spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 410

BAKTI Kaji Pengadaan Satelit Satria-2, Senilai Rp13,71 trililun

0

Telko.id – Satria-1 bersiap akan dioperasikan dalam waktu dekat. Namun satelit berkapasitas 150 Gbps itu masih belum mencakup seluruh area publik di 3T.

“Satria-1 saat ini tidak mencukupi kan kapasitasnya untuk mengcover seluruh area publik, layanan publik yang tidak tercover oleh teknlogi terestrial,” kata Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar ditemui di kantor Bakti, Jumat (15/12/2023).

Namun Fadhilah mengatakan lokasi akan berbeda dengan yang dicover Satria-1. Akan ada lokasi baru yang mencakup Satria-2 nanti. “Tapi lebih kepada lokasi-lokasi baru yang memang tidak tercover oleh teknologi fiber optik atau mic ro wave,” ungkapnya.

Fadhilah mengatakan kapasitas Satria-2 sebesar 300 Gbps. Angka itu lebih besar dibandingkan Satria-1 yakni 150 Gbps.

Baca juga : Satelit SATRIA-1 Berhasil Menempati Orbitnya, Selanjutnya?

Saat ini, pengadaan Satria-2 masih dibahas di Bappenas dan Kemenkeu untuk disertakan di dalam green book yaitu daftar proyek yang telah disetujui pendanaannya. 

“Kayanya 2024 [mulai pengadaan], tapi belum tahu kuartal berapa. Kami mau pemetaan lagi biar tetap sasara,” kata Fadhilah.

Satelit Satria-2 ini ditaksir membutuhkan biaya investasi sebesar US$884 juta atau sekitar Rp13,71 Trililun. 

Kepala Divisi Infrastruktur Satelit Satria Bakti Kominfo Sri Sanggrama Aradea mengatakan berdasarkan data yang tercatat di Green book Bakti, nilai investasi untuk Satelit Satria-2 mencapai US$884 juta. Nilai tersebut sudah termasuk pembangunan stasiun bumi. 

“Satelit Satria-2 akan memberi internet ke 45.000 titik baru kalau tidak salah dan ini masih tetap kami godok yang pasti karena kapasitas untuk Satria-1 sendiri itu pun sebenarnya kurang jadi kita nanti akan pointing 3 satelit,” kata Aradea, Jumat (15/12/2023). 

Aradea menambahkan pointing atau pengaturan titik layanan bertujuan untuk membesarkan kapasitas di sejumlah titik. 

Secara teknis, ada beberapa titik Satria-1 yang nantinya dimigrasikan ke Satria-2 agar layanan yang diterima masyarakat lebih optimal.

Namun, dia menekankan tujuan dari Satria-2 adalah lebih ke perluasan layanan untuk menjangkau daerah-daerah baru.  Adapun mengenai peluncuran Satria-2 saat ini masih terus dimatangkan. 

“Lebih kepada lokasi-lokasi baru yang memang tidak tercover oleh teknologi fiber optik atau gelombang micro (microwave)” kata Aradea. 

Aradea juga menyebutkan, lokasi baru itu kira-kira akan menjangkau wilayah Indonesia Barat. “Yang pada kenyataannya, wilayah Barat ini masih banyak lokasi pendidikan dan kesehatan yang belum terjangkau internet. Padahal, penduduknya cukup padat,” ujar nya menjelaskan.

Lalu bagaimana dengan orbitnya? Apakah sudah siap? Aradea menyebutkan bahwa penawaran yang masuk nantinya sudah include dengan orbit yang akan digunakan. Jadi pemerintah tahu beres. (Icha)

Digitalisasi Indonesia, GSMA Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Usaha

0

Telko.id – Asosiasi Industri Seluler Global (Global System for Mobile Communications Association/GSMA) menggelar forum Digital Nation Summit 2023 untuk membahas masa depan negara digital yang tangguh.

Dalam sambutannya, Kepala GSMA Asia Pasifik, Julian Gorman mengatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

“Kehadiran berbagai perusahaan teknologi di Indonesia menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Keberadaan perusahaan telekomunikasi, baik operator maupun penyedia infrastruktur sebagai tulang punggung penyediaan layanan menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia emas 2045,” kata Julian.

Baca juga : Indosat dan GSMA Buat Digitalisasi ​Konservasi Mangrove

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Dr Ismail menyampaikan bahwa pemerintah tengah menggodok beragam peraturan yang berimbang dengan mempertimbangkan kelanjutan industri dan kemajuan sektor telekomunikasi dalam negeri.

“Salah satu yang tengah hangat diperbincangkan adalah pengembangan 5G di Indonesia. Kami dituntut untuk menciptakan dan  menyiapkan regulasi sesegera mungkin. Meski demikian, penting bagi Pemerintah untuk tidak tergesa-gesa. Untuk itu kami minta kepada para pelaku usaha untuk memberikan use case yang dapat dijadikan acuan penerapan terbaik di Indonesia,” tegas Ismail.

Tak hanya itu, Ismail juga menyebut pihaknya mendukung penuh para pengusaha telekomunikasi agar dapat menjaga keberlanjutan bisnis.

“Kami secara intensif berkomunikasi dengan para operator, utamanya bagaimana pemerintah dapat hadir dan memberikan aturan dengan takaran yang tepat, sehingga dapat mengakomodir kepentingan berbagai pihak,” ujar Ismail.

Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ritesh Kumar Singh menyambut baik pernyataan Ismail.

“Indosat Ooredoo Hutchison memiliki semangat gotong royong untuk memberdayakan masyarakat Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mengakselerasi digitalisasi di dalam negeri. Untuk itu, saat ini Indosat fokus pada peningkatan literasi digital bagi masyarakat Indonesia, lewat nilai tambah yang kami berikan lewat layanan-layanan yang ada,” ujar Ritesh.

Ritesh juga mengajak seluruh pihak untuk bergandeng tangan bersama untuk mencapai negara digital yang tangguh di masa depan. (Icha)

Apresiasi Pelanggan Setia, Tri Gelar Kebut Hadiah BombasTri

0

Telko.id –  Jelang akhir tahun 2023, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri menghadirkan program Kebut Hadiah BombasTri sebagai wujud apresiasi bagi para pelanggan setianya.

Program BombasTri menghadirkan berbagai misi bagi pelanggan Tri yang bisa diikuti lewat aplikasi bima+. Para pelanggan akan mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah setiap bulannya melalui tiket undian bulanan, tiket Grandprize hingga tambahan kuota. Program ini dimulai sejak tanggal 4 Desember 2023 dan akan berlangsung hingga 5 Maret 2024.

“Kali ini, Indosat melalu brand Tri menghadirkan program Kebut Hadiah BombasTri sebagai bentuk apresiasi bagi para pelanggan yang sudah setia menggunakan Tri. Tak hanya pelanggan lama, pelanggan baru juga bisa mengikuti program ini,” kata Ritesh Kumar Singh, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Kebut Hadiah BombasTri merupakan program dari Tri yang ditujukan untuk Pelanggan Prabayar Tri. Lewat program ini, para pelanggan harus menyelesaikan misi target total pembelian untuk mendapatkan ekstra kuota.

Serta kesempatan memenangkan beragam hadiah undian antara lain 5 Vespa Primavera, 15 Playstation 5, 39 smartphone Samsung Galaxy A34, 81 Galaxy Watch 6, dan ribuan saldo OVO dengan nilai Rp100.000.

Baca juga : Indosat dan Ragnarok X Luncurkan Poring Challenge, Apa Itu?

Para pelanggan dapat melakukan pembelian paket data di aplikasi bima+, m- banking, e-commerce, UMB, mini market dan retailer terdekat.

Periode undian akan dilakukan setiap periode bulanan berakhir, dengan total 1.045 hadiah tiap bulannya untuk 1.045 pemenang. Sementara, hadiah utama akan diumumkan di bulan Maret 2024.

Bagi para pelanggan Tri yang ingin ikut merasakan keseruan dari program BombasTri dapat mengikuti langkah berikut ini:

  1. Download/update aplikasi bima+ di App Store atau Google Play Store.
  2. Buka aplikasi bima+, klik pop up banner atau Floating icon Kebut Hadiah BombasTri pada aplikasi untuk mengetahui syarat dan ketentuan dalam mengikuti misi program lalu tekan tombol “Ikuti Misi”.
  3. Setelah bergabung dalam program, pelanggan akan diberikan misi dengan target total pembelian yang dapat diselesaikan dengan cara membeli paket data Tri dengan akumulasi total nilai target yang tertera di halaman misi program pada aplikasi bima+.
  4. Jika misi selesai, pelanggan akan mendapatkan tiket undian yang berlaku untuk undian bulanan dan GrandPrize, tiket dapat ditemukan pada bagian “Voucher-ku” BonsTri 


(Icha)

Pekerjaan Masa Depan Harus Adaptif Dengan AI Generatif

0

Telko.id – Udemy, baru saja merilis laporan Global Learning & Skills Trends 2024, laporan ini mengidentifikasi tema-tema utama serta keterampilan paling diminati yang diprediksi akan membentuk masa depan pekerjaan di tahun 2024 dan di masa depan termasuk yang berkaitan dengan AI Generatif.

Didasarkan pada data 15.000 lebih pengguna Udemy Business, laporan tahunan ini menyoroti investasi penting yang diperlukan oleh organisasi dalam mempersiapkan tenaga kerja di masa mendatang.

Beberapa aspek yang disoroti termasuk pergeseran menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), penerimaan AI generatif (Generative AI), dan peningkatan fokus pada pengembangan kepemimpinan.

“Para pemimpin saat ini berupaya mendorong kinerja bisnis di era yang terus berubah dengan memprioritaskan peningkatan keterampilan,” ujar Stephanie Stapleton Sudbury, President of Udemy Business.

Baca juga : Udemy, ChatGPT keterampilan Yang Paling Diminati

Menurut Stephanie, berdasarkan data Udemy, menunjukkan bahwa organisasi sedang melakukan investasi yang substansial untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam bidang AI generatif guna meningkatkan produktivitas, memperkuat keterampilan teknis, dan mengembangkan kepemimpinan yang lebih tangguh.

Hal ini dilakukan karena mereka terus mengemban perubahan menuju organisasi yang berbasis keterampilan, yang mengadopsi potensi kecerdasan buatan.

Seiring kecepatan inovasi yang semakin meningkat, banyak organisasi menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan yang semakin besar. Diperkirakan hal ini akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja hingga 85 juta orang pada tahun 2030.

Untuk membantu mengatasi kesenjangan ini serta membentuk tenaga kerja yang lebih adaptif, Udemy menyoroti tiga bidang investasi penting yang perlu difokuskan oleh perusahaan saat merencanakan strategi bisnis tahun depan.

  • Kemampuan menavigasi perubahan keterampilan (skill) yang cepat. Keterampilan yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan meningkat sekitar 10% setiap tahunnya dan ini menyebabkan banyak keahlian yang dianggap penting pada tiga tahun lalu kini menjadi tidak relevan.

Ini mendorong banyak pemimpin bisnis untuk beralih ke strategi yang lebih praktis dengan penekanan pada pengembangan dan validasi keterampilan, bukan hanya bergantung pada gelar atau pengalaman kerja sebelumnya.

Akibatnya, banyak perusahaan kini mengalokasikan investasi besar dalam pelatihan dan pengembangan, seperti yang terlihat dari Udemy yang mencatat 10 juta pembelajar baru dengan lebih dari 134 juta kursus yang dipelajari dalam 12 bulan terakhir.

  • Beradaptasi dengan kemajuan AI generatif. Para ahli memperkirakan bahwa AI generatif dapat menggantikan hingga 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030 dan berpotensi menghemat $243,5 miliar dalam kapasitas produksi di negara ini.

Selain itu, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi baru ini dan efisiensi yang dihasilkannya, AI generatif diperkirakan akan menciptakan hingga 23 juta pekerjaan baru pada tahun 2030 di Indonesia.

Oleh karena itu, banyak perusahaan berusaha melatih karyawan untuk menggunakan AI generatif, mengintegrasikan teknologi ini ke dalam rutinitas kerja sehari-hari.

Ini tercermin dalam lonjakan sebesar 60% dalam pelatihan terkait AI di platform Udemy dalam satu tahun terakhir, serta peningkatan peserta kursus di ChatGPT sebanyak lebih dari 4.419% pada kuartal pertama 2023.

  • Mengembangkan pemimpin yang kuat. Tenaga kerja saat ini mengalami tekanan yang sangat besar akibat perubahan yang konstan, mulai dari semakin permanennya pekerjaan hybrid hingga munculnya AI generatif dan kesenjangan keterampilan yang semakin besar, sehingga lebih dari separuh karyawan merasa kelelahan.

Dengan biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang tidak berkomitmen (disengaged worker) melebihi $8,8 triliun pada tahun 2022, sangat penting bagi organisasi untuk berinvestasi dalam pengembangan kepemimpinan – terutama untuk manajer mid-level – untuk menghindari risiko transformasi digital organisasi mereka.

Selama setahun terakhir, Udemy telah melihat peningkatan investasi dalam topik pengembangan kepemimpinan, seperti komunikasi, dasar-dasar manajemen, kecerdasan emosional, dan transformasi digital.

Kursus coaching, khususnya, mengalami lonjakan sebesar 177% YoY di antara para manajer dan tim kepemimpinan.

“Lingkungan pekerjaan Indonesia terus berkembang menghadapi perubahan yang cepat akibat inovasi-inovasi revolusioner seperti AI generatif. Hal ini mengubah cara kita bekerja secara mendasar dan membentuk kembali lingkungan profesional kita,” ujar Giri Suhardi, Head of Indonesia di Udemy.

Itu sebabnya, sangat penting bagi para pemimpin untuk mendukung tim melalui transformasi ini melalui peluang pembelajaran yang fleksibel.

“Oleh karena itu, memperkuat efisiensi operasional dan memiliki keterampilan baru menjadi kunci utama agar tenaga kerja kita tidak hanya dapat beradaptasi, tetapi juga terus berkembang di tengah era yang terus berevolusi ini,” ujar Giri menambahkan.

Keterampilan dengan Pertumbuhan Tercepat

Laporan tahun ini juga menyoroti keterampilan yang menunjukkan tingkat pertumbuhan yang paling signifikan. Beberapa di antaranya adalah keterampilan yang belum begitu banyak digunakan pada tahun sebelumnya seperti ChatGPT.

Sementara, keterampilan yang lain yang tumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun seperti strategi periklanan, semuanya mengalami lonjakan besar dalam penggunaannya selama satu tahun terakhir.

Dengan laju perubahan yang membutuhkan peningkatan keterampilan dan adaptasi yang lebih cepat dari sebelumnya.

Berikut adalah 10 keterampilan yang sedang naik daun yang perlu dikuasai oleh para profesional, yang perlu dipersiapkan untuk tahun 2024:

  • ChatGPT dari OpenAI (4.419%) 

  • Environmental, Social, and Governance / ESG (3.128%) 

  • Sertifikasi Google Professional Cloud DevOps Engineer (1.454%) 

  • Ekonomi perilaku (Behavioral economics) (1.326%) 

  • Strategi periklanan (1.118%) 

  • Persiapan ujian sertifikasi dan perangkat lunak (1.044%) 

  • Microsoft Azure Synapse Analytics (799%) 

  • Autodesk 3ds Max (780%) 

  • DevSecOps (730%) 

  • Desain perangkat lunak (624%) 


Metodologi

Untuk laporan ini, Udemy menganalisis data dari ribuan pengguna di seluruh dunia. Total konsumsi dikalkulasikan dari pengguna Udemy Business yang mengakses berbagai topik kursus dari 1 Juli 2022 hingga 1 Juli 2023.

Pertumbuhan persentase konsumsi dihitung dengan membandingkan data dari periode 1 Juli 2021 hingga 1 Juli 2022. Data mengenai pengguna baru dan pendaftaran kursus di platform Udemy, yang melibatkan pembelajar perorangan maupun perusahaan, juga diambil dalam rentang waktu yang sama.

Penyesuaian rentang waktu dilakukan untuk beberapa pengambilan data, terutama terkait penggunaan ChatGPT, mengingat beberapa topik baru muncul setelah periode tersebut. (Icha)

Telin dan UIB Berdayakan Perempuan di Kampung Tua Nongsa, Batam

0

Telko.id – Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) sebagai salah satu anak usaha Telkom Indonesia, bersama Universitas Internasional Batam (UIB) menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Hygiene dan Sanitasi” di Kampung Tua Nongsa, Kelurahan Sambau.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 perempuan yang berada di 4 Kampung Tua Nongsa, Kelurahan Sambau-Batam. Mulai dari Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Bakau Serip, Kampung Terih, dan Nongsa Pantai.

Melihat potensi besar yang dimiliki Kampung Wisata Nosa, Telin bersama UIB membuat program berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kebersihan fasilitas penunjang kenyamanan wisata, salah satunya dengan memberikan pelatihan Hygiene dan Sanitasi bagi pengelola Homestay Kampung Wisata Nongsa.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru 2023 yang rutin dilaksanakan oleh Telin setiap dua periode dalam satu tahun, yaitu saat Natal dan Tahun Baru serta Ramadan Idulfitri di setiap kantor Network Area kami di Indonesia maupun global office kami di luar Indonesia,” kata Budi Satria Dharma Purba, CEO Telin.

Baca juga : Telin Gandeng Expereo Tingkatkan Solusi SD-WAN

Budi berharap, melalui pillar ESG #TelinforCommunity, Telin dapat terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup stakeholder kami, dalam hal ini masyarakat pesisir terutama perempuan, melalui pelatihan yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan keterampilan lebih untuk membantu memberikan tambahan penghasilan kepada keluarganya.

Sejalan dengan hal tersebut, UIB sebagai akademisi turut mendukung berbagai program pembangunan berkelanjutan (TPB) di Indonesia, termasuk kegiatan pelatihan yang diselenggarakan bersama Telin.

“Kegiatan ini merupakan hal yang penting dalam proses pengembangan kampung wisata yang berkelanjutan. Pengelola homestay dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kebersihan diri sendiri, kebersihan rumah/fasilitas homestay dan kebersihan lingkungan. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung/turis di kampung wisata,” jelas Iskandar Itan, Rektor UIB.

Kampung Tua Nongsa memiliki potensi wisata alam dengan keragaman flora dan fauna, konservasi mangrove, edukasi, serta wisata pantai dan wisata budaya yang dapat difokuskan pada culture tourism dan ecotourism dengan mengusung prinsip “Pariwisata Ramah” yang berpedoman pada Community Based Tourism melalui pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pengelolaannya.

Layanan jasa pariwisata Desa Wisata Kampung Tua Nongsa difokuskan guna memenuhi minat wisatawan akan keindahan bentang alam yang menarik dan unik, kegiatan sosial budaya masyarakat yang tergambar dalam sistem adat istiadat, pola kebudayaan, dan kearifan lokal serta ketertarikan wisatawan akan kehidupan masyarakat kampung/pedesaan di pesisir laut Nongsa kota Batam.

Selain itu, Kampung tersebut memiliki ekowisata dengan destinasi pantai pasir putih dengan pemandangan yang menghadap langsung ke negara jiran yakni Singapura dan Malaysia.

Ekowisata ini mengusung sajian wisata yang ramah dan berpedoman pada nilai-nilai kebermanfaatan alam, lingkungan, sosial masyarakat, dan pendidikan.

Hal ini dinilai sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup di sekitar karena menjadi dasar pembentukan rantai makanan ekosistem laut, serta dapat mencegah terjadinya bencana dan abrasi pantai.

Sebagai bagian dari pilar ESG (Environmental, Social, dan Governance), kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal kontribusi kepada masyarakat wilayah pesisir agar memiliki keterampilan tambahan untuk masa depan.

Melalui pelatihan ini, masyarakat sekitar diharapkan dapat menjadikan Kampung Tua Nongsa sebagai daerah kampung wisata yang dapat memberikan keuntungan dan menarik bagi wisatawan untuk berkunjung. (Icha)

Sharp Tawarkan Program Berbelanja Promo Cinta

0

Telko.id – Sharp Indonesia bekerja sama dengan salah satu perusahaan pembiayaan Home Credit Indonesia, menawarkan program belanja dengan Promo Cinta atau Cicilan Tanpa Bunga, dengan jangka waktu pembayaran cicilan selama 4 bulan, 6 bulan dan 12 bulan yang dapat dipilih oleh para pelanggan. 

“Kami menyelenggarakan program belanja Promo Cinta ini sebagai wujud apresisasi kami terhadap pelanggan setia Sharp serta kami ingin memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan akan produk elektronik saat ini, mengingat permintaan akan produk elektronik umumnya meningkat di setiap akhir tahun,” kata Andry Adi Utomo, Nasional Sales Senior GM, PT Sharp Electronics Indonesia.

Program belanja Promo Cinta atau Cicilan Tanpa Bunga ini mulai berlaku dari tanggal 14 November 2023 – 31 Januari 2024 di toko elektronik yang menyediakan layanan pembiayaan Home Credit Indonesia yang berada di area Jawa,  Bali dan Lombok.

“Untuk dapat mengikuti program ini pelanggan Sharp cukup datang ke toko elektronik yang menyediakan layanan pembiayaan Home Credit Indonesia terdekat (di area Jawa, Bali & Lombok), kemudian pilih produk Sharp yang akan dibeli minimal senilai Rp 2.000.000 selanjutnya sampaikan ke Sales Assistant ingin mengikuti program belanja Promo Cinta atau Cicilan Tanpa Bunga,” ujara Andry  menambahkan.

Baca juga : Program Sharp Class, Cara Sharp Indonesia Revitalisasi SMK

Selama program Promo Cinta atau Cicilan Tanpa Bunga ini, Sharp juga menawarkan harga khusus seperti, Lemari es 2 pintu tipe SJ-237 MG seharga Rp 3.105.000 dengan cicilan mulai dari Rp621.000 per bulan, Air Conditioner (AC ) ½ PK tipe AH – A5ZEY seharga Rp 3.705.000 dengan cicilan mulai dari Rp 741.000 per bulan.

Lalu ada mesin cuci top loading tipe ES-M1008 seharga Rp 3.695.000 dengan cicilan mulai dari Rp 739.000 per bulan dan Water dispenser bottom loading tipe SWD-72EHL-BK seharga Rp 2.925.000 dengan cicilan mulai dari Rp 585.000 per bulan.

“Kami percaya bahwa Promo Cinta ini dapat membuka kesempatan-kesempatan baru bagi masyarakat Indonesia melalui penyediaan layanan pembiayaan yang inovatif dan terpercaya serta sejalan dengan komitmen kami untuk terus meningkatkan inklusi keuangan berupa akses layanan pembiayaan bagi masyarakat,” kata Dolly Susanto selaku Chief Sales Officer Home Credit.

Selain Promo Cinta, Dolly menambahkan “bahwa pelanggan juga dapat menikmati diskon tambahan ketika membeli produk Sharp antara lain potongan harga sebesar Rp100.000 dari Home Credit dalam periode 1 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024 serta diskon harga barang hingga Rp375.000 untuk semua produk Sharp di Hypermart pada periode 7 Oktober 2023 – 31 Desember 2023.”

“Selain program promo cinta pelanggan Sharp juga berhak mengikuti program SLD Sharp Fiestapora yang menawarkan total hadiah miliaran rupiah. Caranya sangat mudah untuk mengikutinya, konsumen harus berbelanja produk Sharp tipe apapun di toko online maupun offline minimal Rp 1.000.000,-, secara otomatis konsumen akan mendapatkan 1 nomor undian selama periode 1 November 2023 – 31 Maret 2024.” tutup Andry. (Icha)

Indosat Gelar IDCamp Virtual Bootcamp untuk Para Difabel

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali menyelenggarakan IDCamp Virtual Bootcamp for Disabilities 2023.

Ini merupakan komitmen Indosat untuk terus mendukung aksesibilitas dan inklusi literasi digital secara merata di Indonesia. Untuk menghilangkan kesenjangan digital bagi seluruh masyarkat Indonesia.

IDCamp Virtual Bootcamp for Disabilities 2023 merupakan pelatihan yang dilakukan secara daring ini diperuntukkan bagi para developer berkebutuhan khusus, agar mendapatkan hak yang sama dalam literasi dan akses digital. Program kelima kalinya tahun ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional.

“Lewat IDCamp Virtual Bootcamp for Dissabilities, kami berupaya menghadirkan solusi bagi penyandang disabilitas yang kerap menghadapi tantangan dalam mengikuti program pembelajaran. Inisiatif ini diharapkan dapat menggali potensi lebih dalam serta membuka pintu peluang dari saudara-saudara penyandang disabilitas,” kata Steve Saerang, SVP – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison. 

Baca juga : Indosat Ooredoo Gelar IDCamp Virtual Bootcamp Untuk Disabilitas

“Melalui program ini seluruh peserta yang merupakan penyandang disabilitas Indonesia dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat agar memiliki kesempatan berkarir di bidang teknologi dan masa depan yang semakin baik,” ujar Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada kesempatan yang sama.

Adam Kharis salah satu peserta asal Kabupaten Bandung mengatakan, “Bagi saya, program ini banyak memberikan pengalaman baru dan pengetahuan bermanfaat dari para mentor yang ahli di bidangnya”.

Adam pun menyebutkan bahwa Ilmu yang didapatkan memberikan dampak positif terutama untuk generasi muda seperti nya, agar dengan keterbatasan yang dimilikinya, masih bisa mendapatkan kesempatan berkarya yang sama di industri teknologi serta mengeksplorasi potensi diri secara spesifik di bidang coding.

Indosat Digital Camp (IDCamp) kembali bekerjasama dengan Dicoding, Google Developers Authorized Training Partner di Indonesia, dengan mengusung tema “AI Foundations: Bridging the Programming Gap” dan membuka kesempatan bagi 38 penerima beasiswa berkebutuhan khusus untuk belajar coding secara online. Hingga 2022, lebih dari 182 ribu peserta, termasuk 2.200 peserta difabel, telah menerima manfaat.

Tak hanya itu, IDCamp juga meluncurkan IDCamp Challenge: Transformasi Inklusivitas Indonesia. Program ini adalah rangkaian dari beasiswa IDCamp 2023.

Yaang memberikan tantangan kepada seluruh talenta digital penerima beasiswa IDCamp 2023 untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam menciptakan sistem informasi yang inklusif dan dapat membantu penyandang disabilitas Indonesia. Program ini akan dilangsungkan mulai dari 8 Desember 2023 hingga 15 Februari 2024. (Icha)

AVSystem Linkyfi Optimis, 2024 Bisa Tumbuh 150%-200%

0

Telko.id – AVSystem Linkyfi optimis, tahun 2024 mendatang bisa tumbuh hingga 150-200%. Pertumbuhan tersebut ditargetkan dapat tercapai dari industri HORECA (Hotel, Restaurant & Café), Penyedia Layanan Internet, Rumah Sakit dan Mall. 


Optimisme itu juga muncul setelah tahun 2023 ini, AVSystem Linkyfi mampu mengalami pertumbuhan ganda dibandingkan pada 2022 lalu.

Terlebih saat ini, usai masa pandemic, Perilaku masyarakat pun mengalami perubahan yang signifikan sehingga menjadi masyarakat atau konsumen yang kian digital.

Hal itu disampaikan oleh Boy Naibaho, Country Director Indonesia AVSystem Linkyfi pada acara AVSystem Linkyfi Summit yang digelar dengan mengusung tema Winning Digital Momentum: Business Excelling Through Data Analytics AI-Integrated WiFi Marketing Solutions di Jakarta (14/12/2023).

Baca juga : XL Axiata dan Hypernet Luncurkan Open WiFi dan Managed WiFi

“Meskipun tantangan seperti keamanan data dan privasi semakin penting, peluang untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di era digital ini juga sangat besar,” ujar Boy.

Ia pun menambahkan bahwa pelaku bisnis di berbagai sektor industri, termasuk sektor industri kreatif dan hospitality yang mengalami pertumbuhan pesat, perlu memahami perubahan tren konsumen dan memanfaatkan solusi teknologi yang cerdas agar bisnisnya mampu beradaptasi, berinovasi, tumbuh, dan berkelanjutan.

“Kami di AVSystem Linkyfi telah mengembangkan solusi WiFi Marketing berbasis analitik data yang mengintegrasikan AI. Bersama dengan mitra, kami menghadirkan solusi terkustomisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Boy menambahkan.

Bahkan, solusi yang dirancang oleh AVSystem Linkyfi ini juga dinilai akan mampu membantu bisnis memahami secara akurat kebutuhan dan preferensi personal konsumennya, sehingga program-program pemasaran serta penawaran kepada konsumen dapat berjalan efektif dan mampu mendukung penguatan kompetensi bisnisnya di tengah persaingan yang ketat.

Itu sebabnya, AVSystem Linkyfi menghadirkan solusi manajemen akses WiFi publik yang menyediakan fungsionalitas portal penangkap, akses internet yang aman, wawasan pelanggan, dan kemampuan pemasaran yang terarah.

Desain jaringan WiFi melalui portal penangkap menggunakan editor perjalanan pengguna grafis. Penawaran opsi login seperti melalui media sosial, email, Google, atau kuesioner, memastikan akses terbatas kepada tamu yang menerima syarat dan ketentuan.

Saat pengunjung login, solusi ini mengumpulkan data demografis dan perilaku pengguna. Algoritma AI akan mengumpulkan wawasan perilaku pengguna yang sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional lokasi.

Selanjutnya, analisis data personal dan perilaku pengunjung memungkinkan kampanye pemasaran yang sangat personal. Email, kupon, atau kampanye SMS yang dipersonalisasi dapat disampaikan kepada pengunjung baru dan yang kembali pada waktu yang tepat. (Icha)

Ekspansi Ke India, eFishery Perkuat Posisi di Pasar Akuakultur Global

0

Telko.id – eFishery, perusahaan teknologi akuakultur asal Indonesia telah merampungkan uji coba komersial di India, menandai langkah penting dalam ekspansi global perusahaan.

Dimulai pada Maret 2023, perusahaan teknologi akuakultur terbesar di Asia Tenggara ini berhasil menjangkau lebih dari 1.000 hektar kolam milik pembudidaya dan telah mendistribusikan lebih dari 3.000 metrik ton pakan di India.

Pencapaian ini membawa eFishery semakin dekat dengan misinya untuk memperluas jangkauan operasional ke lima negara bagian lain di India pada akhir tahun 2024.

Ekspansi eFishery di India merupakan bagian dari pengembangan bisnis perusahaan yang lebih luas ke luar Asia Tenggara dengan menggunakan pendekatan ‘one country at a time’, agar dapat dinilai dampaknya secara berkala dan berkelanjutan.

Baca juga : Dapatkan Dua Pemodal, eFishery Perluas Jaringan Distribusi

Selain India, eFishery juga melirik peluang di satu atau dua negara di wilayah Asia dan Amerika Latin dalam satu tahun mendatang, sembari terus menjalankan ekspor produk udang ke luar negeri.

Strategi ini juga berfokus untuk melihat variasi pasar yang menawarkan ekosistem komprehensif kepada pembudidaya, menciptakan model koperasi digital lengkap dengan akses untuk pakan ikan dan udang berkualitas tinggi, teknologi Internet of Things (IoT), SOP produksi, dan jaminan pembelian (off-take), guna memberdayakan serta mengembangkan potensi pembudidaya.

CEO dan Co-Founder eFishery Gibran Huzaifah menjelaskan bahwa India adalah bagian penting dari strategi pertumbuhan eFishery secara keseluruhan. Hal ini mencakup perluasan jejak perusahaan di Indonesia dan pertumbuhan di pasar ekspor.

“Dimulai dengan India, kami bangga dengan kemampuan eFishery mengerahkan potensi kekuatan akuakultur secara global melalui teknologi buatan Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan pembudidaya mencapai dua hingga tiga kali lipat,” kata Gibran.

Ia pun menyadari potensi dan nilai industri akuakultur India, baik secara ukuran dan struktur, memiliki kemiripan dengan Indonesia, yang didominasi oleh pembudidaya level kecil dan menengah.

Dengan menjadi mitra mereka, para kontributor utama ketahanan pangan lokal dan regional ini dapat berkontribusi lebih baik untuk menghasilkan sumber protein berkelanjutan yang dapat diakses oleh masyarakat global.

India, dengan populasi 1,4 miliar jiwa, memiliki tingkat konsumsi seafood hingga 60-70%. Tak hanya itu, industri akuakultur di India bernilai lebih dari US$15 miliar, dan memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) >8% selama tiga dekade terakhir.

Hal ini menggambarkan besarnya potensi industri akuakultur di India. Namun, di tengah besarnya potensi tersebut, pembudidaya kecil dan menengah di India masih menghadapi berbagai tantangan.

Seperti, lemahnya akses ke pasar, skema harga yang tidak konsisten dan tidak menguntungkan, skema pembayaran yang selalu terlambat, serta kurangnya informasi dasar manajemen budidaya dari sisi tata cara, teknologi, maupun inovasi.

Menyadari hal tersebut, eFishery berupaya memberdayakan pembudidaya agar dapat mengambil keputusan secara cepat berdasarkan informasi dan data.

Fokusnya adalah mengoptimalkan praktik budidaya dan meningkatkan hasil panen secara keseluruhan.
Neil Wendover, International Expansion Lead eFishery, menjelaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas pembudidaya di setiap negara sasaran ekspansi.

“Tujuan bisnis kami tetap berfokus untuk menyelesaikan masalah para pembudidaya dan meningkatkan profitabilitas dengan mendorong produktivitas dan efisiensi operasional. Kami tidak mengurangi keuntungan mereka, tetapi justru menggandakan hasilnya,” ungkap Neil Wendover.

Memulai operasi di Andhra Pradesh, sebuah negara bagian yang menyumbang 35% dari total produksi akuakultur India, eFishery mampu penilaian pasar dan strategi secara menyeluruh.

Wendover melanjutkan, “Kami telah mengembangkan tim yang terdiri dari 50 karyawan lokal, yang memiliki pemahaman mendalam tentang kultur setempat. Dukungan dari lembaga pemerintah dan pemasok bahan baku berperan penting dalam mengatasi tantangan unik sektor akuakultur India yang sangat berpotensi namun masih terfragmentasi. Di India ini, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan 10x lipat, selaras dengan target bisnis ekspansi internasional kami.”

“Kolaborasi dengan eFishery telah membawa perubahan besar bagi kolam budidaya kecil kami. Solusi dan dukungan inovatif mereka telah meningkatkan efisiensi dan mendorong keberlanjutan operasi budidaya kami secara keseluruhan,” kata Ch. Veera Nageswar Rao, pembudidaya ikan dari Distrik Kakinada di India, dan juga mitra eFishery.

Bantuan berkelanjutan dari eFishery juga memastikan panen yang sukses, sehingga dapat mencegah perlunya panic harvest karena kendala finansial.
Didirikan di Bandung pada 2013, eFishery telah mendisrupsi industri akuakultur Indonesia dengan menawarkan digital autofeeder berbasis IoT.

Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan kenyamanan dalam usaha budidaya ikan. Teknologi berbasis data yang dimiliki eFishery menggunakan sensor untuk memantau dan mengoptimalkan pemberian pakan, kesehatan ikan, dan kualitas air sekaligus meminimalkan limbah.

Sebagai startup unicorn pertama di industri akuakultur global, langkah strategis eFishery ke India sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengatasi masalah kelaparan di dunia.

“Kehadiran kami di India merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi internasional kami. Dengan fokus pada teknologi dan solusi berbasis data, eFishery memimpin transformasi value-chain akuakultur dan berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi para pembudidaya,” tutup Gibran. (Icha)

Huawei FreeClip, Desain C-bridge Buat Nyaman

0

Telko.id – Huawei Consumer Business Group (CBG) secara resmi mengumumkan peluncuran produk audio terbarunya di Dubai, Huawei FreeClip Open-ear earbuds dalam acara peluncuran bertema ‘Creation of Beauty’.

Mengusung desain Open-ear earbuds dan bentuk desain C-Bridge yang stylish dan berbeda dari yang sudah ada sebelumnya, Huawei FreeClip menjadi perwujudan lanjutan dari semangat ‘Fashion Forward’ Huawei yang pertama kali diperkenalkan sejak Oktober lalu.

Didukung dengan desain C-bridge yang inovatif, Huawei FreeClip mampu meningkatkan kenyamanan pengguna dalam mendengarkan audio berkualitas suara secara optimal. Baik untuk berolahraga di area outdoor atau ketika harus multitasking antara berkomunikasi online dan bekerja secara mobile.

Earbuds ini juga dilengkapi oleh teknologi suara anti-bocor (leakproof sound), Smart Wear Detection sebagai sensor deteksi cerdas di kelasnya untuk kedua sisi earbuds, kapasitas baterai tahan lama, AI call noise reduction, serta mendukung tingkat ketahanan air dan debu IP54.

Baca juga : Huawei MatePad 11 PaperMatte Edition, Berteknologi Nanoscale Texture, Apa Itu?

Berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh Huawei FreeClip berasal dari tiga bagian penting pada perangkat earbuds terkait, yakni Comfort Bean di bagian belakang, Acoustic Ball yakni desain bagian depannya.

Tentu saja Desain C-Bridge, yang menyambungkan dua bagian penting lainnya menggunakan desain kantilever atau balok padat yang dibuat elastis menyesuaikan bentuk telinga.

Adapun desain C-Bridge sendiri diciptakan melalui teknik kompleks pada industri perangkat mobile, yang membutuhkan tiga tahun penyempurnaan oleh para pakar teknologi Huawei.

Infrastruktur prototipe desain C-Bridge sendiri dibuat dari material campuran nikel dan titanium yang berperforma tinggi, sehingga mampu membentuk ‘ingatan kuat’ atas pilihan kenyamanan serta karakteristik telinga pengguna.

Meskipun mudah dibentuk, desain C-Bridge juga berhasil mempertahankan daya tahannya, dan telah diuji ketahanannya melalui lebih dari 25.000 kali uji keandalan.

Desain C-bridge juga menghadirkan teknologi terbaik yang menghubungkan sistem akustik, baterai, dan kontrol earbud, dengan paduan memori bentuk Ni-Ti yang berisi 9 kabel inti dan 1 kabel baja memori meskipun memiliki lingkar kabel yang tipis.

Desain ini memastikan setiap earbud berbobot seringan 5,6g, sehingga ringan dan cukup nyaman untuk dipakai seharian penuh.

Kehadiran struktur cekung-cembung Acoustic Ball dan Comfort Bean yang ergonomis membuat kedua fitur tersebut mampu bekerja sama secara optimal untuk menghasilkan kesesuaian yang aman namun ergonomis; tetap terpasang di telinga pengguna sekaligus mengurangi ketegangan dan ketidaknyamanan pada telinga.

Reverse Sound Waves System

HUAWEI FreeClip menawarkan kejernihan open-ear audio dan mengatasi masalah kebocoran suara dengan menggabungkan dua teknologi audio utama:  Dual Magnet High-Sensitivity Driver Unit 10,8 mm untuk meningkatkan kemampuan speaker dan menangkap nuansa nada musik yang didengarkan oleh pengguna.

Sementara itu, sistem Reverse Sound Waves secara cerdas menyesuaikan volume sekaligus membatalkan gelombang suara untuk meningkatkan privasi pengguna. Fitur ini secara efektif mengurangi kebocoran suara dengan menghilangkan gelombang suara yang jauh.

Huawei FreeClip juga mengintegrasikan ventilasi belakang suara ganda pada acoustic ball untuk mengimbangi kebocoran gelombang suara, sehingga meminimalkan risiko kebocoran suara.

Selain itu, desain C-bridge memastikan Acoustic Ball dengan nyaman menutupi lingkar di sekitar inti heliks dan antitragus, sehingga posisinya pas pada daun telinga pengguna sekaligus mendekatkan produksi audio ke saluran telinga.

Smart Wear Detection

Huawei FreeClip memperkenalkan desain earbud Open-Ear pertama yang fleksibel digunakan pada daun telinga kanan dan kiri dengan menggunakan Smart Wear Detection.

Selain itu, karena earbud ini dapat digunakan secara bergantian, pengguna memiliki fleksibilitas untuk mengoptimalkan masa pakai baterai dan menikmati durasi penggunaan yang lebih lama, terutama dalam skenario di mana satu earphone sudah cukup untuk menerima panggilan cepat.

Huawei FreeClip, dengan Crystal-Clear AI Calls dan 2 mikrofon + VPU wind noise cancellation design, memastikan kualitas panggilan yang sangat baik bahkan saat berada di area outdoor, di tempat yang ramai atau saat berolahraga di luar ruangan.

Earbud dapat bertahan hingga 8 jam waktu mendengarkan atau 5 jam waktu bicara dengan sekali pengisian daya. Sebagai alternatif, pengguna dapat menikmati waktu hingga 36 jam dengan charging case yang terisi penuh daya.

Selain memberikan kenyamanan dan keamanan, Huawei FreeClip mendukung ketahanan air dan debu tingkat IP54.

Dengan begitu, earphone ini ideal untuk menemani pengguna dalam melakukan aktivitas fisik, baik untuk mendengarkan musik sebagai penambah motivasi atau tetap terhubung dengan panggilan Bluetooth. (Icha)