spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1261

Go-Food Klaim Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Telko.id, Jakarta – Layanan pesan antar makanan Go-Food menorehkan prestasinya. Fitur yang masih dalam ekosistem Go-Jek tersebut, mengklaim jika mereka menjadi layanan online food delivery nomor satu di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.

Menurut Chief Food Officer Go-Jek Group Catherine Hindra Sutjahyo, penilaian ini berdasarkan jumlah order atau pesanan di Go-Food.

Perusahaan pimpinan Nadiem Makarim tersebut berhasil menerima diatas 30 juta order selama sebulan.  Jumlah orderan juga terus meningkat hingga tujuh kali lipat selama dua tahun terakhir, dan menjadi terbesar di Asia Tenggara serta di dunia.

{Baca juga: Nilai Transaksi Go-Food Terbesar di Dunia}

“Saat ini terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga di dunia itu berdasarkan order. Itu berdasarkan jumlah order karena order kita di atas 30 juta per bulan. Ini untuk Go-Food aja,” kata Catherine di Jakarta, Selasa (23/04/2019)

Data tersebut menurut Catherine yang membuat Go-Food juga menguasai 80% pangsa pasar atau market share layanan pengiriman makanan sehingga jauh mengungguli layanan sejenis seperti GrabFood dan lain sebagainya.

“Di Indonesia, market share kita sekitar 80% dan paling tidak 4 kali lebih besar dari kompetitor terdekat,” tambah Catherine.

Selama ini layanan antar makanan ini telah menggandeng 400 ribu mitra merchant dimana 96% adalah mitra UMKM Kuliner. Berdasarkan riset dari Lembaga Demografi FEB UI di tahun 2018, Go-Food memberikan kontribusi yang siginifikan pada perekonomian Indonesia yaitu sebesar Rp 18 triliun.

{Baca juga: Order Fiktif Go-Food Rp 18 Juta, Ini Tanggapan Go-Jek}

“Kami bangga mitra merchant Go-Food bisa turut memberikan kontribusi nyata kepada perekonomian melalui pemanfaatan teknologi. Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung,” ujar Catherine.

Dalam merayakan keberhasilan ini, Go-Food menggelar Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) 2019 pada tanggal 5 Mei 2019 mendatang. Program yang memasuki tahun kedua ini dilakukan selama 20 hari di 16 kota di seluruh Indonesia dengan berbagai diskon yang menarik. [NM/HBS]

Redmi 7 Resmi Mendarat di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Setelah pertama kali diperkenalkan di China, Redmi 7 akhirnya melenggang resmi di Tanah Air. Smartphone ini masuk ke segmen kelas menengah dan bersaing dengan Oppo A5s, Samsung Galaxy M20, dan lainnya.

Smartphone kedua dari Resmi di Indonesia itu mengusung desain yang kekinian serta spesifikasi mumpuni yang menjadi daya tarik utamanya.

“Redmi 7 menyuguhkan desain baru yang kekinian, layar yang baru dan spesifikasi yang mumpuni di kelasnya,” ujar Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi di acara peluncuran Redmi 7, di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Redmi 7 memiliki layar IPS LCD berukuran 6,26 inci dengan resolusi HD+ atau 1520 x 720 piksel yang telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5, dan terdapat notch atau poni berukuran kecil di bagian atasnya.

{Baca juga: Inikah Tampang Smartphone Kamera Pop-up ala Xiaomi?}

Smartphone ini ditopang oleh mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 632 (14nm), GPU Adreno 506, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh, dan sistem operasi MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

“Kami menggunakan chipset kinerja tinggi di dalamnya. Kami menggunakan Snapdragon 632 yang cepat di kelasnya dan punya efisiensi daya yang tinggi,” jelasnya.

{Baca juga: Bocoran Poster Ungkap Varian Warna Redmi 7, Apa Saja?}

Di sektor kamera, Redmi 7 sudah memiliki kamera ganda di bagian belakangnya dengan sensor 12MP sebagai lensa utama dan 2MP lensa depth. Serta, kamera depan dengan sensor 8MP.

Kamera ini telah didukung teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Untuk kamera belakang, ada teknologi AI Scene Detection yang mengenali 27 kategori skenario foto berbeda, dan AI Beautify 4.0 untuk kamera depannya. (FHP)

Ingin Kelihatan “Eksis”, CIA Bikin Akun Instagram

Telko.id, Jakarta – Badan intelijen Amerika Serikat atau CIA berencana membuka laman Instagram. Tujuannya agar publik bisa mengetahui segala aktivitas yang dilakukan oleh lembaga intelijen kelas kakap tersebut.

“Untuk menerapkan keterbukaan atau transparansi, CIA juga punya akun Twitter. Kantor hubungan masyarakat CIA juga sedang menyiapkan akun Instagram,” kata Direktur CIA, Gina Haspel, Seperti dilansir CNET.

Ia mengungkapkan rencana itu saat digelar forum keamanan nasional di Auburn University, beberapa waktu lalu. Badan Intelijen AS itu berencana merekrut orang-orang yang jago media sosial untuk mengelola akun baru tersebut.

{Baca juga: Gawat! Bandar Narkoba Kini Gunakan Instagram untuk Jualan}

“Kami memahami bahwa beberapa orang di markas Langley, Virgina, tidak mau membicarakan apa yang tengah dikerjakan. Namun, kami berusaha seterbuka mungkin dengan tetapmelindungi rahasia,” imbuh Haspel.

Dikutip Telko.id, Selasa (23/4/2019), mereka memiliki akun media sosial Twitter yang kini diikuti oleh lebih dari 2,5 juta orang. Akun itu berisi perekrutan agen baru, sejarah lembaga, dan cerita tentang orang-orang penting.

Sayang, belum diketahui kapan CIA akan meluncurkan akun Instagram barunya. Sejauh ini, belum ada bocoran mengenai foto pertama yang akan diunggah oleh CIA di Instagram. Perwakilan CIA menolak berkomentar.

Belum lama ini, Pasangan Meghan Markle dan Pangeran Harry juga memutuskan untuk membuat akun Instagram. Tak sampai satu hari, satu juta pengikut pun mereka dapat. Sebelumnya, mereka tak punya akun Instagram.

{Baca juga: 10 Foto dengan Like Terbanyak di Instagram, Nomor 6 Mengejutkan!}

Instagram mereka memecahkan rekor. Bernama @sussexroyal, akun tersebut diikuti oleh satu juta orang kurang dari enam jam. Rekor itu mengalahkan idol asal Korea, Kang Daniel, yang meraup satu juta pengikut dalam 11 jam.

https://www.cnet.com/news/cia-plans-to-join-instagram/

Konsorsium PSN Menang Lelang Satelit Multifungsi Satria

0

Telko.id – Akhirnya, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau BAKTI memutuskan memenangkan konsorsium PSN untuk menyediakan satelit multifungsi Satria milik pemerintah.

Nilai proyek yang diperoleh konsorsium PSN yang terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa dan PT Nusatara Satelit Sejahtera adalah sebesar Rp. 20,7 Triliun. Namun, tidak termasuk biaya BHP Frekuensi dan PPN.

Konsorsium PSN sebagai Pemenang Lelang dan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) ini akan melaksanakan Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha selama 15 (lima belas) tahun sejak Tanggal Operasi Komersial.

Ruang lingkup dari kerjasama operasional penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi ini meliputi penyediaan, pengoperasian dan pemeliharaan kapasitas satelit telekomunikasi, kapasitas internet, fasilitas gateway, fasilitas HUB, fasilitas NOC, serta Sumber Daya Manusia berpengalaman dalam integrasi dan pengawasan performa satelit, HUB dan terminal remote.

Kapasitas satelit telekomunikasi yang dibutuhkan oleh BAKTI menggunakan teknologi High Troughput Satellite (HTS).

“Satelit multifungsi akan melayani sekitar 150 ribu situs publik di Indonesia. Untuk menghubungkan seluruh sekolah, kantor pemerintah, kantor administrasi polisi dan militer, rumah sakit di Indonesia yang tidak memiliki konektivitas, satelit adalah satu-satunya teknologi akses yang layak untuk menangani lokasi-lokasi terpencil ini dengan biaya yang efektif,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia menjelaskan beberapa waktu lalu.

Setidaknya, dengan kehadiran dari satelit multifungsi ini nanti nya, semua titik layanan publik itu akan terhubung dengan internet kecepatan tinggi 150 Gbps yang akan disediakan oleh hightroughput satellite itu.

Rudiantara merinci ada 18.500 titik di Papua dan Maluku, kemudian di Bali dan Nusa Tenggara ada 13.900 titik, Sulawesi 23.900 titik dan Kalimantan 19.300 titik. Sementara di Pulau Jawa 19.400 titik dan Sumatera 54.400 titik. Total 149.400 lokasi layanan satelit multifungsi. (Icha)

Asus Buka Pre-order ZenFone Live L2 via BliBli

0

Telko.id, Jakarta – Sesuai jadwal yang direncanakan, hari ini, Senin (22/4/2019) Asus Indonesia sudah mulai menggelar pre-order untuk ZenFone Live L2 di BliBli.com.

Untuk ZenFone Live L2, pengguna yang memesan di BliBli.com hanya perlu menebus di harga Rp1,199 juta untuk versi RAM 2GB dan internal storage 16GB.

“Selama ini, sambutan pasar untuk smartphone terjangkau dengan full view display sangat baik. Untuk itu, Asus Indonesia kembali menggelar pre-order untuk produk terjangkau,” kata Jimmy Lin, Country Manager Asus Indonesia.

{Baca juga: Pakai Snapdragon 855, Ini Bocoran Spek Asus Zenfone 6}

Sebagai informasi, lanjut Jimmy, sambutan pasar atas ZenFone Live L1 sangat baik. “Kami optimis bahwa model terbaru ini pun akan kembali diminati pengguna,” sebutnya.

Untuk pengguna yang melakukan pemesanan, mereka akan mulai mendapatkan unitnya secara bertahap. Mulai tanggal 29 April 2019, produk akan dikirimkan oleh BliBli ke pengguna yang sudah mengikuti sesi pre-order.

“ZenFone Live L2 akan dikirimkan ke alamat yang mereka informasikan saat melakukan pemesanan,” ujar Jimmy.

{Baca juga: Siap-siap! Asus ROG Phone Generasi Kedua akan Dirilis Akhir Tahun Ini}

Adapun masa pre-order ZenFone Live L2 akan digelar per hari ini, 22 April 2019 sampai 26 April 2019. Setelah itu, produk akan tersedia di situs BliBli.com dan juga channel distribusi smartphone Asus lainnya dengan harga yang sama. [HBS]

6 Spesies Langka Ini Nongol di Google Doodle Hari Bumi

Telko.id, Jakarta – Raksasa pencarian, Google turut memperingati Hari Bumi yang dirayakan setiap tanggal 22 April. Seperti biasa, Google merayakannya dengan merilis Google Doodle terbaru yang menunjukkan spesies langka yang terancam punah.

Dilansir dari CNET, Senin (22/04/2019), saat pengguna mengklik Google Doodle spesial Hari Bumi, akan muncul enam slide yang memperlihatkan enam spesies langka beserta penjelasan singkatnya.

Menurut Lead Artist Google Doodle, Kevin Laughlin, proses pemilihan spesies langka yang akan ditampilkan dalam slide merupakan bagian yang paling sulit.

{Baca juga: Rayakan Ultah Google dengan 33 Easter Eggs ini}

“Kami tidak hanya ingin menampilkan binatang yang hanya terlihat imut. Kami mencoba fokus untuk memiliki beragam organisme yang baik dari seluruh dunia yang semuanya memiliki kualitas unik atau superlatif duniawi,” katanya.

Spesies langka yang ditampilkan dalam Google Doodle tahun ini termasuk Wandering Albatross yang merupakan burung dengan rentang sayap terbesar, Coastal Redwood yang merupakan pohon tertua di dunia, dan Paedophryne Amauensis yang merupakan katak dan hewan vertebrata terkecil.

Ada pula Amazon Water Lily yang merupakan tanaman air terbesar di dunia, Coelacanth yang merupakan salah satu spesies paling tua di dunia yang eksis sejak 170 juta tahun yang lalu, dan Deep Cave Springtail yang merupakan serangga tanpa mata yang hidup di kedalaman Bumi.

{Baca juga: Waah.. Ada Shiny Diglett di Pokemon Go Saat Earth Day}

Beberapa spesies yang ditampilkan ditemukan dalam beberapa puluh tahun terakhir. Ada juga satu spesies yang sempat dikira punah 60 juta tahun yang lalu, tapi berhasil ditemukan kembali 80 tahun yang lalu.

Kalau ingin tahu lebih lanjut tentang keenam spesies yang ditampilkan dalam Google Doodle, penguna bisa klik ikon kaca pembesar yang ada di tiap slide. Ketika diklik, pengguna akan langsung dibawa menuju hasil pencarian Google untuk masing-masing spesies. (BA/FHP)

Sumber: CNET

Indeks Adopsi Teknologi di China Tertinggi, Indonesia Juru Kunci

Telko.id, Jakarta – China menjadi negara dengan indeks adopsi teknologi baru tertinggi di Asia. Sedangkan Indonesia berada di posisi juru kunci atau di 3 terbawah dengan skala indeks yang rendah.

Baru-baru ini lembaga riset GfK merilis studi tentang New Tech Adoption Index (NTAI) negara-negara di Asia.

Penelitian tersebut memberikan ukuran relatif kecenderungan oleh konsumen Asia terhadap adopsi teknologi dan produk konsumen dengan fitur atau teknologi canggih.

GfK melakukan riset di 9 negara yakni Jepang, China, Singapura, Korea Selatan, India, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Vietnam.

Hasilnya, ada 3 negara yang berada di posisi tiga teratas dan tiga terbawah. China mengunci posisi puncak dengan skala indeks, (146). Kemudian posisi kedua Singapura dengan skala indeks 134, dan Korea Selatan dengan skal indeks 128.

{Baca juga: Dokter di China Uji Coba Operasi Jarak Jauh dengan 5G}

“Indeks Adopsi Teknologi Baru menunjukkan kecenderungan pasar dalam adopsi teknologi baru berdasarkan seberapa jauh atau lebih rendah indeks yang dihitung mereka diposisikan dari skala 100,” jelas Managing Director for Client Solutions and Innovation APAC, Vishal Bali.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Menurut GfK, Indonesia berada berada di posisi 3 terbawah, dengan skala indeks 67. Indonesia hanya lebih baik dari India yang memiliki skala indeks sebesar 46 dan Vietnam sebesar 81.

Berdasarkan data tersebut Vishal Bali menilai jika adopsi teknologi baru cenderung tinggi di negara-negara maju. Begitupun sebaliknya.

“Kami melihat tren yang jelas dari pengelompokan pasar di antara pasar maju dan berkembang, di mana NTAI adalah lebih tinggi untuk pasar yang lebih matang, dan lebih rendah untuk yang baru muncul,” kata Vishal, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (22/04/2019).

Hasil riset itu juga mengungkap bahwa 24 dari total 70 kota yang diteliti memperlihatkan 5 kota teratas ditempati oleh kota-kota di China dan Korea Selatan. Yakni Beijing (196), Shanghai (193), Seoul (156), Chungcheong (156) dan Inchon (153), yang menunjukan adopsi teknologi baru yang tinggi.

Kemudian ada temuan yang menarik. Walaupun Indonesia berada di urutan terbawah terkait adopsi teknologi baru, tetapi kota-kota di Indonesia seperti Bogor, Tanggerang dan Bekasi (Botabek) memiliki nilai skala yang beragam.

{Baca juga: China Ungguli AS dan Eropa dalam ‘Pertempuran’ 5G}

“Sedangkan yang paling beragam di Asia adalah Indonesia mulai dari 33 hingga 118 dengan Botabek menjadi kota yang melihat tingkat tertinggi adopsi teknologi baru,” tambah Vishal.

Terakhir Vishal mengatakan bahwa riset ini penting bagi pelaku pasar di industri teknologi. Menurutnya riset ini bisa menjadi acuan mereka untuk mengembangkan pasar di Asia.

“Indeks Adopsi Teknologi Baru dapat membantu merek mengidentifikasi pasar-pasar ini, dan bahkan menentukan kota dan wilayah tertentu di setiap pasar,” tutup Vishal. [NM/HBS]

Bahas Revolusi Industri, Indosat Gelar Kartini 4.0

0

Telko.id, Jakarta – Indosat Ooredoo menggelar acara Kartini 4.0 di Auditorium Kantor Pusat Indosat Ooredoo pada Senin (22/04/2019). Acara yang digelar untuk memperingati Hari Kartini ini memilih tema “peran Perempuan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

Menurut Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Intan Abdams Katoppo, Indosat Ooredoo memanfaatkan peringatan Hari Kartini untuk mempersiapkan perempuan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Dirinya berharap jika acara ini bisa membawa semangat RA Kartini di kehidupan masa kini.

“Kami berharap peserta dapat mengambil pelajaran untuk mengambil peran di era Revolusi Industi 4.0 ini baik sebagai karyawati, wirausahawati, bahkan sebagai ibu rumah tangga,” ujar Intan Abdams, dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id, Senin (22/04/2019).

“Acara ini juga bertujuan untuk menjaga semangat Ibu Kartini yang menginspirasi perempuan Indonesia agar tidak berhenti belajar, tetap berkarya, dan berkontribusi di komunitas,” tambahnya.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Ajak Siswa Sekolah #BijakBersosmed}

Acara yang berisi talkshow dan inspirational sharing ini menghadirkan tokoh-tokoh perempuan Indonesia, seperti Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, dan President Direktur IBM Indonesia, Megawaty Khie.

Ni Putu Eka Wiryastuti adalah Bupati Tabanan yang juga merupakan bupati perempuan pertama di Bali. Dengan konsep Bakti dan Ngayah yang diterapkan di Tabanan, dia ingin memajukan Tabanan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Megawaty Khei merupakan seorang perempuan dengan lebih dari 20 tahun pengalaman memimpin industri TI dan Telekomunikasi. Megawaty tidak hanya mampu mengembangkan perusahaan besar serta bisnis kecil dan menengah di Indonesia, tetapi hingga Asia Pasifik.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Resmikan Gerai dengan Konsep Digital}

Selain talkshow inspiratif, acara ini juga diisi dengan kompetisi Kartini Indosat Ooredoo, seminar kesehatan, dan e-bazaar berbagai produk kebutuhan sehari-hari.

“Kami ingin keluarga besar Indosat Ooredoo mampu berperan pada era revolusi industri 4.0 di mana pun berada,” tutup Intan. [NM/HBS]

Cabut USB di Windows 10 Gak Perlu “Safely Remove Hardware”

Telko.id, Jakarta – Biasanya di Windows 10, sebelum cabut USB dari laptop ataupun PC, pengguna harus melalui proses “Safely Remove Hardware“. Proses itu wajib dilalui agar USB tetap aman dan mencegahnya dari kerusakan.

Prosedur itu selalu dilakukan oleh para pengguna selama bertahun-tahun. Bahkan di Windows 10, gagal melalui proses ini ketika mencabut USB dan perangkat eksternal lain dapat menimbulkan masalah pada data.

Masalah akan menjadi semakin parah ketika data sedang dipindahkan ke memori penyimpanan internal pada saat USB dicabut dari port laptop ataupun PC.

{Baca juga: Mantan Mahasiswa Rusak 66 Komputer Kampus Pakai USB}

Namun berdasarkan laporan dari Science Alert, seperti dikutip Telko.id pada Selasa (22/04/2019), Microsoft akan menghilangkan proses “Safely Remove Hardware” pada pembaruan di Windows 10.

Dalam pembaruan yang dirilis Microsoft pada akhir tahun lalu, pengguna bakal bisa mencabut USB dari laptop atau PC kapan saja. Fitur ini bernama Quick Removal ini hadir pada Windows 10 versi 1809.

Quick Removal sendiri adalah standar baru untuk semua format drive. Ini menjaga perangkat siap untuk dilepas kapan saja dan tanpa melalui proses “Safely Remove Hardware”.

{Baca juga: Microsoft Uji Coba Fitur Mirroring di Windows 10}

Sebelumnya, Beberapa pengguna Program Windows Insider sekarang memiliki kemampuan untuk menampilkan layar smartphone Android mereka ke desktop melalui aplikasi Your Phone. Hal itu dapat dilakukan dengan mengggunakan fitur Mirroring yang sedang diuji coba Microsoft.

Untuk dapat menggunakan fitur Mirroring ini, PC harus memiliki dukungan Bluetooth Low Energy (Bluetooth LE/ Bluetooth 4.0) Peripheral agar dapat terhubung ke smartphone. (BA/FHP)

Sumber: Science Alert

Peluncuran Samsung Galaxy Fold Ditunda, Buntut Masalah Layar?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung memutuskan untuk menunda peluncuran Samsung Galaxy Fold di Hong Kong dan Shanghai, China. Seharusnya, peluncuran Samsung Galaxy Fold di dua negera tersebut akan dilakukan pada pekan ini.

Samsung sama sekali tidak mengungkapkan alasan di balik penundaan peluncuran smartphone lipatnya di Hong Kong dan China.

Padahal, smartphone lipat itu seharusnya mulai dipasarkan pada Mei 2019 di Korea Selatan dan negara kawasan Eropa.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold vs Huawei Mate X: “El Clásico” Smartphone Lipat}

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telko.id, Senin (22/04/2019), besar kemungkinan alasan penundaan tersebut dilakukan setelah muncul laporan masalah di layar Galaxy Fold yang ditemui oleh sejumlah reviewer.

Fakta itu jelas berbanding terbalik dengan klaim Samsung yang menyatakan bahwa Galaxy Fold merupakan smartphone masa depan. Apalagi, harganya sangat mahal, yakni USD 1.980 atau lebih kurang Rp 27,98 juta per unit.

“Sejumlah sampel Galaxy Fold kami sediakan sebagai ulasan. Kami telah menerima beberapa laporan mengenai tampilan utama terkait sampel itu. Kami akan memeriksa semua unit guna menentukan penyebabnya,” tulis Samsung.

{Baca juga: Layar Galaxy Fold Rusak, Samsung: Jangan Cabut Lapisan Layarnya!}

Secara terpisah, beberapa reviewer melaporkan telah melepas lapisan atas layar yang mengakibatkan kerusakan. Layar utama Galaxy Fold menampilkan lapisan pelindung di bagian atas sebagai pelindung dari goresan.

“Melepas lapisan pelindung atau menambahkan lapisan lainnya dapat menyebabkan kerusakan. Kami akan memastikan informasi ini disampaikan dengan jelas ke pelanggan kami,” jelas Samsung.

Galaxy Fold kali pertama diperkenalkan saat perhelatan Unboxing di San Fransisco pada Februari 2019, dan dijanjikan akan tersedia pada 26 April 2019 mendatang. Smartphone ini punya layar OLED fleksibel berukuran layar 4,6 inci saat dilipat dan 7,3 inci dan ditenagai oleh spesifikasi seperti Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan baterai berkapasitas 4,380 mAh. (SN/FHP)

Sumber: Reuters