spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1617

Samsung Investasi 1.2 Miliar US$ Untuk IoT di Amerika

0

Telko.id – Samsung saat ini memang menjadi produsen IT yang begitu agresif dalam banyak hal terkait teknologi masa depan. Salah satu yang menjadi fokus dalam pengembangan teknologinya adalah mengenai internet of things atau IoT. Produsen asal Korea ini berkomitmen untuk menginvestasikan $1,2 miliar untuk IoT ini.

“Kami sangat bersemangat untuk masuk ke era IoT dengan strategi tersendiri. Untuk itu, kami akan menanamkan investasi sebesar $1,2 miliar di Amerika, center of IoT dan R&D. Dana ini akan dipergunakan selama 4 tahun,” ujar Dr. Oh-Hyun Kwon, Vice Chairman and CEO Samsung Electronics menjelaskan dalam Samsung’s vision for ‘Human-Centered IoT.

Pada kesempatan tersebut, Kwon menyatakan dalam pidatonya dalam acara yang bertajuk

Internet of Things: Mengubah Masa Depan, membawa bersama-sama pemimpin industri teknologi dengan pembuat kebijakan dan influencer untuk membahas berbagai cara IOT bisa mendapatkan keuntungan masyarakat, dan bagaimana untuk mengatasi tantangan yang tetap membawanya untuk menjadi besar.

Kwon juga menghimbau agar mulai membicarakan dan berfikir tentang IoT dari sisi yang berbeda. Dengan pendekatan kemanusiaan, merangkul berbagai kemungkinan teknologi untuk mengubah hidup dan bekerja sama untuk membawa manfaat bagi masyarakat yang lebih besar lagi.

“Di Samsung, manusia menjadi pusat segalanya dari apa yang kami lakukan dan hal itu menjadi nilai yang tidak terhingga,” ujar Kwon menambahkan.

Di sisi lain, IoT harus menjadi kenyataan dan menjadi kekuatan untuk transformasi secara menyeluruh. Jika saat ini, IoT mengubah kehidupan individual dan membantu nya untuk keseharian di rumah. Ke depan, menggunakan IoT adalah memberikan kemandirian terhadap jutaan masyarakat Amerika bahkan dunia. Kita dapat membuat masyarakat tetap berada di luar rumah sakit dengan perawatan di rumah. Dengan demikian, masyarakat juga akan hidup lebih lama. Benefit ini dan harga yang disimpan untuk sosial tersebut tidak dapat diacuhkan,” sahut Kwon lebih lanjut.

Jika memang Samsung berkeinginan untuk menjadi innovator di semua bidang dengan menggunakan IoT maka produsen ini pun harus memastikan bahwa peralatan yang ada juga harus dapat saling berkomunikasi dengan baik. Artinya, teknologi dapat melakukan koneksi satu dengan lainnya karena kendalanya saat ini adalah teknologi masih menghalangi inovasi dan skala ekonomi pun menjadi terhambat.

Kwon juga mengingatkan bahwa regulasi yang ada pun harus sejalan dengan pengembangan dari IoT ini. Baik dari sisi device maupun platform yang digunakan sehingga dapat saling terkoneksi semua.

Untuk itu, Samsung juga menginisiasi untuk menjadi co-founder dari National Strategi Dialogue yang memungkinkan terjadi kolaborasi lintas sektoral dan membangun partnership. Dialog ini akan dipandu oleh Information Technology Industri Council atau ITI. Dan akan mendesain National IoT Strategy. Baik dari sisi peraturan yang berpihak terhadap keuntungan secara individual, komunitas, inovator dan ekonomi Amerika. (Icha)

Acer Menanti Kejelasan TKDN

Telko.id – Acer memang boleh dibilang pemain baru di Indonesia khusus untuk segmen smartphone. Namun, produsen asal Taiwan ini sangat serius untuk mengembangkan bisnis smartphone nya di Indonesia ini. Bukan apa-apa, bisnis smartphone di Indonesia ini cukup menggiurkan dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta atau untuk smartphone sendiri setiap tahun nya mampu menyerap sekitar 35 juta unit smartphone.

“Kami sangat serius bangun bisnis smartphone di Indonesia. Hanya saja, kami perlu kejelasan dari peraturan pemerintah tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Dengan kejelasan ini maka kami juga lebih mudah membuat planning untuk ke depan nya,” ujar Herbet Ang, Presiden Director Acer Indonesia menjelaskan dalam peluncuran 12 produknya yang terdiri dari consumer Notebook, Gaming Series Predator, All-In-One (AIO), produk komersial, Desktop hingga produk-produk 2-in-1.

Selanjutnya, Herbet juga menambahkan bahwa dengan adanya peraturan tentang TKDN ini membuat produsen harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Harapannya, pemerintah juga melaksanakan peraturan tersebut dapat konsisten, sehingga, produsen dapat melakukan simulasi investasi yang lebih pasti.

Selain itu, Herbet juga berharap apapun isi dari peraturan TKDN dari pemerintah dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak ada perbedaan perlakuan dengan vendor lain.

Acer sendiri sudah memproduksi smartphone 4G nya dan sudah memenuhi aturan yang ada yakni Acer Z330. Produk ini merupakan produk yang menjadi salah satu simulasi investasi yang dilakukan oleh Acer di Indonesia. Dengan demikian, jika peraturannya sudah lebih jelas, maka Acer juga dapat menghitung dengan lebih rinci lagi investasi yang akan dilakukan di Indonesia.

Mirip dengan strategi produk lainnya, Acer juga memiliki strategi sendiri dalam meluncurkan produk smartphone. Yang pasti, setiap range produk akan coba diisi oleh produk-produk Acer Smartphone. Itu sebabnya, pada semester dua 2016 ini, Acer sudah mengantongi sejumlah produk untuk diluncurkan di Indonesia. (Icha)

Bisnis Apple Di Indonesia Terbantu Karena Iphone 5s

0

Telko.id – Seperti diketahui, Apple sampai saat ini masih belum bisa memasok Iphone jenis terbaru. Baik iPhone 6S maupun iPhone SE. Maklum saja, ada peraturan pemerintah tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang masih belum dipenuhi oleh vendor asal Amerika ini.

“Beruntung, bisnis iPhone di Indonesia terbantu oleh iPhone 5s karena pasar untuk smartphone kelas ini masih sangat besar sekali,” ujar Jeremy Sim, CEO Retail Group, Erajaya Group of Companies menjelaskan dalam peluncuran iBox.co.id.

Dengan adanya produk iPhone 5s ini maka keberlanjutan dari bisnis Apple di Indonesia masih dapat terjaga. Namun, Jeremy sangat berharap bahwa peraturan pemerintah tentang TKDN ini cepat diselesaikan. “Jika sudah selesai maka kami, sebagai Apple Premium Reseller juga dapat lebih nyaman berbisnis di Indonesia,” sahut Jeremy menambahkan.

Selain itu, Jeremy juga berharap agar pintu masuk bagi produk ilegal atau black market juga di tutup. Diakui oleh Jeremy, dengan adanya produk ilegal maupun refurbish memang mengganggu. Hanya saja, masyarakat Indonesia juga sudah paham, jika membeli produk dengan harga mahal, maka perlu juga kenyamanan. Hal ini yang membuat bisnis Apple terutama penjualan iPhone masih tumbuh cukup baik di Indonesia.

Berdasarkan data tahun lalu di Erajaya Group, permintaan terhadap produk Apple tumbuh sekitar 10 – 15%. Atau dilihat dari sisi pendapatan untuk produk Apple yang didalamnya termasuk juga iPhone masih sekitar Rp1.8 Miliar. Dari total pendapatan Erajaya sendiri yang diakhir tahun 2015 mencapai Rp20 Triliun. Yang Rp18 Triliun merupakan penjualan smartphone. Sedangkan untuk penjualan di toko retail milik Erajaya atau Erafone mencapai Rp5.3 Triliun.

Untuk memberikan alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk membeli produk Apple, produsen asal Amerika ini pun menunjuk Erajaya untuk membuat ibox.co.id sebagai channel pembelian secara online. Bedanya dengan penjualan online lain adalah produk yang dijual dapat dipastikan resmi. Produk yang dijual meliputi Mac Family, iPhone, iPad, iPod, Apple Watch, Apple TV dan aksesorisnya.

Indonesia sendiri dilihat oleh Apple sebagai negara yang memiliki potensi yang sangat besar. Itu sebabnya, produsen ini sudah melakukan pendekatan pada pemerintah untuk keberlangsungan bisnis nya di Indonesia.

“Sebenarnya dengan adanay peraturan pemerintah tentang TKDN yang 100% software ini sangat dinanti oleh Apple. Soalnya, teknologi yang dimiliki oleh Apple ini masih banyak yang belum bisa ditiru oleh produsen lain. Demikian juga dengan software nya. Dan jangan salah, untuk pengembangan software lokal itu juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Bahkan bisa saja lebidibandingkan dengan membuat manufaktur sederhana atau assembling saja,” ujar Jeremy menjelaskan. Itu sebabnya, Apple sangat menantikan kejelasan dari peraturan pemerintah tentang TKDN ini.(Icha)

XL Rangkul Developer Lokal Bangun Ekosistem IOT

0

Telko.id – XL berniat menjadi Digital Economic Enabler dalam rangka mengembangkan ekosistem internet of things. Di mana para start up dapat berjalan diatasnya dengan baik dan tanpa kendala. Untuk itu XL membuat platform IoT yang disebut dengan Agnosthings yang akan membantu para developer untuk memengembangkan layanan telekomunikasi yang mencakup layananan pengelolaan perangkat, pengelolaan aplikasi baik mobile apps maupun web apps, pengelolaan konektifitas data package maupun SMS. Selain itu, IoT juga mengembangkan solusi sebagai layanan (Solution as a Service/SaaS).

Agar dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi maka XL merangkul para pengembang lokal untuk melahirkan layanan-layanan IoT yang inovatif dan sesuai dengan permintaan pasar.

“Kami melihat, merangkul para developer lokal adalah pilihan terbaik untuk terus mengembangkan layanan IoT. Indonesia memiliki banyak sekali anak muda yang pintar dan memiliki bakat menciptakan solusi-solusi digital. Mereka membutuhkan sarana juga untuk berkembang dan lebih produktif. Karena itulah XL memilih berkolaborasi dengan mereka untuk maju meraih peluang masa depan secara bersama, ” ujar Joseph Lumban Gaol, Chief Digital Service Officer XL menjelaskan.

IOT platform ini dapat dipergunakan oleh berbagai pihak seperti terutama kalangan industri, seperti antara lain manufaktur dan finansial. Lalu, juga kalangan pembuat atau perakit solusi digital, biak itu pengembang, pembuat layanan solusi, system integrators, dan sebagainya. Kalangan pengelola layanan publik dan tentunya masyarakat kreatif juga bisa memanfaatkannya.

Dalam upaya mengembangkan IoT tersebut, XL menyelenggarakan suatu kompetisi bernama Agnosthings IoT Developer Challenge. Pada event ini, XL menjalin kerjasama dengan Komunitas Pengembang dan Pembuat Solusi Digital yang tergabung dalam Platform “Dicoding” yang beranggotakan lebih dari 20 ribu developer di seluruh Indonesia. XL memiliki target tahun ini akan bisa mengundang kurang lebih 1.000 developer. Target lainnya dari program ini adalah menghasilkan lebih dari 100 aplikasi untuk Agnosthings dalam berbagai variasi solusi, terutama untuk diterapkan pada layanann Smart City, Smart Home, dan Creative City.

Narenda Wicaksono, Co-Founder Dicoding mengatakan, “Kami mengapresiasi kerjasama yang terjalin dengan XL Axiata untuk mendorong para developers dan makers di tanah air mengembangkan solusi-solusi IoT yang dapat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.”

Pada tahun ini, event kompetisi akan berlangsung dua kali. Event pertama sudah berlangsung di Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, pada 21 Maret – 21 April 2016 lalu, yang diikuti tidak kurang dari 250  orang developer. Selain kompetisi, XL juga menyelenggarakan sesi coaching clinic tentang Agnosthings di ketiga kota tersebut, termasuk ke dua universitas di Yogyakarta dan Surabaya. Sebagai keberlanjutan atas terselenggaranya acara Agnosthings IoT Developer Challenge, XL, BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) dan Dicoding berencana akan melaksanakan event kedua di akhir tahun 2016.

Pada kompetisi tersebut, XL memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat solusi aplikasi digital berbasis mobile atau web dengan dua tema, yaitu Smart Home dan Smart Power. Mereka pun harus membuat konstruksi solusi yang diciptakan, mulai dari problem statement yang mendasari penciptaan solusi, desain inovasi, model solusi yang akan dibangun pada Agnosthings, hingga rencana fase pengembangan.

Mengapa Smart Home dan Smart Power? XL melihat potensi besar terkait layanan solusi rumah pintar di masa mendatang. Saat ini kendala terbesar adalah terkait mahalnya perangkat atau piranti rumah pintar. Tantangannya adalah, bagaimana membuat solusi rumah pintar dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.

Dari kompetisi pertama yang berakhir Mei 2016 lalu, didapatkan 33 aplikasi pemenang yang sudah dibuat di atas Agnosthings platform ini. Selanjutnya para pemenang akan mendapatkan mentoring dari XL untuk mematangkan karyanya. XL akan melihat potensi pasar, pengembangan selanjutnya, tim developers, termasuk juga kemungkinan kerjasama bisnis yang bisa dikembangkan.

Berbagai solusi yang tercipta dalam kompetisi tersebut, untuk tema Smart Home antara lain berupa remote control untuk lampu, perangkat elektronik, kompor gas, tendon air, dan alat-alat rumah yang membutuhkan kecermatan dalam pemakaiannya. Lalu ada juga solusi inovatif berupa perangkat otomatis untuk lampu dan AC, yang ketika pemilik rumah sudah dekat lampu dan AC bisa menyala sendiri. Solusi menarik lainnya berupa aplikasi untuk menjaga bayi. Aplikasi ini memiliki fitur yang bisa memonitor kondisi bayi, termasuk juga mengatur suhu ruangan yang nyaman untuk si bayi, serta bisa mendeteksi suara bayi yang menangis. (Icha)

Gandeng Grab dan Alfamidi, Alfacart Mudahkan Orang Belanja Sahur

0

Telko.id – Program Beli di Kota Ambil di Kampung Halaman sepertinya tidak akan menjadi satu-satunya tawaran Alfacart.com di bulan Ramadan. Baru-baru ini, pemain baru (setelah transformasi) di industri e-commerce ini mengumumkan kolaborasinya dengan jaringan Alfamidi serta Grab untuk memberi solusi belanja online, serta antar barang secara mudah dan praktis.

Dipanggil Grab Sahur Bareng Alfacart, program ini akan memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran pada saat barang pesanan diterima atau Cash-on-Delivery (COD). Program ini akan tersedia untuk pelanggan di wilayah Jakarta, Tangerang dan Depok.

“Bagi pelanggan yang karena kesibukan hanya memiliki waktu terbatas sehingga tidak sempat untuk pergi berbelanja keperluan sahur, sementara asisten rumah tangga sudah berada di kampung halaman, kini kami sediakan solusinya melalui layanan Grab Sahur Bareng Alfacart,” kata Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Executive Officer, Alfacart.com dalam keterangan resmi, (21/6).

Cara untuk menggunakan layanan ini juga terbilang mudah, karena pelanggan cukup mengakses situs grabsahur.alfacart.com sebelum akhirnya mengikuti tahapan berikutnya.

“Pemesanan kami layani hingga jam 02.00 WIB dan layanan pengiriman terakhir kami lakukan di jam 03.00 WIB,” tambah Catherine.

Program Grab Sahur Bareng Alfacart ini sendiri akan digelar hingga 5 Juli 2016.

“Inovasi layanan demi terpenuhinya kebutuhan, gaya hidup serta kepuasan pelanggan telah menjadi komitmen kami. Grab Sahur Bareng Alfacart adalah salah satu wujud dari kesungguhan tersebut,” kata Catherine lagi.

Digandengnya Alfamidi dalam program ini juga bukan tanpa alasan. Jaringan toko ini dinilai Alfacart.com mampu menyediakan produk-produk atau bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan Sahur pelanggan. Sementara untuk memberikan kecepatan dan keamanan layanan antar, Grab Sahur Bareng Alfacart menggunakan jasa layanan GrabExpress.

Alfacart.com juga menggratiskan ongkos kirim untuk pembelanjaan Rp.50ribu ke atas. Sementara bagi pelanggan dengan nilai belanja Rp.100ribu ke atas akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10% dengan memasukkan kode voucher HEMAT di bagian “my shopping cart”.

Garap Pasar Telko Myanmar, Institusi Keuangan AS Siapkan Rp 3 Triliun

0

Telko.id – Institusi Keuangan milik Pemerintah AS, Overseas Private Investment Corporation (OPIC) telah mengumumkan investasi pertamanya di sektor telekomunikasi Myanmar yang sedang berkembang, dengan meminjamkan uang sebesar US$250 juta kepada Apollo Towers Myanmar.

Sejak diluncurkan pada tahun 2014, Apollo telah membangun sekitar 1.800 menara untuk mendukung sektor mobile di Myanmar. Perusahaan berencana untuk membangun lebih dari 2.000 menara tambahan di tahap pengembangan berikutnya, lapor TelecomAsia, Rabu (22/6).

Investor Apollo saat ini, TPG Growth, Tillman Global Holdings dan Myanmar Investment International telah memfasilitasi proses pinjaman dan berencana untuk terus bermitra dengan Apollo dalam ekspansinya.

“Apollo telah mampu memanfaatkan naiknya permintaan layanan mobile dan telekomunikasi, bekerja sama dengan operator jaringan global seperti Telenor dan Ooredoo, serta Myanmar Pos dan Telekomunikasi yang berbasis lokal,” kata pendiri Apollo, Sanjiv Ahuja.

Ia menyebut, pembiayaan OPIC ini merupakan sebuah kolaborasi unik antara sektor swasta dan publik dalam membantu memperluas infrastruktur penting yang dibutuhkan untuk membawa layanan telekomunikasi ke porsi yang lebih besar dari penduduk Myanmar.

Investasi TPG Growth 2014 di Apollo adalah investasi pertama di Myanmar oleh sebuah perusahaan ekuitas swasta besar dari luar (asing), menyusul upaya pemerintah untuk meliberalisasi telekomunikasi dan sektor lainnya.

Produk IoT Smartfren Sasar Perusahaan Asuransi

0

Telko.id – Smartfren, salah satu operator 4G LTE Advanced yang memiliki coverage terluas di Indonesia kini mencoba merambah dunia IoT. Tidak tanggung-tanggung, produk IoT mereka kini menyasar perusahaan asuransi.

Smartfren mendukung pengembangan produk pada bisnis asuransi melalui layanan Smartrek UBI (Usage Based Insurance) secara end-to-end. Layanan ini sejatinya merupakan perangkat yang kerap dipasang di kendaraan-kendaraan untuk mengetahui perilaku berkendara pengemudi.

Dengan layanan ini perilaku mengemudi yang di luar batas kewajaran dapat diketahui, seperti kebiasaan berakselerasi yang tidak sesuai, melakukan pengereman mendadak, melebihi batas kecepatan yang wajar, atau waktu tempuh yang melebihi batas rata-rata. Dari alat inilah, perusahaan asuransi dapat mengumpulkan dan menganalisa perilaku berkendaraan setiap nasabah atau kliennya.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Smartfren yang juga merupakan pemain baru di ranah M2M dan IOT, ingin menciptakan inovasi yang memberikan pengalaman baru bagi pelanggan.

Revie Sylviana, Senior Vice President Digital Services Smartfren mengatakan bahwa layanan mobile apps Smartrek adalah solusi cerdas bagi pemilik kendaraan baik perusahaan maupun perseorangan yang membutuhkan solusi tracking dan fleet management. Dengan hanya membeli Asuransi dari PT. Asuransi Simas Net, kendaraan pelanggan secara otomatis dilengkapi oleh perangkat On Board Diagnostic (OBD) GPS.

Sementara untuk Cara kerja perangkat Smartrek yang dilengkapi dengan SIM Card Smartfren 4G LTE setelah dipasang pada port OBD di mobil, maka perangkat akan merekam dan mengirimkan seluruh informasi berkenaan dengan kendaraan pelanggan seperti koordinat kendaraan, informasi kondisi mesin mobil dan kebiasaan mengemudi dan seluruh informasi yang diterima akan disimpan di database Smartrek.

Lebih lanjut, Sistem Smartrek akan mengolah dan mengirimkan data sesuai dengan kebutuhan melalui data terenskripsi untuk menjamin keamanan dan API khusus bagi para pelanggan perusahaan. Klien atau nasabah dapat mengetahui informasi lokasi kendaraan secara realtime melalui mobile application dengan memasukkan nomor Smartfren atau nomor polis asuransinya.

Sebagai tahap awal, Smartfren bekerjasama dengan Asuransi Simasnet yang akan diluncurkan pada 8 Agustus sedangkan pre-order layanan sudah dibuka dan bagi pelanggan yang beruntung tersedia kejutan THR dengan total hadiah sebesar Rp.10 juta bagi 10 pelanggan untuk pembelian di bulan Juni s/d Juli 2016.

Sejatinya, beberapa operator selular di Indonesia juga telah menghadirkan layanan IoT untuk segala aspek kebutuhan masyarakat. Namun, patut ditunggu bagaimana sepak terjang Smartfren di ranah IoT ini, karena tren saat ini memang mengarah ke Internet of Things.

Telefonica Seriusi Garap VoLTE di Peru

0

Telko.id – Raksasa telekomunikasi, Telefonica mengatakan akan terus bekerja dengan vendor asal China yakni ZTE pada implementasi teknologi NFV.

Telefonica dan mitra penjual ZTE telah mengumumkan bahwa segera mengoperasikan layanan Voice-over-LTE (VoLTE) secara komersial di Peru.

Dilansir TotalTelecom (22/6), jaringan VoLTE akan berjalan berdasarkan infrastruktur inti IMS milik Telefonica yang dihadirkan berkat kerjasama dengan ZTE pada empat tahun lalu. Jelas vendor asal China ini. ZTE menambahkan, bahwa hal ini merupakan jaringan VoLTE IMS pertama yang akan diluncurkan di Peru.

Sekadar informasi, kedua perusahaan inj  telah bekerja pada elemen VoLTE sejak Agustus tahun lalu, yang antara lain melihat ZTE membangun session border controller (SBC) untuk VoLTE terbaru.

“Telefónica del Perú telah dan akan cukup aktif pada evolusi jaringan untuk memberikan layanan yang lebih menguntungkan dan kompetitif untuk pengguna kami sambil mengurangi TCO (total biaya kepemilikan) kami, mengatakan CTO Telefonica Pedro Planas.

Dia mencatat bahwa seluruh proyek, termasuk modernisasi infrastruktur fixed dan mobile broadband Operator, dilaksanakan dengan cepat dan lancar.

“Tantangan baru untuk Telefónica del Perú adalah evolusi jaringan terhadap teknologi virtualisasi. Kami sangat senang untuk melanjutkan kerjasama kami dengan ZTE, mitra referensi Telefónica dalam teknologi NFV.” Lanjut Planas.

ZTE menambahkan bahwa solusi Cloud Unicore, yang menggunakan NFV dan software-defined networking (SDN) merupakan teknologi untuk memfasilitasi operasi virtualisasi dari infrastruktur IMS core network, telah digunakan di 50 proof of concept (PoC) dan penyebaran komersial di seluruh dunia, dengan angka yang berasal dari nama besar perusahaan telekomunikasi, termasuk kelompok Telefonica.

Samsung Gelontorkan Dana Rp 15 T Untuk IoT

0

Telko.id – Samsung telah menggelontorkan dana sekitar US$1.2 miliar atau setara Rp 15 Triliun untuk penelitian dan pengembangan IoT atau Internet if Things selama tiga tahun ke depan.

Perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini telah mengalokasikan investasi ke ketiga fungsi R&D utamanya, dipimpin oleh Samsung Strategy and Innovation Centre, Samsung Global Innovation Center dan Samsung Research America.

Menurut Samsung, sebanyak 15.000 karyawan akan terlibat dengan proyek, yang diklaim akan kembali fokus pada unsur manusia dari IoT ini. Demikian dilaporkan Telecom, Rabu (22/6).

“Di Samsung, menempatkan manusia sebagai pusat dari segala sesuatu yang kami lakukan adalah nilai tertinggi kami. Hal yang sama harus dilakukan untuk IoT jika kami ingin mewujudkan kekuatan transformatif secara penuh,” kata vice chairman Samsung Electronics, Oh-Hyun Kwon.

Ia menambahkan, hari ini IoT telah mengubah kehidupan individu, dimana ini memungkinkan untuk membantu orang mendapatkan rumah mereka sendiri. Tapi besok, menggunakan IoT, kemerdekaan yang sama bisa diberikan untuk jutaan orang Amerika. “Kita bisa membuat orang keluar dari rumah sakit dan panti jompo. Mengingat populasi kita hidup lebih lama, manfaat dan penghematan biaya bagi masyarakat tidak bisa diabaikan,” katanya.

Kerjasama industri dan interoperabilitas standar terbuka diakui Samsung sebagai faktor utama evolusi IoT. Untuk itu, Samsung akan mengejar kemitraan lintas sektor dan membentuk National IoT strategy Dialogue, sebuah alat yang diklaim perusahaan akan menjadi acuan pembuat kebijakan dalam memungkinkan teknologi agar bermanfaat bagi individu, masyarakat, inovator dan ekonomi AS.

“[Pengumuman] ini … bukan tentang langkah pertama – itu karena IoT sudah terjadi di sekitar kita. Sekarang sudah waktunya untuk membayangkan potensi transformatif dari IoT untuk masyarakat kita – dan belajar bagaimana mendapat manfaat yang sebesar-besarnya bagi manusia dan sosial,” pungkas Kwon.

Sinar Mas Land Hadirkan Silicon Valley di BSD

0

Telko.id – Salah satu pemain properti terbesar di Indonesia, Sinar Mas Land kembali melakukan inovasi dengan menghadirkan ‘silicon valley’ di kawasan BSD, Tangerang Selatan yang diberinama Digital Hub.

Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe menyebutkan, “Hari ini merupakan suatu babak baru bagi BSD dalam 20 tahun kedepan, dimana kita bisa menjawab tantangan terhadap ekonomi kedepan. Saat ini, semua data bisa di compress menjadi lebih kecil dan bisa dikirim dengan cepat secara realtime,” ujarnya pada saat Jumpa Media di BSD (21/6).

Ia menambahkan, berkat hadirnya internet segala kemudahan dapat dirasakan oleh setiap masyarakat. Seperti memasarkan produk properti, mencari tiket pesawat dengan harga terjangkau serta mencari alamat di seluk beluk kota besar. Lebih lanjut, Ia juga menyoroti tentang taksi online yang mampu menyaingi taksi biasa.

DSC_0109_1

Digital Hub merupakan sebuah kawasan seluas 25.86 Ha yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land untuk menghadirkan coworking space bagi para startup, Tech Leader serta Komunitas Digital. Digital Hub juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan suatu wilayah yang memiliki infrastruktur teknologi serta diharapkan akan menjadi percontohan dari Smart City.

Digital Hub juga diharapkan akan memberikan perubahan bagi masyarakat BSD City, guna mendukung new economy. Selain itu, Digital Hub juga akan dijadikan rumah bagi komunitas untuk berinovasi dan mendukung startup agar mampu menyokong perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Irvan Yasni selaku CTO Sinar Mas Land menyebutkan, “Kita mengkoneksikan beberapa ekosistem di dalam kota kita, sehingga informasi bisa saling terkoneksi dan terciptanya digital ecosystem,” ujarnya.

Irvan menambahkan, saat ini sudah banyak perusahaan besar yang terkena imbas dari digital distruption. Sebagai contoh adalah perusahaan Kamera terkenal yakni Kodak, Nokia Mobile, bahkan perusahaan taksi terbesar di Indonesia pun bisa disaingi oleh taksi online. Sejatinya, digital distruption dapat menjadi sebuah peluang sekaligus ancaman bagi perusahaan yang belum mengadopsi digitalisasi.

Irvan menyebutkan, untuk merealisasikan Digital Hub ini, Sinar Mas membangun setidaknya lima tahap seperti : Mobile Apps, Integrated Operation Center, Digital Platform, Digital Network Infrastructure dan IoT.

Karena sekitar 5 atau 6 startup sudah masuk BSD, Sinar Mas akan segera menghadirkan fiber optic guna mengaliri internet diwilayah tersebut. Selain itu, wifi akses dan sensor IoT yang dikoneksikan ke jaringan yang mereka punya juga dihadirkan sehingga dapat terkoneksi ke mobile apps buatan mereka.

Sementara itu berbicara mengenai infrastruktur, seperti disebutkan diatas Sinar Mas akan menghadirkan konektifitas via fixed broadband dengan kecepatan 1Gbps.

Sinar Mas Land memanfaatkan jasa dari vendor raksasa asal China yakni Huawei. Keyakinan mereka terkait posisi Huawei saat ini sebagai vendor jaringan terbesar di dunia.

Sementara untuk implementasi, Sinar Mas melakukan secara bertahap, dengan coverage berada di kawasan BSD Barat, karena lokasi BSD Timur sudah digelar oleh pihak swasta.