spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1619

Aljazair Blokir Media Sosial Sejak Hari Minggu, Apa Alasannya?

0

Telko.id – India sepertinya bukan satu-satunya negara yang dibuat was-was oleh dampak sosial media, hingga akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara akses internet di negara itu – di kota Jammu beberapa waktu lalu. Kali ini, giliran Aljazair yang melakukan hal serupa.

Alasannya sederhana, pemblokiran sementara akses ke media sosial di seluruh negeri dilakukan dalam upaya memerangi kecurangan dalam ujian sekolah menengah.

Hampir setengah dari siswa dipaksa untuk mengikuti kembali ujian sekolah menengah, dimulai pada hari Minggu, menyusul kebocoran secara online.

Manurut laporan BBC, Senin (20/6), banyak siswa dapat mengakses pertanyaan di Facebook dan media sosial lainnya menjelang ujian pada awal Juni lalu.

Aljazair telah berjuang dengan bocornya soal-soal ujian sekolah menengah dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan untuk memblokir media sosial diambil untuk melindungi siswa dari pertanyaan palsu pada jaringan-jaringan itu, kata kantor berita Aljazair APS.

Sosial media

“Mencontek menjadi benar-benar mudah,” demikian bunyi tweet itu.

Ericsson Terjerat Korupsi, Benarkah?

0

Telko.id – Berdasarkan sebuah laporan menuduhkan bahwa vendor jaringan asal Swedia, Ericsson terjerat kasus korupsi usai melakukan dealing dengan China.

Ericsson pada Jumat lalu menegaskan hal itu telah ditanyai oleh pihak berwenang Amerika Serikat dalam menyelidiki praktek-praktek korupsi yang dituduhkan.

Perusahaan ini mengeluarkan pernyataan singkat setelah sebuah laporan oleh Svenska Dagbladet awal pekan ini yang mengklaim Securities and Exchange Commission (SEC) dan Departemen Kehakiman (DOJ) sedang memeriksa operasinya di China, seperti dilaporkan TotalTelecoms (20/6).

Namun, Ericsson mengatakan bahwa mereka selalu mengikuti peraturan yang berlaku dalam menjalankan bisnis mereka di seluruh dunia.

“Pada bulan Maret 2013, Ericsson menerima permintaan sukarela dari otoritas Amerika Serikat untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan operasi Ericsson, sesuatu yang telah kita tegaskan kepada media pada tahun 2013. Sementara kami berusaha untuk setiap saat melakukan bisnis kami sesuai dengan hukum yang berlaku, hal yang timbul dari waktu ke waktu sebagai akibat dari sifat global bisnis kami,” ungkap perusahaan asal Swedia ini.

Ericsson menolak untuk memberikan komentar rinci tentang sifat permintaan, tetapi mengatakan program tersebut berkaitan dengan program anti-korupsi Ericsson dan pertanyaan yang berkaitan dengan Foreign Corrupt Practices Act. Klaim datang sebagai Ericsson menghadapi tekanan untuk meningkatkan kinerja lesu mereka.

Sekadar informasi, pada bulan April lalu, Ericsson mengumumkan restrukturisasi besar menjadi lima kelompok bisnis baru dengan penambahan Consumer Group yang menargetkan berbagai industri vertikal seperti utilitas, transportasi dan keamanan publik.

“Kami tidak puas dengan pertumbuhan dan profitabilitas pengembangan kami secara keseluruhan selama tahun terakhir,” kata CEO Ericsson Hans Vestberg, pada saat itu.

Overhaul itu diumumkan bersama laporan keuangan kuartal pertama, yang menunjukkan penurunan pendapatan di Ericsson jaringan dan layanan divisi mereka.

Riset : Mobile Network Belum Siap Untuk IoT

Telko.id – Hampir dua dari tiga pelaku industri telekomunikasi berpikir pada saat ini infrastruktur jaringan seluler tidak akan dapat mendukung masa depan IOT, menurut sebuah laporan baru dari Telecoms(20/6).

Sekitar 900 pekerja telekomunikasi profesional berbagi pandangan mereka tentang semua hal yang berhubungan dengan IOT dalam kajian mendalam tentang industri dan salah satu tren terbesar disorot dalam laporan sebanyak 25 halaman yang menunjukkan bahwa operator tidak cukup siap untuk sepenuhnya mendukung penuh tren IOT pada jaringan radio mereka, meskipun  pertumbuhan penyebaran IOT selama dua belas bulan terakhir cukup menjanjikan.

Lebih lanjut, case tambahan dari industri menunjukkan sisi keamanan akan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian paling dominan bagi operator dalam terkoneksi ke dunia Internet of Things, karena lebih dari dua pertiga responden mengatakan bahwa operator jaringan IOT akan lebih rentan terhadap serangan berbahaya dari layanan yang ada terkait dengan banyaknya perangkat yang terhubung ke jaringan dan mengirim data di mana-mana.

Akibatnya, persentase yang sama dari responden juga mengatakan IOT akan menghadirkan tantangan keamanan baru dan operator harus tetap berada di atas.

Sekadar informasi, saat ini sudah tersedia beberapa vendor yang menawarkan connected car dan hal-hal lain yang terkoneksi sebagai salah satu contoh penerapan paling sederhana dari IoT. Namun, Telecoms sempat melakukan jejak pendapat dan hasilnya lebih didominasi oleh perangkat dan smart home, atau otomatisasi rumah yang menjadi pilihan banyak orang.

Dengan respon yang paling populer adalah teknologi smart home dan kemungkinan besar menjadi kesempatan yang paling menguntungkan atau mengubah permainan untuk operator. Operator juga tengah mempertimbangkan beberapa aspek dari IOT, baik di rumah maupun dijalan hingga monetisasi tahun ini, termasuk metering, keamanan, pengawasan hingga otomatisasi rumah. Dengan kenyataan seperti itu, bukan tidak mungkin implementasi IoT akan lebih mendekati kenyataan daripada yang diprediksi sebelumnya.

Di tempat lain, pemantauan utilitas, ponsel, connected car dan healthcare menerima hasil yang relatif positif dari penonton, yang menerima masing-masing 17%, 15%, 12% dan 11%.

Seluruh laporan dilengkapi dengan analisis pasar IOT yang lebih luas, serta fitur untuk mengoptimalkan konektivitas, platform cloud dan keamanan informasi semua dalam konteks IOT.

Taiwan Mobile Diam-diam Lirik Pasar Indonesia dan India

0

 

Telko.id – Potensi pertumbuhan yang kuat dalam dunia telekomunikasi, secara tidak langsung menjadikan India dan Indonesia sebagai dua negara tujuan para investor. Baru-baru ini, operator Tiongkok, Taiwan Mobile juga dikabarkan menaruh minat serupa.

Hal ini sebagaimana diungkapkan chairman Richard Tsai pada pertemuan umum tahunan operator belum lama ini. Tsai mengatakan perusahaan tengah mengevaluasi peluang untuk memasuki kedua pasar ini.

Sementara Tsai mengakui bahwa pasar India yang ramai telah mengakibatkan persaingan harga yang ketat, namun jumlah penduduk yang besar menciptakan peluang di segmen ini termasuk transmisi data.

Saat ini, seperti dilaporkan TelecomAsia, Senin (20/6), operator sedang mengevaluasi kemungkinan untuk bekerja sama dengan operator di India untuk menguji peruntungan di pasar 4G negara tersebut yang baru lahir.

Menurut Tsai, perusahaan juga mengincar peluang untuk masuk ke sektor e-commerce di Asia Tenggara, dengan anak perusahaan momo.com siap diluncurkan di pasar Filipina dan Vietnam.

Di kampung halamannya, Taiwan Mobile fokus pada pengembangan bisnis pembayaran pihak ketiga sambil memulai bisnis konten OTT. Taiwan Mobile saat ini telah menetapkan target untuk meningkatkan basis pelanggan 4G-nya menjadi 5 juta pada tahun 2017 dari 3 juta pada akhir 2015.

Ini Statement Resmi Indosat Ooredoo Tentang Promo Sindir Telkomsel

0

Telko.id – Dunia telekomunikasi Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang berat. Program pemerintah Indonesia untuk membangun negara melalui dunia digital dan antusiasme masyarakat untuk memajukan diri melalui kegiatan online, belum bisa segera dijalankan dengan mulus karena penyediaan layanan komunikasi dan akses informasi, utamanya di luar Jawa, belum kompetitif.

Penguasaan pasar luar Jawa yang sangat besar oleh satu penyedia jasa telekomunikasi mengakibatkan turunnya affordability masyarakat. Hal ini berarti akan menghambat laju penetrasi pengguna atau menghambat peningkatan jumlah masyarakat yang bisa masuk ke dunia digital dan melakukan kegiatan online.

Pasar di luar Jawa, saat ini dikuasai oleh satu penyelenggara yang menguasai lebih dari 80% pasar telekomunikasi. Menurut ketentuan UU tentang persaingan usaha, jika terjadi penguasaan pasar lebih dari 50%, maka patut dianggap telah terjadi praktek monopoli sehingga negara harus hadir untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat. Kehadiran penyelenggara lain secara seimbang sangat penting untuk menjamin tersedianya layanan komunikasi dan akses informasi yang kompetitif sehingga lebih terjangkau (affordable) oleh masyarakat.

“Melihat kondisi ini, Indosat Ooredoo berusaha memasuki pasar luar Jawa dengan misi untuk memberi pilihan kepada masyarakat. Semua paham bahwa tidak mudah menembus pasar yang sudah monopolistik. Karena itu, Indosat Ooredoo mencoba menjalankan gagasan program tarif telepon Rp.1 per detik ke semua operator yang diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas di luar jawa. Program ini telah kami jalankan sejak 10 Juni 2016 dengan tagline #buktikanRp1, dan tarif tersebut telah beredar di beberapa tempat sejak Desember 2015,” kata Deva Rachman,Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, dalam jawaban tertulisnya.

Deva juga menambahkan bahwa sosialisasi tarif Rp. 1 per detik dilakukan melalui kegiatan edukasi dan testimoni pelanggan. “Program ini kami jalankan sebagai bagian dari program akuisisi 1 juta pelangan dalam program Rp 1 per detik ke semua operator di luar Jawa. Komunikasi langsung dengan masyarakat ini kami yakini sebagai cara yang paling efektif dalam rangka menembus pasar yang terlanjur monopolistik. Tentu sangat menarik untuk mendengar langsung testimoni mereka yang sebelumnya tidak memiliki pilihan lain di pasar. Alhamdulillah berhasil sesuai yang diharapkan,” tutur Deva lebih lanjut.

Penguasaan pasar telekomunikasi di luar Jawa oleh satu penyedia layanan yang bersifat monopolistik membuat masyarakat menjadi rentan terhadap kenaikan tarif layanan yang terang-terangan ataupun yang diam-diam. Survey yang dilakukan kepada pelanggan di luar Jawa menunjukkan tingginya tarif layanan. Di beberapa daerah, para pelanggan harus membayar 7 kali lipat lebih mahal. Pelanggan bahkan sering tidak menyadari adanya kenaikan harga yang dikenakan dalam segmen-segmen waktu serta hari-hari tertentu.

Menurut Deva, Indosat Ooredoo menawarkan produk yang murah, skema tarif yang sederhana dan tidak kompleks, dimana produk tarif yang ditawarkan sangat transparan tanpa pemberlakuan segmen waktu dan hari. Produk ini mendapat sambutan baik di masyarakat dimana mereka bersedia melakukan testimoni atas tarif ini secara sukarela.

“Terkait testimoni yang spesifik menyebut nama operator lain telah kami tarik agar tidak menimbulkan salah paham,” sahut Deva menjelaskan.

Indosat Ooredoo selalu berupaya untuk hadir di luar Jawa agar dapat memberikan alternatif pilihan layanan kepada masyarakat disana. Namun terkendala beberapa hal seperti perilaku persaingan yang tidak sehat serta biaya interkoneksi yang masih terlalu tinggi.

“Banyak produk-produk kami diborong di pasar oleh pihak kompetitor, shop sign kami dipaksa untuk diganti dengan shop sign kompetitor serta outlet-outlet yang menjual produk kami banyak mendapatkan ancaman oleh pihak kompetitor dan diminta agar tidak menjual Kartu Perdana kami,” ujar Deva menyesalkan.

Indosat Ooredo merasa bahwa masyarakat di luar Jawa berhak mendapatkan layanan komunikasi dan akses informasi yang lebih terjangkau untuk kemajuan sosial dan perekonomiannya. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo akan terus berjuang memberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan memberikan harga yang wajar, jujur dan terbuka.

“Kami berusaha untuk melayani masyarakat dengan hadir di pasar secara kompetitif yang sehat,” ujar Deva menjelaskan.

Indosat Ooredoo pun menghimbau kepada semua pihak yang terkait bahwa kondisi ini harus segera dibenahi. Baik dari sisi pemerintah maupun semua pihak yang berwenang melakukan penegakan regulasi untuk mewujudkan persaingan usaha yang sehat.

“Dengan kita bersaing sehat, masyarakat bisa menikmati layanan komunikasi dan akses informasi yang terbaik bagi peningkatan kualitas masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Deva sebagai penutup. (Icha)

Wow, Pengguna Smartfren Bisa Gunakan Wifi Untuk ‘Nelpon’?

0

Telko.id – Smartfren tengah berusaha untuk menghadirkan kemudahan lagi bagi para pengguna mereka dengan menghadirkan Voice Over Wifi (VoWifi). Meskipun belum diluncurkan secara resmi, namun operator 4G itu telah memperkenalkan dan melakukan ujicoba fiur ini kepada awak media.

Ditemui pada workshop 3CA yang berlokasi di kantor jaringan mereka di BSD, Tangerang Selatan(17/6). Smartfren mendemonstrasikan secara langsung layanan ini.

Voice over wifi sendiri nantinya memungkinkan pengguna Smartfren untuk menerima atau melalukan panggilan menggunakan jaringan wifi milik provider mana saja dengan syarat, pengguna harus bermigrasi ke jaringan 4G LTE milik mereka terlebih dahulu.

Jika demikian, tentu saja hal ini akan memberikan dampak yang positif kepada pengguna, dikarenakan mereka dapat memanfaatkan akses wifi publik untuk menghubungi orang lain.

Ketika dilakukan demo, fitur ini ternyata berjalan pada layanan VoLTE milik Smartfren. Pengguna hanya tinggal mengunduh aplikasi Smart VoLTE milik Smartfren yang tersedia di playstore, kemudian seperti biasa memasukan nomor 4G mereka sebagai ID dan tinggal mencoba untuk memanggil rekan yang ada di kontak. Jika smartphone pengguna sudah native VoLTE, maka mereka tidak perlu mengunduh aplikasi Smart VoLTE tadi.

Si penerima hanya tinggal menerima panggilan saja seperti layaknya panggilan biasa. Untuk penerima yang menggunakan jaringan 4G milik Smartfren, kelebihan lain dari VoWifi ini adalah bisa juga digunakan untuk melakukan panggilan video. Karena ini berdasarkan pada VoLTE, baik si pemanggil dan si penerima tidak akan dikenakan biaya data untuk streaming video call tersebut.

Pada ujicoba tadi juga dilakukan ke operator lainnya. Terbukti, panggilan melalui wifi yang ditujukan ke operator selain Smartfren berjalan lancar. Namun, karena operator tadi belum menghadirkan VoLTE, fitur video call tidak bisa terhubung.

Masalah kedepannya tentu akan menghinggapi Smartfren. Pasalnya, mereka perlu bekerjasama dengan operator penyedia wifi yang lain. Lagipula, akses free wifi yang benar-benar gratis pun belum banyak tersedia di Indonesia.

Belum lagi masalah regulasi yang belum mengatur tentang panggilan ini. Karena kedepannya, panggilan ini tentunya akan digunakan untuk lintas operator atau offnet, yang tentunya akan menimbulkan tarif interkoneksi, dan siapa yang akan menanggung tarif tersebut? Smartfren? Penyedia Wifi? Atau pengguna? Well, kita tunggu saja.

Ujicoba 3CA Smartfren Sentuh 200 Mbps

0

Telko.id – Smartfren, operator 4G yang saat ini memiliki cakupan hingga 188 kota untuk LTE Advanced ini, mengajak tim Telko.id untuk sama-sama melakukan ujicoba 3CA atau 3 Carier Aggregation.

Seperti diketahui, 3CA akan memberikan koneksi yang lebih stabil dibandingkan 4G milik operator lainnya. Smartfren juga merupakan operator pertama di Indonesia yang melakukan inovasi ini. 3CA menjanjikan kecepatan internet yang lebih besar dari 200 Mbps serta memastikan layanan streaming yang tidak akan putus.

“Karena kita memiliki tiga CA, yang menjadi satu-satunya di Indonesia dan kita memiliki teknologi FDD dan TDD. Terimakasih untuk Nokia dan Qualcomm yang telah membantu mendevelope teknologi ini, khususnya untuk Qualcomm yang telah menyediakan device untuk ujicoba ini,” ujar Christian Daigneault, CTO Smartfren pada workshop 3CA di BSD (17/6).

Christian menambahkan, “We bring the capability to the network end of this year, but network capability from now for Big City and major city,” imbuh Christian bersemangat.

DSC_0060(1)

Pada Ujicoba kali ini, Qualcomm berkontribusi dalam menyediakan perangkat Mobile Testing Prototype yang mampu mendukung jaringan mobile broadband super cepat ini.

Shanedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia menyebutkan, “Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat, dan smartfren sudah bicara tentang LTE Advanced karena mereka sudah menjalankan Carier Aggregation (CA),” ujarnya.

DSC_0061

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Nokia membantu Smartfren untuk mendeploys 4G di Wilayah Barat Indonesia. Nokia mendukung dalam hal network, yakni Radio serta Core network di daerah Sumatera, Jawa Barat dan Jakarta. Sekadar Informasi, Pada tahun 2020 nanti, Nokia juga mencanangkan akan mendukung 1000 kali kapasitas lebih besar dari saat ini dan tentunya menurunkan tingkat latency.

Kembali kepada 3CA, Capaian Smartfren ini menjadikan mereka operator 4G pertama di Indonesia yang telah menyentuh angka lebih dari 200 Mbps. Untuk awal, mereka akan mengalirkan jaringan super cepat ini pada 22 kota di Indonesia.

Namun, untuk saat ini jaringan 3CA mereka masih belum diluncurkan secara resmi. Salah satu penghalang adalah belum tersedianya handset dengan kemampuan chipset Cat9 di Indonesia.

Bahkan, sampai dengan saat ini saja, jaringan LTE Advanced Smartfren dengan 2 Carier masih sedikit digunakan oleh pelanggan mereka karena hanya sebagian kecil saja pengguna mereka yang menggunakan handset 4G cat6, sedangkan untuk cat9 sendiri belum tersedia di pasaran Indonesia.

Smartfren juga mengungkapkan, bahwa Kegunaan LTE Advanced lebih ditujukan untuk Streaming HD Video, Download foto hires, serta berguna untuk transfer data ukuran besar dengan cepat.

3CA Smartfren sendiri menggunakan satu carier di band 5 dan 2 carier di band 40. Qualcomm sendiri menyediakan chipset snapdragon 808 dan 820 yang telah mendukung 4G Cat 9. LTE Advanced nantinya akan membawa end user ke level yang lebih tinggi dalam hal services.

Sekadar informasi, saat ini 4G Smartfren untuk multi carier atau tanpa aggregator memiliki range kecepatan antara 2 hingga 10 Mbps, sementara untuk LTE Advanced dengan dua Carier, Smartfren menargetkan range kecepatan dari 10 hingga 40 Mbps. Sementara untuk 3CA, mereka mematok range kecepatan antara 40 hingga 200 Mbps bahkan lebih dari itu, tergantung dari seberapa banyak pengguna yang menggunakan 3CA mereka kedepannya.

Sementara kemungkinan kedepannya chipset premium Qualcomm yang mendukung 3CA akan digunakan pada Andromax, Shenedy mengatakan ada kemungkinan tapi belum untuk waktu dekat.

Setelah Blokir Netflix, Telkom Gandeng iflix Hadirkan Konten Hiburan

0

Telko.id – Medio Januari 2016 lalu, Telkom Group menolak kehadiran Netfilx, bahkan melakukan pemblokiran. Layanan video streaming Netflix dipastikan tak akan bisa diakses melalui broadband Indihome, WiFi.id, dan akses seluler Telkomsel. Alasannya adalah Netflix dianggap tidak memenuhi regulasi di Indonesia dan banyak memuat konten berbau pornografi.

 

Bagaimana dengan iflix yang baru saja digandeng oleh Telkom untuk memberikan layananTV Internet. Bedanya adalah iflix sudah berbadan hukum tetap dan bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Itu sebabnya, iflix bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Pada awal kehadirannya, iflix sebagai layanan TV Internet terkemuka di Asia Tenggara, mengumumkan bahwa masyarakat Indonesia dapat mendaftarkan dan mencoba layanan iflix gratis selama 30 hari di website iflix. Layanan yang ditawarkan adalah akses penuh ke semua fitur iflix, beragam acara TV, film, dan hiburan lain tanpa harus menyertakan kartu kredit atau rincian pembayaran untuk berpartisipasi.

Sayang layanan ini masih diberikan terbatas pada pelanggan Telkom Indonesia saja atau pelanggan fixed line Telkom. Baik pelanggan baru maupun pelanggan lama Telkom IndiHome akan mendapatkan layanan iflix selama 12 bulan, tanpa biaya tambahan.

Yang diperoleh pelanggan Telkom adalah Akses unlimited ke katalog iflix yang terdiri dari ribuan tayangan perdana eksklusif, acara TV peraih penghargaan internasional, film-film blockbuster, konten Asia serta konten lokal populer, program anak-anak dan lainnya. Lalu, dapat pula mengakses ke layanan iflix dengan menggunakan hingga 5 perangkat sekaligus, meliputi ponsel, laptop, tablet, TV, dan perangkat terhubung lainnya.

Pelanggan Telkom pun dapat mengunduh acara TV dan film favorit untuk menonton secara offline tanpa henti, ketika tidak terhubung pada jaringan internet. Yang menarik, ketika sudah menjadi pelanggan iflix, bisa menonton program yang berbeda pada 2 perangkat yang berbeda secara bersamaan.

Iflix pun menawarkan beragam konten karena sudah kerjasama kerja sama lebih dari 100 distributor dan studio film di seluruh dunia, iflix menawarkan berbagai pilihan serial TV ikonik terdepan dan film-film favorit, baik lokal maupun internasional yang tersedia di masing-masing wilayah.

Dari ratusan tayangan terbaik yang kini telah tersedia di iflix antara lain adalah The Flash, Arrow, Gotham, dan How I Met Your Mother. Serial TV peraih penghargaan Emmy® yang fenomenal, Mr. Robot dan Fargo, bersama dengan tayangan terlaris The Real O’Neal, The Family, Sons of Liberty, dan The Magicians merupakan tayangan perdana eksklusif dari katalog iflix yang tersedia untuk pertama kalinya di Indonesia.

iflix juga menawarkan berbagai pilihan program lokal, film-film box office, serial TV populer, dan tayangan eksklusif favorit Indonesia.

Ketika masa 30 hari selesai maka pelanggan dapat Langganan ritel bulanan untuk akses unlimited layanan iflix sebulan penuh akan dibanderol dengan harga menarik sebesar Rp. 39.000. Sedangkan langganan ritel tahunan akan menerima diskon 20% dari tarif bulanan, akan dibanderol dengan harga yang menakjubkan sebesar Rp 375.000 per tahun. Selain itu, pelanggan Telkom IndiHome akan mendapatkan layanan iflix selama 12 bulan, dibundel dengan paket berlangganan yang sudah yang ada.

Kini iflix tersedia di Malaysia, Thailand, Filipina, Indonesia, dan akan terus mengembangkan layanannya lebih luas lagi untuk sejumlah pasar utama di Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang. (Icha)

Qualcomm Punya Solusi Untuk Bantu DKI Atasi Kemacetan

Telko.id – Macet, sudah menjadi makanan keseharian masyarakat di Jakarta. Tidak lama lagi, pemerintah Jakarta akan memberlakukan mesin Electronic Road Pricing atau ERP di beberapa wilayah. Sebenarnya, Qualcomm memiliki solusi yang lebih efisien dibandingkan dengan ERP.

“Kami punya solusi yang lebih baik dibandingkan dengan sistem ERP yang akan diterapkan oleh pemerintah DKI,” ujar Shannedy Ong, Sr. Director and Country Manager Qualcomm Indonesia.

Solusi yang dimaksud oleh Shannedy ini adalah menggunakan teknologi mobile yang memang menjadi kepiawaian dari Qualcomm. Dimana, setiap kendaraan dapat dipasang chipset dari Qualcomm dan nanti yang akan melakukan pemantauan adalah BTS dari para operator. Sehingga tidak perlu menggunakan gerbang khusus seperti ERP.

Saat ini, memang Qualcomm baru akan melakukan pendekatan pada pemerintah DKI Jakarta bersama dengan partner nya. Partner dari Qualcomm ini yang nanti nya akan mengembangkan aplikasi yang mendukung program dari pemerintah DKI sebagai solusi kemacetan tersebut.

“Bahkan, kami sudah siap melakukan point of concept dan akan kami perlihatkan pada pemerintah DKI,” ujar Shannedy menambahkan.

Solusi ini sendiri merupakan konsep internet of thing yang merupakan turunan dari smart city yang dapat menjadi jawabab dari masalah yang dihadapi oleh pemerintah.

Hanya saja, yang menjadi kendala ketika solusi ini diterapkan adalah untuk menanamkan chipset pada kendaraan yang sudah beredar di pasar. Pasti ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik kendaraan untuk membeli dan menanamkan chipset ini. Sedangkan untuk kendaraan baru lebih mudah karena Qualcomm bersama dengan partner bisa melakukan kerjasama dengan para Agen Tunggal Pemegang Merek atau sering disebut dengan ATPM mobil di Indonesia. (Icha)

Ini Dia Tanggapan Telkomsel Setelah Disindir Habis Oleh Indosat

0

Telko.id – Sudah sejak Kamis (16/6) lalu, beredar foto-foto spanduk Indosat Ooredoo yang menyindir Telkomsel. “Gratis Kartu IM3 Ooredoo Disini!! Cuma IM3 Ooredoo Nelpon Rp1/Detik Telkomsel? Gak Mungkin”. Begitu isi spanduknya.

Indosat memang dalam rangka ramadan, Indosat Ooredoo memberi kebebasan berkomunikasi kepada pelanggan IM3 Ooredoo lewat tarif Rp 1 per detik ke semua operator. Sebenarnya, sah-sah saja Indosat melakukan program seperti itu. Hanya saja, dalam promo yang dilakukan, rasanya sudah ‘kebablasan’ karena secara terbuka menyindir Telkomsel.

“Kompetisi bisnis adalah hal yang biasa dan bahkan bisa membuat industri lebih sehat dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Adita Irawati, Vice President Corporate Communication Telkomsel menanggapi sindiran Indisat Ooredoo tersebut.

Adita juga menambahkan bahwa kompetisi itu perlu dijaga agar tetap berpegang pada aturan dan etika sehingga tidak justru merugikan masyarakat. Termasuk dalam hal ini, regulasi yang mengatur kompetisi harus bisa menciptakan iklim usaha yang adil (fair) dan disusun secara transparan. Regulasi harus bisa mendorong industri yang membuat harga layanan terjangkau tapi pada saat yang bersamaan, operator juga tetap sehat dan mampu membangun.

“Apalagi, Telkomsel adalah operator telekomunikasi yang beroperasi hingga pelosok, perbatasan dan pulau terluar Indonesia, dalam menjalankan usahanya Telkomsel selalu berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan patuh pada ketentuan yang berlaku. Selain itu dalam berkomunikasi kepada khalayak kami juga selalu berpegang pada norma dan etika serta menghormati pihak lain,” ujar Adita menambahkan.

Terkait tarif layanan telpon Telkomsel, pelanggan prabayar dapat memilih paket yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan komunikasinya. Saat ini Telkomsel memiliki paket telpon TalkMania dan Jagoan Serbu yang merupakan paket telpon dengan harga murah, dan paket ini selama bertahun-tahun terbukti sangat diminati oleh pelanggan simPATI dan Kartu As.

Informasi mengenai harga selalu diinfokan secara transparan sebelum pembelian paket, dan biaya pemakaian diinfokan langsung kepada pelanggan setelah melakukan panggilan, serta pelanggan juga bisa setiap saat mengecek biaya pemakaian. Demikian pula dengan layanan data, Telkomsel selalu memberikan berbagai pilihan paket sesuai kebutuhan pelanggan. Informasi mengenai harga paket juga selalu disampaikan kepada pelanggan sebelum melakukan transaksi pembelian.

Berkaitan dengan kondisi ini, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI akan memanggil Indosat untuk minta kejelasannya pada Senin mendatang. (Icha)