spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1620

Ericsson: 2021, Jumlah Pelanggan LTE Indonesia Capai 200 Juta

0

Telko.id – Laporan terbaru dari Ericsson Mobility Report menyebut bahwa jaringan 4G LTE telah digunakan oleh sekitar 25 juta pengguna di Indonesia. Pada akhir 2021, jumlah ini diprediksi akan meningkat tajam menjadi 200 juta pengguna.

Hal itu diungkap Ericsson dalam edisi terbaru Ericsson Mobility Report, South East Asia dan Oceania, yang dipaparkan Presiden Direktur, Ericsson Indonesia, Thomas Jul di Jakarta, Kamis (16/6).

Jul mengatakan Indonesia memiliki jumlah langganan smartphone tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan Oceania, dengan hampir 100 juta pelanggan per 2015. Jumlah ini diprediksi akan tumbuh menjadi 250 juta pada akhir 2021.

“Saat ini pengguna smartphone hanya 38 persen dari total pelanggan. Pada 2018, diprediksi pengguna smartphone akan melebihi jumlah pengguna ponsel biasa,” kata Jul.

Sementara untuk seluruh kawasan Asia Tenggara dan Oceania, jumlah pelanggan mobile tercatat ada sekitar 1 miliar di akhir tahun 2016, dimana 11 persen diantaranya merupakan pelanggan 4G LTE. Menurut Ericsson, peningkatan signifikan akan terjadi di kawasan ini, dengan pelanggan 4G LTE diperkirakan mencapai 1,2 miliar pada akhir tahun 2021.

Di Indonesia sendiri, pelanggan 4G LTE masih terbilang sedikit saat ini, yakni sekitar 25 juta hingga kuartal pertama 2016. Diperkirakan, jumlah ini akan melonjak pada akhir 2021, menjadi sekitar 200 juta pengguna, dari total 388 juta pelanggan mobile yang ada.

“Secara global, LTE akan menjadi teknologi mobile yang dominan dari 2019. Saat ini untuk Indonesia sendiri masih didominasi oleh 2G,” tutup Jul.

Bukan Facebook, YouTube Aplikasi yang Paling Sering Diakses di Indonesia

Telko.id – Menurut riset terbaru yang dilakukan Ericsson Mobility Report dan South East Asia and Oceania report, lalu-lintas mobile data akan berlipat ganda di Asia Tenggara dan Oceania pada 2015 dan Indonesia, Myanmar, Bangladesh serta Thailand akan menjadi negara-negara utama yang secara global mengalami penambahan pelanggan net mobile.

Peningkatan yang tajam akan terjadi pada tontonan video stream, terutama di kalangan anak muda, yang saat ini bisa dibilang sebagai generasi streaming.

”Indonesia memiliki jumlah langganan smartphone tertinggi di Asia Tenggara dan Oceania, dengan hampir 100 juta pelanggan di 2015 dan diprediksi tumbuh menjadi lebih dari 250 juta langganan smartphone di akhir 2021,” ungkap Thomas Jul, Presiden Direktur, Ericsson Indonesia dalam acara Buka Bersama di Jakarta, Kamis (16/6).

Ia menambahkan, permintaan untuk kapasitas yang lebih besar dan kecepatan data tertinggi merupakan dua dari banyak faktor yang mempengaruhi performa jaringan pada teknologi-teknologi akses tanpa kabel. Sementara dampak dari aspek-aspek lainnya seperti throughput, spektrum dan latensi merupakan hal yang fundamental bagi suksesnya jaringan masa depan.

Menyadari bahwa penetrasi langganan mobile broadband diharapkan tumbuh mendekati 80% dan penetrasi langganan smartphone akan lebih dari 50% di akhir 2016, dengan peningkatan lebih dari 150 juta nomor langganan smartphone antara 2015 dan 2021, penting bagi operator untuk terus mengoptimalkan jaringan performa dan memastikan jaringan-jaringan yang fleksibel untuk menghadapi pengembangan yang luar biasa ini.

Berdasarkan wawancara face-to-face yang dilakukan Ericsson ConsumerLab pada 2015, diketahui bahwa antara 2 dari 10 smartphone dan pengguna-pengguna internet di indonesia menggunakan semua kategori aplikasi utama setiap hari, seperti jaringan sosial, instant messaging dan social video.

“YouTube dalam hal ini menempati posisi teratas, kemudian diikuti WhatsApp dan BBM,” kata Jul.

Jika membuat perbandingan rata-rata data mobile broadband dan pertumbuhan lalu-lintas Wi-Fi di Maret 2016 dan Maret 2015, maka rata-rata lalu-lintas data per pengguna untuk mobile broadband dan Wi-Fi di Indonesia tumbuh sekitar 80%, di mana merupakan peningkatan tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan Oceania.

Meskipun permintaan lalu-lintas data tinggi, orang-orang Indonesia masih mengharapkan jangkauan suara yang bagus, mereka juga berharap adanya pengalaman pengguna saat mengakses internet melalui aplikasi-aplikasi yang ada di perangkat-perangkat pintar tersebut.

“Pertumbuhan lalu-lintas data mobile akan terus berlanjut untuk menguji operator-operator. Operator harus memastikan bahwa dengan data yang besar, maka secara terpercaya dan efisien data dapat di transfer,” pungkas Jul.

Qualcomm Kerjasama Dengan TSM untuk Dukung Program TKDN

0

Telko.id – Aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN untuk smartphone 4G memang masih terus diupayakan oleh pemerintah agar berjalan dengan mulus di lapangan. Qualcomm yang memiliki bisnsi di Indonesia pun berupaya untuk turut serta mendukung program pemerintah tersebut. Salah satunya adalah dengan mendorong para merek lokal untuk melakukan kerjasama atau direct licensing dengan Qualcomm agar mampu melakukan kreatifitas dalam berbagai hal dan tentu nya, langkah ini akan memperkaya kandunan lokal dalam negeri nya.

“Tidak lama lagi kami akan bekerjasama dengan Tata Sarana Mandiri, salah satu Original Design Manufacturer lokal sehingga para software developer yang ada bisa melakukan beragam user interface yang localized sesuai dengan kebutuhan sebuah brand,” ujar Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia.

Ong juga menambahkan bahwa jika ada merek global yang ingin masuk ke Indonesia, bisa bekerjasama dengan para ODM itu untuk memperkaya kandungan lokal nya.

Langkah seperti ini sedang terus gencar dilakukan oleh Qualcomm, karena yakin bahwa untuk meningkatkan kandungan lokal tidak bisa dilakukan dengan cepat jika tidak masuk ke dalam atau software.

Pasalnya, untuk masuk ke hardware agar ada supply chain yang mumpuni di Indonesia, pasti membutuhkan economic scale yang cukup sehingga secara hitungan bisnis juga masuk. Walaupun diakui oleh Shannedy, bahwa pasar smartphone di Indonesia yang mencapai 35 juta unit setiap tahunnya dapat menjadi pasar yang cukup menjanjikan jika ada yang mau investasi. Namun, dengan adanya MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean, maka peluang juga menjadi lebih besar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terbuka ke Asean.

TSM sendiri merupakan ODM yang sudah bermain cukup lama di telekomunikasi karena pada 2010, TSM memasok ponsel untuk Flexi Muslim Smartphone menggunakan chipset dari Qualcomm dual CDMA 800 MHz. Pada 2011, meluncuran hybrid tablet dan smartphone yang bisa menggunakan dua jaringan, CDMA dan 3G.

Kerjasama dengan Qualcomm juga berlanjut pada tahun 2014 lalu dengan meluncuran IVO 5, ponsel 4G LTE TDD pertama yang dirancang dan diproduksi di Indonesia dengan menggunakan chipset Snapdragon dan dukungan teknologi Qualcomm.

Selain itu, TSM juga pada 2015 lalu meluncurkan Polytron Zap 5, ponsel 4G LTE FDD pertama yang diproduksi di Indonesia dengan menggunakan chipset Snapdragon dan dukungan teknologi Qualcomm. Di tahun yang sama juga memperkenalkan ID3OS, sistem operasi (OS) kustom complete, pertama di Indonesia yang berbasis pada teknologi Qualcomm. Dan, tahun 2016 ini, TSM terpilih sebagai mitra pengembangan dan design house resmi untuk merek global dan lokal dengan menggunakan teknologi Qualcomm. (Icha)

Adakan ‘Bukber’, Chairman Smartfren Bicarakan Prospek Andromax

0

Telko.id – Salah satu operator penyelenggara jaringan 4G di Indonesia yakni Smartfren menggelar kegiatan buka puasa bersama atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Bukber’ yang berlokasi di kantor pusat mereka di Jalan sabang, Jakarta.

Bersama dengan anak perusahaan Sinar Mas yang lain, Smartfren mengundang sekitar 500 anak yatim se Jakarta. Bukan hanya itu, pada kesempatan kali ini, Smartfren juga mengundang dua Menteri yakni Menkominfo Rudiantara dan Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Menkominfo Rudiantara serta Menteri Perindustrian Saleh Husin tidak terlalu banyak berbicara mengenai acara ini. Mereka hanya menyapa para anak yatim yang hadir pada kegiatan ini selepas melaksanakan Ibadah Shalat Maghrib.

Menkominfo Rudiantara yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia sempat mendapatkan sumbangan kitab suci Alquran secara simbolis dari SinarMas Group.

Sementara itu, Frangky Wijaya, selaku Chairman Smartfren mengungkapkan, “kita di SinarMas sangat bersyukur sekali bisa berbagi kepada Masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sekali karena telah di beri kesempatan untuk dapat mendukung Dewan Mesjid Indonesia. Mudah-mudahan doa dari kita semua selain bisa membuat perusahaan kami menjadi lebih sukses, sekaligus bisa memakmurkan negeri kita,” ujarnya pada saat pembukaan kegiatan Buka Puasa bersama sekaligus Santunan ini di Jakarta (16/6).

Lebih lanjut, Franky juga memaparkan mengenai proyeksi masa depan handset Andromax. Ya, smartphone 4G besutan Hisense ini memang sangat kental sekali dengan Smartfren.

“Industri dynamic sekali dengan tujuannya ingin cepat berkembang, apapun baik kerjasama atau hal lain akan kita pelajari, yang terpenting bagaimana Andromax bisa cepat berkembang lebih luas lagi” ujarnya disela kegiatan buka puasa Smartfren bersama anak Yatim di Jakarta (16/6).

Ia menambahkan, bahwa smartfren serta Andromax merupakan operator pertama di Indonesia yang menyenggarakan layanan Voice over LTE (VoLTE). Maka dari itu, hal ini bisa menjadi sebuah peluang bagi mereka untuk terus maju dan mengembangkan layanan ini.

Disinggung mengenai penyebaran Andromax VoLTE ke beberapa operator lain, Franky menjawab, “VoLTE itu kan harus dua, dalam arti kata handsetnya dan Jaringannya, jadi kalau operatornya belum siap, smartphonenya sudah enable pun juga tidak berarti apa-apa sehingga harus dua-duanya siap,” jawab Franky.

IMG-20160616-WA0013

Lebih lanjut, mengenai kemungkinan ekspansi Andromax dengan partner international roaming VoLTE mereka yaitu LG Uplus, Franky mengungkapkan, “Itu harus kita lihat operatornya dulu, sudah ready or not, jadi masih perlu waktu lah,”

Franky juga menyebutkan jikalau penetrasi 4G sejatinya jauh lebih cepat dibandingkan dengan penetrasi 3G beebrapa waktu lalu. Ia berujar, jika penetrasi 3G dari 2G itu memakan waktu kurang lebih 10 tahun, maka dari 3G ke 4G mungkin hanya memakan waktu 3 sampai 4 tahun saja.

Ia juga memprediksi perihal perkembangan VoLTE di Indonesia, “awal tahun depan sudah mulai banyaklah handset yang enable VoLTE, namun balik lagi operatornya sudah bisa atau belum,”

Senada dengan Franky, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachyz menyebutkan bahwa mereka terus berkomitmen untuk mengembangkan jaringan mereka yang tidak hanya VoLTE tapi juga kualitas jaringan yang lain.

Mengenai kemungkinan kerjasama dengan operator lain di Indonesia untuk deployment VoLTE, Merza menjawab, “Kerjasama itu perlu adanya satu visi dan chemistry yang sama, jadi ini semua masih perlu banyak pembicaraan,” namun Merza tidak menapik jikalau kedepannya akan ada kerjasama dengan operator lain di Indonesia dalam hal penyebaran VoLTE.

“Ya kita harapkan semua operator di Indonesia menyusul untuk implementasi VoLTE, saya dengar kan sudah banyak yang trial, artinya tinggal selangkah lagi,” tukasnya.

Menguak Potensi Market Indonesia di Ranah IoT

Telko.id – Tren Internet of Things (IoT) yang sedang marak, seakan memaksa semua kota di dunia untuk menerapkan hal yang sama. Tidak terkecuali Indonesia dan Jakarta khususnya, yang mulai menerapkan tren IoT pada diri Jakarta Smart City.

Lebih dalam, Hari ini (16/6), IoT Business Platform menggelar panel session yang membahas potensi market IoT di Indonesia. Sekadar informasi, IoT Business Platform merupakan sebuah platform pendidikan yang dibentuk oleh industri IoT, dengan tujuan menangani permasalahan-permasalahan utama dalam menghadapi adopsi teknologi IoT di Asia Tenggara.

Mengenai potensi bisnis di ranah telko, saat ini industri telko juga tidak lagi sekadar menawarkan produk-produk yang bersifat legacy, yakni sebuah jalur komunikasi. Para operator seluler saat ini juga menawarkan beberapa platform IoT yang mendukung terciptanya smart city di sebuah wilayah. Selain merubah tren bisnis operator seluler,  IoT juga berperan penting dalam transformasi digital bisnis dan akan sangat berperan dalam ekosistem tersebut.

Seperti diketahui, saat ini setiap orang juga telah terkoneksi melalui berbagai hal seperti sosial media, dan hal ini merupakan salah satu fungsi dari operator sebagai penyedia konektivitas.

Peluang bisnis IoT dapat dilihat dari berbagai aspek pekerjaan, beberapa ranah yang berpotensi menjadi ladang bisnis di era IoT ini diantaranya Smart city, healthcare, connected car, serta Industri Telekomunikasi dan Smart Home. Selain itu, peran IoT juga dapat meningkatkan perekonomian bangsa. IoT akan menambah banyak lapangan pekerjaan bagi setiap orang di setiap jenis pekerjaan.

Pentingnya IoT segera diimplementasi di Indonesia juga dikarenakan tren ini dapat menghemat pengeluaran perusahaan, menambah revenue perusahaan, Membantu ranah Enterprise dan Pemerintahan serta membuka lapangan pekerjaan.

Khusus untuk industri telko sendiri,  Arifa Febriyanti, Head of Internet of Things XL menyebutkan bahwa solusi dari industri telekomunikasi memainkan peranan penting dalam dunia IoT, para pelaku industri ini juga dapat memberikan end-to-end solution untuk layanan IoT.

“Sebetulnya ada beberapa komponen yang terlibat di ranah IoT, yaitu konektivitas, platform, perangkat serta aplikasi. Dalam kehidupan sehari-hari komponen-komponen itu akan memudahkan kehidupan para masyarakat,” ujar Arifa Febriyanti pada diskusi panel ini.

Arifa mencontohkan, kita punya satu services yang berguna untuk masyarakat yang menggunakan listrik prepaid. Dulu mereka harus melakukan isi ulang secara manual, tapi kami sekarang punya services yang membantu mereka untuk mengisi ulang menggunakan aplikasi,” tambahnya.

DSC_0041_1

Sementara itu, Hendra Sumiarsa selaku Head of M2M Indosat Ooredoo menyebutkan, “kami telah banyak melakukan pembelajaran pasar dalam 2 tahun terakhir ini dan tahun ini kami senantiasa mempercepat pertumbuhan di sektor perbankan, transportasi, keamanan serta mengembangkan pasar baru di bidang eHealth, aplikasi bisnis hingga smart city,” paparnya.

Sementara dari segi ekonomi kreatif, berasal dari sisi aplikasi IoT sendiri. Hadirnya IoT diharapkan dapat menstimulus para IoT maker untuk tumbuh dan bisa mencapai skala internasional seperti Qlue.

Sekadar informasi, jika mengacu pada data IDC. IoT di Asia Pasifik diluar Jepang diproyeksikan akan bertambah dari 3.1 miliar perangkat menjadi 8.6 miliar perangkat yang terkoneksi, dengan pertumbuhan pasar yang meningkat dari angka USD 250 miliar hingga USD 583 miliar pada tahun 2020 mendatang.

Lima tahun kedepan, berbagai industri yang diperkirakan akan meningkat pertumbuhannya adalah industri hiburan dengan konten streamingnya, industri kreatif dengan para startupnya, industri otomotif dengan connected car mereka, serta industri kesehatan dengan E-health mereka.

“Visi kami dari XL sebagai IoT Planner adalah kedepannya layanan IoT dari kami akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, pengembangan ekosistem dan dari segi bisnis bisa meningkatkan skala ekonomi yang baik,” tukas Arifa.

Dengan Rp 5 Triliun, Telenor Dapatkan Lisensi 4G di Pakistan

0

Telko.id – Operator Norwegia, Telenor telah mendapatkan lisensi 4G di Pakistan setelah merogoh kocek sebesar US$395 juta. Seperti diketahui, Telenor adalah satu-satunya penawar untuk blok spektrum 850-MHz setelah sejumlah pesaing seperti Mobilink, Ufone, dan Zong milik China Mobile telah urung ambil bagian.

Telenor Pakistan akan bergabung dengan anak usaha China Mobile, Zong dalam memegang lisensi 4G menyusul lelang, lapor TelecomAsia, Kamis (16/6).

Perusahaan berusaha untuk memanfaatkan berkembangnya permintaan untuk mobile broadband di pasar di mana pengiriman smartphone melonjak 123% pada kuartal pertama tahun lalu.

Sampai akhir April, jumlah pengguna broadband di Pakistan tumbuh hampir 29 juta, menandai penetrasi populasi yang lebih tinggi dibanding India, Nepal dan Bangladesh.

Telenor Pakistan adalah penawar tunggal untuk blok 10 MHz spektrum 850-MHz, meskipun lelang terbuka baik untuk peserta domestik maupun internasional. Pemerintah berharap lelang bisa menjadi cara untuk menarik pendatang baru ke pasar.

Recananya, operator akan mengalokasikan spektrum dalam waktu 30 hari setelah melakukan pembayaran.

Kota di India Ini Hentikan Layanan Internet, Apa Alasannya?

0

Telko.id – Kota Jammu di India menghentikan layanan Internet mobile-nya pada Rabu kemarin, menyusul protes penduduk setelah sebuah kuil kuno diduga dinodai oleh orang yang “terganggu secara mental.”

Menurut pejabat polisi, sebuah kuil kuno yang terletak di Roop Nagar, yang merupakan wilayah Jammu, telah dirusak sehingga menyebabkan protes di seluruh kota.

“Sebagai tindakan pencegahan, kami telah memutuskan untuk menangguhkan layanan Internet mobile sampai situasi kembali normal”, kata Wakil Komisaris (DC) Jammu, Simrandeep Singh.

Singh mengatakan pejabat polisi dan sipil telah memantau situasi sejak semalam dan keputusan untuk menangguhkan layanan Internet mobile diambil untuk menghentikan situasi lebih memanas.

Dia mengatakan jika situasi tetap normal, penangguhan layanan Internet mobile akan dicabut di malam hari.

Penyebaran polisi yang memadai juga telah dilakukan untuk menggagalkan setiap kejadian yang tak diinginkan.

Pemrotes telah membakar tiga kendaraan dan menghujani polisi dengan batu setelah berita tentang penodaan penyebaran kuil di kota ini berkembang. Sementara orang tidak bertanggung jawab yang diduga merusak kuil telah ditangkap dan sedang dalam proses penyelidikan.

Internet sendiri, sebagai media penyebaran informasi tidak bisa dipungkiri memang memudahkan hidup manusia, karena selain mudah untuk digunakan, informasi yang disampaikan melalui internet juga jauh lebih cepat menyebar karena jaringan internet adalah jaringan yang saling terhubung di seluruh penjuru dunia. Tentu saja, akan sangat membantu jika kabar yang tersebar itu adalah berita baik, namun tidak demikian sebaliknya. Yang ada, keberadaan internet malah akan memperburuk situasi. Nah, hal itu jugalah yang tampaknya menjadi alasan pejabat berwenang di Jammu, India menangguhkan sementara layanan ini.

Dongkrak Jumlah Pengguna, DOKU Gelar Program “Rezeki 1 Miliar”

0

Telko.id – Momen Ramadan dimanfaatkan DOKU untuk berbagi kepada penggunanya. Melalui promo spesial bertajuk “Rezeki 1 Miliar”, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia ini berharap dapat mendongkrak pertumbuhan jumlah pengguna DOKU.

“Melalui promo kreatif seperti ini kami berharap tidak hanya mendukung sosialisasi solusi DOKU tetapi juga dapat membantu pertumbuhan jumlah pengguna dompet elektronik DOKU yang tahun ini diprediksi mencapai tiga kali lipat,” kata Yolanda Nainggolan, Senior VP Public Relations & Marketing DOKU melalui keterangan resmi, Rabu (15/6).

Berlangsung mulai tanggal 15 Juni hingga 5 Agustus 2016, program “Rezeki 1 Miliar” DOKU akan menyediakan tak hanya hadiah mingguan sebesar Rp150.000.000 untuk 300 pemenang, tetapi juga hadiah utama sebesar Rp100.000.000 untuk 5 pemenang di akhir periode. Pemenang dipilih berdasarkan jumlah transaksi terbanyak yang dilakukan oleh pengguna dengan menggunakan DOKU. Minimal satu kali transaksi.

“Program-program menarik seperti ini kami luncurkan agar baik pengguna maupun calon pengguna dompet digital DOKU dapat mencoba dan menikmati secara langsung kenyamanan menggunakan DOKU,” tambah Yolanda.

Saat ini, dompet elektronik DOKU telah digunakan oleh satu juta pengguna dan solusi payment gateway DOKU juga telah dipakai oleh lebih dari 17,000 merchant mulai dari segmen korporat, UKM, start-up, sampai dengan online seller perorangan di Indonesia.

Ke depannya, DOKU juga akan menggelar lebih banyak lagi program-program serupa, dengan menggandeng para merchant dan memberikan manfaat lebih bagi para pengguna dompet digital DOKU.

Sebelumnya, DOKU juga telah menghadirkan fitur “in-apps commerce” untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna untuk berbelanja atau membeli produk dan layanan yang ada di dalam aplikasi DOKU. Belum lagi ditambah fitur “Bank Transfer” yang ditujukan untuk mempermudah pengguna melakukan transfer dari DOKU ke rekening bank dan juga sebaliknya.

Saingi Nokia, Ericsson Juga Bantu Sprint Hadirkan Streaming 4K

0

Telko.id – Ericsson telah berusaha untuk menyaingi Nokia dengan tergabung pada kelompok Sprint 5G, di mana vendor jaringan tersebut mengklaim telah mencapai kecepatan download hingga 4 Gbps.

Vendor jaringan asal Swedia ini bergabung dengan upaya Sprint dalam memberikan siaran langsung 4K dari turnamen sepak bola Copa America yang berlangsung di seluruh negeri. Sementara itu, beberapa waktu lalu Nokia mengadakan ujicoba pertama di California, di mana mereka menggunakan sistem gelombang live milimeter yang berjalan pada frekuensi 73 GHz, dengan ujicoba selanjutnya akan diadakan di Philadelphia. Nokia juga berencana untuk merealisasikan tujuan dari Sprint yakni memberikan layanan streaming dengan resolusi 4K menggunakan 400 MHz alokasi spektrum.

“Mencapai kecepatan hingga 4Gbps jauh di luar lingkungan laboratorium, di tempat parkir dari Lincoln Financial Field dan di tengah-tengah ribuan pengunjung, ini menarik. Hal ini memberi kami kesempatan besar untuk menunjukkan seberapa jauh kita telah menghadirkan teknologi, dan mengapa 5G begitu penting untuk fans,” ujar John Saw, CTO Sprint.

Dilansir dari Telecoms (16/6), Ericsson juga telah meluncurkan proof of concept (POC) untuk jaringan 5G  jaringan di Jerman, yang merupakan bagian dari inisiatif 5G untuk Eropa. PoC Jaringan menurut Ericsson, dapat membantu menghubungkan beberapa sites percobaan 5G dan melayani untuk upaya kolaboratif dan penggunaan-kasus pengujian yang melibatkan teknologi awal 5G.

Target penggunaan-kasus untuk industri yang dapat mengambil manfaat dari pembukaan jaringan PoC termasuk smart grid adaptif, connected self-driving cars dan factory automation. Bersamaan dengan jaringan PoC, Ericsson juga mengumumkan ‘Garage’ yang menggambarkan sebagai ruang inkubator yang dirancang untuk membantu prototyping dari potensi ide 5G.

Selain Ericsson sibuk bersiap-siap untuk 5G di Eropa dan di Amerika Serikat, mereka juga telah fokus pada upaya untuk menghidupkan kembali layanan suara yang kurang sehat dan memulainya di Amerika Serikat, dengan T-Mobile telah menjadi mitra peluncuran enhanced voice services (EVS), yakni sebuah layanan suara HD standar dalam 3GPP untuk jaringan VoLTE-ready.

XL Terapkan Sistem Monitoring “FIMO” Untuk Amankan Jaringan

0

Telko.id – XL Axiata kembali mengadopsi teknologi paling mutakhir dalam meningkatkan kinerja jaringan telekomunikasi dan data. Kali ini XL menerapkan sistem monitoring “FIMO” terhadap jaringan fiber optic (FO) yang menjadi tulang punggung jaringan XL di hampir seluruh wilayah layanann XL.  Salah satu manfaat utama sistem monitoring ini adalah kemampuan mendeteksi secara akurat titik di mana terjadi penurunan kualitas FO tanpa menunggu sampai putus.

Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya mengatakan, “Fimo adalah sistem monitoring untuk fiber optic yang berfungsi untuk melakukan monitoring secara terus menerus atas ketersediaan dan kualitas jaringan FO. Kami sangat membutuhkan FIMO karena jaringan FO milik XL sangat luas, hampir meliputi seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, dan Kalimantan. Dengan kemampuannya mendeteksi gangguan pada FO, kami bisa segera mengatasi problem yang ada jika memang terjadi gangguan, sehingga layanan kepada pelanggan tetap terjaga dengan baik.”

Yessie menambahkan, selain jaringan FO yang sangat luas, XL juga harus memastikan performa jaringannya tidak terganggu oleh kemungkinan terputusnya FO yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Selama ini sebelum menerapkan FIMO, jika terjadi gangguan maka diperlukan identifikasi penyebab gangguan, baik dari sisi perangkat jaringan maupun dari sisi transmisi FO. Untuk troubleshoot  transmisi FO ini perlu waktu yang tidak sebentar. Setelah menerapkan FIMO,  pemeliharan jaringan FO oleh XL menjadi lebih proaktif.

Tanpa FIMO, musti dilakukan identifikasi ke site terdekat dari lokasi putusnya kabel, baru dilakukan pengukuran untuk identifikasi apakah yang terjadi adalah FO yang terputus atau performa yang menurun. Baru setelah itu tim teknis menuju titik lokasi terjadinya gangguan untuk melakukan perbaikan. Selain itu juga butuh biaya untuk melakukan deteksi dan identifikasi gangguan tersebut, juga waktu dan biaya untuk perbaikan, bahkan untuk pengecekan setelah dilakukan perbaikan.

Dengan didukung sistem monitoring FIMO, network downtime dapat diminimalisir, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada terjaganya tingkat kenyamanan pelanggan. FIMO memiliki kemampuan mendeteksi lokasi terjadinya gangguan secara akurat. Selain itu, dengan FIMO, jaringan FO XL dapat dikelola dengan lebih baik melalui monitoring yang berjalan secara otomatis dan berkelanjutan. Dengan semua fungsi tersebut, implementasi FIMO sekaligus mendukung efisiensi dari sisi waktu dan biaya dalam pengelolaan jaringan FO.

Fungsi FIMO lainnya adalah kemampuannya untuk mengatur dengan cepat pengalihan koneksi perangkat dari jalur FO yang terganggu ke jalur FO yang sehat. Ini sangat berguna jika ada FO yang terputus. Kapan pun ada kebutuhan untuk menggunakan core FO pada suatu area bisa di penuhi, karena ada sistem yang mengaturnya. Strategi penanganan dini dalam menghadapi persoalan dapat dilaksanakan dengan adanya informasi mengenai kualitas kinerja jaringan FO yang disediakan sistem FIMO tersebut.

XL telah menerapkan FIMO tahap pertama sejak November 2015. Terdapat 8 kota dari dalam cakupan monitoring FIMO tahap pertama ini, yang ada pada jarigan FO Jakarta hingga Surabaya. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Karawang, Cirebon, Tegal, Weleri, Semarang, Bojonegoro, dan Surabaya. Tahap kedua masih dalam proses, yang ada meliputi jalur FO yang lebih panjang lagi.

Jaringan FO milik XL saat ini membentang sepanjang tidak kurang dari 40.000 km, yang meliputi hampir seluruh wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, dan Kalimantan. (Icha)