spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1270

Update Baru, PES 2019 Ubah Wajah Pemain Keturunan Indonesia Ini

Telko.id, Jakarta – Konami merilis Data Pack 5 untuk game PES 2019 di PlayStation 4, Xbox One, dan PCUpdate Data Pack PES 2019 ini membawa beberapa perubahan di grafis, seperti seragam tim dan wajah para pemain.

Melansir dari Gamespot, Senin (15/04/2019) ada beberapa pemain yang wajahnya mengalami perubahan, seperti pemain keturunan Indonesia yang kini bermain di Inter Milan, Radja Nainggolan, kemudian striker FC Barcelona Kevin-Prince Boateng, dan gelandang Manchester City Ilkay Gundogan.

Adapun, wajah-wajah pemain yang diperbaiki adalah pemain bertahan FC Barcelona Samuel Umtiti, pemain Aston Villa Jack Grealish, kiper Inter Milan Samir Handanovic, serta gelandang bertahan milik Chelsea Ethan Ampadu.

{Baca juga: Sony Cegah GameStop Jual Kode Unduhan PlayStation 4}

Selain perbaikan wajah-wajah pemain, Data Pack 5 PES 2019 juga melakukan pembaruan untuk beberapa seragam tim, termasuk Schalke dari Bundesliga, tim nasional Argentina, dan tim nasional Kolombia.

PES 2019 merupakan game besutan Konami yang dirilis pada 28 Agustus 2018. Tidak hanya hadir di beberapa platform seperti PlayStation 4, Xbox One, dan PC, PES 2019 juga bisa dimainkan di platform mobile.

Beberapa bulan setelah merilisnya pertama kali, Konami meluncurkan versi gratis dari PES 2019 pada Desember 2018 bernama PES 2019 Lite. Game tersebut tersedia untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Meski gratis, Konami tetap menyertakan opsi in-game purchase.

{Baca juga: Call of Duty: Black Ops 4 Modus Blackout Hadirkan Peta Baru}

Fokus dalam versi Lite ini adalah mode MyClub. Melalui mode itu, pemain dapat membentuk sebuah tim yang terdiri dari pemain kenamaan saat ini maupun legenda seperti Diego Maradona, David Beckham, dan Gabriel Batistuta. (BA/FHP)

Sumber: Gamespot

100 Juta dalam 48 Jam, MV Terbaru BTS Cetak Sejarah Baru di YouTube

Telko.id, Jakarta – BTS melanjutkan dominasinya sebagai boyband paling berpengaruh di dunia. Setelah bolak-balik memecahkan rekor, septet asal Korea Selatan ini kembali membuat sejarah setelah video musik (MV) “Boy with Luv” dari album terbarunya, Map of the Soul: Persona tembus 100 juta view di YouTube.

Menariknya, tak seperti beberapa video musik BTS lainnya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun atau paling tidak hitungan minggu untuk sampai ke angka 100 juta, “Boy with Luv” cuma butuh waktu kurang dari tiga hari.

Hingga berita ini diturunkan, tim Telko.id memantau, video musik “Boy with Luv” yang merupakan kolaborasi BTS dengan penyanyi AS Halsey telah dilihat sebanyak 124,998,191 kali.

{Baca juga: Pembuat Mainan Mattel Resmi Rilis Boneka BTS, Mirip?}

“Boy With Luv” diunggah pertama kali pada Jumat, 12 April, dan langsung mencetak rekor sebagai klip yang paling banyak diputar dalam 24 jam. Tidak tanggung-tanggung, BTS mengantongi 78 juta pasang “mata” hanya di YouTube saja, lapor Forbes.

Angka yang mencengangkan itu dengan mudah melewati rekor yang sebelumnya dipegang kwartet Korea Selatan, Blackpink, dengan video musik “Kill This Love” yang diputar sebanyak 57 juta kali dalam satu hari penuh pertama di YouTube.

Pencapaian spektakuler boyband beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook ini dikonfirmasi YouTube pada Sabtu (13 April).

{Baca juga: YouTube Error, Tagar #YouTubeDOWN jadi Trending Topic}

“Ya, kami masih menghitung angkanya. Tetapi kami dapat mengonfirmasi bahwa prestasi ‘Boy With Luv’ feat Halsey kini *secara resmi* menjadi yang paling banyak dilihat dalam 24 jam dalam sejarah @YouTube!!,” demikian bunyi cuitan YouTube di akun resmi YouTube Music.

“Boy with Luv” sendiri merupakan video musik ke-15 BTS yang sukses melampaui angka 100 juta view di YouTube. Tahun lalu, pencapaian serupa ditorehkan artis BigHit Entertainment ini lewat “IDOL” dan “Fake Love.”

Mantap! Teknologi AI Berhasil Kalahkan Tim eSports Dota 2

Telko.id, Jakarta – Teknologi AI (Artificial Intelligence) sepertinya menjadi ancaman baru di industri electronic sports (eSports). Pasalnya, Teknologi AI yakni OpenAI Five berhasil mengalahkan tim eSports profesional, OG dalam tiga pertandingan game Dota 2.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Senin (15/04/2019) OG bukan tim sembarangan. Kumpulan gamers tersebut adalah juara The International Dota 2 di tahun 2018, takluk oleh mesin pembelajaran tersebut ciptaan perusahaan OpenAI.

Pada pertandingan tersebut Tim OG hanya mampu memberikan perlawanan pada 30 menit awal permainan. Sisanya OpenAI Five mampu mempelajari gaya permainan OG dan balik menyerang.

Pertandingan ini hanyalah demonstrasi biasa. Walaupun begitu kemenangan teknologi AI menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi ancaman bagi atlet eports karena mampu memenangkan game Dota 2.

{Baca juga: Huawei Bantu Anak Tunarungu Membaca Pakai Teknologi AI}

Jika penasaran dengan OpenAI Five, Anda pun berkesempatan untuk menjajal kekuatan mereka. Caranya Anda harus mendaftar kepada perusahaan OpenAI.

Nanti jika sudah terdaftar, Anda bisa bermain baik dalam mode kooperatif maupun versus antara 18 April pukul 21.00 waktu timur Amerika Serikat, hingga 22 April pukul 02.59 Waktu Timur Amerika Serikat.

Anda seharusnya tidak berharap untuk menang, tetapi Anda akan memiliki pengetahuan langsung tentang seberapa baik Five sebenarnya.

Teknologi AI memang diprediksi akan semakin banyak digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Menurut Hendra Lesmana, selaku Country General Menager Dimension Data Indonesia, ada beberapa tren yang akan menentukan lanskap teknologi bisnis di tahun depan, salah satunya dalah penggunaan AI.

{Baca juga: Riset: Teknologi AI akan Semakin Banyak Digunakan di 2019}

Menurutnya, sejak tahun 2018 penggunaan teknologi ini sudah diperkenalkan sehingga tahun depan akan semakin banyak dirasakan.

“Highlight overall 2019 akan melihat lebih banyak lagi teknologi tersebut ke kehidupan sehari-hari. Jadi saya melihat ada penggunaan AI yang lumayan signifikan,” ujar Hendra di Jakarta Selasa (18/12).

Menurutnya, AI akan memberi perusahaan kemampuan untuk menggabungkan skenario, meningkatkan pemahaman dan membuat keputusan prediktif secara real-time tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan. “Ini adalah perubahan pola pikir yang berfokus pada costumer,” tuturnya. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Apple Gelontorkan Ratusan Juta Dollar Demi Apple Arcade?

Telko.id, Jakarta – Industri game semakin tumbuh pesat. Tak mau ketinggalan momen, Apple dikabarkan melakukan investasi ratusan juta dolar untuk mengembangkan layanan game, Apple Arcade yang telah dirilis pada Maret lalu.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Senin (15/04/2019), media Financial Times mengklaim jika Apple mengeluarkan anggaran hingga USD$ 500 juta atau Rp 7 triliun untuk pengembangannya.

Dilaporkan, Apple juga menghabiskan beberapa juta dollar untuk satuan game dan menawarkan tunjangan bagi pengembang, yang mau menciptakan game orisinal untuk Apple.

Apple saat ini menolak berkomentar terkait laporan tersebut. Namun jika laporannya benar maka nilai investasi Apple terhadap game sama dengan investasi Apple terhadap fitur acara tv dalam perangkat Apple Tv+

{Baca juga: Pengguna Apple Watch Gugat Apple Gara-gara Baterai}

Selain itu langkah Apple ini bisa berpengaruh pada industri game. Layanan Game Arcade ala Apple ini adalah tawaran untuk menghidupkan kembali minat pada platform game berbayar di era permainan gratis.

Terakhir apa yang dibelanjakan Apple sekarang mungkin mengarahkan ke lebih banyak gamer seluler dan studio game berbondong-bondong ke iOS.

Sebelumnya Apple mengumumkan layanan berbayar game premium untuk perangkat mobile bernama Apple Arcade. Layanan game berbayar ini dapat diakses melalui iPhone, iPad, Apple TV maupun perangkat Mac.

Apple Arcade, seperti diberitakan laman Phone Arena, akan berada di tab terpisah di dalam aplikasi App Store, berisi lebih dari 100 game premium yang khusus dibuat untuk layanan ini.

Game yang berada di Apple Arcade dapat dimainkan secara berkelanjutan. Pengguna dapat berpindah gawai lalu meneruskan game di level atau aktivitas terakhir mereka sebelum dimatikan.

{Baca juga: Apple Rilis Game Berbayar “Apple Arcade”}

Apple juga menyediakan mode offline, dimana pengguna bisa mengunduh game dan memainkannya tanpa sambungan Internet. Layanan ini juga memiliki fitur Family Sharing berkapasitas hingga enam orang. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Mirip Film Avengers, LG akan Bikin Smartphone Transparan

0

Telko.id, Jakarta – LG baru-baru ini telah mendapatkan hak paten dari United States Patent and Trademark Office (USPTO). Dalam paten tersebut, LG menuangkan “ide” gila soal smartphone transparan yang mungkin akan mereka rilis di masa mendatang.

Paten yang menampilkan smartphone lipat transparan itu diajukan LG pada tahun 2015 silam, dan baru tahun ini dikabulkan oleh USPTO.

Menurut phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Senin (15/04/2019), smartphone transparan ala LG akan memiliki layar fleksibel dengan tingkat transparansi yang dapat disesuaikan.

{Baca juga: Bukan Layar Lipat, LG Siapkan Ponsel Layar “Merenggang”?}

Smartphone ini sendiri tidak sepenuhnya transparan, karena setengah dari sisi kanan smartphone ketika dibuka merupakan body yang digunakan LG sebagai tempat untuk board, baterai, dan komponen penting lainnya.

Paten LG itu seakan mengingatkan kita kepada perangkat yang biasanya terdapat pada film fiksi ilmiah atau film aksi seperti Avengers, Iron Man dan lainnya. Dalam film, biasanya terdapat perangkat dengan layar transparan yang menampilkan konten secara Augmented Reality (AR).

Dan bisa saja, smartphone lipat transparan LG ini akan memiliki konsep yang hampir sama. Hingga kini, masih belum jelas kapan LG benar-benar mengembangkan ide di paten tersebut. Karena kerap terjadi brand teknologi tidak benar-benar mengembangkan hak paten yang mereka ajukan sendiri.

{Baca juga: Pengamat: Ponsel Transparan LG Cuma Halusinasi}

Sebelumnya diberitakan bahwa perangkat lipat nan transparan dari LG dinilai merupakan ide yang mustahil terwujud. Sebab, gadget memerlukan ruang untuk komponen seperti baterai, kamera, dan lainnya.

Para pengamat berpendapat, dengan konsep (transparan) seperti itu, smartphone LG akan bisa beroperasi secara tidak sengaja. Karenanya, mereka mengatakan bahwa cita-cita LG membuat ponsel tembus pandang hanyalah sebuah halusinasi. (FHP)

Sumber: phoneArena

Lebih Murah, Harga Vivo iQOO 12GB/128GB Gak Sampai Rp 8 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Vivo iQOO sebenarnya memiliki empat konfigurasi RAM dan ROM, yaitu 6GB/128GB, 8GB/128GB, 8GB/256GB, dan 12GB/256GB. Namun kini, Vivo memberikan satu tambahan konfigurasi bagi smartphone gaming itu, yakni RAM 12GB dan ROM 128GB.

Harga Vivo iQOO dengan konfigurasi tersebut tentu lebih murah dibandingkan versi tertinggi 12GB/256GB. Smartphone ini hanya dibanderol USD 551 atau setara Rp 7,7 jutaan.

Harga yang menggiurkan memang, namun Vivo iQOO 12GB/128GB tidak akan tersedia resmi secara global. Sebab, Vivo hanya menjualnya di China pada 14 April kemarin.

{Baca juga: Siap-siap! Asus ROG Phone Generasi Kedua akan Dirilis Akhir Tahun Ini}

Tidak seperti versi lainnya, Vivo iQOO versi ini pun hanya tersedia dengan satu warna saja, yaitu Electric Blue.

Sekadar informasi, smartphone gaming besutan Vivo ini ditenagai oleh dapur pacu monster berkat digunakannya prosesor berbasis 7nm, Snapdragon 855 octa-core 2.84 GHz, GPU Adreno 640, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan dukungan fast charging 44W.

{Baca juga: 10 Smartphone Android Terkencang, Huawei P30 Pro Masih “Kedodoran”}

Smartphone ini punya tiga kamera utama di bagian belakangnya, masing-masing adalah 12MP lensa utama aperture f/1.8, kemudian 13MP lensa ultra-wide dan lensa depth dengan sensor 2MP. Sementara kamera depannya, hanya 12MP saja.

Di China, harga smartphone ini mencapai USD 450 atau Rp 6,3 jutaan untuk versi 6GB/128GB. Kemudian, USD 490 atau Rp 6,8 jutaan untuk versi 8GB/128GB, USD 536 atau Rp 7,5 jutaan untuk 8GB/256GB, dan USD 640 atau Rp 9 jutaan untuk model tertinggi 12GB/256GB. (FHP)

100 Juta Dalam 72 Jam, MV Tebaru BTS Cetak Sejarah Baru di YouTube

Telko.id, Jakarta – BTS melanjutkan dominasinya sebagai boyband paling berpengaruh di dunia. Setelah bolak-balik memecahkan rekor, septet asal Korea Selatan ini kembali membuat sejarah setelah video musik (MV) “Boy with Luv” dari album terbarunya, Map of the Soul: Persona tembus 100 juta view di YouTube.

Menariknya, tak seperti beberapa video musik BTS lainnya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun atau paling tidak hitungan minggu untuk sampai ke angka 100 juta, “Boy with Luv” cuma butuh waktu kurang dari 72 jam atau tiga hari.

Hingga berita ini diturunkan, tim Telko.id memantau, video musik “Boy with Luv” yang merupakan kolaborasi BTS dengan penyanyi AS Halsey telah dilihat sebanyak 123 juta kali.

{Baca juga: Pembuat Mainan Mattel Resmi Rilis Boneka BTS, Mirip?}

“Boy With Luv” diunggah pertama kali pada Jumat, 12 April, dan langsung mencetak rekor sebagai klip yang paling banyak diputar dalam 24 jam. Tidak tanggung-tanggung, BTS mengantongi 78 juta pasang “mata” hanya di YouTube saja.

Angka yang mencengangkan itu dengan mudah melewati rekor yang sebelumnya dipegang kwartet Korea Selatan, Blackpink, dengan video musik “Kill This Love” yang diputar sebanyak 57 juta kali dalam satu hari penuh pertama di YouTube.

Pencapaian spektakuler boyband beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook ini dikonfirmasi YouTube pada Sabtu (13 April).

{Baca juga: YouTube Error, Tagar #YouTubeDOWN jadi Trending Topic}

“Ya, kami masih menghitung angkanya. Tetapi kami dapat mengonfirmasi bahwa prestasi ‘Boy With Luv’ feat Halsey kini *secara resmi* menjadi yang paling banyak dilihat dalam 24 jam dalam sejarah @YouTube!!,” demikian bunyi cuitan YouTube di akun resmi YouTube Music.

“Boy with Luv” sendiri merupakan video musik ke-15 BTS yang sukses melampaui angka 100 juta view di YouTube. Tahun lalu, pencapaian serupa ditorehkan artis BigHit Entertainment ini lewat “IDOL” dan “Fake Love.”

Samsung Siapkan Empat Model Galaxy Note 10, Termasuk 5G

0

Telko.id, Jakarta – Seperti trio Galaxy S10, Samsung dilaporkan akan menyiapkan banyak model untuk Samsung Galaxy Note 10. Dikabarkan, model dari suksesor Galaxy Note 9 ini akan dibedakan dari ukuran serta teknologi jaringannya.

Menurut GSMArena, seperti dilansir Telko.id pada Senin (15/04/2019), Samsung mempersiapkan empat model untuk Samsung Galaxy Note 10.

Dua di antaranya dibedakan dari ukuran body dan layarnya, dengan nomor model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Samsung Galaxy Note 10+.

{Baca juga: Bos Samsung Yakin Pimpin Industri Smartphone 1 Dekade Lagi}

Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976.

Dilaporkan juga, Note 10 versi standar akan mengusung layar berukuran 6,28 inci. Sedangkan versi Note 10+, akan dibekali layar lebih besar, tepatnya 6,75 inci.

Dengan ukuran layar tersebut, diprediksi Note 10 akan menjadi smartphone dengan layar terbesar ketika dirilis. Sebagai perbandingan, Galaxy Note 9 memiliki layar 6,4 inci, Galaxy S9+ 6,2 inci, dan iPhone XS Max berukuran 6,5 inci.

{Baca juga: Galaxy Note 10 akan Jadi Smartphone Layar Terbesar}

Samsung memang dikonfirmasi mulai mengembangkan Note 10 pada awal Oktober tahun lalu. Sebab, Samsung disebut-sebut tengah menggarap smartphone dengan kode “DaVinci” yang diprediksi sebagai Galaxy Note 10.

Hingga kini, masih belum ada informasi jelas soal spesifikasi, fitur, dan desain dari Note 10. Termasuk, waktu peluncuran dari phablet berukuran jumbo ini. So, kita nantikan saja bocoran lainnya ya! (FHP)

Hiii Seram… Ada Mode Darkest Night di PUBG Mobile

Telko.id, Jakarta – Tencent Games menjanjikan pembaruan bagi PUBG Mobile. Dalam pembaruan versi 0.12 itu, Tencent akan menghadirkan mode PUBG Mobile Darkest Night.

Melansir dari India Times, Senin (15/04/2019), pembaruan ini dijadwalkan akan hadir pada pekan ini, tepatnya pada Selasa (16/04),

Dalam Darkest Night, terdapat beberapa mode permainan, seperti Survive Till Dawn 2.0. Mode ini merupakan chapter baru dari Zombie Mode yang rilis beberapa waktu lalu ketika PUBG Mobile bekerja sama dengan game Resident Evil 2.

{Baca juga: Battle Royale ala PUBG Diadakan di Dunia Nyata, Berani Ikut?}

Dilaporkan, mode ini juga menyuguhkan musuh-musuh baru dan senjata baru bagi para pemainnya. Kemudian, mode Spectator yang memungkinkan pemain untuk menyaksikan pertandingan dari teman mereka di Darkest Night.

Sementara mode Darkest Night sendiri, memungkinkan para pemain untuk bermain solo atau group dan wajib bertahan dari serangan zombie dan gas beracun hingga akhir pertandingan.

Sebelumnya, Tencent menghadirkan dua senjata baru untuk mode Zombie di pembaruan PUBG Mobile. Dua senjata itu berupa peluncur roket RPG-7 dan crossbow yang dilengkapi dengan bahan peledak.

{Baca juga: Khawatir Anak Jadi Kecanduan Game, Nepal Blokir PUBG}

Asal tahu saja, pembaruan itu dilakukan oleh Tencent di tengah sorotan tajam yang mengarah ke game PUBG. Game tersebut menjadi kontroversial karena membuat kecanduan para generasi muda.

Terkini, game bergenre battle royale itu dilarang di Nepal. Nepal resmi melarang game online populer tersebut karena khawatir konten kekerasan dalam game berdampak negatif pada anak-anak.

Sumber: India Times

Menebar Internet ke Pelosok Negeri Lewat Palapa Ring

Telko.id – Jaringan telekomunikasi menjadi penting dalam sendi kehidupan. Pasalnya jaringan Internet yang berkualitas berdampak pada peningkatan aspek-aspek kehidupan seperti ekonomi, pendidikan dan sosial budaya.

Indonesia sebagai negara kepulauan pun membutuhkan jaringan telekomunikasi yang prima. Masyarakat Indonesia perlu saling terhubung supaya informasi bisa dikirim dan diterima dengan cepat.

Pembangunan jaringan di Indonesia tidaklah mudah. Masyarakat Indonesia tersebar di 17.504 pulau dengan kondisi geografis yang beragam. Ada yang tinggal di pedesaan, perkotaan, di pesisir pantai, ataupun di daerah pegunungan dengan kondisi medan yang sulit.

Dengan kondisi geografis yang tergolong sulit itu, pada akhirnya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia untuk menggelar jaringan telekomunikasi secara merata, hingga ke pelosok wilayah. Meski sulit, namun masih ada harapan untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia.

Sejak tahun 2016, pemerintah Indonesia menggagas ide untuk membangun proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang bernama Proyek Palapa Ring. Proyek yang terinspirasi dari nama “Sumpah Palapa” yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada ini bertujuan untuk meningkatkan sistem telekomunikasi di Indonesia supaya seluruh masyarakat bisa saling terhubung.

{Baca juga: Jangkau Area Terluar, XL akan Gunakan Palapa Ring}

Proyek ini terbagi dalam 3 paket, yakni Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah dan Palapa Ring Paket Timur. Baru-baru ini Menteri Telekomunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menjelaskan bahwa sebentar lagi masyarakat Indonesia akan segera menikmati paket tersebut. Karena hampir semua paket telah rampung pengerjaannya, dan pembangunan Palapa Ring Timur sudah mencapai 94%.

“Jadwalnya (selesai) perkiraan bulan Mei atau Juni. Sekarang Palapa Ring Paket Timur masih 94%,” jelas Rudiantara, saat ditemui di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (20/03/2019).

Sejarah Palapa Ring

Walaupun mulai dibangun pada tahun 2016, wacana pembangunan proyek ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Menurut mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi yang ditemui Tim Telko.id, wacana pembangunan Palapa Ring sudah ada sejak tahun 2006.

Ketika dirinya masih menjabat sebagai komisioner BRTI, waktu itu proyek Palapa Ring masih disebut dengan nama Palapa Ring on Ring atau Palapa O2 Ring.

“Di tahun 2006, kita melihat bahwa pembangunan serat optik diperlukan untuk pemerataan jaringan karena dahulu kebanyakan trafik ini di Jakarta, sehingga digagaslah proyek Palapa O2 Ring,” kata Heru, membuka obrolan di rumahnya di kawasan Ciganjur.

{Baca juga: Palapa Ring Paket Timur Hampir Rampung, Ini Pesan Menkominfo}

Heru mengingat kembali kala wacana tersebut masih menjadi diskusi di kalangan pemerintah serta pegiat telekomunikasi Indonesia. Ia menyebut beberapa nama yang disebutnya sebagai pencetus ide dibuatnya proyek Palapa Ring.

Seperti Arnold Ph. Djiwatampu, Presiden Direktur PT Tiara Titian Telekomunikasi, Sumitro Rustam dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), serta Anang Latief yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Kala itu mereka merasa resah terkait kecepatan Internet di Indonesia yang masih lambat, serta konsep National Backbone atau punggung jaringan yang menghubungkan kota dan kabupaten di Tanah Air.

“Kita punya target bagaimana desa terhubung dengan Internet. Jadi kita mulai dari national backbone di kabupaten kota yang ada dalam proyek Palapa Ring,” ujar Heru.

Selain itu, proyek Palapa Ring juga harus melibatkan pihak operator. Tujuannya agar tidak ada tumpang tindih jaringan yang membuat pembangunan sia-sia.

“Jadi secara sukarela kita bersama-sama mengatasi persoalan backbone nasional. Jadi saat itu kita berpendapat operator harus ikut dilibatkan ketika mendesain Palapa Ring. Biar jangan sampai dibangun jaringan yang sudah ada, jadinya malah tumpang tindih,” jelasnya.

{Baca juga: Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna}

Tantangan lain yang dihadapi saat itu adalah, membangun jaringan Palapa Ring membutuhkan biaya yang sangat besar, hingga menyentuh angka triliunan rupiah. Heru mengenang, pemerintah saat itu menawarkan skema konsorsium kepada operator.

Namun pihak operator tidak serta merta menerima skema tersebut, karena masih mempertanyakan keuntungan apa yang mereka dapat ketika turut mengerahkan tenaga untuk pembangunan. Jumlah peserta konsorsium yang awalnya 10 operator pun terus menyusut hingga sampai akhirnya konsorsium dibatalkan.

“Perjalanan pembangunan masih alot karena harus ada insentif yang diberikan kepada operator. Mereka mempertanyakan kalau operator yang membangun, insentifnya apa?” ungkap pria yang hobi main sepakbola itu.

Sebenarnya pemerintah Indonesia memiliki dana untuk pembangunan di bidang telekomunikasi dari dana Universal Service Obligation (USO). Dana tersebut diambil dari 1,25% pendapatan kotor semua operator selama setahun yang masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Waktu itu sebenarnya ada dana awal Rp 1 triliun dari dana USO yang diambil dari 1,25% pendapatan kotor operator, tapi memang kalau sudah masuk APBN agak susah dipakainya,” ujar Heru menjelaskan.

{Baca juga: Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna}

Operator pun akhirnya melakukan pembangunan jaringan sendiri-sendiri. Menurut Heru, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) pada tahun 2012, secara mandiri melakukan pembangunan jaringan fiber optik bagian timur yang dikenal dengan nama Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS)

“Karena pada saat itu Telkom butuh, dan mereka pun membangun jaringan di timur,” sebut pria yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif ICT Intitute.

Sempat Terhenti

Proyek Palapa Ring Paket Barat resmi diluncurkan Menkominfo, Rudiantara pada 15 Juni 2016 di Batam, Kepulauan Riau. Proyek itu akan menjangkau wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dengan dukung jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 km.

Ada jedah 10 tahun sebelum akhirnya proyek tersebut resmi diluncurkan. Heru menjelaskan bahwa pendanaan menjadi penyebab mengapa proyek tersebut mandeg.

Kala itu belum ada solusi terkait skema pendanaan dari pembangunan proyek pemersatu bangsa ini. “Tidak ada solusi atau titik tengah dari pendanaan. Konsorsium tidak jalan karena belum jelas kira-kira operator dapat apa dari proyek tersebut,” imbuhnya.

{Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}

Cerita Heru tadi diamini oleh Anang Latif, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bakti. Sama seperti Heru, Anang pun menilai jika kendala pembangunan awal Palapa Ring terkait perbedaan pandangan antara pemerintah dan pihak swasta, dalam hal ini operator seluler.

“Pada saat itu pemerintah menginginkan sepenuhnya dibiayai swasta. Namun pihak swasta mencoba menghitung ulang apakah layak atau tidak. Perbedaan pendapat itu cukup alot dibahas, dan memakan waktu yang panjang. Pada akhirnya konsorsium bubar,” kenang Anang.

Skema Baru 

Pada tahun 2014 terjadi pergantian di struktur di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seiring dengan dilantiknya Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Jusuf Kalla, tampuk kepemimpinan Kominfo pun resmi diemban oleh Rudiantara.

Di awal masa jabatannya, Rudiantara berusaha untuk menyusun kembali strategi proyek pembangunan Palapa Ring. Setelah disimpulkan bahwa skema pendanaan menjadi masalah utama, Rudiantara pun mencanangkan skema pendanaan Public Private Partnership (PPP), atau skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Baru di tahun 2015 ketemu struktur yang pas, karena Rudiantara mengenalkan struktur PPP, yaitu kerjasama antara pemerintah dan badan usaha,” tutur pria kelahiran Bandung ini.

Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna

Selama tahun 2015, pihak Kominfo, dalam hal ini PT Bakti, melakukan capacity building untuk mempelajari skema PKBU ini. Mereka banyak belajar dari pengalaman yang dijalankan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kemudian secara perlahan melakukan tender untuk mencari pihak swasta mana yang mampu melakukan pembangunan proyek Palapa Ring.

{Baca juga: Palapa Ring akan Samakan Skema Tarif Internet di Indonesia}

Menurut Anang, konsep PKBU dalam proyek pembangunan Palapa Ring sangat bagus. Pasalnya proyek ini memerlukan persetujuan dari banyak pihak seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta dua perusahaan BUMN yakni PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang mendorong skema PKBU ini.

“Proses dengan skema PKBU ini banyak melalui instansi lain untuk mengawasi, sehingga proses governance lebih transparan,” ujar lulusan Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung itu.

Selain itu, proyek Palapa Ring juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Pasalnya, Palapa Ring menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015.

“Jadi ketika berstatus PSN maka perizinan jadi lebih cepat, karena banyak proses birokrasi yang dipangkas, sehingga tidak berbelit-belit memakan waktu yang lama lagi,” kata Anang menjelaskan.

Menghindari Resiko 

Anang Latif menjelaskan bahwa sumber pendanaan dalam pembangunan Palapa Ring sepenuhnya dari pihak swasta. Mereka yang memenangkan tander harus membawa sejumlah dana, mengundang investor untuk membiayai proyek jaringan fiber optik tersebut. Konsep ini terbilang efektif karena bisa menghindari risiko jika ada kegagalan dalam pembangunan proyek tersebut.

“Tidak ada uang pemerintah yang keluar selama proyek ini, jadi risiko kegagalan selama masa konstruksi bisa dihindari,” ujar ayah tiga putri dan satu putra ini.

Walaupun begitu, pemerintah akan mengembalikan biaya investasi kepada pihak swasta yang membangun Palapa Ring, dengan menggunakan dana USO selama 15 tahun pertama. Untuk itu pemerintah nantinya akan berhak mengatur siapa saja yang memakai jaringan tersebut.

“Diibaratkan apartemen, karena kamar-kamarnya milik pemerintah sehingga pemerintah berhak menentukan siapa pihak yang memakai kamar tersebut,” jelasnya memberikan ilustrasi.

{Baca juga: Unik, Begini Cara Rudiantara Uji Coba Palapa Ring Paket Tengah}

Perlu diketahui bahwa proyek pembangunana Palapa Ring dilaksanakan oleh beberapa pihak swasta.  Paket barat dilaksanakan oleh PT Palapa Ring Barat yang merupakan bentukan dari konsorsium antara PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) dan PT Ketrosden Triasmitra yang memenangkan tender.

Sedangkan untuk paket tengah proyek ini dimenangkan oleh  Konsorsium Pandawa Lima yakni PT LEN, PT Teknologi Riset Global Investama, PT Sufia Technologies, PT Bina Nusantara Perkasa, dan PT Multi Kontrol Nusantara.

Paket timur dilakukan oleh konsorsium antara PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), PT Inti Bangun Sejahtera (IBS) dan PT Smart Telecom Tbk. Biaya proyeknya pun berbeda-beda, palapa ring paket barat memiliki biaya Rp 1,2 triliun, paket tengah Rp 1,38 triliun dan paket timur Rp 5,13 triliun.

“Jadi total proyek ini hampir 8 triliun dan sepenuhnya dari swasta,” ujar lulusan Master of Science in Operational Telecommunications di Convetry University itu.

Pemerataan Layanan Internet

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Menurut Anang, jaringan serat optik dalam Palapa Ring dapat menjangkau puluhan kota baru di Indonesia yang selama ini belum dijamah oleh jaringan operator lain.

Jika dikategorikan berdasarkan paket Palapa Ring, akan ada 10 kota/kabupaten baru di Paket Barat, 27 kota/kabupaten baru di Paket Tengah serta hampir 53 kota/kabupaten baru di Paket Timur yang terhubung dengan jaringan tersebut.

“Jadi total ada 90 kota/kabupaten baru yang akan terhubung dengan Palapa Ring,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Taskforce Implementasi Digital TV antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu.

Anang mengungkapkan, bahwa proyek ini memiliki dampak yang bagus bagi kehidupan masyarakat. Misalnya melalui Palapa Ring, layanan kesehatan khususnya di daerah kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) bisa mendapatkan akses informasi yang cepat.

Selain itu, diharapkan Palapa Ring ini bisa mendorong ekonomi digital di Indonesia. “Yang penting adalah dampak perekonomian. Jadi nanti mereka dikenalkan ekonomi digital dan itu bisa dirasakan semua karena Palapa Ring telah hadir di ibukota/provinsi tersebut,” katanya.

{Baca juga: Tuntas 100%, Palapa Ring Paket Tengah Siap Uji Coba Operasi}

Dampak lainnya adalah soal kecepatan internet. Selama ini ada perbedaan kecepatan antara pengguna di Jakarta dengan di Provinsi Papua. Menurut Anang, di Jakarta kecepatan internet bisa diatas 8 Mbps, namun kecepata Internet di Papua hanya sekitar 400 kilobyte per second (kbps).

Padahal masih sama-sama bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi tidak ada pemerataan akses telekomunikasi. “Ini terjadi ketidakadilan, karena speed yang didapat jauh lebih rendah,” tandasnya.

Harapan pada Palapa Ring 

Pembangunan Proyek Palapa Ring telah mendekati akhir. Saat ini hanya tinggal merampungkan Palapa Ring Timur syang belum selesai, sehingga diharapkan akan rampung pada pertengahan tahun 2019 ini. “Harapannya di Juni atau Juli, Paket Timur sudah beroperasi,” kata Anang.

Jaringan Palapa Ring bisa digunakan oleh pihak operator untuk melakukan penetrasi jaringan. Selama ini pihak operator enggan membangun jaringan di kawasan timur dan terpencil karena belum ada jaringan penghubung antara ibukota kabupaten dengan kabupaten lain.

Anang pun menganalogikan Palapa Ring seperti jalan bebas hambatan atau Jalan Tol. Palapa Ring memberikan akses penghubung sehingga pihak operator tinggal membangun jaringan ke daerah permukiman atau kawasan bisnis.

“Proyek palapa Ring kita bangunkan jalan tolnya hingga ibukota kabupaten tinggal dari pintu tol ke rumah-rumah atau lokasi-lokasi bisnis itu mereka,” tambah pria yang pernah 20 tahun berkarir di Kementerian Kominfo itu.

{Baca juga: Palapa Ring Diproyeksikan Rampung September 2018}

Anang pun memiliki harapan terhadap proyek Palapa Ring yang kini tengah digeber penyelesaiannya oleh pemerintah. Ia berharap, semoga dengan adanya Palapa Ring, nantinya terjadi pemerataan layanan internet di seluruh wilayah Indonesia.

“Inti dari proyek ini adalah pemerataan. Jadi saudara-saudara kita akan merasakan kesamaan layanan yang kita rasakan di Jakarta atau pulau Jawa dengan yang ada di luar Jawa, seperti di Papua. Harapannya nanti kelak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi setempat,” tegas Anang.

Sedangkan Heru Sutadi berharap jika nantinya Palapa Ring bisa membuat tarif layanan internet menjadi satu harga di seluruh Indonesia. “Sekarang okelah terjadi perbedaan harga di barat dan timur, tapi kalau bisa nanti internet satu harga bisa terlaksana,” tutup Heru. [NM/HBS]