spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1638

Dibantu Nokia, Operator Arab Ini Ciptakan LTE-A

0

Telko.id – Nokia bekerjasama dengan Zain, yakni operator 4G asal Arab Saudi untuk menghadirkan layanan LTE-Advanced di wilayah Arab Saudi. Kegiatan ini merupakan sebuah penggelaran teknologi tiga kompenen carrier aggregation LTE-Advanced yang akan meningkatkan kecepatan sebesar 187,5 Mbps untuk para pelanggan mereka.

Seperti diketahui, tiga komponen dari Nokia akan Meng-agregat spektrum sebesar 25 Mhz di pita 900 Mhz, 1800 Mhz dan 2100 Mhz. Penggelaran ini juga bertujuan untuk mentransformasi Jeddah menjadi sebuah smart city.

Berdasarkan keterangan pers yang di terima Tim Telko.id(12/5), Jaringan yang diluncurkan di distrik residensial dan bisnis papan atas di Jeddah, akan membawa kota terbesar kedua di Kerajaan Arab Saudi ini selangkah lebih maju menuju smart city.

Sultan AlDeghaither, Chief Technology Officer Zain KSA, berkata, “Konsumen kami dan kebutuhan mereka yang terus meningkat di era digital akan terus mendominasi serta mendorong inovasi teknologi kami. Dengan peluncuran baru ini, kami dapat membantu memenuhi kebutuhan ini dengan memberikan pengalaman ultra bagi konsumen melalui level throughput data lebih tinggi dan kinerja jaringan optimal. Terlebih lagi, teknologi ini akan memungkinkan kami bergerak lebih jauh menuju tujuan kami yaitu mentransformasi Jeddah menjadi model panutan untuk kota-kota terkoneksi secara digital dan cerdas di seluruh dunia, serta memperkaya pengalaman para konsumen Zain di Arab Saudi.”

Sekadar informasi, Carrier aggregation sendiri adalah sebuah teknik yang banyak digunakan dalam standar-standar LTE-Advanced. Teknologi ini memungkinkan operator menyatukan pita-pita spektrum yang tidak berdampingan untuk menciptakan kanal-kanal yang lebih luas, serta menghasilkan kecepatan LTE yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Implementasi dari tiga komponen carrier aggregation di pita FDD-LTE (FDD-LTE 3CC) merampungkan ujicoba jaringan komersial yang luas oleh Nokia dan Zain. Sebagai hasilnya, Zain akan mampu meningkatkan kecepatan data di pinggiran sel yakni dekat dengan sel-sel tetangga, di mana interferensi dan kehilangan sinyal dapat berdampak pada pengalaman pelanggan. Selain itu, memenuhi permintaan yang terus berubah dari para pelanggannya, Zain dituntut unuk menyediakan bandwith besar guna menyaksikan film streaming berkualitas HD.

Berkat solusi dari Nokia ini, konsumen Zain akan dapat menikmati kualitas pengalaman yang lebih baik ketika mengunduh video HD atau berbagi gambar di acara-acara di mana traffik jaringan dapat terjadi akibat tingginya kebutuhan akan akses data.

Kecepatan lebih tinggi juga telah tersedia di beberapa area bertraffic tinggi di Jeddah, hal ini akan memungkinkan pengguna perangkat yang mampu menjalankan Cat6 (Category 6) mendapatkan manfaat dari layanan-layanan data intensif yang telah tersedia maupun yang akan datang, seperti contohnya virtual reality (VR).

Nah, sayang sekali hadirnya kualitas jaringan LTE-Advanced sejatinya harus juga di barengi dengan ketersediaan handset pendukung yang mampu berjalan pada layanan tersebut. Seperti diketahui, agar kualitas dari LTE-A tersebut berjalan dengan maksimal, maka diperlukan smartphone yang mendukung 4G Cat6, sementara ketersediaan device ini tidak sebanyak device yang mendukung Cat4.

Di Indonesia sendiri, layanan LTE-A telah diimplementasikan oleh salah satu operator 4G, namun ketersediaan perangkat yang mendukung layanan tersebut di Indonesia masih sangat jarang serta memiliki harga yang kurang mampu dijangkau oleh semua kalangan, semoga kedepannya banyak tersedia handset yang mendukung layanan tersebut, agar bisa memaksimalkan kualitas jaringan dari LTE- Advanced.

Awas! Smartphone Refurbished ‘Gentayangan’ di Pasar

0

Telko.id – ABI Research, pemimpin dalam teknologi transformatif pasar inovasi intelijen, memperkirakan penjualan ponsel global, termasuk smartphone dan ponsel, akan meningkat sebesar 4,9% di tahun 2016. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran dari para vendor smartphone adalah beredarnya smartphone refurbished yang terus tumbuh di pasar. Hal ini akan mendorong para Original Equipment Manufacturer atau OEM mempertimbangkan kembali portfolio nya secara keseluruhan.

“Kami mengantisipasi pasar smartphone refurbished untuk tumbuh secara signifikan selama lima tahun ke depan, terutama karena mulai mencakup perangkat dengan fitur set canggih dan konektivitas 4G,” kata David McQueen, Direktur Riset di ABI Research.

David juga menambahkan bahwa lonjakan pasar smartphone refurbished ini akan menyebabkan efek yang memungkinkan perusahaan seperti Apple menurunkan harga dalam portofolio produk nya tanpa harus mendorong melalui produk baru, atau lost-cost product. Ini akan sangat berguna untuk perusahaan yang menargetkan pasar negara berkembang di tahun-tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk membantu, baik memperluas jangkauan merek dan pasar yang sesuai.

Samsung, khususnya, tetap vendor smartphone dan handset terkemuka pasar global. Tak heran, portfolio produk yang lengkap sehingga dapat mensasar segmen pasar yang lebih lebar lagi. Namun, langkah ini menekan margin perusahaan juga. ABI Research menyarankan agar perusahaan mampu kembali memperoleh skala penjualan dengan melakukan penjualan model atau tipe lama yang ditambahkan sedikit fiur baru untuk dapat meningkatkan harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) di tahun 2016 ini.

ABI Research juga melihat bahwa kawasan Asia-Pasific tetap akan menjadi pendorong tumbuhnya industry secara keseluruhan. Paling tidak akan menguasai 50% penjualan hingga 2020 mendatang. Lembaga penelitian ini juga melihat bahwa Afrika juga akan menunjukan pertumbuhan yang sangat baik pada 5 tahun ke depan. Bahkan akan menjadi wilayah yang pengiriman smartphone ke dua terbesar sejak 2016 ini.

Namun, terlepas dari wilayah yang ada, setiap produsen yang kini sudah market leader harus berpikir jauh ke depan agar dapat memastikan bahwa tahun-tahun mendatang tetap dapat mempertahankan margin yang diinginkan dan tetap berada di atas, walaupun setiap tahunnya aka nada miliaran produk baru yang terjual.

“Apple dan Samsung , hingga saat ini cukup berhasil mempertahankan marginnya, tapi banyak juga yang mulai ‘goyang’, terutama Balckberry, HTC dan Sony,” ujar McQueen menambahkan.

Kondisi ini, menurut McQueen akan membuat banyak pihak mulai mengendalikan biaya, menciptakan perbedaan produk dengan lebih cepat dan berkelanjutan. Termasuk juga membangun model bisnis baru seperti yang dilakukan oleh Xiaomi dan Jolla agar tetap dapat kompetitif dan tangguh dalam menghadapi tekanan pasar yang sedang berlangsung. Dukungan, model bisnis tradisional dan model bisnis baru menjadi salah satu cara penting untuk menghadapi ‘serangan’ smartphone refurbished di pasar. (Icha)

Mengapa Developer Lokal Sulit Berkembang?

0

Telko.id – Sudah menjadi rahasia umum, bahwa developer lokal di Indonesia terganjal sejumlah permasalahan untuk berkembang dan menuai sukses. Padahal, tak terhitung banyaknya, dengan bakat yang mengesankan, mulai dari mahasiswa, para konseptor hingga mereka yang benar-benar developer.

Pakar sekaligus praktisi IT, Budi Rahardjo mengurai beberapa alasan mengapa developer lokal jarang menyentuh kata sukses dalam bisnis aplikasi yang mereka rintis. Salah satu diantaranya, dan yang paling unik adalah karena perilaku masyarakat di Indonesia cenderung lebih menyukai aplikasi yang bersifat hiburan semata, ketimbang aplikasi kreatif yang sebenarnya dapat membantu serta mempermudah aktifitas masyarakat dan membuat suatu kota menjadi lebih ‘smart’.

“Kalau dulu hambatannya adalah kurangnya sumber daya kretaif, saat ini bukan itu lagi permasalahannya. Uniknya, masyarakat kita lebih senang dengan aplikasi yang bersifat hura-hura, seperti dubsmash dan lainnya. Sedangkan aplikasi kreatif lebih susah dijual, karena aplikasi yang dibutuhkan justru kurang diminati oleh masyarakat seperti micro finance,” kata Budi ketika ditemui tim Telko.id di Jakarta, Rabu (11/5).

Ia menambahkan, aplikasi seperti Micro Finance sejatinya dapat mengembangkan bisnis UKM di Indonesia. Pasalnya, transaksi online yang tidak terlalu membutuhkan banyak uang masih sulit dalam hal pembayaran.

“Jika terealisasi, mungkin saja ketika kita pergi ke toilet umum, kita hanya tinggal melakukan tapping di smartphone untuk membayar jasa toilet tadi yang hanya berjumlah seribu rupiah,” tandasnya.

Menurut Budi, ada tiga faktor utama yang menghambat perkembangan para developer lokal, seperti Infrastruktur, kurangnya wawasan serta kurang wadah untuk menampung ide mereka.

“Saat ini internet di Indonesia masih lemot, sehinga banyak developer yang terkesan enggan menciptakan aplikasi yang berbau internet. Banyak juga developer yang kurang wawasan karena kurang banyak melihat developer kelas dunia ketika sedang melakukan aktivitas coding, sehinggamembuat mereka kurang percaya diri,” tuturnya.

Ke depannya, Ia berharap infrastruktur internet di Indonesia bisa lebih baik lagi dan merata hingga ke pelosok. Selain itu, perlu juga para pemangku kepentingan untuk mendatangkan developer kelas dunia untuk mengajarkan dan memberikan pengalaman mereka bagi para developer lokal.

“Sesekali boleh lah kita undang developer yang mengembangkan MiUI ke Indonesia, terus juga kita ciptakan playstore-nya Indonesia untuk para developer lokal meletakan karya mereka. Karena di playstore syaratnya juga cukup ribet,” tutupnya. [ak/if]

Gandeng Jakarta Smart City, IBM Gelar Linux Challenge 2016

0

Telko.id – Setelah sukses dalam gelaran yang sama tahun lalu, IBM kini kembali menggelar Linux Challenge guna mencari developer berbakat dengan aplikasi yang menawan. Kali ini, berbeda dengan gelaran sebelumnya, IBM menggandeng Jakarta Smart City, dan menggaungkaan dua tema utama, yakni ‘Micro Finance’ dan ‘Smart City’.

Tak kurang 100 peserta pun ditargetkan IBM dalam gelaran kali ini, yang nantinya akan dinilai berdasarkan dokumen, presentasi, sebelum akhirnya mulai dilihat aplikasi serta functionality-nya. “Grand final adalah test dari performance-nya,” kata Aditya Banuaji, IBM Power & System Client di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/5).

Ia juga menyebut alasan IBM menggandeng Jakarta Smart City adalah agar setelah terpilih, para pemenang bisa langsung mengaplikasikan aplikasi buatannya untuk program smart city di Jakarta.

Saat ini, seperti diketahui, beberapa hal seperti kemacetan, kesehatan, pendidikan, kebersihan dan tidak lupa sistem perizinan, masih menjadi isu utama bagi Jakarta dalam menerapkan program smart city. Nantinya, IBM serta Jakarta Smart City berharap dapat menemukan developer-developer tangguh, dengan aplikasi terbaiknya untuk mewujudkan rencana ini.

Tujuh developer dengan aplikasi terbaik siap dinobatkan menjadi pemenang. Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dengan total Rp150 juta.

“Kita juga akan memberikan workshop, bagaimana cara menggunakan platform kita serta menyediakan fasilitas marketing bersama IBM untuk mereka,” tambah Aditya.

Kegiatan marketing bersama IBM ini akan memungkinkan para developer mengikuti setiap kegiatan IBM dan memperkenalkan mereka kepada para sponsor serta partner IBM selama satu tahun.

“Jadi intinya, selain kami ingin memberikan solusi, kami juga ingin membantu para developer lokal untuk mengembangkan bisnis mereka bersma IBM,” pungkas Aditya.

Nantinya, IBM akan memberikan mentoring kepada para pemenang agar mudah dalam menghadapi persaingan. Untuk pendaftaran ajang ini akan dibuka mulai tanggal 12 Mei hingga tanggal 1 Juni 2016. [ak/if]

Telkomsel Gunakan MSIGHT Untuk Kembangkan Bisni Digital Advertising

Telko.id – Seiring perkembangan bisnis layanan digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, layanan digital advertising semakin dipercaya oleh perusahaan atau merek (brand) untuk beriklan sesuai dengan segmen pasar yang disasar. Berdasarkan data eMarketer, sejak tahun 2013 belanja iklan melaluimobile internet di Indonesia bertumbuh 4-6% setiap tahunnya dari total belanja iklan digital. Pada tahun ini, belanja iklan melalui mobile internet diperkirakan mengambil porsi 22,8% dari total belanja iklan digital atau meningkat lebih dari 7% dibandingkan tahun 2015.

Tren positif bisnis digital advertising secara nasional tersebut juga berlaku bagi Telkomsel. Kini layanan Digital Advertising Telkomsel dipercaya 375 merek atau naik 126% dalam kurun waktu setahun terakhir. Beberapa layanan Digital Advertising Telkomsel yang menjadi favorit para pengiklan (advertiser) untuk beriklan di antaranya Messaging & Coupon, Display Ad, dan Mobile Consumer Insight (MSIGHT).

Terus bertumbuhnya bisnis Digital Advertising Telkomsel menunjukkan potensi besar dari pasar, diiringi dengan kepercayaan dari para pengiklan kepada kami yang semakin tinggi, mengikuti perkembangan e-commerce dan industri layanan finansial belakangan ini. Kepercayaan ini tidak terlepas dari inovasi dan keakuratan targeting consumer profile yang relevan yang kami lakukan,” kata Harris Wijaya, Vice President Digital Advertising Telkomsel di sela-sela berlangsungnya Asia Pacific Media Forum (APMF) 2016 di Bali.

Kami selalu berupaya melakukan inovasi untuk terus meningkatkan benefit dan kepuasan baik untuk para pengiklan maupun pelanggan Telkomsel. Perkembangan positif ini tentunya juga didukung oleh perkembangan ekosistem digital yang signifikan, yang meliputi kesiapan jaringan serta penetrasismartphone di masyarakat,” tambah Harris.

Untuk mendapatkan profil konsumen yang tepat, Telkomsel menggunakan big data consumer analytics service yang dikenal sebagai Telkomsel MSIGHT, yang ditawarkan bagi para peserta APMF 2016 yang berlangsung pada 11-13 Mei 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali. Pada tahun lalu, MSIGHT meraih Honorary Mention Award pada Global MRMW Award 2015 dengan proyek “Out of Home Media Measurement with Telkomsel MSIGHT”. Menurut laporan Nielsen pada tahun 2013, out-of-home (OOH) advertising memiliki audiens terbesar kedua setelah televisi dengan penetrasi sebesar 56%.

Telkomsel dengan menggunakan cakupan jaringan dan data profiling dari lebih dari 153 juta pelanggannya memberikan insight trafik beserta profil demografis dan psikografis dari audiens yang terekspos OOH spesifik terkait.

Telkomsel MSIGHT tidak hanya melakukan analisa berdasarkan demografis, namun juga berdasarkan pola kebiasaan dan lokasi target audiens. Analisa collective behavior pattern ini dapat digunakan sebagaiconsumer insight bagi pelanggan korporasi Digital Advertising Telkomsel sebagai fondasi dan sumber informasi dalam melakukan kegiatan penjualan, pemasaran, dan juga inovasi,” jelas Harris.

Harris juga menekankan bahwa layanan Telkomsel MSIGHT ini tetap selalu menjaga privacy dan kerahasiaan pelanggan Telkomsel dengan tidak memberikan data pribadi perseorangan namun dalam bentuk analisa agregat, sampling, dan dalam persentase.

Hingga saat ini, Top 100 Brands Campaign Asia-Pacific yang mewakili beragam industri telah menjadi klien Digital Advertising Telkomsel, seperti Coca-Cola, Nestle, Samsung, Sony, Panasonic, Apple, Unilever, Nike, Facebook, dan Google. Beberapa e-commerce ternama di Indonesia seperti mataharimall.com, Lazada, dan Traveloka, serta beberapa agensi media berskala multinasional maupun lokal di Indonesia, seperti Havas, MEC, Mindshare, OMD, PHD, dan Starcom juga telah memberikan kepercayaan untuk menggunakan layanan Digital Advertising Telkomsel. (Icha)

 

Vodafone ‘Geber’ 4G di Delhi Dalam 6-8 Minggu

0

Telko.id – Vodafone berencana untuk menggelar jaringan 4G di seluruh Kawasan Ibu Kota Nasional Delhi dalam dua bulan ke depan dengan kecepatan download 8-10 mbps. Vodafone juga telah menginvestasikan sekitar Rs 1.000 crore atau setara dengan 14 juta US$ untuk meng-upgrade jaringan – Vodafone supernet – dengan sekitar 10 juta pelanggan di NCR. SuperNet adalah pengalaman jaringan mulus yang memberdayakan seseorang untuk tetap terhubung setiap saat, untuk kebutuhan suara dan data.

“Kami akan memberikan cakupan 4G di Delhi NCR di enam perdelapan minggu. Pelanggan dapat memanfaatkan layanan ini dengan harga 3G. Pada jaringan Vodafone, kami akan memberikan kecepatan download 8-10 megabit per detik,” Apoorva Mehrotra, Business Head Vodafone India untuk Delhi NCR, seperti yang dilansir dari business-standard.

Saat ini, Bharti Airtel adalah satu-satunya operator dengan layanan 4G di wilayah tersebut. Vodavone hadir sebagai pesaingnya dan akan menawarkan mobile internet dengan harga terjangkau. Untuk paket 1GB 3G hanya Rs 255, 2GB dipatok harga Rs 455 dan dengan harga Rs 655 untuk 3GB.

“Kami telah memasang 3.200 sites di FY16 atau membangun 9 sites per hari. Saat ini Vodafone sudah memiliki lebih dari 15.000 sites di Delhi NCR,” ujar Mehrotra menambahkan.

Vodafone menghadapi juga masalah drop call. Namun, tetap secara berkesinambungan, masalah ini akan diupayakan untuk selesai. “Kami masih menemukan kesulitan untuk membangun sites di gedung-gedung baru di beberapa kawasan karena penghuninya menolak dipasang BTS. Hal yang sama juga dihadapi oleh Vodafone di Lutyens Delhi dan East Delhi dan sedang bekerja untuk mengatasinya.

Sementara itu, perusahaan juga meluncurkan Vodafone ‘U’, untuk pelanggan. Ini adalah persembahan disesuaikan perusahaan terbaru untuk pemuda – proposisi gaya hidup yang memiliki seikat manfaat yang mencakup dunia menawarkan digital dan pengalaman internet, suara dan musik. (Icha)

Gaet Mahasiswa Berbakat, Tokopedia Bikin ‘Tokopedia Student Ambassador’

0

Telko.id – Tokopedia menyatakan keseriusannya dalam menggarap program beasiswa yang ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia. Mengusung tajuk Tokopedia Top Ambassador, program ini berlangsung sejak pertengahan tahun 2015. Dan saat ini telah memasuki batch kedua.

“Sudah ada dua batch, terdiri atas puluhan mahasiswa beragam jurusan dari universitas swasta maupun negeri di Indonesia, yang terpilih menjadi Tokopedia Student Ambassador,” ungkap CEO Tokopedia, William Tanuwijaya melalui keterangan resminya, Rabu (11/5).

Selain menerima beasiswa, Tokopedia Student Ambassador juga memberikan pelatihan hard maupun soft skill secara berkala kepafa mahasiswa, berkaitan dengan teknologi, bisnis, internet dan perkembangannya.

“Mereka kemudian melakukan transfer ilmu ke komunitas sekitarnya melalui berbagai kegiatan edukasi untuk menumbuhkan kesadaran tentang bagaimana internet dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” tambah William.

Para duta muda ini juga mendapat kesempatan untuk berkarir di Tokopedia tanpa mengikuti proses seleksi. Pasalnya, selain karena sudah melalui proses seleksi yang ketat, mereka juga sudah diberi pemahaman mengenai nilai-nilai yang dianut Tokopedia. “Jadi buat apa diinterview lagi,” pungkas William.

Ini tentu saja merupakan Benefit yang cukup menggiurkan mengingat Tokopedia diketahui bisa menarik minat 24.000 pelamar per bulan, namun hanya merekrut sekitar 20 karyawan baru.

Juli mendatang, seleksi Tokopedia Student Ambassador Batch 3 akan mulai digelar di Yogyakarta, Bandung dan Surabaya.

Ini 5 Cara XL Antisipasi Lonjakan Trafik Ramadhan

0

Telko.id – Lonjakan trafik menjelang libur panjang – dalam hal ini menjelang Ramadhan dan Lebaran – adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Dan itu telah diprediksi oleh operator seluler di tanah air, tak terkecuali XL Axiata. Untuk itu, XL telah mengantisipasinya dengan menaikan kapasitas jaringan hingga dua sampai tiga kali lipat dari kapasitas sehari-hari.

“Kenaikan terbesar trafik layanan selama Ramadan dan Lebaran akan terjadi pada layanan Data, yang mencapai 30%-40%, sementara untuk trafik layanan percakapan dan SMS cenderung stabil, meski tidak tertutup kemungkinan akan mengalami kenaikan antara 5%-15% dibandingkan kondisi trafik pada hari biasa,” kata Direktur/Chief Service Management Officer (CSMO) XL, Yessie D. Yosetya di Yogyakarta.

Ia menambahkan, kenaikan trafik terutama akan terjadi di Pulau Jawa.

Selain meningkatkan kapasitas jaringan, perusahaan juga akan mengerahkan dan menyebarkan setidaknya 20 mobile BTS, terutama untuk memperkuat jaringan di lokasi-lokasi yang diprediksi akan menjadi konsentrasi masyarakat, seperti terminal bus, bandara, pelabuhan, stasiun, jalur mudik, tempat belanja, dan lokasi wisata.

Untuk memudahkan dan mempercepat pengaturan kapasitas jaringan untuk disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi-lokasi tertentu, XL juga akan menerapkan teknologi NFV. Teknologi ini memungkinkan XL untuk menambah atau pun mengurangi kapasitas jaringan secara cepat.

Secara fleksibel XL akan segera bisa menyediakan kapasitas jaringan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi yang membutuhkan penambahan kapasitas. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya kepadatan jaringan di suatu lokasi yang bisa menganggu kualitas layanan bisa diminimalisir.

Disamping penerapan teknologi NFV, XL juga akan menerapkan teknologi MSC pool dan SGSN in pool untuk 3G secara nasional. Teknologi ini berfungsi untuk menghindarkan lonjakan trafik pada suatu lokasi tertentu dengan menyebarkannya ke jaringan XL lainnya yang tersebar di beberapa titik.

Sementara untuk layanan 4G LTE, XL akan menggunakan lebar pita 15 MHz pada spektrum 1800 Mhz. Pada inisiatif yang sudah mulai diterapkan sejak 1 April 2016 lalu ini, secara teknis yang dilakukan XL adalah melakukan refarming spektrum 1800 MHz dari 2G ke LTE, di mana sebelumnya menggunakan lebar pita 10 MHz menjadi 15 MHz untuk 4G LTE di BTS 4G Makro.

Vice Presiden Service Operation Managemen XL, I Gede Darmayusa, mengatakan uji jaringan telah dilakukan XL di sebagian besar area yang setiap tahun rutin mengalami kenaikan trafik secara signifikan. Hal ini menjadi sarana bagi XL untuk mengidentifikasi kendala apa saja yang ada untuk dilakukan perbaikan.

“Targetnya, memasuki Ramadan, jaringan XL sudah sepenuhnya siap melayani kebutuhan pelanggan, termasuk jika terjadi lonjakan trafik,” katanya.

Melayani lebih dari 42 juta pelanggan, saat ini jaringan XL di seluruh Indonesia diperkuat dengan lebih dari 59.000 BTS (Base Transceiver Station, 2G/3G/4G), juga jaringan backbone fiber optic sepanjang lebih dari 40 ribu km yang membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Bali-Lombok, Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.

Jaringan XL di Yogyakarta Siap Hadapi Lonjakan Trafik Ramadhan

0

Telko.id – Operator seluler XL Axiata memastikan kesiapannya dalam menghadapi kemungkinan lonjakan trafik yang akan terjadi menjelang bulan Ramadan dan musim mudik Lebaran.

Selain meningkatkan kapasitas jaringan, perusahaan juga menerapkan pengelolaan jaringan dengan memanfaatkan teknologi terbaru dalam sistem jaringan sehingga semakin memudahkan dalam mengatur kemampuan jaringan menyesuaikan dengan kondisi trafik yang ada di suatu wilayah.

“Kami memang secara khusus mempersiapkan jaringan dan hal terkait lainnya dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran yang diikuti oleh masa pulang kampung dan libur panjang di berbagai daerah. Meski ini adalah rutinitas setiap tahun, namun ini adalah masa yang krusial di mana puluhan juta pelanggan sangat membutuhkan koneksi dengan kualitas terbaik,” kata Direktur/Chief Service Management Officer (CSMO) XL, Yessie D. Yosetya, di Yogyakarta, Rabu (11/5).

Yessie memperkirakan kenaikan terbesar trafik layanan selama Ramadan dan Lebaran akan terjadi pada layanan Data, yang mencapai 30%-40%. Sementara untuk trafik layanan percakapan dan SMS cenderung stabil, meski tidak tertutup kemungkinan akan mengalami kenaikan antara 5%-15% dibandingkan kondisi trafik pada hari biasa.

“Kenaikan trafik ini terutama akan terjadi di Pulau Jawa. Trafik penggunaan layanan akan mengalami kenaikan karena diperkirakan pelanggan akan lebih aktif menggunakan semua layanan saat Ramadan dan libur panjang Lebaran,” tambahnya.

IMG-20160511-WA0003

Uji jaringan telah dilakukan XL di sebagian besar area yang setiap tahun rutin mengalami kenaikan trafik secara signifikan, salah satunya adalah Yogyakarta. Daerah ini merupakan tujuan para pemudik setiap tahunnya, dan sekaligus destinasi wisatawan lokal dan mancanegara selama libur panjang Lebaran.

Uji jaringan tersebut sekaligus menjadi sarana XL dalam mengidentifikasi kendala apa saja yang ada untuk dilakukan perbaikan.

“Targetnya, memasuki Ramadan, jaringan XL sudah sepenuhnya siap melayani kebutuhan pelanggan, termasuk jika terjadi lonjakan trafik,” kata Vice Presiden Service Operation Managemen XL, I Gede Darmayusa.

Singtel Kenalkan Router dan Firewall Berbasis NFV

0

Telko.id – Operator Singapura, Singtel, baru-baru ini meluncurkan perangkat lunak berbasis router dan layanan firewall baru berbasis teknologi NFV untuk perusahaan di wilayah APAC.

Operator menyebut layanan ini sebagai kesempatan bagi perusahaan untuk mengganti router fisik dan hardware firewall dengan sistem software yang lebih hemat biaya.

Router virtual dan firewall dapat dikonfigurasi sesuai permintaan melalui web portal, menyederhanakan proses manajemen jaringan.

“Layanan Singtel NFV melayani perusahaan dengan sedikit atau bersandar pada dukungan IT tapi yang beroperasi secara fisik di banyak lokasi,” kata wakil presiden produk global Singtel, Lee Han Kheng seperti dilansir Telecomasia, Rabu (11/5).

Ia menambahkan, layanan berbasis software ini nantinya akan membantu pelanggan mengurangi set up dan dukungan peralatan IT secara administrasi jaringan dapat diakses dari jarak jauh melalui portal terpusat.

“Ini berarti pelanggan memiliki fleksibilitas untuk membayar hanya untuk apa yang mereka gunakan, tanpa khawatir tentang biaya tetap karena memiliki peralatan jaringan yang mungkin kurang dimanfaatkan atau menjadi usang dari waktu ke waktu,” katanya.

Sebagai awalan, Singtel akan menawarkan layanan NFV ini untuk pelanggan pilihan di layanan bisnis broadband dan WAN, dan akan siap untuk penyebaran global dalam waktu dekat. Singtel juga mengungkapkan rencananya untuk memperkenalkan layanan tambahan terkait keamanan NFV termasuk jasa manajemen ancaman terpadu.

Sekedar informasi, berdasarkan data dari IDC, Asia Pasifik – termasuk Indonesia – diperkirakan akan menjadi salah satu wilayah utama yang akan menyambut pengadopsian NFV dalam tahun-tahun mendatang. Hampir dua per tiga (64%) operator di 14 pasar dalam wilayah tersebut kini tengah memasuki fase penerapan NFV ke dalam infrastruktur jaringan mereka.

Akan tetapi, para operator telekomunikasi masih terganjal dengan tantangan untuk mengorkestrasi teknologi untuk NFV, yakni dalam mengintegrasikan infrastruktur yang telah ada sebelumnya dengan NFV, serta dalam mendesain ulang proses operasi dengan mengadopsi pengaturan standar yang telah ditetapkan oleh ETSI/NFV-ISG. Meskipun pengaturan tersebut telah menjelaskan perihal Pengaturan dan Orkestrasi dengan gamblang, masih belum ada satu solusi yang mampu menjawab semua tantangan dalam menentukan langkah yang paling efisien untuk mengelola rantai layanan.