spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 215

Acer Luncurkan Monitor Predator 500 Hz dan Nitro Google TV untuk Pengalaman Gaming Maksimal

Telko.id – Pada Computex 2025, Acer perkenalkan lini monitor terbarunya. Dua monitor gaming Predator QD-OLED dengan spesifikasi kelas profesional dan dua monitor pintar Nitro Google TV siap menghadirkan pengalaman visual yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya.

Industri monitor gaming terus berkembang pesat, dengan persaingan ketat antara merek-merek ternama. Namun, Acer tampaknya tidak ingin tinggal diam.

Dengan menghadirkan teknologi terbaru pada monitor Predator dan Nitro, Acer bertekad merebut hati para gamer profesional dan pengguna biasa yang menginginkan performa maksimal.

Lalu, apa saja keunggulan monitor-monitor terbaru dari Acer ini? Mari kita telusuri lebih dalam.

Predator X27U F5: Raja Kecepatan dengan Refresh Rate 500 Hz

Predator X27U F5 menjadi bintang utama dalam lini produk terbaru Acer. Monitor 27 inci ini tidak main-main dengan refresh rate mencapai 500 Hz, menjadikannya salah satu monitor QHD OLED tercepat di pasaran saat ini.

Dengan spesifikasi ini, setiap gerakan dalam game akan terlihat sangat halus dan responsif, memberikan keunggulan kompetitif bagi para gamer profesional.

Monitor ini menggunakan panel QD-OLED WQHD (2560×1440) dengan sertifikasi VESA DisplayHDR TrueBlack 500. Teknologi ini memastikan hitam yang lebih pekat dan highlight yang lebih terang, dengan akurasi warna Delta E<2 dan cakupan warna DCI-P3 99%. Hasilnya? Warna yang lebih hidup dan detail yang lebih presisi dibandingkan monitor biasa.

Untuk memastikan pengalaman gaming yang sempurna, Acer juga melengkapi Predator X27U F5 dengan teknologi AMD FreeSync Premium Pro dan respons time super cepat 0,03 ms (GTG). Kombinasi ini menghilangkan tearing dan stuttering, bahkan pada frame rate yang berfluktuasi.

Predator X27 X: Keseimbangan Sempurna antara Resolusi dan Performa

Bagi Anda yang lebih mementingkan resolusi tinggi tanpa mengorbankan performa, Predator X27 X adalah jawabannya.

Monitor ini menawarkan resolusi UHD 4K QD-OLED dengan refresh rate tetap tinggi di 240 Hz. Dengan sertifikasi VESA DisplayHDR TrueBlack 400, monitor ini memberikan dynamic range yang luas untuk pengalaman visual yang lebih imersif.

Seperti saudaranya, X27 X juga memiliki akurasi warna Delta E<2 dan cakupan warna DCI-P3 99%. Ini berarti warna yang Anda lihat di layar akan sangat akurat dengan realitas, penting bagi para kreator konten sekaligus gamer yang menginginkan visual terbaik.

Acer Nitro GA321QK P dan GA341CUR W0: Hiburan dan Gaming dalam Satu Paket

Tidak hanya fokus pada monitor gaming profesional, Acer juga menghadirkan solusi untuk pengguna yang menginginkan perangkat multifungsi. Dua monitor pintar Nitro Google TV terbaru ini menggabungkan performa gaming tinggi dengan fungsi hiburan lengkap.

Acer Nitro GA321QK P menawarkan layar UHD 4K 31,5 inci dengan refresh rate 165 Hz dan respons time 0,05 ms (GTG).

Sementara Acer Nitro GA341CUR W0 hadir dengan layar QHD ultra-wide 34 inci melengkung dan refresh rate lebih tinggi di 240 Hz. Keduanya mendukung cakupan warna sRGB 99% untuk reproduksi warna yang kaya dan akurat.

Content image for article: Acer Luncurkan Monitor Predator 500 Hz dan Nitro Google TV untuk Pengalaman Gaming Maksimal

Keunggulan utama kedua monitor ini adalah integrasi dengan Google TV. Pengguna bisa mengakses lebih dari 400.000 film, acara, dan konten lainnya dari lebih dari 10.000 aplikasi langsung dari monitor.

Fitur konektivitas seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan Google Cast memungkinkan mirroring nirkabel dari berbagai perangkat.

Acer Nitro PG271K: Solusi Portabel dengan Kualitas 4K

Untuk pengguna yang sering mobile, Acer menghadirkan Nitro PG271K, monitor portabel 4K 27 inci yang ultra-tipis. Meski berukuran compact, monitor ini tidak mengorbankan kualitas dengan resolusi UHD 3840×2160 dan teknologi Dynamic Frequency and Resolution yang memungkinkan tampilan Full HD (1920×1080) di 144 Hz.

Content image for article: Acer Luncurkan Monitor Predator 500 Hz dan Nitro Google TV untuk Pengalaman Gaming Maksimal

Dengan panel IPS yang memiliki sudut pandang lebar 178° dan penyangga yang dapat disesuaikan, Nitro PG271K menawarkan fleksibilitas penggunaan di berbagai situasi.

Monitor ini juga kompatibel dengan pemasangan dinding VESA, menjadikannya solusi ideal baik untuk kerja maupun gaming saat bepergian.

Dengan rangkaian produk terbaru ini, Acer menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi di pasar monitor gaming dan hiburan.

Baik Anda gamer profesional yang membutuhkan performa tertinggi, atau pengguna biasa yang menginginkan perangkat multifungsi, Acer kini memiliki solusi untuk setiap kebutuhan.

Produk-produk ini diperkenalkan di Computex 2025 dan akan segera tersedia di berbagai negara. Untuk informasi ketersediaan di Indonesia, Anda dapat mengunjungi situs resmi Acer di www.acerid.com. (Icha)

Tecno Pova Curve Siap Meluncur, Desain Futuristik dan AI Canggih

Telko.id – Tecno sudah siap menghadirkan Pova Curve dengan konsep yang tak biasa. Rencananya, akan diawali di India pada 29 Mei mendatang pukul 12 siang waktu setempat.

Meski belum merilis spesifikasi lengkap, Tecno memberikan gambaran tentang desain dan beberapa fitur unggulan Pova Curve.

Smartphone ini hadir dalam dua varian warna dan mengusung panel belakang yang disebut “futuristik” oleh sang produsen.

Menariknya, desain tersebut terinspirasi oleh bentuk aerodinamis starship, memberikan kesan premium dan modern.

Pova Curve juga menjadi bukti komitmen Tecno terhadap filosofi 3Bs: Best Design, Best Signal, dan Best AI.

Dengan fokus pada tiga aspek ini, Tecno berambisi menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik dibandingkan seri sebelumnya seperti Tecno Pova 6 Pro 5G yang ditujukan untuk para gamer.

Desain Futuristik dan Fitur Unggulan

Tecno Pova Curve menonjolkan desain belakang yang unik dengan dua kamera dan dukungan NFC, seperti yang tertera pada bodinya.

Keberadaan NFC menjadi nilai tambah untuk memudahkan transaksi digital dan konektivitas perangkat lain.

Selain itu, bocoran dari Flipkart mengungkap bahwa Pova Curve akan dibekali layar AMOLED melengkung, memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi Tecno di pasar global, termasuk Indonesia yang semakin kompetitif seperti diulas dalam artikel Transsion: Pemain Baru yang Menggebrak Pasar Smartphone Indonesia, Pova Curve hadir dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya mengandalkan desain, tetapi juga teknologi AI canggih bernama ELLA.

ELLA: Asisten Virtual dengan Kemampuan AI Terkini

ELLA adalah asisten suara buatan Tecno yang diklaim mampu menjawab berbagai pertanyaan atau masalah pengguna.

Fitur ini tidak hanya berfungsi sebagai voice assistant biasa, tetapi juga menawarkan keamanan dan hiburan yang lebih personal.

Dengan integrasi AI, Pova Curve diharapkan dapat bersaing dengan produk-produk premium di kelasnya.

Ketersediaan dan Harapan Pasar

Tecno Pova Curve akan dijual secara eksklusif melalui Flipkart di India, baik secara online maupun offline.

Langkah ini mirip dengan strategi peluncuran Tecno Megabook T1 yang juga mengandalkan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan.

Dengan kombinasi desain futuristik, layar AMOLED melengkung, dan teknologi AI, Tecno Pova Curve berpotensi menjadi pesaing serius di segmen mid-range.

Namun, tantangan terbesarnya adalah memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin selektif dalam memilih smartphone dengan fitur lengkap dan harga terjangkau.

Apakah Pova Curve akan sesukses seri Pova sebelumnya? Jawabannya akan terungkap setelah peluncuran resmi minggu depan.

Sementara itu, para penggemar Tecno bisa menantikan kejutan lain dari brand yang terus berinovasi ini. (Icha)

Bocoran Samsung Galaxy Z Fold7 & Z Flip7: Desain, Chipset, dan Tanggal Rilis

Telko.id – Ada bocoran terbaru dari Samsung. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini akan meluncurkan tiga varian ponsel lipat pada awal Juli mendatang: Galaxy Z Fold7, Z Flip7, dan Z Flip7 FE.

Setelah memulai produksi massal beberapa minggu lalu, Samsung kini dikabarkan sedang mempersiapkan pengiriman unit demo ke berbagai toko.

Menurut laporan dari Max Jambor, ketiga model ini akan menjadi fokus utama, sementara model lipat tiga (tri-fold) yang sempat ramai dibicarakan belum akan hadir dalam rilis kali ini.

Hal ini mirip dengan strategi Samsung sebelumnya, di mana Galaxy S25 Edge dirilis setelah trio utamanya.

Dari ketiga model tersebut, Galaxy Z Flip7 FE menjadi sorotan karena bobotnya yang sama persis dengan pendahulunya, Z Flip6, yaitu 187 gram.

Namun, bagaimana dengan fitur dan spesifikasi lainnya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Desain dan Fitur Unggulan

Galaxy Z Flip7 FE diprediksi akan mempertahankan desain yang mirip dengan Z Flip6, termasuk layar penutup (cover display) berukuran 3,4 inci.

Sementara itu, varian Z Flip7 akan menawarkan layar penutup yang lebih besar dengan desain edge-to-edge, memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.

Di sisi lain, Galaxy Z Fold7 dikabarkan akan menjadi salah satu ponsel lipat tertipis di pasaran.

Meskipun detail desainnya masih simpang siur, render yang beredar menunjukkan penyempurnaan pada engsel dan layar utama untuk ketahanan yang lebih baik.

Performa dan Chipset yang Digunakan

Salah satu aspek paling menarik dari seri baru ini adalah pilihan chipset yang digunakan. Galaxy Z Flip7 dan Z Flip7 FE akan mengandalkan prosesor Exynos, dengan Z Flip7 menggunakan Exynos 2500 dan Z Flip7 FE memakai Exynos 2400.

Namun, ada pengecualian untuk pasar Amerika Utara dan China, di mana Z Flip7 akan menggunakan Snapdragon 8 Elite.

Menariknya, ada juga bukti bahwa Z Flip7 FE akan hadir dengan Snapdragon 8 Gen 3 di beberapa wilayah.

Sementara itu, Galaxy Z Fold7 diprediksi akan menggunakan Snapdragon 8 Elite secara global, menjadikannya salah satu ponsel lipat paling powerful di pasaran.

Kapan Rilis dan Apa yang Bisa Diharapkan?

Dengan pengiriman unit demo yang sudah dimulai, tidak lama lagi kita akan melihat lebih banyak bocoran tentang ketiga model ini.

Tanggal rilis yang diisukan adalah awal Juli 2025, bersamaan dengan event unggulan Samsung.

Jika Anda tertarik dengan ponsel lipat, pertimbangkan untuk menunggu rilis resmi. Dengan desain yang disempurnakan dan performa yang lebih tangguh, Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 berpotensi menjadi game-changer di pasar smartphone. (Icha)

Samsung Buka Aplikasi Eksklusif untuk Semua Laptop Windows

Telko.id – Ada kabar gembira, Samsung kini membuka akses beberapa fitur eksklusifnya seperti Galaxy Notes dan Gallery untuk semua pengguna Windows, terlepas dari merek laptop yang digunakan.

Selama bertahun-tahun, Samsung menjaga ketat ekosistem aplikasinya hanya untuk perangkat Galaxy. Strategi ini mirip dengan Apple yang membatasi beberapa fitur hanya untuk pengguna MacBook.

Namun, langkah terbaru Samsung menandai perubahan signifikan dalam kebijakan mereka. Mulai 22 Mei 2025, aplikasi seperti Galaxy Notes, Gallery, Cloud, hingga Bixby resmi tersedia di Microsoft Store untuk semua perangkat Windows.

Perlu dicatat, meski bisa diunduh secara bebas, beberapa aplikasi tetap memerlukan akun Samsung untuk bisa berfungsi penuh.

Galaxy Notes bahkan memberikan peringatan bahwa pengalaman terbaik hanya bisa didapatkan di Galaxy Book. Lantas, apa saja yang perlu Anda ketahui tentang perkembangan menarik ini?

Daftar Aplikasi Samsung yang Kini Terbuka Lebar

Ketika membuka halaman developer Samsung di Microsoft Store, Anda akan menemukan deretan aplikasi yang sebelumnya hanya bisa dinikmati pengguna Galaxy Book. Berikut beberapa yang paling mencolok:

  • Galaxy Notes – Aplikasi catatan premium dengan fitur S Pen integration
  • Gallery – Manajemen foto dengan AI-powered organization
  • Samsung Cloud – Solusi penyimpanan cloud 15GB gratis
  • Screen Recorder – Rekam layar dengan kualitas hingga 4K
  • Galaxy Buds – Pengaturan audio untuk earphone Samsung
  • Bixby – Asisten virtual besutan Samsung

Samsung's Galaxy apps now work on non-Galaxy Windows laptops

Keterbatasan yang Perlu Diperhatikan

Meski membuka akses, Samsung tetap memberikan beberapa catatan penting. Galaxy Notes secara khusus memberikan peringatan bahwa aplikasi ini “telah dioptimalkan untuk Galaxy Book” dan mungkin mengalami beberapa masalah di perangkat lain.

Pengguna melaporkan beberapa fitur seperti sinkronisasi instan dengan perangkat Galaxy mungkin tidak bekerja sempurna.

Strategi Baru Samsung di Dunia Windows

Langkah ini bisa dibaca sebagai upaya Samsung memperluas pengaruhnya di ekosistem Windows. Dengan membuka akses aplikasi premium ke lebih banyak pengguna, Samsung berpotensi meningkatkan basis pengguna layanannya.

Ini juga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan produk hardware mereka ke pengguna baru.

Menariknya, beberapa aplikasi seperti Galaxy Buds Manager dan Phone (untuk menghubungkan smartphone Samsung ke PC) tetap memberikan nilai lebih ketika digunakan dengan perangkat Samsung.

Ini menunjukkan bahwa meski membuka akses, Samsung tetap menjaga beberapa keunggulan kompetitif untuk produk mereka sendiri.

Bagi Anda yang penasaran ingin mencoba, cukup buka Microsoft Store dan cari aplikasi Samsung yang diinginkan.

Proses instalasinya sederhana dan tidak memerlukan tweak khusus. Namun pastikan perangkat Anda memenuhi spesifikasi minimum yang dibutuhkan.

Perkembangan ini membuka babak baru dalam persaingan antar-vendor di dunia Windows. Dengan Samsung yang mulai membuka diri, apakah vendor lain akan mengikuti jejak serupa?

Satu hal yang pasti: pengguna Windows kini memiliki lebih banyak pilihan aplikasi premium tanpa harus membeli hardware tertentu. (Icha)

Waspada! Transfer Pinjol Tiba-Tiba Masuk ke Rekening, Ini Kata OJK

0

Telko.id – Bayangkan sedang asyik bersantai, tiba-tiba ponsel Anda berbunyi “cling!”—notifikasi uang masuk. Senang? Tunggu dulu.

Jika Anda tidak mengajukan pinjaman atau tidak ada janji transfer dari siapapun, waspadalah. Bisa jadi ini modus baru pinjaman online (pinjol) yang sedang viral di masyarakat.

Belakangan ini, banyak masyarakat Indonesia melaporkan menerima transfer uang tiba-tiba dari platform bernama Rupiah Cepat.

Jumlahnya beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Fenomena ini memicu kekhawatiran dan menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK pun mengambil langkah tegas dengan memanggil PT Kredit Utama Fintech Indonesia, penyelenggara Rupiah Cepat, untuk memberikan klarifikasi.

Lembaga ini juga meminta perusahaan melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan pelanggaran yang terjadi.

OJK Turun Tangan, Rupiah Cepat Dipanggil

“Kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait hal ini. Kami telah memanggil dan meminta klarifikasi dari pihak penyelenggara Rupiah Cepat,” tegas OJK dalam keterangan resminya, Rabu (21/5/2025).

OJK tidak main-main. Selain investigasi, Rupiah Cepat diwajibkan merespon setiap pengaduan konsumen dan melaporkan hasil penyelidikan kepada regulator.

Langkah ini menunjukkan komitmen OJK dalam melindungi konsumen dari praktik pinjol yang merugikan.

Modus Baru Pinjol: Transfer Tanpa Permintaan

Kasus ini bermula ketika seorang pengguna X (sebelumnya Twitter) mengeluh menerima dana pinjaman dari Rupiah Cepat tanpa pernah mengajukan.

Yang lebih mencurigakan, nomor tidak dikenal menghubunginya via WhatsApp, mengaku sebagai tim manajemen keuangan Rupiah Cepat.

Pelaku meminta korban mengecek rekening dengan alasan “sistem sedang error”. Ketika korban ingin mengembalikan dana, baru diketahui nomor rekening tujuan bukan milik Rupiah Cepat resmi. Ini jelas modus penipuan yang terorganisir.

Respons Rupiah Cepat dan Komitmen Perlindungan Konsumen

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Rupiah Cepat Baladina Siburian menyatakan pihaknya telah melakukan audiensi dengan OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Kami berkomitmen pada perlindungan konsumen dan kepatuhan regulasi,” tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/5/2025).

Rupiah Cepat mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pengguna yang terkena dampak untuk mencari solusi terbaik. Perusahaan juga berjanji memperkuat sistem keamanan data dan proses verifikasi pengguna.

Imbauan OJK untuk Masyarakat

OJK mengingatkan masyarakat untuk:

  • Berhati-hati terhadap tawaran pinjaman dari entitas manapun
  • Menjaga kerahasiaan password dan OTP
  • Segera melaporkan ke OJK jika menemukan indikasi pelanggaran

Masyarakat dapat menghubungi OJK melalui kontak 157 atau WhatsApp di 081-157-157-157. Dengan kewaspadaan bersama, praktik pinjol nakal bisa dicegah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, keamanan finansial adalah tanggung jawab bersama. Selalu verifikasi setiap transaksi mencurigakan dan laporkan ke pihak berwenang. Jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya. (Icha)

Sisternet dan KemenPPPA Luncurkan Shelnspire untuk Warga Binaan Lapas Perempuan

0

Telko.id – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Bali, sebuah transformasi sedang terjadi. Rabu (21/5) lalu, puluhan warga binaan dengan antusias mengikuti pelatihan pembuatan bolu kukus dan kerajinan tie dye.

Bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, ini adalah bagian dari program Shelnspire Sinergi Berdaya yang digagas Sisternet (XL Axiata) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Program ini muncul sebagai respons atas data KemenPPPA yang menunjukkan tingginya tingkat pengangguran di kalangan mantan narapidana perempuan—mencapai 67% dalam tiga tahun pertama pascabebas.

Stigma sosial dan minimnya keterampilan menjadi penghalang utama. “Mereka kerap terjebak dalam lingkaran kemiskinan karena sulit mendapat pekerjaan,” papar Maftuh Muhtadi, perwakilan KemenPPPA dalam peluncuran program.

Shelnspire hadir dengan pendekatan unik: menggabungkan pelatihan hard skill seperti kewirausahaan dengan pendampingan psikososial virtual.

Kolaborasi strategis ini menargetkan 10 Lapas perempuan di Indonesia, dengan Bali sebagai lokasi ke-9 yang disasar.

Digitalisasi sebagai Kunci Reintegrasi Sosial

Yang membedakan Shelnspire dari program sejenis adalah fokusnya pada literasi digital. Peserta tidak hanya diajarkan membuat bolu kukus atau kerajinan tangan, tetapi juga cara memasarkan produk melalui platform online.

“Di era siber ini, keterampilan digital sama pentingnya dengan modal usaha,” tegas Dodik Ariyanto, Regional Group Head XL Axiata East Region.

Content image for article: Sisternet dan KemenPPPA Luncurkan Shelnspire untuk Warga Binaan Lapas Perempuan

Modul pelatihan dirancang komprehensif:

  • Baking Class bersama Ribka Tinta (Roti Memori Bali)
  • Kreasi Tie Dye dengan pelatih dari Hobi Jadi Cuan
  • Manajemen Keuangan oleh Sherinne Budiman
  • Pemasaran Digital melalui platform e-commerce

Dampak Nyata: Dari Lapas ke Pasar Digital

Hasilnya? Sungguh menggembirakan. Di Lapas yang telah menjalani program, terjadi peningkatan 5% penjualan produk usaha warga binaan.

Lebih penting lagi, 98% peserta melaporkan kemampuan lebih baik dalam mengelola emosi, sementara 100% merasa percaya diri berkomunikasi—faktor kunci untuk reintegrasi sosial.

Ni Luh Putu Andiyani, Kepala Lapas Perempuan Kerobokan, menyatakan, “Ini bukan sekadar pelatihan, tapi ruang untuk menemukan kembali jati diri.”

Pernyataan ini diamini Eni Widiyanti dari KemenPPPA yang menekankan pentingnya pendekatan holistik: “Kami tidak hanya membekali keterampilan, tapi juga memulihkan harga diri.”

Program ini juga selaras dengan inisiatif serupa seperti pelatihan kewirausahaan untuk mantan napi terinisiasi Telkom, menunjukkan tren positif kolaborasi swasta-pemerintah dalam pemberdayaan kelompok marginal.

Roadmap Ke Depan: Ekspansi dan Keberlanjutan

Setelah Bali, Shelnspire akan menyambangi Lapas Perempuan NTB pada Juli 2025 sebagai lokasi terakhir fase ini. Namun, ini bukan akhir. XL Axiata telah menyiapkan strategi jangka panjang:

  • Pendampingan pascaprogram melalui inkubasi bisnis
  • Pelatihan literasi keuangan lanjutan
  • Ekspansi ke lebih banyak Lapas hingga 2026

Seperti akses digital produk Pegadaian via LinkAja, digitalisasi menjadi kunci. “Kami akan bangun ekosistem yang mendukung mereka terjun ke dunia usaha secara mandiri,” pungkas Dodik.

Di balik jeruji besi, program ini menyalakan api harapan. Bukan hanya tentang bolu kukus atau tie dye, tapi tentang membuka pintu kedua bagi perempuan-perempuan yang berhak mendapatkan kesempatan untuk bangkit. (Icha)

Acer ProCreator Series: Monitor Profesional dengan Akurasi Warna Sempurna

Telko.id – Acer meluncurkan monitor ProCreator Series—solusi bagi kreator profesional yang mengutamakan akurasi warna dan performa tinggi.

ProCreator Series: Standar Baru untuk Kreator Profesional

Acer ProCreator Series hadir dengan sertifikasi Calman, menjamin akurasi warna hingga Delta E<1—sebuah standar yang sulit ditandingi.

Monitor ini dirancang khusus untuk animator, fotografer, dan desainer yang membutuhkan presisi warna tinggi.

Dengan cakupan color gamut 99% AdobeRGB dan DCI-P3, setiap detail karya Anda akan tampil sempurna.

Fitur unggulannya adalah Acer Creator Hub, software adaptif yang memudahkan pengaturan warna sesuai kebutuhan.

Mulai dari sRGB untuk desain web, DCI-P3 untuk konten sinematik, hingga Adobe RGB untuk fotografi—semua bisa disesuaikan dengan satu klik. Bahkan, fitur split screen memungkinkan multitasking tanpa mengorbankan kenyamanan.

Varian ProCreator: Dari 6K hingga OLED

Seri ini menawarkan beberapa model unggulan. ProCreator PE320QXT mengusung resolusi 6K (6016×3384), sementara PE270XT hadir dengan 5K (5120×2880).

Keduanya mendukung VESA DisplayHDR 600 dan dilengkapi layar sentuh serta kamera 8MP untuk konferensi video.

Bagi yang menginginkan teknologi OLED, ProCreator PE320QK X dengan panel QD-OLED 4K UHD menjadi pilihan ideal. Warna 10-bit, refresh rate 240Hz, dan respons time 0,01 ms membuatnya cocok untuk animasi dan gaming.

Kompatibilitas dengan AMD FreeSync Premium Pro dan NVIDIA G-SYNC juga menghilangkan masalah tearing dan stuttering.

Portabilitas Tanpa Kompromi

Acer tidak hanya fokus pada monitor desktop. ProCreator PE160WU yang portabel dengan layar OLED 16 inci memudahkan kreator bekerja di mana saja.

Dukungan 100% DCI-P3 dan refresh rate 120Hz menjadikannya sahabat setia para desainer mobile.

Selain itu, Acer meluncurkan monitor portabel seperti PD163QT (layar sentuh) dan PD243Y E (refresh rate 100Hz), serta proyektor LED PD1810 dengan resolusi 4K UHD.

Proyektor ini bahkan mendukung HDR10 dan memiliki masa pakai hingga 30.000 jam!

Harga dan Ketersediaan

ProCreator Series diperkenalkan di Computex 2025 di Taipei. Harga dan ketersediaannya bervariasi tergantung wilayah.

Namun, dengan segudang fitur premium, monitor ini layak menjadi investasi bagi para profesional kreatif.

Jadi, apakah Anda siap meningkatkan produktivitas dengan akurasi warna sempurna? Acer ProCreator Series bukan sekadar monitor—ini adalah mitra kerja ideal untuk karya yang lebih hidup. (Icha)

Wamenkomdigi Minta Meta Tutup Grup Penyimpangan, Ini Langkah Tegas Pemerintah

Telko.id – Ruang digital Indonesia kembali diuji dengan maraknya konten negatif yang meresahkan. Baru-baru ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas dengan meminta Meta—perusahaan induk Facebook—untuk menutup enam grup bermuatan pornografi menyimpang.

Langkah ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan bagian dari komitmen besar menjaga moralitas generasi muda di dunia maya.

Fenomena grup penyimpangan ini bukan kasus isolasi. Sejak 2019, Kominfo telah menerima lebih dari 430 ribu aduan konten negatif, mulai dari hoaks hingga eksploitasi seksual.

Yang mengkhawatirkan, modus operandi pelaku semakin canggih—seperti kasus peretasan situs pemerintah untuk menyebarkan konten ilegal, termasuk judi online di PeduliLindungi.id.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menegaskan, perlindungan ruang digital adalah prioritas. “Ini kejahatan serius yang merusak moral dan membahayakan anak-anak kita,” tegasnya dalam siaran pers resmi, Kamis (22/05/2025).

Pernyataan ini bukan retorika belaka. Dalam seminggu saja, Kominfo pernah menghapus 11.333 konten perjudian online—sebuah rekor yang menunjukkan intensitas ancaman digital.

Meta Diminta Bertanggung Jawab, Bukan Hanya Tutup Grup

Langkah Kominfo kali ini berbeda. Tidak sekadar memblokir, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mendesak Meta untuk:

  • Memperbarui sistem monitoring secara real-time
  • Mengungkap identitas pengelola grup penyimpangan
  • Berkolaborasi dengan kepolisian untuk proses hukum

“Kami mohon masyarakat juga memantau dan melaporkan melalui aduancontent.id,” tambah Angga.

Platform pelaporan ini menjadi senjata utama masyarakat melawan konten negatif—sebuah upaya kolektif yang pernah sukses menangkal hoaks pandemi COVID-19 di masa lalu.

Ancaman di Balik Layar: Dari Penyimpangan Sampai Eksploitasi

Kasus ini membuka mata kita pada pola baru kejahatan digital. Pelaku tidak hanya memanfaatkan celah teknis, tetapi juga kerentanan psikologis korban.

Grup-grup tertutup di Facebook menjadi “ruang aman” bagi pelaku untuk berbagi konten ilegal—sebuah tren yang juga terjadi di platform lain. Ironisnya, beberapa di antaranya menyamar sebagai forum diskusi umum atau komunitas hobi.

Pemerintah kini berhadapan dengan dilema klasik: bagaimana menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan perlindungan publik.

Langkah tegas terhadap Meta bisa menjadi preseden bagi platform lain—khususnya yang kerap menjadi sarana penyebaran konten berbahaya, seperti judi online dan radikalisme.

Pertanyaannya kini: akankah tekanan hukum dan kolaborasi multipihak mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat?

Jawabannya mungkin terletak pada konsistensi penegakan hukum dan kesadaran masyarakat untuk aktif melapor. Seperti kata Angga Raka Prabowo, “Ini pertarungan kita bersama.” (Icha)

Komdigi Blokir Situs PeduliLindungi.id Karena Disusupi Konten Judi Online

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital  Republik Indonesia (Komdigi) baru-baru ini memblokir akses ke situs tersebut setelah menerima laporan masyarakat tentang munculnya konten ilegal.

Insiden ini bukan sekadar kasus peretasan biasa. PeduliLindungi.id adalah bagian dari sejarah digital Indonesia, sebuah platform yang membantu jutaan warga selama masa krisis kesehatan.

Kini, situs tersebut menjadi korban defacement (penyusupan) dengan tampilan yang dialihkan ke situs perjudian online.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, menegaskan bahwa hal ini jelas melanggar prinsip keamanan informasi di ruang digital nasional.

Lantas, bagaimana bisa situs bekas layanan vital pemerintah justru menjadi sasaran empuk peretas? Dan yang lebih penting, apa implikasi keamanan data pengguna yang pernah terdaftar di platform ini?

Kronologi Peretasan dan Respons Cepat Komdigi

Menurut keterangan resmi Komdigi, aksi blokir ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang dilengkapi bukti berupa URL dan tangkapan layar. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa situs PeduliLindungi.id memang telah mengalami defacement dan menampilkan konten yang mengarah ke situs perjudian online.

“Ini jelas melanggar ketentuan keamanan informasi di ruang digital nasional,” tegas Alexander di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.

Komdigi tidak main-main dalam menangani kasus ini. Dalam waktu singkat, mereka menetapkan bahwa situs tersebut telah melanggar prinsip keamanan informasi dan segera memutus aksesnya.

Langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan data dan paparan konten ilegal.

Status Terkini PeduliLindungi.id

Bagi yang belum tahu, Peduli Lindungi sebenarnya sudah tidak lagi aktif sejak tahun 2023. Sistem ini telah terintegrasi ke dalam pelayanan kesehatan digital dan sepenuhnya dialihkan ke platform SatuSehat dengan alamat domain resmi satusehat.kemkes.go.id.

Saat ini, layanan juga dapat diakses melalui aplikasi SatuSehat Mobile yang tersedia di App Store dan Play Store.

“Setelah integrasi, situs PeduliLindungi.id sendiri sudah tidak lagi digunakan dan tidak berada dalam kendali operasional Kemenkes,” jelas Alexander.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat tentang keamanan data mereka. Karena situs tersebut sudah tidak aktif, risiko kebocoran data dari insiden ini dinilai minimal.

Imbauan untuk Masyarakat

Kementerian Komdigi tidak hanya berhenti pada tindakan blokir. Mereka juga aktif mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas digital yang mencurigakan melalui kanal resmi pengaduan aduankonten.id.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ruang digital nasional yang aman, sehat, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Alexander.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman di dunia digital terus berkembang. Seperti yang terjadi pada 15 PSE game online yang diblokir Kominfo karena memuat unsur perjudian, pelaku kejahatan siber terus mencari celah untuk menyebarkan konten ilegal.

Pertanyaan besarnya: seberapa siap kita menghadapi ancaman digital semacam ini? Apakah mekanisme keamanan kita sudah cukup tangguh untuk melindungi aset digital negara dan masyarakat?

Kasus PeduliLindungi.id ini mungkin hanya puncak gunung es dari tantangan keamanan siber yang lebih besar.

Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa perang melawan mata rantai judi online membutuhkan kerjasama semua pihak.

Dari pemerintah yang harus tegas dalam penegakan hukum, hingga masyarakat yang perlu waspada dan aktif melaporkan konten mencurigakan. (Icha)

Infinix GT 30 Pro: Smartphone Gaming dengan Performa Ultimate dan Desain Futuristik

Telko.id – Infinix meluncurkan GT 30 Pro, perangkat yang menggabungkan performa tinggi, desain mecha yang agresif, dan fitur khusus gamers.

Dengan chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate dan layar 144Hz, ponsel ini siap menjadi senjata baru bagi para pecinta game mobile.

Infinix, yang dikenal dengan produk-produknya yang terjangkau namun berkualitas, kali ini menargetkan segmen gaming dengan serius.

GT 30 Pro bukan sekadar upgrade dari seri sebelumnya, melainkan lompatan besar dalam hal teknologi dan pengalaman pengguna.

Bagaimana ponsel ini bisa menjadi pesaing tangguh di pasar smartphone gaming? Mari kita telusuri lebih dalam.

Dari segi harga, Infinix GT 30 Pro ditawarkan dengan banderol MYR 1,299 (sekitar Rp4,6 juta) untuk varian 12/256GB dan MYR 1,499 (sekitar Rp5,3 juta) untuk versi 12/512GB.

Bandingkan dengan kompetitor seperti realme GT 6 atau nubia Neo 3 Series, dan Anda akan melihat bahwa Infinix menawarkan spesifikasi yang kompetitif dengan harga lebih terjangkau.

Desain Cyber Mecha yang Memukau

Infinix GT 30 Pro mengusung Cyber Mecha Design 2.0 dengan garis-garis agresif di bagian belakang dan lampu RGB yang menambah kesan futuristik.

Tersedia dalam tiga pilihan warna – Blade White, Shadow Ash, dan Dark Flare – ponsel ini jelas dirancang untuk menarik perhatian.

Desain ini tidak hanya tentang estetika, tetapi juga fungsionalitas, dengan material yang tahan guncangan dan genggaman yang nyaman untuk sesi gaming panjang.

Infinix GT 30 Pro unveiled with Dimensity 8350 Ultimate, 144Hz screen and GT triggers

Layar 144Hz dan Performa Tanpa Kompromi

Layar 6,78 inci LTPS AMOLED dengan refresh rate 144Hz menjadi salah satu fitur unggulan GT 30 Pro.

Dengan resolusi FHD+, kecerahan puncak 1.600 nits, dan proteksi Gorilla Glass 7i, layar ini menjamin pengalaman visual yang mulus dan tajam.

Ditambah dengan chipset Dimensity 8350 Ultimate dan RAM LPDDR5X, ponsel ini mampu menangani game berat seperti Genshin Impact atau Call of Duty Mobile tanpa lag.

Fitur Khusus Gamers

Infinix GT 30 Pro memperkenalkan dual capacitive shoulder GT triggers, sebuah terobosan baru bagi Infinix.

Tombol ini memberikan input dengan latensi rendah dan dapat di-remap untuk berbagai fungsi dalam game. Fitur bypass charging memungkinkan Anda bermain sambil mengisi daya tanpa khawatir baterai cepat panas.

Dengan baterai 5.500 mAh (5.200 mAh di beberapa wilayah) dan dukungan pengisian cepat 45W wired serta 30W wireless, ponsel ini siap menemani marathon gaming Anda.

Kamera dan AI Tools

Meski fokus pada gaming, GT 30 Pro tidak mengabaikan aspek fotografi. Kamera utama 108MP didukung oleh lensa ultrawide 8MP, mampu merekam video 4K60 dengan stabilisasi.

Sayangnya, kamera depan terbatas pada 4K30 dan 2K30 untuk video ultrawide. Infinix juga membekali ponsel ini dengan XOS 15 berbasis Android 15 dan seperangkat alat AI berbasis DeepSeek R1 untuk pengalaman yang lebih cerdas.

Dengan semua keunggulan ini, Infinix GT 30 Pro layak dipertimbangkan sebagai smartphone gaming kelas menengah yang menawarkan nilai lebih dibanding kompetitornya.

Apakah ponsel ini akan menjadi pilihan utama gamers? Waktu yang akan menjawab. (Icha)