spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1213

Menarik dengan Desain “Anti Mainstream”

0

Telko.id, Valencia – Asus resmi memperkenalkan smartphone flagship terbarunya, Asus Zenfone 6 di sebuah acara khusus yang digelar di City of Arts and Sciences, Valencia, Spanyol. Zenfone 6 bisa dibilang menjadi satu terobosan baru dari Asus, karena mengadopsi sejumlah teknologi baru di dalamnya yang mencakup desain, spesifikasi, hingga kamera.

Dengan serangkaian hal baru itu, smartphone ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 8,1 jutaan untuk versi terendah sampai Rp 9,7 jutaan untuk versi tertingginya.

Tim Telko.id sendiri berkesempatan langsung untuk menghadiri acara peluncuran tersebut, sekaligus mencoba Asus Zenfone 6.

Nah karenanya, kami akan mengulas smartphone ini secara singkat lewat hands-on Asus Zenfone 6. So, simak yuk!

Desain

Asus Zenfone 6 tidak “mengikuti arus” atau tren desain dari sebagian besar smartphone yang dirilis di tahun ini. Smartphone ini justru mengadopsi hal baru, lewat desain fullscreen tanpa notch atau poni, apalagi lubang kamera, yang dipadu dengan teknologi motorized rotating dual camera

Teknologi ini punya konsep yang hampir sama dengan Samsung Galaxy A80, yaitu menggunakan dua sensor kamera sebagai kamera belakang dan depan dengan memutarnya menggunakan sebuah motor atau mekanisme khusus.

Teknologi ini dipakai ketika pengguna ingin mengganti mode dari kamera belakang ke kamera depan. Berbeda dengan smartphone kamera popup, Asus Zenfone 6 akan tampak terlihat “agak tinggi” ketika kamera diputar ke depan.

Mekanisme pemutaran kamera ini sendiri membutuhkan waktu kurang dari satu detik. Memang tidak terlalu cepat, tapi Asus mengklaim mekanisme ini tahan lama karena dibuat menggunakan bahan berkualitas.

Asus mengatakan, mekanisme motor ini terbuat dari bahan logam cair atau liquid metal, yang telah diuji sebanyak 100 ribu kali pemakaian (naik dan berputar).

Asus Zenfone 6 sendiri mengusung layar berjenis IPS berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+. Tampak “aneh” memang dengan penggunaan panel IPS untuk smartphone flagship, ketika seri lainnya telah menggunakan panel OLED.

Akan tetapi, Asus mengatakan bahwa kecerahan layar Zenfone 6 bisa mencapai 600 nits dengan suguhan warna yang detail. Satu kekurangan mutlak adalah, layar IPS belum atau tidak mendukung teknolosi sensor sidik jari di bawah layarnya, berbeda dengan panel OLED.

Makanya, Zenfone 6 masih menggunakan sensor sidik jari konvensional di body belakangnya. Sensor tersebut menyatu dengan body smartphone berbahan dasar kaca 2,5D yang dilindungi Gorilla Glass 6 dan dilapisi warna glossy, seperti Black.

Spesifikasi dan OS

http://telset.id/

Asus Zenfone 6 ditenagai oleh prosesor terbaru dan tertinggi dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 855 octa-core 2.84 GHz, yang dipadu dengan RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh dengan dukungan Quick Charge 4.0 18W.

Membahas soal baterainya, smartphone ini jadi salah satu yang punya baterai besar nan tahan lama. Asus menyatakan, baterai sebesar ini bisa menopang Zenfone 6 selama 2 hari pemakaian aktif!

Spesifikasi tersebut, menopang seluruh proses yang berjalan di atas ZenUI 6 berbasis Android Pie. Yang unik, ZenUI 6 punya tampilan layarknya Android murni yang berjalan di smartphone Google Pixel terbaru. Meski demikian, Asus tetap memberikan beberapa fitur andalan di dalamnya, salah satunya adalah Outdoor Mode untuk meningkatkan intensitas suara.

Kamera

http://telset.id/

Asus Zenfone 6 punya kamera ganda yang bisa digunakan untuk kamera depan ataupun belakang secara bergantian. Konfigurasi kameranya adalah, 48MP aperture f/1.8 dengan sensor Sony IMX586 sebagai lensa utama, dan 13MP sebagai lensa ultra-wide dengan aperture f/2.4.

Ya, kamera 48MP sepertinya sudah menjadi tren di kalangan smartphone zaman sekarang. Tapi, meski sensornya 48MP, secara default smartphone ini menangkap foto di 12MP.

Prosesnya sederhana, foto 48MP akan dimampatkan menjadi 12MP, yang berarti hasil foto akan jauh lebih baik dengan detail dan warna yang berkualitas.

Ada beberapa fitur di dalamnya, salah satunya adalah Super Night yang memungkinkan pengguna menangkap foto malam. Seperti mode malam di smartphone lainnya, kamera akan mengambil beberapa foto dalam beberapa detik, dan menggabungkannya menjadi satu foto malam yang berkualitas.

Well, bagaimana sob tentang Asus Zenfone 6 ini? Tertarik untuk meminangnya ketika diluncurkan di Indonesia? (HBS/FHP)

Hadapi Persaingan Ketat, Advan Punya ‘Komandan’ Baru

Telko.id – Advan sebagai merek lokal, kini sedang terhimpit oleh hadirnya merek-merek global maupun merek dari Negeri Tirai Bambu. Membuatnya, tidak mudah untuk tetap mempertahankan posisinya, yang kini berada di peringkat lima menurut data lembaga riset IDC tahun lalu, dengan market share 5 persen.

Akankah ‘komandan’ barunya mampu mengangkat pamornya lagi? Setidaknya menjadi posisi tiga besar di Indonesia, seperti yang pernah didudukinya pada 2017 lalu.

Komandan baru Advan ini bernama Aria Wahyudi yang didapuk sebagai GM Marketing Advan. Sudah berkecimpung lama di dunia consumer good. Sudah 25 tahun, begitu pengakuannya.

Tentu, dengan kehadirannya ini diharapkan juga mendatangkan angin segar bagi strategi Advan untuk menang dalam persaingan smartphone yang begitu ketat saat ini.

Apa strategi komandan baru ini?

Harga, menurut Aria, harga yang ‘pas’ akan menjadi variable penting dapat menentukan harga jual produk yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Apalagi, menurutnya, Advan adalah merek lokal yang seharus lebih paham dengan kebutuhan masyarakat ketimbang dengan merek-merek lain dari luar.

Target market yang disasar adalah segmen yang sekarang ini ditinggalkan oleh merek lain. “Arah Advan sudah jelas. Kita akan masuk di segmen yang mulai ditinggalkan pemain lain, yaitu mid-low. Tetapi, pasar sangat dinamis. Bisa saja ke depannya fokus kita akan berubah,” kata Aria Wahyudi, di acara buka puasa bersama media, di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Fokus Advan tersebut diterjemahkan dengan menghadirkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Advan juga akan memperkuat saluran distrubusi, baik yang offline maupun online.

“Belakangan mungkin iklan Advan sudah jarang terlihat. Tetapi sebetulnya kita sedang mencari momentum yang tepat untuk berkomunikasi dengan target market yang tepat,” kata Aria.

Itu juga sebabnya, produk terbarunya, Advan i6c juga menunggu tanggal 25 Mei untuk peluncurannya. “Pada tanggal tersebut, masyarakat Indonesia sudah menerima tunjangan hari raya, jadi kami melihat, moment ini sangat pas untuk kami meluncurkan produk,” ujar Aria optimis.

Apalagi, Advan i6c ini akan dipasarkan dengan harga yang terjangkau. Hanya Advan i6C akan diluncurkan dengan harga Rp 999.000.

“Dulu ketika kami meluncurkan Advan G3, harga nya sangat pas, jadi, sampai sekarang pun, produk ini masih jalan, bahkan lebih bagus ketimbang saat awal peluncuran. Contoh seperti ini lah yang ingin kami lakukan dengan Advan i6c ini,” ujar Andy Gusena, Endee Communication mempertegas strategi yang diambil oleh ‘komandan baru Advan tersebut.

Selain smartphone, Advan juga masih ingin bermain di tablet. Posisi Advan di pasar tablet ini boleh dibilang tidak tergoyahkan. Masih diposisi satu.

“Biar pun pasarnya tidak sebesar smartphone, tapi kebutuhan tablet di Indonesia tetap menjanjikan. Apalagi, kini tablet banyak digunakan oleh para stratup maupun pengusaha retail untuk POS atau point of service restaurant. Karena tidak mungkinkan melihat menu dari smartphone. Terlalu kecil,” ungkap Aria menjelaskan.

Lalu, pangsa pasar anak-anak juga masih besar. Untuk belajar atau bermain, tablet lebih cocok untuk anak-anak.

Itu sebabnya, Advan meluncurkan produk tablet terbaru nya yakni G-Tab yang rencananya akan diluncurkan awal Juni nanti seharga Rp 1.499.0000. (Icha)

Akhirnya, Smartfren Hadir Juga di Balikpapan dan Samarinda

0

Telko.id – Setelah sekian lama Smartfren beroperasi, akhirnya masuk juga ke Balikpapan dan Samarinda. Peluncurannya sendiri sengaja dibuat bertepatan dengan bulan Ramadhan dan menyambut hari raya Lebaran tahun 2019.

“Ramadhan dan hari raya Lebaran, selalu menjadi waktu spesial bagi keluarga di Balikpapan dan Samarinda. Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk #KuotakanYangBaik (red: katakan yang baik), karena Smartfren ada, beroperasi, dan siap melayani warga Samarinda juga Balikpapan,” ujar Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren.

Untuk mendorong penjualan di wilayah operasinya yang baru ini, Smartfren meluncurkan juga program barunya yakni Program khusus double berkah silaturahmi Smartfren.

Program ini, hadir mulai bulan Ramadhan hingga akhir Agustus 2019, dimana pembeli cukup membayar Rp. 30.000 untuk memperoleh dua kartu perdana Smartfren Samba dari harga normal Rp. 120.000. Pembeli, akan langsung mendapatkan total kuota internet 4G sebesar 30GB, gratis menelepon ke operator lain selama 10 menit, dan gratis telepon sepuasnya ke sesama nomor Smartfren, di setiap nomor setelah aktivasi.

Jika masih kurang, Smartfren juga memberikan bonus kuota internet 4G masing masing sebesar 10GB dan 30GB lagi secara gratis, cukup dengan melakukan top up Rp. 30.000 dan Rp. 60.000. Bahkan bonus yang diterima pelanggan tersebut tidak memotong pulsa pelanggan, sehingga dapat digunakan untuk membeli paket internet lain.

“Program ini kami hadirkan juga agar para pengguna tidak perlu khawatir kehabisan kuota untuk meng #KuotakanYangBaik kepada sanak saudara maupun teman teman, lewat berkirim ucapan dan video call ketika hari raya Lebaran, atau mengupload keseruan acara Ramadhan dan Lebarannya di sosial media ataupun Youtube, hingga berbagi kuota ke sesama dengan tethering.” Tambah, Djoko.

Di Samarinda, area layanan Smartfren meliputi kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Ilir, Samarinda Kota, Samarinda Seberang, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sambutan, Sungai Kunjang, dan juga Sungai Pinang.

Sementara di Balikpapan layanan Smartfren hadir di kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, dan akan segera beroperasi di Balikpapan Timur.

Karena dihadirkan khusus bagi masyarakat Balikpapan dan Samarinda, maka benefit dari kartu perdana Samarinda ini hanya berlaku di kedua daerah tersebut. (Icha)

Wow! BRI Siap Investasi Rp 300 Miliar Untuk LinkAja

0

Telko.id – BRI berencana untuk berinvestasi Rp 300 miliar atau $ 20 juta di Fintek Karya Nusantara (Finarya), yang mengoperasikan platform pembayaran mobile LinkAja.

Sebagai informasi, LinkAja adalah layanan e-wallet terintegrasi, yang mengelola aplikasi pembayaran yang ada dari perusahaan telekomunikasi terbesar negara itu Telkomsel, dan tiga pemberi pinjaman yang dikendalikan negara, Bank Mandiri, BNI, dan BRI

“Dengan setoran itu, maka Bank milik negara ini pun akan menguasai 19% saham di Finarya,” ujar Suprajarto, Presiden Direktur BRI usai Rapat Umum Pemegang Saham.

BRI akan menyuntikkan dana di Finarya melalui lengan investasinya sendiri BRI Ventures.

Suprajarto mengatakan bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengharapkan perusahaan milik negara lain untuk bergabung dan memiliki saham di Finarya, terutama perusahaan yang berfokus pada transportasi, seperti Kereta Api Indonesia atau KAI, Damri, dan Jasamarga. Hanya saja, masih belum terdengar, kapan hal itu akan direalisasikan.

Finarya sendiri, selain akan mendapatkan dana dari BRI, akan menerima juga kucuran dari Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) yang besarannya sama dengan BRI yakni Rp 300 miliar.

Berdasarkan pernyataan dari Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo,  yang dikutip dari kontan.id, sebelumnya mengatakan bahwa Finarya menargetkan menghimpun dana Rp 1,5 triliun dari para pemegang sahamnya.

Nantinya, BRI, Mandiri dan BRI akan mengempit saham sekitar 20%. Sementara BTN dan Pertamina masing-masing 7% serta Asuransi Jiwasraya 1%. Sisanya akan dimiliki Telkomsel sebesar 25%.

Saat ini Telkomsel masih menjadi pemegang saham penuh Finarya.

LinkAja saat ini memiliki sekitar 40 juta pengguna. Ini bersaing dengan layanan seperti Go-Pay, dioperasikan oleh platform naik-panggilan GOJEK, dan OVO, layanan e-wallet yang didukung Lippo.

Sekarang sistem pembayaran elektronik di mana-mana, GO-PAY dan OVO telah diinstal di jutaan perangkat seluler. Ini dapat digunakan untuk membayar hampir semua hal, termasuk pengiriman makanan, asuransi, layanan perjalanan, transaksi e-commerce, dan bahkan membayar tagihan listrik.

Pemerintah, pada bagiannya, mendorong perusahaan untuk bekerja sama dan membangun platform pembayaran listrik sendiri untuk terjun ke segmen tersebut dan memperkuat kehadirannya.

BRI Ventura

Menurut Suprajarto, BRI akan menggunakan entitas anaknya, yaitu PT BRI Ventura Investasma untuk masuk ke Finarya. Tahun ini, BRI juga telah siap menyuntik dana Rp 1 triliun kepada BRI Ventura terkait rencana masuk ke Finarya.

BRI Ventures adalah perusahaan VC ketiga yang didirikan dan dioperasikan oleh perusahaan milik negara di Indonesia. Yang lain di segmen ini adalah Telkom Indonesia (MDI Ventures) dan Mandiri Capital Indonesia milik Bank Mandiri.

Selain BRI, pemberi pinjaman lain yang dikendalikan negara adalah BNI. Rencananya, BNI akan mulai memasuki ruang VC ini dengan mendirikan perusahaan modal ventura, yang dijadwalkan untuk diluncurkan Juni ini.

“Modal ventura akan membantu investasi masa depan kami di banyak startup fintech dan juga memenuhi rencana aksi korporasi kami,” ungkap wakil direktur utama BNI Herry Sidarta, seperti dikutip dari Deal Street Asia. (Icha)

Dukung Perkembangan IoT, Kominfo Tetapkan Peraturan Baru

Telko.id,Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis peraturan baru dalam rangka mendukung implementasi Internet of Things (IoT) di Indonesia. Kominfo merilis terkait persyaratan mengenai teknologi Low Power Wide Area (LPWA) yang biasanya dipakai untuk IoT.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Jumat (17/05/2019) Kominfo telah menetapkan Peraturan Direktur Jenderal  Sumber Daya dan Perangkat Post dan Informatika (Perdirjen SDPPI) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi Low Power Wide Area (LPWA).

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu peraturan ini ditetapkan sebagai dasar hukum yang diperlukan untuk memenuhi amanat Pasal 71 ayat (1)  Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

{Baca juga: Dukung Implementasi IoT, Kominfo Siap Gelar RIoT 2018}

“Setiap alat dan perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, dimasukkan untuk diperdagangkan dan/atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memenuhi persyaratan teknis,” tulis Ferdinandus.

Peraturan tersebut juga ditetapkan guna memenuhi amanat dari ketentuan Pasal 15 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas yaitu persyaratan teknis alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang menggunakan spektrum frekuensi radio berdasarkan Izin Kelas ditetapkan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) terkait IoT ini mengatur tentang alat dan/atau perangkat telekomunikasi low power wide area (LPWA) yaitu alat dan/atau perangkat berdaya pancar rendah dengan cakupan luas yang menyediakan komunikasi radio pada pita frekuensi radio tertentu.

{Baca juga : Menkominfo: Perlu Ada Penataan Regulasi IoT di Indonesia}

Nantinya alat dan/atau perangkat tersebut wajib Factory Lock secara permanen agar hanya dapat beroperasi pada pita frekuensi radio yang ditetapkan. Sedangkan penilaian terhadap pemenuhan kewajiban setiap persyaratan teknis diatur dan dilaksanakan melalui sertifikasi  sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pihak Direktur Jenderal melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan alat dan/atau perangkat telekomunikasi low power wide area,” tutup Ferdinandus.

Instagram Rombak Desain Tab Explore, Biar Lebih Relevan

Telko.id,Jakarta-Fitur Tab Explore dipakai oleh lebih dari 50% total akun di Instagram setiap bulannya. Baru-baru ini Facebook mengumumkan desain baru untuk fitur Tab Explore. Seperti apa?

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Jumat (17/05/2019) Instagram akan menambahkan fitur Stories to Explore dengan tujuan untuk memudahkan pengguna menemukan video, foto, produk yang relevan dengan minat mereka.

Desain ini juga membuat beberapa fitur lain terintegrasi. Misalnya  Anda bisa melihat bilah navigasi baru yang memiliki pintasan ke IGTV dan Instagram Shopping serta saluran topik yang didasarkan pada minat Anda.

Selain itu desain baru ini juga menyematkan IGTV dan Shopping di bagian depan bilah sehingga lebih mudah diakses. Hasilnya pengalaman menggunakan IGTV dan Shopping juga menjadi lebih mendalam.

{Baca juga: Fitur Instagram Ini Bantu Penderita Gangguan Penglihatan}

Perlu diketahui fitur Tab Explore adalah salah satu bagian yang sangat berguna di Instagram. Para pengguna yang kerap menggunakan layanan itu menggunakan Explore untuk menemukan konten baru.

Halaman Explore saat ini mengumpulkan kumpulan foto dan video dari orang-orang yang tidak diikuti pengguna. Foto dan video di halaman tidak diatur dan dipilih berdasarkan posting yang sebelumnya disukai pengguna atau karena mereka sedang populer di Instagram.

Instagram menggunakan algoritma untuk menyarankan posting-an yang disukai pengguna. Sedangkan fitur Instagram Stories juga cukup populer di Instagram. Bahkan jumlah penggunaan Instagram Stories meningkat di bulan Ramadan.

{Baca juga: Sambut Bulan Puasa, Instagram Rilis Filter dan Stiker Ramadhan}

Baru-baru ini Instagram memberikan laporan terkait penggunaan Stories oleh warganet Instagram di bulan Ramadhan pada tahun 2018. Media sosial ini mengungkapkan, penggunaan Instagram Stories naik 28% apabila dibandingkan dari bulan lainnya.

Microsoft Danai Proyek AI untuk Penyandang Difabel

Telko.id,Jakarta-Microsoft memberikan dan hibah kepada 7 proyek pengembangan Artificial Intelligence (AI) yang membuat alat untuk penyandang difabel. Selain itu proyek ini sebagai bentuk memperingati hari Kesadaran Aksesibilitas Dunia.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Jumat (17/05/2019) total ada 7 penerima yang akan mengembangkan alat untuk pengguna disabilitas dengan teknologi AI. Mereka akan menerima akses ke platform Azure AI dan mendapat dukungan Microsoft.

Pihak Microsoft pun sendiri telah menginvestasikan secara intensif selama 5 tahun sebesar USD $25 juta atau Rp 362,4 miliar. Mulai tahun depan, para penerima dana akan mengerjakan aneka proyek seperti gelang yang bisa dipakai untuk merasakan sensasi gerakan saraf.

{Baca juga : Microsoft Sahkan Login Tanpa Password di Windows 10}

Perangkat itu akan mendeteksi gerakan mikro tangan dan lengan dan menerjemahkannya menjadi tindakan seperti klik dalam perangkat mouse.  Proyek lain berupaya topi yang dapat dipakai yang membaca data Elektroensefalografi (EEG) atau aktivitas elektrik di sepanjang kulit kepala seseorang.

Nanti data tersebut akan dikomunikasikan ke cloud untuk memberikan peringatan jika terjadi gangguan kejang di bagian otak.  Alat-alat  tersebut akan menggunakan pada teknologi pengenalan suara, chatbots yang diberdayakan AI, dan aplikasi untuk orang-orang dengan gangguan penglihatan.

Penerima hibah tahun ini adalah University of California, Berkeley; Massachusetts Eye and Ear dari Harvard Medical School; Voiceitt di Israel; Birmingham City University di Britania Raya; Universitas Sydney di Australia; Pison Technology of Boston; dan Our Ability of Glenmont di New York.

“Yang paling menonjol tentang putaran penerima hibah ini adalah seberapa banyak dari mereka yang mengambil kemampuan AI standar, seperti chatbot atau pengumpulan data, dan benar-benar merevolusi nilai teknologi,” kata Arsitek Aksesibilitas Senior Microsoft, Mary Bellard.

{Baca juga: Selamat! Microsoft jadi Perusahaan Ketiga Bernilai Rp 14 Kuadriliun}

Secara internal, Microsoft melakukan pekerjaannya sendiri untuk membuat dunia lebih mudah diakses oleh para penyandang cacat. Awal bulan ini, telah muncul melihat desain paten untuk pengontrol Xbox dengan input Braille dan terus berkomitmen untuk meningkatkan  teknologi Virtual Reality (VR) bagi orang-orang dengan masalah penglihatan.

Penetrasi Pengguna Internet Indonesia Capai 171,17 Juta Jiwa

Telko.id,Jakarta-Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis laporan terkait penetrasi pengguna internet di Indoensia untuk tahun 2018. Hasilnya Penetrasi pengguna telah mencapai 171,17 juta jiwa atau 64,8% dari total populasi penduduk Indonesia.

Terjadi peningkatan sekitar 10% terkait penetrasi pengguna dibanding tahun 2017. Di tahun tersebut penetrasi pengguna internet mencapai 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi penduduk Indonesia.

Penetrasi pengguna pun terbesar di berbagai pulau di Indonesia. Berdasarkan survei Pulau Jawa memiliki kontribusi pengguna internet terbesar dibanding pulau-pulau lain sebesar 55%. Jarak presentase Jawa cukup tinggi dibandingkan pulau lainnya.

Pasalnya di posisi kedua ada Sumatera dengan 21%, Sulawesi-Maluku-Papua dengan 10%, disusul Kalimantan dengan 9% dan Bali & Nusa Tenggara dengan 5%. Di pulau Jawa, kontribusi pengguna Internet terbesar berada di Provinsi Jawa Barat dengan 16,6%.

{Baca juga: Pemerintah Buka Investasi Asing di Telko, Ini Tanggapan APJII}

Kemudian Provinsi Sumatera Utara menjadi memberikan kontribusi terbesar untuk Pulau Sumatera dengan presentase 6,3%. Hal serupa juga terjadi di Pulau Kalimantan. Di Kalimantan, Provinsi Kalimantan Barat memberikan kontribusi terbesar yakni 2,1% dibanding 4 provinsi lainnya. Lalu untuk pulau Sulawesi-Maluku-Papua, dimenangkan oleh Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan APJII kontribusi pengguna internet di Sulawesi Selatan terbesar dibanding provinsi lain dengan presentase 3,7%.

Sedangkan untuk Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki presentase tertinggi yakni 68,2% dibanding Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penetrasi pengguna Internet juga terbesar dalam kategori umur. APJII melaporkan jika pengguna dengan rentang umur 15 sampai 19 tahun memiliki presentase tertinggi dibanding kategori lain, yakni mencapai 91%.

{Baca juga: Menekan Hate Speech, APJII Gelar Pemilihan Miss Internet Indonesia 2018}

Penetrasi pengguna internet juga didasari oleh tingkat pendidikan mereka. Pada laporannya yang diterima Tim Telko.id pada Jumat (17/05/2019) APJII menjelaskan bahwa penetrasi internet untuk pengguna dengan kategori Tamat S3 dan Pernah Kuliah (Tidak Tamat) mencapai 100%. Artinya pengguna dengan tingkat pendidikan tersebut, sudah akrab dengan internet di kehidupan mereka.

Laporan ini dibuat berdasarkan data lapangan sejak tanggal 9 Maret hingga 14 April 2019. Teknik sampling yang dipakai adalah Probability Sampling dan Multistage Random Sampling dengan 5900 responden.

Gawat! Jepang Bakal Krisis Nomor Telepon 11 Digit

Telko.id,Jakarta-Industri telekomunikasi di Jepang diprediksi alami krisis. Pemerintah Jepang berencana merilis 10 miliar nomor telepon 14 digit pada tahun 2021, karena khawatir negara tersebut kehabisan nomor telepon 11 digit di tahun 2022.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Jumat (17/05/2019) adopsi cepat perangkat Internet of Things (IoT) menjadi penyebabnya. Pasalnya setiap perangkat memerlukan nomor telepon 11 digit sehingga, semakin lama stok nomor 11 digit menipis.

Selain itu, peluncuran jaringan 5G di Jepang pada tahun 2020 diperkirakan akan menggunakan lebih banyak nomor telepon 11 digit. Proposal dari Kementerian Komunikasi Jepang tentang nomor 14 digit telah diterima oleh 3 operator seluler utama yakni NTT Docomo Inc, KDDI Corp dan SoftBank Corp.

Saat ini  nomor 11 digit dimulai dengan  angka “090,” “080” dan “070” yang digunakan untuk ponsel di Jepang. Kemudian pada tahun 2017, pemerintah jepang merilis 80 juta nomor 11 digit yang dimulai dengan angka “020” untuk perangkat IoT yang hampir setengahnya telah dipakai.

{Baca juga: Nokia Siapkan Perangkat 5G untuk Olimpiade Jepang 2020}

Jepang kemungkinan tidak akan menjadi satu-satunya negara yang menghadapi masalah ini karena di tahun 2018 jumlah perangkat IoT di dunia melampaui jumlah ponsel, sehingga negara yang sedang mengembangkan industri IoT diprediksi akan mengalami masalah yang sama.

Walaupun begitu Industri IoT sendiri memiliki potensi ekonomi yang besar bagi suatu negara.  Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong perkembangan Internet of Things (IoT) di Indonesia. Pasalnya, melalui teknologi tersebut, Indonesia bakal bertransformasi menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai Rp 444 triliun pada tahun 2022.

Menurut Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, R. Janu Suryanto penguatan struktur teknologi digital diperlukan dalam upaya implementasi Revolusi Industri 4.0. Indonesia dikatakan memiliki peluang yang besar untuk menjadi ekosistem IoT.

{Baca juga: Potensi Bisnis IoT Indonesia Bisa Capai Rp 444 Triliun}

“Potensi ini juga bisa dilihat dari jumlah pengguna internet di Tanah Air yang lebih dari 140 juta orang. Intinya, transformasi industri 4.0 adalah kunci sukses pembangunan Indonesia pada masa mendatang,” ujar Janu di Jakarta, Senin (06/05/2019).

BRTI : Praktik Jual Beli Data Pribadi Melanggar Hukum

Telko.id,Jakarta-Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan jika penyalahgunaan dan praktik jual beli data pribadi merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dapat dikenakan tuntutan hukum.

Menurut Ketua BRTI, Ismail perlindungan data pribadi sudah tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.

“Khusus yang terkait dengan bidang telekomunikasi dan media, sudah ada Undang-Undang Telekomunikasi, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Ismail.

Selain itu, pengaturan mengenai perlindungan data pribadi juga diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (PDPSE) yang ditetapkan pada 7 November 2016.

{Baca juga: Tangkal SMS Palsu, BRTI Larang Penjualan Fake BTS}

Menurut Ismail jual beli data pribadi ini melanggar peraturan yang sudah ada. “Ada beberapa kasus yang telah dilaporkan oleh Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo, kepada aparat penegak hukum dan kini dalam proses penindakan,” ungkapnya.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Jumat (17/05/2019) ada beberapa kasus yang tengah dalam proses penindakan berupa kasus berkaitan dengan jual beli data, akses data secara tidak sah. Ada pula kasus membuka data pribadi seperti nomor e-KTP dan nomor KK sehingga dapat diakses oleh publik. Pelaku telah dijatuhi pidana penjara 8 bulan plus denda.

Kemudian untuk memperkuat perlindungan data pribadi pihaknya beserta Kominfo telah menginisiasi RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Ismail berharap adanya UU PDP ini nantinya akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap data pribadi serta mencegah terjadinya penyalahgunaan.

{Baca juga: Menkominfo akan “Perkuat” BRTI untuk Berantas SMS Spam}

“Saat ini RUU PDP tersebut tengah berada di meja Sekretariat Negara (Setneg) untuk selangkah lagi diserahkan kepada pihak DPR guna pembahasan lebih lanjut untuk segera disahkan,” jelas Ismail.

Sedangkan untuk menindaklanjuti adanya kasus jual beli data BRTI dan Kominfo akan meminta kepada penyedia platform e-commerce maupun media sosial untuk menurunkan promosi, iklan atau gerai yang melakukan jual beli data pribadi melalui saluran yang dimiliki.