spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1534

Indosat Ooredoo dan PSN Sepakat Membeli Satelit Palapa –N1 Dari Cina

0

Telko.id – Indosat Ooredoo dan Pasifik Satelit Nusantara (PSN) membuat perusahaan joint venture yakni Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS). Lewat perusahaan baru ini, disepakati untuk melakukan pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC). Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam acara Asia Pacific Satellite Communications Systems International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta, hari ini.

CGWIC akan mengerjakan dan mengorbitkan satelit untuk mendukung proyek strategis ini. Satelit tersebut akan dikembangkan dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus yang sudah teruji, dan akan diluncurkan dengan peluncur Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center di China.

Satelit baru ini akan diberi nama Palapa Nusantara 1 atau Palapa-N1, dan akan diposisikan sebagai generasi penerus dari satelit Palapa-D pada slot orbit 113 derajat Bujur Timur. Satelit Palapa-N1 akan mengoptimalkan sumber daya spektrum yang ada untuk menyediakan layanan penyiaran (broadcast) dan pita lebar (broadband) di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan teknologi terbaru dalam industri satelit, yakni High Throughput Satellite (HTS).

“Kami sangat gembira dengan pencapaian proyek ini. Indosat Ooredoo telah bekerja keras bersama dengan mitra strategis kami untuk mewujudkan kerjasama luar biasa ini. Penandatanganan kontrak ini membuktikan komitmen penuh Indosat Ooredoo dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses broadband untuk masyarakat dan pelaku bisnis di Indonesia,” kata Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

Alex lebih lanjut menambahkan bahwa ”Akses broadband adalah kunci bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan manfaat lebih banyak dari dunia digital. Satelit baru ini akan membantu mempercepat proses penetrasi broadband di Indonesia, mempercepat terwujudnya masyarakat digital Indonesia dan mewujudkan apa yang dicita-citakan pemerintah untuk menjadi negara digital terbesar di Asia Tenggara”.

“Adalah sebuah kehormatan bagi PSN untuk dapat bekerja bersama dengan Indosat Ooredoo dan Pintar Nusantara Sejahtera, dalam membentuk perusahaan joint venture yang bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera ini, yang akan melakukan pengadaan dan mengoperasikan satelit Palapa-N1, sebagai pengganti satelit Palapa-D. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mampu memecahkan masalah kesenjangan digital yang ada di masyarakat kita, sekaligus mempercepat penetrasi akses internet ke seluruh wilayah Indonesia,” papar CEO PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso.

Satelit baru ini akan terus mendukung solusi korporat (B2B) dan layanan konsumen selular Indosat Ooredoo. Dengan berkembangnya lanskap digital dan kebutuhan akan koneksi broadband untuk pengguna internet di Indonesia, satelit memegang peranan penting untuk dapat menjangkau masyarakat di daerah pelosok agar mendapatkan akses internet broadband dan layanan broadcasting berkualitas tinggi. Dengan kondisi geografis yang unik, terdiri dari banyak pegunungan dan pulau-pulau yang tersebar, satelit memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah memperluas akses broadband dan untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia. (Icha)

Menkominfo: Tarif Data Harus Terjangkau dan Kualitas Layanan Pun Harus Terjaga

0

Telko.id – Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna seluler terbesar di dunia. Studi dari GSM Intelligence (Oktober 2016) menyebut bahwa hingga 2020 nanti akan lebih dari 241 juta mobile subscriber riil di Indonesia. Dari angka tersebut sekitar 36-37% telah menggunakan internet mobile.

Di sisi lain tren pemakaian ponsel cerdas juga terus meningkat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Dengan karakteristik sebagai negara kepulauan, pasar Indonesia sangat membutuhkan komunikasi yang terjangkau (affordable) termasuk komunikasi data yang diperkirakan akan menjadi tulang punggung perekonomian digital di masa datang.

Menurut Menkominfo Rudiantara, keterjangkauan itu tidak hanya keberadaan layanan tetapi juga tawaran layanan dengan harga yang terjangkau. Meski tak terjangkau, kualitas layanan (quality of services) tak harus dikorbankan. Yang paling dibutuhkan pelanggan seluler saat ini adalah layanan data yang stabil dan terjangkau. Dalam kacamata regulasi, pemerintah memang tidak ikut dalam penentuan tarif layanan data. Tapi, pemerintah harus mampu memberi ekosistem bisnis yang terbaik agar tarif layanan data dapat terjangkau bagi masyarakat. Diperlukan penyelesaian formula yang sesuai terkait tarif jasa yang ditawarkan penyelenggara jaringan bergerak seluler termasuk untuk suara, SMS, dan data.

‘’Dari sisi penyelenggara jasa seluler, keuntungan bisnis memang menjadi orientasi. Tetapi karena iklim bisnis yang sangat kompetitif, operator harus selalu melihat bagaimana kondisi persaingan di lapangan. Khusus layanan data, operator yang pendapatannya bergeser dari suara dan SMS ke data harus merumuskan tarif data yang mestinya harus terjangkau oleh seluruh masyarakat. Tentu tidak diharamkan melakukan promo-promo untuk menarik pelanggan tetapi kembali lagi kepentingan konsumen harus dikedepankan. Mereka berhak memperoleh layanan dengan tarif data terjangkau dan kualitas yang baik,’’ ungkap Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika pada acara seminar yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF).

Sedangkan menurut Ketua YLKI, Tulus Abadi, dari kacamata pengguna, layanan data sebaiknya tidak membuat pengguna dalam posisi memilih sesuatu yang pahit karena tak ada layanan lain yang tersedia. Kalau penyelenggara jasa seluler masih menggunakan mindset seperti ini, cepat atau lambat akan terlibas dari persaingan. Contoh paling nyata adalah bagaimana “memaksa” konsumen untuk merasakan bundling dengan konten-konten tertentu yang nyatanya konten tersebut tidak sesuai dengan keinginan penggunanya. Pengguna terkesan hanya menjadi obyek jualan semata tanpa mengindahkan bahwa tak semua orang suka dengan konten yang dibundling dalam paket jualan data.

Sedangkan menurut komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia BRTI, Ketut Prihadi, dari sisi ekosistem bisnis semua harus diuntungkan atau win-win solution. Penyelenggara jasa seluler harus mendapatkan keuntungan dari bisnis mobile data agar layanan data tetap berlangsung. Di sisi lain, penyelenggara jasa seluler juga harus melakukan efisiensi agar harga jual data ke konsumen dapat memenuhi keterjangkauan konsumen. Ketika ekosistem itu berjalan dengan baik, tentu masyarakat banyak akan diuntungkan karena mereka akan memperoleh layanan mobile data dengan kecepatan maksimal dan harga terjangkau.

Untuk itu, lanjut Ketut BRTI sedang menyusun revisi/pengganti dari PM 9/2008, di mana tarif untuk layanan data akan diatur menggunakan formula.

Adapun materi pokok yang akan diatur dalam RPM adalah sebagi berikut :

  1. Komponen biaya elemen jaringan (network element cost)merupakan biaya penggunaan jasa penggunaan akses internet.
  2. Biaya penggunaan layanan akses internet berupa biaya yang dibebankan oleh Penyelenggara kepada Pengguna untuk setiap penggunaan layanan akses internet.
  3. Biaya penggunaan akses internet sudah termasuk biaya elemen jaringan sewa bandwidth internasional.
  4. Komponen biaya aktivitas layanan retail merupakan biaya aktivasi dan/atau biaya berlangganan.
  5. Komponen Profit margin merupakan tingkat keuntungan yang ditetapkan oleh Penyelenggara.

Network Sharing Sebagai Solusi?

Disadari  bahwa saat ini masih terjadi  ketimpangan akses internet, terutama di kawasan Indonesia Timur. Selain akses internet yang terbatas di kota-kota besar, layanan telekomunikasi juga kebanyakan dikuasai operator dominan sehingga masyarakat tak punya pilihan.

Pemerintah dan badan regulasi semestinya harus cepat melakukan formula kebijakan. Salah satunya dengan mempercepat proyek Palapa Ring dan menerapkan sharing capacity (network sharing). Kedua Formula tersebut diyakini bisa menyelesaikan persoalan tarif data yang dinilai mahal oleh konsumen.

“Adalah merupakan kewajiban pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi (serat optic) di luar Jawa (Palapa Ring) serta meningkatkan jumlah dan pemakaian telepon dan kecepatan pengiriman data untuk peningkatan perekonomian dan sekaligus demi ketahanan nasional,” ungkap Menkominfo Rudiantara.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi antara lain melalui proyek palapa ring dengan menggunakan Sistem Komunikasi Kabel Laut dan Serat Optik (SKKL dan SKSO) untuk menyebarkan layanan broadband di seluruh wilayah Indonesia dengan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Manfaat kebijakan ini antara lain adalah ketahanan nasional, pemerataan infrastruktur telekomunikasi, penyediaan jasa akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tersebar di seluruh wilayah indonesia. Kebijakan ini sangat tepat karena sebaran infrastruktur saat ini hanya berpusat di Jawa. Kebijakan ini tentu tidak bermanfaat maksimal apabila penggunaan infrastruktur tersebut tidak optimal (under capacity) sehingga perlu pula peningkatan jumlah telepon seluler/pintar serta penggunaannya,” jelas Chief RA, sapaan akrab Rudiantara.

Namun, dalam praktiknya, sebagian besar KPBU atas pembangunan infrastruktur telekomunikasi di luar di luar pulau jawa (80 persen) dilakukan oleh satu operator telekomunikasi. Pasar telekomunikasi seluler Indonesia saat ini dikuasai (market leader)  oleh satu operator, yakni Telkomsel (sekitar 37 persen pangsa pasar). Di bawah Telkomsel terdapat dua operator, yakni Indosat Ooredoo (23 persen) danXL Axiata (14 persen).

Dibawah tiga operato tersebut terdapat empat operator lagi, seperti Ceria, 3 Hutchinson, Smartfren, dan Bakrie Telecom. Struktur pasar yang demikian mengakibatkan pasar telekomunikasi seluler bersifat oligopoli.

Struktur pasar demikian diiringi adanya keengganan untuk berbagai kapasitas (Sharing capacity) dengan operator telekomunikasi lain, selain operator telekomunikasi dalam grupnya.

Dalam struktur pasar yang demikian, dibutuhkan regulasi yang harus dapat mengatur persaingan usaha yang memastikan peningkatan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Bagi masyarakat sebagai konsumen kepentingan utamanya adalah tarif yang lebih lebih murah dan layanan yang lebih baik. Bagi pemerintah, kepentingan utamanya adalah peningkatan peran industri telekomunikasi, terutama untuk kesatuan wilayah dan perekonomian. Bagi industri telekomunikasi, kepentingan utama adalah pengaturan persaingan usaha yang sehat, efisiensi industry, mendorong inovasi dan investasi, serta peningkatan kualitas dan return usaha yang lebih baik.

Solusinya? Perubahan atas peraturan pemerintah nomor 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53/2000 tentang penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit yang memungkinkan berjalannya sharing kapasitas sangat diperlukan. Kedua peraturan tersebut tidak memadai lagi dengan perkembangan saat ini. Jika hal itu tidak segera dilakukan, polemic tariff data mahal akan terus berlanjut. (Icha)

 

Jangan Panik! Ini Antisipasi Ancaman Malware Ransomware Jenis WannaCRY

0

Telko.id – Seperti yang diberitakan di beberapa media baik di dalam ataupun luar negeri, telah terjadi fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia. Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber. Demikian yang disampaikan dalam siaran pers kominfo.

Serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB (Server Message Block) yang dijalankan di komputer tersebut. Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara.

Untuk keamanan penggunaan Komputer di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan pentingnya semua Orang baik individu, perusahaan, kementerian, lembaga serta organisasi lainnya melakukan antisipasi dan pencegahan dari serangan malware WannaCry tersebut.

Saat ini hal yang sangat penting bahwa hari Senin besok dan kantor akan buka, mohon diwaspadai dan antisipasi untuk pencegahan dari serangan malware WannaCry. Berikut langkah-langkah yang penting untuk dilakukan, yaitu :

Antisipasi Serangan Malware Ransomware WannaCrypt, “Jangan Panik dan Ikuti Tips sederhana ini” :

  1. Sebelum hidupkan komputer/server, terlebih dahulu matikan Hotspot/Wifi dan cabut koneksi kabel LAN/Internet
  2. Setelahnya, segera pindahkan data ke sistem operasi non windows (linux, mac) dan/atau lakukan BACK UP/COPY Semua Data ke MEDIA STORAGE TERPISAH

Kemudian dari Pengelola Teknologi Informasi dapat melakukan tindak lanjut teknis lainnya :

  1. Lakukan Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx. Updating sebaiknya dilakukan dengan cara mengambil file patch secara download menggunakan komputer biasa, bukan komputer yang berperan penting.
  2. Lakukan update AntiVirus. Contoh AV : Kapersky Total Security, Eset, Panda, Symantec yang bisa download versi trial untuk 30 hari gratis dengan fungsi atau fitur penuh dan update. Pastikan AV meliputi ANTI RANSOMWARE.
  3. Non aktifkan fungsi SMB (Server Message Block) dan  jangan mengaktifkan fungsi macros
  4. Block  Ports : 139/445 & 3389

Untuk menjadi kehati-hatian :

Penularan dapat melalui penyebaran file attachment email dan link ke situs Malware – bukan hanya lewat penyebaran melalui jaringan.

Saat ini belum ada solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file file yang sudah terinfeksi wannacry. Akan tetapi memutuskan sambungan Internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran WannaCry ke komputer lain yang rentan atau vulnerable.

Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) menyebut jumlah komputer milik rumah sakit di dalam negeri yang terserang ransomware WannaCry mencapai ratusan unit.

Langkah termudah saat ini yang bisa dilakukan kata Rudiantara adalah, mematikan jaringan internet yang terhubung dengan komputer.

“Untuk organisasi, kementerian atau lembaga, korporasi kan belum masuk kantor. Karena baru masuk kantor Senin. Nah pastikan komputer, server-nya untuk tidak terhubung dengan jaringan internet dulu,” terang Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). (Icha)

IM3 Ooredoo Berikan Layanan Nelpon Hanya Rp1/detik Ke Semua Operator

0

Telko.id – Indosat Ooredoo meluncurkan inovasi produk terbarunya dengan memberikan ekstra kuota untuk akses aplikasi sehari-hari kepada seluruh pelanggan IM3 Ooredoo. Pelanggan dapat menggunakan aplikasi favoritnya tanpa khawatir menghabiskan kuota utama. Keuntungan lainnya, pelanggan dapat juga menelpon dengan tarif Rp1/detik ke semua operator. Ini adalah inovasi terbesar dan paling berani dengan menggabungkan dua keuntungan, aplikasi terbaik dan tarif nelpon terbaik dalam satu paket yang tidak ada tandingannya.

Inovasi ini merupakan kelanjutan dari misi IM3 Ooredoo dalam memberikan kebebasan internet untuk pelanggan di Indonesia. Mulai hari ini, pelanggan dapat menikmati media sosial terpopuler seperti Facebook, Twitter, dan Path; Aplikasi chat seperti Whatsapp, BBM, Line, dan Facebook Messenger; Serta aplikasi berbasis transportasi seperti Gojek, Grab, dan Uber. Semua aplikasi sehari-hari favorit pelanggan dapat dinikmati tanpa menggunakan kuota utama.

Selain penggunaan aplikasi media sosial, IM3 Ooredoo memahami bahwa menelpon masih penting bagi pelanggan. Oleh karena itu, IM3 Ooredoo juga meluncurkan tarif nelpon terbaik, serta memberikan kebebasan untuk melakukan panggilan ke semua operator. Pelanggan bebas menelepon hanya dengan tarif Rp1/detik ke semua operator selama 30 detik pertama.

“IM3 Ooredoo selalu menjadi pelopor inovasi produk telekomunikasi yang membawa pengalaman pelanggan ke level selanjutnya, bahkan menjadi trendsetter dan sering kali dicontoh oleh yang lain. Kami memahami bahwa pelanggan suka menggunakan banyak aplikasi dan tetap ingin berkomunikasi melalui sambungan telepon. Dengan Aplikasi Tanpa Kuota dan Rp1/detik ke semua operator, IM3 Ooredoo dapat memberikan produk yang memiliki 2 manfaat terbaik sekaligus dalam satu paket yang tidak ada tandingannya,” kata Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

Produk ini pun dapat dinikmati oleh semua pelanggan paket IM3 Ooredoo tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal, mulai dari Freedom Starterpack, Freedom Mini, Freedom Internet Plus, dan Freedom Combo. (Icha)

 

 

Komunikasi Berbasis Teknologi IP ini Ditawarkan Telkomsel dan Cisco

Telko.id – Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi bisnis, Telkomsel bersama dengan Cisco meluncurkan solusi Telkomsel Unified Collaboration powered by Cisco Spark. Layanan Telkomsel Unified Collaboration adalah solusi bisnis berbasis aplikasi menggunakan teknologi IP (Internet Protocol) yang dapat mengintegrasikan berbagai kebutuhan komunikasi bisnis dalam perusahaan, untuk mendukung perkembangan dan meningkatkan produktivitas bisnis.

“Bisnis terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman, dimana persaingan pun semakin cepat dan ketat. Di era digital ini dukungan teknologi informasi, dan komunikasi menjadi sangat krusial agar perusahaan tetap menjadi yang terdepan,” kata Arief Pradetya, Vice President Enterprise Mobile Product Marketing Telkomsel.

Arief pun menambahkan bahwa layanan Telkomsel Unified Collaboration dihadirkan untuk menjembatani kebutuhan tersebut dan pada akhirnya akan menunjang produktivitas bisnis. Layanan ini merupakan hasil kerjasama dengan Cisco sebagai worldwide leader di collaboration technologies menghadirkan produk unggulan Cisco Spark di Indonesia.

Saat ini terjadi pergeseran tren penggunaan perangkat komunikasi dari perangkat fix-telephony menjadi mobile-telephony. Telkomsel Unified Collaboration sendiri menggabungkan fungsi call & conference (voice dan video), messaging (instant & group chat) dan collaboration (file, desktop & virtual whiteboard) dalam satu aplikasi, dimana hal ini tidak hanyak memfasilitasi pelanggan dalam berkomunikasi secara mudah, namun juga aman.

“Cisco Spark adalah solusi yang mengkolaborasikan berbagai media komunikasi baik call, video, chat dan meeting merupakan elemen penting dari smart digital office yang membantu meningkatkan produktifitas dan effiesiensi biaya. Kami memilih Telkomsel sebagai partner di Indonesia karena kesamaan visi dan misi mengenai perkembangan teknologi dan dunia digital, dimana hal ini sangat sejalan dengan Cisco yang mempunyai slogan there’s never been better time to do something amazing”, jelas Rama Agung, Director of Sales Cisco Systems Indonesia.

Sebagai bagian dari layanan Telkomsel MyBusiness, Telkomsel Unified Collaboration dapat diaplikasikan di perusahaan/korporasi besar maupun usaha kecil menengah (UKM) di berbagai segmen bisnis, seperti diantaranya manufaktur, transportasi, perdagangan, perhotelan, komunikasi, pelayanan, pertanian, konstruksi, pertambangan dan energi.

Selain itu, Telkomsel Unified Collaboration juga memiliki keunggulan lainnya, seperti pemakaiannya yang simple karena berada dalam satu aplikasi, ditawarkan dengan sistem pay as you grow, dan memanfaatkan arsitektur full cloud sehingga perusahaan dapat mengefisienkan investasi perangkat. Layanan lengkap ini dapat digunakan di seluruh jaringan data (2G 3G 4G dan Wi-Fi), menggunakan perangkat apa saja dengan penampilan konsisten, terhubung dengan Exchange Server, dan memiliki open API. Lebih dari itu layanan ini juga aman (dari sisi data) untuk digunakan oleh penggunanya.

Telkomsel MyBusiness

Untuk menyasar perusahaan/korporasi besar, pemerintahan, dan usaha kecil menengah (UKM), Telkomsel hadir dengan solusi Telkomsel MyBusiness yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk membantu mengembangkan bisnis dan usaha penggunanya.

Telkomsel myBusiness memberikan beragam solusi yang disesuaikan secara khusus sesuai dengan segmen dan kebutuhan pelanggan. Bagi pelanggan Enterprise segmen korporasi, pemerintahan dan Large Enterprise tersedia solusi: Enterprise Communication, seperti layanan MyGroup (TeamPLAN), Enterprise Smart Connection, Smart Voice Communication, Push to Talk, Web2SMS.

Solusi lainnya adalah Enterprise Mobility, seperti Mobile Broadband Solution (Telkomsel Flash, Data Secured Access), Device Solution (Device Bundling, Mobile Device Management) & Collaboration Solution (Unified Communication, Mobile Conference Call). Selain itu MyBusiness juga menghadirkan solusi dalam hal Cloud Service, seperti Business Connect dan Sales Force Automation, serta VAS Solution, seperti Top Up Corporate dan NSP Corporate.

Telkomsel myBusiness juga memberikan solusi khusus untuk mendukung aktivitas pelanggan UKM dan membantu perkembangan UKM di Indonesia hingga ke pasar global.

“Telkomsel hadir sebagai mitra solusi digital melalui berbagai layanan yang ditawarkan oleh MyBusiness. Solusi-solusi ini diharapkan dapat membuka berbagai kesempatan baru dalam pengembangan bisnis pelanggan, termasuk dalam hal transformasi digital, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bisnis”, papar Arief.

Arief lebih lanjut menjelaskan bahwa dengan dukungan jaringan broadband 4G LTE Telkomsel yang tersebar hampir di 500 ibu kota kabupaten di Indonesia, hal ini akan mendukung pengalaman terbaik pelanggan dalam menggunakan layanan Telkomsel dimanapun mereka berada. Saat ini Telkomsel terus melakukan ekspansi dan penambahan jaringan ke berbagai wilayah di Indonesia, dimana dari jumlah keseluruhan 137.000 BTS (Base Transceiver Station), sebanyak 61% diantaranya merupakan BTS broadband.

Dalam menghadirkan layanan MyBusiness, Telkomsel bermitra dengan beberapa pihak seperti Samsung, Cisco, Google, Salesforce, Jarvis Store, MokaPOS, Trustmedis dan Golden Hope Technology. Saat ini layanan ini telah dinikmati oleh 2 juta pengguna di seluruh Indonesia, di berbagai bidang industri seperti Manufacturing, Utilities, Transportation, Trade, Hospitality, Financial Intermediary, Communication, Professional Services, Government, Agriculture, Welfare, Construction, dan juga Mining & Power. (Icha)

J&T Alibaba ‘Rangsang’ UKM Indonesia Go Internasional

0

Telko.id – Berdasarkan laporan Deloitte Access Economics, peningkatan penggunaan platform digital untuk UKM di Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tahunan negara sebesar 2%. Sayang, ternyata baru 9% dari total 56,5 juta UKM yang memanfaatkan platform online atau memiliki toko online.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) juga mengungkapkan hal yang senada, kontribusi UKM terhadap total ekspor hanya mencapai 15,8%, masih paling rendah dibanding negara–negara Asia Tenggara secara keseluruhan.

Dengan misi memajukan perekonomian Indonesia melalui wadah bisnis berbasis teknologi, J&T Alibaba, bentuk kerja sama strategis antara J&T Express, perusahaan Indonesia logistik kilat berbasis teknologi, dengan Alibaba.com, portal global e–commerce pada segmen Business to Business (B2B) terdepan dunia. Targetnya adalah merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya sektor Usaha Kelas Menengah (UKM) dan pelaku bisnis lainnya untuk dapat memperkenalkan produk Indonesia pada pasar internasional.

J&T Alibaba berjanji akan menyediakan akses global untuk pengusaha Indonesia melalui platform digital dan menawarkan layanan untuk UKM di Indonesia untuk mengatasi tantangan mereka dalam mengekspor produk mereka. Termasuk memberikan konsultasi dan program pendidikan mengenai strategi e–commerce, ekspor, dan pemasaran serta akses ke kumpulan pembeli potensial dari seluruh dunia.

Selain itu, melalui program bernama SMEKers Zone, J&T Alibaba membantu memetakan produk lokal khas daerah masing- -masing agar bisa menonjol. Hal ini sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam mendorong sektor UKM.

“J&T Alibaba resmi berdiri sebagai mitra bisnis Alibaba.com di Indonesia, bukan hanya sebagai mitra logistik. Kami berkomitmen untuk memajukan perekonomian Indonesia dengan mendorong sektor UKM,” kata Oliver Yang, Direktur J&T Alibaba.

Oliver menambahkan bahwa J&T Alibaba pun pun akan membekali pengusaha Indonesia untuk menjadi pelaku bisnis unggul dan memperkenalkan dengan bangga produk Indonesia pada pasar internasional. Hal ini akan memberikan solusi wadah bisnis berbasis teknologi yang akurat dan efisien serta akses internasional, J&T Alibaba berharap dapat turut membantu inisiatif pemerintah dalam memajukan UKM.

Menanggapi hal tersebut, Jack Zhang, General Manager of Oversea B2B of Alibaba Group mengatakan, “Kami melihat potensi yang besar pada pengusaha Indonesia kelas menengah dan produk – produk Indonesia yang berkualitas namun seringkali mengalami kendala dalam menjual produknya ke pasaran baik dalam negeri maupun internasional. Oleh karena itu, Alibaba.com menggandeng J&T Express yang memiliki jaringan kuat tersebar di seluruh Indonesia untuk menjadi mitra resmi kami di Indonesia. Kami berharap sinergi solid ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia.”

J&T Alibaba menyediakan program keanggotaan International Free Member (IFM) dan Global Gold Supplier (GGS). Khusus pada anggota Global Gold Supplier (GGS), tersedia paket basic, standard, dan premium untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan sesuai dengan ukuran, industri, produk, dan kategori perusahaan mereka.

Anggota GGS juga akan mendapatkan penawaran eksklusif yaitu bantuan konsultasi bisnis dari ahli, akses pada permintaan pembeli, dan tampil sebagai prioritas urutan lebih tinggi dibandingkan sebagai anggota gratis (IFM) di halaman pertama Alibaba.com saat pembeli memasukkan kata kunci. Dengan memberikan akses terpercaya dan pembekalan yang kuat, J&T Alibaba yakin dunia akan percaya dengan kualitas produk Indonesia. (Icha)

 

 

Telkomtelstra: Penyelarasan Struktur Organisasi Sebagai Kunci Keberhasilan Transformasi Digital

0

Telko.id – Era digital mengubah cara bisnis, sektor industri dan sektor publik dalam memberikan layanan. Seiring dengan kecanggihan teknologi dan kekuatan ekonomi saat ini mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk, dimana mereka berharap mendapatkan tanggapan dan pelayanan cepat dari perusahaan.

Oleh karena itu, transformasi digital tidak lagi hanya merupakan suatu pilihan, namun sudah harus menjadi bagian dari strategi utama perusahaan. Dalam rangka memenuhi tuntutan konsumen dan industri, perusahaan perlu bersikap bijak dalam menyelaraskan struktur organisasi, operasi bisnis dan keuangan, data dan informasi, serta budaya perusahaan untuk mencapai kesuksesan jangka panjang terkait transformasi digital.

Penerapan struktur organisasi untuk setiap perusahaan berbeda antara satu dengan lainnya, hal ini bergantung pada beberapa hal, seperti faktor budaya perusahaan, model dan latar belakang produk/bisnis yang dijalankan, serta tata kelola/peraturan perusahaan. The International Data Cooperation (IDC) menyarankan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menerapkan transformasi digital, seperti Penilaian (untuk mengukur kesiapan), Strategi Visi Perusahaan dan Inisiatif (tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan), Tim Konsultasi Khusus (siapa yang akan menjalankan perencanaan), dan Model Organisasi (bagaimana caranya mencapai tujuan).

IDC juga mendefinisikan “transformasi digital” sebagai suatu proses berkelanjutan. Berdasarkan survei IDC yang melibatkan 1.000 perusahaan papan atas di Asia, termasuk Indonesia, pada tahun 2017, 60% perusahaan menjadikan transformasi digital sebagai bagian dari strategi utama bisnis, sementara itu 57% diantaranya telah mengalokasikan dana untuk penerapan transformasi digital. Proses transformasi ini akan menggabungkan penerapan teknologi digital, bisnis secara umum, serta keterlibatan pelanggan.

Implementasi transformasi digital akan memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi di lingkungan bisnis masa kini, selain itu juga dapat mendorong perubahan di kalangan konsumen. Transformasi digital yang sukses akan memperkaya pengalaman konsumen, dan juga meningkatkan efisiensi operasional, dan produktivitas perusahaan.

Oleh karena itu, 46% dari perusahaan yang disurvei berpendapat bahwa transformasi digital memiliki peran besar dalam membantu mereka untuk bersaing di tengah kompetisi yang ketat, dan 22% di antaranya mengatakan bahwa transformasi digital membantu mereka dalam memperoleh pangsa pasar yang lebih besar.

“Tentu saja ada sejumlah tantangan bagi perusahaan dalam proses penerapan transformasi digital, seperti minimnya pemahaman mengenai pentingnya penerapan struktur organisasi yang tepat, serta pendekatan dan perencanaan terbaik dalam memulai tranformasi digital,” ungkap Agus F Abdillah, Chief Product and Synergy Officer telkomtelstra.

“Merujuk pada pelaksanaan workshop perdana Digital Transformation (DiTA) telkomtelstra, kami memperoleh data bahwa 56% perusahaan mengemukakan bahwa keterbatasan keterampilan dan pengalaman menjadi hambatan terbesar mereka dalam proses mengadopsi transformasi digital. Selain itu, sebanyak 44% tantangan lainnya berasal dari pengeluaran dana untuk infrastruktur konvensional yang telah diadopsi sebelumnya, solusi platform konvensional serta kurangnya kolaborasi dan integrasi antara fungsi TIK perusahaan dengan fungsi bisnis utama perusahaan di dalam organisasi tersebut.”

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan lebih dari sekedar strategi digital yang solid. Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti: Pentingnya perubahan, kecanggihan teknis dan teknologi digital yang dimiliki perusahaan, nilai investasi untuk teknologi dan perangkatnya, pengetahuan dasar dan kemampuan digital, kesiapan proses dan sistem bisnis dalam mendukung teknologi digital, serta budaya perusahaan yang cenderung mendukung atau menghambat transformasi dan kemampuan perusahaan untuk menarik dan mempertahankan para talenta terbaik.

Oleh sebab itu, menurut studi IDC mengenai Pengaturan Transfomasi Digital, dalam menentukan struktur organisasi yang tepat, sebuah perusahaan harus memperhatikan sejumlah hal berikut:

  1. Speed time to market (Kecepatan untuk menggapai potensi pasar), dimana perusahaan perlu memilih struktur organisasi yang mampu meminimalisir hambatan: dan fokus pada potensi untuk maju.
  2. Harvest internal ideas (Memaksimalkan munculnya ide dari internal perusahaan), dimana perusahaan mampu menerapkan struktur organisasi yang bisa berfungsi sebagai “lab ide” untuk mendapatkan gagasan-gagasan terkait strategi perusahaan yang relevan.
  3. Encourage innovation in non-innovative organizations (Meningkatkan munculnya inovasi di dalam organisasi yang non-inovatif), dimana perusahaan perlu membentuk sebuah struktur yang memungkinkan karyawan mengambil resiko tanpa perlu takut mengalami kegagalan dalam berinovasi.
  4. Find and adopt external innovation (Kemampuan mengadaptasi dan mengadopsi inovasi eksternal)
  5. Improve adaptability to changing conditions (Meningkatkan kemampuan beradaptasi untuk mengubah kondisi), dimana struktur kerja yang mengandalkan kekompakan tim akan mengungguli sistem kelompok hierarki dalam lingkungan tersebut.
  6. Achieve rapid scale (Mencapai target dengan cepat). Bisnis rintisan yang menerapkan model bisnis dan pengaturan sumber daya yang modern dapat mempertimbangkan untuk mengadopsi pendekatan serupa.
  7. Create lean, agile machines (Membentuk mesin yang ramping dan lincah). Inti utama dari sebuah Transformasi Digital ialah transformasi perusahaan untuk berpikir dan bekerja dengan cara yang berbeda, lebih lihai, dan berfokus pada kepuasan pelanggan.

Berdasarkan studi IDC mengenai Pengaturan Transformasi Digital, sebuah perusahaan yang sedang menjalankan proses transformasi digital, dapat mempertimbangkan sejumlah model bisnis, seperti:

  1. Model organisasi yang berorientasi pada kerja sama tim dengan karakteristik anggotanya yang mampu mengatur kinerja secara independen, sistem kerja lintas fungsi, bergerak cepat, dan responsif.
  2. Model layanan digital bersama, yang dikembangkan oleh tim khusus akan bekerja tanpa adanya interupsi, dukungan langsung terhadap unit bisnis, dan memperkuat aset digital perusahaan.
  3. Model perusahaan dengan modal ventura dimana investasi menjadi fokus, yang pada umumnya memberikan hasil inovasi dari sisi teknologi, ide, dan model bisnis yang membawa suasana baru bagi perusahaan.
  4. Model lab yang mendorong terbentuknya inovasi dan eksperimen, dimana dalam waktu yang sama juga menyediakan “ruang baru” bagi ide baru dan eksplorasi talenta.
  5. Model inkubator atau akselerator yang berperan dalam mengembangkan dan memanfaatkan ide dari karyawan, partner, dan konsumen, berinvestasi pada perusahaan rintisan yang memiliki teknologi, kemampuan sumber daya manusia, dan model bisnis yang mumpuni.
  6. Model start-up internal yang berfokus pada pengembangan lini produk yang ada dengan meniru kualitas pelaksanaan bisnis perusahaan rintisan yang independen.
  7. Model Springboard CEO (Centre of Excellence) yang mempercepat adopsi praktik bisnis baru, kemampuan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar untuk L3D seperti misalnya; mendorong inovasi, mengintegrasikan sistem baru, dan menggabungkan inovasi.
  8. Model exo-organisasi, yang menitik beratkan pada efisiensi modal konvensional, namun mengandalkan ide inovatif dan dukungan pekerja lepas dari pihak eksternal.

Sebagai kesimpulan, organisasi merupakan wadah yang penting bagi perusahaan dalam mengimplementasikan transformasi digital. Oleh karena itu, adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan yang sedang dalam proses transformasi bisnis digital untuk secara teliti mengambil keputusan dalam mengoptimalkan struktur organisasi perusahaannya, yang melibatkan pengaturan karyawan, kerjasama antar-pemerintah, kinerja sistem manajemen, dan kompensasi karyawan.

Prinsip-prinsip utama yang harus dipegang untuk meraih kesuksesan dalam mengoptimalkan struktur organisasi diantaranya ialah:

  1. Masukan konstruktif untuk mendorong tercapainya keunggulan dan pertumbuhan dalam menyeimbangkan antara kinerja tim IT dan tim bisinis, fokus pada keputusan penting, dan mengutamakan ulasan dari sesama rekan kerja.
  2. Kebersamaan: berevolusi dari penilaian dengan sudut pandang manajerial ketika melakukan kompromi untuk perusahaan menjadi perspektif kepemimpinan yang menyediakan solusi yang menguntungkan semua pihak dengan hasil yang maksimal.
  3. Pemberdayaan: pengaturan karyawan berdasarkan hasil akhir kinerja yang maksimal sekaligus memberikan mereka waktu untuk mencari tahu cara menggapai kinerja yang optimal tersebut.
  4. Kerja sama antar tim yang mudah dan efektif untuk memastikan pembagian informasi dan sumber daya yang merata dalam mencapai tujuan bersama.

Pada akhirnya, sebuah perusahaan harus memastikan pendekatan digital yang tepat, yang dapat dicapai melalui cara-cara sebagai berikut:

  1. Memahami karakter pemangku kepentingan utama perusahaan.
  2. Membentuk tim khusus transformasi digital.
  3. Menerapkan peta jalan transformasi digital, yang secara jelas menetapkan KPI dan tujuan yang relevan sejak dimulainya transformasi.
  4. Komunikasi yang jelas terkait KPI dan inisiatif transformasi digital yang relevan di dalam organisasi.
  5. Menumbuhkan budaya perusahaan yang mengedepankan “integrasi, inovasi, dan kerja sama”
  6. Proses perbaikan yang tidak pernah berhenti, dimana setiap unit bisnis dalam perusahaan harus memahami proses yang terjadi dan secara konsisten melakukan evaluasi, sehingga peningkatan dan inovasi secara terus menerus dapat tercapai untuk memastikan kemampuan adaptasi perusahaan dalam bisnis.

Agus F Abdillah – Chief Product and Synergy Officer telkomtelstra

 

Lintasarta Luncurkan Solusi Collaboration Demi Komunikasi Yang Efektif

0

Telko.id – Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), sebagai ICT Total Solution Company terkemuka di Indonesia, meluncurkan solusi inovatif terbaru Lintasarta Collaboration Solution. Lintasarta Collaboration Solution merupakan sebuah generasi baru komunikasi dimana komunikasi dapat dilakukan  dalam waktu singkat, dari mana saja, kapan saja dan dari perangkat komunikasi apa pun.

Era komunikasi sudah semakin berkembang begitu pesat, dimulai dari era tulisan, cetak hingga era telekomunikasi serta interaktif didukung munculnya sosial media mempengaruhi pola penetrasi bisnis pelaku usaha nasional.

Kondisi ini mendorong lahirnya solusi Lintasarta Collaboration Solution yang merupakan sebuah platform komunikasi untuk memberikan  layanan aplikasi bisnis dan aplikasi komunikasi terpadu. Proses ini juga menggunakan Cloud Infrastructure dari Lintasarta sehingga dapat meningkatkan customer experience dalam hal collaboration communication.

“Lintasarta Collaboration Solution akan mempercepat proses bisnis para pelaku usaha dari berbagai sektor industri dan membantu mencapai target bisnis perusahaan dengan lebih cepat,” kata Arya N Soemali, IT Services Director Lintasarta.

Arya menambahkah bahwa “Melalui layanan Lintasarta Collaboration Solution, kami berkomitmen untuk memberikan standar kualitas layanan yang tinggi dan didukung oleh infrastruktur IT kelas bisnis yang dapat diandalkan serta Tim IT yang telah tersertifikasi”.

Dengan solusi dari Lintasarta ini, pelaku bisnis tidak perlu terlalu khawatir membebani tim IT dengan  aktifitas penerapan dan operasional beragam perangkat komunikasi di internal perusahaan.

“Pelanggan Lintasarta Collaboration Solution dengan menggunakan pola operation expenditure (opex) model, hanya akan membayar untuk apa yang dibutuhkan dan digunakan, membuat komunikasi semakin terjangkau serta biaya lebih dapat diprediksi,” ujar Arya.

Lintasarta Collaboration Solution  memberikan layanan collaboration dengan sistem sewa seperti ip phone, video telepresence, instance messaging dan voice gateway. Layanan ini dapat digabungkan dengan layanan connectivity Lintasarta seperti MPLS, Metro-E dan Internet.

Keuntungan yang akan didapatkan oleh pelaku bisnis diantaranya selalu mendapatkan feature terdepan untuk collaboration technology, serta dapat mengintegrasikan beragam perangkat komunikasi dan video telepresence dengan perangkat dari berbagai macam brand. Melalui skema opex model pelaku bisnis juga  tidak perlu investasi besar untuk menerapkan solusi collaboration dan sumber daya tenaga IT sehingga dapat fokus di bisnis utamanya. (Icha)

 

 

Taiwan Expo 2017 Pameran Beragam Solusi IOT untuk Smart Living

0

Telko.id – Internet of things merupakan salah satu masa depan 5G. Itu sebabnya, banyak industri mulai melirik untuk memanfaatkan momentum tersebut. Tak heran, Taiwan yang terkenal dengan beragam industry IT pun sudah mempersiapkan diri. Hasil karya yang berkenaan dengan IOT maupun IT lainnya dipamerakan dalam Taiwan Expo yang diselenggarakan pada 12 – 14 Mei ini.

Salah satu tema yang diangkat dalam expo ini adalah “Solusi IOT Taiwan untuk SMART LIVING”. Di mana saat ini telah berkembang ke arah teknologi digital yang lebih inovatif hingga ke tingkat aplikasi dan perangkat yang dapat dipakai sehari-hari untuk pribadi, manajemen kesehatan, otomatisasi rumah, keamanan publik perkotaan, hingga ke pengaturan lalu lintas.

Tujuan dari Expo ini adalah menjadikan Indonesia pasar untuk pembelian dari produk-produk hasil karya Taiwan. Itu sebabnya, dalam acara seminar yang menjadi salah satu acara dalam Expo ini juga mengundang representative dari ACER, IEI dan ADVANTECH untuk  memaparkan kecanggihan solusi IOT yang mereka miliki untuk pasar Indonesia, dan korelasinya dengan kebutuhan Indonesia untuk smart living.

Indonesia ini memang menjadi pasar yang paling menjadi sasaran industry global. Tentu salah satunya adalah Taiwan. Bagaimana tidak? Menurut Taiwan, pasar kelas menengah Indonesia mengalami pertumbuhan konsumen rata-rata 4.7% per tahun, permintaan terhadap produk teknologi yang meningkat, tingkat penetrasi internet pun mencapat 40% (104 juta orang). Jadi diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 136 juta orang. Presiden Jokowi pun berkomitmen untuk kemajuan perkembangan e-commerce/ internet pada tahun 2020 dapat mencapai 1.3 miliar US Dollar yang artinya mengalami pertumbunah 100 kali lipat, sehingga hal ini membuktikan bahawa potensi jaringan industri internet Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

TAITRA tahun ini pertama kalinya di pasar ASEAN mengadakan pameran Taiwan Expo, 12-14 Mei di Jakarta Convention Center, disponsori oleh Bureadu of Foreign trade membangun Taiwan Excellence Pavilliun, memamerkan produk ICT, perawatan kesehatan, peralatan olahraga, peralatan air, mesin dan solusi intelijen lainnya, dimana ada total 58 merek Taiwan.

Pada pameran hari pertama, akan diadakan konferensi pers Taiwan Excellence yang mengundang QNAP System dan Asia Silicon Valley yang akan memperkenalkan industri internet dan berbagi informasi mengenai sistem private cloud dan public cloud, otomatisasi pabrik, pengaturan lalu lintas, pemantauan kualitas udara dalam ruangan, dan solusi sistem pembelajaran teknik komunikasi kantor 4.0. (Icha)

Telkomsel ‘Jagain’ Pelanggan Dengan Iming-iming BMW 320i Sport

Telko.id – Saat operator berlomba memberikan layanan telekomunikasi yang semakin baik maka masyarakat atau pelanggan pun menjadi ada pilihan. Terlebih dengan penggunaan layanan prabayar maka perpindahan dari satu operator ke operator pun menjadi kebebasan tersendiri. Ditambah dengan berbagai program operator yang banyak memberikan bonus yang akhirnya menjadi pilihan pelanggan.

Itu sebabnya, operator pun kerap membuat program loyalitas pelanggan. Langkah ini diterapkan agar pelanggan tetap setia. Operator pun rela ‘buang’ dana besar untuk program ini.

Seperti yang dilakukan oleh Telkomsel. Operator plat merah ini berani berikan BMW 320i Sport yang harga nya dikisaran Rp.600 juta untuk pelanggan setia nya.

Program itu dibungkus dengan judul Traktir Nasional 2017 dan POINtastic Deal. Yang dibuat dalam rangka menyambut ulang tahun Telkomsel ke-22 dan momen Ramadhan & Idul Fitri, Telkomsel menggelar program undian Traktir Nasional 2017 dan POINtastic Deal. Selain BMW, Telkomsel juga menyediakan ratusan hadiah mulai dari smartphone Samsung S7 Edge dan paket umroh.

“Program loyalitas kami tujukan bagi para pelanggan yang selama ini setia menggunakan produk maupun layanan Telkomsel. Kepercayaan pelanggan menjadi kunci bagi kami untuk terus berkembang menjadi penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle yang terdepan,” kata Venusiana Papasi, Senior Vice President Consumer Marketing Telkomsel.

Program undian Traktir Nasional 2017 diperuntukkan bagi seluruh pelanggan kartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP. Periode pertama akan berlangsung mulai 1 Mei hingga 15 Juni 2017, dan dilanjutkan dengan periode kedua mulai 16 Juni hingga 31 Juli 2017.

Program ini berhadiah Voucher Prepaid, Samsung Galaxy, Paket Umroh, Honda Beat CBS ISS, Honda BRV 1,5 E CVT dan hadiah utama berupa BMW 320i Sport.

Untuk mendapatkan kupon undian, pelanggan terlebih dahulu perlu melakukan penukaran Telkomsel poin atau pembelian berbagai macam paket produk dan layanan seperti telepon, SMS, data/internet, SLI/International Roaming atau voucher games dan layanan musik digital seperti Langit Musik dan NSP.
Seluruh aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan cukup mengakses *123#, atau melalui aplikasi MyTelkomsel.

Selain itu kupon undian juga dapat diperoleh pelanggan prepaid yang melakukan re-registrasi melalaui *123#, dan pelanggan yang melakukan Tap dengan TCASH minimal Rp. 20.000.

Sedangkan pada program POINtastic Deal akan memberikan berbagai hadiah menarik secara langsung setiap hari Selasa hingga Kamis, 3 hari dalam tiap 2 minggu, mulai bulan April hingga Desember 2017.

Pada periode April hingga Juli 2017, pelanggan dapat memperoleh pilihan hadiah mulai dari paket data dan telepon, e-voucher untuk belanja online di e-commerce terbaik seperti Blanja, Bukalapak, Lazada.co.id, Tokopedia serta smartphone Samsung S7, hanya dengan menukar Telkomsel POIN dengan jumlah POIN yang jauh lebih rendah.

Pelanggan cukup mengunduh aplikasi MyTelkomsel di Google Play Store bagi pengguna Andoid dan Apple App Store bagi pengguna Apple, atau update aplikasi My Telkomsel, kemudian klik banner POINtastic. (Icha)