spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1722

Bukan SK Telecom, MTS lah Operator Pertama yang akan Terapkan 5G

0

Telko.id – 2018 sepertinya akan benar-benar menjadi awal dari penyebaran 5G. Terbukti, dari begitu banyaknya operator seluler yang memilih tahun itu sebagai momentum gelaran 5G. Perusahaan telekomunikasi terbesar di Rusia, MTS, adalah salah satunya.

Bekerjasama dengan Ericsson, MTS mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk menggelar layanan percobaan 5G pada 2018, bertepatan dengan piala dunia FIFA yang akan diselenggarakan di Rusia. Kedua perusahaan mengumumkan nota kesepahaman untuk melakukan penelitian dan pengembangan 5G. Demikian dilaporkan Telecoms, Selasa (22/12).

Sebelumnya, operator seluler asal Korea Selatan, SK Telecom juga telah menguraikan niat serupa, yakni menggelar 5G dalam tiga tahun ke depan, dengan uji coba yang akan dilakukan pada tahun 2017, dan gelaran sesungguhnya pada 2018, atau bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang.

Tentu saja, akan menjadi sebuah kejutan kecil untuk melihat salah satu negara di Timur Jauh menjadi yang pertama mengadopsi 5G. Sebagai informasi, piala dunia FIFA secara tradisional diadakan pada bulan Juni dan Juli. Sementara olimpiade musim dingin idealnya baru digelar menjelang akhir tahun.

Menurut Ericsson, nota kesepahaman yang dibuatnya bersama MTS akan fokus pada pemahaman dan pendefenisian persyaratan spektrum jaringan generasi berikutnya dan kemudian membangun sistem tes. MTS dan Ericsson akan fokus pada pengembangan dan dengan jelas mendefinisikan metodenya, serta evaluasi kinerja dan penerapan potensi komponen kunci teknologi 5G.

CTIO MTS, Andrew Ushatskiy, mengakui bahwa apa yang nyata masih jauh, namun menekankan bahwa kerjasama yang erat dengan Ericsson adalah cara untuk membuat 5G yang masih ambigu menjadi lebih realistis dicapai, lebih cepat dari seharusnya.

“Sementara persyaratan untuk standar komunikasi baru dalam tahap pengembangan, penting bagi perusahaan kami untuk terlibat erat dalam proses ini, yang diikuti dengan penandatangan perjanjian dengan Ericsson,” katanya.

Ia menambahkan, tahun depan, kedua perusahaan akan mulai menggelar serangkaian proyek percontohan pada jaringan MTS, agar keduanya memiliki pemahaman lengkap tentang kinerja solusi dalam jaringan 5G. Dengan bekerja secara proaktif sepanjang proses standarisasi 5G, baik MTS maupun Ericsson akan siap untuk membangun tahap pertama dari jaringan baru yang secara dramatis akan mengubah hidup masyarakat dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, dan akan memberdayakan masyarakat dan cakrawala pengetahuan di segala bidang – rumah, sekolah, kedokteran, ilmu pengetahuan, transportasi, hiburan dan banyak lainnya.

Perlu dicatat, bahwa perjanjian ini juga akan membuat kedua perusahaan terlibat dalam pengujian LTE tanpa izin, serta LTE-M, protokol untuk meningkatkan lalu lintas IOT dan M2M di seluruh jaringan seluler 4G. Dalam mendefinisikan kemungkinan spektrum untuk pengembangan 5G, MTS mengatakan akan menyelidiki solusi penyebaran percontohan di band 15 GHz. Proyek ini juga akan melihat area tes yang dibuat untuk digunakan saat Piala Dunia 2018.

Caplok Operator Baru, Axiata Group Keluarkan Rp 17 Triliun

0

Telko.id – Memiliki beberapa anak perusahaan yang tersebar di sejumlah negara di Asia Tenggara – XL Axiata (Indonesia), Celcom Axiata (Malaysia), Dialog Axiata (Sri Lanka), Robi Axiata (Bangladesh) dan Smart Axiata (Kamboja) – tampaknya belum membuat Axiata Group berpuas hati. Buktinya, perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Malaysia ini kembali mencoba memperluas ‘pengaruhnya’, dengan membeli perusahaan baru.

Dilansir dari Telecompaper, Selasa, (22/12), Axiata Group telah sepakat untuk membeli operator seluler asal Nepal, Ncell dari TeliaSonera. Hal ini dilakukan Axiata guna memperluas jejak regionalnya, dan memasuki pasar Nepal.

Melalui anak perusahaannya, Axiata Investments (UK), Axiata telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan TeliaSonera dan SEA Telecom Investments untuk mengakuisisi 100 persen Reynolds Holdings seharga USD 1.365 miliar. Ini menghasilkan kepemilikan saham 80 persen untuk Axiata dan mengendalikan saham di Ncell.

TeliaSonera telah setuju untuk menjual 60,4 persen saham di Ncell kepada Axiata seharga USD1.030 miliar secara tunai. TeliaSonera juga akan meniadakan kepentingan ekonomi dalam 20 persen kepemilikan lokalnya dan menerima sekitar USD 48 juta. Transaksi tersebut tergantung pada satu sama lain.

20 persen saham dipegang oleh Niraj Shrestha, yang akan menjual miliknya kepada mitra Axiata Bhavan Singh Shrestha. Menurut peraturan Nepal saat ini, 20 persen dari kepemilikan dalam sebuah perusahaan diharuskan dikelola secara lokal oleh warga negara Nepal.

Axiata mengatakan Nepal menawarkan ruang yang baik untuk ekspansi, dengan penetrasi ponsel hanya 51 persen dan pertumbuhan pelanggan seluler 18 persen pada periode 2012-2014. Ncell mengklaim pangsa pasar pendapatan 57,5 ​​persen dan 48,8 persen pangsa pasar di Nepal. Operator memiliki spektrum 8MHz di band 900MHz, 11MHz di band 1800MHz dan 10MHz di band 2100MHz.

Dengan mengakuisisi Ncell, Axiata mengharapkan sinergi di beberapa daerah. Secara khusus, segmen pekerja asing di luar negeri, di mana ada sekitar satu juta orang Nepal di Malaysia saja, merupakan peluang untuk panggilan internasional intra-ASEAN dan pengiriman uang mobile, kata Axiata.

Axiata juga berharap akan dapat m enerapkan keahliannya di pasar berkembang di jaringan dan ketersediaan teknologi, pemasaran, pengembangan produk, membangun modal manusia dan pengadaan.

Tuntas Sudah, Perseteruan Apple dan Ericsson Terkait Paten LTE

0

Telko.id – Perselisihan panjang antara Ericsson dan Apple terkait paten LTE akhirnya menemui titik akhir, alias telah terselesaikan. Kedua perusahaan baru-baru ini telah menandatangani perjanjian lisensi paten global, meskipun poin-poin spesifiknya tetap menjadi rahasia.

Kontrak tersebut meliputi paten yang berkaitan dengan GSM, UMTS, dan standar LTE serta hak paten lainnya yang tidak dirinci. Disebutkan, bahwa kesepakatan itu akan memiliki jangka waktu selama tujuh tahun, dan termasuk pembayaran awal dari Apple, dan diikuti oleh royalti yang sedang berlangsung. Sayang, karena jumlahnya tidak diungkapkan.

Namun, seperti dilaporkan GSM Arena, Selasa, (22/12), Ericsson mengungkap estimasi pendapatannya tahun ini dari hak kekayaan intelektual, yakni sebesar SEK 13-14 miliar atau sekitar Rp 20-22 Triliun. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu, yang hanya menyentuh angka SEK 9,9 miliar. Nah, bisa dibayangkan betapa besarnya kesepakatan dengan Apple ini.

Sebagai informasi, perseteruan antara Apple Inc. dan Ericsson dimulai pada awal tahun ini, ketika Apple menggugat perusahaan asal Swedia itu dan menyatakan bahwa paten teknologi nirkabel LTE perusahaan yang bersangkutan tidak penting untuk standar industri seluler dan bahwa perusahaan menuntut royalti berlebihan untuk paten ini. Saat itu, Apple mengatakan bahwa mereka tidak melanggar hak paten tersebut dan tidak berutang royalti pada Ericsson.

Pembuat iPhone itu mengatakan bahwa Ericsson mencari royalti untuk teknologi LTE yang dihitung sebagai persentase dari harga seluruh smartphone atau tablet. Padahal, royalti harusnya didasarkan pada nilai chip prosesor yang mencakup teknologi.

.

Sambut Musim Liburan, Indosat Ooredoo Rilis Aplikasi Incloud

0

Telko.id – Banyak cara dilakukan operator seluler dalam menyambut musim liburan 2015 – yang bagi sebagian orang bahkan telah dimulai sejak minggu ini. Indosat Ooredoo, misalnya, menyiasatinya dengan kembali menghadirkan inovasi baru di dunia digital, yaitu “incloud.” Ini merupakan sebuah aplikasi untuk menyimpan dan mengelola beragam dokumen seperti foto, video, musik, berkas lainnya dari perangkat mobile secara online.

“Sebagai sahabat bagi pelanggan, kami dengan bangga dapat menghadirkan inovasi aplikasi penyimpanan file online incloud untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan Indosat Ooredoo. Ini merupakan bagian dari perjalanan kami mewujudkan perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia yang menghadirkan inovasi digital bagi masyarakat, serta meningkatkan manfaat dan kemudahan dalam menunjang aktifitas sehari-hari pelanggan, utamanya untuk masa liburan akhir tahun sebentar lagi,” ujar Alexander Rusli, President Director dan CEO Indosat Ooredoo dalam keterangan resminya.

Dengan aplikasi incloud, pelanggan Ooredoo dapat memutar musik, menonton film, melihat album foto, mem-back up kontak, dan membagikan berkas yang sudah disimpan secara online. Ada juga fitur pencadangan otomatis setiap foto atau video yang diambil dengan perangkat smartphone.

Hal ini mengacu pada temuan survei konsumen bahwa ada sekitar 24% populasi yang ingin menggunakan aplikasi penyimpanan file secara online. Saat ini pengguna layanan cloud di seluruh dunia adalah sekitar 1.5 miliar, dengan tingkat pertumbuhan sekitar 16% untuk tahun 2016. Dengan incloud yang disediakan gratis oleh Indosat Ooredoo maka pelanggan akan semakin mudah dan nyaman dalam mengelola file dan dokumen pribadinya.

Berbagai fitur di aplikasi incloud ini sangat bermanfaat bagi pelanggan di masa liburan, dimana berbagai aktifitas liburan yang diabadikan melalui foto dan video dapat disimpan, dikelola dan dibagikan secara online. Aktifitas liburan bersama keluarga dan orang tersayang menjadi sangat menyenangkan dengan kemudahan pengelolaan dokumen melalui incloud ini.

Di samping itu, ketika pelanggan bepergian dan menjalani aktivitas di luar rumah termasuk bepergian keluar kota meningkatkan potensi kehilangan smartphone menjadi lebih besar sehingga proteksi dari kehilangan data kontak telepon ataupun berkas pelanggan sangat dibutuhkan.

Aplikasi incloud yang memiliki fitur back up kontak ataupun dokumen akan sangat membantu dalam melakukan proteksi tersebut. Incloud juga dapat membantu pelanggan ketika membeli smartphone baru dan hendak memindahkan kontak ataupun berkas dari smartphone yg lama.

Untuk memiliki aplikasi incloud ini, pelanggan Indosat Ooredoo cukup mendownload aplikasi incloud melalui Google Playstore, Apple App Store atau menggunakan versi peramban web incloud.indosatooredoo.com. Kemudian daftar akun baru incloud dengan cara menggunakan nomor Indosat Ooredoo yang digunakan oleh pelanggan sebagai nama akun.

Ini Strategi Smartfren Untuk Atasi Lonjakan Trafik

0

Telko.id – Liburan sama dengan ‘kerja keras’. Paling tidak bagi operator seluler. Pasalnya hal ini akan berdampak pada lonjakan trafik, terutama internet di berbagai operator. Khusus untuk Smartfren, mereka memiliki strategi khusus guna mengatasi lonjakan traffik pada jaringannya agar para pengguna tetap nyaman berkomunikasi saat liburan.

Smartfren sudah siap dengan lonjakan trafik yang akan hadir seiring dengan libur natal dan tahun baru. Strategi mereka yakni melakukan program aktivitas monitoring khusus guna menghadapi lonjakan ini.

Menurut Derrick surya, Head of brand and marcomm smartfren, mereka mulai melakukan monitoring khusus sejak tanggal 19 November sampai dengan 4 Januari 2015.

Hal ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan mereka, terutama pelanggan yang telah beralih ke jaringan super cepat 4G LTE.

Berbicara tentang 4G sendiri, saat ini pelanggan 4G smartfren telah mencapai 800 ribu pelanggan. Angka besar ini sejatinya masih belum memenuhi target dari Smartfren.

Jika berkaca dari pernyataan Roberto Saputera selaku Direktur Marketing Smartfren yang menyebut target mereka hingga akhir tahun adalah sebanyak 1 juta pelanggan 4G.

Sejatinya hanya tinggal beberapa hari lagi kita akan menyebrang ke tahun 2016. Dengan hanya menyisakan sekitar 2 pekan lagi, apakah Smartfren mampu memenuhi target tersebut? Well, kita tunggu saja seberapa besar keberhasilan program bundling serta promo perangkat 4G murah yang diusung Smartfren mampu memenuhi target tersebut sambil melihat apakah internet 4G mereka akan tetap ‘anti lelet’ dengan semakin banyaknya pengguna. [ak/if]

Jobplanet.com Bertekad Kurangi Pengangguran Lewat Internet

0

Telko.id – Seiring dengan semakin berkembangnya internet serta kian lengkapnya ekosistem pendukung membuat segala sesuatunya beralih ke ranah digital. Hal serupa juga terjadi pada kolom pencarian pekerjaan. Biasanya, ‘info loker’ sering ditemui di berbagai surat kabar atau pamflet. Namun sekarang ini nyaris semuanya beralih ke ranah digital.

Jobplanet.com, sebuah situs lowongan pekerjaan teranyar juga hadir dengan diilhami oleh tren di atas. Hadir dengan menyediakan berbagai info lowongan pekerjaan, Jobplanet.com berniat untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia pada bulan Agustus 2015 adalah sebanyak 122,4 juta orang atau bertambah sebanyak 510 ribu orang jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2014.

BPS menyebutkan, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2015 adalah sebanyak 114,8 juta orang. Dengan begitu, sekitar 7,6 juta orang atau lebih dari 6% angkatan kerja adalah pengangguran. Meski demikian, tidak berarti sebanyak 114,8 juta orang yang telah bekerja sudah merasa puas dengan pekerjaan yang telah mereka miliki. Banyak pula dari mereka yang merasa terjebak pada karir yang kurang tepat atau lingkungan perusahaan yang tidak kondusif.

Di dalam Jobplanet, pencari kerja bisa mendapatkan berbagai informasi seputar dunia kerja dan ulasan mengenai seluk-beluk perusahaan, seperti ulasan tentang budaya dan suasana kerja di perusahaan, info gaji, serta kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara kerja. Platform ini dikembangkan untuk menjadi sumber informasi dan referensi terpercaya bagi para pencari kerja dan karyawan yang ingin meningkatkan karir mereka.

Kemas Antonius, Chief Product Officer, Jobplanet di Indonesia menyebutkan, “Selama ini, informasi mengenai seluk-beluk perusahaan serta informasi soal gaji dan kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara kerja amat sulit didapatkan oleh para pencari kerja. Informasi mengenai gaji terutama, dipandang sebagai hal yang bersifat rahasia dan kurang pantas untuk dibicarakan dengan orang lain. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar para pencari kerja dalam menggapai karir yang mereka impikan, yang juga menyebabkan banyak calon karyawan salah langkah dalam melakukan negosiasi gaji atau gagal dalam tes wawancara kerja,” ucapnya.

Menurut keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Jobplanet mulai beroperasi di Indonesia sejak bulan Agustus 2015. Hingga awal Desember 2015, komunitas ini telah memiliki sekitar 200.000 anggota dan telah mengumpulkan 80.000 ulasan dalam database-nya, yang terdiri dari ulasan mengenai perusahaan, info gaji, serta kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara.

Selain itu, Jobplanet juga telah mengumpulkan sekitar 20.000 perusahaan dalam database-nya. [ak/if]

Spirent Berhasil Uji Sistem Ethernet 50GbE

0

 

Telko.id – Spirent melakukan test Speed Ethernet 50GbE. Uji coba ini dilakukan bersama dengan perusahaan terkemuka di dunia yang melayani Cloud dan infratructure. Alat ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan Cloud untuk memastikan layanannya pada masyarakat. Terlebih, saat ini kebutuhak masyarakat terhadap Cloud Service Provider juga sangat tinggi.

Uji system Ethernet 50GbE ini menggunakan interoperability test dengan Full wire-rate-packet generation dan analisis 50GbE. Yang ujikan adalah kualitas layer 1 sampai 3 dan menyorot pada error dan free performance dengan kombinasi yang berbeda, frame lengths dan rates dengan mengirimkan per port dan statistic per stream sepeeri latency, frame out dari sequence, frame counts dan rate, kapabilitas L1 PRBS dan statistic layer 1 untuk membantu mengetahui debug physical link problem.

Dengan demonstrasi ability selama interoperability tes, Spirent melanjutkan untuk membangun leadership di high speed Ethernet dan memperlihatkan QUINT-speed MX3, FX3, DX3 module series untuk 100/50/40/25/10GbE.

“”Menurut Dell’Oro Grup Data 2015, server 50Gbps akan mewakili lebih dari 30 persen pengiriman server di 2019, naik dari dasarnya nol persen hari ini,” kata Abhitesh Kastuar, General Manager Cloud dan IP bisnis Spirent menjelaskan.

Aplikasi virtual application ini akan mendorong kinerja dari server untuk meningkatkan kecepatan akses. Peningkatannya dari 10 hingga 25 dan selanjutnya akan mencapai 50Gpbs. “Saya percaya, adopsi kecepatan dari 25G dan 50G link server akan mendorong langkah menuju 100 GbE dank e depan akan mencapai uplink dari leaf nodes ke spine nodes”, ujar Abhitesh melanjutkan.

Menurut Ethernet konsorsium 25G / 50G, spesifikasi untuk Gigabit Ethernet (50GbE) manfaat lingkungan cloud dan perusahaan data center dengan beban kerja server bandwidth tinggi atau persyaratan latency sangat rendah. Ethernet Konsorsium 25G/50G dibentuk untuk memungkinkan solusi 25GE dan 50GE dijadikan standarisasi. Terlebih sepesifikasi 50GbE menunjukan mampu mengefektifkan biaya, namun disisi lain dapat meningkatkan bandwidth jaringan yang memungkinkan cloud service provider untuk meningkatkan kinerja dan memperluas layanannya. Ada nya konsorsium 25G/50G ini juga diharapkan dapat mempercepat kerja industry di 100GbE. (Icha)

SK Telecom Kembali Gandeng Qualcomm Guna Ciptakan Perangkat 5G

0

Telko.id – SK Telecom akan memperkuat kolaborasi dengan Qualcomm untuk mengembangkan prototipe dari perangkat untuk jaringan generasi kelima (5G).

Operator seluler terbesar di Korea Selatan ini mengatakan bahwa pembangunan ini akan memberikan beberapa fungsi utama dari jaringan baru. Tentunya dengan tujuan untuk pengujian kompatibilitas komunikasi dan kemampuan dari jaringan tersebut.

Chief Technology Officer (CTO) SK Telecom, Choi Jin-sung mengatakan, “Dalam kerja sama yang erat dengan pembuat chip smartphone terkemuka dunia, Qualcomm, kami akan melakukan hal yang terbaik untuk menyediakan layanan percobaan 5G pertama di dunia pada 2018.”

Ia menambahkan, “Pengembangan perangkat prototipe 5G akan menjadi titik balik penting dalam membuka era jaringan untuk generasi mendatang.”

Dilansir dari koreatimes, Senin (21/12), Choi bertemu dengan Executive Vice President dan CTO Qualcomm Matt Grob, di Seoul pada hari Jumat lalu untuk membahas mengenai kerjasama ini.

“Kami memiliki antisipasi besar selama penelitian bersama dan pengembangan teknologi jaringan 5G, karena kami bekerjasama dengan pemimpin dalam teknologi komunikasi nirkabel di Korea Selatan yaitu SK Telecom,” ucap Grob.

Pengembangan perangkat 5G dengan kinerja tinggi dan konsumsi energi yang rendah telah dianggap penting untuk layanan jaringan baru karena konten multimedia yang cukup besar untuk penambahan layanan serta virtual reality.

Nantinya, Kedua perusahaan juga akan memutuskan dimana frekuensi yang mereka gunakan untuk jaringan 5G. Mereka juga secara bersama-sama mengembangkan perangkat prototipe 5G yang kompatibel dengan jaringan.

Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi kunci elemen 5G seperti transmisi data sekelas gigabit dan latency super-rendah untuk koneksi nirkabel. Mereka akan berbicara dengan badan standardisasi global seperti International Telecommunication Union (ITU) dan 3rd Generation Partnership Project (3GPP).

Sebagai informasi, SK Telecom dan Qualcomm telah mempertahankan kemitraan sejak tahun 1996 silam ketika mereka bekerja sama untuk peluncuran teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Baru-baru ini, mereka telah bekerja sama untuk memberikan evolusi jangka panjang (LTE) dan jaringan LTE-A dengan mengembangkan teknologi Carrier aggregation (CA) bersama-sama.

Sementara itu, SK Telecom telah memimpin 5G Forum, yakni forum yang diluncurkan atas kerjasama dengan lembaga-lembaga akademik dan Departemen Ilmu, ICT dan Perencanaan Masa Depan. Forum ini juga mendirikan ‘5G global Innovation Center’ di fasilitas penelitian dan pengembangan yang terletak Bundang, Provinsi Gyeonggi. [ak/if]

PANDI Sukses Tambah 150 Ribu Lebih Domain.id Tahun Ini

0

Telko.id – Pengelola Nama Domain .id atau PANDI telah menyelesaikan tugas mereka di tahun 2015 ini, dalam hal penyebaran penggunan domain .id di Indonesia. Tahun ini sendiri menjadi salah satu tahun kesuksesan mereka dengan berhasil meningkatkan pendaftaran nama domain .id sebanyak 60 ribu domain.

Sampi dengan saat ini, total PANDI telah berhasil mendaftarkan nama domain .id sekitar 151. 987 domain (sampai November di tahun ini). Namun, terdapat sekitar 30 ribu nama domain yang tidak diperpanjang bahkan dihapus penggunannya di tahun ini.

“Pencapaian di tahun 2015 ini ternyata cukup baik, jadi ada penambahan jumlah domain sebanyak 64 ribu selama sebelas bulan, tapi ternyata domain yang tidak diperpanjang dan dihapus juga mengalami peningkatan. sekitar 30 ribu nama domain yang dihapus, sehinga total penigkatan tahun ini hanya sekitar 30 ribu domain .id dan hal ini akan menjadi PR buat kami dari PANDI kemudian temen-teman registrar sebagai tonggak pemasaran untuk memperbaiki agar tahun depan lebih baik lagi,” ucap Sigit widodo, Direktur Operasional PANDI.

Dari total nama domain yang berhsil terdaftar di tahun ini, yang paling dominan sampai dengan saat ini adalah domain co.id dengan 66.700 pengguna, disusul oleh web.id dengan 23.111 pengguna, kemudian anythings.id dengan 19.781 pengguna dan sch.id dengan 14.860 pengguna. 9 nama domain sisa tidak menembus angka 10 ribu user di masing-masing domain dan total sampai dengan saat ini, PANDI sudah mendaftarkan sekitar 151.987 di tahun 2015.

Sejatinya PANDI tidak sendirian dalam menyebarkan nama domain .id, mereka dibantu oleh 12 regitrar yang senantiasa membantu mereka menyebarkan nama domain.id.

Sebagai informasi, Dari 12 registrar, sekitar 4 registrar yang sangat aktif dalam mendaftarkan nama domain, dari total 4 registrar tersebut setidaknya mereka menyumbang lebih dari 60% dari total keseluruhan pendaftaran nama domain di tahun ini. Registrar saat ini sudah terdftar sejak tahun 2012 lalu dan PANDI merasa sudah waktunya untuk membuka registrar baru pada awal februari mendatang.

Untuk tahun ini juga PANDI sedang mempersiapkan program sejuta nama domain mereka yang di gagas bersama dengan Kementrian Kounikasi dan Informasi. Program tersebut baru akan dimulai pada awal tahun depan, dengan bulan Januari sebagai awal pendaftaran dan mereka menargetkan pada bulan Februari atau Maret sudah ada sekitar 25 hingga 35 ribu nama domain .id yang terdaftar dan pada akhir tahun mencapai 300 ribu nama domain. [ak/if]

Ini Dia, Titik-titik 4G LTE Telkomsel di Jakarta dan Sekitarnya

0

 

Telko.id – Ingin merasakan kenikmatan berselancar menggunakan jaringan 4G LTE milik Telkomsel. Ya, tentu nya harus diwilayah atau di titik-titik yang memang sudah jaringan 4G LTE nya. Jika tidak, tentu pengalaman dan keasyikan nya tidak akan terasa.

Untuk Anda di wilayah Jabodetabek, jika ingin merasakan kenikmatan 4G LTE, monggo mampir ke wilayah ada ada dibawah ini:

Jakarta: Tomang, Grogol, Pal Merah Barat, Mangga Besar, Salemba, Menteng, Kalibata, Kalibata, Mampang prapatan, Pancoran, Kebayoran, Sudirman, Cipete, Gandaria, TB Simatupang, Dewi sartika, Pondok Indah, SCBD, Pasar Minggu, Pulomas, Jatinegara, Mangga Dua, Kelapa Gading, Sunter dan lainnya.

Bogor: Puncak, Cimanggis, Cisarua, Cileungsi, Taman Wisata, Jasmine Garden, Bojong Depok Baru, Rancamaya, Bogor City Central, Menteng Bogor dan lainnya.

 Depok: Pondok Cina Depok, Permata Depok, Cinere Country, Margo City, Andara, Taman Duta, Krukut Raya, Depok Indah, Kampus Universitas Indonesia Depok dan lainnya.

Tangerang: Pamulang, Serpong indah, Bintaro Jaya, Pondok Kranji, Ciledug Raya, Bandara Soekarno Hatta, Ciputat Baru, Lippo Karawaci, Alam Sutera, Rempoa dan lainnya.

Bekasi: Taman Galaxy, Pondok Cipta, Jati Waringin, Cikarang, Bintara Raya, Jati Warna, Pekayon, Harapan Indah, DeltaMas, Duta Indah, Jati Bening, Cikunir, Harapan Jaya, Duta Kranji dan lainnya.

Selamat mencoba! (Icha)