spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 6

OpenSignal: Peta Pasar Broadband Indonesia, Siapa Terbaik?

Telko.id – Laporan terbaru OpenSignal mengungkap peta persaingan layanan broadband tetap di Indonesia.

Meski Telkomsel melalui IndiHome masih mendominasi, sejumlah operator mulai menunjukkan taringnya dengan menawarkan layanan berbasis serat optik dan teknologi baru.

Laporan yang menganalisis data pengguna selama 90 hari sejak 1 Januari 2026 ini membandingkan delapan penyedia layanan internet (ISP) fixed-line utama.

Mereka adalah Biznet Home, CBN, Icon Plus, IndiHome, Indosat HiFi, MyRepublic, Oxygen.id, dan XL Home. Analisis mencakup lima indikator utama: Konsistensi Kualitas, kecepatan Unduh, kecepatan Unggah, Pengalaman Video, dan Pengalaman Keandalan.

“Pasar broadband tetap di Indonesia masih sangat terkonsentrasi, dengan Telkomsel sebagai operator incumbent yang menguasai sebagian besar koneksi broadband tetap,” tulis OpenSignal dalam laporannya.

Melalui merek IndiHome dan Orbit, Telkomsel mempertahankan jangkauan wilayah dan cakupan populasi terluas.

Namun, penyedia layanan yang lebih kecil terus berkembang. Penetrasi broadband di Indonesia perlahan meningkat, mencapai hampir 25% per Desember 2025.

Artinya, masih ada ruang signifikan untuk ekspansi. Pasar juga bergeser cepat ke arah serat optik, yang kini mencakup lebih dari 90% koneksi broadband tetap. Sementara itu, xDSL dan kabel terus kehilangan pangsa pasar.

Keterjangkauan dan aksesibilitas masih menjadi hambatan utama. Hal ini mendorong inisiatif dari sektor publik dan swasta untuk memperluas jangkauan.

Salah satu contohnya adalah Internet untuk Rakyat, yang menyediakan layanan 100 Mbps dengan biaya terjangkau.

Surge dan MyRepublic, yang berhasil memperoleh lisensi regional di frekuensi 1,4 GHz, kini bersiap meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA).

Surge telah meluncurkan layanannya dengan kecepatan hingga 100 Mbps seharga Rp100.000 per bulan, termasuk kuota data tak terbatas dan modem gratis.

MyRepublic juga meluncurkan layanan 5G FWA-nya dengan merek MyRepublic Air, dimulai dari Jakarta dan menargetkan Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Seiring rencana peluncuran 5G FWA dan merger dengan Moratelindo yang memiliki merek Oxygen.id, MyRepublic berupaya mempercepat ekspansi nasional.

Sementara itu, Telkomsel berencana mengkonsolidasikan aset serat optik milik BUMN, termasuk Icon Plus, untuk memperkuat InfraNexia sebagai pusat bisnis infrastruktur serat optik.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan masih menjadi kendala penyebaran jaringan broadband kabel tetap, terutama di pedesaan.

Hal ini membuka peluang bagi teknologi alternatif. Penyedia layanan satelit seperti Starlink semakin populer, menarik pengguna di daerah pedesaan dan perkotaan.

Lintasarta, anak perusahaan Indosat Ooredoo Hutchison, melaporkan pertumbuhan lebih dari lima kali lipat dalam implementasi Starlink pada 2025.

OpenSignal mengukur pengalaman nyata pengguna broadband kabel, terlepas dari paket yang dibeli. Karakteristik paket seperti tingkatan kecepatan atau batas data sangat bervariasi antar penyedia. Pengukuran ini menangkap pengalaman dunia nyata, termasuk pengaruh router yang digunakan.

Laporan ini memberikan gambaran jelas tentang peta persaingan broadband di Indonesia. Dengan penetrasi yang masih rendah dan pergeseran ke serat optik, persaingan diprediksi akan semakin ketat. Kehadiran Starlink Diserbu pengguna menambah dinamika baru di pasar.

Sementara itu, inisiatif pemerintah seperti Peta Jalan IPv6 diharapkan dapat mendukung perkembangan infrastruktur digital nasional. Di sisi lain, pertumbuhan pasar IoT yang mencapai Rp673 triliun juga menjadi pendorong investasi di sektor konektivitas.

Para pengamat menilai, keberhasilan operator kecil seperti Surge dan MyRepublic dalam mengadopsi teknologi 5G FWA bisa menjadi game changer. Mereka menawarkan alternatif yang lebih murah dan mudah diakses dibandingkan jaringan kabel tradisional. Hal ini penting untuk menjangkau wilayah yang selama ini sulit dilayani oleh operator besar.

Dengan segala dinamika ini, konsumen Indonesia diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan layanan broadband berkualitas. Persaingan harga dan inovasi layanan diprediksi akan terus berlanjut, seiring dengan upaya semua pihak untuk meningkatkan penetrasi internet di tanah air. (Icha)

Altos Hadirkan Solusi Infrastruktur AI Terintegrasi untuk Perusahaan

Telko.id – Di tengah pesatnya transformasi digital di berbagai sektor, Altos, penyedia solusi infrastruktur enterprise dari Acer Group, memperkuat komitmennya dengan menghadirkan portofolio solusi komprehensif dan terintegrasi.

Perusahaan yang didirikan pada 2017 ini menawarkan fondasi komputasi yang andal, scalable, dan siap menjawab kebutuhan komputasi modern, mulai dari server AI, workstation, thin client, interactive flat panel, solusi keamanan, hingga platform Big Data.

Riko Gunawan, Products and Solutions Director Acer Indonesia, mengatakan Altos hadir untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital yang aman dan andal.

“Setiap solusi server dan infrastruktur yang kami hadirkan, dirancang untuk menghadirkan performa optimal, stabilitas jangka panjang, serta fleksibilitas untuk kebutuhan sektor strategis seperti perbankan, industri, komersial, hingga pemerintahan,” jelasnya.

“Melalui portofolio solusi Altos yang lengkap, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar infrastruktur IT. Altos membawa fondasi komputasi AI yang terintegrasi, aman, dan siap digunakan oleh organisasi di berbagai skala. Kehadiran pusat inovasi seperti Altos Lab, juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap solusi dapat diuji dan disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambah Riko.

Platform AI untuk Percepat Adopsi

Altos menghadirkan solusi AI terintegrasi yang menggabungkan hardware dan software dalam satu ekosistem komputasi yang efisien, fleksibel, dan aman. Pendekatan end-to-end ini memungkinkan organisasi tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempercepat proses adopsi AI secara lebih praktis dan terukur.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Altos melengkapi ekosistemnya dengan platform AI yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan sumber daya sekaligus mempercepat inovasi, yakni melalui kehadiran Altos aiGeni dan Altos aiWorks.

Altos aiGeni merupakan platform terintegrasi dengan Altos BrainSphere™ workstation yang menghadirkan kemudahan implementasi dengan proses instalasi hanya dalam waktu kurang dari satu menit tanpa konfigurasi tambahan.

Fitur Automatic Snapshot memungkinkan pencadangan otomatis setiap 15/30/60 menit dengan rollback satu klik, sementara Real-Time Resource Panel memberikan visibilitas penuh terhadap penggunaan CPU, GPU, memori, storage, dan jaringan.

Berbagai tools AI seperti JupyterLab, VS Code, TensorBoard, Ollama, Automatic1111, hingga WhisperUI dapat diakses melalui satu portal berbasis web yang responsif.

Sementara itu, Altos aiWorks merupakan platform terintegrasi dengan Altos BrainSphere™ server yang menghadirkan ekosistem AI lebih luas melalui platform manajemen Altos Accelerator Resource Manager (AARM).

Platform ini memungkinkan pengelolaan sumber daya komputasi secara efisien sekaligus menyediakan berbagai tools AI siap pakai untuk mendukung pengembangan dan deployment.

Altos BrainSphere™ Series untuk Beban Kerja Kritikal

Altos BrainSphere™ Series menghadirkan solusi server berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja kritikal. Didukung prosesor Intel® Xeon® dan AMD EPYC™, seri ini menawarkan fleksibilitas konfigurasi serta skalabilitas tinggi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Edge & Cloud Computing, virtualisasi, database, Big Data Analytics, High Performance Computing (HPC), hingga workload AI.

Untuk kebutuhan komputasi akselerasi tingkat lanjut, Altos menghadirkan solusi enterprise berbasis GPU diantaranya Altos BrainSphere™ R680 F7, Altos BrainSphere™ R380 F7, dan Altos BrainSphere™ R785 F6.

Seluruh solusi ini dikembangkan dengan fokus pada keamanan berlapis, performa tinggi, serta kemudahan implementasi, sehingga mampu memastikan operasional yang optimal dan berkelanjutan bagi berbagai sektor industri.

Perkembangan infrastruktur AI berevolusi menjadi semakin vital bagi dunia usaha. Altos berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem AI dan Cloud yang mendorong inovasi, efisiensi operasional, serta daya saing jangka panjang bagi dunia usaha dan institusi di Indonesia.

Dukungan Altos Lab dan Ekosistem Distribusi

Altos Lab berperan sebagai pusat edukasi dan pengalaman langsung (hands-on) untuk memastikan kesiapan implementasi solusi AI dan cloud secara nyata, mulai dari pengelolaan data, keamanan sistem, hingga keberlangsungan operasional jangka panjang. Pusat inovasi ini memungkinkan setiap solusi diuji dan disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk memperluas jangkauan pasar di Indonesia, Altos menjalin kemitraan strategis dengan Synnex Metrodata Indonesia (SMI) dan PT ECS Indojaya (ECS).

Kolaborasi ini memastikan ketersediaan produk, dukungan teknis yang komprehensif, distribusi yang luas, serta layanan optimal bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

Selain itu, produk Altos juga telah memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP), memperkuat posisinya sebagai mitra infrastruktur terpercaya bagi sektor strategis nasional. Hal ini sejalan dengan upaya perkuatan fondasi digital yang terus dilakukan di Indonesia.

Riko menambahkan, bersama dukungan mitra distribusi, Altos memastikan solusinya dapat diakses lebih luas oleh pasar Indonesia.

“Altos berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem AI dan Cloud yang mendorong inovasi, efisiensi operasional, serta daya saing jangka panjang bagi dunia usaha dan institusi di Indonesia,” pungkasnya.

Dengan portofolio yang mencakup server AI, workstation, thin client, interactive flat panel, solusi keamanan, hingga platform Big Data, Altos siap mendukung berbagai skenario bisnis.

Seluruh solusi ini dirancang untuk menghadirkan performa optimal, stabilitas jangka panjang, serta fleksibilitas untuk kebutuhan sektor strategis seperti perbankan, industri, komersial, hingga pemerintahan.

Kehadiran Altos di Indonesia menjadi bagian dari ekosistem kemitraan strategis infrastruktur AI yang semakin berkembang. Perusahaan ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar Tanah Air. (Icha)

Samsung Luncurkan MicroSD T7 dan T9, Ini Harga dan Spesifikasinya

Telko.id – Samsung Electronics resmi meluncurkan kartu microSD T7 dan T9 terbaru pada 28 April 2026.

Produk anyar ini memperkuat lini penyimpanan eksternal Samsung dengan struktur penamaan yang lebih intuitif dan desain yang disempurnakan.

Kedua kartu microSD ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam pengguna, mulai dari gamer kasual hingga kreator profesional.

Samsung juga memperbarui penamaan produk untuk memudahkan konsumen memilih kartu yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

Kartu microSD T7 dan T9 terbaru menawarkan fleksibilitas dan pilihan yang lebih luas bagi pengguna dengan kebutuhan data yang terus berkembang.

Kartu microSD T7 hadir sebagai solusi penyimpanan tambahan untuk penggunaan sehari-hari. Produk ini menyasar gamer kasual, kreator yang sedang berkembang, serta pengguna sehari-hari yang terus menambah data di berbagai perangkat mereka.

Content image for article: Samsung Luncurkan MicroSD T7 dan T9, Ini Harga dan Spesifikasinya

Dengan kapasitas hingga 1TB, microSD T7 menawarkan kecepatan baca hingga 170MB/detik. Produk ini juga memiliki kompatibilitas luas dengan berbagai perangkat seperti smartphone, laptop, tablet, hingga konsol game portabel.

Sementara itu, kartu microSD T9 dirancang untuk pengguna yang membutuhkan performa tanpa kompromi. Target utamanya adalah para gaming enthusiast dan kreator profesional yang menangani file berukuran besar serta workload intensif.

Kecepatan baca microSD T9 mencapai 200MB/detik. Produk ini juga dibekali 6-proof protection untuk keandalan dan kompatibilitas luas, terutama pada perangkat berperforma tinggi seperti drone dan action camera.

Peluncuran ini juga menandai rebranding portofolio penyimpanan eksternal Samsung. Lini microSD sebelumnya yang mencakup EVO Plus, PRO Plus, dan PRO Ultimate kini disederhanakan menjadi jajaran produk yang lebih ringkas.

Huruf “T” pada produk ini merepresentasikan Trustworthiness (kepercayaan), sementara “P” melambangkan Peace of Mind (ketenangan). Penamaan baru ini diharapkan memberikan kejelasan kepada konsumen dalam memilih produk secara lebih intuitif.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

Samsung membanderol kartu microSD T7 dengan harga mulai dari Rp892.657 untuk model 128GB. Varian 256GB dibanderol Rp1.422.672, varian 512GB seharga Rp2.817.448, dan model 1TB dijual Rp5.634.896.

Untuk kartu microSD T9, harga retail yang direkomendasikan mulai dari Rp1.115.821 untuk varian 128GB. Varian 256GB dijual Rp1.757.418, sementara model 512GB dibanderol Rp3.542.731.

Kedua produk ini dijadwalkan tersedia di Indonesia mulai 5 Mei 2026. Konsumen bisa mendapatkannya di Samsung Memory Certified Stores di berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, serta toko elektronik terpilih.

Sebagai bagian dari promo 5.5, setiap pembelian kartu MicroSD T9 akan mendapatkan gratis JUNO Blindbox eksklusif. Paket bonus ini merupakan action figure edisi khusus yang melambangkan semangat dalam menyimpan kenangan, selama persediaan masih ada.

Spesifikasi Lengkap

Kedua kartu microSD ini menggunakan form factor microSDXC. Kartu microSD T7 tersedia dalam kapasitas 128GB, 256GB, 512GB, dan 1TB, sementara microSD T9 hadir dalam varian 128GB, 256GB, dan 512GB.

Dari segi kecepatan, microSD T7 menawarkan kecepatan baca sekuensial hingga 170MB/detik. Sementara microSD T9 unggul dengan kecepatan baca hingga 200MB/detik dan kecepatan tulis sekuensial hingga 130MB/detik.

Kedua produk memiliki speed class U3, V30, A2, dan Class 10. Dimensi kartu adalah 15 x 11 x 1 mm dengan bobot sekitar 0,25 gram. Samsung memberikan garansi terbatas selama 3 tahun untuk produk ini.

Dengan peluncuran ini, Samsung juga turut memperkenalkan P9 Express, kartu microSD gaming tercepat untuk Switch 2. Ini menunjukkan komitmen Samsung dalam menyediakan solusi penyimpanan untuk berbagai segmen.

Pasar Indonesia sendiri menjadi target utama Samsung. Data menunjukkan ada lebih dari 180 juta pengguna media sosial di Indonesia yang menghabiskan rata-rata 21 jam 50 menit per minggu di berbagai platform.

Hal ini menjadi peluang besar bagi para kreator profesional. Selain itu, influencer marketing diproyeksikan tumbuh sebesar 14,4%, menegaskan semakin besarnya peran kreator dalam membentuk budaya dan aktivitas ekonomi.

Dengan jajaran produk terbaru ini, Samsung berharap dapat memberikan solusi penyimpanan yang andal bagi pengguna di Indonesia, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun workload profesional yang lebih berat.

Bagi pengguna yang ingin upgrade perangkat, Samsung juga baru saja merilis Tablet Sejutaan dengan fitur AI dan Spesifikasi Lengkap Galaxy XCover7 Pro yang bocor ke publik.

(Icha)

Cegah Diintip, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadirkan Privacy Display

Telko.id – Samsung resmi memperkenalkan fitur Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra, sebuah solusi berbasis hardware yang dirancang untuk melindungi privasi layar pengguna dari aksi mengintip di tempat umum.

Fitur ini menjadi jawaban atas meningkatnya risiko shoulder surfing di ruang publik seperti transportasi umum, kafe, dan coworking space yang kerap mengancam data sensitif pengguna.

Di tengah gaya hidup urban yang serba mobile, smartphone telah menjelma menjadi pusat aktivitas digital, mulai dari transaksi perbankan, komunikasi pribadi, hingga akses dokumen kerja.

Namun, kepadatan ruang publik di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung membuat layar ponsel rentan terlihat oleh orang lain. Cukup satu lirikan dari samping, data pribadi seperti kode PIN atau pesan rahasia bisa bocor dalam sekejap.

“Privasi merupakan hak dasar setiap pengguna, terutama di tengah gaya hidup yang semakin mobile dan terkoneksi seperti saat ini. Kami melihat bahwa seringkali aktivitas di ruang publik membuat layar smartphone rentan terlihat oleh orang lain. Melalui Galaxy S26 Ultra dengan Privacy Display, kami ingin memastikan pengguna dapat beraktivitas dengan lebih tenang, aman, dan tetap terlindungi di mana pun,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Teknologi Flex Magic Pixel untuk Perlindungan Maksimal

Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra bukan sekadar filter privasi biasa. Fitur ini didukung oleh teknologi Flex Magic Pixel yang bekerja di tingkat piksel.

Teknologi ini mengatur emisi cahaya secara dinamis, sehingga konten tetap terlihat jernih dari arah depan, namun tersamarkan bagi orang yang melihat dari samping. Berbeda dengan privacy screen konvensional yang sering membuat layar redup, inovasi ini tetap menjaga kualitas visual tanpa kompromi.

Menurut data internal Samsung, risiko layar terlihat orang lain sering terjadi tanpa disadari, mulai dari membalas chat pribadi hingga membuka mobile banking di tempat umum.

Dengan Privacy Display, pengguna dapat tetap produktif tanpa khawatir isi layar terlihat dari samping. Teknologi ini memberikan perlindungan yang lebih cerdas dan praktis dalam berbagai situasi.

Content image for article: Samsung Galaxy S26 Ultra Hadirkan Privacy Display untuk Cegah Layar Diintip

Bagi Anda yang penasaran dengan kemampuan perangkat ini, kami sarankan untuk mencoba Fitur Flagship melalui aplikasi Try Galaxy yang memungkinkan pengalaman langsung di ponsel lama.

Empat Mode Privasi yang Fleksibel

Galaxy S26 Ultra menawarkan empat mode Privacy Display yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pertama, Full Screen Privacy yang membatasi visibilitas hanya dari arah depan, ideal saat membuka email atau dokumen penting di ruang publik.

Kedua, Partial Screen Privacy yang memungkinkan pengguna menyembunyikan aplikasi tertentu seperti chat atau mobile banking tanpa mengganggu tampilan lainnya.

Mode ketiga adalah Perlindungan PIN dan Pola Otomatis yang aktif saat membuka kunci perangkat atau aplikasi sensitif. Terakhir, Maximum Privacy Protection dengan sudut pandang paling sempit untuk kondisi yang membutuhkan perlindungan ekstra.

Seluruh mode ini dapat diakses dengan mudah melalui Quick Panel dalam satu ketukan, tanpa mengganggu kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Fenomena shoulder surfing bukanlah isu baru. Sebuah survei bahkan menunjukkan bahwa Lebih dari Separuh pengguna di Eropa pernah mengintip layar ponsel orang lain di tempat umum. Hal ini menegaskan urgensi perlindungan privasi layar di era digital.

Untuk mengaktifkan Privacy Display, pengguna dapat melakukannya melalui dua cara. Pertama, aktivasi cepat via Quick Panel dengan mengusap layar dari sudut kanan atas dan mengetuk ikon Privacy Display.

Kedua, melalui menu Pengaturan dengan memilih Tampilan (Display) dan mengaktifkan tombol Privacy Display. Pengguna juga dapat mengkustomisasi kondisi aktivasi, seperti saat membuka aplikasi tertentu (Banking, WhatsApp, Galeri) atau saat memasukkan PIN.

Galaxy S26 Ultra telah resmi dirilis dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Sorotan Media dan kreator di kawasan SEAO pun menyoroti keunggulan fitur ini sebagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan privasi modern.

Di era di mana smartphone menyimpan hampir seluruh aspek kehidupan digital, perlindungan layar bukan lagi fitur tambahan, melainkan kebutuhan dasar.

Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra hadir sebagai solusi konkret: teknologi privasi yang bekerja di tingkat piksel, fleksibel sesuai konteks, dan dapat diakses dalam satu sentuhan. Galaxy S26 Ultra tersedia di samsung.com/id dan seluruh authorized retailer Samsung Indonesia. (Icha)

MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

Telko.id – MODENA menghadirkan mesin cuci front load modern yang mengubah cara mencuci pakaian menjadi lebih praktis, cepat, dan hemat.

Dengan fitur unggulan seperti mode pencucian cepat 15 menit dan teknologi sensor pintar, perangkat ini menjawab kebutuhan rumah tangga modern yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan kebersihan.

Setiap pagi, terutama di hari kerja, tumpukan pakaian sering menjadi tantangan tersendiri. Waktu yang terbatas membuat banyak orang mencari solusi mencuci yang efisien.

Mesin cuci front load dari MODENA hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tidak hanya sekadar mencuci, tetapi juga memberikan hasil yang lebih bersih dengan penggunaan air dan listrik yang lebih terkontrol.

Mode Pencucian Cepat 15 Menit

Salah satu fitur yang paling terasa manfaatnya adalah mode pencucian cepat 15 menit. Dalam kondisi tertentu, seperti saat membutuhkan pakaian bersih dalam waktu singkat, fitur ini benar-benar menjadi penyelamat.

Pengguna hanya perlu memasukkan beberapa potong pakaian, menambahkan deterjen, lalu memilih mode InstaClean ’15.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dalam waktu singkat, pakaian sudah bersih dan siap dikeringkan. Fitur ini sangat cocok untuk kebutuhan harian seperti mencuci seragam kerja atau pakaian olahraga yang tidak terlalu kotor. Tidak perlu lagi menunggu lama atau menunda aktivitas lain.

Teknologi MSense untuk Hemat Air dan Listrik

Selain kecepatan, hal lain yang menjadi keunggulan adalah efisiensi penggunaan air dan listrik. Mesin cuci ini dilengkapi sensor pintar MSense yang secara otomatis menyesuaikan jumlah air dan durasi pencucian berdasarkan berat pakaian.

Content image for article: MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

Berdasarkan pengalaman pengguna, konsumsi air menjadi lebih hemat dibandingkan sebelumnya. Teknologi ini juga membuat proses mencuci jadi lebih praktis. Tidak perlu lagi menebak-nebak jumlah air atau memilih pengaturan yang rumit. Cukup satu mode, semuanya berjalan otomatis.

Efisiensi energi menjadi perhatian utama dalam Gaya Hidup Modern saat ini. MODENA menghadirkan solusi yang tidak hanya menghemat sumber daya tetapi juga mengurangi kekhawatiran akan tagihan listrik yang membengkak.

Keunggulan Mesin Cuci Front Load

Berdasarkan pengalaman, mesin cuci front load memang terasa lebih unggul dalam hal efisiensi. Selain hemat air, putaran pencuciannya juga lebih lembut sehingga pakaian tidak cepat rusak. Ini penting, terutama untuk pakaian berbahan halus atau favorit yang sering digunakan.

Mesin cuci front load dari MODENA sudah dilengkapi teknologi EcoMotion™ Inverter yang membuat kinerjanya lebih stabil, minim getaran, dan tentunya lebih hemat energi. Saat digunakan, suara mesin juga relatif lebih halus, sehingga tidak mengganggu aktivitas di rumah.

Tips Menggunakan Mesin Cuci Agar Lebih Hemat

Dari pengalaman sehari-hari, ada beberapa hal penting yang bisa diperhatikan agar penggunaan mesin cuci lebih maksimal dan hemat.

Pertama, pilih kapasitas mesin cuci sesuai kebutuhan. Jangan terlalu besar jika penggunaan harian tidak banyak, karena bisa membuat konsumsi listrik jadi tidak efisien.

Content image for article: MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

Kedua, manfaatkan fitur pencucian cepat untuk kebutuhan ringan. Selain menghemat waktu, fitur ini juga lebih hemat energi.

Ketiga, gunakan mode otomatis seperti MSense agar penggunaan air dan listrik lebih optimal tanpa perlu pengaturan manual.

Terakhir, hindari mencuci dengan beban terlalu sedikit atau terlalu penuh. Keduanya bisa memengaruhi hasil pencucian dan efisiensi mesin.

Investasi Jangka Panjang

Dengan harga yang mulai dari Rp4 jutaan, mesin cuci front load dari MODENA sudah sangat sepadan dengan fitur yang ditawarkan. Apalagi dengan adanya garansi motor hingga 15 tahun dan garansi seumur hidup untuk drum, membuatnya terasa seperti investasi jangka panjang untuk kebutuhan rumah tangga.

Pada akhirnya, mencuci bukan lagi aktivitas yang merepotkan. Dengan teknologi yang tepat, pekerjaan rumah bisa menjadi jauh lebih ringan, cepat, dan efisien. Bagi siapa pun yang memiliki rutinitas padat, memiliki mesin cuci dengan fitur pintar seperti ini bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga kebutuhan.

Mesin cuci front load MODENA dengan fitur InstaClean 15 menit dan sensor MSense menjadi pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan efisiensi waktu dan energi. Dengan garansi panjang dan teknologi inverter, perangkat ini siap menemani aktivitas rumah tangga sehari-hari dengan performa optimal. Kunjungi www.modena.com. (Icha)

Telkom Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Bandung, Sabtu (25/4).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya literasi digital dan kolaborasi untuk mewujudkan ruang digital yang aman bagi generasi muda, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Kehadiran Menkomdigi didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba.

Mereka disambut Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto beserta jajaran. Momentum wisuda ini menjadi titik strategis untuk memperkuat nilai kepemimpinan dan etika digital.

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa lulusan Telkom University tidak hanya dibekali gelar akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menavigasi masa depan digital Indonesia. Ia menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan sesuai PP TUNAS.

“Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai memperluas manfaat teknologi dan memperkuat daya saing bangsa khususnya di bidang digital,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan ruang digital saat ini tidak hanya terkait percepatan teknologi, tetapi juga meningkatnya misinformasi dan risiko di ruang siber. Karena itu, peran generasi muda menjadi sangat penting sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat.

“Perlu saya sampaikan, misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tegas Meutya Hafid.

Sebagai digital telco company terdepan, TelkomGroup turut mendukung penuh implementasi kebijakan pemerintah tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi digital yang aman dan bertanggung jawab.

Telkom juga aktif menghadirkan program edukasi bagi generasi muda mengenai etika bermedia digital dan keamanan siber. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung PP TUNAS. Sejalan dengan itu, Fitur Terbaru dari berbagai platform juga memperkuat ruang aman digital bagi perempuan dan anak.

Yayasan Pendidikan Telkom memiliki peran strategis melalui ekosistem pendidikan terintegrasi, dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yayasan menanamkan fondasi karakter dan literasi digital. Sementara di jenjang tinggi, fokus diarahkan pada pencetakan talenta digital unggul yang siap menjawab kebutuhan industri.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini turut menyampaikan apresiasi terhadap para wisudawan. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan daya juang.

“Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” pungkas Dian.

Telkom University berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Pada kesempatan yang sama, TelkomGroup melalui Telkom University juga menegaskan komitmen dalam membangun ekosistem digital yang aman melalui deklarasi pengembangan Safe-AI yang human-centric.

Inisiatif ini memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menyampaikan deklarasi bahwa Telkom University berdedikasi menciptakan ekosistem digital yang aman melalui inovasi Safe-AI untuk melindungi dan memberdayakan tunas bangsa.

Pada wisuda periode ini, Telkom University melantik 1.502 wisudawan dari program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Pelaksanaan wisuda dalam dua sesi ini menjadi momentum penting mencetak talenta masa depan yang siap menghadapi dinamika global.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, TelkomGroup optimistis penguatan talenta digital akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan. Upaya Edukasi Finansial dan inisiatif serupa juga turut memperkuat literasi digital masyarakat. (Icha)

Rokid AI Glasses Resmi Masuk RI, Ini Kemampuan dan Harganya!

Telko.id – Perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan semakin berkembang di Indonesia dengan hadirnya Rokid AI Glasses.

Rokid, Produsen perangkat wearable asal China, memboyong produk kacamata pintar terbarunya ke Indonesia.

Melansir dari detikINET, Wiranata Mulya, Brand Manager of Rokid Indonesia mengatakan produk ini hadir menawarkan fungsi yang menggabungkan beberapa perangkat sekaligus seperti wireless earbuds, action camera, perekam suara, dan lain-lain dalam satu produk.

“Rokid AI Glasses ini adalah kacamata yang memungkinkan kita mengakses informasi secara langsung tanpa perlu tambahan layar,” kata Wiranata dalam peluncuran produk terbaru Rokid di Jakarta, Senin (27/4/2026).

“Tanpa takut terdistraksi, tanpa kita perlu repot mengambil device dari kantung celana atau mengambil device dari dalam tas. Jadi kacamata Rokid menggabungkan AI dan wearable technology dalam satu ekosistem,” sambungnya.

Baca Juga:

Dari sisi desain, Rokid AI Glasses tampil seperti kacamata biasa dengan bobot ringan sekitar 38–49 gram, sehingga tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.

Namun di balik bentuknya yang sederhana, perangkat ini dibekali berbagai teknologi canggih, termasuk kamera 12 MP yang mengandalkan sensor Sony IMX681, speaker terintegrasi, serta dukungan perintah suara untuk interaksi yang lebih praktis tanpa perlu menyentuh perangkat lain.

Keunggulan utama perangkat ini terletak pada fitur AI yang terintegrasi langsung. Pengguna dapat memanfaatkan asisten virtual, penerjemah bahasa real-time, hingga pengenalan objek secara langsung dari pandangan mata.

Selain itu, kacamata ini juga mampu menampilkan informasi melalui layar micro-LED di lensa, seperti notifikasi, navigasi, hingga teks, sehingga berfungsi layaknya heads-up display dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh fiturnya dapat diakses di aplikasi mobile Hi Rokid menggunakan konektivitas via Bluetooth 5.3.

Kacamata pintar ini menjalankan sistem operasi YodaOS-Master dan diotaki chipset Snapdragon AR1 Gen 1. Terbuat dari material titanium polimer TR90 dan baterai 210 mAh yang dapat bertahan hingga 8-10 jam untuk penggunaan harian.

Rokid AI Glasses sudah tersedia di Indonesia lewat mitra dealer resmi Rokid di Tokopedia, Shopee, Blibli, Erafone, DOSS, dan masih banyak lagi. Kacamata pintar ini dibanderol dengan harga Rp 11.649.000.

Selain AI Glasses, Rokid juga memperkenalkan AI Glasses Neo Style yang hadir tanpa display dan kacamata augmented reality Rokid Max 2 di Indonesia. Harga dan ketersediaan dua perangkat ini akan diumumkan secara terpisah.

Kehadiran kacamata pintar seperti ini menunjukkan arah baru dalam evolusi perangkat digital. AI tidak lagi hanya hadir di smartphone atau laptop, tetapi mulai menyatu langsung dengan perangkat yang dipakai di tubuh.

Jika adopsinya terus berkembang, perangkat seperti Rokid AI Glasses berpotensi menjadi asisten pribadi yang selalu aktif, membantu komunikasi, navigasi, hingga pekerjaan secara real-time tanpa perlu bergantung penuh pada layar ponsel.

XChat Sudah Resmi Rilis Global, Sudah Bisa Dicoba di Indonesia!

Telko.id – Aplikasi pesan instan buatan Elon Musk, XChat, kini resmi diluncurkan secara global dan sudah mulai bisa digunakan di Indonesia, meski masih dalam tahap awal dan terbatas pada perangkat tertentu.

Melansir dari CNN, pada Selasa (28/4), XChat sudah bisa dicoba oleh pengguna di Indonesia, meskipun masih terbatas pada perangkat berbasis iOS.

Kehadirannya di iPhone dan iPad merupakan tahap awal dari ekspansi global X, dengan versi Android yang dikabarkan tengah disiapkan untuk memperluas jangkauan adopsi penggunanya.

XChat hadir sebagai aplikasi mandiri yang sebelumnya merupakan fitur pesan langsung di platform X (Twitter). Kini, layanan tersebut dipisahkan menjadi aplikasi khusus dengan fokus pada komunikasi privat dan keamanan data.

Melansir juga dari Digital Trends, peluncuran XChat ini menandai pergeseran strategi Elon Musk. X tak lagi berambisi memusatkan segala fungsi dalam satu aplikasi.

Sebaliknya, Musk mulai memisahkan fitur inti seperti layanan perpesanan menjadi aplikasi mandiri.

Kehadiran XChat juga menjadi sinyal perang terbuka di pasar pesan instan. X tak lagi puas membayangi WhatsApp atau Telegram, melainkan langsung masuk untuk bersaing dengan dua aplikasi pesan instan tersebut.

Baca Juga:

Berbeda dengan WhatsApp yang mengandalkan nomor telepon, XChat terintegrasi langsung dengan akun X.

Hal ini memungkinkan pengguna terhubung dengan jaringan sosial yang sudah ada tanpa perlu registrasi tambahan, sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis dan cepat.

Bersamaan dengan itu, X dikabarkan tengah merombak struktur platformnya, termasuk memangkas fitur yang kurang optimal seperti ‘Communities’.

Langkah ini mempertegas pergeseran fokus perusahaan ke arah pesan instan dan integrasi kecerdasan buatan (AI).

Aplikasi ini menawarkan alternatif baru dengan fokus pada privasi dan integrasi ekosistem. Namun, kredibilitas keamanan XChat tetap jadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan platform yang sudah mengadopsi enkripsi end-to-end secara menyeluruh.

Peluncuran ini menjadi bagian dari ambisi besar Musk untuk mengembangkan X sebagai “super app”, mirip dengan konsep WeChat di China, yang menggabungkan media sosial, komunikasi, hingga layanan digital dalam satu ekosistem.

Keberhasilan XChat bakal menentukan masa depan platform ini; menjadi pilar utama atau sekadar pelengkap di pasar yang sudah jenuh.

Platform ini tak lagi sekadar ruang untuk mengunggah status, melainkan ambisi besar untuk menjadi pusat percakapan dunia.

Huawei FreeBuds Pro 5 Resmi di Indonesia, Ini Keunggulan nya!

Telko.id – Huawei resmi meluncurkan TWS flagship terbaru, HUAWEI FreeBuds Pro 5, di Indonesia pada 24 April 2026.

Perangkat ini dibanderol dengan harga Rp2.999.000 dan menawarkan kombinasi teknologi peredam bising aktif (ANC) yang andal, kualitas panggilan jernih, serta desain premium untuk menemani mobilitas pengguna modern.

HUAWEI FreeBuds Pro 5 hadir untuk menjawab kebutuhan audio yang beragam dalam satu perangkat, mulai dari commuting di pagi hari, bekerja di lingkungan ramai, hingga menikmati hiburan di waktu senggang.

Dengan dukungan sistem dual-driver dan audio lossless resolusi tinggi, TWS ini menjanjikan pengalaman mendengar yang lebih detail dan imersif.

HUAWEI FreeBuds Pro 5 dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan kualitas audio premium, panggilan jernih, serta kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Perangkat ini juga mendukung konektivitas lintas perangkat dan spatial audio dengan head tracking, menjadikannya pilihan tepat bagi pengguna yang menginginkan performa dan estetika. Tersedia dalam varian warna Sand dan Grey dengan finishing premium berkat Star Oval Design.

Peredam Bising Cerdas untuk Setiap Aktivitas

Salah satu keunggulan utama HUAWEI FreeBuds Pro 5 adalah teknologi Dual Engine AI Noise Cancellation. Sistem ini memadukan low-frequency dynamic driver dan high-frequency planar diaphragm untuk meredam gangguan suara di berbagai spektrum frekuensi secara menyeluruh.

Content image for article: Huawei FreeBuds Pro 5 Resmi di Indonesia, Harga Rp2,9 Juta

Kinerja ANC semakin diperkuat oleh MIMO AI Sensing Model yang mampu memproses noise hingga ratusan ribu kali per detik. Berkat kemampuan ini, sistem dapat beradaptasi secara otomatis terhadap perubahan lingkungan, baik saat berada di stasiun ramai maupun di dalam kendaraan.

Fitur Awareness Mode yang ditingkatkan juga membantu pengguna tetap terhubung dengan lingkungan sekitar tanpa perlu melepas earbuds.

Kualitas Audio dan Panggilan Optimal

HUAWEI FreeBuds Pro 5 menghadirkan karakter suara yang jernih dan kaya detail melalui kombinasi Dual DSP dan DAC dengan sistem dual-driver. Perangkat ini mampu memisahkan frekuensi tinggi dan rendah secara presisi, dengan bass yang dalam dan bertenaga serta treble yang bersih hingga 48 kHz.

Dukungan audio lossless beresolusi tinggi 2,3 Mbps menghadirkan reproduksi suara lebih natural. Pengguna juga dapat menyesuaikan preferensi audio melalui HUAWEI SOUND Effects dengan mode Balanced, Voice, Classical, dan Bass.

Content image for article: Huawei FreeBuds Pro 5 Resmi di Indonesia, Harga Rp2,9 Juta

Untuk kualitas panggilan, TWS ini dibekali kombinasi triple microphone dan bone conduction microphone yang menangkap suara secara akurat.

Teknologi AI Noise Cancellation mampu meredam kebisingan hingga 100 dB atau menghadapi hembusan angin hingga 10 meter per detik, memastikan komunikasi tetap optimal dalam kondisi menantang.

Fitur dual device connection memungkinkan HUAWEI FreeBuds Pro 5 terhubung ke dua perangkat sekaligus dengan perpindahan audio yang mulus.

Pengalaman audio semakin premium berkat spatial audio dan head tracking yang membuat suara bergerak mengikuti arah kepala secara real-time.

Kenyamanan dan Durabilitas Sehari-hari

Desain Ergonomic Secure Fit menjaga earbuds tetap stabil dan pas di telinga, bahkan saat digunakan dalam durasi panjang. Sertifikasi IP57 memberikan perlindungan terhadap debu dan cipratan air, menjadikan perangkat ini andal untuk mobilitas tinggi dalam berbagai kondisi.

Bagi pengguna yang mencari TWS dengan fitur serupa namun harga lebih terjangkau, Huawei FreeBuds SE bisa menjadi alternatif. (Icha)

Acer Hadirkan Predator Helios Neo 16S AI, Laptop Gaming Tipis Rp34 Juta

0

Telko.id – Acer secara resmi memperkenalkan Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51) di Indonesia, sebuah laptop gaming tipis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gamer dan kreator konten.

Perangkat ini mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3 terbaru yang didukung kemampuan AI hingga 50+ TOPS, memungkinkan akselerasi tugas kreatif seperti editing video dan gambar.

Laptop ini ditenagai GPU hingga RTX 5060 115 W, yang diklaim mampu menjalankan game AAA terbaru dengan frame rate stabil tanpa penurunan performa.

Yang menarik, semua spesifikasi tersebut dibalut dalam bodi setipis 18,9 mm, menjadikannya salah satu laptop gaming tertipis di kelasnya.

Matius John Tirtawirya, Product Manager Acer Indonesia, mengatakan, “Melalui Predator Helios Neo 16S AI, kami ingin menghadirkan perangkat yang benar-benar relevan dengan cara pengguna bekerja dan bermain saat ini.

Yang membedakan Predator Helios Neo 16S AI adalah kemampuannya untuk menghadirkan performa kelas gaming sekaligus mendukung workflow kreatif berbasis AI secara optimal dalam desain laptop yang lebih tipis.”

Dari segi visual, laptop ini dibekali layar OLED dengan dukungan HDR dan sertifikasi Calman Verified. Teknologi ini memastikan akurasi warna tinggi yang sangat penting untuk pekerjaan color grading dan editing.

Meski fokus pada akurasi, layar ini juga tetap mendukung gaming dengan refresh rate 165 Hz dan teknologi G-SYNC untuk pengalaman visual yang mulus.

Sistem pendingin menjadi salah satu faktor kunci performa. Acer menyematkan Liquid Metal dan kipas AeroBlade 3D Fan generasi terbaru. Kombinasi ini menjaga suhu tetap stabil meskipun pengguna menjalankan gaming, streaming, dan editing secara bersamaan. Performa maksimal pun tetap terjaga tanpa risiko throttling.

Baterai berkapasitas 92 Wh menjadi andalan untuk mobilitas. Dengan efisiensi prosesor terbaru, laptop ini diklaim memiliki daya tahan lebih lama, sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus mencari colokan listrik.

Dukungan konektivitas modern seperti Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7 juga mempermudah transfer data dan membangun setup kerja yang fleksibel.

Untuk memberikan ketenangan pikiran, Acer melengkapi perangkat ini dengan garansi suku cadang dan servis selama 3 tahun, layanan onsite 3 tahun, serta perlindungan terhadap kerusakan tak terduga (Accidental Damage Protection). Ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang menjadikan laptop sebagai investasi jangka panjang.

Fitur AI dan Performa Gaming

Salah satu keunggulan utama Predator Helios Neo 16S AI adalah integrasi kecerdasan buatan. Dengan dukungan hingga 50+ TOPS, proses editing dan rendering berbasis AI berjalan lebih cepat.

Ini menjadi nilai jual penting bagi kreator yang membutuhkan responsivitas tinggi saat multitasking.

Performa gaming juga tidak diragukan. GPU RTX 5060 115 W mampu menangani game-game berat dengan pengaturan grafis tinggi. Sistem pendingin yang canggih memastikan performa ini stabil dalam sesi bermain yang panjang.

Bagi yang penasaran dengan perbandingan, Anda bisa menyimak Fitur Terbaru dari lini Predator lainnya.

Ketipisan bodi 18,9 mm menjadi daya tarik tersendiri. Biasanya, laptop gaming tipis harus berkompromi dengan performa. Namun, Acer mengklaim telah mengatasi tantangan tersebut dengan sistem pendingin dan komponen yang efisien.

Ini menjadikan laptop ini cocok untuk pengguna yang sering bepergian namun tetap ingin performa gaming maksimal.

Harga dan Ketersediaan

Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51) dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3 sudah tersedia mulai 1 Mei 2026. Perangkat ini bisa didapatkan di seluruh jaringan offline Acer di Indonesia dengan harga Rp 34.999.000.

Dengan banderol tersebut, Acer menargetkan segmen gamer dan kreator yang mencari perangkat serba bisa. Kombinasi performa AI, layar OLED berkualitas, dan bodi tipis membuatnya kompetitif di pasar laptop gaming premium.

Kehadiran laptop ini juga menambah daftar panjang inovasi Acer di segmen gaming. Sebelumnya, Acer juga meluncurkan Spesifikasi Lengkap dari Predator Helios 16 AI yang ditujukan untuk kreator.

Sementara itu, di pasar yang lebih luas, persaingan juga datang dari merek lain seperti Samsung Galaxy Book6 Series yang mengandalkan baterai tahan lama.

Dengan garansi 3 tahun dan perlindungan tambahan, Acer berusaha memberikan nilai lebih bagi konsumen.

Laptop ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan satu perangkat untuk gaming dan pekerjaan kreatif tanpa harus mengorbankan portabilitas. (Icha)