.

Para pengembang aplikasi juga akan diuntungkan. Dengan adanya perangkat lipat dari Apple, mereka akan termotivasi untuk mengoptimalkan aplikasi agar bisa berjalan dengan baik di berbagai form factor layar. Ini akan memperkaya pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Di sisi lain, kabar penundaan hingga 2027 menunjukkan bahwa Apple masih menghadapi tantangan teknis yang tidak mudah. Penundaan iPhone lipat Apple hingga 2027 dengan produksi terbatas mengindikasikan bahwa perusahaan ini tidak mau mengambil risiko dengan kualitas.

Yang jelas, persiapan iOS untuk perangkat lipat adalah langkah paling konkret yang pernah dilakukan Apple. Ini bukan lagi sekadar rumor atau paten yang didaftarkan, melainkan pengembangan perangkat lunak yang nyata. Tim pengembang internal Apple sudah bekerja untuk memastikan bahwa transisi ke perangkat lipat berjalan semulus mungkin.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, tampaknya Apple benar-benar serius menghadirkan iPhone lipat. Meski harus menunggu hingga 2027, janji akan sebuah perangkat revolusioner dengan ekosistem iOS yang matang membuat penantian ini terasa sepadan.

Ke depannya, kita bisa berharap lebih banyak bocoran akan muncul seiring semakin dekatnya jadwal produksi. Yang pasti, persaingan di pasar ponsel lipat akan semakin menarik dengan masuknya pemain sekaliber Apple.

Honor X80 Pro Max Tawarkan Baterai 11.000mAh Jumbo

Telko.id – Honor akhirnya mengonfirmasi tanggal peluncuran smartphone terbarunya, Honor X80 Pro Max, yang akan hadir di China pada 22 Juni. Kabar ini diumumkan langsung melalui akun Weibo resmi Honor, sekaligus membuka masa pemesanan awal di toko online mereka.

Yang langsung mencuri perhatian adalah spesifikasi baterainya yang luar biasa besar. Honor memastikan X80 Pro Max akan dibekali baterai berkapasitas 11.000 mAh, sebuah angka yang belum pernah ada di ponsel flagship sebelumnya. Dengan kapasitas sebesar itu, ponsel ini juga mendukung pengisian cepat 90W dan pengisian balik kabel 27W, yang memungkinkannya berfungsi sebagai powerbank darurat.

“Baterai 11.000 mAh di Honor X80 Pro Max adalah lompatan besar di industri. Ini bukan sekadar ponsel, tapi juga solusi daya untuk perangkat lain,” tulis Honor dalam unggahan resminya.

Selain baterai, Honor juga mengungkap desain dan pilihan warna perangkat ini. X80 Pro Max akan tersedia dalam empat varian warna: Lightning Red, Moon White, Vitality Orange, dan Xuanjia Black. Desainnya mengusung bahasa estetika modern dengan modul kamera melingkar yang khas.

Dari bocoran yang beredar, Honor X80 Pro Max akan mengusung layar 6,8 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 10.000 nits. Angka ini sangat tinggi dan menjanjikan pengalaman visual yang luar biasa, bahkan di bawah sinar matahari langsung. Ponsel ini juga dikabarkan akan ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 5 dan kamera utama 50MP.

Fitur lain yang diharapkan hadir mencakup ketahanan air dan debu penuh, serta sistem keamanan biometrik setara flagship. Honor tampaknya ingin memposisikan X80 Pro Max sebagai ponsel dengan daya tahan baterai terbaik di kelasnya.

Baterai 11.000 mAh memang menjadi daya tarik utama. Dengan kapasitas ini, pengguna bisa menggunakan ponsel secara intensif selama berhari-hari tanpa perlu mengisi daya. Fitur pengisian balik 27W juga menjadi nilai tambah, karena bisa mengisi daya perangkat lain seperti TWS atau smartwatch dengan cepat.

Bocoran spesifikasi lain menyebutkan bahwa Honor X80 Pro Max akan memiliki layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz. Layar 6,8 inci ini juga diklaim mampu menampilkan warna yang akurat dan kontras yang dalam. Untuk sektor fotografi, kamera utama 50MP kemungkinan akan didukung oleh sensor ultra-wide dan makro.

Honor juga dikabarkan akan menyematkan prosesor Snapdragon 6 Gen 5 yang hemat daya. Chipset ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi energi, sangat cocok dengan baterai besar yang dimiliki ponsel ini.

Dari segi keamanan, Honor X80 Pro Max diperkirakan akan memiliki pemindai sidik jari dalam layar dan pengenalan wajah. Fitur ini memastikan data pengguna tetap aman, sekaligus memberikan kemudahan akses.

Pasar smartphone China memang sangat kompetitif, terutama di segmen flagship. Honor mencoba membedakan diri dengan fokus pada daya tahan baterai ekstrem, sesuatu yang jarang menjadi prioritas pabrikan lain. Dengan baterai 11.000 mAh, X80 Pro Max bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang sering bepergian atau bekerja di lapangan.

Meski belum ada informasi resmi mengenai harga, Honor diperkirakan akan membanderol ponsel ini di kisaran menengah atas. Hal ini sejalan dengan strategi mereka untuk menawarkan fitur flagship dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagi penggemar teknologi di Indonesia, kehadiran Honor X80 Pro Max di China bisa menjadi indikasi awal apakah ponsel ini akan masuk ke pasar global. Biasanya, Honor merilis varian global beberapa bulan setelah peluncuran di China.

Peluncuran Honor X80 Pro Max pada 22 Juni nanti akan menjadi momen penting bagi perusahaan. Dengan spesifikasi baterai yang revolusioner, Honor berpotensi mengubah persepsi pasar tentang ponsel flagship. Jika bocoran spesifikasi terbukti akurat, ponsel ini bisa menjadi salah satu perangkat paling menarik tahun ini.

Sementara itu, persaingan di segmen baterai besar juga semakin ketat. Beberapa pabrikan lain seperti Xiaomi dan vivo juga merilis ponsel dengan kapasitas baterai di atas 7.000 mAh. Namun, Honor X80 Pro Max dengan 11.000 mAh jelas berada di level yang berbeda.

Honor juga membuka reservasi awal melalui toko online resmi mereka. Ini menunjukkan bahwa permintaan untuk ponsel ini sudah cukup tinggi. Pengguna yang memesan lebih awal kemungkinan akan mendapatkan bonus atau diskon khusus.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, Honor X80 Pro Max siap menjadi primadona baru di pasar smartphone. Baterai raksasa, layar super terang, dan desain premium menjadi kombinasi yang sulit ditolak.

Kita tunggu saja tanggal 22 Juni untuk melihat secara resmi kemampuan penuh dari Honor X80 Pro Max. Apakah baterai 11.000 mAh benar-benar bisa menjadi game changer? Waktu yang akan menjawab.

Huawei Hadirkan HarmonyOS 7 dan AI Agentik

Telko.id – Huawei resmi meluncurkan HarmonyOS 7 dalam ajang developer conference di China, hari ini. Sistem operasi anyar ini hadir dengan antarmuka bergaya Liquid Glass yang terinspirasi dari Apple, serta integrasi kecerdasan buatan yang lebih dalam.

HarmonyOS 7 akan tersedia di berbagai perangkat Huawei, mulai dari ponsel pintar, tablet, komputer, perangkat wearable, hingga perangkat IoT. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada tampilan lock screen yang mampu mengubah pemandangan menjadi efek 3D.

“Sistem UI seperti slider dan tombol kini tampak lebih mengilap seperti kaca,” demikian pernyataan Huawei dalam konferensi tersebut. Perusahaan juga menekankan kehadiran “agentic AI” yang tertanam langsung di asisten virtual mereka.

Asisten ini kini mendukung lebih banyak perintah dalam aplikasi dan dapat menyelesaikan lebih banyak permintaan pengguna dibandingkan asisten AI pada umumnya. Huawei mengklaim bahwa HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0 menghadirkan “intent as a service” dengan tingkat keberhasilan eksekusi tugas mencapai “lebih dari 90 persen”.

Di sektor fotografi, HarmonyOS 7 juga membawa opsi pengeditan foto berbasis AI yang baru. Selain itu, Huawei menjanjikan peningkatan performa sebesar 15 persen dibandingkan HarmonyOS 6.1, terutama dalam peluncuran aplikasi dan bermain game.

Huawei telah membuka beta developer HarmonyOS 7 hari ini untuk ponsel pintar yang memenuhi syarat. Versi final dari pembaruan ini dijadwalkan rilis pada musim gugur mendatang.

Fitur Unggulan HarmonyOS 7

HarmonyOS 7 membawa sejumlah perubahan signifikan pada antarmuka pengguna. Efek kaca yang mengingatkan pada desain Liquid Glass milik Apple menjadi salah satu ciri khas utama. Elemen sistem seperti penggeser volume dan tombol interaktif kini memiliki tampilan transparan dan reflektif.

Fitur lock screen 3D menjadi sorotan tersendiri. Pengguna dapat mengubah pemandangan atau foto favorit menjadi efek tiga dimensi yang hidup. Ini memberikan pengalaman visual yang lebih imersif setiap kali pengguna membuka kunci perangkat.

Di sisi kecerdasan buatan, Huawei memperkenalkan HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0. Kerangka kerja ini memungkinkan asisten virtual memahami “niat” pengguna dan mengeksekusi tugas secara otomatis. Huawei mengklaim tingkat keberhasilan eksekusi tugas mencapai lebih dari 90 persen.

Bagi pengguna yang gemar fotografi, fitur AI photo editing baru akan sangat membantu. Alat pengeditan ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyempurnakan hasil jepretan secara otomatis.

Ketersediaan dan Perangkat yang Didukung

Huawei mengonfirmasi bahwa HarmonyOS 7 akan merambah seluruh lini produk mereka. Mulai dari ponsel flagship hingga perangkat wearable dan IoT. Perusahaan juga terus mendorong pengembang untuk menciptakan aplikasi native di ekosistem ini.

Bagi pengguna yang penasaran dengan ekosistem HarmonyOS, Huawei sebelumnya telah merilis beberapa perangkat menarik. Misalnya, laptop lipat pertama dengan HarmonyOS PC yang cukup inovatif. Selain itu, tablet terbaru mereka juga sudah mengadopsi HarmonyOS 3.0.

Beta developer HarmonyOS 7 sudah bisa diakses hari ini. Huawei mengundang para pengembang untuk mulai menguji dan mengoptimalkan aplikasi mereka. Versi final akan dirilis pada musim gugur 2026.

Dengan jadwal rilis yang mirip dengan Apple, Huawei tampaknya memang sengaja mengadopsi strategi peluncuran yang serupa. Mulai dari desain UI hingga pengumuman beta dan rilis final, semuanya mengikuti pola yang sudah dikenal.

Meski demikian, Huawei tetap menawarkan diferensiasi melalui ekosistem perangkat yang lebih luas. Integrasi antara ponsel, tablet, laptop, dan perangkat IoT menjadi nilai jual utama HarmonyOS.

Bagi pengguna setia Huawei, pembaruan ini tentu menjadi kabar baik. Performa yang lebih cepat dan fitur AI yang lebih cerdas akan meningkatkan produktivitas sehari-hari. Apalagi dengan dukungan aplikasi native yang semakin berkembang.

Huawei juga terus mengajak pengembang untuk berpartisipasi. Seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, ajakan untuk menciptakan aplikasi native menjadi kunci sukses ekosistem HarmonyOS.

Sementara itu, pengguna yang menantikan perangkat flagship terbaru bisa menyimak bocoran spesifikasi Mate X7 yang kabarnya akan rilis November mendatang.

Bagi yang membutuhkan perangkat audio, HUAWEI FreeBuds 7i juga sudah hadir dengan fitur ANC super dan baterai panjang.

HarmonyOS 7 menandai langkah maju Huawei dalam menciptakan ekosistem perangkat lunak yang mandiri. Dengan antarmuka yang lebih modern dan kecerdasan buatan yang lebih matang, sistem operasi ini siap bersaing di pasar global.

Para pengguna dan pengembang kini memiliki waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan diri menyambut versi final yang akan hadir pada musim gugur 2026.