spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1714

Inilah Prediksi Cloudera Tentang Big Data di Tahun Ini

Telko.id – Kita menyaksikan transformasi besar dalam teknologi informasi (TI) tahun lalu, karena banyak perusahaan ingin jadi lebih efektif dalam mengelola dan memanfaatkan data mereka untuk mengambil keputusan. Fokus pada inisiatif kota pintar yang mendorong tren seperti peningkatan konektivitas, lebih mendorong pentingnya data untuk bisnis, baik besar maupun kecil.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id,  tahun 2016 kita akan menyaksikan pergeseran yang lebih luas karena data akan lebih terintegrasi ke dalam proses pengambilan keputusan dalam bisnis dan industri. Pengambil keputusan bisnis akan menginginkan inisiatif yang didorong untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dan berperan dalam konektivitas dunia.

Hal ini menjadi tak terelakkan bagi sektor bisnis karena budaya data sudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, aplikasi ponsel pintar yang menganalisis data lalu lintas dan menyarankan rute terbaik pada pengguna di sekitar kota, perangkat pelacak kebugaran yang membantu pengguna memantau dan menjalani gaya hidup yang lebih aktif, dan lain-lain.

Berikut adalah prediksi Cloudera mengenai perkembangan Big Data di tahun 2016.

Dimana bisnis dan teknologi bertabrakan
Lebih dari sebelumnya, perusahaan akan memberi perhatian kepada teknologi dan data untuk memecahkan masalah bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat penggunaan populer dari pelayanan pelanggan holistik untuk membangun aliran pendapatan, mendorong efisiensi dalam produk dan pelayanan, serta mengelola risiko, kepatuhan dan keamanan siber.

Tahun ini, perusahaan akan melihat melebihi teknologi dan melihat nilai bisnis dari penggunaan ini. Mereka akan menyadari arti sebenarnya dari mengubah data menjadi dolar. Sekarang, organisasi akan memperoleh nilai tambah yang lebih besar dengan menyelaraskan data dan teknologi untuk tujuan bisnis.

Modernisasi perusahaan tradisional
Semakin banyak perusahaan tradisional mulai berperilaku seperti perusahaan modern, menjadi lebih terbuka untuk menjadi data-sentris dan informasi-driven. Perusahaan tradisional ini akan mengatasi tantangan dari sistem silo yang berbeda yang sudah lama mereka miliki dengan bantuan dari platform analitis manajemen data modern yang tersedia. Mereka akan terus menjadi perusahaan dengan aplikasi minimum dan proses-sentris, sehingga memiliki keunggulan kompetitif yang lebih tinggi untuk produk atau jasa mereka, terlepas dari skala atau tahap pertumbuhan bisnis mereka.

Data sebagai Keterampilan
Sementara tren untuk memanfaatkan big data untuk informasi telah berkembang dengan cepat di seluruh dunia, kesadaran umum dari nilai yang bisa diambil dari data masih rendah di kawasan Asia Pasifik. Saat ini karena perusahaan di semua pasar semakin banyak menggunakan teknologi untuk mengambil nilai dari big data, jelaslah ini mendorong permintaan akan keterampilan terkait. Dengan demikian, akan terjadi kekurangan profesional di bidang pengelolaan data. Kesenjangan ini hanya dapat diisi dengan pendidikan dan pelatihan—sekolah-sekolah yang akan mengajarkan analisis dan ilmu pengetahuan data, dan perusahaan swasta yang memimpin peningkatan keterampilan profesional. Industri akan bersama-sama menumbuhkan generasi baru profesional IT yang akan mengisi kesenjangan keterampilan bagi pengusaha di bidang tersebut.

Internet of Things
Berbicara mengenai big data, industri manufaktur layak mendapatkan perhatian khusus. Kita telah melihat munculnya Internet of Things (IOT) dalam beberapa tahun terakhir, tetapi di bidang manufaktur, baik untuk kendaraan, ponsel, maupun peralatan rumah tangga, kita akan semakin banyak melihat aplikasi yang dijalankan dengan sensor yang akan memungkinkan pemeliharaan prediktif. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menjadi fitur-fitur yang mengirimkan informasi kembali ke produsen produk,  sehingga memungkinkan teknisi untuk memprediksi dan memperbaiki masalah secara cepat atau engineeruntuk mengembangkan produk generasi berikutnya dengan lebih baik. Kita akan melihat evolusi peningkatan kualitas berkat teknologi data.

Industri lain juga akan terus berkembang melalui evolusi data. Institusi kesehatan, misalnya, akan dapat belajar lebih banyak tentang pasien mereka melalui data dan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah medis dan menjaga kesehatan pasien dengan cara lebih efektif. IOT akan terus mengubah industri pada tahun 2016.

Kepercayaan pada Open Source
Tahun ini, kepercayaan perusahaan terhadap Open Source semakin meningkat karena ini menjadi komponen IT yang semakin penting. Manajemen dataopen source bersifat fleksibel, terjangkau dan hemat biaya, sehingga ideal untuk perusahaan dengan jumlah data yang besar. Dalam jajak pendapat terbaru untuk pelaku industri, 83 persen responden mengatakan mereka menggunakan Open Sourcesecara terbatas saat ini, dan 91 persen mengatakan mereka telah menggunakan Open Source atau berencana untuk mengadopsi teknologi Open Sourcepada tahun 2020. Hal ini tidak mengherankan karena sistem Open Source telah menjadi lebih aman dengan enkripsi data, otentikasi pengguna atau teknik otorisasi, dan banyak lagi.

Lenovo Sebutkan Posisi Mereka di era IoT

0

Telko.id – Era Internet Of Things di tahun ini sudah mulai memperlihatkan perkembangan. Mulai dari banyaknya alat-alat rumah tangga yang terhubung ke internet seperti ‘smart home’, hingga yang terbaru hadirnya ‘connected car’ yang mulai menjadi buah bibir para konsumen di seluruh Dunia.

Khusus untuk connected car, beberapa produsen mobil terkemuka di dunia sudah mulai memperkenalkan mobil pintar mereka di ajang CES 2016 yang lalu.

Berbicara mengenai era IoT, Lenovo Indonesia mengungkapkan peran serta posisi mereka dalam era terbaru dari dunia internet ini melalui statement Enterprise Segment Director mereka saat peluncuran produk terbaru di Jakarta.

Johny Dermawan, Enterprise Segment Director Lenovo Indonesia mengungkapkan, “Untuk strategi dari Lenovo sendiri, kami cenderung melihat dari segi overall partner bisnis kami yang bermain di IoT dan kami mensupport mereka dengan menghadirkan berbagai produk dari lini enterprise kami,” ucapnya di sela-sela acara peluncuran produk di Jakarta (20/1).

Beberapa produk Lenovo yang mendukung IoT antara lain, server x86 untuk data center, serta deretan PC workstation yang sangat inovatif dari mereka.

Sekedar informasi, sebenarnya saat ini Lenovo tidak memiliki strategi yang spesifik untuk era IoT ini, namun Johny kembali menegaskan bahwa mereka mendukung partner mereka seperti VM Ware dan Microsoft.

“Kami mendukung beberapa partner kami seperti VM Ware dan Microsoft untuk segi software dan kami menyediakan infrastruktur untuk IoT mereka,” ucap Johny.

Lenovo juga kerap mendukung perkembangan konten lokal dengan menyediakan beberapa produk serta bekerjasama dengan partner lokal untuk kemajuan industri ICT di Indonesia.

Terkait hal ini, Johny mengungkapkan “Posisi Lenovo di Indonesia ini terbilang riil dengan menjadikan Indonesia sebagai satu region sendiri dan bukan bagian dari regional Asean yang tentunya menunjukan posisi Indonesia sangat penting bagi bisnis Lenovo,” tuturnya.

Inilah ‘Senjata’ Terbaru Lenovo di Lini Enterprise

0

Telko.id – Lenovo Kembali menghadirkan jajaran produk terbaru mereka dari lini enterprise solution mereka. Bertempat di salah satu hotel di bilangan Cikini, Jakarta(20/1). Lenovo meluncurkan tiga varian produk workstation mereka pada diri P40 Yoga, P50 dan P70. Inovasi baru yang dihadirkan dari tiga wokstation ini adalah mereka bersifat mobile sehingga dapat dibawa kemanapun dan kapanpun.

Sebagai informasi, Lenovo selalu memperhatikan performan ce dari produk mereka dan mampu dijangkau oleh para pengguna mereka. Lenovo juga mengklaim, produk mereka sangat reliable serta durability. Hal tersebut tergambar dari survey yang mereka lakukan sejak tahun 2013 silam.

Johny Dermawan, Enterprise segmen Director Lenovo Indonesia mengungkapkan, “Kami sangat bangga mengumumkan ketersediaan dari mobile workstation yang memiliki kinerja dan kehandalan terbaik di Indonesia, kami juga berkomitmen penuh untuk menghadirkan perangkat yang dibutuhkan pengguna demi mendorong terciptanya inovasi,”

Untuk P70 dan P50, Lenovo menghadirkan beberapa kemajuan seperti, Prosesor terbaru dari intel yakni intel Xeon generasi keenam serta support ecc memory. Graphics terbaru dari Nvidia Quadro Maxwell yang tentunya jauh lebih baik dari generasi cuda dengan maximum 8 GB v-ram serta 4K resolution. Inovasi lain adalah dengan dibenamkan nya thunderbolt dan USB type c yang tentunya lebih cepat untuk transfer data serta writting dan reading data di harddisk workstation P50 dan P70.

Berbicara mengenai segmentasi, Lenovo membidik segmen kedokteran dan sains untuk P50 mereka. Sementara untuk finance, Lenovo menganjurkan workstation P70 mereka.

Sementara untuk P40 Yoga, adalah mobile workstation yang didesain seperti Lenovo seri Yoga. Menggunakan core i7 CPU sebagai dapur pacu mereka serta memiliki resolusi layar sentuh sebesar 2560×1440.

Di dalam P40 Yoga, dibenamkan teknologi Wacom Active ES untuk membuat sketsa, gambar, tulisan dengan presisi dan kenyamanan tinggi serta feedback yang lebih responsif.

P40 juga di dukung oleh active pan, yang tentunya akan sangat menunjang kinerja para desainer ataupun arsitek untuk keseharian kerja mereka. Workstation tentunya ditujukan oleh para pekerja kreatif di Indonesia.

Berbicara mengenai harga, ketiga workstation ini dihargai mulai dari 27 Juta rupiah untuk P70, sementara untuk P50 mukai dari harga 21 Juta rupiah dan P40 akan tersedia mulai dari 18 Juta rupiah dan harga tersebut bisa berbeda tergantuk dari kustomisasi yanh diinginkan oleh pengguna.

Berkat Efisiensi, ZTE Catatkan Keuntungan Double Digit

0

Telko.id – Vendor jaringan asal Cina ZTE mempertahankan pertumbuhan laba yang kuat pada tahun 2015, tapi kali ini dipicu oleh lonjakan sehat pendapatan dikarenakan faktor efisiensi.

Dalam pedoman untuk setahun penuh di 2015, ZTE mengatakan mereka mendapatkan pendapatan melebihi 15.3 milyar dollar Amerika Serikat, dengan  peningkatan penjualan LTE dan jaringan optik yang mendorong pertumbuhan serta hadirnya smart cities yang juga ikut menyumbang pendapatan mereka dengan solusi ICT dari perusahaan dan tentunya penjualan router.

Dilansir dari Telecoms, hasil ini tentunya menandai peningkatan revenue mereka sebesar 24% dari pendapatan tahun 2014. Hasil tersebut lagi-lagi mereka dapatkan berkat latihan perampingan yang cukup luas. Di tahun lalu, keuntungan tidak meningkat seperti rasio besar saat ini tapi dengan jumlah yang sama secara absolut.

ZTE mencatat penjualan lebih tinggi dari solusi 4G (Long Term Evolution) di jaringan internasional, selain China, “menurut laporan ZTE.

“Perusahaan juga membukukan peningkatan penjualan dari solusi jaringan optik sebagai permintaan untuk  memperkuat jaringan broadband,” ucap laporan tersebut.

Daftar Revenue ZTE
Daftar Revenue ZT

Pertumbuhan pendapatan tahunan juga didorong oleh peningkatan penjualan router high-end di pasar luar negeri, sementara ZTE membukukan pendapatan beeikutnya yang lebih tinggi dari sektor ICT adalah solusi lain termasuk smart cities dan data center untuk perusahaan dan departemen pemerintah. Selain itu, ZTE juga mendorong penjualan smartphone 4G luar China, serta produk-produk terminal untuk rumah.

Meskipun tersandung kasus korupsi dan menjadi tamu di daftar hitam dari Norges Bank, nampaknya tidak membuat perusahaan asal Tionkok ini ‘pesakitan’ dan mungkin jika tidak tersandung kasus korupsi, jumlah pendapatan mereka akan jauh lebih meningkat.

Rudiantara: Palapa Ring Paket Barat Akan diumumkan Minggu Ini

0

 

Telko.id – Jaringan pita lebar menjadi program pemerintah. Itu sebabnya, pemerintah mencanangkan program Palapa Ring dan pada 2018 sudah selesai pembangunannya sehingga pada 2019 sudah dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia.

“Minggu ini, pemenang Palapa Ring akan diumumkan. Paling tidak untuk yang paket Barat terlebih dahulu. Karena paket Barat ini untuk masalah perijinan lebih mudah karena lebih banyak pembangunan di perairan atau laut. Sedangkan paket lain, cukup rumit karena pembangunannya banyak di darat,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menjelaskan.

Pada tender Palapa Ring yang dibuka oleh pemerintah memang dibagi dalam tiga paket yakni Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur. Diharapkan ketiga paket ini dapat tuntas diselesaikan pada 2018 sehingga pada 2019 sudah dapat melayani masyarakat Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Rudiantara yang sering dipanggil Chief RA pun menyatakan bahwa tidak perlu diumumkan secara bersamaan atau serentak. “Yang penting pada tahun 2018, semua ibu kota kabupaten dan kotamadya sudah terhubung,” demikian Rudiantara menyebutkan.

Pada Paket Barat yang akan diumumkan pemenangnya tersebut akan mencakup lima kabupaten dan kota di Indonesia Barat. Dihubungkan dengan membentang serat optic di laut sepanjang 1.122 Kilometer (KM). Paket Barat ini diperkirakan akan menghabiskan biaya US$40,39 juta.

Yang mengikuti tendet paket Barat ini ada 6 perusahaan yakni PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium Mora Telematika Indonesia—Ketrosden Triasmitra, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, Telkom, dan XL.

Sedangkan Paket Tengah akan meliputi 17 kabupaten atau kota di Indonesia bagian Barat yang akan terhubung dengan serat otik di darat dan laut sepanjang 1.676 KM. Estimasi biaya untuk pembangunan Paket Tengah ini akan mencapai US$47,08 juta. Peserta tender yang ikut memperebutkan Paket Tengah ini ada 6 perusahaan yakni PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium Pandawa Lima, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, Telkom dan XL.

Terakhir, Paket Timur akan meliputi 35 kabupaten atau kota di wilayah timur sepanjang 5.681 KM di laut dan darat. Estimasi biaya untuk Paket Timur ini sebesar US$143,18 juta. Peserta tender untuk Paket Timur ini adalah PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium PT Matra Mandiri Prima—PT Hitachi High Technologies Indonesia—PT Partibandar Utama, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, Telkom dan Huawei.

Secara nasional, pemerintan berharap program Palapa Ring ini mampu menyediakan kecepatan akses internet minimal 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. (Icha)

 

Soal Nokia dan Alcatel Lucent, Ericsson Siap Bersaing

0

Telko.id – Bersatunya Nokia dan Alcatel Lucent, yang disebut-sebut akan semakin memperkuat posisi perusahaan di ranah teknologi ini ditanggapi positif tak hanya oleh Uni Eropa, tetapi juga vendor lain sebagai pesaingnya. Ericsson misalnya, melihat akuisisi ini sebagai sesuatu yang layak dihormati, ketimbang sebuah ancaman.

“Ericsson akan menghormati kompetisi siapapun itu, baik itu Nokia maupun yang lainnya. Mengenai apakah mereka kemudian merger atau akuisisi dan lainnya, kita akan respect dengan apa yang mereka lakukan dan kita akan selalu siap bersaing,” ungkap Hardyana Syintawati, Vice President Marketing and Communications Ericsson Indonesia saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/1).

Disinggung mengenai apakah Ericsson akan menempuh langkah serupa, wanita yang disapa Nana ini mengaku sejauh ini belum mendapat pengumuman apapun tentang hal itu.

“Kita belum ada pengumuman apapun tentang akuisisi. Belum dengar rumor apa-apa,” imbuhnya seraya tertaawa kecil.

Nokia-ALuNokia sendiri, baru-baru ini telah mengeluarkan pengumuman terkait sepak terjangnya bersama pasangan baru, dimana dikatakan bahwa kedua perusahaan jaringan tersebut telah mulai beroperasi secara bersama-sama.

Seperti diketahui, merger dari kedua perusahaan ini mengeluarkan dana secara kumulatif sebesar USD 16.5 juta dan perusahaan baru tersebut kini memiliki karyawan 100 ribu secara global. Kantor pusat berada di Finlandia yang akan mengatur perusahaan ini secara strategis. Sedangkan untuk penelian dan pengembangan akan berada di Perancis, Jerman, Cina dan Amerika Serikat.

Ericsson Beberkan 10 Tren Konsumen Terhangat di 2016

0

Telko.id – Ericsson mengawali 2016 dengan kembali merilis laporan tren tahunannya. Dalam edisi kelima ini, perusahaan asal Swedia itu menemukan beberapa hal menarik terkait teknologi yang dianggap konsumen akan menjadi tren tahun ini. Pun demikian beberapa tahun ke depan.

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan – yang konon akan memungkinkan interaksi dengan obyek tanpa membutuhkan layar smartphone lagi – dipercaya konsumen akan menjadi salah satu diantaranya, selain dari teknologi terhubung yang juga akan bergerak sangat cepat.

“Beberapa tren ini mungkin terlihat sangat futuristik, namun diharapkan hal ini dapat mendorong pengembangan teknologi. Di Indonesia sendiri, harapannya sih akan dapat membantu pengembang dalam melihat tren konsumen global di masa mendatang,” kata Hardyana Syintawati, Vice President Marketing and Communications Ericsson Indonesia, dalam presentasinya terkait laporan tersebut hari ini, Selasa (19/1).

trend ericsson
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 10 tren konsumen teknologi terhangat dari Ericsson Consumer Lab. Secara umum, tren ini diwakili oleh 1 miliar orang yang tersebar di 24 negara, sementara secara khusus, riset ini diwakili oleh 46 juta pengguna smartphone urban di 10 kota besar, diantaranya Tokyo, Shanghai, Singapura, Korea, dan Mexico City.

1. The Lifestyle Network Effect

Menurut laporan, 4 dari 5 orang saat ini merasa dapat mengambil banyak manfaat dari layanan online. Secara global, 1 dari 3 pengguna sudah berpartisipasi dalam berbagai bentuk ekonomi berbagi (sharing economy).

2. Streaming Natives

Disebut Hardyana sebagai salah satu tren yang akan berkembang di Indonesia, bahkan mulai tahun ini, streaming native akan menjadi sesuatu yang akan sangat digemari oleh generasi muda ke depannya. Menurut laporan, para remaja menonton konten video YouTube tiap hari lebih dari kelompok umur lain. 49% dari remaja usia 16-19 tahun menonton YouTube satu jam atau lebih tiap harinya.

3. Artificial Intelligence ends the screen age

Semakin berkembangnya AI akan semakin mengurangi penggunaan layar smartphone. Hal ini dikarenakan masing-masing perangkat nantinya akan dapat didukung oleh kecerdasan buatan yang membuatnya semakin pintar. Menurut riset, 1 dari 2 pengguna smartphone memprediksi bahwa smartphone akan menjadi sesuatu yang kuno dalam lima tahun mendatang.

4. Virtual gets real

Pengguna menginginkan teknologi virtual untuk aktivitas sehari-hari, seperti menonton pertandingan sepakbola dan melakukan panggilan video. 44% bahkan ingin mencetaj makanannya sendiri.

5. Sensing Homes

Tak hanya smartphone, bahkan rumah pun akan menjadi pintar. Menurut penelitian, 55% pengguna smartphone percaya jika batu bata yang digunakan untuk membuat rumah pat menghadirkan sensor yang dapat memonitor jamur, kebocoran dan masalah listrik di lima tahun mendatang. Akibatnya, konsep smart home pun menjadi sesuatu yang harus dipikirkan lebih dini.

6. Smart Commuters

Layanan komuter yang pintar disebut-sebut menjadi salah kebutuhan konsumen, khususnya mereka yang berada di kota besar. Komuter ingin menggunakan waktunya secara efisien dan tidak merasa sebagai obyek pasif saat transit. 68% dari responden ingin menggunakan lyanan komuter yang terpersonalisasi jika ada.

7. Emergency Chat

Melalui studi ini diketahui bahwa jaringan sosial menjadi cara yang lebih digemari untuk menghubungi layanan emergency. 6 dari 10 konsumen juga tertarik dengan aplikasi yang memberi informasi tentang bencana alam.

8. Internables

Kita telah mendengar banyak hal tentang wearable gadget. Kali ini, giliran internables. Ya, sensor internal disebut-sebut juga menjadi tren yang paling menarik perhatian konsumen dalam beberapa tahun ke depan. 8 dari 10 pengguna mungkin menggunakan teknologi untuk meningkatkan ssensor penglihatan dan kemampuan kognitif seperti penglihatan, memori dan pendengaran.

9. Everything Gets Hacked

Perkembangan teknologi, tak luput dari beragam celah kejahatan. Hal ini dipahami betul oleh orang-orang yang menjadi responsen dalam laporan ini. Mereka percaya bahwa hacking dan virus akan terus menjadi masalah. Sebagai efek yang positif, 1 dari 5 orang mengatakan bahwa mereka menjadi lebih percaya dengan organisasi yang pernah di-hack, namun kemudian berhasil memecahkan masalahnya.

10. Netizen Journalists

Orang-orang akan lebih sering berbagi dari sebelumnya, terutama dalam hal informasi. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan pengaruh mereka pada masyarakat. Sepertiga orang percaya bahwa membocorkan kondisi perusahaannya di sosial media menghasilkan dampak lebih besar daripada melapor ke pihak berwenang.

 

Perluas Layanan 4G LTE, Indosat dan XL Sepakat Berbagi Jaringan

0

Telko.id – Indosat Ooredoo dan XL Axiata mengumumkan kerjasama jaringan untuk 4G LTE melalui MORAN (Multi Operator Radio Access Network). Kedua operator akan menggunakan jaringan LTE yang sama di beberapa kota, seperti Banyumas, Surakarta, Batam, dan Banjarmasin dan berencana untuk memperluas kerjasama ini untuk beberapa kota lain ke depannya. Hal ini ditujukan guna mendukung agenda ekonomi digital di Indonesia.

Kerjasama jaringan atau lebih dikenal dengan istilah ‘network sharing’ sudah diimplementasikan di beberapa negara maju – yang memungkinkan para operator untuk memberikan jangkauan jaringan  lebih luas. Kerjasama Indosat Ooredoo dengan XL Axiata adalah proyek network sharing LTE pertama di Indonesia.

“Kerjasama ini memperluas jaringan 4G LTE untuk pelanggan kita dan mendukung program Pemerintah membangun ekonomi digital Indonesia. Melalui inisiatif ini kami juga mendukung usaha Pemerintah mengurangi impor dalam mata uang asing serta memungkinkan perusahaan untuk lebih efisien, mengurangi impor komponen dan fokus pada investasi dalam negeri,” ungkap Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo melalui keterangan resminya, Selasa (19/1).

Hal senada diutarakan Dian Siswarini. President Director & CEO XL Axiata ini menyebut langkah ini merupakan bagian dari komitmen XL Axiata untuk  mendukung upaya Pemerintah dalam percepatan penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang  merata di wilayah Indonesia. Selain mendukung tujuan tersebut, kerjasama yang dilakukan antara XL Axiata dan Indosat Ooredoo ini  juga sekaligus menjadi upaya untuk mendorong daya saing perusahaan dalam hal meningkatkan efisiensi operasional dengan berbagi penggunaan infrastruktur bersama dan juga membawa keuntungan bagi pelanggan, sehingga pada akhirnya akan semakin mempercepat bergulirnya ekonomi digital di Indonesia.

“Untuk tahap awal, kami memulainya dengan kerjasama jaringan 4G LTE melalui MORAN di beberapa kota, dan ke depannya akan diperluas lagi dengan bentuk kerjasama lainnya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” kata Dian.

Kerjasama ini sendiri sejatinya tak akan terlalu berpengaruh bagi pelanggan, khususnya dalam hal layanan. Pelanggan akan tetap merasakan pengalaman yang sama dari sebelumnya (seamless) dan akan tetap dapat menikmati layanan yang terbaik dari keduanya, baik Indosat Ooredoo maupun XL Axiata.

“Kami berharap dengan kolaborasi ini akan dapat memberikan layanan yang lebih baik dengan memberikan jangkauan jaringan yang lebih luas. Kami sudah melihat respons yang baik dari penggunaan layanan LTE dan melalui kerjasama ini kita akan lebih mempercepat pergelaran LTE di seluruh Indonesia, memungkinkan negeri ini sebagai negara dengan pertumbuhan penggunaan 4G tercepat”, ujarnya.

Pada tahap ini, network sharing yang dilakukan baru terbatas pada radio access network. Indosat Ooredoo dan XL Axiata berkomitmen melanjutkan kerjasama ini dengan dukungan Pemerintah dengan harapan kerjasama dapat diperluas menjadi core network sharing — ini akan lebih meningkatkan penghematan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melayani pelanggan pengguna LTE lebih banyak, tentunya dengan kecepatan data yang tinggi dan pengalaman penggunaan layanan yang lebih baik.

Inilah Alasan Kenapa Jaringan 4G Pindah ke 3G Saat Voicel Call

0

Telko.id – Melakukan panggilan suara menggunakan jaringan 4G sudah dimungkinkan dengan adanya teknologi VoLTE (Voice Over LTE) ataupun RCS (Rich Communication Suite). Tapi teknologi tersebut belum benar-benar diimplementasikan oleh operator telekomunikasi di Indonesia.

Inilah alasan mengapa pengguna jaringan 4G secara otomatis akan berpindah ke jaringan 3G atau 2G pada saat melakukan panggilan suara. Karena pada dasarnya, operator telekomunikasi di Indonesia masih menggunakan switching berbasis sirkuit (circuit switch) untuk melayani panggilan suara. Sementara pada jaringan 4G, semua sistem switching sudah berbasis packet.

Lalu apa sebenarnya perbedaan circuit switch dan packet switch? Secara sederhana, circuit switch menggunakan satu line yang terdedikasi untuk menyambungkan dua orang yang melakukan panggilan suara. Sementara packet switch, satu line bisa digunakan bersama oleh beberapa user dengan terlebih dulu memecah informasi ke dalam paket-paket untuk selanjutnya dikirim ke tujuan.

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang circuit switch dan packet switch. Semoga bermanfaat!

CIRCUIT SWITCHING
Circuit switching merupakan suatu jaringan yang dirancang untuk komunikasi dengan jalur yang tetap. Jaringan circuit switching di bangun dari suatu kanal atau sirkuit yang dedicated, yang dimaksud kanal atau sirkuit yang dedicated disini adalah kanal atau sirkuit yang dedicated tidak bisa dilalui oleh pengguna (user) lain. Artinya sirkuit ini hanya bisa digunakan oleh user tertentu saja dan user tersebut akan menggunakan jalur yang tetap.

Adapun prinsip kerja dari circuit switching adalah:

  1. Pembangunan Sirkuit: Sebelum terjadi komunikasi antara transmitter dan receiver, terlebih dahulu membangun suatu jaringan sirkuit yang akan dilewati data yang akan dikirimkan dari transmitter (pengirim) ke receiver (penerima).
  2. Transfer Data: Setelah sirkuit terbangun, maka agar data bisa sampai ke receiver harus dilakukan transfer data dari transmitter ke receiver. Data yang dikirim akan dilewatkan di sirkuit yang sudah dibangun sebelumnya.
  3. Diskoneksi Sirkuit: Receiver akan mengirimkan konfirmasi ke sirkuit transmitter bahwa data sudah diterima agar koneksi dapat diakhiri.

Kelebihan / Keuntungan Circuit Switching: Karena menggunakan jalur yang tetap, sehingga mempunyai kemungkinan yang kecil terjadinya kesalahan pengiriman data dikarenakan alamat yang dituju salah.

Kelemahan / Kerugian Circuit Switching: Mengurangi efisiensi penggunaan suatu jaringan sirkuit. Karena jaringan sirkuit hanya bisa digunakan oleh user tertentu saja.

Contoh dari penerapan Circuit Switching dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika pengguna menggunakan panggilan ‘voice’ maka ketika panggilan dilakukan dari satu telepon ke yang lain, switch dalam pertukaran telepon membuat sirkuit kawat terus menerus antara kedua telepon, selama panggilan berlangsung. Untuk jaringan Mobile sendiri, 2G dan 3G masih menggunakan sistem Circuit Switching.

PACKET SWITCHING
Packet switching adalah metode komunikasi digital yang mana semua data yang ditransmisikan, terlepas dari konten, tipe struktur, dipecah menjadi blok-blok berukuran yang sesuai, yang disebut paket. Fitur pengiriman Packet Switching terdiri dari variabel-bit-rate data stream (urutan paket) melalui jaringan bersama. Ketika melintasi adapter jaringan, switch, router dan node jaringan (setiap komputer, printer atau peripheral yang terhubung dalam jaringan) lainnya, paket-paket tersebut antri untuk ditransmisikan, mengakibatkan penundaan variabel dan throughput tergantung pada beban lalu lintas dalam jaringan.

Dua mode packet switching yang utama adalah packet switching connectionless, juga dikenal sebagai datagram switching, dan switching sirkuit virtual.

Dalam kasus pertama masing-masing paket mencakup informasi pengalamatan atau routing yang lengkap. Paket-paket tadi diarahkan secara individual, sehingga menyebabkan berbagai jalan yang berbeda dan out-of-order pengiriman. Sementara dalam kasus kedua, koneksi didefinisikan dan preallocated di setiap node yang terlibat selama fase koneksi sebelum semua paket ditransfer. Paket termasuk pengenal koneksi ketimbang informasi alamat, dan disampaikan dalam rangka. Untuk jaringan Mobile, teknologi 4G telah mengadopsi sistem ini.

Perbedaan Circuit Switching & Packet Switching

Dalam hal biaya (sebagai lawan flat rate), misalnya dalam layanan komunikasi selular, circuit switching ditandai dengan biaya per satuan waktu dari waktu koneksi bahkan ketika ada data yang ditransfer, sementara packet switching dicirikan dengan biaya per unit informasi.

Berikut adalah perbedaan lengkap antara circuti switching dengan packet switiching.

Circuit switching Packet switching
• Tergantung pada path transmisi
• Transmisi data secara kontinu
• Interaksi yang cukup cepat
• Message-message tidak disimpan
• Path dibentuk untuk seluruh percakapan
• Delay setup panggilan; delay transmisi diabaikan
• Sinyal sibuk bila party yang dipanggil sibuk
• Kelebihan beban mungkin memblok setup panggilan; tidak ada delay untuk pembentukan panggilan-panggilan
• Elektromekanikal atau komputerisasi switching node
• Pemakai bertanggung jawab untuk kehilangan proteksi message
• Biasanya tidak ada konversi kecepatan atau kode
• Bandwidth transmisi yang tetap
• Tidak ada kelebihan bit-bit setelah setup panggila
• Tidak tergantung
• Transmisi paket-paket
• Paket-paket mungkin disimpan sampai dikirim
• Rute terbentuk untuk tiap paket
• Delay transmisi paket
• Pengirim mungkin memberitahukan jika paket tidak dikirimkan
• Kelebihan beban meningkatkan delay paket
• Small switching node
• Jaringan mungkin bertanggung jawab untuk paket-paket individu
• Pemakaian bandwidth yang dinamis
• Kelebihan bit-bit dalam tiap message

Setelah mengetahui penjabaran singkat mengenai apa itu Circuit Switching dan packet Switching, sejatinya kita sudah dapat memecahkan persoalan tentang ‘mengapa jaringan 4G pada bar smartphone kita turun ke 3G ketika sedang melakukan panggilan voice. Kenapa demikian, karena voice call menggunakan sistem Circuit Switching maka secara otomatis bar signal di smartphone akan pindah ke jaringan 3G dan 2G dikarenakan jaringan 4G sudah menggunakan sistem Packet Switch. Hadirnya VoLte dan RCS (Rich Communication Suite) adalah sebuah solusi untuk menjadikan voice call menggunakan Packet Switch (Sistem Switching yang digunakan untuk komunikasi data).

APJII : Internet Indonesia Perlu Dikelola

0

Telko.id – Jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai hampir 90 juta pengguna. Hasil tersebut berdasarkan rilis dari APJII pada bulan maret lalu.

Jumlah tersebut tentunya berdampak pada penggunaan internet di Indonesia yang seakan tidak ada batasnya.

Menurut Jovan Kurbalija, Selaku Pembicara dari Kuliah Umum tentang Tata Kelola Internet mengungkapkan, “Untuk memutuskan bahwa itu benar salah atau tidak, harus melibatkan semua pihak untuk memutuskan hal tersebut dan tidak bisa sendirian,” ucapnya pada kegiatan kuliah umum di gedung Kominfo (19/1).

Senada dengan statement tersebut, ketua umum APJII, Jamalul Izza menyebutkan, “Internet Indonesia perlu di kelola, dan tentunya sesuai dengan kultur kita sendiri jangan terlalu ketat dan jangan terlalu renggang dan tentunya harus ada dukungan dari regulasi, dan berbagai stakeholder,” ucapnya.

Berbicara mengenai pro dan kontra, Jamal berujar bahwasanya pasti akan ada pro dan kontra, namun setelah peraturan diberlakukan, semua masyarakat akan cenderung mengikuti.

“Segala sesuatu pasti terjadi kontra, tapi begitu berjalan ternyata banyak mencari internet untuk di filtering dengan tujuan untuk generasi kedepan,”

Ia juga menyebutkan, bahwa internet yang tidak diatur juga akan mengancam kedaulatan negara. Seperti banyaknya beredar konten-konten yang akan merusak kedaulatan suatu negara dari sosial media.

Sekali lagi, Ia menegaskan bahwasanya internet Indonesia perlu diatur namun tidak terlalu ketat dan tidak juga terlalu terbuka. Ia juga mengungkapkan perlu adanya kerjasama multistakeholder dalam hal tata kelola internet serta juga perlunya edukasi ke masyarakat luas agar generasi kedepan tidak menjadi korban atas dampak buruk internet.

Disinggung mengenai kedepannya akan seperti China, Jamal mengungkapkan harapannya agar semoga saja seperti China. Namun yang terpenting, bagaimana membangun konten lokal, agar kedepannya banyak pengguna yg mengakses konten lokal, dan tidak mengakses konten dari luar.