spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1269

Lewat Aplikasi Ini, Yuk Cek Nama di DPT Pemilu 2019

Telko.id, Jakarta – Pemilihan Umum 2019 akan dilaksanakan serentak pada tanggal 17 April 2019. Artinya sebentar lagi kita akan memilih calon presiden dan calon legislatif (caleg) untuk 5 tahun ke depan. Tetapi sebelum memilih apakah, apakah Anda sudah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019?

DPT ini menjadi salah satu prasyarat untuk memilih dalam Pemilu. Melalui DPT kita akan mengetahui dimana kita akan melakukan pemilihan pada hari rabu nanti.

Biasanya kita harus mengunjungi kantor kelurahan untuk mengetahui apakah nama kita masuk DPT atau tidak.

Tetapi jika kalian tidak punya waktu untuk datang ke kantor kelurahan, maka aplikasi KPU RI Pemilu 2019 ini bisa membantu Anda. Aplikasi ini bisa membantu Anda untuk mengecek apakah Anda sudah terdaftar dalam DPT atau tidak

Bagaimana caranya? Nah, tim Telko.id akan memberitahu caranya untuk Anda. Yuk disimak.

{Baca juga: Cari ‘Info Kandidat’ Caleg Pemilu 2019 Bisa di Facebook}

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh aplikasi KPU RI di Google Play Store. Anda bisa mengetik kata kunci “KPU” dan dipilih aplikasi “KPU RI Pemilu 2019” yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada keterangan aplikasi, pihak KPU selaku pengembang aplikasi mengatakan bahwa melalui aplikasi ini, Anda bisa melakukan cek data pemilih, info dari KPU dan info terkait Pemilu 2019 yang terbaru dari data resmi KPU.

 

Silahkan Anda untuk mengunduh aplikasi tersebut. Setelah aplikasi terunduh maka Anda dapat membuka aplikasi dan menemukan beberapa fitur disana. Terdapat 6 fitur seperti Cek Pemilih, Cek Calon, Cek Hoax, Cek Hasil, Info KPU dan Pemilu 2019. Sesuai namanya fitur-fitur tersebut akan memberikan informasi terkait Pemilu 2019 dari data resmi milik KPU RI.

Misalnya Anda ingin mengecek nama di DPT apakah sudah terdaftar atau belum. Untuk itu Anda bisa memilih fitur “Cek Pemilih”. Disana nanti Anda diminta untuk menulis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama depan Anda. Setelah itu aplikasi akan melacak nama Anda dari dua informasi tersebut.

Tidak perlu waktu lama untuk mendapat hasil dari aplikasi pemilu 2019 tersebut. Nantinya akan muncul nama Anda, jenis kelamin, nomor Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan alamat lainnya.

Informasi tersebut menunjukan bahwa Anda sudah terdaftar dalam DPT dan bisa mencoblos di TPS yang dituju. Sedangkan jika nama Anda belum tertera maka Anda bisa melaporkan ke pihak KPU secepatanya.

{Baca juga: Jelang Pemilu 2019, LINE Today Hadirkan ‘Election Tab’}

“Kalau kamu ternyata belum terdaftar, segera kirim data diri Anda ke email layananpemilih@kpu.go.id,” tulis aplikasi tersebut.

Demikian cara mudah untuk mengecek nama di DPT lewat aplikasi KPU RI Pemilu 2019. Semoga aplikasi ini dapat mempermudah Anda untuk mengetahui informasi terbaru terkait pesta demokrasi tersebut. [NM/HBS]

Bos Huawei Puji Donald Trump, Mau Merayu?

Telko.id, Jakarta – Bos Huawei, Ren Zhenfei, sepertinya sedang ingin mengambil hati Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Betapa tidak, ia secara terang-terangan puji Donald Trump di hadapan publik.

Sekadar informasi, Huawei dan pemerintah AS terlibat perselisihan sengit. Apalagi ketika putri Zhenfei, Meng Wanzhou ditangkap oleh otoritas Kanada atas suruhan Trump.

Meskipun demikian, Zhenfei seolah berbaik hati dengan Presiden Amerika tersebut. Ia mengatakan bahwa Trump adalah presiden hebat meski memiliki memiliki kekurangan terkait pemilihan kebijakan untuk mendorong perekonomian.

{Baca juga: Samsung “Serang Balik” Sindiran Bos Huawei Soal Galaxy S10+}

Tapi, Ia tetap memuji kebijakan pemotongan pajak oleh Trump karena membantu perusahaan.

“Kabijakan pemotongan pajak membuat pendapatan menjadi lebih baik sekaligus meningkatkan pasar saham. Namun, di sisi lain, ia dapat melukai investasi asing,” katanya dilansir CNBC, dikutip Telko.id, Senin (15/04/2019).

Ia melanjutkan, jika tidak ada yang berani berinvestasi, bagaimana AS bisa menebus pendapat pajak yang hilang. Ia mengutarakan, Trump seharusnya lebih bersahabat dengan negara lain usai kebijakan pemotongan pajak.

{Baca juga: Oops! Bos Huawei Ketahuan Bawa iPhone Saat Diciduk Polisi}

Zhenfei yang kini berusia 74 tahun, memang tidak secara khusus mengidentifikasi negara atau perusahaan tertentu yang diintimidasi oleh Trump. Ia tidak pula menjelaskan siapa orang yang telah ditahan oleh Trump.

Januari 2019 lalu, Zhenfei juga pernah memuji Trump. Ia menyebut bahwa Trump adalah presiden hebat. Sama persis, ia juga mengkritik kebijakan Trump yang berpotensi menghilangkan investasi di Negeri Paman Sam. (SN/FHP)

Sumber: CNBC

Inikah Tampang Smartphone Kamera Pop-up ala Xiaomi?

0

Telko.id, Jakarta – Kabar soal smartphone Xiaomi dengan kamera pop-up kembali menyeruak ketika ada perangkat Xiaomi dengan kamera pop-up yang terlihat dalam sebuah unggahan foto di situs Weibo.

Product Director Xiaomi, Wang Teng, membagikan foto sederhana di Weibo. Foto itu memperlihatkan beberapa botol di ruang diskusi di HQ Beijing. Namun, ada yang menarik di latar belakang foto.

Menurut laporan GSMArena, seperti dikutip Telko.id, Wang memegang perangkat dengan kamera pop-up di belakang botol-botol tersebut. Namun, tak lama berselang, foto bocoran itu lenyap dari media sosial.

{Baca juga: Video Ini Pastikan Redmi Pro 2 punya “Kamera Berlubang”}

Sebelumnya ada informasi bahwa Redmi akan meluncurkan perangkat Snapdragon 855 dengan konsep desain kamera pop-up mekanik. Akan tetapi, Manajer Redmi, Lu Weibing segera mengeluarkan bantahan.

Ia mengatakan, desain smartphone baru tidak mengalami kebocoran sejak minggu lalu. Namun, jika kabar ternyata benar, maka perangkat tersebut akan menjadi yang pertama dari Xiaomi yang memiliki teknologi itu.

Beberapa saat setelah bantahan Weibing soal desain smartphone dengan kamera pop-up, muncul bocoran video yang menampilkan seri Redmi dengan konsep desain kamera berlubang.Video ini makin memperkuat rumor soal kehadiran seri Redmi dengan dapur pacu berupa Snapdragon 855.

{Baca juga: Ini Bocoran Foto Redmi Pro 2 dengan Kamera Pop-up}

Beberapa hari lalu, Xiaomi mengklaim bahwa Redmi Note 7 dan Redmi Note 7 Pro sudah laku terjual lebih dari satu juta unit sejak 13 Maret 2019. Xiaomi pun bangga melihat kecintaan Mi Fans terhadap seri tersebut.

Capaian penjualan kedua Redmi Note 7 dan Redmi Note 7 Pro praktis menginspirasi Xiaomi untuk terus menambah persediaan serta membantu Mi Fans di dunia agar bisa lebih mudah dalam mendapatkannya. (SN/FHP)

Sumber: GSMArena

Gara-gara Ini, Puluhan Ribu iPhone Bekas Hancur Sia-sia

0

Telko.id, Jakarta – Di Amerika Serikat, produk elektronik yang sudah tidak terpakai akan didonasikan agar bisa digunakan oleh pengguna lainnya. Tapi, tidak demikian dengan puluhan ribu iPhone bekas di Colorado.

Dilansir Motherboard, menurut laporan CoPIRG Foundation, puluhan ribu iPhone bekas yang seharusnya didonasikan ke orang lain terpaksa dibumihanguskan. Jumlahnya bahkan tak kurang dari 66.000 iPhone berbagai seri.

The Wireless Alliance, fasilitas daur ulang produk elektronik di Lafayette, Colorado, mencatat bahwa lebih dari 66.000 iPhone bekas layak pakai harus dihancurkan sejak 2015. The Wireless Alliance mengungkap alasannya.

{Baca juga: Penjualan iPhone di China Terdongkrak Diskon}

Seperti dikutip Telko.id, Senin (15/04/2019), puluhan ribu iPhone tersebut masih terkunci dengan fitur anti-pencurian milik Apple. Asal tahu saja, di ponsel iPhone, fitur itu biasa dikenal dengan nama iCloud Activation Lock.

The Wireless Alliance menambahkan, pada 2018 lalu, satu dari empat iPhone yang didonasikan masih terkunci dengan fitur anti-pencurian. Meski masih sangat layak untuk digunakan, keempatnya pun terpaksa harus dihancurkan.

Sebanyak 66.000 iPhone yang dihancurkan sebetulnya masih sangat layak untuk dipakai. Namun, hal tersebut menjadi berbeda karena iCloud Activation Lock atau akun iCloud dari pengguna sebelumnya belum dimatikan.

{Baca juga: Huawei Cuek-cuek Butuh ke Apple, Soal Apa?}

Solusi terakhir yang harus diambil adalah menghancurkan perangkat atau didaur ulang. Padahal, smartphone yang terkumpul di The Wireless Alliance biasanya berasal dari kegiatan donasi di sekolah, perumahan, atau kegiatan gereja.

Beberapa donator kemungkinan besar memang sudah tidak ingat akun iCloud yang digunakan sebelumnya. Pasalnya, puluhan ribu iPhone tersebut diketahui sudah tersimpan beberapa tahun di lemari para pemilik lama. (SN/FHP)

SUmber: Motherboard

Seumur Buyut Kita, Begini Rupa Tabel Periodik Tertua di Dunia

Telko.id, Jakarta – Sebuah tabel periodik tertua di dunia disebut-sebut telah menampakkan wujudnya. Sang penemu tak lain seorang ahli kimia bernama Alan Aitken. Ia mengaku telah menemukan tabel periodik ini secara tidak sengaja saat sedang membereskan gudang di bawah ruang kuliah kimia pada 2014. Tepatnya di Universitas St Andrews, Skotlandia.

Aitken menemukan benda itu tersimpan di antara bahan kimia dan peralatan laboratorium yang berantakan. Dari bentuknya yang sangat rapuh, tabel itu diyakini sebagai salinan tabel periodik tertua di dunia. Seberapa tua?

Menurut ahli dari Universitas California yang menganalisis unsur kimia dalam tabel, umurnya sekitar 140 tahun, lantaran diyakini dibuat antara 1879 sampai 1886. Bahasa yang digunakan dalam dokumen sendiri adalah bahasa Jerman.

{Baca juga: Cara mudah menghafal Tabel Periodik, nomor 2 paling asik}

Uniknya, seperti dilaporkan Science Alert, Germanium yang ditemukan pada 1886 tidak ada di dalam tabel. Sementara gallium dan skandium yang ditemukan pada 1875 dan 1879, ada.

Meski rapuh, dokumen tabel periodik tertua ini konon masih bisa terbaca jelas. Ini menandakan bahwa meski sempat “terbuang”, dokumen tersebut telah mendapatkan perawatan ekstra, termasuk pembersihan, pemandian kimia untuk menyeimbangkan pH kertas, dan juga proses perbaikan menggunakan kertas kozo Jepang serta pasta yanng terbuat dari tepung gandum.

{Baca juga: 100 Juta dalam 48 Jam, MV Terbaru BTS Cetak Sejarah Baru di YouTube}

Saat ini dokumen tersebut disimpan di ruang kontrol Universitas St Andrews dan salinannya dipajang di Fakultas Kimia, Universitas St Andrews.

Penyelidikan lebih lanjut juga menemukan catatan entri yang menunjukkan bahwa dokumen diproduksi pada 1885 oleh penerbit yang berbasis di Wina. Hal ini secara tidak langsung menjadi penguat bahwa dokumen tersebut merupakan tabel periodik tertua di dunia. Pasalnya, ini diketahui dibuat dua dekade setelah ahli kimia Dmitri Mendeleev menciptakan tabel ini, yang didasarkan pada peningkatan bilangan atom.

Tabel periodik sendiri merupakan tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan nomor atom (jumlah proton dalam inti atom), konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia. Tabel juga terbagi menjadi empat blok, yakni blok -s, -p, -d, dan -f. Secara umum, dalam satu periode (baris), di sebelah kiri bersifat logam, dan di sebelah kanan bersifat non-logam.

Sumber: Extramarks.id

Waduh! Jutaan Pengguna Internet Explorer Terancam Kena Hack

Telko.id, Jakarta – Peramban alias browser buatan Microsoft, Internet Explorer, terkenal punya sistem keamanan minim. Terbaru, peneliti John Page menunjukkan ada celah keamanan versi anyar di peramban tersebut.

Menurut laporan Engadget dikutip Telko.id, Senin (15/4/2019), celah keamanan baru di Internet Explorer memanfaatkan MHT File.

Sekadar informasi, MHT Fike merupakan format yang digunakan Internet Explorer ketika pengguna menyimpan halaman situs.

{Baca juga: Microsoft Minta Pengguna Tinggalkan Internet Explorer}

Melalui celah keamanan baru tersebut, peretas atau hacker tidak hanya bisa memata-matai para pengguna Windows, tetapi juga mencuri data yang tersimpan di komputer.

Karena Windows membuka MHT File secara default, celah keamanan itu akan memengaruhi meski pengguna tidak menggunakan peramban Internet Explorer. Pengguna cukup membuka lampiran via obrolan atau email.

Celah keamanan tersebut memengaruhi sistem operasi Windows 7, Windows 10, dan Windows Server 2012 R2. Sayang, kabarnya Microsoft menolak merilis pembaruan untuk menambal celah keamanan di Internet Explorer.

Microsoft akan mempertimbangkan untuk merilis perbaikan celah keamanan lewat pembaruan biasa. Dengan kata lain, jutaan pengguna rentan terserang jika tidak menonaktifkan Internet Explorer untuk membuka MHT File.

Beberapa waktu lalu, Microsoft meminta kepada pengguna untuk berhenti memakai Internet Explorer. Microsoft memperkenalkan peramban baru Microsoft Edge, bersamaan dengan peluncuran Windows 10.

{Baca juga: Microsoft Tegaskan Umur Windows 7 Sampai 2023}

Meskipun begitu, pengguna masih akan bisa menemukan browser ini di Windows. Masih banyak perusahaan dan pelaku bisnis yang menggunakan Internet Explorer karena terbukti mendukung aplikasi web lama. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

iPhone XR Versi 2019 Punya Tiga Kamera Belakang?

0

Telko.id, Jakarta – Bocoran desain iPhone XR terbaru vberedar di dunia maya. Desain anyar tersebut pun membuat banyak pihak kaget. Sebab, iPhone XR versi 2019 bakal mengalami banyak perubahan. Yang paling menarik, smartphone ini akan memiliki tiga kamera belakang.

Dilansir Forbes, Steve Hemmerstoffer alias OnLeaks mengunggah gambar render perangkat yang diduga merupakan trio iPhone 2019. Ketiganya bakal mempunyai tiga kamera belakang.

Dikutip Telko.id, Senin (15/4/2019), iPhone XR paling mendapat peningkatan signifikan ketimbang dua iPhone lain. Sama seperti dua saudaranya iPhone XS dan XS Max, iPhone XR versi 2019 juga akan dibekali tiga kamera belakang dari sebelumnya cuma satu.

Rumor kehadiran tiga kamera belakang di iPhone XR terbaru pun menjadi pertanyaan. Apakah harganya akan tetap lebih murah ketimbang dua saudaranya, yaitu iPhone XS dan iPhone XS Max?

Misalkan harga iPhone XR terbaru nanti akan tetap lebih murah, bukankah nanti bakal mematikan pangsa pasar iPhone XS dan iPhone XS Max, karena sama-sama memiliki tiga kamera.

Sayang, Apple belum menjawabnya. Yang jelas, rumor tiga kamera belakang di trio iPhone 2019 sudah lama berembus. Namun, sebelumnya disebut tiga kamera belakang hanya akan ada di dua seri iPhone premium.

Terkait penamaan, Hemmerstoffer menyebut bahwa tiga iPhone 2019 akan bernama iPhone XI, iPhone XI Max, dan iPhone XIR. Katanya, iPhone XIR dan iPhone XI Max akan mempunyai bodi belakang frosted glass. [SN/HBS]

Sumber: Forbes

Sempat Terjadi Masalah Server Down, Facebook Minta Maaf

Telko.id, Jakarta – Facebook mengakui bahwa terjadi gangguan di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp pada Minggu malam (14/04/2019) sehingga menyebabkan server down. Terkait masalah tersebut, Facebook mengakui telah terjadi masalah, dan meminta maaf kepada pengguna.

Gangguan yang dialami ketiga platform sosial media tersebut sempat menjadi viral di internet, karena banyak yang mengaku terdampak karena tidak bisa mengakses akun sosmed mereka.

Facebook pun meminta maaf atas kasus di hari Minggu kemarin. Facebook mengakui jika telah terjadi gangguan dan sudah menyelesaikan kasus tersebut.

“Kemarin sebagian pengguna mengalami kendala dalam mengakses family of apps Facebook. Isu tersebut telah kami selesaikan, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Juru bicara Facebook kepada Tim Telko.id pada Senin (15/04/2019).

{Baca juga: WhatsApp, Instagram, Facebook Kompak Down (Lagi)}

Namun saat kami menayakan penyebab gangguan tersebut, pihak Facebook belum bisa menjelaskan kenapa kerusakan terjadi pada WhatsApp, Instagram dan Facebook secara bersamaan pada hari Minggu kemarin.{Baca juga: WhatsApp, Instagram, Facebook Kompak Down (Lagi)}

“Kami tidak ada informasi mengenai hal tersebut saat ini,” terang pihak Facebook.

Sebelumnya layanan WhatsApp, Instagram, dan Facebook dikabarkan kembali tumbang, karena mengalami server down. Kabar ini cepat menyebar setelah netizen di seluruh dunia mengeluhkan tidak bisa mengakses ketiga layanan tersebut di media sosial.

Berdasarkan pantauan dari situs Down Detector pada Minggu (14/04/2019), terjadi peningkatan aduan terhadap 3 platform tersebut sejak sore tadi. Pada aplikasi WhatsApp, aduan meningkat sejak pukul 18.00 WIB dan puncaknya sekitar pukul 19.00 WIB, dimana aplikasi pesan instant itu menerima 2676 pengaduan.

Secara presentase, ada sekitar 40% pengguna melaporkan jika mereka tidak bisa mengirim dan menerima pesan, sedeangkan 38% pengguna melaporkan terkait konektivitas, dan 21% mengeluh tak bisa melakukan log-in di aplikasi tesebut.

{Baca juga: Tagar #InstagramDown dan #FacebookDown Ramai di Twitter}

Angka pengaduan yang lebih tinggi muncul di platform Instagram. Down Detector menerima hingga 7.019 aduan sekitar pukul 19.00 WIB.

Secara presentase 49% pengguna melaporkan bahwa ada gangguan di News Feed, lalu di sistem Log-in sebanyak 29% dan sekitar 20% pengguna melaporkan jika mereka tidak bisa mengakses website Instagram. [NM/HBS]

Polisi Minta Riwayat Lokasi Pengguna ke Google, Ada Apa?

Telko.id, Jakarta – Google menghadapi lonjakan permintaan, terkait riwayat lokasi pengguna dari pihak kepolisian, yang bertujuan untuk memudahkan mereka dalam mengungkapkan kasus hukum.

Sumber dari The New York Times mengatakan bahwa permintaan dari polisi soal informasi dari basis data Riwayat Lokasi seluler Google atau Sensorvault, telah meningkat tajam dalam enam bulan terakhir.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Senin (15/04/2019), ada 180 permintaan dalam satu minggu dan dalam beberapa kasus, polisi meminta data dari ratusan ponsel secara bersamaan.

Mereka meminta Google untuk menyerahkan info lokasi setiap perangkat yang melewati area tertentu selama waktu tertentu.

Google menganonimkan data pada awalnya walaupun memberikan nama dan info sensitif lainnya jika polisi yakin itu cocok dengan perilaku tersangka atau saksi yang diperiksa. Keberadaan fitur Location History bukanlah fitur baru.

{Baca juga: Asyik! Kini Main Game Snake Bisa di Google Maps}

Fitur ini sudah tersedia sejak tahun 2009 dan Anda harus memberikan izin sebelum Google mengumpulkan data soal riwayat lokasi Anda.

Namun sebagian orang tidak menyadari bahwa Google menyimpan informasi dalam jangka waktu tidak terbatas, sehingga bisa membantu penyelidik dalam menyelesaikan sebuah kasus kejahatan.

Tetapi ada masalah hukum dan teknis terhadap peningkatan ketergantungan penegak hukum terhadap riwayat lokasi Google. Merujuk pada Amandemen Keempat Amerika Serikat tampaknya melakukan pencarian riwayat lokasi berdampak pada privasi pengguna.

Pasalnya, tidak setiap departemen kepolisian akan menyegel data pengidentifikasian dengan baik sehingga bisa saja polisi akan mengekspos orang yang tidak bersalah.

{Baca juga: Google Diprotes Gara-gara Salju di Google Maps}

Sayangnya, untuk melakukan data Riwayat Lokasi bukan tanpa kelemahan. Bisa saja ponsel yang menggunakan akun Google seseorang tidak akurat karena ponsel sebenarnya sedang dipinjam orang lain sehingga, tidak ada pemilik akun di lokasi tersebut.

Riwayat lokasi juga tidak terlalu berguna bagi pemilik iPhone, karena hanya beberapa yang menggunakan Google Maps dan kecil kemungkinannya untuk beroperasi dalam kapasitas apa pun. [NM/HBS]

Epic Games Hadirkan Item Baru ‘Zebulon Drone’ di Fortnite? 

Telko.id, Jakarta –  Epic Games bersiap meluncurkan item Fortnite baru bernama Zebulon Drone. Informasi menyebut bahwa referensi item tersebut telah diterbitkan pada pekan ini melalui Twitter.

Bocoran soal kehadiran item Zebulon Drone berasal dari pengguna Twitter berakun Lucas7yoshi_. Dia adalah leaker pemeriksa data yang sebelumnya telah membocorkan sejumlah hal terkait Fortnite.

Akun Twitter Lucas7yoshi membagikan dua tangkapan layar atau screenshot dari kode Fortnite. Pertama, menampilkan referensi End Zebulon Drone dan kedua New Zebulon Drone.

{Baca juga: Awas!! Bakal Ada “Racun” di Game Fortnite}

Selain itu, akun ini juga menemukan beberapa referensi untuk FidgetSpinner. Di antara ketiga referensi yang ditemukan, Epic mungkin berencana untuk menambahkan Zebulon Drone yang ke Fortnite.

Namun demikian, informasi mengenai Zebulon Drone saat ini masih sangat langka sehingga tidak bisa dipastikan. Item mungkin akan diluncurkan di masa depan, tapi hanya untuk Save the World mode.

Berdasarkan laporan Slashgear, Epic Games sendiri belum memberikan komentar soal kehadiran Zebulon Drone yang dimaksudkan tersebut.

Seperti diketahui, Fortnite merupakan salah satu battle royale game populer yang ada saat ini. Game besutan Epic Games ini berhasil dimainkan 250 juta pemain.

Di tengah kejayaannya, muncul battle royale game lain yakni Apex Legends. Game ini berhasil menarik perhatian pemain sejak pertama rilis. Tak tanggung-tanggung, baru 3 hari rilis, game ini langsung memiliki 10 juta pemain.

{Baca juga: Ada Fitur Tiruan Apex Legends di Fortnite, Apa Itu?}

Tak cukup sampai disitu, dalam kurun waktu seminggu setelah rilis, game besutan Respawn ini berhasil menarik perhatian sebanyak 25 juta pemain. Namun, Epic menilai itu bukan benar-benar pesain game besutannya, karena didapati banyak cheater.

Respawn Entertainment sebegai pembuat game semakin gencar melawan pemain curang atau cheater game. Respawn mengklaim telah memblokir ratusan ribu cheater di platform game pesaing PUBG tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Slashgear