spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1745

Indosat Ooredoo Kembangkan Pendidikan Berbasis Digital

0

Telko.id – Indosat Ooredoo akan memperdalam program CSR pilar edukasi “Indonesia Belajar” yang berfokus pada pendidikan secara digital. Salah satu inisiatif Indonesia Belajar adalah melakukan kemitraan dengan Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation dan CREATE Foundation untuk menerapkan CREATE CyberSchool With IoT (Internet of Things) di 65 sekolah percontohan yang tersebar di lima wilayah Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku – Papua.

“Inisiatif pendidikan secara digital Indonesia Belajar adalah salah satu cara dalam menerapkan komitmen kami dalam menghadirkan dunia digital kepada semua orang. Dengan komitmen program selama lima tahun sebesar 1 juta dollar ini, Indosat Ooredoo ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang interaktif antara guru dan murid,” ungkap Direktur Utama Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dalam keterangan resminya, Jumat (27/11).

Masing-masing sekolah percontohan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan tablet yang telah dipersenjatai software dan aplikasi pendidikan. Di samping itu, Indosat Ooredoo juga akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada ratusan guru di Indonesia dan meningkatkan kompetensi mereka untuk bisa memberikan pendidikan digital sebaik mungkin.

“Kami merasa terhormat dapat mengumumkan kemitraan dengan Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation dan CREATE Foundation untuk mendukung dan menerapkan CREATE CyberSchool With IoT,” tambah Alexander Rusli.

Indosat Ooredoo ingin agar dunia digital menjadi salah satu cara untuk mengembangkan pendidikan yang mudah dijangkau oleh anak-anak di Indonesia. Di sinilah, Indosat Ooredoo akan berperan aktif untuk menyediakan teknologi digital yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi pendidikan. Hal ini sejalan dengan gagasan Education for All (EFA) yang dicanangkan UNESCO, beberapa waktu lalu.

President Commissioner Indosat Ooredoo, Dr. Nasser Marafih, mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki harapan yang cukup besar dari dunia digital. “Masyarakat Indonesia mengharapkan manfaat dari dunia digital untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Seperti yang telah diumumkan pekan lalu, Indosat Ooredoo berkomitmen untuk meningkatkan akses teknologi digital kepada semua orang. Inisiatif pendidikan secara digital ini merupakan langkah awal dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung peningkatan pendidikan bangsa dan suatu saat dapat membuka akses untuk semua orang,” jelasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan pada kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Kementerian menyambut baik dan mendukung sepenuhnya komitmen Indosat Ooredoo melalui Indonesia Belajar yang memanfaatkan dunia digital untuk membantu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia ini.

Sementara itu, Founder & Head of Trustee CREATE Foundation and Member of Board of Trustees Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation, Ilham Habibie, menuturkan bahwa salah satu karya CREATE Foundation adalah bahan ajar multimedia interaktif yang sudah dipakai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama Republik Indonesia di 3.600 sekolah seluruh Indonesia.

“Kami mengembangkan platform pendidikan digital interaktif berbasis cloud dan telah kami uji coba di sekolah kami TechnoNatura sebagai laboratorium CREATE CyberSchool dengan IoT (Internet of Things),” jelas Ilham. “Kerjasama antara Hasri Ainun Habibie ORBIT Foundation – CREATE Foundation dengan Indosat Ooredoo ini semakin mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.”

CREATE CyberSchool With IoT sendiri merupakan platform belajar berbasis cloud yang dikembangkan CREATE Foundation untuk memberikan sebuah sarana pembelajaran yang berkualitas bagi setiap siswa di seluruh Indonesia di manapun mereka berada dengan memanfaatkan teknologi digital.

Lewat Telenor, Warga Bulgaria akan Segera Nikmati 4G

0

Telko.id – Perusahaan Telekomunikasi Terbesar kedua di Bulgaria, Telenor baru-baru ini mengungkap rencananya untuk meluncurkan layanan 4G dengan standar Long Term Evolution (LTE) pada 1 Desember mendatang.

Untuk tahap awal, gelaran tersebut akan mencakup ibukota Sofia dan sebagian besar Selatan serta Timur Bulgaria, sebelum akhirnya mencakup seluruh kota dan kota-kota besar, serta negara resort musim dingin terbesar, pada pertengahan Desember.

Ke depannya perusahaan akan menyediakan cakupan 4G efektif untuk sekitar 57 persen dari penduduk negara itu, dengan ekspansi lebih lanjut, termasuk ke Bulgaria resort tepi laut yang populer, dan akan hadir pada 2016 mendatang.

Dilansir dari Sofia Globe (27/11), semua pelanggan Telenor Bulgaria akan dapat menggunakan layanan 4G gratis sampai dengan 31 Januari 2016, asalkan mereka memiliki smartphone dan kartu SIM 4G yang kompatibel, kata perusahaan itu.

Meskipun pihak Telenor Bulgaria tidak memberikan rincian mengenai biaya data untuk 4G secara spesifik, tapi setidaknya mereka mengatakan kapan waktu pastinya layanan ini dimulai.

CEO Telenor, Stein-Erik Vellan menyebut, Perusahaan akan menggunakan pita frekuensi 1800MHz untuk layanan 4G, setelah menyelesaikan overhaul jaringan pada awal musim panas ini dan meningkatkan efisiensi jaringan untuk membebaskan spektrum saat ini.

Telenor Bulgaria bukanlah perusahaan pertama yang menawarkan layanan 4G di Bulgaria, namun mereka adalah operator pertama dari tiga operator besar di negara itu yang menghadirkan layanan super cepat ini.

Vellan mengatakan bahwa peluncuran layanan 4G sekali lagi menggarisbawahi komitmen Telenor untuk Bulgaria. Setelah Group mereka mengumumkan akuisisi globul dari operator telekomunikasi Yunani, Cosmote pada bulan April 2013 silam dan telah menyelesaikan proses re-branding pada November 2014 lalu.

Melonjaknya penggunaan mobile data dan meningkatnya penggunaan smartphone, ditambah dengan selesainya perbaikan jaringan adalah alasan utama Telenor meluncurkan layanan ini, “meskipun ada keterbatasan spektrum,” kata Vellan.

Sebagai informasi, pengenalan layanan 4G di Bulgaria telah tertunda dalam beberapa tahun terakhir oleh kurangnya spektrum yang tersedia. Pemerintah Bulgaria telah berkomitmen untuk membuat beberapa frekuensi yang saat ini digunakan oleh Departemen Pertahanan untuk penggunaan komersial, tetapi proses telah diperlambat oleh kurangnya dana untuk militer. [ak/if]

Setelah 1800 MHz, Giliran Spektrum 2.6 GHz Siap Dilelang Rusia

0

Telko.id – Regulator telekomunikasi Rusia pekan ini mengumumkan bahwa mereka akan membuka pendaftaran untuk berpartisipasi dalam lelang spektrum 2,6 GHz yang rencananya akan digulirkan pada 1 Desember mendatang. Dalam kesempatan yang sama, diuraikan pula jadwal untuk proses penjualan yang akan meliputi beberapa tahap.

Dilansir dari Total Telecom, Jumat (27/11), pihak yang berkepentingan akan memiliki waktu hingga 29 Desember untuk mengajukan aplikasi mereka untuk mengikuti kontes ini, kata Roskomnadzor. Sementara proses lelang sendiri, yang meliputi frekuensi 2.570 MHz hingga 2620 MHz, akan dimulai pada bulan Februari tahun depan.

Regulator telah membagi gelombang udara yang tersedia ke dalam 82 lot. Lot pertama akan dilelang pada 9 Februari. Sementara lot kedua sampai 41 akan dijual pada tanggal 11 Februari, diikuti oleh lot 42 sampai 82 pada 17 Februari.

Lot pertama mencakup semua Rusia, dengan pengecualian Moskow dan Sevastopol, di Crimea. Ini mencakup 25 MHz spektrum dan membawa harga terendah RUB2,94 miliar (Rp 600 miliar).

Lot lainnya mencakup semua daerah dan juga datang dengan 25 MHz spektrum. Ditawarkan dengan harga bervariasi, mulai dari RUB1.1 juta untuk spektrum di Nenets (lot 33) hingga RUB134.3 juta di St Petersburg (lot 12).

Roskomnadzor menunjukkan bahwa dalam lelang spektrum di band 1800 MHz yang baru-baru ini selesai, jumlah angka akhir yang dihasilkan adalah enam kali lebih tinggi dari harga agregat terendah lot spektrum. Bahkan, kontes ini, yang ditutup pada awal Oktober, mengumpulkan RUB6.28 miliar, dibandingkan dengan harga terendah RUB1.03 miliar.

Keempat operator mobile utama Rusia ikut ambil bagian dalam lelang tersebut, dan masing-masing memenangkan spektrum seharga lebih dari RUB1 miliar.

Vimpelcom adalah yang paling terkuras keuangannya, dengan tagihan mencapai RUB2.03 miliar, diikuti oleh MTS, yang menghabiskan RUB1.91 miliar untuk mengamankan lima lot spektrum. Sementara MegaFon dan Tele2 masing-masing mengeluarkan RUB1.26 miliar dan RUB1.08 miliar.

Kuis : Apakah Anda Siap Memasuki Era 4G?

1

Telko.id – Kita telah mendengar banyak cerita tentang 4G LTE, khususnya selama beberapa tahun terakhir ini. Kita diberitahu bahwa 4G LTE  itu lebih cepat, 4G LTE itu bisa mengunduh lebih banyak file gambar, dan memungkinkan kita menonton film serta melakukan video-chat dimana pun dan kapan pun.

Well, semua orang telah mendengar klaim itu sebelumnya, tapi apakah sudah semua orang juga punya pengetahuan yang sama tentang 4G LTE?

Untuk menguji pengetahuan Anda tentang 4G, Telko.id menggelar kuis berhadiah pulsa Rp 100 ribu. Caranya mudah, ikuti kuisnya dan jawab pertanyaan dengan benar. Pastikan untuk mengisi nama dan alamat email di akhir kuis. Jangan lupa di share, karena berbagi itu indah 🙂 . Selamat mencoba!

Selamat kepada Komar, pemenang kuis 4G LTE. Pemenang bisa menghubungi redaksi di redaksi@telko.id dengan mencantumkan nama, alamat email dan no telpon (untuk pengiriman pulsa).

[viralQuiz id=1 columns=2]

Axioo Klaim Jadi Vendor Paling Siap Penuhi TKDN

0

Telko.id – Bicara tentang handset 4G tentu tidak lepas dari TKDN, atau lebih dikenal sebagai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Bahasan terkait ini begitu populer belakangan ini dikarenakan peraturan pemerintah itu mewajibkan para vendor 4G untuk memasukkan setidaknya 30% kandungan lokal di setiap produknya. Nah, sudah siapkah mereka?

Salah satu vendor lokal, Axioo, yang baru saja merilis dua smartphone 4G teranyarnya, Axioo Venge dan Axioo Venge X mengaku sangat siap dengan ketentuan yang dibuat Pemerintah tersebut, yang rencananya akan mulai diaplikasikan pada 1 Januari 2016 mendatang.

Ditemui dalam acara peluncuran produk terbarunya kemarin, Kamis (26/11), Samuel Lawrence, CEO Axioo menyebut bahwa perusahaan yang dipimpinnya hanya perlu menambah beberapa persen saja dari batas minimum TKDN yang diharuskan. Bahkan di tahun 2016 nanti, perusahaan akan lebih berkonsentrasi pada pengembangan software lokal.

“Untuk software sendiri sudah menyumbang 20% dari TKDN, sementara aplikasi tambahan lainnya belum dihitung dan kami yakin untuk target TKDN tidak akan ada masalah,” ungkap Samuel.

Sebagai informasi, Axioo saat ini diketahui mengembangkan software sendiri untuk handset 4G besutannya. Selain itu, mereka juga sudah memiliki pabrik perakitan di kawasan Pulogadung yang mampu memproduksi sekitar 300 ribu smartphone setiap bulannya.

Samuel juga mengklaim bahwa smartphone 4G Axioo telah memenuhi sekitar 20% TKDN apapun metode perhitungan Pemerintah nantinya. Ia bahkan menyebut bahwa di Departemen Perindustrian, Axioo menjadi salah satu vendor yang berada di urutan teratas untuk persiapan pemenuhan TKDN.

Samuel menambahkan bahwa baterai dan charger pada smartphone buatannya juga berasal dari Indonesia. [ak/if]

 

Rusia Bangun Pusat Data Terbesar dengan Tenaga Nuklir

0

Telko.id – Sebuah pusat data baru kabarnya tengah dibangun oleh Rusia, tidak terlalu jauh dari kota Moskow. Pusat data ini diklaim perusahaan listrik Rosenergoatom tidak hanya akan menjadi yang terbesar di Rusia, tetapi juga yang pertama yang ditenagai nuklir.

Menurut laporan Engadget, Jumat (27/11), pusat data tersebut saat ini sedang dibangun di atas pembangkit listrik Kalinin yang berjarak sekitar 120 mil laut dari ibukota Rusia.

Insinyur memperkirakan, pusat data yang ditenagai nuklir ini akan membutuhkan 80 MW untuk menyediakan listrik yang cukup bagi 10.000 atau lebih rak server. Konstruksi ini diproyeksikan akan menelan biaya USD975 juta, tidak termasuk pembangunan IT.

Hanya sepuluh persen dari rak ini yang akan disediakan untuk penggunaan Rosenergoatom, sisanya akan tersedia untuk disewakan oleh pelanggan komersial. Mengingat hukum penyimpanan data baru Rusia yang ketat, yang menuntut bahwa setiap data warga Rusia disimpan di server dalam negeri, bisnis ini harusnya menjanjikan.

Rosenergoatom kabarnya juga telah melakukan pembicaraan dengan dua perusahaan raksasa, Facebook dan Google, untuk menawarkan ruang di fasilitas baru ini.

O2 Ujicoba Teknologi untuk Blokir Iklan di Jaringan Mobile

0

Telko.id – Kabar baik datang dari O2. Operator ini dalam waktu dekat akan memungkinkan pelanggannya untuk bisa browsing web dengan nyaman. Hal ini sejalan dengan aktivitas perusahaan yang kini tengah dalam tahap pengujian teknologi yang akan memblokir iklan di jaringan mereka secara otomatis.

Menurut Business Insider, eksekutif O2 telah mengatakan bahwa teknologi ini begitu maju hingga bahkan akan memblokir iklan sebelum mereka hadir, sehingga iklan tersebut tidak akan diunduh ke ponsel pengguna.

Berita dari O2 ini muncul hanya dua hari setelah EE, operator seluler hasil merger T-Mobile dan Orange Inggris, dilaporkan sedang mengupayakan hal yang mirip dengan apa yamg dilakukan O2 di jaringannya. Demikian dilaporkan Techradar, Kamis (26/11).

Tak ubahnya EE, O2 juga mengatakan bahwa niatnya melakukan ini hanya untuk mendorong “praktek terbaik” di antara pengiklan – dan untuk menyingkirkan setiap iklan yang dinilai terlalu mengganggu.

“Kami benar-benar menantikan teknologi  ini [pemblokiran iklan level jaringan]. Kami mengupayakan standar tertinggi dengan iklan kami sendiri. Kami menunggu teknologi ini untuk melihat apakah mereka dapat membantu pelanggan kami dengan beberapa praktek buruk dan mengganggu yang selama ini terjadi, ” ungkap Robert Frank, Managing Director Digital Commerce O2.

Sementara para operator di Inggris coba melindungi pelanggannya dari iklan yang mengganggu, di Indonesia justru sebaliknya. Beberapa operator besar justru mengajak para pengiklan untuk “nyampah” di halaman browser pelanggannya. Mereka bahkan cenderung membiarkan pengiklan nakal yang secara otomatis akan memotong pulsa jika iklan di klik, baik sengaja ataupun tidak sengaja.

Hal ini tidak hanya merugikan pelanggan, tapi juga pemilik situs yang “dipaksa” menampilkan iklan dari operator. Bagi pemilik situs, ini tidak hanya merugikan secara finansial tapi juga bisa merusak reputasi lantaran menampilkan iklan yang mengganggu ke pelanggan mereka.

Well, semoga operator di Indonesia bisa belajar dari O2 dan EE tentang bagaimana cara memperlakukan pelanggannya.

Dua Smartphone Axioo Ramaikan Ekosistem 4G Tanah Air

0

Telko.id – Saat ini Indonesia telah memasuki era internet cepat, dengan telah resmi dikomersialisasikannya jaringan 4G LTE di hampir banyak wilayah di Indonesia. Namun, tentu saja tak akan berguna kecepatan internet seekstrim apapun, tanpa adanya ekosistem yang mendukungnya Perangkat atau device, dalam hal ini menjadi salah satunya.

Kita telah mendengar ada begitu banyak smartphone berbasis 4G LTE dihadirkan oleh pembuat smartphone kelas atas, pun demikian dengan beberapa diantaranya yang berada di level menengah. Kali ini, kita kedatangan satu nama lagi yang berasal dari dalam negeri. Ya, Axioo, yang kali ini datang dengan smartphone 4G terbarunya, bertajuk Axioo Venge dan Axioo Venge x.

“Axioo benar-benar membuka pintu bagi semua kalangan di Indonesia untuk dapat menikmati smartphone dengan kualitas tinggi,” ungkap CEO Axioo, Samuel Lawrence dalam acara peluncuran yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Kamis (26/11).

Ia menambahkan, kedua handset terbaru Axioo ini hadir dengan teknologi termutakhir di kelasnya guna mengakomodir berbagai kemungkinan yang ada. Selain itu, handset terbaru dari Axioo ini juga diklaim sebagai handset pertama yang diperbolehkan untuk di-root dan sudah menyediakan custom rom.

Dari segi jaringan, Axioo Venge mampu berjalan pada frekuensi yang akan mengakomodir jaringan FDD dari operator 4G. Sementara untuk Axioo Venge X, handset ini mampu berjalan pada semua frekuensi 4G LTE baik FDD maupun TDD. Meskipun dari segi software yang tersedia saat ini, peragkat kedua baru bisa berjalan di frekuensi FDD dan masih harus menunggu update firmwork.

Terkait Carier Agregation, baik Axioo Venge maupun Axioo Venge X sama-sama diakui belum mendukung teknologi tersebut, karena masih berada pada tingkat 4G Cat 4, mamun Samuel mengklaim bahwa Cat 4 dari smartphone ini berbeda dari cat 4 yang ada di pasaran.

Bagi Anda yang ingin memiliki handset ini, baik Axioo Venge maupun Axioo Venge X sudah bisa dipesan (pre order) dengan harga Rp 2.2 juta untuk Venge dan Rp 3.3 juta untuk Venge X. [ak/if]

Hacker ‘Pembobol’ TalkTalk Mulai Terkuak

0

Telko.id – Masih ingat dengan insiden ‘pembobolan’ yang di alami TalkTalk bulan lalu? Saat itu, perusahaan telekomunikasi asal Inggris ini ‘dikunjungi’ hacker yang konon berhasil mencuri data identitas penggunanya seperti nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email, informasi akun TalkTalk, hingga rincian kartu kredit. Hari ini, sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa orang kelima dari kelompok penjahat cyber yang meretas TalkTalk telah berhasil ditangkap.

Menurut pihak berwajib, seperti diwartakan Guardian, Kamis (26/11), sang pelaku adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang digerebek di sebuah properti di Llanelli, Wales selatan, dan ditahan di kantor polisi Dyfed Powys atas dugaan pemerasan.

Empat orang lainnya telah ditangkap selama penyelidikan, yang terdiri dari dua pemuda berusia 16 tahun, seorang pria berusia 20 tahun, dan seorang anak berusia 15 tahun dari Irlandia Utara yang dibebaskan Senin lalu.

Ini adalah kali ketiga dalam serangkaian serangan serupa yang mempengaruhi TalkTalk dalam waktu delapan bulan. Sebelumnya, perusahaan ini juga pernah mengalami insiden serupa pada bulan Agustus dan Februari lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Met mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan oleh unit kejahatan cyber-nya, pusat kejahatan cyber PSNI dan Badan Kejahatan Nasional.

Kepala eksekutif TalkTalk, Dido Harding, mengatakan bahwa ia masih tidak yakin berapa banyak dari empat juta pelanggan Inggris yang telah dipengaruhi oleh serangan, yang melanda website perusahaan itu.

Jesse Norman, ketua Culture, Media and Sport Select Committee memimpin penyelidikan atas dugaan pelanggaran data ini. Petugas sedang menyelidiki permintaan tebusan yang dikirim ke telepon dan broadband penyedia oleh seseorang yang mengaku bertanggung jawab dan mencari tebusa. Perusahaan mengatakan tidak yakin apakah pesan itu asli.

Bouygues Telecom Jadi Operator Perancis Pertama yang Jajal VoLTE

0

Telko-id – Operator Perancis, Bouygues Telecom, baru-baru ini meluncurkan layanan Voice Over LTE (VoLTE), dengan mengikutsertakan 5000 pelanggan, termasuk 700 klien enterprise dan dilengkapi baik dengan Samsung Galaxy S6 maupun Galaxy S6 Edge. Tercatat, bahwa perusahaan menjadi operator pertama di Perancis yang menawarkan panggilan 4G kepada end user.

Keputusan Bouygues ini sebenarnya sedikit meleset dari niat awal perusahaan, yang ketika memiih Ericsson pada Mei 2014 lalu – untuk meng-upgrade jaringan 4G-nya guna mendukung VoLTE – pernah mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan layanan VoLTE secara komersial tahun ini.

Namun, dalam pengumuman singkat Rabu ini, Bouygues mengatakan bahwa layanan VoLTE baru akan dibuat tersedia untuk pelanggan yang memenuhi syarat pada tahun 2016. Demikian dilaporkan Total Telecom, Kamis (26/11).

Meskipun demikian, Bouygues masih akan tetap menjadi operator seluler pertama di Perancis yang menawarkan layanan tersebut.

Numericable-SFR memang telah membuka laboratorium R&D barunya di kawsan Perancis pada Juni 2014 lalu, dan mengumumkan niatnya untuk menjadi pemain pertama di negara itu yang akan menawarkan VoLTE. Namun, menurut Asosiasi Pemasok Selular Global (GSA), penyebaran VoLTE Numericable-SFR saat ini sedang berlangsung tetapi layanan ini masih tidak aktif.

Hal yang tak jauh berbeda terjadi pada Orange, yang disebut-sebut masih dalam tahap perencanaan untuk menggelar layanan ini. Sementara itu, operator Perancis terbesar keempat, Free Mobile, bahkan tidak terdaftar oleh GSA sebagai operator yang memiliki rencana untuk menggelar layanan VoLTE.

Dengan demikian, dari 30 layanan VoLTE yang diluncurkan secara komersial di seluruh dunia, hanya sembilan dari mereka berada di Eropa, mayoritas adalah di Amerika Utara dan Asia-Pasifik.

VoLTE di Indonesia

Di Indonesia sendiri, Smartfren, sebagai salah satu operator yang menggelar jaringan 4G dan LTE-Advanced menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif dengan layanan ini. Smartfren mengaku telah mempersiapkan layanan VoLTE mereka untuk para penggunanya.

Seperti diungkapkan CTO Smartfren, Christian Daigneault, Smartfren sudah sangat siap dengan teknologi VoLTE dan saat ini telah berada dalam tahap akhir pengujian. “Hanya tinggal tahap final test saja dan menunggu waktu untuk segera diperkenalkan ke publik,” katanya.

Sementara itu, XL Axiata mengaku lebih tertarik untuk mengedepankan layanan RCS ketimbang VoLTE. Alasannya, XL RCS lebih berpotensi untuk percepatan adopsi ketimbang VoLTE. Kaarena VoLTE memiliki banyak persyaratan, salah satunya adalah terkait handset yang harus memadai.

Tak jauh berbeda dengan VoLTE, RCS atau Rich Communication Suite over LTE juga memungkinkan pengguna melakukan panggilan suara, selain juga melakukan aktivitas lainnya seperti video call dan pesan instan melalui jaringan LTE.