spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1680

M1 Panaskan Persaingan Fiber Home Singapura

0

Telko.id – Singapura M1 telah memanakan persaingan dengan SingTel ketika menawarkan layanan fiber broadband dengan kecepatan 10Gbps untuk perumahan.

Salah satu operator terbesar di Singapura ini telah memperpanjang layanan 10Gbps XGPON yang diluncurkan untuk segmen korporasi pada Agustus lalu.

M1 menawarkan layanan dengan tarif pada S $ 189 atau sekira US $ 134 per bulan dengan kontrak 24 bulan. Paket harga ini meliputi instalasi titik terminasi dan aktivasi ONT yang bernilai hingga S $ 294,25 dengan mobile data 4G sebesar 1Gbps serta gratis 300Mbps diluar data bulanan.

Namun, Layanan ini tidak memiliki layanan suara karena keterbatasan teknologi, dan M1 juga mencatat bahwa mereka tidak menyediakan router nirkabel perumahan saat ini yang mendukung kecepatan 10Gbps.

“Agustus lalu, kami meluncurkan layanan 10Gbps XGPON pertama di Singapura untuk segmen korporasi, layanan telah diterima dengan baik, dan sejak itu kami telah melakukan uji jaringan dan peralatan pengujian untuk memastikan layanan kami siap untuk pelanggan perumahan kami, “kata CMO M1 P Subramaniam.

Untuk SingTel sendiri, mereka telah meluncurkan layanan serat perumahan 10Gbps pada awal bulan ini menyusul percobaan yang sukses dilakukan pada tahun 2015 lalu. Layanan ini juga dibanderol dengan harga S $ 189 per bulan.

Sementara itu, untuk Indonesia sendiri, tercatat baru Indosat Ooredoo yanng menawarkan layanan FTTH (Fber To The Home) dengan kecepatan 1 Gbps yang mereka namakan GIG.

T-Mobile Akan Uji Coba 5G di Tahun Ini?

0

Telko.id – T-Mobile AS mengikuti rival mereka yakni Verizon dan AT & T untuk segera mendeploys jaringan 5G. Mereka mengungkapkan rencana untuk mengadakan uji coba lapangan dari jaringan 5G pada akhir tahun ini.

Mereka juga mengungkapkan kerjasama dengan vendor Ericsson dan Nokia dan tentunya melalui kemitraan terpisah dengan Raksasa Telko Amerika Serikat ini.

Kabar ini dirasa cukup mengejutkan, mengingat komentar yang dibuat oleh CEO T-Mobile AS John Legere beberapa waktu lalu, yang mengecam Verizon atas  klaim penyelenggaraan 5G dalam beberapa tahun ke depan, seperti dilansir dari MobileWorldLive(29/2).

Dalam sebuah pernyataan singkat yang dirilis oleh CTO Nokia, Neville Ray mengatakan, perusahaan akan membangun investasi yang dilakukan di jaringan 4G, yang menempatkan mereka berada di jalan menuju pengimplementasian jaringan 5G, meskipun smartphone yang mendukung jaringan ini setidaknya akan tersedia dalam tentan waktu diatas tahun 2020.

Nokia juga mengatakan, mereka sedang mengembangkan laboratorium pengujian pra-standar 5G untuk uji coba lapangan pada paruh kedua tahun ini. Bukan hanya itu, perusahaan akan menggunakan spektrum di band 28GHz untuk percobaan dan menguji komponen 5G, serta kasus penggunaan yang mendukung kapasitas bandwidth besar dan virtual nol latency.

Sementara itu, dalam pengumuman yang berbeda, Ericsson mengatakan kemitraan dengan T-Mobile AS dibangun di atas kolaborasi yang ada di LTE-A dan transformasi jaringan, dengan T-Mobile yang ingin mendorong pengembangan 5G dan standardisasi, serta untuk mencari peluang bisnis baru.

Ericsson menambahkan, saat ini mereka  telah menandatangani lebih dari 20 nota kesepahaman untuk menguji 5G dengan operator di seluruh dunia.

Tidak jelas apakah T-Mobile AS bekerja sama dengan vendor lainnya untuk pengembangan 5G pada tahap ini, dengan perusahaan yang belum merilis pernyataan resmi sendiri.

Ericsson Pegang Banyak Proyek di Asia

0

Telko.id –  Kabar baik bagi para karyawan Ericsson. Pasalnya, vendor jaringan asal Swedia itu telah mendapatkan kontrak lima tahun dengan Telenor Group untuk menggelar jaringan LTE di Thailand, Bangladesh dan Malaysia.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Ericsson akan menyediakan peralatan untuk penggelaran layanan LTE kepada Thailand Dtac, Bangladesh Grameenphone dan Telenor Myanmar.

Kontrak tersebut juga meliputi transformasi layanan Telenor 2G dan 3G di pasaran yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kapasitas jaringan dan meningkatkan pengalaman mobile broadband, seperti dilansir dari laman TelecomAsia (29/2).

Bukan hanya itu, Ericsson secara terpisah juga telah mengumumkan bahwa mereka dipilih dalam pengimplementasian hyperscale cloud dan NFV untuk salah satu operator terbesar di Indonesia, yakni XL Axiata.

Ericsson nantinya akan menyediakan solusi full stack cloud untuk XL Axiata, termasuk pusat data hyperscale, serta manajemen jaringan dan tentunya policy control serta alat analisis traffik.

XL Axiata bertujuan untuk bermigrasi ke lingkungan standar virtualisasi multivendor yang memungkinkan untuk membawa layanan baru ke pasar lebih cepat, menurut Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini.

“Melalui inisiatif cloud hyperscale ini dengan Ericsson, kami berharap agar bisa menjadikan NFV dan cloud untuk penggunaan praktis,” katanya.

Dian juga menyebut, bahwa mereka akan mempercepat pengiriman layanan inovatif dengan mengekspos aset jaringan, sambil meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko dalam bagaimana jaringan sedang dibangun dan dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Pada kesempatan yang berbeda, Thomas Jul selaku Presiden Direktur Ericsson Indonesia menyebutkan, “Ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan panjang kami dengan XL Axiata, menandai langkah penting dalam evolusi cloud untuk XL Axiata. Kami akan terus memperkuat kemitraan dengan memanfaatkan kepemimpinan Ericsson di cloud dan NFV,” tukasnya.

Nantinya, Manajemen umum dari VNFs akan diaktifkan oleh Ericsson Network Manager, yang mendukung pengelolaan kedua fungsi jaringan fisik dan virtual, menawarkan pemandangan umum dari sumber daya jaringan dan layanan di beberapa teknologi jaringan, dan menyediakan lifecycle management untuk VNFs. Ini merupakan langkah kunci bagi tranformasi cloud XL Axiata, karena kedua IT dan aplikasi jaringan akan ditempatkan di lingkungan yang sama.

Siap Hadirkan 4G, Reliance Jio Sediakan Handset Murah

0

Telko.id – Reliance Jio Infocomm, sebagai salah satu operator terbesar di India tengah bersiap untuk peluncuran jaringan 4G pada semester kedua tahun ini. Mengenai peluncuran ini, Reliance Retail yang juga merupakan sister company dari operator tersebut bersiap meluncurkan smartphone pendukung yakni LYF smartphone.

Dilansir dari TelecomLead (29/2), LYF menawarkan kisaran harga di bawah Rs 7.000. LYF menghadirkan dua varian smartphone 4G yang diberinama LYF Wind 6 dan LYF Flame 1 yang juga merupakan dua smartphone 4G yang cukup terjangkau.

Sekedar informasi, untuk pasar Smartphone di India saat ini masih dipegang oleh Samsung dan Lenovo sebagai pemimpin dalam kategori smartphone 4G.

Bukan hanya memiliki harga yabg terjangkau,smartphone teranyar LYF ini juga mendukung beberapa fitur 4G seperti VoLTE dan VoWi-Fi. Menurut bocoran, Reliance juga telah bekerjasama dengan Lenovo untuk menghadirkan Lenovo A6010 yang mendukung layanan VoLTE milik Reliance Jio.

Nantinya, kolaborasi antara VoLTE dan VoWi-Fi ketika jaringan 4G tersedia, akan menawarkan panggilan suara dan video berkualitas HD, dengan multi-party voice dan video conferencing. Fitur lain yang nantinya juga akan hadir adalah Wi-Fi calling, Internet kecepatan tinggi, dan switching mulus untuk panggilan dari penyedia layanan jaringan ke jaringan Wi-Fi yang tersedia.

Kedua smartphone, baik Wind 6 dan Flame 1 hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon , RAM sebesar 1 GB, kamera depan 5MP dan kamera belakang 5MP.

Nampaknya, kedua smartphone ini menawarkan spesifikasi yang standar dan kompatibel untuk seri low end, dengan tidak memberikan piksel besar pada kamera serta RAM yg juga lega. Bukan hanya itu, diperkirakan, dukungan jaringan 4G serta VoLTE akan menjadi Unit Selling Point dari kedua smartphone ini.

5 Hal Hebat yang Bisa Anda Lakukan dengan 5G

0

Telko.id – Sudah menjadi rahasia umum, bahwa 5G akan ‘berjalan’ jauh lebih kencang dibanding 4G. Beberapa bahkan menyebut, bahwa teknologi generasi kelima ini akan memiliki kecepatan 100 kali lebih cepat dari teknologi nirkabel saat ini, tak terkecuali apa ditawarkan Google Fiber melalui koneksi fisik ke rumahnya.

Nah, tak menngherankan jika 5G menjadi topik hangat dalam penyelenggaraan Mobile World Congress belum lama ini. Semua percaya bahwa kecepatan luar biasa dan responsif yang dicapai dengan 5G akan dapat membuka kemungkinan baru. Apa sajakah itu?

Pengalaman baru dalam Gaming
Ingin memainkan game virtual melawan teman di seluruh dunia atau mengunjungi sebuah rumah pantai yang mewah ketika Anda mulai bosan dengan rutinitas? Dengan 5G, Anda akan dapat secara nirkabel mengalirkan konten ke headset virtual-realitas Anda.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan saat MWC bahwa ia berharap VR akan menjadi salah satu “aplikasi pembunuh 5G.” Transfer data akan sangat cepat sehingga Anda tidak perlu menunggu lama untuk mendapat pengalaman virtual ke headset VR mobile Anda.

Mobile tanpa pengemudi (Self-driving cars)

Jaringan 5G dapat merespon dengan cukup cepat untuk mengkoordinasikan mobil tanpa pengemudi (self-driving), baik itu saat mobil berbicara dengan kontroler pusat di persimpangan jalan atau berkomunikasi satu sama lain.

“Bisa Anda bayangkan tidak ada lampu lalu lintas di jalan – mobil melintas, tapi mereka tidak menabrak satu sama lain,” kata Volker Held, kepala pemasaran inovasi Nokia.

Saat semua mobil memiliki sensor dan kamera, mereka juga bisa menangkap rekaman video terus menerus, tambah Marc Naddell, wakil presiden MediaTek. Jika ada kecelakaan, Anda akan dapat melihat video dari semua sudut, bukan hanya dari mobil yang terlibat tetapi dari semua mobil yang saat itu ada di daerah tersebut.

Pengobatan jarak jauh

Telemedicine menjadi mungkin dengan 5G, yang memiliki lag komunikasi cukup singkat untuk memungkinkan dokter melakukan beberapa prosedur jarak jauh, kata CTO Qualcomm Matt Grob. Operator dapat mengatur jaringan 5G sehingga prosedur medis itu mendapatkan prioritas lebih dari seseorang yang menonton video YouTube.

Jeda waktu yang begitu singkat memungkinkan dokter menggunakan robot untuk melakukan operasi terhadap seseorang, bahkan dari jarak 1.000 mil sekalipun. Orang-orang di daerah terpencil dapat diobati oleh spesialis, bahkan jika mereka berada di tempat yang sangat jauh, atau berada di belahan bumi yang lain.

“Anda bisa mendapatkan dokter terbaik di dunia untuk menangani kanker ibu Anda,” kata Kepala Bisnis Jaringan Generasi Berikutnya Samsung, Woojune Kim.

Video conference yang membuat Anda seolah berada di tempat sama

Beberapa percaya bahwa dengan adanya 5G, cara kita berkomunikasi akan menjadi lebih visual. Bayangkan berbicara dengan keluarga Anda dengan video yang sangat taajam, dengan resolusi sangat tinggi sehingga membuat Anda seolah-olah berada di samping mereka. Atau berlatih dengan rekan Anda – di rumah yang berbeda – melalui video. Ini tampak mudah, namun jaringan saat ini tidak menawarkan komunikasi real-time yang tepat. Selalu ada jeda, dan itulah yang membuat semua berantakan.

Gaya Hollywood menjadi kenyataan

Masih ingat dengan adegan dalam “The Amazing Spider-Man,” ketika Peter Parker membuka mesin pencari Bing dan menemukan informasi yang dicarinya tentang Dr Kurt Connors dengan sangat cepat? Halaman Web kita tidak pernah berjalansecepat itu sebelumnya. Halaman web biasanya butuh sekitar satu atau dua detik untuk memuat, bahkan dengan koneksi cepat sekalipun. Dengan 5G, hasil tersebut akan segera datang.

Atau, jika Anda ingin mengunggah dan mengunduh sebuah film, hanya akan butuh waktu 15 detik bagi Anda untuk merealisasikannya, dan bukannya 6 menit seperti yang Anda dapatkan dari 4G.

Dukung Komunitas Difabel, XL Future Leaders Gelar Konser & Talkshow

0

Telko.id – Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi, tak terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dalam hal ini penderita tuna netra. Para siswa XL Future Leaders memahami betul hal itu. Oleh karenanya, mereka mengambil inisiatif untuk memberikan dukungan moral bagi para difabel ini, lewat sebuah acara bertajuk  “Tribute to Stevie Wonder, Everybody Is Extraordinary.”

Vice President Corporate Communication XL, Turina Farouk mengatakan dalam keterangan resminya, terkait keputusan perusahaan untuk mengangkat sosok Stevie Wonder, seorang bintang besar yang menyandang tuna netra. Menurutnya, sosok tersebut mampu menginspirasi jutaan anak penyandang tuna netra dan difable di seluruh penjuru dunia bahwa keterbatasan fisik tak akan bisa membatasi daya kreasi dan prestasi.

“Tidak ada perbedaan dalam menggapai mimpi, kerja keras dan tekad kuat-lah yang membedakannya. Hal tersebut dapat dilihat dari seorang seniman Stevie Wonder,” katanya.

Dalam penyelenggaraan acara ini, XL Future Leaders bekerjasama dengan Yayasan Elsafan. Lembaga ini menaungi sekitar 42 orang anak-anak penyandang tuna netra. Yayasan yang juga didirikan oleh penyandang tuna netra sejak tahun 2006 ini memiliki sejumlah program, di antaranya memberikan ketrampilan sehingga bisa dipakai oleh para peserta didik untuk bekal hidup mandiri.

Di antara anak-anak asuhan lembaga ini juga ada yang mampu mencetak prestasi membanggakan, antara lain Catur Tuna Netra Juara 1 tahun 2015, Candy Medali Emas Lomba Renang se-DKI, Reza mewakili Indonesia untuk lomba IT, Keminfo, YPAC, dan Kemensos, Aini Juara 1 lomba science tingkat DKI 2014, Aldin Juara 1 lomba menyanyi Mandari se-Jakut, Aldin juara 2 gospel singer se-Jakut 2014, Melanie juara 5 vocal solo se-nasional 2014, Juniar Juara 2 piano klasik tuna netra, Dustin juara 1 baca puisi se-DKI, Marchel dapat 2 medali emas olimpiade paralympic lomba lari di Riau 2013.

Dalam acara yang bertempat di @America, Pacific Place, Jakarta, XL Future Leaders dan anak-anak penyandang tuna netra menggelar konser kecil dengan membawakan lagu-lagu lagu karya Stevie Wonder di antaranyaYou Are The Sunshine of My Life, I Just Call to Say I Love You, Diamond, Overjoyed, dan Isn’t She Lovely.

Selain konser, acara ini juga diisi dengan talkshow yang bertujuan untuk memberikan pandangan positif mengenai penyandang difabilitas dan diharapkan dapat memberikan inspirasi bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi tanpa melihat keterbatasan fisik.

Para pembicara yang dihadirkan seluruhnya merupakan penyandang difabilitas berprestasi. Diantaranya Dimas Presetyo Muharram, pemilik Kartunet, serta Angkie Yudistia, seorang sociopreneur dan penulis buku “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas dan Setinggi Langit” yang menceritakan pengalaman hidup dan perjuangan mereka untuk menggapai mimpi. Selain itu, ada juga pemberian motivasi oleh David Franky yang merupakan seorang motivator penyandang difabilitas.

XL Future Leaders merupakan program pendidikan berbasis digital yang dirancang secara khusus oleh XL untuk memajukan para pemuda Indonesia agar bisa memiliki kompetensi dasar sebagai pemimpin tingkat global. Program ini berupa pelatihan terpadu yang berfokus pada tiga area kompetensi yang dibutuhkan pemimpin di masa depan agar mampu bersaing secara global.

Ketiga area kompetensi tersebut adalah mampu melakukan komunikasi secara efektif, mampu mengasah jiwa kewirausahaan dan inovasi, serta mampu mengelola perubahan. Salah satu aktivitas yang dijalankan oleh para peserta XL Future Leaders adalah menyelenggarakan aksi-aksi sosial kemasyarakatan dalam beragam bentuk kegiatan di berbagai daerah. Mendorong para mahasiswa untuk peka pada kondisi sosial masyarakat di sekitar mereka dan mencari solusi atas persoalan yang ada merupakan salah satu materi pendidikan kepemimpinan yang mereka terima dalam program XL Future Leaders tersebut.

 

Rangkul Baidu, Kemenpar Ingin Gaet 10 Juta Turis Tiongkok

0

Telko.id – Baidu, perusahaan berbasis teknologi dan media terkemuka baru-baru ini ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia sebagai salah satu mitra dalam meningkatkan edukasi tentang keelokan pariwisata Indonesia di mata masyarakat Tiongkok.

Kemitraan ini menjadi penting dan strategis mengingat masih rendahnya minat wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi Indonesia, sementara dari sisi jumlah wisatawan maupun belanja yang dilakukan selama kunjungan ke luar negeri, wisatawan Tiongkok saat ini menduduki peringkat teratas di dunia.

“Jumlah wisatawan Tiongkok yang melakukan kunjungan ke luar negeri dari tahun ke tahun terus memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan. Di tahun 2015, jumlah wisatawan Tiongkok yang bepergian ke luar negeri bahkan mencapai lebih dari 100 juta orang. Bagi Indonesia, tingginya minat masyarakat Tiongkok untuk melakukan perjalanan ke luar negeri merupakan potensi besar yang harus digarap secara strategis agar target untuk dapat mendatangkan 10 juta wisatawan Tiongkok di tahun 2019 dapat tercapai atau bahkan terlampaui,” ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya.

Menteri Pariwisata menambahkan, dukungan mitra yang mampu membantu meningkatkan edukasi kepada wisatawan Tiongkok terhadap pariwisata Indonesia sangat diperlukan, mengingat tingkat ketertarikan mereka untuk mengunjungi Indonesia masih rendah. Di tahun 2015, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia mencapai sekitar 1,1 juta orang. Angka yang masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah keseluruhan wisatawan Tiongkok yang berwisata ke luar negeri.

“Melihat profil wisatawan Tiongkok yang mayoritas berusia di bawah 45 tahun dan 83% menjadikan informasi berbasis internet atau online sebagai salah satu referensi utama dalam menentukan destinasi wisata, kami memutuskan untuk menggandeng Baidu, perusahaan teknologi terkemuka berbasis di Tiongkok, sebagai mitra Kementerian Pariwisata dalam meningkatkan penyebaran informasi dan edukasi tentang keindahan Indonesia di Tiongkok. Posisi kepemimpinannya serta besarnya jumlah pengguna Baidu di Tiongkok, menjadi salah satu pertimbangan utama kami dalam membangun kemitraan ini dengan Baidu,” tambah sang Menteri.

Kemitraan yang bertujuan untuk semakin meningkatkan pengetahuan serta ketertarikan wisatawan Tiongkok terhadap Indonesia ini juga disambut penuh antusias oleh Baidu.

Melalui keterangan resminya, Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia mengurai raasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kepada Baidu.

“Baidu saat ini memiliki sekitar 600 juta pengguna di Tiongkok. Kami juga merupakan perusahaan mesin pencari nomor satu di Tiongkok dengan pangsa pasar lebih dari 79%, dan salah satu produk kami, Baidu Travel, merupakan salah satu platform perjalanan nomor satu di Tiongkok. Wisatawan Tiongkok juga telah menjadikan Baidu Travel sebagai referensi utama di online dalam berwisata ke luar negeri. Ditambah dengan adanya fakta bahwa generasi baru wisatawan Tiongkok kini semakin mandiri dalam berwisata dan mereka pun kian mengandalkan informasi-informasi berbasis internet, maka kami sangat optimis kemitraan ini menciptakan sinergi positif dan kontributif terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, khususnya wisatawan Tiongkok,” katanya.

Melalui kemitraan ini, Baidu juga akan berkontribusi dalam penyelenggaraan serangkaian lokakarya yang bertujuan untuk mengedukasi para penyedia informasi dunia pariwisata Indonesia secara online, seperti biro perjalanan, pengelola destinasi wisata dan penyedia layanan penginapan atau perhotelan.

Pemahaman Baidu yang tinggi terhadap perilaku wisatawan Tiongkok dalam mencari informasi-informasi wisata menarik, gaya penyampaian informasi seperti apa yang selama ini mereka minati, serta destinasi wisata apa saja yang dapat menarik perhatian mereka, akan disampaikan oleh Baidu di setiap penyelenggaraan lokakarya dan diharapkan akan menjadi referensi yang bermanfaat bagi penyedia informasi wisata Indonesia dalam menyampaikan ulasannya secara atraktif.

“Menyediakan informasi online yang informatif dengan gaya penyajian menarik sesuai perspektif masyarakat Tiongkok merupakan salah satu kunci penting dalam memikat mereka untuk mengunjungi Indonesia. Sebab, mayoritas dari wisatawan Tiongkok akan menggunakan sumber-sumber informasi online sebagai referensi utama dalam menentukan destinasi yang hendak mereka kunjungi,” pungkas Bao Jianlei.

Jaringan 4G Smartfren Kalahkan Tiga Besar di Tasiklamaya

0

Telko.id – Bermodalkan aplikasi Nperf yang mencatat cakupan dan kecepatan dari internet 4G setiap operator di Indonesia, tim Telko.id baru-baru ini melakukan perjalanan ke Tasikmalaya. Di daerah yang terkenal karena kerajinannya ini, kami mencatat beberapa hal menarik seputar coverage 4G dari beberapa operator 4G di Indonesia, ulai dari XL AXiata, Telkomsel, Indosat Ooredoo, Tri, hingga Smartfren. Tentu saja, disamping Bolt sebagai salah satu penyedia layanan serupa.

Dari data yang kami peroleh, terlihat bahwa coverage 4G Smartfren yang sangat menonjol dibandingkan dengan pesaing lainnya di ranah ini.

Berdasarkan data Nperf, Smartfren terlihat memiliki cakupan 4G yang cukup mumpuni di wilayah ini. Hal ini terlihat dari melimpahnya titik berwarna cokelat di aplikasi, yang menjadi wakil dari jaringan 4G. Namun, di wilayah ini titik 4G Smartfren tidak sebanyak yang ditunjukkan di kota-kota besar seperti Jakarta.

sfren

Sebaliknya, Tasikmalaya sepertinya tidak cukup ‘bersahabat’ bagi pelanggan Hutchison 3. Di kawasan ini, Tri hanya terlihat dengan titik-titik hijaunya, sebagai perwakilan dari jaringan 3G. Ini masuk akal, mengingat operator seluler ini memang belum menggelar layanan 4G secara komersial di Indonesia, meskipun mereka telah memberikan bocoran mengenai jumlah kota pertama yang akan dialiri 4G mereka.

hcp

Nasib serupa dialami Telkomsel dan XL Axiata. Sementara sinyal Telkomsel hanya memunculkan warna-warna hijau sebagai penanda 3G dan tidak menunjukan jaringan 4G LTE, sinyal yang ditunjukkan XL juatru lebih parah. Anak usaha Axiata Group ini bukan hanya tidak mengindikasikan ketersediaan jaringan 4G, jaringan 3G pun terlihat jarang.

xl, tesel

Lain halnya dengan situasi yang dialami Indosat Ooredoo. Nperf mencatat bahwa meskipun hanya sedikit terlihat jaringan 4G, namun jaringan 3G perusahaan terlihat mendominasi.

isat

Cakupan jaringan 4G Smartfren yang cukup ‘penuh’ di wilayah ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya,  Open signal sempat mencatat bahwa Smartfren memiliki cakupan jaringan yang sangat tinggi yakni 78 persen dan menduduki peringkat ke 32 dari 183 operator LTE kala itu.

Sampai saat ini, coverage Smartfren bahkan telah mencapai 85 kota di Indonesia, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan tahun ini. [ak/if]

OTT Asing Terancam Diblokir Jika Tidak Punya Badan Usaha Tetap

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, ketika isu Netflix merebak, ramai juga dibicarakan bahwa para perusahaan over the top, seperti Netflix dan lainnya harus memiliki Badan Usaha Tetap (BUT).

Badan usaha tetap yang dimaksud ini bukan sekedar kantor perwakilan saja. Karena kalau kantor perwakilan saja, tidak ada pajak yang masuk. Padahal, yang diinginkan oleh pemerintah ada, Negara juga terkait dengan aspek bisnis dan perlindungan konsumen.

Kembali Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan bahwa perusahaan over the top tentang masalah ini. Perusahaan OTT yang tidak membuat Badan Usaha Tetap atau BUT akan di blokir. Hal ini juga sempat disampaikan oleh Rudiantara waktu ke Silicon Valley beberapa waktu lalu.

Contoh OTT yang dimaksud adalah seperti Google, Twitter, Facebook, Line dan lainnya. Di mana, konten atau layanan perusahaan OTT tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui internet tetapi tidak dapat dikontrol oleh penyelenggara internet.

Dengan memiliki BUT, maka perusahaan OTT itu akan patuh pada peraturan yang ada di Indonesia. Saat ini, para perusahaan OTT itu bebas mengumpulkan data para penggunannya. Dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhannya. Lalu, untuk perlindungan konsumennya tidak ada dasarnya. Hal itu yang membuat BUT ini wajib untuk para OTT.

Selain itu, ada juga masalah perpajakan. Jika para OTT itu sudah memiliki BUT maka setiap transaksi yang dilakukan di Indonesia akan terkena pajak. Sesuai dengan Undang-undang Perpajakan yang berlaku.

Para OTT, menurut Rudiantara tidak diwajibkan untuk mendirikan kantor sendiri. Bisa saja dengan melakukan kerjasama atau joint venture dengan perusahaan lokal atau bekerjasama dengan operator.

Untuk aturannya sendiri, saat ini masih digodok. Rencananya, pada akhir Maret 2016 ini akan selesai dan dikeluarkan. Setelah itu aka nada masa transisi agar para perusahaan OTT dapat menyesuaikan diri dan memenuhi aturan yang dikeluarkan.

Dari sekian banyak OTT yang ada di Indonesia, Rudiantara cukup mengapresiasi yang dilakukan oleh Line Indonesia. Di mana perusahaan ini dianggap cukup proaktif bersilaturahmi dan sharing tentnag langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi dan budaya lokal. Begitu info yang disampaikan oleh Rudiantara dalam Twit nya.

Selain itu, Line Global juga telah menunjuk konsultan lokal dan koordinasi dengan kantor di Indonesia untuk memberikan masukan dan review terhadap konten yang ada. Line Indonesia juga sudah resmi memiliki badan usaha (Business Establishment) sebagai wujud komitmen perusahaan di Indonesia.

Line Indonesia juga akan melakukan filtering pada beberapa konten stiker yang sensitive agar tidak dapat diakses di Indonesia. Dan akan secara terbuka melakukan komunikasi dengan Kominfo untuk menghadirkan konten-konten positif di Indonesia. (Icha)

Layanan 4G LTE XL Siap Jangkau 85 Kota di 2016

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) terus mempercepat penetrasi layanan 4G LTE. Hingga akhir tahun 2016 nanti, anak usaha Axiata Group ini mentargetkan layanan 4G LTE bisa menjangkau 85 kota, baik di Jawa maupun luar Jawa. Langkah XL ini tidak terlepas dari benefit yang didapatkan perusahaan dari penggelaran layanan internet cepat sejauh ini. Salah satunya adalah mampu meningkatkan jumlah pelanggan yang bernilai tinggi sesuai dengan segmen pelanggan yang dituju.

Diakui Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya, keberadaan layanan internet cepat 4G LTE tidak bisa dibantah lagi telah berhasil meningkatkan revenue perusahaan, terutama melalui akuisisi pelanggan dari segmen hight value customer.

“Fakta ini membulatkan keputusan XL untuk segera mengembangkan layanan 4G LTE ke arah yang lebih berkualitas dan mampu menjangkau pelanggan serta masyarakat yang lebih luas lagi di tahun 2016 ini,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/2).

Yessie menambahkan, secara teknis, keberadaan layanan 4G LTE terbukti telah mampu meningkatkan kualitas layanan internet XL. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan kinerja latency (delay) akses internet sejak layanan 4G LTE digelar, dari sebelumnya sekitar 130ms menjadi hanya 30ms. Pun demikian dari sisi kapasitas  kecepatan download, meningkat dari yang sebelumnya sekitar 1Mbps, menjadi 25Mbps.

Layanan internet cepat 4G LTE juga telah terbukti mampu meningkatkan nilai persepsi pasar terhadap kualitas layanan data XL. Jika sebelumnya layanan data XL lebih dikenal karena tarif yang terjangkau, setelah adanya 4G LTE menjadi lebih dikenal karena kualitas layanannya.

XL sangat serius menyiapkan semua syarat untuk bisa meyakinkan pelanggan dan masyarakat. Dari capex atau belanja modal kurang dari Rp 7 triliun yang disiapkan untuk 2016 ini, mayoritas dialokasikan untuk mendukung bisnis layanan Data termasuk memuluskan rencana pengembangan 4G LTE.

Melanjutkan agenda transformasi yang telah diterapkan sejak tahun lalu, PT XL Axiata akan berfokus mengembangkan layanan 4G LTE di tahun 2016. Hal ini sejalan dengan salah satu target yaitu menciptakan peluang pertumbuhan bisnis baru (re-invent). Peluang-peluang baru tersebut akan berbasis pada teknologi digital, melalui pemanfaatan layanan internet cepat 4G LTE.

Saat ini, layanan 4G XL didukung oleh lebih dari 3 ribu BTS 4G yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Adapun kota yang telah dicakup layanan 4G LTE  XL berjumlah  sekitar 35 kota, baik di Jawa dan luar Jawa.