spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1736

100 Jaringan di Seluruh Dunia Gunakan LTE Advanced

0

Telko.id – Asosiasi Perdagangan Industri Ponsel di Amerika Serikat mengatakan bahwa pasar LTE Advanced telah digunakan secara komersial pada 100 jaringan di 49 negara di seluruh dunia.

Menurut 4G Americas, saat ini ada setidaknya 430 jaringan LTE yang telah komersial bersama dengan 100 jaringan LTE-Advanced. Dengan total pelanggan saat ini sebanyak 907 juta pengguna dan diperkirakan akan mencapai 3,6 miliar pada tahun 2020. Demikian dilansir dari Telecoms, (26/11).

Di Amerika Serikat dan Kanada sendiri, ada sekitar 68 jaringan LTE komersial. AS memiliki tujuh penyedia LTE-Advanced komersial, seperti AT&T, Sprint, T-Mobile, Verizon Wireless dan RedZone, sementara Kanada memiliki tiga peyedia diantaranya Bell Mobility, Rogers dan Telus. Total pengguna saat ini adalah sebesar 219 juta pelanggan di Amerika Utara dan akan meningkat menjadi 392 juta pada tahun 2020 mendatang.

Namun, ada potensi yang lebih besar untuk pertumbuhan di Amerika Selatan, yang memiliki 71 jaringan LTE komersial di 25 negara. Saat ini ada sekitar 35 juta pengguna berbasis LTE di Amerika Latin dan diperkirakan akan bertambah banyak sedikitnya tujuh kali lipat menjadi 259 juta pada tahun 2020.

Sebagai informasi, Jaringan LTE-Advanced pertama kali diluncurkan di Korea Selatan pada bulan Juni 2013 lalu, dengan memanfaatkan Carier Agregation. LTE Advanced juga menjadi fitur teknologi yang paling populer sejak saat itu. Sementara itu, Nokia Networks dan Deutsche Telekom telah menjadi pemain industri terbaru yang mengumumkan sebuah inovasi teranyar dalam Carier Agregation.

Untuk Indonesia sendiri, Carier Agregation sejatinya telah dijalankan oleh Smartfren melalui dua carier mereka di frekuensi 2300 Mhz. Namun, ketersediaan perangkat yang terjangkau masih menjadi salah satu alasan mengapa mereka belum meresmikan teknologi ini secara komersial. [ak/if]

Rangsang Pertumbuhan Ecommerce, Festival Belanja Online Kembali Digelar

0

Telko.id – Festival Belanja Online 2015 kembali bergulir. Kegiatan ini diikuti oleh seabreg pemain ecommerce Indonesia selama 8 hari berturut-turut, terhitung mulai tanggal 25 November hingga 1 Desember 2015.

Muhammad arif, Perwakilan dari FBO2015 mengungkapkan, “Ini diluar dugaan kami karena tahun ini dua kali lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Selain menghadirkan diskon hingga 99%, dalam Festival Belanja Online tahun 2015 ini juga akan ad program shopping marathon yang diadakan mulai pukul 10 WIB hingga 16.00 WIB di setiap harinya, kecuali sabtu-minggu selama 8 hari tersebut.

Tahun ini, Festival Belanja Online (FBO)  lebih mengutamakan nilai edukasi kepada masyarakat Indonesia bahwa belanja online merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan penawaran terbaik. Pengguna juga akan mendapatkan harga serta diskon yang besar dalam ajang tahunan ini.

Hadirnya kupon voucher khusus yang dinamakan FBOKUPON15 juga dipercaya akan semakin memanjakan para konsumen untuk membeli berbagai produk dari berbagai ecommerce yang bergabung di dalam event ini.

Arif menambahkan, “Tahun ini FBO 2015 akan menjadi salah satu kegiatan online yang paling dinantikan karena ajang ini menawarkan potongan harga hingga 99 persen dan merupakan hal yang sangat dilewatkan, ” katanya.

Dalam kegiatan tahun ini, juga dihadirkan kegiatan donasi dengan menggandeng UNICEF sebagai partner penggalangan dana sosial dimana setiap konsumen yang berbelanja di setiap ecommerce yang tergabung akan secara langsung berdonasi kepada UNICEF.

Sementara itu perwakilan dari Blibli.com menyebut, saat ini perkembangan belanja sudah 5 kali lipat karena kini masyarakat sudah mulai belanja secara online. Ia juga menambahkan, saat ini telah tersedia sekitar 5000 merchant di Blibli.com. [ak/if]

Ruangguru.com Pertegas Ambisi untuk Tingkatkan Kualitas Pengajar

0

Telko.id – Memperingati Hari Guru Nasional, yang jatuh tepat hari ini (25 November), Ruangguru.com kembali mempertegas ambisinya untuk terus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para pengajar di Indonesia. Ambisi itu diwujudkan baik dalam bentuk program pelatihan maupun program apresiasi yang telah dirancang khusus bagi para pengajar yang tergabung di platform Ruangguru.com.

Ruangguru.com sendiri merupakan startup teknologi lokal yang berfokus dalam penyediaan layanan pendidikan dan konten belajar yang berkualitas. Sejak dirilis pada April 2014 lalu, Ruangguru.com telah menjadi wadah bagi lebih dari 22,000 pengajar privat yang terdiri dari guru-guru berpengalaman, para mahasiswa berprestasi dari universitas ternama, serta kaum profesional dengan rekam jejak terpercaya yang senang mengajar dan ingin mencari penghasilan tambahan.

Jenis mata ajar yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari pelajaran sekolah, persiapan ujian yang terstandarisasi (TOEFL, IELTS, SAT), musik, olahraga, bahasa asing, dan masih banyak lagi. Para pengajar di Ruangguru.com juga sudah cukup terkenal karena tingkat kualitasnya, terbukti dari sebanyak 95 persen pengajar yang bergabung dan mengajar di Ruangguru.com memperoleh rating sangat baik dari para murid.

Rosmiyana, Product Manager Ruangguru.com memaparkan visi Ruangguru.com, dimana salah satu yang utama adalah meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dengan meningkatkan kesejahteraan para pengajar.

“Kami meyakini bahwa tanggung jawab mendidik itu bukan hanya ditanggungkan kepada guru di sekolah saja namun siapapun. Selama ini kami mencoba memfokuskan upaya kami di area ini guna membuka akses kepada lebih banyak masyarakat umum maupun pendidik profesional agar bisa lebih terlibat aktif dalam mencerdaskan bangsa,” ungkapnya.

Rosmiyana menyayangkan persepsi yang kadung berkembang di masyarakat, bahwa kompensasi bagi profesi pengajar relatif tidak semenarik profesi lainnya. Menyadari hal tersebut, Ruangguru.com terus berupaya agar memunculkan berbagai mekanisme sumber penghasilan lain yang lebih adil dan juga menarik – seperti yang lakukan lewat marketplace guru privat Ruangguru.com.

Berbagai ini pun dilakukan startup ini untuk meningkatkan kualitas para guru, seperti menggelar pelatihan berkala bagi guru, program apresiasi prestasi, serta melengkapi para guru dengan berbagai tools yang memudahkan aktivitas mengajar dan pengembangan profesi mereka. “Misalnya, lewat platform tes.ruangguru.com dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk membantu guru-guru di sekolah mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Guru (UKG) Nasional yang berlangsung selama November ini,” tambahnya.

Andika, salah satu pengajar bidang Bahasa Inggris dan Perpajakan di Ruangguru.com mengaku bahwa ia sangat tertarik dengan program mengajar yang ditawarkan oleh startup ini. Alasannya karena adanya seleksi kualitas pengajar berupa verifikasi latar belakang dan jadwal mengajarnya dapat disesuaikan dengan waktu kosong.

“Setelah memutuskan untuk bergabung pada September 2015, saya dapat menyalurkan passion saya dalam mengajar, serta mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp 12 juta/bulan. Bayangkan penghasilan tambahan yang mungkin diperoleh guru-guru berpengalaman, yang punya waktu lebih untuk mengajar. Ini akan sangat mendukung kesejahteraan mereka,” papar Andika.

Secara umum para pengajar di Ruangguru.com memang mendapatkan kompensasi yang cukup kompetitif dibandingkan tempat lainnya. Pada umumnya, upah guru privat di lembaga lain sangat flat dan ditetapkan oleh lembaga, rata-rata berkisar antara Rp 40.000 hinga Rp 65.000 per jam untuk kelas berkelompok. Sementara di Ruangguru.com, upah guru ditetapkan oleh guru sendiri, mulai dari Rp 50.000,- per jam.

“Saat ini secara agregat para pengajar di Ruangguru.com memperoleh upah sebesar Rp 98,000 per jam”, ujar Rosmiyana melalui keterangan tertulisnya, Rabu (25/11).

China Telecom Gandeng Alcatel-Lucent Perluas 4G LTE

0

Negara yang terkenal dengan julukan Negeri Tirai Bambu ini begitu agresif membangun Ultra Broadband selular di negaranya. Vendor jaringan yang dipilih, salah satunya adalah Alcatel-Lucent.

“Perjanjian ini melanjutkan hubungan kerjasama yang telah lama terjalin dengan China Telecom serta akan lebih memperkuat kepemimpinan kami di akses ultra-broadband selular. Di saat kebutuhan data terus meningkat di negara ini, kami akan membantu China Telecom memenuhi kebutuhan konsumennya yang terus meningkat akan layanan-layanan berkualitas top,” ujar YUAN Xin, Pimpinan dan CEO Alcatel-Lucent Shanghai Bell dalam releasenya.

Alcatel-Lucent akan membantu China Telecom memperluas penggelaran 4G LTE di 12 provinsi di Tiongkok, terutama di kota besar dengan PDB tertinggi di Negara tersebut. Di mana, kebutuhan akan layanan serta aplikasi ultra-broadband kualitas tinggi terus meningkat dengan pesat. Operator ini meningkatkan kapasitasnya agar dapat memberikan akses lebih cepat ke video, gambar, konten web interaktif serta aplikasi-aplikasi bandwidth tinggi lainnya untuk memastikan pengalaman internet serta hiburan berkualitas terbaik bagi para konsumennya.

Alcatel-Lucent juga akan menggelar kapabilitas Carrier Aggregation-nya. Komponen dengan standard LTE-Advanced ini memungkinkan radio-radio LTE mengkombinasikan beberapa pita frekuensi untuk meningkatkan kecepatan data serta menurunkan latensi dengan leluasa, memungkinkan penyelenggara layanan memberikan kecepatan unduh data hampir dua kali lebih cepat daripada yang telah ada saat ini.

Bagi Alcatel-Lucent, teknologi yang akan diimplementasikan adalah teknologi akses radio LTE 9926 eNodeB dan sekaligus juga memperkenalkan kapabilitas Carrier Aggregation LTE-Advanced untuk LTE FDD di kota-kota besar untuk pertama kalinya di Tiongkok.

Perjanjian ini lebih memperluas penggelaran layanan LTE yang telah diumumkan pada bulan Maret 2015 ketika China Telecom melanjutkan transformasi pengalaman ultra-broadband selular para pelanggannya.

Selain itu, Alcatel-Lucent pun dipercaya oleh China Telecom untuk mengelola kebutuhan data center di Beijing dan Guangzhou yang terus meningkat dengan menggunakan produk IP core Router XRS 7950 serta Service Router 7750.

Saat ini, Tiongkok memegang pimpinan di pasar broadband nirkabel, dan diharapkan akan mencatatkan hampir sepertiga pelanggan 4G LTE global pada tahun 2019. Untuk itu, China Telecom harus memastikan bahwa jaringan IP-nya memiliki skalabilitas serta fleksibilitas untuk mengelola pertumbuhan traffic data-nya di masa yang akan datang, memungkinkan perusahaan memberikan layanan 4G LTE kualitas tinggi, bahkan ketika perusahaan akan lebih memperluas jaringannya di masa mendatang.

“Alcatel-Lucent akan menyediakan portfolio IP routing-nya untuk memenuhi kebutuhan traffic masa depan, sambil secara efisien mendukung penyampaian layanan selular cloud. Pasar selular Tiongkok diharapkan mencatatkan pertumbuhan luar biasa dan penggunaan XRS 7950 serta SRs 7750 kami diharapkan dapat membantu China Telecom mengelola pertumbuhan tersebut dengan efisien serta fleksibel,” ujar Yuan Xin, Pimpinan dan CEO Alcatel-Lucent Shanghai Bell menjelaskan.

Saat ini, teknologi core dan edge routing Alcatel-Lucent sudah digunakan oleh China Telecom di provinsi Jiangsu dan Shanghai. Teknologi ini juga akan mengelola kenaikan traffic di beberapa data center urban di Beijing – ibu kota Tiongkok yang juga merupakan salah satu kota terpadat di dunia – serta hub finansial Guangzhou. Service Router 7750 Alcatel-Lucent akan digelar di tujuh provinsi besar. Seluruh proyek ini akan diselesaikan untuk persiapan layanan jaringan China Telecom di bulan Desember.

Dengan implementasi baru nya ini, maka Alcatel-Lucent akan menyediakan 25% kapabilitas jaringan core routing baru bagi China Telecom. Termasuk dukungan interkoneksi seluruh data center di Beijing dan Guangzhou. Alcatel-Lucent pun akan memberikan China Telecom 15 persen kapabilitas edge routing baru sesuai kontrak baru, termasuk penggelaran portfolio 7750 SR-nya di tujuh provinsi besar untuk meng-agregat traffic dari jaringan edge kota.

Dengan adanya implentasi portfolio IP Routing Alcatel-Lucent, termasuk XRS 7950 dan Service Router 7750 akan membantu China Telecom membangun jaringan IP berkinerja tinggi yang akan mendukung perluasan layanan 4G LTE dengan layanan berkualitas superior. Baik dari skala, efisiensi serta fleksibilitas terdepan di kelasnya untuk menangani berbagai kebutuhan jaringan. (Icha)

China Blokir Layanan Mobile dengan VPN

0

Telko.id – China telah mulai menindak warga di daratan yang mengakses konten online yang dibuat di luar perbatasannya. New York Times baru-baru ini melaporkan bahwa beberapa warga di Xinjiang yang menggunakan perangkat lunak virtual private network (VPN) telah menerima akibat atas ketidakpatuhannya. Layanan mobile mereka dimatikan.

Polisi setempat mulai memutus konektivitas seluler minggu lalu untuk orang yang menggunakan aplikasi messaging dan software asing untuk menghindari filter internet China guna mendapatkan akses ke konten dan layanan internasional.

Diwartakan The Next Web, Rabu (25/11), warga negara yang terkena dampak dari ketetapan ini, yang ingin tetap anonim karena takut penganiayaan lebih lanjut, membagi pesan teks yang mereka terima dari operator selulernya.

“Atas pemberitahuan polisi, kami akan mematikan nomor ponsel Anda dalam dua jam ke depan sesuai dengan hukum. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi pada polisi cyber yang terafiliasi dengan kantor polisi di sekitar Anda sesegera mungkin,” demikian bunyi pesan teks itu.

Hingga berita ini diturunkan, tidak diketahui dengan pasti berapa banyak orang di Xinjiang telah terpengaruh tindakan ini. Pun demikian terkait kapan kira-kira mereka akan bisa memulihkan kembali nomornya. Operator seluler lokal menolak untuk berkomentar lebih jauh.

Sekaadar informasi, pemerintah China sejauh ini telah menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mencegah penyebaran informasi yang dianggap “berbahaya bagi keamanan nasional.” Dimulai dari memberlakukan The Golden Shield Project pada tahun 1993, hingga kemudian disusul Great Firewall.

Langkah untuk memblokir konektivitas sinyal mobile dirasa sangat mendesak dalam upaya pemerintah untuk lebih erat mengontrol komunikasi melalui internet, apalagi setelah serangan teroris di Paris belum lama ini.

Gunakan Bola Lampu, LiFi 100 Kali Lebih Cepat dari WiFI

1

Telko.id – Alternatif super cepat untuk WiFi yang dikenal dengan sebutan ‘LiFi’ telah melewati proses penelitian di laboratorium dan akan masuk ke dunia nyata setelah startup asal Estonia, Velmenni mulai menawarkan secara komersial teknologi ini.

Velmenni  menggunakan LiFi untuk mengirim data hingga 1Gbps – lebih dari 100x lebih cepat daripada teknologi WiFi saat ini. Untuk menerapkan ini dalam dunia nyata, Anda dapat mengharapkan untuk mengunduh film definisi tinggi hanya dalam hitungan detik.

Manfaat utama dari LiFi adalah peningkatan privasi dan keamanan. Data dikirim pada kecepatan tinggi menggunakan Visible Light Communication (VLC) yang tidak dapat menembus dinding dan karena itulah kurang berisiko atas penyadapan serta menderita akibat interferensi dari perangkat lain.

LiFi dikembangkan oleh seorang Profesor bernama Harald Haas dari Universitas Edinburgh dan dalam kondisi laboratorium yang terkontrol peneliti telah mencapai kecepatan yang luar biasa, yakni 224Gbps.

“Kami sedang melakukan beberapa proyek percontohan dalam industri yang berbeda dimana kita dapat memanfaatkan teknologi VLC,” ungkap Deepak Solanki, CEO Velmenni, “Saat ini kami telah merancang solusi pencahayaan cerdas untuk lingkungan industri dimana komunikasi data dilakukan melalui cahaya. Kami juga melakukan proyek percontohan dengan klien swasta dimana kami menyiapkan jaringan LiFi untuk mengakses internet di ruang kantor mereka.”

Menggunakan bola lampu di sekitar rumah atau tempat kerja, LiFi dapat memberikan transmisi data kecepatan tinggi untuk akses internet atau penyebaran IOT. Tantangan terbesar bagi Velmenni, dan juga vendor-vendor lainnya yang ingin memanfaatkan teknologi LiFi, adalah menemukan cara untuk retrofit perangkat yang ada dengan teknologi baru untuk mencegah pembuatan infrastruktur baru.

“Yang perlu kita lakukan adalah memasukkan microchip kecil untuk setiap perangkat pencahayaan potensial dan ini kemudian akan menggabungkan dua fungsi dasar: pencahayaan dan transmisi data nirkabel,” kata Haas. “Di masa depan kita tidak akan hanya memiliki 14 miliar bola lampu, kita mungkin memiliki 14 miliar LiFi yang dikerahkan di seluruh dunia untuk masa depan yang lebih bersih, lebih hijau dan lebih cerah.”

Gandeng 5Gex, Huawei Coba Sederhanakan 5G

0

Telko.id – Salah satu vendor jaringan raksasa asal Tionkok, Huawei, nampaknya sangat serius untuk menyasar pasar 5G di dunia. Hal tersebut terlihat dengan usaha mereka menggandeng 5Gex guna menyederhanakan penerapan layanan 5G.

Huawei dan mitranya di Eropa bekerjasama untuk membuat infrastruktur 5G terpadu untuk dataran Eropa yang juga mendukung semua layanan cloud dan jaringan di masa depan.

5G Exchange Project (5Gex) yang diluncurkan pada bulan Oktober lalu bertujuan untuk menggunakan multi-domain orkestrasi untuk menciptakan software define Infrastructure. Dilansir dari Telecoms (24/11), proyek ini merupakan salah satu proyek pertama diluar 5G Public Private Partnership Eropa (5G-PPP) yang bertujuan untuk mendorong penelitian dan kerja sama global dalam mengelola permintaan nirkabel di masa depan.

Dalam rangka melakukan standarisasi pelayanan, Huawei bekerja sama dengan 16 mitra di Eropa, termasuk operator jaringan, vendor, UKM dan lembaga akademis untuk mendirikan Pan-European testbed yang nantinya akan mengevaluasi teknologi yang relevan. Hal ini juga ditujukan agar semua stakeholder mencapai skala ekonomi yang lebih baik.

Selama proyek ini berlangsung, berbagai operator dan vendor akan menjadi tuan rumah dan menghubungkan lokasi uji teknis yang beragam di seluruh Eropa.

Sementara untuk target sendiri, Huawei telah menetapkan waktu pengerjaan ini secepat mungkin dengan tenggat 90 hari 90 menit untuk bisa digunakan oleh pasar. Sedangkan langkah pertama akan membantu para peneliti Eropa dan mitra industri untuk menguji layanan 5G dan eksperimen mereka yang dikembangkan dalam kerangka 5G-PPP.

Sebagai informasi, 5G-PPP merupakan inisiatif bersama antara industri di Eropa seperti industri ICT dan Komisi Eropa. 5G-PPP akan menerima dana senilai €3,5 miliar dengan tambahan €700 juta dari dana Uni Eropa.

Sementara itu di Inggris, Huawei telah menginvestasikan dana senilai £5 juta di Surrey University Pusat Inovasi 5G (5GIC) sebagai bagian dari investasi besar mereka yang menyentuh angka $600 juta untuk penelitian 5G secara global pada tahun 2018 nanti. [ak/if]

XL ‘Ngebut’ dan Sudah Komersialkan 4G LTE di 11 Kota

0

Telko.id – Bak mobil yang berada di arena balap, begitu lampu hijau menyala, langsung tancap gas demi memenangkan pertandingan. XL pun tidak mau menunggu lama-lama. Begitu penataan frekuensi di 1800 Mhz selesai dan dapat lampu hijau dari pemerintah untuk komersialkan 4G LTE, XL langsung ngebut. Baru dalam kurun waktu satu minggu, XL sudah menambah 11 kota lagi untuk diberikan layanan 4G LTE nya.

“Kami tidak mau masyarakat menunggu terlalu lama untuk dapat menikmati layan 4G karena internet cepat sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas. Apalagi, pemerintah juga mengharapkan ketersediaan layanan ini untuk mempercepat pembangunan di berbagai daerah,” ujar Yessie d. Yosetya menjelaskan.

Yessie menambahkan, saat ini XL juga sudah melakukan perubahan penggunaan alokasi frekuensi 4G LTE untuk kota Bogor dan Medan  dari sebelumnya frekuensi 900 MHz menjadi 1800 MHz untuk meningkatkan kualitas layanan (speed). Kami berharap layanan 4G LTE yang kami sediakan tersebut bisa membantu masyarakat di kota-kota tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan perkembangan ekonomi di daerah”.

Penambahan wilayah layanan XL 4G LTE secara komersial yang mencakup 11 kota tersebut meliputi Pekanbaru, Batam, Palembang, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pacitan, Madura, Banjarmasin, dan Manado. Penambahan layanan 4G LTE ke berbagai daerah tersebut memungkinkan dilakukan karena XL sudah menyiapkan infrastruktur dan teknologi sejak jauh-jauh hari. Karena itu pula, XL selalu langsung bisa mengkomersialkan layanan di satu kota besar begitu proses penataan frekuensi 1800MHz sudah selesai di suatu wilayah.

XL juga telah menyediakan ekosistem yang lengkap di kota-kota tersebut. Ekosistem yang tersedia akan memudahkan pelanggan beralih ke layanan 4G LTE. Pelanggan dengan mudah bisa mendapatkan paket bundling layanan XL 4G LTE dengan ponsel pintar berbagai tipe baik low end ataupun high end termasuk pula dengan cicilan harga yang terjangkau dan bervariasi. Begitu juga, sejak awal 2015 lalu XL telah menyelenggarakan program-program yang memudahkan pelanggan untuk beralih ke layanan 4G. kartu SIM XL kini tersedia di pasar juga sudah 4G ready.

XL juga menyelenggarakan berbagai program kemudahan lain, seperti program Tabungan Kuota 4G. Program ini menawarkan manfaat berupa tabungan kuota data 4G yang bisa dipakai saat layanan 4G tersedia.  Hanya dengan melakukan pembeliaan Paket Hotrod 4G, pelanggan akan memperoleh bonus kuota 4G secara langsung dan jika tidak digunakan, kuota ini dapat diakumulasi ke bulan berikutnya.

Meski terus memperluas wilayah layanan, namun XL juga berfokus pada kualitas layanan, agar layanan internet cepat ini benar-benar bisa memenuhi ekspektasi pelanggan dan masyarakat, terutama agar manfaat dari kehadiran teknologi ini bisa meningkatkan produktifitas penggunanya. XL memprediksi, begitu layanan  internet super cepat 4G LTE hadir di Indonesia, maka tuntutan pasar akan juga berubah.

Para pelanggan dan pengguna layanan mobile internet akan menghendaki kualitas yang benar-benar prima agar mereka bisa menikmati dan memanfaatkan layanan data secara maksimal. Akses pada layanan yang bersifat visual, terutama video akan terus meningkat. Video akan menjadi format layanan data untuk berbagai keperluan, baik untuk edukasi, promosi, presentasi, hingga hiburan.

Karena itulah, sejak awal XL mengambil pendekatan untuk langsung membangun layanan 4G LTE dengan standar mampu menghadirkan layanan “Extreme HD 360° Video”. Video ini menghadirkan tayangan yang tidak biasa. Sudut pandang video bisa mencakup 360°, yang hanya bisa dinikmati dengan kualitas internet yang benar-benar prima, baik secara kecepatan maupun kestabilan. Jadi, jika layanan internet super cepat XL mampu menghadirkan video jenis tersebut secara baik, maka juga akan unggul dalam menghadirkan jenis layanan data dan digital lainnya. Saat ini layanan 4G XL ditopang oleh lebih dari 3.000 BTS 4G. (Icha)

Tri Juga Inginkan Tambahan Blok di 2100 Mhz

0

Telko.id – Setelah menyelesaikan proses refarming pada frekuensi 1800 Mhz, Pemerintah dan para operator kini bersiap untuk mulai mengalokasikan sisa blok di frekuensi 2100 Mhz.

Seperti diketahui, Saat ini pemerintah masih menunggu proses migrasinya Smartfren di frekuensi 1900 Mhz yang sangat berdekatan dengan dua blok sisa di frekuensi 2100 Mhz dan tentunya akan menyebabkan interferensi.

Meski belum dapat dipastikan kapan Smartfren akan pindah, namun Pemerintah telah memilih Beauty Contest sebagai cara bagi para operator untuk mendapatkan dua blok sisa tersebut.

Setelah XL melalui CEO, Dian Siswarini mengungkapkan keinginan untuk memiliki dua blok tersebut, kini giliran Hutchison 3 yang menyatakan keinginan serupa.

Ditemui tim Telko.id di Kominfo, Senin (23/11), Vice President Director Tri, Danny Buldansyah menyebutkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya juga menginginkan dua blok sisa tersebut untuk dapat memaksimalkan jaringan 4G dengan Carier Agregation.

Sebagai informasi, Tri dari awal memang sudah menjadi operator yang mengarahkan layanan mereka di layanan data, yakni 3G, Perusahaan menggunakan frekuensi 2100 Mhz dengan 2 Blok miliknya untuk mengcover seluruh pengguna 3G Tri di Indonesia.

Sementara itu, untuk jaringan voice sendiri, Tri menggunakan frekuensi 1800 Mhz dengan membagi rata dua blok yang mereka miliki dengan jaringan 4G LTE.

“Saat ini kita menggunakan frekuensi 2100 Mhz untuk jaringan 3G. Nantinya kalau kita mendapatkan tambahan bandwith maka kita akan bisa lebih fleksibel lagi dalam mengelola frekuensi tersebut,” tambah Danny.

Ia menambahkan, Tri merasa cukup percaya diri untuk dapat memiliki dua blok tersisa lewat ajang beauty contest tadi.

“Kalau dilihat dari kesiapan, Tri dirasa cukup siap, karena dari frekuensi yang diberikan kepada Tri dengan data yang dibawa oleh Tri itu sangat efisien,” Ia melanjutkan, “Dengan 10 Mhz yang ada saat ini kemudian data yang di bawa itu mencapai hampir 1300 Terabyte per hari, itu menunjukan frekuensi yang diberikan oleh pemerintah cukup efisien.”

lebih lanjut, Danny mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa lebih dari itu dan berharap Pemerintah memberikan tambahan blok.

Disinggung mengenai 4G sendiri, Danny menyebutkan saat ini layanan 4G Tri masih belum diluncurkan secara komersial. Namun nanti pada akhir tahun Tri sudah melakukan soft launching di Jakarta dan sebanyak lima kota besar pada kuartal pertama di tahun depan. [ak/if]

Pentingnya Sertifikasi Profesi di Industri Telekomunikasi Jaringan Seluler

0

Telko.id – Sektor industri berbondong-bondong mempersiapkan tenaga kerjanya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tak terkecuali mereka yang bergerak di bidang telekomunikasi jaringan seluler. Salah satu caranya adalah dengan membekali pekerjanya dengan sertifikasi profesi.

Sekadar informasi, MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah suatu era dimana kita memasuki pasar bebas dalam hal ekonomi yang nantinya akan membawa kita pada beberapa hal yang dibebaskan, entah itu bebas dalam hal investasi, bebas dalam mengalirkan barang atau jasa ataupun bebas modal. Selain untuk memberikan wawasan, tujuan dibentuknya MEA adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keakraban bangsa-bangsa negara ASEAN.

Rakhmad Fajar, Direktur di sebuah lembaga pelatihan yang juga ditunjuk sebagai ketua tim perumus SKKNI bidang telekomunikasi jaringan seluler menilai penting adanya standar kompetensi di industri ini. Banyaknya pekerja yang berkecimpung di industri jaringan seluler, khususnya bidang sub sistem radio akses disebut Fajar sebagai alasan.

“Sebenarnya kalau ditanya mendesak, seharusnya kita itu sudah membuat sertifikasi ini sejak dua atau tiga tahun yang lalu. Karena 2016 inikan kita sudah memasuki MEA, artinya resources dari luar bebas masuk ke Indonesia. Nah dengan adanya SKKNI, kemudian akan dilanjutkan dengan KKNI, diharapkan pekerja kita akan bisa bersaing dengan tenaga luar,” ungkapnya saat ditemui tim Telko.id di acara pra konvensi di Jakarta, Senin (23/11).

Seperti diketahui, SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan KKNI menjadi bagian integral dalam pengembangan SDM berbasis kompetensi, yaitu SDM yang memiliki kompetensi dan kualifikasi nasional yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dunia usaha atau industri bahkan termasuk tuntutan dan kebutuhan pemerintah.

SKKNI ini sendiri akan digunakan sebagai acuan dalam pembinaan, persiapan SDM yang berkualitas, kompeten yang diakui oleh seluruh pemangku kepentingan dan berlaku secara nasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Salah satu tujuannya adalah untuk mengakomodir kebutuhan industri, yaitu untuk memetakan kompetensi masing-masing profesional yang bergerak di bidang industri jaringan seluler, terutama bidang sub sistem radio akses,” tambah Rakhmad.

RF Planning & Optimalisation Dept Head PT Internux, Jonny Giffly menyambut baik rencana hadirnya SKKNI untuk bidang telekomunikasi jaringan seluler ini. Namun ia berharap, kalaupun ada labeling nantinya, maka kompetensi itu haruslah jelas.

“Dalam artian, untuk di jenjang karir perusahaan, kalau memang pemerintah ingin mengakomodir ini, maka harus juga membuatkan aturan yang jelas. Siapa sih yang layak dibilang sebagai pemula, siapa yang masuk sebagai menengah, dan siapa yang bisa dibilang staf ahli. Jadi jelas pemetaannya,” tuturnya.

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Eddy Purwanto, NPS Platform Manager Huawei. Menurutnya, standar kompetensi ini akan membawa vendor pada banyak SDM yang kompeten ke depannya, yang mampu mendeliver apa yang diharapkan oleh operator.

“Kebutuhan SDM di Indonesia saat ini bisa dibilang masih sangat terbatas. Terbatasnya bukan karena kurangnya orang, tapi lebih ke tingkat kompetensi,” kata Eddy. “Dengan adanya SKKNI ini harapannya sih kita akan bisa menemukan level kompetensi serta aturan yang jelas, sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri ini.”

Lingga Wardhana, perwakilan dari keluarga Alumi UGM mengurai tentang skema pelatihan di Indonesia, yang dianggapnya belum menunjang nilai-nilai kompetensi ini. Menurutnya, pelatihan yang dilakukan di Indonesia selama ini masih berdasarkan knowledge, padahal yang baik adalah pelatihan berdasarkan kompetensi. Karena dianggap akan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kalau saya lihat dari pejelasan Kementrian kemarin, kompetensi itu merupakan gabungan dari skill, knowledge dan juga attitude. Nah, dengan adanya tambahan attitude ini, kita dari lembaga pelatihan jadi lebih mudah. Kita tahu silabus yang sesuai dengan industri itu yang seperti apa,” pungkasnya.

SKKNI untuk sektor industri telekomuikasi bidang optimalisasi jaringan seluler sub sistem radio akses rencananya akan diajukan kepada kementrian Komunikasi dan Informatika, bersama KKNI sebagai kulitnya pada akhir 2015, dan diharapkan sudah akan keluar Peraturan Menterinya pada tahun 2016.

“Kalau mengikuti jadwal dari Menaker, tangal 10 Desember harusnya kita sudah konvensi,” imbuh Lingga Wardhana.