spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1212

Bocoran Harga Galaxy Note 10, Lebih Murah dari iPhone XS Max?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10 adalah salah satu smartphone yang dinantikan kehadirannya oleh para konsumen di tahun ini. Smartphone tersebut menjanjikan fitur, teknologi, dan performa mumpuni kepada pengguna. Yang jadi pertanyaan, berapakah harga Samsung Galaxy Note 10 saat dirilis nanti?

Berdasarkan laporan dari phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Minggu (09/06/2019), seorang sumber anonim yang akrab dengan rencana Note 10 mengatakan kalau smartphone itu akan dibanderol Rp 1,4 juta sampai Rp 2,8 juta lebih mahal daripada Galaxy Note 9 yang rilis tahun lalu.

Itu artinya, kemungkinan harga Galaxy Note 10 akan mencapai USD 1.100 atau Rp 15,6 jutaan hingga USD 1.200 atau Rp 17 jutaan untuk versi paling rendahnya.

{Baca juga: Waktu Peluncuran Galaxy Note 10 Terkuak, Catat Tanggalnya!}

Apabila dibandingkan dengan iPhone XS Max paling rendah dengan ROM 64GB, harganya lebih mahal, karena jagoan Apple itu dihargai USD 1.099 atau Rp 15,6 jutaan. Tapi, kalau dibandingkan dengan versi tertinggi dengan ROM 512GB, Note 10 terasa “murah”, karena iPhone XS Max dibanderol USD 1.449 atau Rp 20,6 jutaan.

Samsung Galaxy Note 10 sendiri nantinya akan tersedia dalam empat model berbeda, termasuk model 5G. Dua model di antaranya, dibedakan dari ukuran body dan layarnya.

Model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Note 10 Pro. Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976.

{Baca juga: Samsung Siapkan Empat Model Galaxy Note 10, Termasuk 5G}

Secara spesifikasi, versi Pro memiliki layar berukuran 6,75 inci, sementara versi standar hanya punya layar 6,3 inci saja. Resolusi keduanya sama, namun karena perbedaan ukuran, maka kapasitas baterainya pun juga akan berbeda kapasitasnya.

Seluruh seri Note 10 tersebut diharapkan akan segera hadir pada Agustus mendatang, sama seperti saat Samsung meluncurkan Galaxy Note 9 di tahun lalu. (FHP)

Sumber: phoneArena

Waktu Peluncuran Galaxy Note 10 Terkuak, Catat Tanggalnya!

0

Telko.id, Jakarta – Samsung masih akan merilis smartphone seri flagship di tahun ini, yakni Samsung Galaxy Note 10. Namun banyak yang penasaran kapan ponsel itu akan diluncurkan. Berita terbaru menyebutkan bahwa pabrikan asal Korea Selatan itu sudah menentukan tanggal peluncuran Galaxy Note 10. Kapan?

Dilansir Telko.id dari Phone Arena, Minggu (9/6/2019), Samsung disebutkan akan merilis Samsung Galaxy Note 10 pada tanggal 10 Agustus 2019 mendatang.

Jika berkaca pada peluncuran Galaxy Note 9, Samsung memilih tanggal 9 Agustus 2018. Namun, kenyataannya, Galaxy Note 9 baru diperkenalkan pada 24 Agustus 2018.

{Baca juga: Punya “Tompel”, Begini Bocoran Desain Galaxy Note 10 Pro}

Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa Galaxy Note 10 baru diluncurkan pada 25 Agustus 2019 mendatang, meski waktu yang ditentukan adalah 10 Agustus 2019. Sayang, Samsung belum memberi konfirmasi.

Yang pasti, seiring perkenalan secara resmi Galaxy Note 10, perusahaan Korea Selatan itu juga akan menghadirkan sejumlah model anyar. Satu di antaranya adalah Galaxy Note 10 dengan dukungan konektivitas jaringan kelima atau 5G.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa chipset Qualcomm Snapdragon 855 belum mendukung kemampuan jaringan 5G. Karenanya, modem jaringan 5G di Galaxy Note 10 akan ditambahkan secara terpisah.

{Baca juga: Bocoran 5 Warna Samsung Galaxy Note 10, Ada Red!}

Samsung juga dikabarkan akan menghadirkan Galaxy Note 10 berukuran layar 6,3 inci dengan kamera tunggal untuk pasar Eropa. Sementara Galaxy Note 10 Pro berlayar 6,8 inci, akan mendukung jaringan 5G dan tersedia di Amerika Serikat.

Kamera Galaxy Note 10 Pro bakal mirip Galaxy S10, yakni terdiri atas tiga kamera untuk versi Galaxy Note 10, dan empat kamera di Galaxy Note 10 Pro atau versi 5G. Kameranya akan disematkan secara vertikal, bukan secara horisontal. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Google Rayu Pemerintah AS Izinkan Huawei Tetap Pakai Android

Telko.id, Jakarta – Google sepertinya masih enggan kehilangan Huawei. Kabar terkini menyebut bahwa Google sedang melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) agar Android bisa tetap mendukung perangkat Huawei.

Seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Sabtu (8/6/2019), Google bahkan berani menjamin keamanan nasional AS apabila diizinkan tetap menyokong Huawei. Google tak ingin Huawei punya sistem operasi sendiri.

Menurut Google, jika Huawei jadi membuat sistem operasi sendiri alias tak lagi memakai Android, privasi para pengguna justru terancam. Google menegaskan, sistem operasi bikinan Huawei bakal rawan terkena retas.

{Baca juga: Sistem Operasi Huawei, HongMeng OS akan Meluncur Tahun Ini}

Saat ini layanan terpenting di perangkat Android adalah Google Play Protect, yang berfungsi melacak malware, virus, dan ancaman siber. Karenanya, Google tak akan membiarkan Huawei membuat sistem operasi sendiri.

Analoginya, kalau para pengguna ponsel Huawei menerima pesan rahasia dari AS, terbuka kemungkinan informasi itu akan tersebar. Hal tersebut akan terjadi jika Huawei punya sistem operasi sendiri yang dimodifikasi.

Seperti diketahui, setelah ditinggal oleh Google, Huawei langsung gerak cepat untuk mencari pengganti. Huawei juga sedang mempersiapkan layanan pengganti Google Play Store untuk perangkat buatannya.

{Baca juga: Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store}

Huawei berencana meminta para pengembang untuk menyertakan aplikasi ke App Gallery. Asal tahu saja, App Gallery adalah toko aplikasi milik Huawei yang hampir serupa dengan Galaxy Apps Store milik perangkat Samsung.

Huawei sendiri sudah memastikan akan merilis sistem operasi sendiri di tahun ini. Sistem operasi ini dilaporkan akan memiliki dua nama resmi, yaitu “HongMeng OS” dan “Oak OS“.

Melansir dari Global Times, seperti dikutip pada Sabtu (08/06/2019), HongMeng OS akan dikhususkan Huawei untuk smartphone yang beredar pasar China saja, dan Oak OS akan tersedia untuk smartphone di pasar lainnya.

Sistem operasi tersebut kemungkinan besar akan diluncurkan secara resmi pada kuartal-3 tahun 2019 atau sekitar September mendatang.

{Baca juga: Diboikot Amerika Serikat, Huawei Merapat ke Rusia}

Laporan ini dikonfirmasi langsung oleh Head of Consumer Business Huawei, Richard Yu. Menurutnya, HongMeng OS memang akan dirilis pada tahun ini sekitar bulan Agustus atau September mendatang. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

Petinggi Samsung Sebut Galaxy Fold Rilis Bulan Juli

0

Telko.id, Jakarta – Ada kabar terbaru terkait waktu peluncuran ponsel layar lipat bikinan Samsung, yakni Galaxy Fold. Seorang petinggi Samsung buka suara soal tanggal rilis ponsel mutakhir yang bermasalah itu.

Menurutnya, seperti dikutip Telko.id dari GSM Arena, Sabtu (8/6/2019), Galaxy Fold bakal meluncur pada Juli 2019 mendatang. Samsung, sebutnya, segera menggelar konferensi pers mengenai rencana rilis ponsel layar lipat tersebut.

Masih berdasarkan keterangan petinggi Samsung, pada konferensi pers nanti, perusahaan akan mengumumkan tanggal pasti rilis Fold. Sayang, ia tak mengungkap, kapan waktu pelaksanaan konferensi pers.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold Baru akan Rilis Juli 2019?}

Sudah lebih dari sebulan sejak resmi menunda waktu peluncurannya, Samsung memang belum mengumumkan tanggal rilis terbaru. Sempat tersiar kabar yang dilansir media Korea seperti Yonhap dan The Korea Herald, menyebutkan pabrikan asal Korea Selatan itu belum akan merilis ponselnya tersebut pada Juni 2019.

Sebelumnya, media Korea seperti Yonhap dan The Korea Herald pernah melaporkan informasi yang berbeda. Saat itu diberitakan bahwa seorang sumber anonim menyatakan bahwa Galaxy Fold sudah pasti tak akan rilis pada Juli 2019. Artinya, kehadiran ponsel layar fleksibel itu masih misteri.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Rabu (29/5/2019), pejabat perusahaan membeberkan bahwa tanggal peluncurannya akan diumumkan beberapa minggu mendatang. Samsung sedang menyempurnakannya.

{Baca juga: Best Buy “Bersihkan” Samsung Galaxy Fold dari Daftar Jual}

Tak hanya menyetabilkan kualitas perangkat keras, Samsung juga harus menyertifikasi ulang ponsel untuk digunakan dengan jaringan seluler. CEO Samsung, Koh Dong-jin, pernah berjanji segera memberi pengumuman. [SN/HBS]

Sumber: GSMAena

Game Petualangan Shenmue 3 Rilis November 2019

Telko.id, Jakarta – Developer Deep Silver dan pencipta Yu Suzuki menyampaikan bahwa game Shenmue 3 mengalami penundaan rilis. Game petualangan tersebut baru akan diluncurkan pada 19 November 2019 mendatang.

Game Shenmue 3, yang akan dirilis untuk PlayStation 4 dan PC, sejatinya akan hadir pada 27 Agustus 2019 setelah mengalami penundaan hingga beberapa kali. Namun, ternyata peluncuran game itu diundur lagi sampai November 2019.

“Game Shenmue 3 butuh sedikit perbaikan. Kami bakal menghadirkannya setelah semua penyempurnaan benar-benar beres,” kata Deep Silver dan Yu Suzuki seperti dilansir laman UPI.

{Baca juga: Gameloft Rilis Dua Game Mobile Bertema Disney}

Deep Silver dan Yu Suzuki mengklaim akan memberi para pemain game Shenmue 3 pengalaman tak terlupakan. Deep Silver dan Yu Suzuki pun berterima kasih atas kesabaran dan pengertian para penggemar.

Game petualangan ini pertama kali diumumkan pada ajang E3 2015, yang kemudian mengarah kepada kampanye Kickstarter. Game tersebut mengumpulkan USD 6,3 juta dan menjadikannya video game kesayangan Kickstarter.

Asli Shenmue dan Shenmue 2 dirilis ulang pada Agustus untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Shenmue pertama kali dirilis untuk konsol Sega`s Dreamcast pada 1999 dengan Shenmue 2 untuk Dreamcast dan Xbox asli pada 2001.

{Baca juga: 3 Game Gameloft Ini Dapat Dukungan Xbox Live}

PlayStation akan menjadi pihak pertama yang mendukung Yu Suzuki untuk menggarap game Shenmue 3. Rencananya, Shenmue 3 bakal dihadirkan untuk platform PlayStation 4 dan PC. [BA/HBS]

Sumber: UPI

Foxconn PHK 155 Karyawan, Ini Alasannya

Telko.id, Jakarta – Foxconn dilaporkan akan memberhentikan atau PHK 155 karyawan pabrik yang terletak di Indiana, Amerika Serikat. Untuk menutup kebutuhan produksi di pabrik Indiana, pabrik Foxconn memaksimalkan aktivitas karyawan pabrik di Meksiko.

Menurut laporan Apple Insider, seperti dikutip Telko.id, Sabtu (8/6/2019), pemutusan hubungan kerja secara massal tersebut dianggap oleh Departemen Tenaga Kerja AS sebagai kegagalan Foxconn dalam mengelola tenaga kerja.

Namun, Foxconn tak terima dituding seperti itu. Foxconn menegaskan bahwa PHK 155 karyawan pabrik di Indiana dilakukan untuk mendukung strategi bisnis dan produksi. Apalagi, karyawawn Foxconn masih ribuan.

{Baca juga: Bos Foxconn Berencana akan Pensiun, Siapa Gantinya?}

Data mengungkap, Foxconn memperkerjakan 988 ribu karyawan sampai akhir 2017. Karenanya, pengalihan tugas produksi dari pabrik di Indiana ke Meksiko sama sekali tak akan memengaruhi perkembangan industri di sektor lain.

Maret 2019 lalu, penurunan penjualan iPhone pada laporan kuartal I-2019 ternyata berimbas ke perusahaan lain. Foxconn selaku rekanan setia Apple dikabarkan sampai rela mengubah besaran gaji dan tunjangan para karyawan.

Asal tahu saja, selama ini Foxconn merupakan perusahaan yang paling banyak mendapat pesanan iPhone dari Apple. Selain memotong gaji dan tunjangan, Foxconn pun mengurangi jam kerja para karyawan demi efisiensi produksi.

{Baca juga: Pemasukan Foxconn Anjlok, Gara-gara iPhone?}

Foxconn terpaksa mengeluarkan kebijakan tersebut lantaran produksi iPhone hanya berjalan 20 hari pada 2018. Padahal, biasanya, permintaan iPhone paling besar terjadi empat hingga lima bulan. Puluhan karyawan pun mengeluhkan hal itu. [SN/HBS]

Sumber: Apple Insider

iOS 13 Punya Fitur untuk Tolak Panggilan Misterius

Telko.id, Jakarta – Saat ini, panggilan spam terus meningkat. Anda pasti pernah merasa jengkel karena kerap menerima cukup banyak panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Tapi tenang saja. iOS 13 kini mampu menangani panggilan tak dikenal.

Ada kabar baik untuk Anda, para pengguna perangkat berbasis iOS. Apple kabarnya segera menghadirkan fitur baru ke iOS 13 yang mampu menangani panggilan tak dikenal alias spam.

Dengan iOS 13, seperti dilansir Ubergizmo, Apple akan memberi pengguna opsi untuk secara otomatis memblokir panggilan dari nomor tidak dikenal dan mengirimkannya langsung ke voicemail.

{Baca juga: Dengan iOS 13, Pengguna Bisa Mainkan PS4 via iPhone}

Dengan kata lain, panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal bakal secara otomatis dikirim ke voicemail dan Anda selanjutnya tidak perlu melakukan apa pun untuk meresponsnya.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Sabtu (8/6/2019), fitur itu sebenarnya akan mampu menggali kontak dan email Anda untuk mencari nomor yang menelepon. Tujuannya untuk mengidentifikasi.

Contoh kasus, kadang-kadang Anda memang tidak menyimpan nomor restoran tempat melakukan pemesanan makanan. Namun, tiba-tiba, restoran tersebut mencoba menelepon Anda.

Apabila kontak restoran ada di email Anda, maka iOS 13 bakal mendeteksi bahwa itu adalah panggilan yang sah dan akan membiarkannya masuk, alias tidak mengalami pemblokiran.

{Baca juga: Ini Daftar Seri iPhone yang Cicipi iOS 13}

Meski bermanfaat untuk penggunaan pribadi, sulit dibayangkan manakala fitur baru tersebut “beraksi” untuk para pebisnis, yang sering menerima ‘satu ton’ panggilan dari nomor tak dikenal. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Dianggap Lecehkan Wanita, Gamer China Boikot Keyboard Cherry

Telko.id, Jakarta – Sebuah perusahaan produsen keyboard asal Jerman yang cukup populer di kalangan gamer diboikot di China. Perusahaan pembuat keyboard Cherry ini diboikot gamer di China lantaran dianggap melecehkan para gamer wanita.

Pada hari Sabtu (1/6), divisi Cherry di China menawarkan hadiah empat mechanical keyboard kepada gamer pria. Dalam pengumuman itu, divisi Cherry China tidak menyebutkan gamer wanita.

Pdahal, wanita juga menjadi bagian yang cukup besar dari komunitas game di China. Para pengikut Cherry di Weibo kemudian bertanya, apakah gamer wanita juga memiliki kesempatan memenangkan hadiah.

{Baca juga: China Bakal Batasi Jumlah Game Online, Kenapa?}

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh pihak Chery China. “Tentu saja kami akan mengirim (hadiah untuk pemenang wanita), hadiah tidak diberikan sesuai dengan gender sama sekali,” tulisnya.

Kemudian pada hari yang sama, Cherry China mengubah penawaran tersebut, dengan menawarkan hadiah keyboard untuk pria dan make-up untuk wanita. Cherry China juga menjelaskan bahwa hadiah penghargaan tidak akan ditentukan jenis kelamin pemenang, sebab software penawaran tidak membedakan antara jenis kelamin.

“Apakah hadiah untuk gamer pria berarti bahwa kami pikir wanita tidak cocok untuk bermain game?” Cherry China bertanya kepada pengguna di Weibo.

“Pemikiran hitam-putih semacam ini tidak lebih dari kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Platform giveaway bahkan tidak memiliki fungsi yang mengurutkan pengguna berdasarkan jenis kelamin,” tulis Cherry China.

Namun, jawaban tersebut belum membuat gamer puas. Mereka masih belum puas dengan stereotip yang disajikan dalam hadiah yang ditawarkan.

“Apakah pria harus menyukai game dan wanita harus menyukai lipstik dan parfum? Tolong bisakah Anda meninggalkan stereotip di satu sisi dan menjual keyboard Anda,” katanya.

Komentar tersebut mendorong akun resmi perusahaan untuk melakukan serangan. “Kapan saya mengatakan bahwa pria harus mencintai game dan wanita harus menyukai lipstik, apakah Anda gila?” katanya.

Kepala Eksekutif Cherry China, Han Bohan, ikut dalam perdebatan panas di Weibo, dan ikut memposting komentar yang menambah suhu semakin panas.

“Bagaimana hadiah game yang ditujukan untuk pria berbeda dari blogger kecantikan yang meluncurkan hadiah lipstik setiap hari untuk wanita?” tulisnya.

Dua hari kemudian, sejumlah gamer di China mengajak untuk memboikot produk Cherry hingga perusahaan meminta maaf. Para gamer ini membuat tagar Weibo #BoycottCherry dan #CherryChina, dan menarik lebih dari 182 juta hit.

“Saya adalah seorang WOWer (pemain World of Warcraft) dan menggunakan keyboard Cherry, tetapi jika Cherry China tidak akan meminta maaf kepada kami, saya akan mencari keyboard lain untuk MacBook Pro baru saya,” tulis seorang pengguna Twitter China bernama Ziying.

 {Baca juga: Gamers PUBG di China Wajib Tunjukkan KTP}

Seorang pengguna Weibo juga menunjukkan iklan keyboard Cherry pada 2012 yang menampilkan model tanpa wajah yang mengenakan T-shirt bergambar keyboard bertuliskan slogan “push my buttons” dan tangan di bagian payudaranya.

Aksi para gamer ini rupanya sampai didengar hingga kantor pusat Cherry di Jerman. Perusahaan akhirnya meminta maaf atas kekisruhan yang terjadi di Weibo, dan berjanji untuk menyelidiki masalah tersebut.

“Tolong beri kami waktu lagi untuk penyelidikan, kami menganggap ini sangat serius,” kata perusahaan itu di Twitter.

Sementara itu Cherry China dan Han Bohan tidak menanggapi saat coba diminta konfirmasinya oleh South China Morning Post. [BA/HBS]

Sumber: The Star

Sindikat Pencuri iPhone Senilai Rp 271 Miliar Akhirnya Terciduk

Telko.id, Jakarta –  Sindikat pencuri bermodus pemalsuan identitas untuk membeli iPhone akhirnya terungkap oleh NYPD dan FBI. Sindikat tersebut telah menjalankan aksi selama tujuh tahun. Sekian lama beroperasi, mereka akhirnya terciduk.

Sindikat beranggotakan enam orang itu menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan iPhone baru. Mereka membeli iPhone di toko memakai rekening milik orang lain. Mereka pun berbelanja secara menggila.

Menurut laporan 9to5mac, seperti dikutip Telko.id, Sabtu (8/6/2019), sindikat tersebut membeli iPhone di toko-toko menggunakan metode cicilan ringan. Mereka memilih pembayaran uang muka dalam jumlah kecil.

{Baca juga: Penjualan iPhone di China Terdongkrak Diskon}

Ketika sukses melancarkan aksi, mereka lantas menjual iPhone-iPhone itu ke negara potensial, yakni China. Mereka membawanya ke China dengan cara diselundupkan. Di sana, iPhone dilego dengan harga cukup tinggi.

Merujuk data kepolisian New York dan FBI, gerombolan tersebut berhasil meraup keuntungan hingga USD 19 juta atau sekira Rp 270 miliar selama tujuh tahun beroperasi.  Mereka bergerilya di seluruh Amerika Serikat.

NYPD dan FBI baru mencium aksi mereka pada 2014 silam. Namun, NYPD dan FBI baru bisa menciduk mereka lima tahun kemudian. Kepolisian pun kini terus melakukan penyelidikan guna pengembangan kasus.

{Baca juga: Gerombolan Pencuri Gasak Puluhan iPhone di Apple Store}

Menurut keterangan polisi, aksi sindikat itu jelas sangat merugikan. Selain membawa dampak kerugian materi, mereka juga melanggar privasi. Sebab, mereka memakai identitas orang lain untuk melakukan transaksi. [SN/HBS]

Dengan iOS 13, Pengguna Bisa Mainkan PS4 via iPhone

Telko.id, Jakarta – Seiring peluncuran resmi iOS 13, Apple akan membawa dukungan untuk kontroler DualShock 4 yang digunakan konsol PlayStation 4 (PS4). Namun, ada dampak besar dari dukungan tersebut.

Sony mempunyai sebuah aplikasi bernama The Remote Play yang dirilis pada Maret 2019. Untuk mereka yang tidak familiar, aplikasi itu mengizinkan pengguna untuk melakukan streaming game dari PS4 ke iPhone dmenggunakan WiFi.

Menurut laporan Ubergizmo, aplikasi tersebut secara otomatis mengubah iPhone menjadi konsol game seluler. Namun, kontrol on-screen dan kontroler pihak ketiga yang ada saat ini menghadirkan pengalaman kurang maksimal.

{Baca juga: Ini 6 Seri iPhone dan iPad yang Gak Kebagian iOS 13}

Dengan kehadiran iOS 13, Apple mengizinkan penggunaan kontroler PS4 di iPhone. Dengan kata lain, aplikasi The Remote Play menjadi lebih bermanfaat untuk pengguna karena bisa memainkan game PS4 di iPhone sama persis dengan di PS4.

Namun, patut dicatat bahwa tidak semua game PS4 kompatibel dengan Remote Play. Selain itu, aplikasi The Remote Play hanya bisa digunakan via WiFi. Jadi, pengguna tidak bisa memainkan game dengan koneksi internet di luar WiFi.

Maret 2019 lalu, juga telah diinformasuik bahwa permainan digital PlayStation 4 yang biasanya hanya bisa dimainkan di perangkat konsol dan piranti mobile tertentu bisa dimainkan di perangkat besutan Apple.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini Dia Fitur Baru di iOS 13}

Kabar menggembirakan untuk pengguna iOS itu datang setelah Sony merilis aplikasi The Remote Play di App Store, yang artinya memungkinkan pengguna iPhone, iPad, dan perangkat Apple lain memainkan game PlayStation 4 di perangkatnya. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo