spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1740

Operator: 4G Tidak Hanya Soal Komunikasi

0

Jakarta – 4G LTE sebagai sebuah teknologi menghadirkan banyak keuntungan dibanding teknologi pendahulunya, sebut saja 3G. Dalam hal ini, urusan kecepatan menjadi salah satunya. Tak heran, jika kemudian para operator berbondong-bondong untuk menerapkannya.

Dalam ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards 2015 yang berlangsung kemarin sore, (16/11), CEO XL, Dian Siswarini mengungkap beberapa hal yang menurutnya menjadi alasan tergodanya operator untuk mengembangkan teknologi tersebut. Salah satunya adalah untuk mengikuti kebutuhan pelanggan.

“Karena kebutuhan pelanggan itu makin lama makin cepat berubah dan kadang-kadang kita telat untuk memenuhi kebutuhan yang cepat berkembang itu,” ungkapnya.

Sementara tiga alasan lainnya, seperti ditambahkan Dian, meliputi keinginan untuk mendapatkan satu teknologi yang lebih efisien, fakta bahwa 4G memberikan kapasitas yang tinggi sehingga cocok untuk file yang besar yang digunakan secara bersamaan, serta bahwa 4G akan membuka peluang bisnis baru.

“Dengan digelarnya 4G, peluang bisnis baru tak hanya terbuka bagi operator saja, tetapi juga pemain lain di sekelilingnya. Termasuk industri konten,” imbuh Dian.

Dalam hal ini 4G dapat dimanfaatkan oleh pemgembang untuk mengembangkan aplikasi-apikasi yang bisa memanfaatkan teknologi tersebut. Misalnya saja aplikasi yang membutuhkan respon secara langsung, atau interaktif seperti online gaming. Pun demikian dengan industri kesehatan, dimana 4G telah mulai digunakan di Ambulance untuk memonitor situasi darurat atau melakukan remote diagnostic. Jadi, tidak lagi hanya sekadar komunikasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Smartfren sekaligus Sekjen ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Merza Fachysz bahkan mengatakan, bahwa 4G sudah mengacu pada apa yang disebut Internet of Things. Diakuinya, itu memungkinkan karena akses yang diberikan 4G sudah tanpa batas.

“Sebagian pengguna kami merasa senang karena dengan adanya 4G, main Twitter dan Facebook jadi semakin cepat. Terus terang saya miris dengan mindset itu. Karena pada dasarnya banyak sekali yang bisa kita lakukan dengan itu,” katanya.

4G dan Ekosistemnya Jadi Tema Utama Golden Ring Award 2015

0

Jakarta – Selain memberikan penghargaan kepada para pelaku industri telekomunikasi, ajang Indonesia Golden Ring Awards yang digelar hari ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman bagi para operator, vendor, startup maupun pelaku industri lainnya.

Dalam sebuah Talk Show bertema “Mendorong Ekosistem 4G LTE dan penguatan konten lokal,” sejumlah pelaku industri telekomunikasi yang terdiri dari para CEO operator telekomunikasi, vendor handset serta perusahaan perintis (startup) ini mengurai suka dukanya berurusan dengan 4G.

Menurut Rudiantara, Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan negara maju di bidang ICT. Oleh karenanya, seluruh potensi yang ada harus bersinergi. Terutama ekosistem device (perangkat), network (jaringan), dan application (aplikasi). “JIka ketiganya tidak berfungsi dengan baik, maka broadband di Indonesia akan pincang,” ungkapnya.

Proses refarming 4G di frekuensi 1800Mhz yang direncanakan akan selesai hari ini juga tak kalah menjadi sorotan. Pun demikian dengan perangkat-perangkat 4G dengan harga terjangkau, yang diperkirakan akan lebih banyak lagi tersedia di masa mendatang.

“Dari segi device, pemerintah berpikir sederhana bagaimana menurunkan harga device serendah rendahnya agak dapat dijangkau masyarakat. Tiga tahun ke depan, harga handset 4G  akan berada di level Rp 600 riburb,” tambah Chief Ra.

Sementara untuk OTT lokal, Rudiantara menyebutkan bahwa Kominfo sudah berbicara tentang bagaimana mendorong OTT lokal untuk menciptakan aplikasi yang mudah dan user friendly agar mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia. [ak/if]

 

Ini Dia Daftar Pemenang Indonesia Golden Ring Award 2015

0

Jakarta – Ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards (IGRA) 2015 kembali digelar di Jakarta, hari ini (16/11). Dalam acara yang telah memasuki tahun ke-7 penyelenggaraannya itu, Ketua Pelaksana IGRA 2015, Danang Arradian menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi para pelaku industri telekomunikasi terhadap pencapaian yang telah diraihnya selama setahun terakhir.

Harapannya, penghargaan ini akan dapat memacu para operator, vendor, startup serta pelaku indutri lainnya untuk terus memberikan layanan dan produk yang lebih baik.

Penghargaan IGRA 2015 ini diberikan berdasarkan hasil polling dari 75 jurnalis di bidang teknologi. Menurut Danang, semangat dari penghargaan ini adalah penilaian obyektif dari para jurnalis berdasarkan pengamatan, pengalaman, serta keahlian mereka di bidang industri telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara sendiri menilai penghargaan IGRA 2015 ini sebagai bentuk apresiasi positif dan perlu didukung oleh seluruh industri.

Berikut adalah susunan pemenang IGRA 2015
Kategori Global Brand:
1. Best Entery Level Smartphone : Lenovo A6000
2. Best Camera Phone : Samsung Galaxy S6 Edge
3. Best Entertainment Phone : iPhone 6
4. Best Business Phone : Samsung Galaxy Note 5
5. The Most Valuable Smartphone : Asus Zenfone 2
6. Best Tablet : Samsung Galaxy Tab S2
7. Best Smartphone Design : Samsung Galaxy S6 Edge
8. Most Innovative Camera Phone : Huawei P8
9. The Best User Experience Smartphone : Oppo R7
10. Best 4G LTE Smartphone : Samsung Galaxy S6 Edge

Kategori Nasional Brand:
11. Best Smartphone : Evercoss Winner Y Ultra
12. The Most Inovative Smartphone : AdvanBarca 5
13. Best National Brand : Advan

Kategori Operator:
14. Best Operator Product : Simpati -Telkomsel
15. Best 4G Service Provider : Smartfren
16. Best Value Added Service : m-Fish – XL
17. Best Costumer Service : GraPaARI – Telkomsel
18. Best CSR : IWIC Kids – Indosat
19. Most Innovative Apps : Go-Jek
20. Best E-Commerce : Blibli.com
21. The Most Inspiring CEO : Dian Siswarini – CEO XL Axiata

Best Operator Phone of The Year
22. Best Operator : Telkomsel
23. Phone Of The Year : Samsung Galaxy S6 Edge

Honorable Mentions :
1. Breakthrough Brand of The Year : Wiko Mobile
2. The Most Innovative Entertainment For Live Streaming Show In Indonesia : CliponYu
3. The Most Fashionable Phone: LG G4
4. The Best Mobile Social Media : BBM Chanel
5. Lifetime Achievement : Hasnul Suhaimi
6. Breakthrough Apps of The Year : GandengTangan
7. Best Consumer PC Monitor Brand : AOC

4G LTE Telkomsel Resmi Sambangi Yogyakarta

0

Jakarta – Setelah secara komersial meluncurkan layanan 4G LTE di Jakarta, Bali, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar, Lombok, Manado, dan Batam, Telkomsel akhirnya resmi meluncurkan layanan serupa di Yogyakarta. Beroperasinya layanan Telkomsel 4G LTE di Yogyakarta ini sekaligus menjadikannya sebagai kota ke-sepuluh yang akan mendapatkan pengalaman mobile broadband terbaik dan layanan digital lifestyle yang lengkap dari operator tersebut.

Melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/11), Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan bahwa Yogyakarta merupakan kota yang penuh dengan semangat kreativitas dan anak muda. Sebagai kota yang kaya dengan pelajar dan developer muda, potensi besar Yogyakarta dalam hal kreativitas perlu untuk didukung oleh infrastruktur yang handal, seperti halnya melalui jaringan 4G LTE.

“Layanan ini kami harap juga dapat menjadi pendukung utama lahirnya berbagai kreativitas di bidang digital dari Yogyakarta untuk dapat dibawa ke tingkat nasional bahkan menembus pasar global,” ungkapnya.

Ririek menambahkan bahwd kenaikan penggunaan layanan data sebesar 160% di Yogyakarta pada kuartal ketiga 2015 dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa mobile digital lifestyle telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Yogyakarta.

Layanan Telkomsel 4G LTE dengan kualitas yang handal dan mampu memberikan akses data yang lebih cepat pun dipercaya dapat meningkatkan pengalaman dalam ber-Internetan dan menikmati berbagai aplikasi digital, sehingga akan membantu meningkatkan produktivitas pelanggan.

Saat ini, Telkomsel memiliki sekitar 55 persen pelanggan data dari total pelanggan di Yogyakarta. Sedangkan terdapat sekitar 45.000 ribu pelanggan Telkomsel di Yogyakarta yang menggunakan handset 4G.

Layanan Tekomsel 4G LTE di Yogyakarta sendiri beroperasi di frekuensi 1800 MHz menggunakan pita selebar 10 MHz, yang kecepatannya bisa mencapai 75Mbps. Hal disebut-sebut dapat meningkatkan kepuasan pelanggan menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil.

Untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan di Yogyakarta di dalam menikmati layanan mobile broadband, jaringan Telkomsel 4G LTE Telkomsel mencakup lokasi-lokasi strategis di kota Yogyakarta termasuk Kampus UGM, UNY, UIN, UPN, UKDW, Malioboro, Keraton, Bandara, Perumahan Padat,  Café, Jalan-jalan Protokol dan Pusat-pusat Perbelanjaan.

“Hadirnya layanan ini di berbagai lokasi strategis seperti daerah wisata kami harap akan mendukung aktivitas komunikasi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Layanan data yang cepat ini akan membantu para wisawatan untuk berbagi momen-momen indah mereka melalui media sosial, baik dalam bentuk foto maupun video dengan lebih lancar,” ujar Ririek.

Dalam memberikan layanan 4G yang lengkap, pada peluncuran ini juga diperkenalkan berbagai aplikasi digital, seperti yang dibuat oleh dua tim finalis Telkomsel NextDev (kompetisi membuat aplikasi Smart City) asal Yogyakarta yaitu HiCo yang merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengontrol peralatan listrik atau elektronik melalui smartphone dan Healink yang merupakan aplikasi mobile pelayanan kesehatan yang fokus pada peningkatan fungsi penyedia jasa kesehatan.

Selain itu, ada pula aplikasi Jogja Smart Passenger yang merupakan aplikasi terintegrasi city guide berbasis mobile. Jogja Smart Passenger menggabungkan perkembangan teknologi smartphone dan keberadaan Transjogja.

Aplikasi ini akan membantu masyarakat kota Yogyakarta dan wisatawan untuk menentukan rute perjalanan, menjelajah, dan menikmati indahnya kota budaya secara realtime dengan menggunakan perangkat smartphone android.

Sedangkan aplikasi Destinasia adalah informasi mengenai pariwisata di Indonesia, yang dapat memberikan inspirasi dan panduan berlibur. Melalui aplikasi ini, pelanggan akan mendapat kemudahan menemukan objek wisata, akomodasi, informasi kuliner, dan kabar wisata terkini; didukung oleh fitur multimedia dan audio video streaming.

Dalam memperkenalkan layanan Telkomsel 4G LTE yang lengkap dengan kesiapan ekosistemnya seperti ponsel 4G dan berbagai aplikasi, pada peluncuran ini Telkomsel juga mengadakan pameran 4G di Jogja Tronic lantai UG, Ambarukmo Plaza lantai LG dan GraPARI Sudirman.

Pelanggan di Yogyakarta saat ini sudah dapat menukarkan simcard mereka dengan uSIM, ataupun mendapatkan kartu perdana 4G simPATI dan kartuHALO di pusat layanan pelanggan Telkomsel (GraPARI) yang terletak di di GraPARI Sudirman, GraPARI Godean, GraPARI JCM, GraPARI Lowano dan Loop Station Jogja.

Tahun Depan, Kominfo Umumkan Pemenang Palapa Ring

0

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkap tentang rencananya mengumumkan pemenang tender Palapa Ring. Seperti diketahui, proyek ini sejatinya telah tertunda selama 10 tahun lamanya dan hingga kini belum ada langkah yang nyata.

“Akhir bulan ini RFP (Registered Financial Planner) sudah keluar dan tinggal menunggu hasilnya saja,” ungkap Chief Ra saat ditemui dalam acara penghargaan Golden Ring Award yang berlangsung di Jakarta, Senin (16/11).

Palapa Ring sendiri merupakan sebuah proyek pembangunan serat optik yang akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan total kabel laut sepanjang 35.280 kilometer dan kabel darat sekira 21.807 kilometer.

Proyek ini nantinya akan menjangkau sekitar 57 Kabupaten di seluruh Indonesia.

Rudiantara menyebut, roadmap dari Palapa Ring sendiri adalah Indonesia bagian Barat hingga Mahulu, kemudian Indonesia Bagian tengah hingga Miangai dan Timur hingga Papua Barat.

Sampai saat ini, Proyek Palapa Ring telah memasuki tahap pra kualifikasi yang menghasilkan 8 perusahaan peserta tender yang dinyatakan lulus oleh panitia pengadaan.

Delapan perusahaan ini akan mengikuti tender di tiga paket yang ditawarkan yaitu pembangunan di wilayah Barat, Tengah serta Timur. Namun nampaknya hanya 6 perusahaan yang mengikuti kesemua paket tersebut.

Dari kedelapan perusahaan yang ikut serta, tiga diantaranya adalah para raksasa operator di Indonesia yakni, Telkomsel, XL, serta Indosat.

Chief Rudiantara menyebutkan dana USO nantinya akan digunakan untuk biaya  infrastruktur dari Palapa Ring tersebut yang akan memakan waktu sekiranya 15 tahun.

Ia juga menyebut, pada kuartal awal di tahun depan seharusnya sudah selesai tahap kualifikasinya. [ak/if]

Selama Sepekan, 7 Mahasiswa Ini akan Pimpin XL

0

Jakarta – Apa jadinya jika sekelompok mahasiswa memegang posisi penting dalam sebuah perusahaan? PT XL Axiata Tbk (XL), mencoba menjawab pertanyaan tersebut, dengan menggelar sebuah program unik dan hanya satu-satunya bertajuk XL BOD Challenge. Dalam program ini, XL memberikan kesempatan langka kepada para mahasiswa untuk menjabat sebagai anggota Board of Directure (BOD)  “Direksi” perusahaan operator seluler ini.

Dalam keterangan resminya, Minggu (15/11), Dian Siswarini mengatakan bahwa program ini merupakan cara XL untuk memotivasi kaum muda, mahasiswa, untuk berani tampil ke depan, menjadi pemimpin, dan membuat terobosan yang posistif dalam berbagai bidang di masa depan.

Melalui program ini bukan hanya kami akan memberikan pengalaman seru, namun lebih dari itu adalah menunjukkan bahwa siapa pun bisa sukses mencapai level tertinggi dalam suatu bidang, menjadi pemimpin, dan mengabdi kepada masyarakat dan bangsanya. Tentu saja, kami BOD XL yang asli tetap akan mengerjakan tugas seperti biasanya,” katanya.

 Dian menambahkan, pendidikan kepemimpinan yang berorientasi menyiapkan anak-anak muda Indonesia untuk bisa beradaptasi dengan tantangan global di masa depan sangat urgent dilakukan dan sebarluaskan.

Hal ini tidak lepas dari semakin terbukanya pasar ekonomi, termasuk pasar tenaga kerja dan ahli, di mana orang Indonesia harus berkompetisi secara terbuka dengan orang dari negara-negara lain dalam mengisi posisi-posisi penting di bidang non-pemerintahan di Indonesia. Apalagi, mengingat tahun depan Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah akan berlaku dan menuntut kesiapan masyarakat Indonesia dari berbagai bidang.

Adapun ketujuh mahasiswa yang terpilih untuk memimpin XL selama sepekan tersebut adalah Yudi Ashari Putra, mahasiswa International Relation President University, akan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), Mohamad Sobree (Chief Strategic Transformation Officer)mahasiswa Electrical Engineering Universitas Teknologi Malaysia, Carrisa Mashinta (Chief Financial Officer), Finance ITBAdrian Reynaldo (Chief Digital Service Officer), Kedokteran Universitas IndonesiaMuhamad Inardy (Chief Teknology Officer) Teknik Sipil ITBDebora Valentini(Chief Commerce Officer), International Relation President Universitydan Risqiqa Doni (Chief Marketing Officer), Teknik Industri Universitas Gadjah Mada.  

XL BOD Challenge merupakan kompetisi khusus mahasiswa dengan hadiah berupa kesempatan merasakan kursi panas BOD XL. Tahapan kompetisi ini mulai pada Februari 2015. Tidak kurang dari 2.234  mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Tanah Air mendaftar dan memperebutkan kesempatan emas menjabat sebagai direktur.

Caranya mudah, mereka harus seorang WNI, mahasiswa aktif yang berusia 18-25 tahun, dan memiliki IPK minimal 2,85. Seleksi dilakukan secara bertahap,  termasuk harus membuat esai tertulis, serta video.

Hampir semua fasilitas yang diperoleh seorang direktur juga mereka dapatkan, seperti mobil dinas kelas premium plus seorang sopir pribadi, pakaian kerja eksekutif, akomodasi berupa apartment, juga perjalanan dinas, termasuk ke luar negeri. Tentu saja selama di kantor, mereka juga akan mendapatkan berbagai fasilitas yang tidak didapatkan oleh karyawan biasa. Mereka bahkan mendapatkan kartu nama dengan jabatan masing-masing plus keterangan masa tugas yang sepekan.

Selain fasilitas, para mahasiswa ini juga akan mendapatkan tugas selayaknya direksi perusahaan. Mereka akan bertemu dengan para stakeholder XL yang juga memiliki jabatan tinggi. Salah satu orang penting yang akan mereka temui adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Di Internal XL sendiri, mereka juga harus melakukan berbagai rapat dengan para Direktur XL yang asli, karyawan, juga para partner startegis. Karena XL adalah perusahaan dengan puluhan juta pelanggan, para “direktur magang” ini akan bertemu juga dengan pelanggan, diler pulsa, juga para relasi XL di industri telko.

Lewat D-MIMO, ZTE Ingin Tingkatkan Kecepatan Data

0

Jakarta – Pembuat peralatan telekomunikasi asal Tiongkok, ZTE, baru-baru ini telah melakukan terobosan signifikan dalam penelitian pada jaringan akses radio generasi berikutnya. Perusahaan ini mengumumkan telah berhasil menguji dan mendistribusikan terobosan pra komersil pertama di dunia dari teknologi Multiple Input Multiple Output (D-MIMO).

Dalam uji lapangan diketahui bahwa ada peningkatan kecepatan data hingga sembilan kali lipat di tepi sel. Hal ini dicapai dengan menggunakan teknologi D-MIMO berdasarkan proprietary sistem Cloud Radio milik ZTE.

Pengujian ini tak hanya mengeksplor dua skenario yang digunakan, baik single user maupun multi user, ini juga memberitahu kita mengenai efek dari BTS yang tumpang tindih. Pengujian sendiri dilakukan dengan menggunakan terminal perangkat mobile yang tersedia secara komersial.

Dilansir dari Telecoms, Senin (16/11), tes menegaskan bahwa teknologi koherensi dari Join Transmission (JT) yang digunakan dalam sistem D-MIMO baru ZTE dipercaya dapat membuat sinkronisasi fase penuh antara BTS.

Sebagai hasil dari sinkronisasi ini, sinyal ditransmisikan secara bersamaan dan diperkuat ke tingkat maksimum saat mereka tiba di antena dari terminal pengguna, yang meminimalkan gangguan dengan terminal lain. Jumlah ini tambahan 3 dB pada antena di terminal si pengguna bila dibandingkan dengan teknologi JT non-koheren. Hal ini juga menghindari kontrol antena terminal pengguna lain yang juga membantu untuk meminimalkan gangguan sinyal dan menciptakan dasar yang jauh lebih baik untuk multi-user Joint Tranamission (MU-JT).

Teknologi ini akan menurunkan gangguan dan sinyal terdegradasi di tepi sel, sebuah efek samping yang sampai sekarang tak terelakkan setiap kali ada beberapa BTS. Hasilnya adalah bahwa terobosan baru ini akan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik untuk ponsel pintar dan pelanggan mobile broadband, menurut ZTE.

Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi operator seluler karena teknologi D-MIMO dapat meningkatkan kecepatan data di tepi sel dengan sangat besar. [ak/if]

 

Alcatel Lucent Bawa Layanan Cloud ke Burkina Faso

0

Jakarta – Burkina Faso jadi negara pertama di Afrika Barat yang akan menggunakan cloud untuk menghubungkan sektor publik dan swastanya. Dalam hal ini, negara yag beribukota di Guagadougou ini dibantu oleh perusahaan multinasional asal Perancis, Alcatel Lucent.

Penyedia produk telekomunikasi ini akan memasok NFV (Network Functions Virtualisation), Cloudband dan platform IP di Burkina Faso untuk menjalankan layanan awan seperti e-government, e-learning dan e-Healthy sebagai bagian dari infrastruktur G-Cloud. Layanan ini akan dibangun pada sumber daya jaringan virtualisasi dari node awan di Ouagadougou dan lima provinsi lainnya.

Dilansir dari Telecoms, Senin (16/11), rencananya Cloud ini akan menghubungkan 400 bangunan di 13 pusat-pusat kota daerah melalui jaringan serat optik dengan luas 513Km IP/MPLS. Sementara itu, backhaul akan diberikan oleh sistem transmisi serat optik sepanjang 800 km sebagai bagian dari proyek Backbone Serat Optik Nasional Burkina Faso yang baru.

Alcatel-Lucent akan menghubungkan pusat data di seluruh Burkina Faso dengan Photonic Service Switch 1830 (PSS), yang mendukung kolaborasi dari saluran 10 Gbps, 40 Gbps dan 100 Gbps.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi Pengembangan Digital Nasional untuk menghubungkan Departemen publik dan kota lewat platform e-goverment Burkina Faso guna mendukung antisipasi peningkatan permintaan di masa mendatang untuk layanan digital bagi kesehatan, pendidikan, keadilan, imigrasi dan jasa pemerintah.

Alcatel-Lucent akan mengelola jaringan dan instalasi infrastruktur dalam proyek yang rencananya akan selesai pada tahun 2017 mendatang. Selain itu, Alcatel-Lucent juga akan melatih 100 pegawai pemerintah untuk mengimplementasikan teknologi ini.

Sebanyak €30 juta pun digelontorkan pemerintah Denmark untuk mendanai proyek ini. Dana tersebut diperoleh dari Danida Business Finance.

“Proyek ini akan memiliki banyak dampak positif bagi Burkina Faso,” ungkap Nébila Amadou Yaro, Menteri Pembangunan Ekonomi Digital Burkina Faso.

Sementara itu, Bo Jensen, Duta Besar Denmark untuk Burkina Faso menyebut proyek ini akan mendukung proses desentralisasi pemerintah, mempromosikan dekonsentrasi pelayanan publik dan memperbanyak transparansi serta peningkatan pengelolaan keuangan publik. [ak/if]

Vodafone Siapkan USD 2 Juta Untuk Investasi di India

0

Jakarta – Raksasa telekomunikasi asal Inggris, Vodafone, akan membuat investasi besar di India. Investasi ini akan dibagi ke dalam empat sektor dengan nilai yang masing-masing berbeda dan akan dilakukan pada anak perusahaannya di negara tersebut.

Adapun total dana yang akan diinvestasikan adalah sebesar USD 2 miliar atau setara INR13 miliar jika dikonversi ke dalam mata uang setempat.

Menurut laporan Cellular-news, Senin (16/11), sebanyak INR 8 miliar akan diinvestasikan untuk meningkatkan dan memperluas cakupan jaringan dari anak perusahaan Vodafone di India, INR 3 miliar akan digelontorkan untuk mengupgrade pusat IT dan pusat experience pelanggan di Pune dan Ahmedabad, sementara sekitar INR 1 miliar disiapkan untuk mendirikan sebuah pusat data Tier-4 dan menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di India yang membuat pusat data ini. Pusat data ini dimaksudkan untuk melayani kebutuhan akan perkembangan telekomunikasi untuk sektoral bisnis dan enterprise.

Sisanya, sekitar INR 1 miliar akan dialokasikan untuk infrastruktur layanan perbankan milik Vodafone, yakni M-Pesa yang juga telah menerima izin dari RBI (Reserve Bank of India). M-Pesa sendiri merupakan teknologi Mobile Money, semacam kartu debet di telepon seluler berbasis sms yang diluncurkan pertama kali pada 2007 oleh anak perusahaan Vodafone di India.

Selain itu, Vodafone sendiri juga akan menambah karyawan sebanyak 15000 di India dalam waktu 2 tahun ke depan.

Sebagai informasi, bisnis Vodafone di India merupakan kontributor tertinggi dari total pertumbuhan pendapatan Vodafone Group. Selain itu, Vodafone di India juga memiliki basis pelanggan terbesar, yakni 188 juta pelanggan dengan jumlah pasar volume data terbesar. [ak/if]

 

Ini Dia Hasil Uji Jaringan 4G Smartfren Jakarta – Bogor

0

Jakarta – Sejak hari Rabu lalu, Smartfren melakukan uji jaringan yang dimulai dari kantor mereka di Jalan Sabang, Jakarta menuju Bogor.

Pada perjalanan tersebut, rombongan juga menyempatkan diri untuk mengunjungi kantor pusat Network Smartfren yang berlokasi di BSD, Serpong sekaligus melakukan test kecepatan Carier Agregation dan menjajal teknologi Volte mereka.

Pada pengujian yang dilakukan sepanjang perjalanan oleh tim Telko.id menunjukan hasil yang beragam. Kami menggunakan aplikasi “nperf” pada smartphone Andromax 4G LTE milik smartfren.

Tercatat, dari hasil percobaan, terekam di kawasan tol Jakarta-Tangerang, kecepatan internet Smartfren berada di kisaran 18.79 Mbps untuk download serta 1.24 Mbps untuk upload data, menurut nperf.

Screenshot_2015-11-12-15-56-50

Kemudian, ketika sudah memasuki daerah Tangerang, kami melakukan uji jaringan lagi dengan menggunakan benchmark yang sama. Hasil test tersebut merujuk pada angka 5.47 Mbps kecepatan rata-rata download serta 1.18 kecepatan rata-rata untuk upload.

Screenshot_2015-11-12-15-56-27

Pengujian dilanjutkan pada kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Disana, tercatat kecepatan internet Smartfren melambung di angka 16.20 Mbps untuk rata-rata download speed dan 1.07Mbps untuk rata-rata upload.

Screenshot_2015-11-12-15-56-15Namun, begitu memasuki kawasan Bina Marga, Bogor,  kecepatan Smartfren turun drastis. Untuk rata-rata download Speed saja, internet 4G Smartfren hanya mampu memberikan kecepatan rata-rata pada 4.71 Mbps dan 4.65 Mbps untuk rata-rataUpload Speed.

Sempat terjadi beberapa kali reconnected ketika mulai memasuki kawasan Bogor, namun pihak Smartfren mengakui bahwa memang  ada sekitar 9% kecepatan internet di bawah harapan mereka dalam pengujian ini.

Secara keseluruhan, Kami menyimpulkan sekitar 85% wilayah dalam rute Jakarta-Bogor tercover dengan baik. [AK/IF]