spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1618

Operator Rusia Klaim Tembus 1Gbps Dalam Uji Coba 5G

0

Telko.id – Dalam sebuah uji coba yang dilakukan di St Peterburg, Rusia, operator MegaFon berhasil mencapai kecepatan lebih dari 1Gbps melalui carrier agregasi dan MIMO.

Dilaporkan GTB, Selasa (21/6), haasil ini dicapai setelah operator tersebut menggabungkan dua band 20MHz di spektrum 2.6GHz dan 1.8MHz, menggunakan peralatan radio dan tower Huawei.

“Standar 5G baru akan membuat ponsel bahkan lebih terjangkau. Pelanggan akan mendapatkan lebih banyak langganan dengan sedikit uang,” kata Sergey Soldatenkov, selaku acting CEO di MegaFon.

“Perusahaan kami adalah yang pertama di Rusia yang meluncurkan jaringan seluler 3G pada 2008 dan jaringan LTE pada 2012. 5G adalah tahap berikutnya dalam teknologi mobile dan menawarkan level baru yang radikal dari layanan dan kemampuan bagi pelanggan kami.”

MegaFon dan Huawei menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan uji coba layanan jaringan 5G di Piala Dunia FIFA 2018. Di saat yang bersamaan, operator terbesar di Rusia, MTS juga akan melakukan hal serupa bersama Ericsson.

Tidak Puas, Regulator Filipina Selidiki Rencana Merger Dua Operator

0

Telko.id – Regulator Filipina telah mengumumkan rencananya untuk menyelidiki aset telekomunikasi San Miguel Corp menyusul akuisisi bersama antara Globe Telecom dan PLDT.

Badan ini diduga tidak puas dengan dokumen transaksi yang diajukan oleh operator kepada Komisi Persaingan Filipina (PCC).

“Kami telah secara resmi melayangkan pemberitahuan bahwa kami akan secara komprehensif mengkaji akuisisi mereka atas bisnis telekomunikasi SMC, dan kami akan menyetujui atau menolak subjek transaksi setelah melakukan kajian menyeluruh,” kata PCC dalam sebuah pernyataan, Jumat lalu.

Perusahaan telah diberitahu bahwa PCC akan melakukan kajian komprehensif dari akuisisi mereka atas bisnis telekomunikasi SMC dan bahwa hal itu mungkin berpengaruh terhadap rencana merger.

“Kami menilai pengajuan baru dari para pihak, dan berdasarkan totalitas informasi yang tersedia bagi kami, termasuk pernyataan publik yang dibuat oleh kedua pihak, kami yakin ada dasar untuk melakukan ulasan ini berdasarkan kekuasaan yang diberikan kepada Komisi Persaingan Filipina (PCC) oleh Filipina Competition Act (PCA),” kata PCC lagi.

Kajian ini mencakup determinasi pasar yang bersangkutan, apakah akan ada perubahan yang signifikan terhadap struktur pasar, dan dampak potensial dari transaksi pada kesejahteraan masyarakat. Kajian ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa transaksi pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan bagi masyarakat dengan tidak membatasi persaingan.

Globe dan PLDT sepakat untuk mengakuisisi masing-masing 50% aset telekomunikasi SMC pada bulan Mei 2016 senilai 52.85 miliar peso atau setara €1.02 miliar. Perjanjian termasuk spektrum yang dimiliki oleh anak perusahaan SMC.

Globe dan PLDT telah mengirimkan kembali notifikasi merger mereka ke PCC bersama dengan yang baru, lapor GTB, Selasa (21/6).

“Kami menilai pengajuan baru dari para pihak, dan berdasarkan totalitas informasi yang tersedia, termasuk pernyataan publik yang dibuat oleh para pihak, kami yakin ada dasar untuk melakukan kajian ini,” kata PCC, Jumat.

Penyelidikan ini akan memeriksa apakah kesepakatan SMC akan menyebabkan perubahan signifikan terhadap struktur pasar ponsel di Filipina.

Telkomsel Tolak Di sebut Monopoli

0

Telko.id – ‘Perseteruan’ antara Indosat Ooredoo dan Telkomsel masih terus hangat. Operator nomor satu di Indonesia yang memiliki pelanggan lebih dari 153 juta pelanggan itu, dengan tegas menolak di sebut telah melakukan monopoli.

“Penguasaan pasar oleh Telkomsel di luar Pulau Jawa diraih melalui sebuah proses yang panjang dan jatuh bangun yang luar biasa sejak berdirinya di tahun 1995. Semangat membangun hingga ke pelosok merupakan semangat yang dimiliki oleh Telkomsel untuk menyatukan nusantara, dimana pada saat itu operator lain lebih fokus membangun di Pulau Jawa dan kota besar yang secara bisnis lebih menguntungkan,” kata Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel, dalam statemen holding tertulis yang diterima oleh redaksi.

Perkembangan industri telekomunikasi di tanah air saat ini semakin kompetitif, dimana setiap operator terus berlomba untuk memberikan produk dan layanan dengan kualitas terbaik kepada pelanggannya untuk memenangkan pasar. Hal ini pun terus mendorong Telkomsel untuk melakukan berbagai inovasi dari sisi produk dan layanan, serta terus membangun jaringannya hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Terlebih lagi lokasi-lokasi pembangunan jaringan di luar pulau Jawa memiliki pasar yang tidak besar, dan pada saat yang bersamaan CAPEX yang dikeluarkan sangat besar. Begitu pula ketika dioperasikan, juga lebih mahal karena biaya produksi dan operasional jauh lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa.

Namun Telkomsel tetap membangun, karena hal ini merupakan bagian dari komitmen membangun di seluruh Indonesia yang juga sudah tertuang dalam Modern Licensing, seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 36/1999 tentang Telekomunikasi. Hingga saat ini Telkomsel merupakan satu-satunya operator yang berkomitmen untuk melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi seluler hingga ke berbagai daerah pelosok, perbatasan dan pulau terluar Indonesia, guna membuka akses telekomunikasi bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini dapat terlihat dari tergelarnya 116.000 BTS Telkomsel yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, dimana angka penambahan jaringan ini dilakukan secara konsisten dengan rata-rata sebesar 25% setiap tahunnya.

“Konsistensi pembangunan jaringan ke berbagai daerah ini sudah merupakan semangat Telkomsel dan ke depannya komitmen ini pun akan terus dijaga sehingga lebih banyak lagi masyarakat Indonesia di berbagai lokasi yang dapat menikmati layanan telekomunikasi yang berkualitas,” tutup Adita. (Icha)

Telstra akan Selimuti 135 Area Pedesaan di Australia dengan Small Cell

0

Telko.id – Menyusul rencana pemerintah Australia untuk meningkatkan cakupan seluler di sejumlah area pedesaan, operator Telstra akan berinvestasi dalam peluncuran small cell (sel kecil), di setidaknya 135 area pedesaan di negara tersebut.

Operator incumbent ini mengatakan pemerintah membuat pengumuman tentang small cell, tapi peluncurannya akan didanai oleh Telstra sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap proyek negara sebesar A$165 juta itu.

“Pengenalan layanan data 4G yang cepat melalui small cell di lokasi tersebut akan berarti bahwa warga akan dapat mengakses media sosial dan video on the go untuk pertama kalinya serta peningkatan peluang bagi bisnis lokal,” kata Managing Director Telstra untuk jaringan, Mike Wright, dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, rencana ini juga akan membuka pintu digital untuk menuju teknologi seperti Voice over LTE (VoLTE), yang akan, pada waktunya, memungkinkan pelanggan untuk membuat panggilan suara menggunakan 4G.

“Telstra bekerja sama dengan pemerintah untuk mengidentifikasi daerah yang akan menerima small cell dan akan terus melakukannya di masa depan, untuk menghadirkan teknologi itu ke daerah yang lebih terpencil,” tambah Wright.

Dalam tahap pertama program Mobile Black Spot yang didanai pemerintah ini, eksekutif Telstra mencatat bahwa perusahaan telah meningkatkan cakupan 3G dan 4G ke 429 daerah.

“Ketika kami mengajukan tawaran pada tahap pertama, tujuan inti kami adalah untuk memaksimalkan cakupan baru untuk masyarakat daerah, yang menjadi alasan mengapa kami membuat janji tambahan ini untuk memperluas layanan mobile data dengan biaya sendiri,” kata Wright.

Saat ini, Telstra telah mulai menghubungkan ke 429 daerah pertamanya.

Telstra telah menerbitkan daftar lengkap dari 135 lokasi yang akan menerima small cell. Mereka termasuk 41 komunitas di New South Wales, 31 di Queensland, 26 di Australia Selatan, 14 di Victoria, 10 di Tasmania, 8 di Northern Territory dan 5 di Australia Barat.

30 Aplikasi Solusi Desa Broadband Terpadu Siap Bertanding

0

Telko.id – Dari statistik yang dihimpun, di Indonesia terdapat 74.094 desa, dengan 26% di antaranya, atau sekitar 19.386 desa merupakan kategori tertinggal dan lokasi prioritas (lokpri). Sedangkan 43% di antara desa tertinggal tersebut, atau sejumlah 8.447 desa merupakan desa tertinggal dengan akses sinyal telekomunikasi yang sudah baik.

Kondisi tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi desa dengan pendekatan digital sehingga mempercepat tercapainya kesejahteraan desa. Itu sebabnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjalankan program Solusi desa Broadband Terpadu yang mengajak para inovator muda di Indonesia untuk menghasilkan aplikasi digital tepat guna yang mampu membantu percepatan pembangunan desa tertinggal di seluruh pelosok negeri.

Beberapa masalah dasar yang menjadi sasaran adalah seputar mata pencaharian, akses layanan kesehatan, layanan keselamatan dan layanan kenyamanan. Dan, aplikasi tersebut akan diimplementasikan didaerah pertanian, perikanan dan pedalaman.

“Peralihan dari aktivitas ekonomi tradisional ke aktivitas ekonomi digital dipastikan selain akan meningkatkan kecepatan transaksi ekonomi juga akan meningkatkan efisiensi proses ekonomi. Oleh sebab itu masyarakat harus sesegera mungkin dikondisikan untuk menyambut era ekonomi digital tersebut,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam sambutan pada saat peluncuran program ini.

Saat ini, sudah ada 30 aplikasi dari peserta terbaik yang lolos tahap Penjurian Solusi Desa Broadband Terpadu, setelah melalui tahapan pengumpulan ide-ide untuk menemukan solusi desa broadband terpadu.

Sampai akhir masa pendaftaran, tercatat ada 238 Solusi Desa Broadband Terpadu yang masuk.

Setelah melalui tahapan penjurian yang ketat selama 2 minggu, juri SDBT tgl 11 Juni 2016 mengumumkan 30 nama peserta yang lolos.

Tim Juri yang melakukan seleksi merupakan para ahli di bidang Total Sulution, Application Ecosystem, Rural Expert, Application Architecture, Fisheries Expert, Agriculture Expert dan ICT Community Engagement. Penjurian dibagi dalam 3 kategori yaitu kategori nelayan, petani dan desa pedalaman.

Dari 3 kategori tersebut, peserta yang lolos kategori Nelayan terdapat 9 tim, kategori pedalaman 6 orang dan kategori petani 15 peserta. Tim yang lolos berasal dari berbagai Propinsi di Indonesia, seperti perwakilan Kab Jeneponto, Kota Medan, Prov Sumatera Selatan dan lainnya.

Berikut 30 Tim yang terpilih:

Desa Pedalaman

  1. Hukaku (Hutanku Kantorku)
  2. Nusantara Beta Studio
  3. Postmo-care
  4. SES
  5. SOS DESAKU
  6. X-Igent

Desa Petani

  1. 8 Village, Petani
  2. BISO
  3. E-TaniPintar
  4. igrow
  5. iKiosk
  6. Jejaringnet
  7. KulDesaK
  8. Layer Farm
  9. lelanik.tk
  10. MyAgri Mobile Learning for Farming
  11. Panen.id
  12. Second Vision Corp
  13. SILAT MEDAN IT
  14. Situbondo Smart
  15. SmartVillage

Desa Nelayan

  1. 8 Village, Nelayan
  2. AngsuCorp
  3. e-Fishery
  4. ePustaka/ Mfish
  5. JukuTech Sahabat Pulau
  6. Senusa ID
  7. SINGA LAUT
  8. Smart Fisherman
  9. Smart-Fhisery

Selanjutnya, tim yang sudah lolos seleksi akan mengikuti workshop dan diberikan gambaran tentang lokasi pilot program implementasi SDBT yakni di Desa Meskom (Riau), Desa Panca Karsa (Gorontalo), dan Kelurahan Fatukbot (NTT). Setelah itu akan diberikan waktu untuk melakukan penyempurnaan ide dan pengembangan aplikasi yang telah dibuatnya. Usai itu, akan masuk boothcamp untuk mendapatkan mentoring. Baru dilanjutkan dengan pembuatan prototype yang akan dipresentasikan pada saat final pada awal Juli mendatang. (Icha)

Masih Banyak Masyarakat yang Tidak Terkoneksi Internet, Benarkah?

Telko.id – Berdasarkan penelitian dari Wireless Broadband Alliance, disoroti mengenai ketersediaan konektivitas broadband tidak lagi menjadi tantangan untuk daerah pedesaan. Sebab, penelitian tersebut mengemukakan bahwa 57% penduduk perkotaan di dunia saat ini juga tidak terhubung dengan broadband.

Inisiatif untuk meningkatkan jumlah orang yang memiliki koneksi yang konsisten untuk internet telah difokuskan di sekitar masyarakat pedesaan, namun laporan itu menunjukkan masih ada sejumlah kota di negara barat yang memiliki angka koneksi lebih sedikit ketimbang yang diharapkan.

Dilaporkan Telecoms (21/6), Penelitian yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Wifi Dunia pada 20 Juni, menunjukkan New York dan Los Angeles saat ini memiliki 27% dan 25% dari populasi mereka yang digolongkan dalam kategori ‘Urban Broadband Unconnected’. Selanjutnya ada Shanghai yang menjadi kota lain di mana persentase warga perkotaan yang tidak terkoneksi tampaknya lebih tinggi yakni pada 42%.

Seperti diketahui,  New York, Los Angeles dan Shanghai bisa dilihat sebagai kota berteknologi maju, jumlah tinggi dari warga yang tidak terkoneksi dapat dikaitkan dengan keragaman kekayaan dan kemakmuran. Laporan tersebut juga mengklaim angka tersebut dikarenakan alasan broadband tidak yang tersedia di lingkungan tertentu, serta harga broadband yang masih sulit dijangkau.

Sementara ini hampir pasti akan dianggap sebagai ‘masalah dunia pertama’, mungkin ada dampak potensial pada masyarakat di daerah lain, misalnya politik, karena lebih banyak komunikasi bergerak secara online, khususnya media sosial.

CIA World Fact Book menyebutkan bahwa Amerika Serikat sebagai salah satu negara paling makmur di dunia, dengan akuntansi GDP sebesar USD 55.800 per kapita, yang membuat statistik yang diambil dari dua kota terkemuka tadi menjadi lebih mengejutkan, meskipun tidak memberikan kejelasan kepada persentase tinggi lainnya di negara Super Power tersebut. Sedangkan Lagos dan Karachi adalah dua dari kota yang menunjukkan jumlah tertinggi warga perkotaan yang tidak terkoneksi dengan masing-masing 88% dan 86% meskipun PDB per kapita mereka terdaftar di USD 6.100 dan USD 5.000, dan dua negara yang telah biasanya terkait dengan kerusuhan politik.

“Ada kesenjangan yang jelas antara si kaya digital dan si miskin digital miskin dan hal ini pada umumnya mencerminkan tren sosial ekonomi di seluruh dunia, cukup mengherankan dengan banyaknya warga yang tidak terkoneksi di kota-kota besar tadi,” ucap Shrikant Shenwai, CEO dari Wireless Broadband Alliance.

“Hari Wifi Dunia (20 Juni) adalah kesempatan untuk mengakui kontribusi yang dibuat untuk membantu menghubungkan masyarakat yang tidak terkoneksi di seluruh dunia, apakah mereka berada di kota-kota besar atau masyarakat pedesaan,” tambah Shenwai.

Laporan ini mengevaluasi 18 dari kota terkemuka termasuk Tokyo, Dusseldorf, New Delhi, Johannesburg dan London, yang terdaftar sebagai kota yang paling terhubung karena hanya 8% dari populasi yang tidak terhubung saat ini. Eropa adalah benua yang paling terhubung dengan menunjukkan tingkat terendah warga yang tidak terkoneksi pada angka 17%, sedangkan di Asia Pasifik 68% warga perkotaan yang tidak terkoneksi.

Lewat Blibli.com, Mums and Babes Resmi Masuk Indonesia

0

Telko.id – Belanja online semakin dirasakan sebagai solusi praktis khususnya bagi masyarakat modern dewasa ini. Termasuk diantaranya para wanita, yang saat ini semakin bisa mengaktualisasi diri melalui pekerjaan serta keluarga barunya. Mereka dituntut untuk terampil mengatur waktu, dan berbelanja online adalah salah satu solusinya.

Segmen perempuan, salah satunya ibu, memang bisa dibilang memiliki kontirbusi yang cukup signifikan terhadap bisnis e-commerce. Dari 15 kategori yang ada, kategori Ibu dan Anak menempati posisi tiga besar di Blibli.com, disamping gadget dan elektronik,” kata Fransisca Krisantia Nugraha, Trade Partnership General Manager Blibli.com.

Berangkat dari fakta tersebut, tak mengherankan jika Blibli.com kemudian dianggap sebagai mitra yang tepat bagi Mums & Babes Pte Ltd untuk melebarkan sayapnya di Indonesia. Melalui kemitraan itu, Mums and Babes hadir sebagai official online store di Blibli.com dan akan menyediakan beragam perlengkapan ibu dan anak berkualitas dari berbagai brand terkemuka seperti Beaba, Recaro, Como tomo, Bross, Mimijumi, Topfer dan brand global lainnya.

Mums & Babes sendiri merupakan penyedia beragam produk perlengkapan ibu dan anak, yang berdiri di Singapura sejak 2001 silam. Seiring dengan semakin banyaknya permintaan, perusahaan pun memperluas jaringan pemasaran lewat situs online.

Kami melihat Blibli.com sebagai situs online terpercaya dengan coverage layanan yang luas ke seluruh Indonesia, sehingga kerjasama ini akan mendukung distribusi Mums and Babes, bahkan hingga ke pelosok daerah dimana toko offline kami tidak ada,” ungkap Gunawan Tjakrakusuma, Direktur PT Utama Global Persada (Mums and Babes Indonesia).

Gunawan menambahkan, sebagai situs lokal asli Indonesia, Blibli.com memahami karakteristik konsumen online tanah air dan dapat merangkul segmen konsumen yang sama dengan Mums and Babes. “Ini membuat kami percaya untuk bekerjasama dengan Blibli.com dan mengembangkan potensi e-commerce di Indonesia,” katanya.

Sementara itu bagi Blibli.com, kemitraan dengan Mums and Babes dipercaya akan semakin memberikan banyak pilihan bagi konsumen, khususnya para ibu yang setiap harinya tak hanya disibukkan oleh pekerjaan tetapi juga keluarga. “Para Ibu akan dimanjakan oleh cara belanja online yang didukung fasilitas-fasilitas yang disediakan Blibli.com,  mulai dari bebas biaya pengiriman (free shipping), beragam cara pembayaran, cicilan 0% seua produk, dan jaminan kualitas,” tambah Fransisca.

Selain menggandeng Blibli.com untuk menjadi channel eksklusif untuk memasarkan produk-produknya secara online, Mums and Babes juga berencana untuk membuka dua outlet di Indonesia, tepatnya di Jakarta, hingga akhir tahun ini.

Tiket.com Prediksi Lonjakan Trafik Hampir 2 Kali Lipat

0

Telko.id – Tiket.com sebagai platform pemesanan tiket secara online  memberikan update terbaru mengenai kenaikan trafik pada situs mereka menjelang libur lebaran tahun ini.

Adalah Gaery Undarsa, CCO & Co-Founder Tiket.com yang menyebutkan bahwa kenaikan ini berdasarkan karena libur lebaran dan libur sekolah hampir bersamaan.

“Di tahun ini agak sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun lalu, karena di tahun ini lebaran dan liburan anak sekolah jadi satu dan benar-benar hampur nempel, sehingga kita dari industri travel harus mempersiapkan sejak jauh-jauh hari mengenai promo dan channel yang lebih tepat,” ungkapnya disela kegiatan buka puasa bersama media di Jakarta (20/6).

Ia juga menambahkan, bahwa saat ini pemesanan untuk tiket kereta api sudah habis jika memang ada tentunya bukan tiket dari kelas ekonomi melainkan dari kelas bisnis dan juga eksekutif yang juga terbatas.

“Menjelang libur lebaran ini, kita mau menjual tiket pesawat dan hotel saja, karena kereta api sudah hampir habis dan dibandingkan dengan tahun lalu, sementara prediksibkenaikan lebaran kita hampir mencapai dua kali lipat,”

Sekadar informasi, kenaikan mulai signifikan terjadi ketika memasuki bulan suci Ramadhan. Biasanya dalam satu tahun mereka memiliki tiga massa pemesanan dengan trafik penjualan tinggi yaitu libur lebaran, libur tahun ajaran baru dan libur akhir tahun. Namun seperti yang dijelaskan diatas, untuk tahun ini liburan tahun ajaran baru jatuh bersamaan dengan libur lebaran sehingga membuat alokasi momen untuk berlibur tergabung dalam satu waktu. Hal ini Tentunya ikut mempengaruhi peningkatan jumlah transaksi pemesanan di tiket.com.

Untuk tahun ini, tiket.com menargetkan kenaikan revenue penjualan sebesar 100% dengan 30% share berasal dari pemesanan tiket pesawat terbang. Bila dibandingkan dengan tahun lalu sekedar informasi di tahun 2015 yang lalu tiket.com mengalami kenaikan revenue sebesar 40% pada saat musim libur lebaran dibandingkan dengan penjualan regulernya di hari biasa sementara untuk kenaikan traffic musim Lebaran tahun 2015 yang lalu tiket.com juga mencatat kenaikan sekitar 40% bila dibandingkan dengan traffic di hari biasa.

DSC_0101_1

Gaery juga menuturkan, untuk destinasi favorit dari pemesan tiket kereta api terletak di daerah Cirebon, Yogyakarta dan Solo. Sedangkan untuk pesawat ada di Surabaya, Makassar. Dengan kenaikan harga biasanya terjadi pada H-3 serta H+7, namun untuk tahun ini kenaikan harga tidak terlalu mahal.

Platform Pemesanan

Berbicara mengenai platform pemesanan, Gaery menjelaskan bahwa tahun ini lebih di dominasi oleh pengguna aplikasi mobile ketimbang web browser. Meskipun tidak memberikan angka persentase pasti, namun Gaery menargetkan kalau sampai akhir tahun, pengguna aplikasi mobile akan meningkat hingga 45%.

Hal ini juga terlihat dari banyaknya berbagai macam diskon dan promo yang mereka hadirkan pada aplikasi mobile ketimbang web browser.

“Kalau di aplikasi, penggunanya merupakan pengguna loyal sehingga kami memberikan banyak promo disana. Berbeda dengan pengunjung pada web browser yang lebih cenderung membandingkan harga ke situs penyedia lain,” tambah Gaery.

Infrastruktur Server

Berbicara mengenai lonjakan trafik, tidak lengkap rasanya jika tidak menyinggung mengenai kesiapan infrastruktur dari si penyedia layanan. Untuk Tiket.com sendiri, hal ini sudah dipersiapkan sejak H-90 agar pengguna dapat memesan tiket dengan nyaman tanpa khawatir server down.

“Kita sudah siapkan dari H-90, yang kita lakukan adalah menyiapkan banyak server, dan dipisah pisah sehingga jika server yang satu sudah mulai penuh bisa dialirkan ketempat lain. Sampai dengan saat ini sih tidak ada down, dan lancar,” ujar Gaery.

Skema ini juga diakui Gaery akan menjadi skema untuk kedepannya dan bukan untuk menghadapi lonjakan trafik lebaran saja.

Sekadar informasi, pada saat awal tiket.com menggunakan private Cloud sebagai server mereka, namun sejak tahun lalu skema infrastruktur mereka rubah karena permintaan akan kebutuhan tiket juga semakin tinggi. Mereka mengkombinasikan kan antara private Cloud dengan server fisik yang mereka miliki.

“Mulai tahun lalu, infrastruktur kita rubah karena kita punya skala semakin besar. Jadi kita kombinasikan antara Cloud dan server fisik dan beberapa sudah kita mulai pindahkan ke Indonesia untuk yang bersifat sensitif seperti payment,” ujar Gaery.

Sekadar informasi, mereka juga merupakan partner official IBM Rackspace dan salah satu partner sukses di Indonesia adalah Tiket.com.

Sedangkan mengenai security, mereka menggunakan SSL dan mereka mengklaim menjadi salah satu yang paling advanced. Sementara untuk payment, mereka menggunakan cyber source dengan fraud rate untuk payment Credit card menjadi salah satu yang paling rendah.

Telkomsel Giat Perkenalkan Tcash Pada Kaum Perempuan

0

Telko.id – Telkomsel memang saat ini semakin giat memperkenalkan layanan TCASH ke masyarakat. Caranya dengan menggandeng berbagai komunitas agar edukasi, sosialisasi dan ekosistem dari layanan keuangan digital ini juga dapat terbentuk lebih cepat. Salah satu yang baru saja dilakukan adalah bekerjasama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU).

Di mana TCASH ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan transaksi jual-beli dan pembayaran secara non tunai melalui layanan TCASH bagi para anggota komunitas Perempuan Nusantara (Penara). Kerjasama ini dilakukan di sela-sela berlangsungnya Bazar Rakyat yang diselenggarakan Penara di Alun-alun Kantor Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/6).

“Kami menggandeng komunitas Penara untuk mendukung aktivitas wirausaha mereka agar bisa bertransaksi secara cashless, sehingga memberikan kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi. Inilah salah satu upaya kami untuk memberdayakan perekonomian masyarakat melalui layanan keuangan inklusif, yang tentunya sesuai dengan visi kami untuk membangun ekosistem digital yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

Melalui kerjasama ini, para anggota komunitas Penara, terutama yang bergerak di bidang usaha kecil dan menengah (UKM), dapat berperan sebagai merchant TCASH, di mana seluruh transaksi jual-beli dilakukan melalui layanan keuangan digital tersebut. Selain itu, para anggota komunitas Penara juga dibimbing menjadi agen TCASH untuk melayani kebutuhan pelanggan TCASH untuk melakukan cash in dan cash out di akun TCASH, melakukan pembayaran tagihan secara mobile, dan sebagainya.

Ke depannya, para anggota Penara juga dapat menikmati fasilitas komunikasi telepon dan SMS ke sesama anggota secara gratis. Dalam waktu dekat, Telkomsel berupaya melayani sekitar 30.000 anggota komunitas Penara dengan total jumlah merchant TCASH sebanyak 300 UKM dari komunitas tersebut.

MNU memiliki visi untuk mencetak perempuan Indonesia yang berdaya, memiliki kemandirian, dan berkualitas. Untuk mencapai visi tersebut, dibangunlah wadah kolaborasi digital business ecosystem partnership yang menggandeng mitra bisnis strategis dari sektor telekomunikasi, keuangan, serta pengadaan pangan dan distribusi. Dalam hal ini, MNU berkolaborasi dengan Telkomsel, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Ketua MNU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, “Kami percaya Telkomsel dengan jangkauan jaringan terluas dan berkualitas hingga menyentuh hampir seluruh wilayah populasi Indonesia mampu mendukung kami dalam mewujudkan visi kami yang juga sejalan dengan visi Telkomsel dalam membentuk ekosistem bisnis digital yang terpadu. Kerjasama dengan Telkomsel memberikan keunggulan layanan telekomunikasi tersendiri bagi para anggota komunitas Penara yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.”

Saat ini Telkomsel juga bekerjasama dengan pemerintah pada pra uji coba pemanfaatan TCASH sebagai alternatif solusi mekanisme penyaluran bantuan sosial non tunai bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk studi kelayakan penggunaan uang elektronik TCASH untuk distribusi dana bantuan pemerintah. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan distribusi bantuan sosial secara non tunai menjadi lebih tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat administrasi.

“Jumlah pelanggan terbanyak, jaringan distribusi yang merata, dan jangkauan jaringan terluas secara nasional yang dimiliki Telkomsel menjadi faktor yang menentukan penggunaan TCASH sebagai media yang efektif untuk mempercepat terwujudnya inklusi layanan keuangan digital untuk semua masyarakat Indonesia,” jelas Ririek.

Dalam kegiatan Bazar Rakyat di Kantor Kabupaten Bandung Barat, para anggota komunitas Penara merasakan pengalaman bertransaksi membeli sembako menggunakan TCASH Tap di booth UKM Penara. Dengan metode pembayaran tersebut, pengguna hanya perlu melakukan tap (mendekatkan ponsel dengan mesin EDC) sehingga transaksi dilakukan dengan mudah dan praktis, tanpa menggunakan uang tunai. (Icha)

Komisi Eropa Buka Ruang Konsultasi Untuk Muluskan 5G di 2020

0

Telko.id – Implementasi teknologi 5G memang masih 4 tahun lagi, tetapi banyak pihak sudah bersiap untuk menghadapinya. Termasuk juga Uni Eropa. Namun, Eropa tidak serta merta menerima kehadiran 5G di wilayah nya.

Perlu ada pertimbangan dari berbagai sisi sehingga secara keseluruham Eropa pun mendapatkan manfaat yang optimal dari teknologi baru ini. Untuk itu, European Commission (EC) membuka ruang konsultasi yang akan menerima berbagai masukan dari berbagai pihak tentang pembangunan 5G yang direncakan akan diimplementasikan pada tahun 2020. Konsultasi ini akan terbuka sampai 11 Juli 2016.

Siapapun dapat berkontribusi dalam ruang konsultasi tersebut. Tetapi EC sangat tertarik jika kontribusi tersebut masuk dari telekomunikasi dan perwakilan sektor ICT serta pemangku kepentingan dari setiap sektor yang proses, produk atau jasa dapat memperoleh manfaat dari konektivitas 5G.

“Dari perspektif ekonomi dan sosial, 5G adalah kesempatan besar untuk meningkatkan daya saing industri Eropa. Ini memiliki potensi untuk menciptakan ekosistem digital baru di mana jaringan bertindak sebagai platform untuk baru, layanan khusus, ” ujar Gunther Oettinger, Commissioner for Digital Economy and Society European Commission menjelaskan, seperti yang dilansir dari RCR Wireless.

Komisi Eropa telah mengidentifikasi otomotif, kesehatan, pabrik cerdas dan logistik, energi, media dan hiburan sebagai sektor yang akan mendapatkan keuntungan dari implementasi jaringan 5G ini. “5G harus meningkatkan proses rantai nilai di industri tersebut, membuat perekonomian lebih kompetitif, ulet, produktif, dan membawa nilai lebih kepada masyarakat,” ujar Oettinger menambahkan.

Komisi Eropa meminta pada pemangku kepentingan untuk berbagi pandangan mereka tentang urgensi pengenalan 5G di Eropa, dan khususnya apakah Eropa harus menampilkan jaringan 5G pilot komersial sebelum standardisasi ditentukan. Selain itu, apakah diperlukan koordinasi pada jaringan 5G di semua negara anggota?

Komisi Eropa ingin mendapatkan masukan, apakah dalam pengenalan 5G ini perlu service yang spesifik untuk memulainya, peningkatan layanan enhanced Mobile Broadband (eMBB), perlu kasus khusus yang membutuhkan Ultra Reliable Low Latency (URLL) untuk aplikasi yang kritikal terhadap waktu, seperti misalnya industri pada layanan Internet of Things (IoT) dan Massive Machine Type Communication (mMTC).

Selain itu, EC juga membutuhkan masukan terhadap aspek yang berkaitan dengan spektrum, standar dan regulasi juga pusat konsultasi. Secara khusus, EC menanyakan apakah perlu mengumumkan spektrum yang dipertimbangkan untuk digunakan 5G sebelum 2019? Termasuk juga persyaratan standar yang harus diutamakan, baik persyaratan sektor vertikal dari awal.

“Pada 5G, akan digunakan spektrum yang cukup radikal atau (millimeter wave) dengan karakteristik operasional yang berbeda. Dengan kondisi tersebut, apakah membutuhkan pendekatan regulasi yang menyangkut sharing, co-primary usages dan lisensi,” ujar Oettinger menerangkan.

Lalu, Oettinger juga menanyakan, jika EC memiliki aturan dalam pengembangan jaringan 5G, dengan skenario menggunakan regulasi yang sudah ada sebagai acuan, apakah memungkinkan? Lalu aturan yang mana yang sesuai?

“Saat ini, semua pihak yang berkepentingan mendukung bahwa Eropa perlu menggunakan pendekatan GSM dalam memperkenalkan 5G. Tapi yang mana? Karena ada tiga model yakni GSM, 3G atau 4G yang relevan untuk digunakan sebagai acuan untuk penyebaran 5G di Eropa? Jika ada,” Oettinger bertanya.

Ringkasan singkat tentang hasil konsultasi ini akan dipublikasikan, satu bulan setelah konsultasi ini di tutup. Diikuti dengan laporan analisanya. Namun, EC tidak menentukan tanggal pengumumannya tersebut. (Icha)